makalah plh

Download Makalah PLH

Post on 22-Nov-2015

75 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lingkungan

TRANSCRIPT

  • PENATAAN LAHAN KRITIS SEBAGAI RUANG

    TERBUKA HIJAU DAN DAERAH RESAPAN AIR

    DISEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2

    PEKANBARU

    DISUSUN OLEH :

    Drs. MAIYURLIS

    SMK NEGERI 2 PEKANBARU

  • i

    Kata Pengantar

    Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah AWT karena berkat Rakhmat dan

    karunianya penyusunan makalah Penataan Lahan Kritis Sebagai Ruang Terbuka

    Hijau dan Daerah Resapan Air di SMK Negeri 2 Pekanbaru dapat diselesaikan, dan

    sekaligus telah menghasilkan Program Kegiatan Tahun 2012 sampai 2013 sebagai

    panduan untuk mengimplementasikan aksi ini di lapangan.

    Dengan tersusunnya makalah lingkungan hidup ini, maka diharapkan

    kegiatan pendidikan lingkungan ini lebih meningkat di sekolah kita, terdokumentasi

    dengan baik. Untuk itu kepada seluruh warga sekolah, kami meminta partisipasinya

    dalam kegiatan yang akan kita laksanakan ke depan. Terutama ketua-ketua jurusan,

    yang menyusun program tersendiri di jurusannya.

    Terakhir saya mengucapkan terima kasih kapada semua pihak yang telah

    menyusun dan mendukung program ini, semoga kita semua dapat melaksanakan

    dengan tertib.

    Pekanbaru, 20 April 2012

    Penyusun

    Drs. MAIYURLIS

  • ii

    DAFTAR ISI

    Kata Pengantar ............................................................................................. i

    Daftar Isi ...................................................................................................... ii

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang ........................................................................... 1

    1.2 Perumusan Masalah ................................................................... 2

    1.3 Manfaat Makalah ....................................................................... 3

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Lahan Kritis................................................................................ 4

    2.2 Ruang Terbuka Hijau ................................................................. 5

    BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

    3.1 Profil SMKN 2 Pekanbaru ......................................................... 12

    3.2 Ruang Terbuka Hijau dan Keindahan Taman ............................ 17

    3.2.2 Tahapan Pembuatan Ruang Terbuka Hijau ..................... 19

    3.2.3 Pengelompokan berdasarkan Pembentuk

    dan Ornamental Space ..................................................... 25

    3.2.4 Teknis Penanaman, dan Pemeliharaan

    Tanaman di RTH ............................................................. 28

    3.2.5 Tahapan Kegiatan Pemeliharaan ...................................... 32

    3.3 Kondisi eksisting lahan kritis sebelum dan setelah di buat ruang terbuka

    hijau di SMK N 2 Pekanbaru .................................................... 32

    BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

    4.1 Kesimpulan ................................................................................ 37

    4.2 Saran........................................................................................... 38

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 merupakan salah satu

    sekolah kejuruan yang ada di Kota Pekanbaru. Sekolah ini menempati lahan

    seluas 2 ha, dengan 2.400 orang siswa, dan 250 orang guru dan karyawan.

    Selanjutnya sekolah ini didukung dengan beberapa program keahlian dengan

    berbagai program studi.

    Sejak tahun 2006 sampai saat ini sekolah ini merupakan sekolah

    bertaraf internasional ( SBI ), dan sejak tahun 2009 sekolah ini berganti status

    menjadi Sekolah SBI MODEL INVEST ADB.

    Seiring dengan adanya bantuan baik fisik maupun non fisik dari

    INVEST ADB maka SMK N 2 Pekanbaru sedang - giat giatnya berbenah,

    terutama renovasi berbagai ruang dan workshop, oleh karena itu tidaklah

    mengherankan jika disana- sini banyak di jumpai sisa lahan yang tidak lagi

    diperuntukkan sebagai tapat bangunan serta sisa lahan yang banyak ditimbuni

    puing puing bekas reruntuhan.

    Di SMK N 2 Pekanbaru berdasarkan pengamatan yang penulis

    lakukan terdapat 6 (enam) titik lokasi lahan yang dianggap lahan kritis,

    diantaranya : di seputar workshop otomotif, di sekitar workshop Survai

    pemetaan, di depan workshop bangunan gedung, di sebelah aula, di samping

    kantor Badan Pusat Statistik,

  • 2

    Tentu saja ini sangat mengganggu pemandangan, oleh karena itu

    pihak sekolah berusaha menata sisa lahan yang dianggap sebagai lahan kritis

    untuk dijadikan sebagai ruang terbuka hijau yang sangat bermanfaat bagi

    warga sekolah karena ruang terbuka hijau bermanfaat sebagai :

    - Penyedia oksigen

    - Penyerap air

    - Memberikan jasa lingkungan ataupun nilai estetika

    - Penyerap debu

    - Penyerap suhu

    - Serta penyerap kebisingan.

    Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk

    membuat makalah dengan judul PENATAAN LAHAN KRITIS DI

    SEKOLAH MENENGAH NEGERI 2 PEKANBARU SEBAGAI

    RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DAN DAERAH RESAPAN AIR

    1.2 Perumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang diatas maka timbul permasalahan sebagai

    berikut :

    1. Bagaimana menata Lahan kritis yang timbul karena renovasi

    bangunan agar berubah menjadi ruang terbuka hijau ( RTH)

    2. Bagaimana menata Lahan Kritis sebagai daerah resapan air.

  • 3

    1.3 Manfaat Makalah

    Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

    1. Diharapkan dapat sebagai masukan terhadap pengelolaan lingkungan

    sekolah yang berbasis green school khususnya untuk Sekolah

    Menegah Kejuruan Negeri 2 Pekanbaru dan umumnya untuk

    sekolah-sekolah lainnya ( sekolah aliansi ). Selain itu, juga

    diharapkan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan

    khususnya pendidikan berwawasan lingkungan

  • 4

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Lahan Kritis

    Lahan kritis dapat didefinisikan sebagai lahan yang telah mengalami

    kerusakan sehingga berkurang fungsinya sampai pada batas yang ditentukan

    atau diharapkan.

    Fungsi yang dimaksud pada defenisi tersebut adalah fungsi produksi

    dan fungsi tata airnya. Fungsi produksi berkaitan dengan fungsi tanah sebagai

    sumber unsur hara bagi tumbuhan dan fungsi tata air berkaitan dengan fungsi

    tanah sebagai tempat berjangkarnya akar dan menyimpan air tanah.(

    Zoeraini Djamal. 2004)

    Menurut Wahyu Askari( 2012) faktorfaktor yang menyebabkan

    terjadinya lahan kritis adalah :

    1. Terjadinya longsor dan letusan gunung berapi.

    2. Penebangan liar (illegal logging).

    3. Kebakaran hutan.

    4. Pemanfaatan sumber daya hutan yang tidak berasaskan kelestarian.

    5. Penataan zonasi kawasan belum berjalan.

    6. Pola pengelolaan lahan tidak konservatif.

    7. Pengalihan status lahan (berbagai kepentingan)

  • 5

    Di SMK N 2 Pekanbaru lahan kritis yang ada sesuai dengan kategori

    pengalihan status lahan dimana lahan ini semula sebagai tapak bangunan

    karena adanya renovasi, maka ada pergeseran posisi bangunan sehingga lahan

    yang ditinggalkan merupakan lahan beton yang tandus dan tidak menyerap

    air.

    Adapun beberapa upaya reklamasi Lahan Kritis menurut Henry

    Feriadi ( 2009) bisa dilakukan dengan cara penanaman tanaman

    penghijauan, yaitu secara teknis lahan kritis tidak dapat diolah untuk tujuan

    usaha pertanian tanaman semusim dan harus dikelola dengan melakukan

    penghijauan dengan menanam tanaman tahunan. Lahan kritis digunakan

    sebagai lahan tangkapan air dan digunakan sebagai perlindungan mata air.

    Upaya reklamasi lainnya yang dapat dilakukan dengan sistem

    penanaman jalur penyekat yaitu guna mempersiapkan suatu kondisi

    awal dalam usaha pengembangan pertanian ataupun usaha perkebunan

    di lahan yang bervegatasi alangalang. Areal ini kelak akan dapat

    dimanfaatkan untuk perkebunan yang bebas dari erosi dan kerusakan

    lainnya.

    Sistem reklamasi lainnya dengan pembuatan teras. Tujuan dari

    pembuatan teras untuk mengurangi kecepatan aliran air permukaan

    sehingga mengurangi terjadinya erosi.

    2.2 Ruang Terbuka Hijau ( RTH )

    Pengertian RTH menurut Purnomo Hadi (1995), adalah:

  • 6

    1. Suatu lahan yang ditumbuhi berbagai tetumbuhan, pada berbagai

    strata, mulai dari penutup tanah, semak, perdu dan pohon (tanaman

    tinggi berkayu);

    2. Sebentang lahan terbuka tanpa bangunan yang mempunyai ukuran,

    bentuk dan batas geografis tertentu dengan status penguasaan

    apapun, yang didalamnya terdapat tetumbuhan hijau berkayu dan

    tahunan (perennial woody plants), dengan pepohonan sebagai

    tumbuhan penciri utama dan tumbuhan lainnya (perdu, semak,

    rerumputan, dan tumbuhan penutup tanah lainnya), sebagai tumbuhan

    pelengkap, serta benda-benda lain yang juga sebagai pelengkap dan

    penunjang fungsi RTH yang bersangkutan .

    Ruang terbuka hijau pada sekolah merupakan ruang yang fungsinya

    ditunjukan bagi penyeimbang lingkungan dan sekaligus sebagai fasilitas

    penunujang lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan

    penghuninya (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaa Pendidik dan Tenaga

    kependidikan. 2009).

    Taman dalam sebuah hunian merupakan hal yang sangat penting.

    Selain menyuplai udara segar, taman juga bisa menjadi penghalang (barrier)

    dari serangan polusi udar