manfaat patin

Download manfaat patin

Post on 14-Jul-2015

162 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li><p>5/12/2018 manfaat patin</p><p> 1/8</p><p>IKAN PATIN: PELUANG EKSPOR, PENANGANAN PASCAPANEN,DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHANNYA</p><p>ABSTRAKTh. Dwi Suryaningrum')</p><p>Ikan patin merupakan komaditas hasil budidaya perikanan yang pasarnya cukup menjanjikan.Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, permintaan ikan patin meningkat dua kali lipat. Potensipasar tersebut perlu dimanfaatkan dengan lebih menggalakkan budidaya ikan patin di Indonesiayang potensi lahannya cukup luas. Pasar ikan patin selama ini rnaslh dikuasai Vietnam denganekspor dalam bentuk fillet dan produk olahan berbasis surimi. Selain dipasarkan dalam bentukfiHet, ikan patin sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai macam produk berbasis surimiyang trend pasarnya semakin meningkat. Ikan patin dapat diolah secara tradisional maupunmodern sehingga dapat meningkatkan nilai tambah ikan patin secara berarti. Akan tetapi dalamera globalisasi ini, pemasaran produk ikan hasil budidaya ke berbagai negara menghadapibanyak hambatan. Tantangan yang harus dihadapi di pasar internasional adalah produkperikanan diharuskan memenuhi persyaratan yang cukup ketat dalam hal kualitas, keamananpangan, dan ketertelusurannya (traceability). Dalam industri pengolahan ikan patin akan dihasilkanlimbah yang cukup banyak yaitu sekitar 67% dari total ikan patin. Limbah tersebut dapat diolahdan dimanfaatkan menjadi gelatin, konsentrat protein, tepung ikan, silase, atau minyak blodieselsehingga dapat memberikan nilai tambah dalam industri ikan patin. Agar industri ikan patindapat berkembang di Indonesia maka diperlukan dukungan dari pemerintah, lembaga riset, danswasta untuk mengembangkan sentra budidaya ikan patin di suatu lokasl.KATAKUNCI: ikan patin, pemasaran, pengolahan ikan, dan pemanfaatan limbah</p><p>PENDAHULUAN</p><p>Ikan patin atau yang dalam dunia perdagangandikenal dengan catfish merupakan komoditas barudalam dunia perikanan. Ikan ini baru dipasarkansebagai komoditas hasil budidaya perikanan selamasatu dasawarsa terakhir ini. Sebelumnya masyarakatpenggemar seafood jarang mengenalnyadibandingkan dengan udang, ikan tuna, dan salmon.Namun sekarang ikan patin menjadi komoditas yangsangat penting dan popular karena pasarnyaberkembang dengan pesat. Salah satu negara yangberhasil mengembangkan budidaya ikan patin danmerajai pasar adalah Vietnam. Produksi budidaya ikanpatin di Vietnam naik sangat pesat. Tercatat padatahun 1977 produksinya baru mencapai 22.000 tondan pada tahun 2006 meningkat menjadi 800.000ton. Hal lni dapat memberikan lapangan pekerjaankepada ribuan penduduk Vietnam dalam bidangbudidaya, pengolahan, dan pemasaran ikan patin(Anon., 2007). Semula pemasaran patin Vietnammenggunakan label catfish, tetapi setelah kasustuduhan dumpingdiAS, nama yang digunakan adalahnama lokal Vietnam yaitu basa dan tra. Sedangkanuntuk pasaran Uni Eropa dan pasar lainnya ikanpatin Vietnam menggunakan label Pangasius. Ikanpatin atau basa identik dengan Vietnam sebagainegara pengekspor terbesar di dunia. Dengan</p><p>tingginya laju pertumbuhan ekspor catfish, pada tahun2007 diharapkan volume ekspor catfish Vietnammencapai 1 juta ton dengan nilai 1 milyar USD. Ikanpatin dipasarkan dalam bentuk filletbeku atau disebut"dory". Kini produk tersebut tersebar di supermarketdan hypermarket di Singapura, Malaysia, Thailand,serta beberapa negara lain. Ikan patin juga telahmengubah kebiasaan makan konsumen Amerikadan Eropa yang menunya biasanya ikan salmonmenjadi ikan patin, karena harganya yang murah,kualitasnya yang baik, serta tersedia setiap saat(Anon., 2007a). Produk tersebut diyakini dapatmeningkatkan vitalitas karena kualitasnya yang baikserta bebas dari bah an kimia.</p><p>Indonesia juga mempunyai potensi untuk menjadiprodusen dan eksportir ikan patin, namun budidayaikan patin baru berkembang di Jambi, SumateraSelatan, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Salahsatu jenis ikan patin Indonesia yang sangat prospektifuntuk dibudidayakan adalah ikan patin jambal yangdagingnya berwarna putih. Ikan patin jenis ini sudahdibudidayakan di Jambi dengan target produksi padatahun 2007 sebesar 29 ton (Purnomo, 2007).Mengingat peluang pasar ikan patin yang masih luas,maka budidaya ikan patin di Indonesia perlu lebihdigalakkan lagi, dengan memperhatikan berbagaiisu di pasar global. Menurut Micholowski (2007),tantangan yang harus dihadapi pasar internasional</p><p>'j Penelit i pada Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan</p><p>16</p></li><li><p>5/12/2018 manfaat patin</p><p> 2/8</p><p>adalah produk perikanan diharuskan memenuhipersyaratan yang cukup ketat, dalam hal kualitas,keamanan pangan dan ketertelusurannya (tracea-bility). Salah satu pasar yang paling ketatpersyaratannya adalah Uni Eropa, yang menekankanbahwa keamanan pangan harus terjamin sejakproduksi sampai ke meja makan dan dapat ditelusuririwayatnya (Noer, 2007). Oleh karena itu, dl VietnamAsosiasi Eksportir dan Produsen Seafood (VASEP)telah mengembangkan budidaya ikan patinberdasarkan Good Aquaculture Practices (GAP),sehingga ikan patin Vietnam tidak mengalami kesulitanuntuk menembus pasar ekspor Uni Eropa, Amerika,dan negara lainnya. Ikan patln menjadi sangat populerkarena budidayanya mudah, pertumbuhannya cepat,dan mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan.Di samping itu, teknologi budidaya ikan patin sudahberkembang dan dapat dilakukan dengan berbagaisistem yaitu dengan karamba di sungai-sungai,waduk, kolam atau situ.</p><p>Berkembangnya budidaya ikan patin di Vietnam,diikuti dengan pesatnya perkembangan industripengolahan ikan seperti industri surimi dan produkberbasis surimi di negara tersebut. Surimi merupakanproduk setengah jadi, berupa daging lumat yangdioerslhkan dan mengalami pencucian berulang-ulangsehingga sebagian besar, bau, darah, lemak, danpigmen hilang. Dari surimi tersebut kemudian dapatdiolah menjadi berbagai macam produk yang bentukdan warnanya menarik sehingga konsumen tertarikmembelinya. Tersedianya sarana tempat penjualanikan yang modern di berbagai supermarketmenyebabkan ketersediaan produk perikanan yangsemakin beragam. Selama ini aneka produk yangberbasis surimi seperti fish cake, jelly fish, udangtiruan, crab tiruan, bakso, nugget, dan lain-lain yangtersedia pada space frozen food supermarket masihdiimpor dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Dagingikan patin sangat potensial untuk dijadikan surirnlkarena cukup tebal, berwarna putih serta teksturnyaelastis dan kenya!. Sifat lnl dimungkinkan karena ikanpatin dapat diolah dari bahan baku ikan yang masihhidup. Diversifikasi pengolahan ikan patin menjadiproduk siap olah dan siap saj akan meningkatkannilai tambah yang cukup berarti karena pasarnyacukup terbuka, sehingga permintaan produk inimeningkat secara berarti setiap tahunnya.PRODUKSI DAN PEMASARAN IKAN PATIN</p><p>Ikan patin merupakan salah satu spesies ikanbudidaya air tawar yang saat ini menjadi primadonakomoditas ekspor. Perkembangan budidsya ikanpatin di Indonesia semakin pesat, terutama di daerahJawa Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Riau,</p><p>Squalen Vol. 3No.1, Juni 2008</p><p>Bengkulu, Lampung, dan Kalimantan. Perkembanganbudidaya yang cukup pesat tersebut terutama dipicuoleh peluang pasar yang masih terbuka terutamauntuk ekspor. Permintaan daging ikan patin yangberwarna putih sangat besar dan terus meningkat.Salah satu jenis spesies ikan patin as11ndonesia yangtelah berhasil dibudidayakan dan berdaging putihadalah patin jambal (Pangasius djambal Bleeker).Namun karena fekunditas dan daya tetas telurnyarendah, maka produksi massal benih ikan patin jambalini sulit dilakukan. Oleh karena itu, Loka RisetPemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan AirTawar (LRPTBPAT) Sukamandi telah membuat hibridikan patin jenis Pasopati. lkan patin ini merupakanhasil sllanqan antara ikan patin siam (Pangasiushypothalamus) yang mempunyai daging berwarnakekuning-kuningan, diintroduksi dari Thailand dan telahberkembang di Indonesia, dengan ikan patin jambalyang mempunyai daging yang berwarna putih. Ikanpatin pasopati mempunyai keragaan yang baik dengandaging berwarna putih, pertumbuhan yang cepat, dayatoleransi kualitas air yang balk, resistensi patologis,serta memungkinkan untuk diproduksi secara besar-besaran sehingga potensial sebagai komoditasandalan baru perikanan budidaya (Tahapari et al.,2007). Menurut data statistik perikanan budidaya tahun2001, produksi ikan patin (dari budidaya kolam,keramba dan jaring apung, serta sawah) adalahsebesar 11.118 ton. Produksi ikan patin naik menjadi32.375 ton pada tahun 2005, tetapi pada tahun 2006turun menjadi 31.490 ton (Anon., 2007c). Pada tahun2007 diharapkan produksi dapat meningkat denganmulai digalakkannya produksi budidaya ikan patin dibeberapa daerah.</p><p>Pasar ikan patin sangat menjanjikan. Vietnam yangmerupakan negara penghasil ikan patin terbesar telahmengekspor fillet ikan patin ke-65 negara tujuan.Pada tahun 2006 volume ekspor ikan patin naik duakali lipat blla dibandingkan dengan tahun 2005. Dataekspor ikan patin Vietnam pada tahun 2005-2006dapat dilihat pada Gambar 1. Uni Eropa merupakanpasar utama untuk ekspor ikan patin dengan volumeekspor mencapai 46,9%. Spanyol, Belanda, danPolandia merupakan negara pengimpor filletikan patlndengan volume yang cukup besar. Rusia jugamerupakan pasar yang sangat prospektif bagi ikanpatin Vietnam. Impor ikan patin meningkat secaraberarti pada tahun 2006. Amerika Serikat dan Cinamasing-masing mengimpor 11% dan 9 % dari totalekspor ikan patin Vietnam. Peningkatan yang cukupsignifikan juga terjadi pada pasar India dan TimurTengah. Dl Singapura, Malaysia, dan Thailand filletikan patin kini diolah lebih lanjut menjadi makanansiap olah dan diekspor ke berbagai negara.Sedangkan di Inggris, fillet ikan patln diolah menjadi</p><p>17</p></li><li><p>5/12/2018 manfaat patin</p><p> 3/8</p><p>Th. D. Suryaningrum</p><p>AustraliaChina</p><p>Arr:erika</p><p>Uni Eropao 20 40</p><p>Volurr:e ekspor (ton)60 80 100 120 140</p><p>Gambar 1. Ekspor ikan patin Vietnam ke beberapa negara.</p><p>makanan siap saji dan dipasarkan di jaringan retail(Anon., 2007a).</p><p>Berbagai tantangan yang dihadapi dalampemasaran ikan patin hasil budidaya antara lain adalahadanya hambatan tarif dan non tarif sebagai dampakdari sistem perdagangan global khususnya setelahterbentuk perdagangan dunia WTO (World TradeOrganization) serta masalah subsidi (Putro, 2007).Tarif bea masuk untuk impor produk perikanan yangcukup tinggi dan tidak merata di negara maju akanmelemahkan daya saing produk perikanan Indone-sia di pasaran internasional. Sebagai contoh Uni Eropamemberikan penurunan tarif udang beku dari normal14% menjadi 5% bagi negara-negara bekas jajahannyayang tergabung dalam ACP (Afrika, Carribea, dannegara-negara Pasifik) termasuk Papua New Guineadan Suriname. Dernikian juga Amerika Serikat yangmembebaskan bea masuk dari negara-negara PaktaAndean, sehingga Indonesia menghadapi persainganyang sangat ketat. Sedangkan hambatan non tarifmenyangkut mutu dan keamanan pangan. Oleh karenaitu, untuk mengantisipasi adanya hambatan tersebut,standar Good Aquaculture Practices (GAP) harusditerapkan dalam industri perikanan budidaya.Demikian juga penerapan GMP (Good ManufacturingPractices atau cara produksi pangan olahan yangbaik), SSOP (Sanitation Standard Operating Proce-dures), dan HACCP (Hazard Analysis Critical ControlPoint) dalam industri pengolahan perikanan harusditerapkan dan dimonitor secara terus menerus olehpemerintah, sehingga produk yang diolah dapatditerima di pasar global.PENANGANAN PASCAPANEN IKAN PATIN</p><p>Ikan patin biasanya dijual dalam keadaan hidup,sehingga pemanenan harus dilakukan secara hati-hatiagar tidak banyak ikan yang menggelepar, dan</p><p>18</p><p>mengurangi resiko kemungkinan terjadinya luka.Pemanenan ikan dapat dilakukan dengan caramengeringkan kolam kemudian menjaring danmenangkapnya. Ikan patin yang dipelihara diKeramba Jaring Apung (KJA) dipanen dengan caramengangkat KJA dari air kemudian mengeluarkanikan dari jaring. Bila ikan akan dijual dalam keadaanhid up maka ikan tersebut harus segera dikemasdengan menggunakan wadah atau tangki. Transportasiikan patin biasanya dilakukan dengan menggunakansistem pengangkutan terbuka. Sistem ini dilakukankarena waktu pengangkutan ikan patin tidak lama,yaitu dari kolam ke pengumpul atau dari pengumpulke pasar. Faktor yang harus diperhatikan selamapengangkutan adalah kandungan oksigen terlarut.Oksigen terlarut sangat dipengaruhi oleh suhu,kepadatan ikan, dan tingkat aktivitas ikan(Shoemaker, 1991). Suhu media/air yang digunakanuntuk mengangkut ikan harus cukup rendah, yaituberkisar antara 18-20aC. Hal ini untuk memperlambatrespirasi dan metabolisme ikan, serta aktivitas ikanselama transportasi. Pengangkutan ikan yang terlalupadat akan mempercepat penurunan oksigenterlarut, peningkatan suhu, serta metabolit ikanlainnya. Namun pada dasarnya ikan patin merupakanikan yang daya tahannya cukup tinggi, sehinggamudah untuk diangkut hidup.DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN IKAN PATIN</p><p>Ikan patin dapat dimanfaatkan secara menyeluruhmulai dari kepala, daging, sirip, tulang, telur, isl perut,dan kulit. Sebagian besar ikan patin dipasarkan dalambentuk fillet beku dan produk olahan lainnya. Olehkarena sifatnya yang mudah busuk, maka ikan patindibekukan sehingga dapat didistribusikan ke berbagaipasar.</p></li><li><p>5/12/2018 manfaat patin</p><p> 4/8</p><p>a) Pembekuan Ikan PatinDalam perdagangan terdapat bermacam-macam</p><p>produk ikan patin beku, yaitu ikan patin tanpa kepaladan ekor (head and tail less), fillet yang belum dikuliti(skin on), fillet yang sudah dikuliti (skin less), danbreaded filletikan patin. Pembekuan adalah prosespendinginan pada suhu yang sangat dingin hinggahampir semua air yang ada dalam fillet ikan patinmembeku. Umumnya pembekuan dilakukan padasuhu -18C atau lebih rendah sehingga dapatmembunuh 10-95% total mikroba (Haryadi, 2007).Produk ikan patin beku dapat disimpan cukup lama,yaitu berbulan-bulan bahkan bisa lebih dari 1 tahun.Selama pembekuan, pertumbuhan mikroorganismedalam fillet ikan patin akan terhambat. Faktor-faktordasar yang mempengaruhi mutu produk akhir filletbeku adalah mutu bahan baku, penanganan sebelumpembekuan, metode dan kecepatan pembekuan,suhu penyimpanan dan fluktuasi suhu, waktupenyimpanan, kelembaban lingkungan penyimpanan,serta sifat bahan kemasan yang digunakan.</p><p>Pembekuan dapat dilakukan dengan caramemaparkan produk dengan udara dingin (air blastfreezing), meletakkan ikan pada pelat beku (contactplate freezer) dengan cara mencelupkan produk ataumenyemprotkan cairan refrigeran CO2 dan nitrogencair dingin ke produk (cryogenic freezing), atau dengancara membekukan produk dengan larutan garam yang</p><p>Squalen Vol. 3 No.1, Juni 2008</p><p>didinginkan (Brine immersion)(Fawzya et al., 2007).Proses pembekuan harus dilakukan dengan cepat,yaitu penurunan suhu dari OC menjadi -5Cdalamwaktu tidak lebih dari 2 jam, kemudian diteruskandengan pembekuan dalam cold storage sehingga suhumencapai -30C pada akhir pembekuan.</p><p>Ikan patin biasanya diolah dari ikan yang masihhidup, sehingga kesegaran dan mutu hasil olahansangat baik apabila proses pembekuannya dilakukansecara cepat. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwadalam industri pengolahan ikan patin untuk tujuanekspor, terutama ekspor ke Uni Eropa, penerapanGMP, SSOP, serta HA...</p></li></ul>