Makalah Field Trip

Download Makalah Field Trip

Post on 12-Jul-2015

518 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Laporan Praktikum Fieldtrip Mata Kuliah Teknoogi Perlindungan Tanaman II</p> <p>Hama dan Penyakit serta Agroekosistem Tanaman Kelapa Sawit dan BrokoliDISUSUN OLEHKelompok 8 Agroteknologi E Mangasa P.L. Dian Lumban T Fitri Utami H Yelda L.S Raden Arif R Julianto Rizky Yan Syah (150510100188) (150510100202) (150510100207) (150510100211) (150510100221) (150510100227)</p> <p>FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2011BAB I 1 Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>1.1. Latar belakang Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau,</p> <p>2</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>sedangkan kembang kol putih. Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan komoditas di atas adalah suhu, jarak tanam, topografi, agroekosistem, hama, gulma dan penyakit termasuk cara pengendaliannya.</p> <p>1.2. Tujuan Untuk lebih mengetahui apa dan bagaimana komoditas brokoli dan kelapa sawit tersebut Mengetahui factor-faktor apa saja yang mendukung pertumbuhan brokoli dan kelapa sawit Mengetahui jenis hama, gulma dan penyakit yang menyerang brokoli dan kelapa sawit</p> <p>1.3. Rumusan Masalah Memaparkan secara lengkap hama dan penyakit serta agroekosistem pada komoditas tanaman kelapa sawit dan brokoli</p> <p>3</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>BAB II PEMBAHASAN</p> <p>2.1. Kelapa Sawit Hasil Praktikum Tekperlintan II (26-11-2011) Kelas Kelompok : Agro-E : 8 (Mangasa, Dian, Yelda, Fitri, Arif, Julianto)</p> <p>Agroekosistem Lokasi lahan (Naman Daerah) Topografi ( datar/lembah/ lerang bukit/ puncak bukit) Kondisi lingkungan secara umum (suhu, kelembaban) Jenis tanah( warna merah, tekstur : gembur/ pasir/lempung) Sistem irigasi/drainase Tanah merah Andosol 400-700 dplAlami dengan air hujan Konversi tanah untuk membangun bumbung air dan kantong air berukuranh 2 x 2 m</p> <p>Subang Dataran tinggi(datar) 23OC</p> <p>System pertanaman Penanaman dilakukan Didalam hutan hujan tropis, tanaman ini tidak dapat tumbuh karena terlalu lembab dan tidak mendapat sinar matahari karena ternaungi kanopi tumbuhan yang lebih tinggi. Sinar matahari harus langsung mengenai daun kelapa sawit. Lama</p> <p>4</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam Tanaman utama Tanaman lainnya Jarak tanam Penggunaan mulsa Jenis tanaman/ tumbuhan pada lahan yang berbasan dengan lahan yang diamatiUtara Selatan Barat Timur</p> <p>perhari. Kelapa sawit Tanaman teh 9x9 m (segitiga sama sisi) Menggunakan buah kelapa sawit yaitu tandan kosong dari kelapa sawit Dikeliling oleh tanaman teh</p> <p>Keberadaaan gulma pada lahan (jenis, populasinya)</p> <p>Karendong Alang-alang</p> <p>Keanekaragaman serangga pada lahan yang diamati (lengkapi dengan foto-foto) Jenis serangga Bagian/tempat dimana serangga tersebut ditemukan Daun Predator Peranan</p> <p>Semut Diantara gulma dan buah hama</p> <p>Belalang</p> <p>5</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>Buah</p> <p>Hama</p> <p>Lalat Serangga penyerbuk (Eladibius)</p> <p>Bunga Daun</p> <p>Membantu penyerbukan Hama</p> <p>Kumbang/ Lege daun Hama</p> <p>Ulat kantong Mamalia Memakan buah muda Hama</p> <p>Babi hutan</p> <p>6</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>Memakan buah muda</p> <p>Hama</p> <p>Tikus</p> <p>Jenis penyakit yang ada (lengkapi dengan foto) Jenis Penyakit Deskripsi Gejala Bagian/ tempat dimana gejala penyakit Buah busuk, Nampak jamur, nekrosisi pada kulit buah tersebut ada Buah (tandan buah)</p> <p>Busuk dan berjamur pada tandan buah (oleh pestalotia dan marasmius) Terdapat spot-spot pada daun Daun</p> <p>Leaf Spot oleh Pestalotia</p> <p>Pengamatan itensitas penyakit dan kerusakan/ populasi hama yang dominan Penyakit Gambar denah sampling lengkap dengan jumlah tanaman per spot sampling Tanaman 1 7 2 3 4 Pelepah ke5 6 7 8 9 1 11</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>0 1 2 3 4 5 4 0 0 0 1 4 0 0 0 1 4 1 0 0 1 4 1 0 1 1 4 1 0 1 1 4 2 1 1 1 4 2 1 4 1 4 4 1 4 3 6 6 6 5 3 6 6 5 5 5 6 5 4 4 5</p> <p>Perhitungan intensitas kerusakan/ populasi hama</p> <p>I = (0x10) + (1x19) + (2x2) + (3x2) + (4x13) + (5x6) 50 x 5 I = 0 + 19 + 4 + 6 + 52 + 30 x 100% 250 I = 37%</p> <p>x 100%</p> <p>Hama Gambar denah sampling lengkap dengan jumlah tanaman per spot sampling Pelepah keTanaman 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 1 3 4 1 0 0 1 4 0 0 0 1 1 5 4 0 0 1 1 6 0 0 1 1 1 7 4 0 1 4 1 8 4 4 1 4 3 9 0 4 5 3 3 1 0 0 3 3 3 5 11 0 5 3 3 5</p> <p>1 2 3 4 5</p> <p>Perhitungan intensitas kerusakan</p> <p>8</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>= (0x21) + (1x14) + ( 3x8) + (4x8) + (5x4) x 100% = 32% 55 x 5</p> <p>Sumber data pengamatan pada komoditas kelapa sawit adalah PTPN VIII yang merupakan BUMN yang terletak di Jawa Barat dan Banten dengan memproduksi dan mengolah 5 komoditas yaitu karet, sawit, kina, teh dan kakao. Pada tahun 2003 memproduksi kelapa sawit sebanyak 26 ton per hektar, lalu pada tahun 2006 meningkat menjadi 30 ton per hektar. Pengendalian hama tidak menggunakan zat kima tetapi dengan hand picking untuk menjaga keseimbangan ekosistem karena adanya predator yang penting. Pengendalian dengan zat kimia dapat merusak serangga Elaeidobius yang membantu penyerbukan kelapa sawit. Penyerbukan oleh serangga ini bermanfaat sehingga buah sawit lebih besar. Tahap pemupukan pada kelapa sawit : Tahun I Tahun II Tahun II : 5 kali pemupukan : 4 kali pemupukan : 3 kali pemupukan</p> <p>Tahun seterusnya dilanjutkan dengan 3 kali pemupukan. Apabila pada saat menghasilkan akan dilakukan 2 kali pemupukan atau tergantung banyak produksi yang dihasilkan. Biasanya pupuk yang dipakai adalah pupuk kandang dan pupuk posfat. Kelapa sawit membutuhkan lamanya penyinaran matahri 6-7 jam. Varietas unggulan yang ditanam adalah Yangambi dan Lahat. Sistem pengairannya yaitu dengan cara alami menggunakan air hujan. Dan melakukan konservasi tanah untuk membangun bumbung air dan kantung air 2x2 m2</p> <p>9</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>2.2. Brokoli Hasil Praktikum Tekperlintan II (26-11-2011) Kelas Kelompok : Agro-E : 8 (Mangasa, Dian, Yelda, Fitri, Arif, Julianto)</p> <p>Agroekosistem Lokasi lahan (Naman Daerah) Yayasan Bina Tani Sejahtera, Subang</p> <p>Topografi ( datar/lembah/ lerang bukit/ puncak bukit) Kondisi lingkungan secara umum (suhu, kelembaban) Jenis tanah( warna merah, tektur : gembur/ pasir/lempung) Sistem irigasi/drainase</p> <p>Dataran tinggi(datar) Suhu 14OC maksimum 390C Kelembapan : 95% Lempung berpasir, andosolAlami dengan air hujan Konversi tanah untuk membangun bumbung air dan kantong air berukuran 2 x 2 m</p> <p>System pertanaman Tanaman utama Tanaman lainnya Jarak tanam Penggunaan mulsa Jenis tanaman/ tumbuhan pada lahan yang berbasan dengan lahan yang diamatiUtara Selatan Barat Timur</p> <p>Ditanam tumpang sari dengan cabe Brokoli cabe 50 cm mulsa perak Tomat, terong, cabe, selada</p> <p>10</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>Keberadaaan gulma pada lahan (jenis, populasinya)</p> <p>Teki, kloseh dan alang-alang</p> <p>Keanekaragaman serangga pada lahan yang diamati (lengkapi dengan foto-foto) Jenis serangga Bagian/tempat dimana serangga tersebut ditemukan Daun Predator Peranan</p> <p>Semut Jantung brokoli hama</p> <p>Ulat krop Daun Hama</p> <p>Ulat Plutella</p> <p>11</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>Daun</p> <p>Hama</p> <p>Ulat grayak</p> <p>Jenis penyakit yang ada (lengkapi dengan foto) Jenis Penyakit Deskripsi Gejala Bagian/ tempat dimana ge Jala penyakit Pada daun terdapat bercak. Gejala yang ditimbulkan sering terjadi pada daun yang lebih tua, karena mereka Penyakit Altenaria Pori (bercak daun) lebih dekat dengan tanah dan lebih mudah terinfeksi sebagai akibat dari percikan hujan atau hujan ditiup angin. Pada kondisi cuaca yang lembab tampak bulu-bulu halus kebiruan di pusat bercak yang bercak tersebut sering terdapat tersebut ada Daun</p> <p>12</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>cincin-cincin terpusat. Pada infeksi yang berat seluruh daun yang terinfeksi mem-busuk, sehingga akhirnya Phytoptora tanaman mati. Inpestan (busuk daun) daun</p> <p>Penyiraman pada brokoli sebaiknya dilakukan dua kali sehari pagi dan sore dan sore hari, terutama saat tanaman mulai tumbuh. Setelah tanaman tumbuh dan berdaun, penyiraman dapat dilakukan sekali sehari. Namun, apabila tanah kelihatan sangat kering dan keras, penyiraman dapat dilakukan lebih sering. Sebaliknya bila curah hujan sudah mencukupi, kita tidak perlu lagi melakukan penyiraman. Pemupukan pada broccoli dilakukan tiga kali. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman mulai tumbuh atau sekitar umur 5 hari setelah tanam, yaitu dengan pemberian pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 1 g setiap tanaman. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 3 cm dari tanaman. Pemupukan kedua dilakukan 10 hari setelah tanam, yaitu dengan penambahan pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 3 - 5 g. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 5 cm dari tanaman. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 3-4 minggu. Pemberiannya mengelilingi tanaman dengan jarak 7-8 cm. Setiap selesai memupuk, sebaiknya tanah di sekitar tanaman segera disiram. Pengendalian hama tidak menggunakan zat kima tetapi dengan hand picking untuk menjaga keseimbangan ekosistem karena adanya predator yang penting. Tetapi terkadang menggunakan insektisida dan fungisida</p> <p>13</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>Pengamatan itensitas penyakit dan kerusakan/ populasi hama yang dominan Hama Gambar denah sampling lengkap dengan jumlah tanaman per spot sampling Bendenga n Tanama n 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Daun ke1 8 9 0 4 9 9 4 8 8 1 7 7 7 8 8 3 3 5 0 0 0 2 2 3 3 3 3 3 3 7 4 4 4</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 4 0 0 0 1 0 0 0 3 0 4 0 0 0 1 0 0 0 3 0 4 1 0 0 1 0 0 0 3 0 4 1 0 1 1 0 0 0 3 0 4 1 0 1 1 0 0 2 3 3 4 2 1 1 1 0 1 2 3 3 4 2 1 7 1 0 2 3 3 3</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>1 1 9 8 8 8 5 8 4 3 7 4</p> <p>1 2 9 9 8 8 5 8 3 9 4</p> <p>1 3 9 9 9 8 7 8 3 4</p> <p>1 4 9 9 9 8 7 8 3 4</p> <p>1 5 9 9 9 8 7 9 3</p> <p>Perhitungan intensitas kerusakan/ populasi hama Bedengan 1</p> <p>Bedengan 2</p> <p>14</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>Penyakit Gambar denah sampling lengkap dengan jumlah tanaman per spot sampling Bendenga n Tanama n 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Daun ke1 8 9 0 5 5 5 3 8 8 1 7 7 7 8 8 3 3 5 0 0 0 2 2 3 3 4 4 3 3 7 4 4 4</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 4 0 0 0 1 0 0 0 3 0 4 0 0 0 1 0 0 0 3 0 3 0 0 0 1 0 0 0 3 0 4 1 0 1 1 0 0 0 3 0 3 1 0 1 1 0 0 3 3 2 4 2 1 1 1 0 1 3 3 2 5 3 1 7 1 0 2 3 3 3</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>1 1 5 8 8 9 5 8 4 4 7 4</p> <p>1 2 9 9 9 9 5 8 4 8 5</p> <p>1 3 9 9 9 9 7 8 4 5</p> <p>1 4 9 9 9 9 7 8 4 5</p> <p>1 5 9 9 9 9 7 9 4</p> <p>Perhitungan intensitas kerusakan/ populasi hama Bedengan 1</p> <p>= (0x11)+(1x15)x(2x1)+(3x6)+(4x4)+(5x8)+(7x3)+(8x6)+(9x17) x 100% 61 x 9 = 57% Bedengan 2</p> <p>= (0x23)+(1x1)+(2x5)+(3x14)+(4x12)+(5x3)+(7x2)+(8x5)+(9x1) x100% 46 x 9 = 43% 15 Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p> <p>BAB III KESIMPULAN</p> <p>Pengendalian hama pada kelapa sawit tidak mennggunakan bahan kimia tetapi dengan handpicking agar tidak merusak keseimbangan ekosistem termasuk kumbang penyerbuk Elaeidobius membantu penyerbukan kelapa sawit. Penyerbukan oleh serangga ini bermanfaat sehingga buah sawit lebih besar. Sedangkan pada brokoli dengan handpicking dan fungisida juga insektisida Kerusakan pada kelapa sawit baik yang disebabkan oleh hama maupun penyakit masih belum parah dibandingkan kerusakan yang dialami oleh brokoli Biasanya kerusakan pada kelapa sawit dan brokoli disebabkan oleh curah hujan yang tidak teratur, cekaman suhu dan intensitas penyinaran</p> <p>16</p> <p>Laporan Field Trip Kelompok 8 | Kelapa Sawit dan Brokoli</p>