makalah pseudoaneurisma

Click here to load reader

Post on 08-Aug-2015

484 views

Category:

Documents

47 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PSEUDOANEURISMA PADA PEMBULUH DARAH TUNGKAI DAN TEKNIK PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN DUPLEX SONOGRAFI

OLEH : IRSYAM WAHIDI NIM : 1005033007

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KARDIOVASKULER JAKARTA 20121

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul PSEUDOANEURISMA PADA PEMBULUH DARAH TUNGKAI DAN TEKNIK PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN DUPLEX SONOGRAFI . Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan baik dari materi penulisan maupun tata bahasanya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Ucapan terima penulis sampaikan kepada Dosen pembimbing dan semua pihak yang ikut serta memberi dukungan dan membantu dari awal sampai akhir penulisan makalah ini, semoga mendapat imbalan dan pahala yang setimpal dari Allah SWT. Demikian makalah yang sederhana ini penulis buat, semoga dapat menambah pengetahuan kita dan bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 01 Januari 2013

Irsyam Wahidi

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..... DAFFTAR ISI . BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .. . 1.2 Rumusan Masalah ... 1.3 Tujuan Penulisan ............ 1.4 Manfaat Penulisan .. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi pembuluh darah tungkai ...... 2.2 Pengertian Pseudoaneurisma ... 2.2.1 Patofisiologi Pseudoaneurisma ... 2.2.2 Jenis-jenis Pseudoaneurisma .. 2.2.3 Etiologi Pseudoaneurisma . 2.2.4 Komplikasi Pseudoaneurisma ... 2.2.5 Tatalaksana Pseudoaneurisma ... 2.3 Duplex Sonografi 2.3.1 Pengertian Duplex Sonografi . 2.3.2 Tiga Modalitas Duplex Sonografi ... 2.4 Teknik Pemeriksaan Pseudoaneurisma dengan Duplex sonografi .. 2.4.1 B Mode . 2.4.2 Colour Doppler 2.4.3 Spektrum Doppler

i ii

1 1 2 2

3 6 6 7 8 8 8 8 8 9 9 10 10 11

3

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Studi Kasus ..... 3.1.1 Persiapan Mesin .. 3.1.2 Persiapan Alat Penunjang 3.1.3 Persiapan Pasien ... 3.1.4 Prosedur Pemeriksaan .... 3.1.5 Merapihkan Pasien . 12 12 12 12 13 16

3.1.6 Merapihkan Alat ... 16 3.2 Interpretasi Hasil ... 17 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan . 18 DAFTAR PUSTAKA 19

4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penyakit degeneratif vaskuler merupakan salah satu penyebab kerusakan dan gangguan fungsi organ tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. Sekarang ini di Indonesia penyakit degeneratif vaskuler semakin mengalami kenaikan yang signifikan, hal ini mungkin dikarenakan pola hidup dan pola makanan yang kurang baik. Penyakit degenerative vaskuler ini dapat dideteksi salah satunya adalah dengan melakukan kateterisasi kardiovaskuler, yaitu memasukan kateter kedalam pembuluh darah. Daerah yang paling sering menjadi lokasi penusukan awal untuk masuknya kateter adalah daerah lipatan paha pada arteri atau vena femoralis. Kesalahan pada penusukan awal dapat menyebabkan komplikasi salah satunya adalah pseudoaneurisma. Terjadinya pseudoaneurisma akibat penusukan dari arteri femoralis mencapai 0,2% - 0,5 % (Menurut Moscucci et al, 1994). Dengan perkembangan pengetahuan dan teknoligi yang mumpuni pada saat ini, untuk melakukan diagnosis pada kasus pseudoaneurisma dapat dilakukan dengan menggunakan duplex sonografi, dimana Teknisi Kardiovakuler berperan penting dalam pencitraan dan pengambilan data yang akurat pada pasien sesuai dengan permintaan Dokter. Pada makalah ini penulis ingin membahas tentang pseudoaneurisma dan tekhnik pemeriksaan menggunakan duplex sonografi, sehingga kita semua dapat belajar dan menambah wawasan khususnya pada kasus pseudoaneurisma pada tungkai.

1.2 Rumusan Masalah Dalam makalah ini penulis lebih membahas tentang pseudoaneurisma dan teknik pemeriksaan menggunakan duplex sonogrrafi disertai dengan contoh kasus pada pasien pseudoaneurisma di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

5

1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Tujuan Umum Tujuan Umum penulisan makalah ini adalah untuk saling berbagi pengetahuan tentang pseudoaneurisma dan teknik pemeriksaan menggunakan duplex sonografi 1.3.2 Tujuan Khusus : - Mampu memahami apa yang dimaksud pseudoaneurisma beserta etiologi dan komplikasi. - Mampu memahami teknik pemerikasaan pada kasus pseudoaneurisma

menggunakan mesin duplex sonografi.

1.4 Manfaat Penulisan 1.4.1 Institusi Pendidikan Sebagai bahan pustaka bagi mahasiswa untuk dapat mengetahui tentang pseudoaneurisma dan pemeriksaan menggunakan mesin duplex sonogrrafi. 1.4.2 Penulis Untuk merealisasikan ilmu yang diperoleh saat perkuliahaan dan sebagai sarana untuk menambah wawasan tentang pseudoaneurisma beserta teknik pemeriksaannya menggunakan duplex sonografi.

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi pembuluh darah tungkai 2.1.1 Arteri Arteri merupakan pembuluh darah yang berfungsi sebagai transportasi sel-sel darah yang mengandung oksigen (O2) dari jantung ke jaringan seluruh tubuh. Pembuluh darah arteri memiliki tiga lapisan, yaitu tunika intima yang merupakan lapisan pembuluh darah yang paling dalam yang terdiri dari sel sel endotel, tunika media yang merupakan lapisan pembuluh darah bagian tengah yang terdiri dari otot polos dan jaringan elastik, tunika adventitia merupakan lapisan pembuluh darah paling luar. Lapisan ini terdiri dari jaringan kolagen dan elastik. Lapisan ini berfungsi melindungi dan menguatkan kedudukan pembuluh darah dengan jaringan sekitarnya. Aliran darah pada arteri dipengaruhi oleh pompa jantung.

2.1.2 Vena Pembuluh darah vena berperan sebagai alat transportasi darah yang mengandung karbondioksida (CO2) dari janringan menuju jantung. Pembuluh darah vena memiliki tiga lapisan seperti arteri, tetapi lapisan pada vena lebih tipis sehingga mudah kempes dan elastis. Aliran darah pada vena dipengaruhi oleh kontraksi dari otot-otot gerak dan mengalir secara gravitasi. Oleh karena itu pembuluh darah vena memiliki katup yang berfungsi untuk mencegah aliran balik darah.

7

Pada pemeriksaan ekstermitas bawah terdapat beberapa titik arteri dan vena yang menjadi pusat perhatian, yaitu antara lain : - Arteri : 1) Arteri femoralis kommunis adalah: Merupakan lanjutan dari arteri illiaka eksternal yang membawa darah ke bagian distal untuk mendarahi otot paha. Mempunyai ukuran yang paling besar di antara ateri yang ada pada ekstremitas bawah. Bagian distal dari arteri ini bercabang dua yaitu: arteri femoralis superfisialis (Superficial Femoral artery) dan arteri femoralis profunda (Profunda Femoral Artery). 2) Arteri Femoralis superfisialis adalah: Cabang dari arteri femoralis kommunis, yang terletak lebih ke superfisial (luar), di mana arteri ini memperdarahi otot paha bagian lateral (luar). 3) Arteri femoralis profunda adalah: Cabang dari arteri femoralis kommunis, yang memperdarahi bagian medial (dalam) pada otot paha. 4) Arteri poplitea: Merupakan pertemuan antara arteri femoralis superfisialis dengan arteri femoralis profunda yang masuk ke fosa poplitea menjadi arteri poplitea yang mendarahi otot di sekitar lutut.

8

5) Arteri Tibialis Anterior: Cabang pertama dari arteri poplitea yang mengalir sepanjang permukaan dari membran interoseous dibagian depan kaki. Arteri tibialis anterior ini akan menjadi arteri dorsalis pedis. 6) Arteri Tibialis Posterior: Memperdarahi bagian medial (dalam) dan posterior dari kaki bawah. 7) Arteri Peronial: Memperdarahi bagian lateral dan posterior dari kaki bawah. 8) Arteri Dorsalis Pedis: Bagian distal dari arteri tibialis anterior yang memperdarahi otot di sekitar pergelangan dan telapak kaki. - Vena : 1. Vena Femoralis Kommunis: Merupakan vena lanjutan dari vena iliaka eksterna yang terletak di media dan sedikit dalam dari arteri femoralis kommunis. 2. Vena Femoralis Superfisialis: Merupakan cabang dari vena femoralis kommunis yang terletak di media. 3. Vena Femoralis Profunda : Merupakan cabang dari vena femoralis kommunis yang terletak di media arteri femoralis dalam dan hanya bagian proksimal yang dapat terlihat. 4. Vena Poplitea : Merupakan pertemuan antara vena femoralis superfisialis dan vena femoralis profunda yang terletak di anterior.

9

5. Vena Peronial Vena peronial sejalan dengan arteri peronial sepanjang lateral dan wilayah posterior pada bagian bawah kaki sampai dengan posterior pada fibula.

2.2 Pengertian Pseudoaneurisma Pseudoaneurisma disebut juga false aneurisma, yaitu robeknya satu, dua, atau tiga lapisan pembuluh darah yang mengakibatkan keluarnya darah dari pembuluh darah dan membentuk sebuah kantung didalam jaringan sebuah pembuluh darah. 2.2.1 Patofisiologi Pseudoaneurisma Lapisan pembuluh darah yang robek kemudian didorong dengan tekanan darah pada arteri yang tinggi sehingga menyebabkan darah keluar dan membentuk sebuah kantung atau rongga dalam jaringan yang dihubungkan oleh neck dengan pembuluh darah utama.

10

Tanda tanda Pseudoaneurisma : a. Terdapatnya benjolan pada daerah pseudoaneurisma b. Benjolan pada pseudoaneurisma terasa berdenyut c. Kemungkinan dapat terjadi penekanan pada pembuluh darah arteri di bawahnya, maka tungkai terasa nyeri, bila penekanan terjadi pada pembuluh vena maka akan terjadi oedema (Bengkak) pada tungkai. d. Pasien mengeluh ada benjolan pada bekas puncture dan bila berjalan kaki terasa nyeri e. Bila didengarkan dengan stetoskop pada daerah benjolan terdengar ada Bruit f. Terdapat hematoma g. Pulsatil pada daerah pseudoaneurisma

2.2.2 Jenis jenis Pseudoaneurisma 1. Pseudoaneurisma aktif Pseudoaneurisma aktif dapat diketahui dengan cara memberi Doppler warna pada daerah pseudoaneurisma pada pemeriksaan ultrasonografi vaskuler, maka akan terlihat aliran yang berputar-putar dipembuluh darah tersebut. 2. Pseudoaneurisma pasif Pada pseudoaneurisma pasif ketika daerah pseudoaneurisma diberikan doppler warna pada pemeriksaan u

View more