makalah kelompok 6 kelas a

Download Makalah Kelompok 6 Kelas A

Post on 03-Aug-2015

42 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pengendalian Nyamuk Vektor Demam Berdarah menggunakan 500EC (b.a Malathion 500 g/l) dan Bacillus Thuringiensis H-14

OLEH : Ramdani (K11111301) Dian Ihwana Ansar (K11111325) Wana (K11111355) Risma (K11111385) Jumrianti Irma Risman Sri Kartini NingsihDASAR KESEHATAN LINGKUNGAN KELAS A

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

PRAKATA

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkah, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengendalian Nyamuk Vektor Demam Berdarah

menggunakan 500EC (b.a Malathion 500 g/l) dan Bacillus Thuringiensis H-14 tepat pada waktunya. Penulis menyadari perlu adanya pengetahuan tentang pengendalian vector demam berdarah menggunakan bahan kimia dan bahan alami.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam karya tulis ini, karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa penulis harapkan guna memacu kreativitas dalam menciptakan karya-karya yang lebih baik lagi

Makassar, September 2012

20

Penulis

2

DAFTAR ISI

Halaman Judul ..................................................................................... Prakata ............................................................................................... Daftar Isi .............................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang ........................................................................ B. Rumusan Msalah.................................................................... C. Tujuan Penelitian............................................................................... . D. Manfaat Penelitian .................................................................. BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ....................................................................... B. Pembahasan .......................................................................... BAB IV PENUTUP A. Simpulan ................................................................................ B. Saran ......................................................................................

1 2 3

4 6 6 7 8 13 23 24

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................

25

3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan Aedes albopitus. Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue sangat

kompleks, antara lain iklim dan pergantian musim, kepadatan penduduk, mobilitas penduduk dan transportasi. Berdasarkan kejadian dilapangan dapat diidentifikasikan factor utama adalah kurangnya perhatian sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal. Sehingga terjadi genangan air yang menyebabkan berkembangnya nyamuk. Insiden dan prevalensi penyakit Demam Berdarah Dengue menimbulkan kerugian pada individu, keluarga dan masyarakat. Kerugian ini berbentuk

kematian, penderitaan, kesakitan, dan hilangnya waktu produktif.

Penyakit demam berdarah dengue menjadi momok tiap tahun. Indonesia pernah mengalami kasus terbesar (53%) DBD pada tahun 2005 di Asia Tenggara yaitu 95.270 kasus dan kematian 1.298 orang (CFR = 1,36 %) (WHO, 2006). Jumlah kasus tersebut meningkat menjadi 17% dan kematian 36% dibanding tahun 2004. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit

4

Demam Berdarah Dengue. Beberapa di antaranya adalah factor inang (host), lingkugan (environment) dan faktor penular serta patogen (virus).

Insiden di Indonesia antara 6 hingga 15 per 100.000 penduduk (1989-1995) dan pernah meningkat tajam saat Kejadian Luar Biasa hingga 35 per 100.000 penduduk pada tahun 1998, hingga tahun 2005 masih ada daerah berstatus Kejadian Luar

Biasa, sampai mei tahun 2005 di seluruh Indonesia tercatat 28.224 kasus dengan jumlah kematian 348 orang, hingga awal oktober 2005 kasus demam berdarah dengue di 33 propinsi tercatat 50.196 kasus dengan 701 diantaranya meninggal. Dari data di atas menunjukkan peningkatan hampir 2 kali lipat dari mei hingga awal oktober 2005.

Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang bisa mewabah. Usaha untuk mengatasi masalah penyakit tersebut di Indonesia telah puluhan tahun dilakukan, berbagai upaya

pemberantasan vector, tetapi hasilnya belum optimal. Secara teoritis ada empat cara untuk memutuskan rantai penularan demam berdarah dengue, yaitu melenyapkan virus, isolasi penderita, mencegah gigitan nyamuk dan pengendalian vector. Untuk pengendalian vector dilakukan dengan tujuh cara yaitu dengan cara kimiawi, mekanis, fisik, biologis, biofisikal, secara undang-undang

5

dan integrasi. Namun angka penderita dan kematian demam berdarah selalu meningkat. Untuk itu penulis menyusun makalah ini, menyadari perlu adanya pengetahuan tentang pengendalian vector demam berdarah menggunakan bahan kimia dan secara biologis.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana dosis efektif pengendalian vektor demam berdarah dengue menggunakan insektisida LADEN 500EC (b.a Malathion 500 g/l) ? 2. Apakah Bacillus thuringiensis H-14 mampu menjadi salah satu cara biologis dalam pengendalian vector demam berdarah dengue ? 3. Apakah dampak kesehatan dari penegndalian demam berdarah dengue menggunakan insektisida dan pengendalian demam berdarah menggunakan Bacillus Thuringiensis H-14 ? 4. Apakah pengendalian menggunakan insektisida laden500EC (b.a Malathion 500g/l) atau Bacillus Thuringiensis H-14 sebagai cara biologis yang lebih baik digunakan sebagai bentuk pengendalian demam berdarah dengue ?

C. Tujuan Penulisan Penulisan ini bertujuan untuk:

6

1. Mengetahui

dosis

efektif

pengendalian

vektor

demam

berdarah dengue menggunakaln insektisida LADEN 500EC(b.a Malathion 500 g/l).

2. Mengetahui kemampuan Bacillus Thuringiensis H-14 menjadi salah satu cara biologis dalam pengendalian vector demam berdarah dengue . 3. Mengetahui dampak kesehatan dari pengendalian demam berdarah dengue menggunakan insektisida LADEN 500EC(b.a Malathion 500 g/l) dan pengendalian demam berdarah

menggunakana Bacillus Thuringiensis H-14. 4. Mengetahui bentuk pengendalian demam berdarah dengue yang baik antara pengendalian menggunakan insektisida laden500EC (b.a Malathion 500g/l) atau Bacillus Thuringiensis H-14 sebagai cara biologis. D. Manfaat Penulisan 1. Diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pengetahuan tentang pengendalian vektor demam berdarah dengue secara kimia. 2. Diharapkan dapat dijadikan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Dasar-dasar Kesehatan Lingkungan.

7

BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. insektisida LADEN 500EC (b.a Malathion 500 g/l) Penelitian dilakukan di wilayah Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah pada bulan Juli 2007. Hasil pengamatan tentang knocdown time (KT50

& KT

95

dan kematian nyamuk uji Ae. aegypti) setelah terpapar insektisida LADEN 500EC dosis 250, 500, 750 dan 1000 ml/ha, dengan pembanding insektisida RIDER 500EC (dosis 1000 ml/ha) dengan aplikasi pengasapan (thermal fogging) dengan pelarut solar, pengamatan di dalam dan di luar rumah. Disajikan pada tabel 1 dan 2. Tabel 1. Kematian (%), KT dan KT nyamuk Ae. aegypti setelah50 95

aplikasi pengasapan (thermal fogging) Insektisida LADEN 500EC (pelarut solar) di dalam dan di luar rumah Dosis insektisida LADEN 500 EC (ml/ha) Dalam Rumah K T50

Luar Rumah K Kematian (%) K T50

T

95

T

95

KKematian (%)

( menit) 250 500 750 23,59 21,32 11,91 80,36 76,29 28,90 88,8 96,0 100

( menit) 45,02 38,01 18,95 158,86 149,95 37,45 77,2 83,2 100

8

1000 Pembanding Rider 500 EC dosis 1000

8,10

16,65

100

14,32

24,76

100

9,30

17,08

100

14,72

28,26

100

Keterangan : 1) Uji probit waktu kelumpuhan nyamuk selama 60 menit pengamatan pasca pengasapan 2) LDN : LADEN 500 EC; RDR : RIDER 500EC

Tabel 2. Kematian (%), KT dan KT nyamuk Ae. aegypti50 95

setelah aplikasi pengasapan (thermal fogging) Insektisida LADEN 500EC (pelarut air) di dalam dan di luar rumah Dosis insektisida LADEN 500 EC (ml/ha) Dalam Rumah K T50

Luar Rumah K Kematian (%) K T50

T

95

T

95

KKematian (%)

( menit) 250 500 750 1000 1000 (RDR) 250 23,89 24,13 18,14 12,00 14,82 23,89 82,98 73,58 45,20 27,63 38,84 82,98Keterangan :

( menit) 88,0 95,2 100 100 100 88,0 45,75 39,74 25,21 17,96 21,45 45,75 163,39 139,72 65,93 39,67 48,77 163,39 76,4 82,4 100 100 100 76,4

1) Uji probit waktu kelumpuhan nyamuk selama 60 menit pengamatan pasca pengasapan 2) LDN : LADEN 500 EC; RDR : RIDER 500EC

Berdasarkan perhitungan probit, waktu kelumpuhan = KT insektisida LADEN 500EC dosis (500, 750 dan 1000 ml/ha)50

9

pelarut solar, terhadap Ae. aegypti di dalam rumah, masingmasing adalah 21,32; 11,91 dan 8,10 menit, sedangkan RIDER 500EC dosis 1000 ml/ha sebagai pembanding adalah 9,30 menit. Tetapi kematian nyamuk Ae. aegypti di dalam rumah setelah pengasapan insektisida LADEN 500EC dosis 750 dan 1000 ml/ha, serta pembanding RIDER 500EC dosis 1000 ml/ha adalah 100%. Waktu kelumpuhan KT , insektisida LADEN50

500EC dosis (500, 750 dan 1000 ml/ha) pelarut solar, terhadap Ae. aegypti di luar rumah, masing-masing adalah 38,01; 18,95 dan 14,32 menit, sedangkan RIDER 500EC dosis 1000 ml/ha sebagai pembanding adalah 14,72 menit. Kematian nyamuk Ae. aegypti di luar rumah setelah pengasapan LADEN 500EC dosis 750 dan 100