mankas epilepsi

47
Manajemen Kasus EKO ANDRIYANTO/ 06711205 PEMBIMBING : dr. TUNJUNG RESPATI, Sp.A, M.Kes

Upload: ipuzz-aiie

Post on 06-Dec-2014

185 views

Category:

Documents


12 download

DESCRIPTION

epilepsi

TRANSCRIPT

Page 1: Mankas EPILEPSI

Manajemen Kasus

EKO ANDRIYANTO/ 06711205

PEMBIMBING : dr. TUNJUNG RESPATI, Sp.A, M.Kes

Page 2: Mankas EPILEPSI

ILUSTRASI KASUSIdentitas Pasien Nama : An. A Usia : 7 thn Jenis kelamin : Perempuan Agama : Islam Status marital : Belum menikah Pekerjaan : Pelajar SD Suku : Jawa Alamat : Munggur RT 17 Pilangsari

Gesi Sragen Masuk RS : 22 November 2012 No. RM : 356965

Page 3: Mankas EPILEPSI

 

ANAMNESIS : alloanamnesis• Diberikan oleh : Nenek pasien• Keluhan utama : Kejang

Page 4: Mankas EPILEPSI

RPS

1HSMRS. Rabu siang pukul 12.00 anak kejang 7 kali, lamanya kejang ± 10 menit, saat kejang mata melirik keatas, gigi mengatup kencang, mulut tidak berbusa, semua ekstremitas bergerak tak terkendali tangan tekuk dan kemudian lurus, setelah kejang anak sadar. Pasien tidak mengeluarkan air seni ataupun BAB saat kejang

Page 5: Mankas EPILEPSI

Mata berkilau dan telinga berdenging sebelum kejang tidak ada dirasakan pasien sebelum kejang.

Kejang sudah dialami pasien sudah lebih dari 11 kali dalam 2 hari terakhir. Diantara kejang pasien dapat sadar. Namun, pasien bisa menilai bahwa dirinya akan mendapatkan serangan kejang

Page 6: Mankas EPILEPSI

Kejang seperti ini sudah dialami pasien sejak umur 1 tahun. Dan keluarga pasien mengetahui bahwa pasien telah mengidap epilepsy dari keterangan dokter.

Page 7: Mankas EPILEPSI

Demam (-), batuk (-), pilek (-), mual (-), muntah (-). Nafsu makan baik, BAB lancar, BAK lancar.

Dalam riwayat pengobatan pasien sudah mengobati obat anti epilepsy sejak umur 1 tahun. Namun, riwayat putus obat sering terjadi karena ketidak tahuan pengobatan. Obat yang digunakan 2 macam namun tidak tahu apa nama obatnya.

Page 8: Mankas EPILEPSI

RPD… Kejang Demam (+) ketika usia 1 tahun, Trauma (+) umur 9 bulan jatuh dari ayunan

nenek pasien Riwayat masuk ICU 2x karena kejang.

Page 9: Mankas EPILEPSI

Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang pernah

mengalami kejang

Lingkungan anak hiperaktif dalam komunikasi anak jarang masuk sekolah karena sering

kejang jikadi sekolah.

 

Page 10: Mankas EPILEPSI

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : Tidak gelisah dan rewel Kesadaran : Komposmentis Vital Sign : Nadi : 80x/i reguler, cukup Nafas : 30x/i, reguler Suhu : 37,8 oC BB : 24 kg

Page 11: Mankas EPILEPSI

Kulit : Pucat (-), sianosis (-), ikterik (-) Kepala : Mesosefal. Rambut : Hitam, lurus, tidak mudah

dicabut. Mata

Konjungtiva : Anemis (-/-)Sclera : Tidak ikterikPupil : Bulat, isokhor Ɵ 3 mm/ 3 mmReflek cahaya : +/+

Page 12: Mankas EPILEPSI

Telinga : Sekret -/- Hidung : Sekret -/-, tidak ada tanda-

tanda perdarahan Mulut

Bibir : BasahTonsil : T2-T2, hiperemisFaring : hiperemis

Pemeriksaan leher :pembesaran KGB tidak adaKaku kuduk tidak ditemukan.

Page 13: Mankas EPILEPSI

Paru-paru• Inspeksi : bentuk dada normal, gerak

nafas simetris, retraksi (-)• Palpasi : Fremitus kiri = kanan• Perkusi : Sonor• Auskultasi : Suara nafas vesikuler, rh -/-, wh -/-

Jantung• Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat• Palpasi : Iktus kordis tak teraba • Perkusi : Batas jantung dalam batas

normal• Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, reguler,

bising jantung (-)

Page 14: Mankas EPILEPSI

Abdomen• Inspeksi : Perut datar, venektasi (-)• Palpasi : Supel, hepar dan lien tidak

teraba, nyeri tekan (-)• Perkusi : Timpani• Auskultasi : Bising usus (+) normal

Genitourinarius : dalam batas normal

Ekstremitas : Akral hangat, refilling kapiler < 2 ”

Page 15: Mankas EPILEPSI

Refleks : Tanda Rangsang meningeal : kaku kuduk (-),

burdzinski I (-), burdzinski II (-), kernique (-), laseque (-)

Refleks Patologis : R. Openheim -/-, R. Hoffman -/-, R. Tromer -/-, R. Babinski -/-, R. Schaffer -/-

Refleks fisiologis : Refleks biseps +/+, Refleks triseps +/+, Refleks patella +/+, Refleks achilles +/+

Page 16: Mankas EPILEPSI

LABORATORIUMLaboratorium 22 November 2012

Darah lengkap Hemoglobin 14,2 gr/dL Hematokrit 40,6 % Leukosit 9.200 Eritrosit 4,92 juta/µL Trombosit 472.000 µL Golongan Darah O

Page 17: Mankas EPILEPSI

DIAGNOSIS KERJA

Epilepsi General (seizure)

Page 18: Mankas EPILEPSI

PEMERIKSAAN ANJURAN• EEG• CT Scan• Pungsi lumbal TERAPI IVFD KAEN 1B 14 tetes/mnt makro Inj Cefotaxim 350 mg / 8 jam Inj Piracetam 167 mg/ 24 jam Inj Pental 30 mg/ 12 jam Bila kejang: Inj Diazepam 10mg diencerkan 5 cc

Aquabidest 

Page 19: Mankas EPILEPSI

PROGNOSIS QUO AD VITAM : Dubia et Bonam

Page 20: Mankas EPILEPSI

Tinjauan Pustaka

Page 21: Mankas EPILEPSI

DEFINISI Epilepsi adalah gangguan kronik otak

dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan, berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel syaraf otak, yang bersifat reversibel dengan berbagai etiologi.

Mansjoer, Arif, dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ketiga. Jilid 2. FK UI. 2000. Hal 27

Page 22: Mankas EPILEPSI

Epilepsi

Riwayat sedikitnya satu bangkitan epileptik sebelumnya

Perubahan di otak yang meningkatkan kecenderungan terjadinya bangkitan selanjutnya

Berhubungan dengan gangguan pada faktor neurobiologis, kognitif, psikologis, dan konsekuensi sosial yang ditimbulkan.

Page 23: Mankas EPILEPSI

Bangkitan epileptik

gejala yang timbul sepintas (transien) akibat aktivitas neuron yang berlebihan atau sinkron yang terjadi di otak, timbul secara tiba-tiba dan menghilang secara tiba-tiba pula.

Mansjoer, Arif, dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ketiga. Jilid 2. FK UI. 2000. Hal 27

Page 24: Mankas EPILEPSI

EPIDEMIOLOGI semua ras di dunia >>> negara berkembang. Penderita laki-laki >>> wanita >>> anak pertama bayi dan anak-anak dewasa muda dan pertengahan kelompok usia lanjut

Page 25: Mankas EPILEPSI

KLASIFIKASII. Bangkitan Parsial Bangkitan Parsial Sederhana (tanpa gangguan kesadaran) Bangkitan Parsial Kompleks (dengan gangguan kesadaran) Bangkitan Umum Sekunder (tonik-klonik, tonik atau klonik )

II. Bangkitan Umum (konvulsi atau non-konvulsi) Bangkitan lena Bangkitan mioklonik Bangkitan tonik Bangkitan atonik Bangkitan klonik Bangkitan tonik-klonik

III. Bangkitan Epileptik yang tidak tergolongkan

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 26: Mankas EPILEPSI

ETIOLOGI

IDIOPATIK SIMPTOMATIK KRIPTOGENIK

Page 27: Mankas EPILEPSI

PATOFISIOLOGI Ggn membran sel neuron Gangguan fungsi neuron-neuron otak dan

transmisi pada sinaps fungsi jaringan neuron penghambat kurang

optimal hingga terjadi pelepasan impuls epileptik secara berlebihan.

fungsi jaringan neuron eksitatorik berlebihan hingga terjadi pelepasan impuls epileptik berlebihan juga

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 28: Mankas EPILEPSI

GEJALA• EPILEPSI UMUMMAJOR :

Grand Mal : hilang kesadaran dan bangkitan tonik-klonikaktivitas vegetatif seperti berkeringat, midriasis pupil, refleks cahaya negatif, mulut berbuih, dan sianosis.

MINOR : anak sebelum pubertas (4-5 tahun). Bangkitan berupa kehilangan kesadaran yang berlangsung tak lebih dari 10 menit. Sikap berdiri atau duduk sering kali masih dapat dipertahankan. Kadang-kadang terlihat gerakan alis, kelopak dan bola mata

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 29: Mankas EPILEPSI

Bangkitan mioklonus• gerakan involunter misalnya anggukan kepala,

fleksi lengan yang terjadi berulang-ulang, • bangkitan terjadi demikian cepatnya sehingga

sukar diketahui apakah ada kehilangan kesadaran atau tidak

Bangkitan akinetik• Kehilangan kelola sikap tubuh karena

menurunnya tonus otot dengan tiba-tiba dan cepat sehingga penderita jatuh atau mencari pegangan dan kemudian dapat berdiri kembali

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 30: Mankas EPILEPSI

Spasme Infantil• gerakan kepala ke atas dan kedepan,

lengan ekstensi, tungkai tertarik keatas, kadang-kadang disertai tangisan atau teriakan, miosis atau midriasis pupil, sianosis dan berkeringat.

Bangkitan motorik• Bangkitan kejang pada salah satu atau

sebagian anggota badan tanpa disertai dengan hilangnya kesadaran

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 31: Mankas EPILEPSI

• Epilepsi Parsial

Bangkitan Sensorik

Gejala kesemutan, nyeri pada salah satu bagian tubuh, perasaan posisi abnormal atau perasaan kehilangan salah satu anggota badan.

Epilepsi lobus temporalis

Kesadaran hilang sejenak, Gejala fokalisasi yang terdiri dari halusinasi dan automatisme yang berlangsung beberapa detik sampai beberapa jam.

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 32: Mankas EPILEPSI

DIAGNOSISANAMNESIS Pola atau bentuk bangkitan Lama bangkitan Gejala sebelum, selama dan pasca bangkitan Frekuensi bangkitan Faktor pencetus Ada atau tidak adanya penyakit lain yang diderita

sekarang Usia pada saat terjadinya bangkitan pertama Riwayat pada saat dalam kandungan, persalinan

dan perkembangan bayi atau anak Riwayat terapi epilepsi sebelumnya Riwayat penyakit epilepsi dalam keluarga

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 33: Mankas EPILEPSI

PEMERIKSAAN FISIS DAN NEUROLOGIS• Pemeriksaan secara pediatris dan

neurologis. • Diperiksa keadaan umum, tanda-tanda vital, • Tanda-tanda dari gangguan yang

berhubungan dengan epilepsi, misalnya trauma kepala, infeksi telinga atau sinusitis, gangguan kongenital, gangguan neurologik fokal atau difus

Page 34: Mankas EPILEPSI

• Pada pemeriksaan neurologis diperhatikan kesadaran, kecakapan, motoris dan mental, tingkah laku,

• Berbagai gejala proses intrakranium, fundus okuli, penglihatan, pendengaran, saraf otak lain,

• Sistem motorik (kelumpuhan, trofik, tonus, gerakan tidak terkendali, koordinasi, ataksia),

• Sistem sensorik (parastesia, hipestesia, anastesia), refleks fisiologis dan patologis.

Page 35: Mankas EPILEPSI

PEMERIKSAAN PENUNJANG EEG PENCITRAAN OTAK --- CT SCAN LABORATORIUM :

Pemeriksaan darah rutin

Elektrolit, kadar gula, fungsi hati, fungsi ginjal.

Pemeriksaan cairan serebrospinal,

Page 36: Mankas EPILEPSI

PENATALAKSANAAN

TERAPI KAUSAL TERAPI MEDIKAMENTOSA

Page 37: Mankas EPILEPSI

TERAPI MEDIKAMENTOSA1. Obat-obat anti epilepsi mulai diberikan bila: Diagnosis epilepsi telah ditegakkan Pasien, terutama keluarga pasien telah menerima penjelasan

tentang tujuan pengobatan Pasien maupun keluarganya telah diberitahu tentang

kemungkinan efek samping obat anti epilepsi yang akan timbul.

2. Terapi dimulai dengan monoterapi.

3. Pemberian obat dimulai dari dosis rendah dan dinaikkan bertahap sampai mencapai dosis efektif.

Page 38: Mankas EPILEPSI

4. Bila dengan pemberian dosis maksimum obat pertama tidak dapat mengontrol bangkitan, maka perlu ditambahkan obat anti epilepsi kedua. Bila obat anti epilepsi telah mencapai kadar terapi maka obat anti epilepsi pertama diturunkan bertahan (tapering off), perlahan-lahan.

5. Penambahan obat ketiga baru dilakukan setelah terbukti bangkitan tidak dapat diatasi dengan penggunaan dosis maksimal kedua obat anti epilepsi pertama.

Page 39: Mankas EPILEPSI

6.Pasien dengan bangkitan tunggal direkomendasikan untuk diberi terapi bila:

Dijumpai fokus epilepsi yang luas pada EEG Pada pemeriksaan CT scan atau MRI

dijumpai lesi yang berkorelasi dengan bangkitan, misalnya neoplasma otak, AVM, abses otak, ensefalitis herpes

Pada pemeriksaan neurologik dijumpai kelainan yang mengarah pada adanya kerusakan otak

Page 40: Mankas EPILEPSI

Terdapatnya riwayat epilepsi pada saudara sekandung (bukan orang tua)

Riwayat bangkitan simptomatik Riwayat trauma kepala terutama yang disertai

penurunan kesadaran, stroke, infeksi SSP Bangkitan pertama berupa status epileptikus.

7. Efek samping obat-obat anti epilepsi perlu diperhatikan, demikian pula halnya dengan interaksi farmakokinetik antar obat anti epilepsi.

Page 41: Mankas EPILEPSI

OAE

Hidantoin : Fenitoin Barbiturat : Fenobarbital Benzodiazepin : Diazepam Suksinimid : etosuksimid Sodium valproat karbamazepin

Page 42: Mankas EPILEPSI

Penghentian obat antiepilepsiSyarat umum untuk menghentikan pemberian

obat antiepilepsi : Pasien menjalani terapi secara teratur dan

telah bebas dari bangkitan selama minimal dua tahun

Gambaran EEG normal Dilakukan secara bertahap, pada umumnya

25% dari dosis semula setiap bulan dalam jangka waktu 3-6 bulan

Penghentian dimulai dari satu obat antiepilepsi yang bukan utama.

Page 43: Mankas EPILEPSI

PEMBAHASAN• Dari anamnesa dapat disimpulkan bahwa

pasien mengidap epilepsi, yang disimpulkan dari riwayat kejang pasien, dimana kejang tidak didahului demam, kejang pertama tersebut terjadi pada usia 1 tahun dan kejang berlangsung lama.

• Pasien mendapat terapi rumatan atas keluhan tersebut.

• Etiologi epilepsi pada pasien tidak diketahui.

Page 44: Mankas EPILEPSI

• Etiologi kambuhnya serangan epileptik pada pasien ini dipikirkan karena tidak dikonsumsinya obat antikonvulsan secara teratur

Page 45: Mankas EPILEPSI

Perlu pemeriksaan CT Scan untuk menemukan apakah ada kelainan pada intrakranial pasien, dan pungsi lumbal untuk mengetahui apakah terdapat infeksi SSP, selanjutnya perlu diberikan terapi rumatan untuk mencegah kambuhnya kejang.

Page 46: Mankas EPILEPSI

DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arif, dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ketiga. Jilid 2. Media Aesculpius, FK UI. 2000. Hal 27.

Markam, Soemarmo. Penuntun Neurologi. Jakarta: Binarupa Aksara

Page 47: Mankas EPILEPSI