Manusia Dan Lingkungan Hidup

Download Manusia Dan Lingkungan Hidup

Post on 23-Jun-2015

821 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Penerbit PPPGT / VEDC Malang Bekerja sama dengan Swisscontact Atas dukungan biaya Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC) Edisi Kedua Malang, 1999 Hak Cipta PPPGT / VEDC Malang Jl. Teluk Mandar, Arjosari Tromol Pos 5 Malang 65102 Untuk keperluan pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup, isi buku ini dapat diperbanyak dengan menyebutkan sumbernya. Untuk keperluan selain pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup, harus seijin PPPGT / VEDC Malang. Wall Chart Konsep: 1993; Dr. Heinz Frick; Thomas Mller, dipl. Bauing. ETH Sumber: Ballungsraum in der Krise, Frederic Vester, dtv 1991, ISBN 3-423-11332-4 Gambar: Drs. Mochamad Sholeh Buku Panduan Penyusunan: 1996; Agung Suprihatin, S. Pd; Drs. Djoko Wardojo; Erika Stutz, dipl. Chem. HTL Revisi: 1998; Suryatri Darmiatun, S. Si., M.T., Drs. Tasrial Grafik: Agus Subandi Bahasa: Andjar Suwito Validasi: Bapedal, Direktorat Pengembangan Kelembagaan / SDM Percetakan Indah Offset, Malang -------------------------------------------------------------------------------DAFTAR ISI SAMBUTAN KATA PENGANTAR PENDAHULUAN PETUNJUK PEMAKAIAN MATERI 1. PENDAHULUAN 2. LINGKUNGAN TERPADU 2.1 Bagian-bagian Lingkungan Terpadu 2.2 Dua Contoh Ketergantungan Bagian-bagian 3. HUBUNGAN TIMBAL-BALIK ANTARA MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP 3.1 Udara 3.2 Air 3.3 Makanan 4. UPAYA UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP 4.1 Aspek Pengaruh Perilaku Manusia dan Masalah Lingkungan Hidup 4.2 Contoh-contoh Upaya untuk Melestarikan Lingkungan Hidup 59 4.3 Pengertian Istilah-istilah Daya Dorong Perilaku Manusia DAFTAR PUSTAKA --------------------------------------------------------------------------------</p> <p>MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP / KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN Telah menjadi kesepakatan Internasional mengenai pentingnya menjaga bumi dari kerusakan guna kelangsungan hidup manusia. Masyarakat Internasional telah mewujudkan komitmen pelestarian lingkungan tersebut dalam strategi pembangunan berkelanjutan dan juga telah pula menjadi strategi pembangunan di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, maka semua aspek pembangunan perlu memperhatikan kelestarian lingkungan termasuk di bidang pendidikan. Pelaksanaan program pendidikan lingkungan hidup melalui pendidikan formal yang dikenal dengan greening the curriculum, dimulai dengan penyusunan Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup dan "Wall Chart" beserta Buku Panduan mengenai Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan lingkungan hidup tersebut dilakukan dengan penyampaian bahan ajar yang diintegrasikan dengan mata pelajaran terkait sehingga tidak menjadi mata pelajaran tersendiri yang akan menambah beban kurikulum yang memang telah padat. Melalui pengembangan peran serta dunia pendidikan untuk lebih peduli terhadap masalah lingkungan, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan kerjasama Depdikbud dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan BAPEDAL mengenai Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup maka telah dipersiapkan pendidikan lingkungan hidup pada Sekolah Kejuruan yang diawali dengan disusunnya "Wall Chart" beserta Buku Panduan. Bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru-guru di dalam memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada anak didiknya. Sekian, mudah-mudahan bermanfaat dalam pengembangan kualitas manusia Indonesia di bidang lingkungan hidup.</p> <p>Jakarta, 27 Desember 1996</p> <p>back to top -------------------------------------------------------------------------------KATA PENGANTAR Pendidikan Lingkungan Hidup telah diintegrasikan dalam materi semua jenjang pendidikan dasar dan menengah sejak tahun 1986. Oleh karena Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertugas untuk menghasilkan tamatan yang siap menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang profesional, Pendidikan Lingkungan Hidup pada SMK perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini sejalan dengan tuntutan internasional bahwa di masa depan bukan hanya mutu produk atau jasa pelayanan saja yang akan menjadi perhatian utama melainkan juga proses produksinya. Semakin penting untuk diperhatikan bahwa dalam era pasar bebas nanti, hanya produk dan jasa yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan saja yang akan dapat diterima oleh negara-negara konsumen. Untuk meningkatkan kualitas tamatan SMK yang mempunyai wawasan serta kesadaran lingkungan, saat ini sedang dikembangkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mendukung implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup. Hal ini diawali dengan penyusunan dan pengembangan "Wall Chart" beserta Buku Panduan yang dapat digunakan sebagai bahan ajar program pendidikan lingkungan hidup di SMK. Proses penyampaian materi ini akan diintegrasikan ke dalam materi kejuruan terkait, sehingga materi pendidikan lingkungan hidup tidak perlu menjadi mata pelajaran tersendiri. Buku Panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para guru dalam memberikan bekal pendidikan lingkungan hidup kepada siswa dan dapat digunakan sebagai dasar pembentukan sikap siswa SMK "darling" (sadar lingkungan).</p> <p>Jakarta, 5 Mei 1997</p> <p>back to top</p> <p>-------------------------------------------------------------------------------PENDAHULUAN Buku ini merupakan bagian dari serangkaian tujuh buah buku, yang mana masing-masing buku memiliki tema yang berlainan dan ditekankan pada fokus pendidikan lingkungan hidup yang berbeda-beda: Hubungan Timbal-Balik antara Manusia dan Lingkungan menitikberatkan pada interaksi-interaksi dengan memperkenalkan lingkungan hidup sebagai satu sistem yang terdiri dari bagian-bagian, dimana diantara bagian-bagian tersebut terdapat interaksiinteraksi atau hubungan timbal-balik yang membentuk satu jaringan, dan bagian-bagian itu sendiri dapat merupakan satu sistem. Sampah dan Pengelolaannya menitikberatkan pada konsumsi, yang kalau tidak dilakukan dengan bijaksana dapat memboroskan sumber daya alam dan menghasilkan sampah berjumlah besar; mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan hidup serta kesehatan manusia kalau tidak dikelola dengan cara yang tepat. Energi menitikberatkan pada kreatifitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi yang memanfaatkan sumber-sumber energi terbarui agar ketersediaan energi terjamin selama-lamanya dan agar ancaman pemanasan global dapat dikurangi. Atmosfer dan Pemanasan Global menitikberatkan pada tanggung jawab global yang dipikul bila melakukan bermacam-macam kegiatan, karena kegiatan-kegiatan tersebut walaupun dilakukan hanya secara lokal, tetapi serentak dapat menimbulkan perubahanperubahan global yang sulit diramalkan. Perusakan Lapisan Ozon menitikberatkan pada faktor waktu dengan menjelaskan bahwa berbagai kegiatan manusia yang dilakukan sekarang mempengaruhi kondisi kehidupan generasi-generasi mendatang. Siklus Air menitikberatkan pada dampak dari pencemaran yang memasuki dan mengikuti siklus air sehingga mempengaruhi lingkungan hidup serta kesehatan manusia secara langsung. Kependudukan menitikberatkan pada keberlanjutan yang harus dijamin oleh setiap pelaksanaan pembangunan, agar lingkungan hidup sebagai landasan kehidupan dan kesejahteraan manusia dapat dilestarikan. Masing-masing buku ini merupakan panduan untuk sebuah wall chart dengan tema yang sama. (Sebuah gambar wall chart terdapat di halaman terakhir buku ini.) Wall chart beserta buku panduan dengan tema "Hubungan Timbal Balik antara Manusia dan Lingkungan" memperkenalkan lingkungan terpadu di satu pihak, sebagai satu sistem yang memiliki bagian-bagian (misalnya pusat lingkungan terpadu dengan gedung-gedung pemukiman, perdagangan, perkantoran, pendidikan, disamping juga terdapat industri, pembangkit tenaga listrik, lalu lintas kendaraan bermotor, dll) yang saling berhubungan. Lingkungan terpadu, di pihak lain, diperkenalkan sebagai satu bagian di dalam sistem lingkungan hidup yang berhubungan dengan bagian-bagian lain di lingkungan alami, seperti iklim, perairan / air tanah, pertanian, dll. Dengan mengetahui hubungan antara bagian-bagian lingkungan terpadu, maka dapat dipahami alasan-alasan mengenai pesatnya pertumbuhan dan masalah-masalah yang terjadi di lingkungan terpadu. Selain itu, dengan mengetahui hubungan timbal-balik antara lingkungan terpadu dan lingkungan alami, maka dampak negatif dari kegiatan-kegiatan manusia yang dilakukan di lingkungan terpadu terhadap lingkungan alami dan akhirnya terhadap kesehatan manusia, dapat diketahui dan selanjutnya diatasi. Buku ini dirancang sedemikian rupa sehingga para peserta didik akhirnya diharapkan dapat: Menjelaskan alasan-alasan tentang pesatnya pertumbuhan lingkungan terpadu. Menyebutkan masalah-masalah yang muncul akibat cepatnya pertumbuhan lingkungan terpadu. Menyebutkan hubungan antara bagian-bagian lingkungan terpadu. Menyebutkan hubungan timbal-balik antara lingkungan terpadu dan lingkungan alami. Mengetahui kegiatan-kegiatan manusia di lingkungan terpadu yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan alami dan kesehatan manusia. Mengetahui upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan hidup. Buku ini secara garis besar juga memuat tema-tema dari enam buku lainnya. Oleh karena itu buku ini sebaiknya dibahas sesudah mempelajari buku-buku tersebut. back to top</p> <p>PETUNJUK PEMAKAIAN Di halaman terakhir buku panduan ini terdapat dua gambar wall chart dengan ukuran berbeda.</p> <p>Apabila sedang membaca teks dalam buku, gambar wall chart berukuran kecil sekaligus dapat dilihat dengan membuka lipatannya. Gambar wall chart yang lebih besar dapat digandakan untuk keperluan siswa.</p> <p>MATERI Bab Materi berisi informasi tentang hal-hal yang terkait dengan tema dari wall chart. Teks beserta gambar-gambar disusun dalam bentuk sederhana sehingga dapat disampaikan langsung kepada para peserta didik. Cara Membaca Tanda-tanda: Piktogram yang terdapat di beberapa halaman menunjukkan wall chart secara keseluruhan. Bagian berwarna hitam merupakan bagian dari wall chart yang sedang dibahas dalam bab tersebut. Berarti petunjuk didaktik, yaitu saran tentang apa yang dapat dilakukan oleh penyaji sebagai kegiatan tambahan terhadap materi yang disampaikan, sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih menarik bagi peserta didik.</p> <p> gambar 3 / bab 3.2 Berarti lihat Gambar (3). Hal-hal yang Mempengaruhi Kualitas Hidup bab 3.2 Air Kependudukan Berarti bahwa topik yang sama juga dibahas dalam buku panduan lain; dalam contoh ini buku panduan berjudul Kependudukan. sumber [1, hal. 34] Berarti bahwa sebuah buku acuan digunakan untuk menyusun teks; dalam contoh ini halaman 34 dari buku dengan nomor [1] yang dijadikan acuan. Judul dan data-data tentang buku acuan tersebut terdapat di bab Daftar Pustaka, ditandai dengan nomor urut [1].</p> <p>DAFTAR PUSTAKA Daftar buku-buku yang digunakan sebagai acuan dalam penulisan buku panduan. Kalau wall chart tidak digunakan secara terintegrasi dengan pelajaran kejuruan terkait, tahapan petunjuk berikut dapat digunakan untuk membahas tema dari wall chart beserta buku panduannya secara keseluruhan. 1. Penyaji meminta para peserta menyebutkan bagian-bagian dari lingkungan hidup; baik lingkungan terpadu maupun lingkungan alami. Setiap jawaban (bagian) digambarkan di papan tulis sebagai lingkaran dengan memberi nama bagian tersebut. 2. Penyaji menanyakan hubungan yang terjalin antara bagian-bagian yang telah disusun. Para peserta menjawab dengan menyebutkan hubungan antara dua bagian, dan kemudian menjelaskan hubungan tersebut secara singkat. Setiap hubungan digambarkan sebagai garis; akhirnya terbentuk satu jaringan. 3. Para peserta diminta untuk memilih satu atau dua hubungan yang mereka anggap paling penting. Hubungan tersebut diberi tanda bulat berwarna: Setiap peserta memberi paling banyak dua tanda di satu atau dua hubungan yang telah dipilih. 4. Penyaji membuat matriks dengan menyertakan data dari semua bagian yang ada. Nilai setiap hubungan ditentukan bersama peserta dengan cara menghitung jumlah tanda bulat pada garis tersebut, kemudian diisi ke dalam kolom-kolom matriks.</p> <p>5. Penyaji membahas hasil penilaian bersama-sama peserta. Tahap 1 sampai dengan tahap 5 dapat digunakan sebagai pengantar untuk mengarahkan para peserta ke tema pokok yang selanjutnya dibahas dengan menggunakan bab Materi. Selain itu, tahapan-tahapan tersebut dapat juga digunakan sebagai pengulangan / pemantapan sesudah penyampaian bab Materi. 6. Penyaji mendiskusikan bersama seluruh peserta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup back to top MATERI</p> <p>1. PENDAHULUAN Jumlah penduduk dunia terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk Indonesia meningkat dari 179,381 juta jiwa (1990) menjadi 194,755 juta jiwa (1995). sumber [1, hal. 34] Ini berarti, bahwa pada kurun waktu 1990 - 1995 jumlah penduduk Indonesia mengalami pertambahan rata-rata sebesar 1,66% per tahun Kependudukan. sumber [1, hal. 34] Dari jumlah penduduk yang cukup besar tersebut ternyata penyebarannya tidak merata. Pulau Jawa yang luasnya hanya sekitar 7% dari seluruh luas daratan di Indonesia, ternyata didiami oleh sekitar 60% dari jumlah penduduk Indonesia. Sehingga Jawa merupakan pulau terpadat penduduknya dibanding pulau-pulau lain di Indonesia (kepadatan Pulau Jawa: 868 jiwa/km2 pada tahun 1995). sumber [1, hal. 34] Pada tahun 1990 sekitar 35% penduduk P. Jawa tinggal di perkotaan dan ini akan terus meningkat. Diperkirakan pada tahun 2020 sekitar 60% penduduk P. Jawa akan tinggal di kota. Untuk seluruh Indonesia pada tahun tersebut diperkirakan 50% penduduknya akan tinggal di perkotaan. sumber [2, hal. 11] Kota dengan berbagai fasilitas (pendidikan, kesehatan, hiburan, dll) yang ada, merupakan tawaran yang menarik bagi penduduk desadesa di sekelilingnya yang belum begitu berkembang. Terlebih lagi jika kota tersebut merupakan pusat pertumbuhan. Akhirnya, kota kecil berkembang menjadi kota besar, dan kota besar menjadi lebih besar lagi. Perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar disebut urbanisasi. Secara umum faktor-faktor penyebab terjadinya urbanisasi adalah sebagai berikut: Faktor pendorong dari desa: Sempitnya pemilikan lahan sebagai akibat pertambahan penduduk Upah tenaga kerja yang rendah Keterbatasan lapangan kerja Kurangnya fasilitas Faktor penarik dari kota: Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, teknologi, dsb. Upah tenaga kerja lebih tinggi Kesempatan kerja lebih banyak Kemudahan/tersedianya berbagai fasilitas sumber [3, hal. 36-37] back to top</p> <p>Gambar (1). Peningkatan Jumlah Penduduk Dunia Seiring dengan Bertambahnya Waktu</p> <p>Gambar (2). Urbanisasi</p> <p>Secara naluriah, manusia selalu ingin meningkatkan kualitas hidupnya. Keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup menyebabkan urbanisasi. Diskusikan dengan siswa: Bagaimana kriteria hidup sejahtera. Bandingkan jawaban peserta dengan hal-hal yang mempengaruhi kualitas hidup gambar 3.</p> <p>Pengertian kualitas hidup berbeda diantara masing-masing individu. Jelas, bahwa banyak hal mempengaruhi kualitas hidup gambar 3. Di antara hal-hal yang mempengaruhi kualitas hidup terdapat kebutuhan fisik yang harus dipenuhi agar kese...</p>

Recommended

View more >