makalah sistem informasi manajemen - perancangan sistem informasi pendidikan

Download Makalah Sistem Informasi Manajemen - Perancangan sistem informasi pendidikan

Post on 18-Jul-2015

2.161 views

Category:

Education

13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPEMBUKAAN

1.1 Latar BelakangInformasi di dalam sebuah perusahaan merupakan bagian yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Namun, terkadang sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat. Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.Umumnya, semua organisasi termasuk lembaga pendidikan memiliki kebutuhan untuk menjaga agar sumber daya informasi mereka aman.Dengan perkembangan teknologi dan informasi, hampir seluruh data atau informasi penting disimpan dan didistribusikan kepada pengguna melalui alat yang namanya komputer, sampai saat ini teknologi yang banyak digunakan oleh pengguna informasi adalah dengan internet. Komputer yang canggih didukung dengan jaringan kuat pastinya akan mampu memberikan informasi yang berkualitas.Berkenaan dengan meningkatnya teknologi informasi maka semakin banyak juga kejahatan-kejahatan yang dilakukan. Maka dari itu, keamanan teknologi informasi menjadi peran yang sangat penting untuk bisa mengamankan data dan informasi yang dimiliki oleh pribadi, organisasi, perusahaan ataupun lembaga pendidikan

1.2 Rumusan MasalahDalam makalah ini diangkat beberapa topik permasalahan yang nantinya akan dibahas. Permasalah tersebut antara lain :1. Apa yang dimaksud dengan perancangan sistem informasi pendidikan?2. Apa tujuan, sasaran, serta tahapan perancangan sistem informasi pendidikan?3. Seperti apa definisi dan konsep serta tujuan pengaman dan pengendalian sistem informasi pendidikan (ITSEC)4. Bagaimana pengendalian maupun manajemen resiko dalam pengaman dan pengendalian sistem informasi pendidikan (ITSEC).

1.3 Tujuan PenulisanAdapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah1. Memahami definisi sistem informasi pendidikan.2. Mengerti tujuan, sasaran, serta tahapan dari perancangan sistem informasi pendidikan.3. Memahami definisi dan konsep serta tujuan pengaman dan pengendalian sistem informasi pendidikan (ITSEC)4. Memahami pengendalian maupun manajemen resiko dalam pengaman dan pengendalian sistem informasi pendidikan (ITSEC).

1.4 Metode Pengumpulan DataDalam menyusun makalah ini, penyusun melakukan pengumpulan data dengan cara meramencari sumber-sumber yang berkaitan dengan isi makalah melalui buku Sistem Informasi Manajemen dan juga beberapa sumber dari media internet.

BAB IIPEMBAHASAN

*BAGIAN 15*PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN

1. PERANCANGAN SISTEMSetelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Tahap ini disebut dengan perancangan sistem.

Perancangan sistem dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu :1. Perancangan sistem secara umum / perancangan konseptual, perancangan logikal / perancangan secara makro.2. Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara phisik.

1.1 Pengertian Perancangan SistemVerzello/John Reuter IIITahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi: menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.

John Burch & Gary GrudnitskiDisain sistem dapat didefinisikan sebagai pnggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dn berfungsi. George M. ScottDisain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan. Tahap ini menyangkut mengonfigurasikan komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem, sehingga setelah intalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem.

Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut:1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem2. pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional3. Persiapan untuk bangun rancang implementasi4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk5. Dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dn berfungsi6. Termasuk menyangkut mengonfigurasi komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem

1.2 Tujuan Tahan Perancangan Sistem adalah :1. Memenuhi kebutuhan pemakai system2. Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang Lengkap kepada programmer dan ahli-ahli tehnik yang terlibat.

Sasaran yang harus dicapai sistem ialah :1. Desain system harus berguna, mudah dipahami dan digunakan, data harus mudah ditangkap, metode harus mudah diterapkan, informasi mudah dihasilkan, mudah dipahami.2. Desain system harus mendukung tujuan utama perusahaan.3. Desain system harus efisien dan efektif untuk mendukung pengolahan transaksi pelaporan manajemen dan keputusan.4. Desain system harus memberikan komponen system informasi secara rinci, meliputi data, informasi, media penyimpanan, prosedur yang digunakan sumber daya manusia yang dibutuhkan, perangkat keras, software, dan pengendaliannya.

Analisis sistem dan desain sistem secara umum bergantung satu sama lain. Studi menunjukan bahwa apa yang dikumpulkan, dianalisis, dan dimodelkan selama fase analisis menyediakan dasar bagi desain sistem secara umum untuk dibuat. Fase analisis sistem merupakan investigasi dan berorientasi ke temuan.

1.3 PERANCANGAN SISTEM SECARA UMUMTujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.Analisis sistem dan desain sistem secara umum bergantung satu sama lain. Studi menunjukkan bahwa apa yang dikumpulkan, dianalisis dan dimodelkan selama fase analisis menyediakan dasar bagi desain sistem secara umum untuk dibuat. Fase analisis sistem merupakan investigasi dan berorientasi ke temuan.Pada fase ini, profesional sistem harus sering membuat fitur yang baru atau berbeda dari model dasar yang dibuat selama analisis sistem.Kuncinya adalah dapatkan atau tuliskan semua ke dalam kertas tanpa mencoba untuk memperbaiki desain sistem lebih awal. Aturannya adalah : berinteraksi dengan user, periksa dengan anggota tim, periksa dengan teknisi (pemrogram); desain ulang, periksa, periksa dan periksa kembali tetapi jangan coba-coba untuk membangun detail yang lebih rendah atau spec kecil selama fase ini. Semua ini akan dilakukan jika salah satu dari desain sistem secara umum sudah dipilih untuk implementasi.

3. TIGA KATEGORI DESAIN SISTEM 3.1 Global-Based Systems (Sistem Berbasis Global)Untuk mendesain sistem yang berbasis global (global-based) membutuhkan pemeriksaan secara seksama dan lengkap atau penggantian dari seluruh komponen desain umum. Beberapa tipe perubahan yang umum adalah : Output yang lama : dari laporan berbentuk tabel setiap bulannya menjadi layar grafik berwarna 2 atau 3 dimensi Proses baru dibuat Input diambil dari peralatan scan daripada dengan pensil dan kertas Database hirarki lama diubah ke database relasional baru dengan standar bahasa query Kontrol yang bervariasi diinstal, termasuk UPS (Uninterruptible Power Systems), DRP (Disaster Recovery Plans), peralatan enkripsi dan peralatan kontrol akses biometri Platform teknologi baru yang menggabungkan seluruh topologi jaringan organisasi (komputer dan peralatannya) yang mendukung

3.2 Group-Based Systems (Sistem Berbasis Kelompok)Sistem ini melayani cabang-cabang atau group user khusus dalam organisasi. Kelompok ini memiliki kebutuhan khusus untuk menyelesaikan pekerjaan dan membuat keputusan yang tepat. Perancang sistem yang bekerja pada group ini perlu memiliki pengetahuan tentang bekerja pada sistem group-based. Perancang tidak perlu memusatkan perhatian ke perancangan desain sistem tertentu, seperti database dan platform teknologi tetapi pada output, input, proses, kontrol dan untuk platform teknologi, khusus untuk group local (LAN).

3.3 Local-Based Systems (Sistem Berbasis Lokal)Sistem ini khusus didesain untuk beberapa orang, sering satu atau dua, untuk aplikasi khusus tambahan. User memiliki PC dan ia direncanakan untuk memiliki sistemnya. Profesional sistem umumnya dipakai untuk bekerja sama dengan user menganalisis mendesain, mengevaluasi sistem yang berbeda, memilih satu dan mengimplementasikan dengan menggunakan jaringan dan pendukungnya.

4. EMPAT KUNCI ELEMEN DARI RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD) UNTUK MENDESAIN SISTEMRAD dipopulerkan oleh James Martin. Sinergismenya adalah bahwa RAD menggabungkan elemen-elemen yang bekerja sama, sehingga dampak keseluruhannya lebih besar dibandingkan dengan jumlah dampak per individu / masing-masing.

Adapun 4 kunci elemen RAD adalah :1. Joint Application Development (JAD)2. Specialists With Advanced Tools (SWAT) teams3. Computer-Aided System and Software Engineering (CASE) tools4. Prototyping

4.1 Joint Apllication Development (JAD)Efektif untuk digunakan di sistem global-based. JAD dapat juga dipakai di sistem group-based maupun local-based. Kunci utamanya adalah joint; user dan professional sistem bekerja sama untuk menganalisis dan mendesain sistem.4.2 Specialists With Advanced Tools (SWAT) teams Terdiri dari 3 atau 4 profesional sistem yang memi

Recommended

View more >