materi ajar krida krida pemandu wisata trowulan, monumen tugu pahlawan, museum nasional, kuta tua...

Click here to load reader

Post on 06-Mar-2019

279 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

DAFTAR ISI

MATERI AJAR KRIDA I

KRIDA PEMANDU WISATA

Halaman

Daftar isi 1

I PESERTA PELATIHAN 2

II WAKTU PELATIHAN 2

III PERSYARATAN ADMINISTRASI DAN KUALIFIKASI PESERTA PELATIHAN

2

IV TINGKAT KEMAMPUAN PESERTA USAI PELATIHAN

2

V TINGKAT KEMAMPUAN PESERTA USAI PELATIHAN

2

VI TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 2

VII TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 2

VIII INDIKATOR KEBERHASILAN 2

IX RANCANGAN MATERI TOT 3

1. PENGERTIAN KRIDA PEMANDU WISATA

3

2. LINGKUP SYARAT KECAKAPAN KHUSUS (SKK) KRIDA PEMANDU WISATA

3

3. MATERI AJAR SKK KRIDA PEMANDU WISATA 3

3.1. SKK Pengetahuan Daya Tarik Wisata 3

3.2. SKK Penyusunan Program Perjalanan Wisata (tour planner)

13

3.3. SKK Pemanduan Perjalanan Wisata (tour guiding)

27

3.4. SKK Pemimpin Perjalanan Wisata (tour leader)

40

2

I. PESERTA PELATIHAN

Peserta Diklat Saka Pariwisata adalah :

Pengurus KWARDA

Anggota Pramuka Pandega

Staff di lingkungan Dinas Pariwisata Kota dan Daerah.

II. WAKTU PELATIHAN

2 hari (Krida Pemandu Wisata dibagi ke dalam 4 Sesi )

III. PERSYARATAN ADMINISTRASI DAN KUALIFIKASI PESERTA PELATIHAN

1) Mereka yang memenuhi persyaratan sebagai peserta (butir ke 1)

2) Mereka yang telah memiliki pengetahuan dasar tentang Pariwisata dan atau Pramuka

3) Bersedia mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir 4) Bersedia menjadi tutor dalam kegiatan pengembangan

Saka Pariwisata di daerahnya

IV. TINGKAT KEMAMPUAN PESERTA USAI PELATIHAN Kemampuan yang diharapkan peserta setelah selesai mengikuti pelatihan ini adalah: 1) Peserta mampu memahami Konsep Krida Pemandu Wisata 2) Peserta memiliki kecakapan Kepramukaan dalam

penyelenggaraan dan pemanduan perjalanan wisata, 3) Peserta memahami dan menguasai 4 SSK dalam Krida

Pemandu Wisata yaitu: SKK Pengetahuan Daya Tarik Wisata, SKK Penyusunan Program Perjalanan Wisata (tour

planner), SKK Pemanduan Perjalanan Wisata (tour guide), SKK Pemimpin Perjalanan Wisata (tour leader)

V. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Peserta pelatihan Saka Pariwisata Krida Pemandu Wisata cakap dan terampil untuk berperan dalam penyelenggaraan dan pemanduan perjalanan wisata.

VI. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

1) Mampu menguasai pengetahuan tentang Daya Tarik Wisata

2) Mampu menyusun Program Perjalanan Wisata 3) Mampu bertindak sebagai Pemandu Perjalanan Wisata 4) Mampu menjadi Pemimpin Perjalanan Wisata

VII. INDIKATOR KEBERHASILAN

Setelah menyelesaikan mata pendidikan dan latihan dalam acara pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu :

1) Menjelaskan pengetahuan tentang Daya Tarik Wisata 2) Membuat simulasi Program Perjalanan Wisata 3) Mempraktekkan peran sebagai Pemandu Perjalanan Wisata 4) Mempraktekkan peran sebagai Pemimpin Perjalanan

Wisata

VIII. RANCANGAN MATERI TOT

3

MATERI AJAR KRIDA I KRIDA PEMANDU WISATA

1.1. PENGERTIAN

Krida Pemandu Wisata adalah salah satu Krida Saka Pariwisata, yang bertujuan memberikan kecakapan bagi Pramuka untuk dapat berperan dalam penyelenggaraan dan pemanduan perjalanan wisata.

1.2. LINGKUP SYARAT KECAKAPAN KHUSUS (SKK) KRIDA PEMANDU WISATA

Krida Pemandu Wisata, terdiri atas4 (empat) SKK :

1) SKK Pengetahuan Daya Tarik Wisata

2) SKK Penyusunan Program Perjalanan Wisata (tour planner)

3) SKK Pemanduan Perjalanan Wisata (tour guide)

4) SKK Pemimpin Perjalanan Wisata (tour leader)

1.3. MATERI AJAR KRIDA PEMANDU WISATA

1.3.1. SKK PENGETAHUAN DAYA TARIK WISATA

1.3.1. Pengertian:

SKK Pengetahuan Daya Tarik Wisata merupakan syarat kecakapan khusus yang berkaitan dengan kemampuan individu anggota pramuka untuk dapat memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai keragaman daya tarik wisata dan pengelolaan/ pemanfaatannya sebagai bagian dari syarat kecakapan khusus untuk pemanduan wisata.

1.3.2. Tujuan:

Agar anggota pramuka memiliki bekal dan materi mengenai daya tarik wisata sebagai dasar pengembangan paket wisata dan pemanduan wisata.

1.3.3. Materi Ajar Skk Pengetahuan Daya Tarik Wisata

Materi ajar SKK pengetahuan daya tarik wisata mencakup:

A. Pengertian Daya Tarik Wisata

B. Pengetahuan tentang jenis-jenis daya tarik wisata (Alam, Budaya, dan Buatan)

C. Pengetahuan tentang karakteristik dan keunikan suatu daya tarik wisata

D. Pengetahuan tentang jenis kegiatan wisata yang dapat dikembangkan dari jenis daya tarik wisata.

E. Pengetahuan tentang jenis-jenis wisata (wisata bahari, wisata budaya, wisata kuliner, wisata religi dsb).

4

PENJABARAN MATERI AJAR:

A. PENGERTIAN DAYA TARIK WISATA

A.1. Kecakapan yang harus dikuasai setiap tingkatan Pramuka

Kecakapan dan penguasaan materi ini di tiap tingkatan Pramuka adalah sebagai berikut:

1) PRAMUKA SIAGA (7-10 tahun)

Dapat menyebutkan arti daya tarik wisata dan jenis daya tarik wisata

2) PRAMUKA PENGGALANG (11-15 tahun)

Dapat memberikan contoh arti daya tarik wisata (minimal

3) PRAMUKA PENEGAK (16-20 tahun)

Dapat menjelaskan posisi dan kedudukan daya tarik wisata dalam destinasi pariwisata

4) PRAMUKA PANDEGA (21-25 tahun)

Dapat memberikan contoh posisi dan kedudukan daya tarik wisata dalam destinasi pariwisata

A.2. Materi

Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.

B. PENGETAHUAN TENTANG JENIS-JENIS DAYA TARIK WISATA

B.1. Kecakapan yang harus dikuasai setiap tingkatan Pramuka

Kecakapan dan penguasaanmateri ini di tiap tingkatan Pramuka adalah sebagai berikut:

A. PRAMUKA SIAGA (7-10 tahun)

Dapat menyebutkan arti daya tarik wisata dan jenis daya tarik wisata

B. PRAMUKA PENGGALANG (11-15 tahun)

Mengerti dan dapat memberikan contoh masing-masing jenis daya tarik wisata (minimal 3)

C. PRAMUKA PENEGAK (16-20 tahun)

Mengerti dan dapat menjelaskan contohcontoh masing-masing jenis daya tarik wisata (minimal 2)

D. PRAMUKA PANDEGA (21-25 tahun)

Mampu menjelaskan daya tarik wisata yang ada di daerahnya.

5

B.2. Materi

Jenis-Jenis Daya Tarik Wisata terdiri dari 3 (tiga) kategori:

1) Daya tarik wisata alam adalah daya tarik wisata yang berupa keanekaragaman dan keunikan lingkungan alam.Daya tarik wisata alam selanjutnya dapat dijabarkan, meliputi:

a) Daya tarik wisata alam yang berbasis potensi keanekaragaman dan keunikan lingkungan alam di wilayah perairan laut, yang berupa antara lain:

o bentang pesisir pantai; contoh : pantai Kuta, pantai Pangandaran, pantai Gerupuk Aan, dan sebagainya.

o bentang laut (baik perairan di sekitar pesisir pantai maupun lepas pantai yang menjangkau jarak tertentu yang memiliki potensi bahari);contoh : perairan laut Kepulauan Seribu, perairan laut kepulauan Wakatobi, dan sebagainya

o kolam air dan dasar laut;contoh : taman laut Bunaken, taman laut Wakataboi, taman laut dan gugusan pulau-pulau kecil Raja Ampat, atol pulau Kakaban, dan sebagainya.

b) Daya tarik wisata alam yang berbasis potensi keanekaragaman dan keunikan lingkungan alam di wilayah daratan, yang berupa antara lain:

o pegunungan dan hutan alam/ taman nasional/ taman wisata alam/ taman hutan raya (Contoh : TN gunung Rinjani, TN Komodo, TN Bromo Tengger Semeru, dsbnya).

o perairan sungai dan danau (contoh : danau Toba, danau Maninjau, danau Sentani, sungai Musi, sungai Mahakam, situ Patengan).

o perkebunan; contoh : agro wisata Gunung Mas,dsbnya.

o pertanian; contoh : area persawahan Jatiluwih, dsbya.

o bentang alam khusus(gua, karst, padang pasir, dan sejenisnya); contoh : Karst Gunung Kidul, Karst Maros.

2) Daya tarik wisata budaya adalah daya tarik wisata berupa hasil olah cipta, karsa, dan rasa manusia sebagai makhluk budaya. Daya tarik wisata budaya selanjutnya dapat dijabarkan, meliputi:

a) Daya tarik wisata budaya yang bersifat berujud (tangible); yang berupa antara lain :

o cagar budaya; yang meliputi : bangunan atau komplek percandian, keraton, situs purbakala/ artefak historis (a.l: tugu/ monumen), museum, kota tua, dan sejenisnya. Contoh : Candi Borobudur, Keraton Kasunanan Surakarta, Komplek

6

Trowulan, Monumen Tugu Pahlawan, Museum Nasional, Kuta Tua Jakarta Sunda Kelapa, dsbnya.

o perkampungan tradisional dengan adat dan tradisi budaya masyarakat yang khas; (misalnya: kampung Naga, perkampungan suku Badui, desa Sade, desa Penglipuran)

o museum, galeri seni, rumah budaya, dll.

b) Daya tarik wisata budaya yang bersifat tidak berujud (intangible), yang berupa antara lain:

o Kehidupan adat dan tradisi masyarakat dan aktifitas budaya masyara-kat yang khas di suatu area/ tempat; (misalnya: Sekaten, Karapan sapi, Pasola, pemakaman Toraja, Ngaben, pasar terapung, Kuin, dan sejenisnya).

o Kesenian; contoh : kesenian angklung, kesenian sasando, kesenian reog, dsb.

3) Daya tarik wisata hasil buatan manusia adalah daya tarik wisata khusus yang merupakan kreasi artifisial (artificially created) dan kegiatan-kegiatan manusia lainnya di luar ranah wisata alam dan wisata budaya. Daya tarik wisata hasil buatan manusia/ kh