makalah psg

Download Makalah Psg

Post on 16-Oct-2015

29 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PENILAIAN STATUS GIZIHASIL GRAFIK PENIMBANGAN BALITA (KMS)

DISUSUN OLEHKELOMPOK XAnggota :MITRA SURYANIMUTIARA PERMATA SARIOKTHARI HABRIYANIRANI YUNITA SARIREZA WULANDARIRIZKY ARDILLAH

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANGJURUSAN GIZITAHUN 2012-2013KATA PENGANTAR

Puji syukur pada Allah SWT, yang mana telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Yang mana makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah PSG.Pada kesempatan ini juga, kami sebagai pembuat makalah yang membahas mengenai hasil grafik penimbangan balita dan mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah PSG, yang telah membantu dan memberi arahan kepada kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini.Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah yang telah kami buat belum dapat dikatakan sempurna. Agar makalah ini berhasil dengan sempurna maka kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikkan yang akan datang.Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. Mohon maaf apabila ada kesalahan yang terdapat pada isi makalah ini.

Palembang, Januari 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB 1PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Dalam kegiatan Posyandu salah satu kegiatannya adalah memantau pertumbuhan balita melalui KMS. Saat ini dengan menurunnya aktivitas Posyandu dilapangan dirasakan bahwa pemantauan pertumbuhan anak melalui KMS juga menurun. Hal ini menyebabkan pertumbuhan anak tidak dapat dipantau secara dini sehingga menyebabkan banyak timbulnya kasus gizi buruk dilapangan. Hal ini sebenarnya sudah terlambat, yang seyogyanya bisa dicegah sejak dini melalui KMS. Untuk meningkatkan kembali pengetahuan petugas kesehatan sehingga mempunyai persepsi yang sama tentang pemantauan pertumbuhan balita melalui KMS, maka telah disusun buku Panduan Penggunaan KMS balita bagi petugas kesehatan.Buku ini menjelaskan tentang manfaat KMS balita, bagaimana cara memantau pertumbuhan balita, bagaimana cara mengisi KMS balita dengan benar, bagaimana melakukan tindakan segera berdasarkan catatan KMS balita dan bagaimana cara memberikan nasehat dan pesan-pesan tentang makanan balita sesuai dengan hasil penimbangan. Dalam buku ini juga disebutkan pengertian naik (N) yang berarti anak sehat dan tidak naik (T1, T2, T3) yang berarti anak tidak sehat dan perlu mendapat intervensi langsung dari kader dan petugas. Selain itu juga jika anak berada di bawah garis merah (BGM) yang perlu mendapat tindak lanjut dengan segera. Hal itu juga dapat terlihat dan digambarkan di dalam alur tindakan berdasarkan hasil penimbangan.Kartu Menuju Sehat untuk Balita (KMS-Balita) adalah alat yang sederhana dan murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Oleh karenanya KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah, dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk bidan dan dokter. KMS-Balita menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga untuk memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan atau ketidakseimbangan pemberian makan pada anak. KMS-Balita juga dapat dipakai sebagai bahan penunjang bagi petugas kesehatan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dan gizi anak untuk mempertahankan, meningkatkan atau memulihkan kesehatannya. KMS balita berisi catatan penting tentang pertumbuhan, perkembangan anak, imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI, pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas/RS. KMS balita juga berisi pesan-pesan penyuluhan kesehatan dan gizi bagi orang tua balita tentang kesehatan anaknya.

1.2. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang diatas, maka didapat rumusan masalah seperti berikut :1. Apa yang dimaksud dengan KMS(Kartu Menuju Sehat) ?2. Apa tujuan dan fungsi penggunaan KMS ?3. Apa saja jenis pemberian beberapa imunisasi yang diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan ?4. Bagaimana penentuan pemeberian beberapa imunisasi yang diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan?5. Bagaimana analisa grafik pertumbuhan balita ?6. Bagaimana konseling hasil penimbangan balita ?

1.3. TUJUAN Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini yakni :1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dari Kartu Menuju Sehat(KMS)2. Mahasiswa mampu mengetahui fungsi dan manfaat dari penggunaan KMS.3. Mahasiswa mampu mengetahui jenis pemberian beberapa imunisasi yang diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan 4. Mahasiswa mampu mengetahui pemeberian beberapa imunisasi yang diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan5. Mahasiswa mampu menganalisa grafik pertumbuhan balita6. Mahasiswa mampu memberi konseling hasil penimbangan balita

1.4 MANFAATHasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang mata kuliah PSG, khususnya yang akan kami bahas mengenai materi mengenai analisis hasil grafik penimbangan balita melalui KMS. Manfaat lain dari penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan suatu pembelajaran bagi mahasiswa nantinya untuk dapat melakukan penyuluhan dan konseling, khususnya yang berkaitan dengan analisis hasil grafik penimbangan balita melalui KMS.

1.5 METODE PENCARIAN DATAAdapun metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini yakni melalui metode studi pustaka. Metode ini dilakukan dengan cara penulis mencari data baik itu dari sumber media buku dan internet. Data-data tersebut kemudian dikumpulkan lalu di seleksi berdasarkan materi yang berkaitan dengan materi hasil grafik penimbangan balita beserta konseling hasil penimbangan sehingga penulis mendapatkan materi yang sesuai dengan judul makalah ini.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KMS KMS adalah kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indikator perkembangan yang bermanfaat untuk mencatat dan memantau tumbuh kembang balita setiap bulan dari sejak lahir sampai berusia 5 tahun. KMS juga dapat diartikan sebagai rapor kesehatan dan gizi (Catatan riwayat kesehatan dan gizi ) balita ( Depkes RI, 1996 ).Di Indonesia dan negara - negara lain, pemantauan berat badan balita dilakukan dengan timbangan bersahaja ( dacin ) yang dicatat dalam suatu sistem kartu yang disebut Kartu Menuju Sehat (KMS). Hambatan kemajuan pertumbuhan berat badan anak yang dipantau dapat segera terlihat pada grafik pertumbuhan hasil pengukuran periodik yang dicatat dan tertera pada KMS tersebut. Naik turunnya jumlah anak balita yang menderita hambatan pertumbuhan di suatu daerah dapat segera terlihat dalam jangka waktu periodik ( bulan ) dan dapat segera diteliti lebih jauh apa sebabnya dan dibuat rancangan untuk diambil tindakan penanggulangannya secepat mungkin. Kondisi kesehatan masyarakat secara umum dapat dipantau melalui KMS, yang pertimbangannya dilakukan di Posyandu ( Pos Pelayanan terpadu ), (Sediaoetama, 1999 ).Indikator BB / U dipakai di dalam Kartu Menuju Sehat ( KMS ) di Posyandu untuk memantau pertumbuhan anak secara perorangan. Pengertian tentang Penilaian status Gizi dan Pemantauan pertumbuhan sering dianggap sama sehingga mengakibatkan kerancuan. KMS tidak untuk memantau gizi, tetapi alat pendidikan kepada masyarakat terutama orang tua agar dapat memantau pertumbuhan anak, dengan pesan Anak sehat tambah umur tambah berat ( Soekirman, 2000 ).

2.2 TUJUAN DAN FUNGSI PENGGUNAAN KMSAdapun tujuan dari penggunaan KMS ialah sebagai berikut : Umum : Mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan anakbalita secara optimal. Khusus :1. Sebagai alat bantu bagi ibu atau orang tua dalam memantau tingkat pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal.2. Sebagai alat bantu dalam memantau dan menentukan tindakan tindakan untuk mewujudkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal.3. Sebagai alat bantu bagi petugas untuk menentukan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi kepada balita.( Depkes RI, 1996 )

Adapun fungsi dari penggunaan KMS,ialah sebagai berikut :1. Sebagai media untuk mencatat / memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap.2. Sebagai media penyuluhan bagi orang tua balita tentang kesehatan balita3. Sebagai sarana pemantauan yang dapat digunakan bagi petugas untuk menentukan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi terbaik bagi balita.4. Sebagai kartu analisa tumbuh kembang balita ( Depkes RI, 1996 )Fungsi KMS ditetapkan hanya untuk memantau pertumbuhan bukan untuk penilaian status gizi. Artinya penting untuk memantau apakah berat badan anak naik atau turun, tidak untuk menentukan apakah status gizinya kurang atau baik, (Soekirman, 2000 ).

2.3 PEMBERIAN BEBERAPA IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI BERUSIA 0-12 BULAN Jadwal imunisasi bayi sebaiknya diketahui oleh para orang tua. Dengan mengetahui jadwal imunisasi ini, bayi di harapkan mendapatkan kekebalan tambahan guna mengarungi kehidupan kedepannya.Pada saat awal kelahiran, bayi memang akan mendapat kekebalan atau perlindungan alami dari ibunya. Kekebalan alami bayi ini di dapat saat di lakukan proses imunisasi dini. Namun, kekebalan atau perlindungan alami ini hanya bersifat sementara dan hanya berlaku terhadap suatu jenis penyakit tertentu yang memang ibu bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Antibodi ini tidak akan bertahan lama, maka bayi rentan terkena berbagai penyakit, oleh karena itu disinilah fungsi imunisasi untuk meneruskan kekebalan alami kepada bayi yang telah di berikan oleh ibunya.Adapun cara kerja imunisasi ini biasanya dengan cara menyuntikkan atau meneteskan vaksin ke dalam tubuh bayi. Vaksin yang di berikan ini sebetulnya adalah sejenis kuman atau bakteri yang telah di lemahkan. Ketika, kuman tersebut masuk ke dalam tubuh bayi, maka bayi akan bereaksi dengan membentuk antibodi sendiri untuk melawan kuman tersebut.