majalah kampus fkip untan

of 20 /20
Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 1

Author: mushar-ucang

Post on 15-Mar-2016

256 views

Category:

Documents


9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Buletin Pendidikan masahasiswa FKIP Untan

TRANSCRIPT

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 1

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 20122

    R EDA KS I

    DITERBITKAN OLEH

    DEWAN PENGARAH

    Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ke-guruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura

    Dr. Aswandi, Drs. Achmadi, M.Si

    KETUA BEMFithra Ramadian

    MENTERI PENDIDIKAN

    DIRJEN BULPEN

    Damai Yanti

    Muhammad Aqmal NurCahyo

    PEMIMPIN REDAKSIFani Yunata

    REDAKTURAnastasia Ervina

    REPORTERMuhammad Aqmal NurCahyo, Fani Yuna-ta, Anastasia Ervina, Tantri Herdianti

    EDITORMuhammad Aqmal NurCahyo

    BENDAHARATantri Herdianti

    LAYOUTMushar

    ALAMAT REDAKSIJl. A. Yani Pontianak, CONTACT PER-SON: Muhammad Aqmal NurCahyo (085750071290)

    [email protected]

    DARI REDAKSI

    (SEHATI)Santun, Edukatif, Harmonis, Aspiratif, TotalItas !!!

    SALAM MAHASISWA...

    Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME karena Bulpen dapat hadir kembali pada edisi kedua ini guna menemani kembali para pembaca setianya. Semoga terbitnya Bulpen edisi perdana kemarin bisa membangkitkan lagi minat membaca para teman-teman sekalian, dan semakin termotivasi un-tuk terus berkarya serta berbagi kisah dengan Bulpen.

    Ohiya, di edisi kedua ini, yang terbit untuk periode November Desember 2012, banyak sekali momentum pent-ing yang terjadi. Diantaranya yakni 10 November yang bertepatan dengan hari pahlawan dan 25 November yang diperingati sebagai hari guru. Selain itu berkenaan dengan bulan Desember, pertanda tiba saatnya kita berada di penghujung tahun 2012. Maka dari itu, kami menggabungkan ketiga tema uta-ma tersebut menjadi satu topik yakni ; Salam Pahlawan Di Akhir Tahun .

    Siapa sih pahlawan idola kalian? Siapa sih guru favorit kalian ketika ber-sekolah? Apasih resolusi kalian untuk tahun depan? Nah tentunya setiap

    orang mempunyai tokoh pahlawan yang dikagumi, guru yang di idolakan serta impian-impian yang baik untuk tahun yang akan datang.

    Ada pula Liputan Utama mengenai hari guru, dan Cerita Kampus yang isinya mengulas tentang FKIP Untan terpilih sebagai Zona Integritas Kam-pus, serta serangkaian agenda lain-nya. Disamping itu ada pula beberapa prestasi mahasiswa/i FKIP di rubrik Inspirasi, dan berbagai macam artikel lainnya. Baca pula tips-tips mengenai bagaimana membuat resolusi tahun baru nantinya.

    Kami menyadari bahwa masih ada kekurangan didalam pengerjaan Bulpen ini, maka dari itu kami dari redaksi mengaharapkan ide-ide atau saran dari para pembaca demi kualitas Bulpen dan kepuasan para pembaca semuanya. Kritik saran yang memban-gun dari semua pihak dapat dikirimkan melalui email redaksi Bulpen di [email protected]

    Cukup sampai disini dari redaksi... Lets read and have fun...

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 3

    CAHAYA TERANG PENUNTUN MASA DEPAN

    GURU... GURU... Sebagai penghormatan kepada guru dan juga PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Pres-iden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, yang juga hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasion-al (HGN), yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Maka dari itu, sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI se-cara bersama-sama.

    Hari Guru tidak hanya ada di negara tercinta ini, tapi juga ada di belahan muka bumi lain yang diperingati pada tanggal yang berbeda-beda tergantung pada ne-garanya. Negaranya Barack Obama mem-peringati hari guru pada minggu pertama Mei (Minggu apresiasi Guru), Argentina (11 September), Brazil (15 Oktober), Chili (16 Oktober), Meksiko (15 Mei), Peru (6 Juli), Filipina (5 Oktober), India (5 Septem-ber), Iran (2 Mei), Korea Selatan (15 Mei), Malaysia (16 Mei), Pakistan (5 Oktober), China (10 September), dan Singapura (1 September yang dijadikan sebagai hari libur sekolah).

    Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam me-nentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut memper-siapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Sejak masa penjajahan, guru selalu menana-mkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangki-tan nasional, para guru aktif dalam organ-isasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

    Dedikasi, tekad, serta semangat per-satuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan

    sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen dinya-takan bahwa guru wajib menjadi organ-isasi profesi guru. Guru harus menjaga solidaritas dan soliditas bersama kom-ponen lainnya. Guru harus berupaya menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan antar sesamanya.

    Guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelengga-rakan proses pembelajaran dengan se-baik-baiknya. Mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil proses pembelajaran. Pasal 4 UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menegas-kan bahwa, guru sebagai agen pemb-elajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, guru wajib untuk memiliki syarat terten-tu, salah satu di antaranya adalah kompe-tensi. Kompetensi merupakan satu kesat-uan utuh yang menggambarkan potensi, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dinilai, yang terkait dengan profesi guru.

    Selain kompetensi, harus ada komit-men dan dedikasi yang tinggi dalam menjaga sekolah agar tetap unggul. Komitmen dan dedikasi itu terlihat dari perilaku guru yang senantiasa menin-gkatkan kemampuannya untuk terus belajar sepanjang hayat. Konsisten dan tak pernah berhenti untuk belajar dalam rangka mengembangkan potensinya menjadi guru profesional.

    Di hari guru, marilah semua guru ber-satu untuk maju. Tak perlu saling tuding dan menyalahkan. Mari bersama-sama benahi lubang-lubang menganga dalam dunia pendidikan. Kegotong royongan harus senantiasa dijaga, dan pengamalan pancasila harus benar-benar nyata terim-plementasikan dalam diri seorang guru serta penerapan pendidikan karakter yang sejalan dengan ajaran agama.

    Hilangkan keluh kesah, dan mulailah in-trospeksi diri. Bila penghasilan guru belum memadai, teruslah belajar secara mandiri, dan teruslah memperbaiki diri dengan ber-bagai pelatihan-pelatihan yang membuat guru akhirnya memiliki keterampilan pent-ing di abad 21. Salah satu keterampilan itu

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 20124

    cerita kampous

    BEDAH BUKUAsmara di Atas Haram

    SABTU (15/9). Badan Perpustakaan Kearsipan dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Barat mengadakan acara Bedah Buku berjudul Asmara di Atas Haram. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Parkir Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat yang dimulai dari pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegia-tan ini terbuka untuk umum sehingga pada hari tersebut banyak sekali para peserta yang datang memeriahkan acara tersebut.

    Novel berjudul Asmara di Atas Ha-ram ini ditulis oleh H. Zulkifl i L. Muchdi S.H. Beliau berasal dari Kalimantan Se-latan. Menurut beliau, novel Asmara di Atas Haram ini berbeda dari novel islami lainnya karena lebih kental dengan nu-ansa kejujuran dan bimbingan Taaruf dalam koridor islam.

    Dalam kegiatan ini hadir sebagai Pembahas yakni Dr. H. Aswandi selaku De kan FKIP UNTAN, Drs. H. Abdussamad A. Rah man, M.Pd selaku Dosen Sastra FKIP UNTAN, serta Misdah Jamras, S. Ag, M.Pd selaku Dosen STAIN. Menurut Dr. H. Aswandi, novel Asmara di Atas Ha-ram ini sa rat tentang pendidikan karak-ter yang ter gambar dengan banyaknya

    imajinasi moral yang dapat digali dalam novel tersebut. Sehingga menurut be-liau novel tersebut sangat tepat dilun-curkan di tahun 2012 ini, dimana pada saat ini pemerintah mencanangkan pendidikan berbasis karakter. Untuk it-ulah menurut beliau, novel Asmara di Atas Haram ini juga wajib dipasarkan di Pendidikan Nasional (Diknas).

    Selain menuai banyak pujian, H. Zu-lkifl i L. Muchdi S.H. selaku penulis novel Asmara di Atas Haram juga mendapat beberapa kritik dari para pembahas. Satu diantaranya mengenai beberapa tulisan arab di beberapa halaman buku tersebut yang tidak memiliki terjema-han dalam bahasa Indonesia sehingga membuat para pembaca yang tidak bisa membaca tulisan arab akan kesulitan atau bahkan tidak mengerti makna dari tulisan tersebut.

    Di penghujung acara Bedah Buku di-adakan sesi tanya jawab antara peserta dan penulis novel Asmara di Atas Haram. Bagi setiap peserta yang mengajukan pertanyaan mendapatkan hadiah novel Asmara di Atas Haram oleh Dr. H. Aswandi. Hal ini tentunya langsung disambut den-gan antusias oleh semua peserta. (tim)

    adalah para guru mampu menciptakan in-formasi di internet.

    Mind set para guru sudah harus beru-bah. Dari pencari informasi menjadi pro-dusen informasi. Oleh karena itu, gerakan guru menulis sangat tepat agar para guru mampu mengikat ilmunya dan mem-bagikannya kepada khalayak ramai. Du-nia pendidikan kita memerlukan konten-konten edukasi agar peserta didik tak terlalu asyik bermain games.

    Di hari guru yang berbahagia ini, mari kita tingkatkan kualitas diri. Terus belajar sepanjang hayat, dan memperbaiki cara-cara lama dalam pembelajaran dari guru konvensional menuju guru profesional. Guru profesional adalah guru yang mampu memahami tugas dan fungsinya sebagai guru. Guru harus mampu mendidik, mer-encanakan pembelajaran yang kreatif, me-nilai peserta didiknya dengan cermat, dan mengenal potensi unik peserta didik.

    Selamat hari guru untuk seluruh guru-guru dan calon guru di Indonesia! Jadilah guru yang mampu menyinari dunia den-gan cahaya hatinya. Guru yang senantiasa memperbaiki diri dan melayani peserta didiknya dengan keikhlasan hati. Kasih sayang, rasa empati, dan rasa mencintai harus ada dalam dunia pendidikan kita. Peserta didik harus merasakan bahwa se-kolah itu menyenangkan dan dapat men-jadi rumah kedua bagi mereka. (int)

    SABTU (15/9). Kursus Orientasi Gerakan Pramuka bagi mahasiswa/i baru S1 ang-katan 2012/2013 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura resmi dimulai ditandai dengan upacara pembukaan di halaman rektorat UNTAN. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, yakni mulai tanggal 15 s/d 16 September 2012.

    Kursus Orientasi Sedang (KOS) Pramu-ka ini diadakan di kampus utama FKIP dan pesertanya adalah mahasiswa/i reguler A angkatan 2012 yang berjumlah 1060 orang. Mereka semua mengenakan serag-am khusus dan ID card yang menandakan identitas mereka sebagai peserta.

    Dasar terlaksananya Kursus Orientasi Sedang (KOS) ini adalah UU No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Keputu-san Rektor dan Kwartir Daerah. Ini juga merupakan program kerja Kwartir Dae-rah Kalimantan Barat 2012. Kegiatan ini juga berdasarkan Surat Keputusan Dekan No.996/UN.22.6/KM/2012 sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART).

    Drs. Parijo M.Si selaku ketua dari keg-iatan ini mengatakan ; KOS (Kursus Ori-entasi Sedang) Pramuka ini akan dilaku-kan dalam berbagai bentuk yaitu teori, ceramah dan tanya jawab. Kurikulumnya pun akan mengacu pada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

    Diharapkan setelah mengikuti keg-iatan kepramukaan seperti ini, para mahasiswa/i semakin memahami dan mengimplementasikan pola pendidikan yang berfokus pada karakter dan nilai-nilai. Karena dalam pramuka tertanam cinta kasih, nilai-nilai, penghargaan serta penghormatan. (tim)

    Agenda Tahunan Wajib Bagi Maba

    Kursus Orientasi Gerakan Pramuka :

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 5

    GEBRAKAN BARU LDSI At-TarbawiLDSI At-Tarbawi?? selalu dihati, selalu dinanti

    MUNGKIN jargon ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Ya, inilah jargon dari LDSI At-Tarbawi, jargon yang menambah rasa cinta dan rasa memiliki dari seluruh pengurus dan semua orang yang pernah berhubun-gan dengan LDF yang satu ini. Memang sedikit narsis, tapi inilah uniknya. Sesuatu yang unik akan mudah di ingat daripa-da sesuatu yang biasa-biasa saja, betul nggak?

    LDSI At-Tarbawi ini punya agenda yang rutin dilakukan setiap periode kepengurusan, apa itu? Itu adalah Basic Islamic Training (BIT). Basic Islamic Train-ing ialah training atau pelatihan menge-nai dasar-dasar keislaman yang dikaitkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan disesuaikan dengan suhu yang ada di fakultas. BIT ini ada dua tahapan yaitu BIT 1 dan BIT 2.

    Bedanya apa?? Kalau BIT 1 ini untuk dasar-dasarnya, BIT 2 ini untuk yang de-tailnya, bingung?? Mampir aja ke secre-tariat Tarbawi, tanya deh puas-puas

    BIT 1 ini baru saja selesai dilaksana-kan pada tanggal 30 september 2012 lalu. Ada sesuatu yang beda di BIT 1 kali ini. Apa? Bedanya ialah BIT 1 ini pelaksan-aannya dikolaborasikan dengan LDF lain, yaitu LDF FKMI Ulul Albab (Fakultas Per-tanian). Saat akan melakukan kolaborasi, awalnya terjadi pro kontra dari penasehat Tarbawi. Sebab, sebelumnya BIT 1 juga pernah di kolaborasika dengan LDF yang sama dan kenyataannya sangat menye-dihkan. Peserta yang hadir sangat minim dan pelaksanaannya tidak sesuai rencana.

    Tapi, walaupun terjadi pro dan kon-tra, BIT 1 tanggal 30 September 2012 lalu tetap dikolaborasikan, dan hasilnya?? LUAR BIASA!!!

    Peserta BIT kolaborasi ini (LDSI At-Tar-bawi & FKMI Ulul Albab) hampir menca-pai 150 peserta! Sungguh diluar dugaan. Ini merupakan hal yang baru karena bi-asanya agenda-agenda yang bernuansa islami seperti ini sangat jarang diminati oleh mahasiswa, tapi kali ini berbeda. Untuk FKIP sendiri, peserta yag mendaf-tar sebenarnya lebih dari 200 orang, tapi karena ada agenda wajib yang dilaksana-kan oleh Fakultas untuk mahasiswa yang mendapat beasiswa, terjadi penyusutan peserta. Tapi, hal ini tidak menyurutkan semangat, walau banyak peserta yang

    mangat teman-teman yang ingin terus belajar!!

    Satu hal yang dapat dipetik dari agen-da BIT tanggal 30 september lalu, yaitu kegagalan dimasa lalu, jangan dijadikan penghalang untuk meraih sukses dimasa depan.

    Sesuai dengan tema BIT 1 Mencip-takan Generasi Muslim yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah serta Memiliki Ghi-rah Fastabiqul Khairat Menuju MUSLIM PEMBELAJAR

    Semangat teman-teman! semangat generasi muda! semangat mahasiswa!! Lihat kedepan, jangan terpuruk dengan kesalahan masa lalu sehingga ragu untuk melangkah.

    Saat satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka. Jadi, jangan terlalu lama menatap dan meratapi pintu yang telah tertutup itu sehingga anda lupa bahwa ADA pintu lain yang terbuka. Bersiaplah generasi pendidik masa depan! Terus siapkan dirimu untuk menjadi pen-didik yang LUAR BIASA, bukan hanya mahir dalam bidang yang sekarang anda tekuni, tapi juga mahir dan hebat serta in-gin terus belajar dalam memperkuat jiwa dengan spiritual. Sebab, pada jiwa yang berubah, terletak perubahan yang nis-caya bagi dunia dan kehidupan. Karenan-ya, HIDUPKANLAH JIWAMU sebelum eng-kau terjun ke dunia yang sesungguhnya!!SALAM MAHASISWA! SALAM MUSLIM PEMBELAJAR!! ALLAHU AKBAR!!

    PSDM LDSI At-Tarbawi Ingin ikut BIT 1 tahap 2? Hub.i 085750464313

    berhalangan hadir, agenda yang diren-canakan Alhamdulillah terlaksana sesuai dengan yang di inginkan. Peserta BIT juga terlihat aktif mengikuti agenda ini. Semo-ga saja ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi rabbani di kam-pus oren ini. Kampus yang bukan hanya mencetak mahasiswa intelek yang akan melahirkan pendidik masa depan, tapi juga mencetak generasi-generasi baru yang memiliki gairah untuk terus belajar, kapanpun dan dimanapun serta dapan mengimplementasikan dan menularkan semangat mereka kepada teman-teman dan anak didik kita nanti, aamiin.

    Suatu kebahagiaan tersendiri melihat semangat semua peserta BIT yang terdiri dari 3 angkatan berbeda yakni angkatan 2010, 2011, dan 2012. Salut dengan se-

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 20126

    Peluncuran Majalah Sastra dan Budaya Borneo (MASBRO)SABTU (15/9). Bersamaan dengan diadakannya kegiatan Be-dah Buku Asmara di Atas Haram yang bertempat di Hala-man Parkir Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat, pada hari tersebut juga diadakan launching Majalah Sastra dan Budaya Borneo yang disingkat MASBRO. Setelah berbincang sebentar dengan Pimpinan Redaksi yakni Sabirin yang mer-upakan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi UNTAN dan Sekre-taris Redaksi yakni Ria Tri Wahyuni yang merupakan maha-siswi dari FKIP UNTAN tepatnya prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, maka diketahui bahwa MASBRO ini didiri-kan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis teru-tama di kalangan generasi muda baik di tingkat Perguruan Tinggi, SMA, SMP, bahkan SD sekalipun. Ini dikarenakan ber-dasarkan pengamatan selama ini terlihat bahwa minat baca khususnya di kalangan masyarakat kota Pontianak masih sangat rendah. Untuk itulah diharapkan dengan hadirnya majalah MASBRO ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat kota Pontianak untuk menyampaikan pemikiran maupun aspiras-inya melalui tulisan-tulisan terutama bagi generasi muda yang merupakan generasi pembawa perubahan bangsa kedepan-

    nya.Majalah MASBRO ini terbit setiap satu bulan sekali. Akan

    tetapi Ria Tri Wahyuni mengatakan, Kita akan lihat dulu an-imo dari masyarakat. Apabila animo dari masyarakat cukup tinggi, maka majalah MASBRO kemungkinan akan diterbit-kan dua minggu sekali.

    Harga jual dari majalah MASBRO juga dapat dikatakan relatif terjangkau untuk ukuran kantong mahasiswa mau-pun pelajar yakni Rp. 15.000 per eksemplar. Dalam majalah ini kita dapat membaca karya-karya sastra dari kisah nyata, ulasan budaya serta beragam topik menarik lainnya. Selain menyuguhkan bacaan menarik bagi para pembaca majalah MASBRO juga mengajak kita untuk dapat berpartisipasi dan mulai berperan aktif dalam kegiatan menulis. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengirimkan tulisan-tulisan hasil karya kita ke majalah MASBRO.

    Berikut Tim BULPEN berikan alamat email Majalah MAS-BRO untuk teman-teman yang tertarik untuk mengirimkan tulisan maupun karya sastranya: [email protected] (tim)

    MINGGU. (4/11) Bertempat di Kampus 2 FKIP Untan Jl. Kharyabakti, diadakanlah sebuah kegiatan bernama PGSD SEHAT yang merupakan program kerja dari Divi-si Olahrga HIMA PGSD yang diketuai oleh Rudianto.

    Kegiatan PGSD SEHAT ini dinilai meri-ah dan sukses oleh beberapa kalangan dosen dan mahasiswa/i PGSD. Jumlah peserta yang berpartisipasi cukup ramai, meskipun sempat terjadi penundaan waktu senam yang sebenarnya diagenda-kan pada pukul 07.00 menjadi 07.45 WIB.

    Kegiatan inti dari PGSD sehat ini ada-lah senam bersama seluruh mahasiswa/i PGSD dan dipimpin oleh instruktur senam yang handal. Hal yang sangat ditunggu-tunggu dari kegiatan ini adalah adanya doorprize bagi para peserta. Selain itu, pada akhir kegiatan ini, dengan secara resmi dibukalah event PGSD Basket Com-petition (PBC) yang akan berlangsung pada bulan November 2012 hingga be-berapa minggu kedepan. PBC ini diikuti oleh tim basket putra dan putri PGSD yang mewakili kelasnya masing-masing. Diharapkan kedepannya kegiatan ini akan lebih meriah lagi. (mnwr)

    PGSD SEHAT & OPENING PGSD BASKETBALL COMPETITION (PBC)

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 7

    REKTOR LEPAS PESERTA PROGRAM SM-3T FKIP UNTANJUMAT (12/10). Rektor Universitas Tanjun-gpura, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA secara resmi melepas peserta program SM-3T dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), bertempat di Gedung Rektorat Untan Lt. III. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FKIP, Pembantu Dekan I FKIP, Ketua Jurusan di lingkungan FKIP, koordinator dan pengurus SM-3T Untan serta peserta SM-3T yang meru-pakan sarjana pendidikan lulusan Untan yang berjumlah 32 orang. Peserta SM-3T ini diberangkatkan pada hari Sabtu (13/10) ke berbagai daerah tujuan antara lain NTT dan Kepulauan Sangihe Talaud, Sulawesi.

    Program SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah 3T, Terdepan, Terluar, Terting-gal) adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. Program ini diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) KEMDIKBUD RI yang bertujuan untuk membantu daerah 3T dalam men-gatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik, memberikan pengalaman pengabdian kepada sarjana pendidikan sehingga terbentuk sikap pro-fesional, cinta tanah air, bela negara, peduli,

    empati, terampil memecahkan masalah kependidikan, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dalam mengem-bangkan pendidikan pada daerah-daerah tergolong 3T.

    Rektor Untan berpesan kepada para peserta agar menyiapkan diri supaya siap dan mampu beradaptasi den-gan lingkungan baru yang tentunya akan berbeda budaya, adat istiadat serta kondisi alamnya. Lokasi bertugas tersebut nantinya akan menjadi tempat untuk mengaktualisasikan diri, belajar bagaimana bisa mengabdikan diri ke-pada masyarakat dan tentunya menjadi berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Peserta SM-3T Untan hendaknya melaku-kan yang terbaik dalam menjalankan tu-gas dan berupaya meninggalkan sesuatu yang terbaik, sehingga masyarakat setempat senang dan terkesan tentang hal-hal yang baik. Program SM-3T ini akan menjadi media belajar mengabdi, menumbuhkan rasa empati, rasa bersau-dara dalam satu negara dan satu bangsa. Sebagai penutup, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA mengucapkan Selamat Berjuang, Selamat Bertugas, Harumkan Nama Untan, Nama Kalimantan Barat dan Nama Indonesia! (tim)

    Selamat Ber-juang, Sela-

    mat Bertugas, Harumkan

    Nama Untan, Nama Kaliman-

    tan Barat dan Nama Indone-

    sia!

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 20128

    WHAT happen with our education? Is our education well enough or bad enough if we compere with other country?

    If you have ever heard about the news last year about our interna-tional education rank, you would be surprised. As quoted form Education for All (EFA) Global Monitoring Report 2011 which is published by UNESCO and launched in New York, our in-ternational education rank is at 69th place from 129 surveyed countries all over the world. This rank is lower than in 2010.

    It opens a question, what hap-pen with our education? Indonesia is a great country with many talented young generations. It was undoubted again that there are so many Indone-sian students who win the internation-al education Olympiads such as math-ematics, chemical, physics and other. But why our international education rank is still low. So what happen with

    our education?Our government had made some

    policies which relate to the improve-ment of our educational standard by improving the national examination (UN) standard which rise year by year. Our government also made an eff ort to improve our educational standard by improving the teachers quality with a programme which well known as Cer-tifi cation. But why our education rank never change. So what happen with our with education?

    Our education rank actually de-pends on one thing, only one thing. Our education rank depends on us. Good or bad the education of the countries depend on their students. If we want to change our bad education-al paradigm, lets begin with change our perspective with the terms of edu-cation itself by keep trying, keep study-ing, keep innovating, keep inventing for sake of our education. (int)

    WHAT HAPPENWITH OUR EDUCATION?

    OSN PERTAMINA 2012 :MAHASISWA FKIPPEROLEH 3 JUARA

    SELASA (25/9). Bertempat di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak, Per-tamina bekerja sama dengan Universitas Indonesia sebagai partner pusat kembali menggelar OSN Pertamina seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan yang bertema Mencetak Generasi Sehat Bumi Berprestasi ini dibuka langsung oleh Rek-tor UNTAN, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA yang dihadiri pula oleh perwakilan dari Pertamina, perwakilan dari Universitas Indonesia, perwakilan pejabat universi-tas peserta seleksi OSN Pertamina dan pejabat di lingkungan UNTAN.

    Seleksi OSN Pertamina 2012 zona Kali-mantan Barat diikuti oleh 598 orang yang terdiri atas peserta bidang Matematika (118 orang), bidang Fisika (187 orang), bidang Kimia (115 orang) serta bidang Biologi (178 orang). Hasil dari seleksi ini akan dipilih 9 orang peserta terbaik dari tiap bidang untuk mengikuti seleksi se-lanjutnya, dan akan dipilih 1 orang ter-baik dari tiap bidang untuk mewakili Kalimantan Barat pada OSN Pertamina 2012 tingkat Nasional. Selain itu ada pula kompetisi poster, dimana peserta dengan poster terbaik akan mengikuti Sains Pro-ject tingkat nasional.

    Kebanggaan tersendiri bagi FKIP ka-rena pada OSN kali ini 3 pemenang mer-upakan mahasiswa FKIP yang berhasil menunjukkan prestasi mereka. Untuk bidang Biologi, diraih oleh Muhammad Yahya (Pend. Biologi Reguler B 2011) mendapat juara 2. Untuk bidang Fisika, diraih oleh Alvionita Silvianty (Pend. Fisika 2011) dengan predikat juara 1. Dan untuk bidang Matematika, diraih oleh Febrian Fitrida (Pend. Matematika 2010) dengan gelar juara 1 juga.

    Diharapkan agar mahasiswa peserta OSN Pertamina khususnya mahasiswa UN-TAN dapat menjadi mahasiswa yang cerdas, bermoral, berwawasan serta beretika baik dan jujur. Sehingga dapat menjadi orang-orang yang mampu berkontribusi baik un-tuk Indonesia kedepannya. (tim)

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 9

    SENIN (15/10). Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Barat untuk per-tama kalinya mengadakan Pagelaran Seni Budaya dan Lomba Cerdas Cermat Ting-kat Mahasiswa Provinsi Kalimantan Barat. Acara yang berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura ini terlaksana dari pukul 09.00 WIB hingga selesai. Rangkaian perlombaan yang dilombakan yakni lomba yel-yel dan lomba cerdas cermat seputar NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif). Selain itu ada pula pagelaran seni budaya berupa tarian tradisional dan pam-eran foto-foto mengenai jenis-jenis narko-ba dan sejenisnya.

    Pada kegiatan ini, ada 10 tim yang ter-daftar dari berbagai macam Fakultas dan Peguruan Tinggi di Kalimantan Barat. FKIP sendiri mengirim 2 tim unggulannya, yak-ni tim FKIP 1 yang diwakili oleh Kemen-terian Pendidikan (BEM) dan FKIP 2 dari prodi Pendidikan Kimia (HIMDIKA). Se-dangkan tim lainnya yaitu tim dari F-MIPA

    (2 tim), Fakultas Pertanian, FISIP, Fakultas Hukum, FKIK dan STAIN Pontianak (2 tim). Namun pada hari berlangsungnya lomba, 1 tim dari F-MIPA dan 2 tim dari STAIN Pontianak mengundurkan diri tanpa ala-san yang jelas.

    Ketua panitia LCC NAPZA, Isnawaty, S.Sos M.Si mengatakan ; Dengan mer-ebaknya kasus penyalahgunaan narkoba yang mengancam diri sendiri, keluarga

    dan masyarakat maka kegiatan LCC ini adalah salah satu cara guna berbagi in-formasi mengenai bahayanya narkoba dan sejenisnya. Sasaran usaha pencega-han dan pemberantasan narkoba adalah sasaran primer (belum menggunakan narkoba), sasaran sekunder (telah men-coba-coba menggunakan narkoba) dan sasaran tersier (para pemakai atau pecan-du narkoba). Oleh karena itu, kami meng-himbau seluruh komponen masyarakat terutama para mahasiswa untuk bersa-ma-sama bangkit melawan narkoba.

    Di penghujung acara, di umumkanlah para pemenang dari lomba yel-yel dan lomba cerdas cermat tahun 2012. Untuk pemenang LCC NAPZA : juara 1 diraih oleh F-MIPA, juara 2 diraih oleh FKIP 1 (Ke-mendik) dan juara 3 diraih oleh Fakultas Hukum. Dan untuk lomba yel-yel : juara 1 diraih oleh FKIP 1 (Kemendik), juara 2 diraih oleh FKIP 2 (HIMDIKA) dan juara 3 diraih oleh Fakultas Pertanian. Hadiah yang diberikan berupa uang tunai dan souvenir lainnya. (tim)

    MINGGU (30/10). Bertempat di Rumah Adat Melayu Jl. Sutan Syah-rir pada pukul 19.00 WIB berlangsung acara Pemilihan Bujang Dare Pontianak 2012. Acara yang dibuka langsung oleh Walikota Pontianak H. Sutarmiji, S.H, M.Hum tersebut diikuti oleh 19 pasang fi nalis yang terdiri dari 38 muda-mudi yang telah lolos seleksi yang dilakukan oleh tim dewan juri.

    Bujang Dare Pontianak merupakan sebutan untuk Duta Pa-riwisata kota Pontianak yang terdiri dari sepasang muda-mudi (Bujang untuk pemuda dan Dare untuk pemudi) yang terpilih dalam kegiatan Pemilihan Bujang Dare yang rutin dilaksana-kan oleh pihak pemerintah kota Pontianak setiap tahunnya. Para fi nalis terpilih dari berbagai macam kalngan dan pendidi-kan. Ada yang masih pelajar SMA, mahasiswa hingga karyawan swasta.

    Di malam fi nal, para fi nalis diminta untuk memperkenalkan

    diri mereka dalam bahasa melayu, dan kemudian menjawab soal dari nomor undian yang telah dicabut untuk menguji ke-mampuan mereka di bidang ilmu pengetahuan umum dan wa-wasan pariwisata di Pontianak.

    Di akhir acara, diumumkanlah pemenang dari Bujang Dare Pontianak 2012. Selain itu, ada pula pemenang untuk kategori Bujang Dare Berbudaya 2012 yang di anugerahkan kepada 2 fi nalis yang merupakan mahasiswa dari FKIP UNTAN yakni Mu-hamad Asyura (Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia 2010) dan Ade Yanti (Pend. Biologi 2010).

    Diharapkan dengan terpilihnya Bujang Dare yang berwa-wasan dan berketerampilan dalam komunikasi ini dapat mem-bantu pemerintah kota Pontianak dalam mempromosikan ob-jek wisata yang terdapat di kota Pontianak di tingkat regional, nasional bahkan internasional. (tim)

    MAHASISWA FKIP TERPILIH MENJADI BUJANG DARE BERBUDAYA 2012

    Lomba Cerdas Cermat (LCC) NAPZA Tingkat Mahasiswa Provinsi Kalimantan BaratFKIP Ukir Prestasi

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 201210

    SABTU (29/9). Diadakan Diskusi Pendi-dikan (Dispen) perdana oleh Kementerian Pendidikan dengan tema Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa melalui Jurnal Ilmiah. Kegiatan ini ber-langsung di Aula FKIP UNTAN dengan pemateri Leo Sutrisno, Ph.D. Beliau me-maparkan materi diskusi dengan sangat menarik yang dapat dilihat dari keantu-siasan peserta selama kegiatan diskusi berlangsung.

    Menurut beliau dengan diberlakukan-nya wajib jurnal ilmiah di kalangan maha-siswa ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa. Selain itu adapun tujuan lain yang diharapkan dengan wajib pembuatan dan publikasi jurnal ilmiah ini di kalangan mahasiswa adalah untuk menekan tingkat plagiasi di kalangan mahasiswa sendiri sehingga diharapkan kedepannya dengan penera-pan jurnal ilmiah ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan mencetak lulusan yang berkualitas dan anti plagiat. Hal ini mengingat sela-

    Rabu (5/9). Sebanyak seribu lebih ma-hasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjun-gpura (FKIP Untan) meneriakkan yel-yel anti korupsi saat launching Zona Integri-tas Kampus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Auditorium Untan, Pon-tianak. FKIP Untan menjadi fakultas per-tama dari tujuh fakultas lainnya yang ada di Indonesia, yang dipilih oleh KPK untuk menerapkan program Zona Integritas Kampus menuju Indonesia berprestasi, bersih dan anti korupsi. Dalam Launch-ing tersebut hadir tiga orang perwakilan dari KPK, Rektor Untan, Dekan FKIP Untan serta jajaran birokrat lainnya.

    FKIP dipilih, karena fakultas ini nantin-ya akan menghasilkan para guru dan tenaga didik yang diharapkan dapat memberikan pendidikan anti korupsi se-jak tingkat PAUD hingga ke jenjang pen-didikan tinggi. Dengan adanya Launch-ing FKIP Untan Zona Integritas Kampus tersebut diharapkan mahasiswa serta seluruh yang ada di Kampus mampu dan berani berbuat kejujuran dan mampu un-tuk tidak melakukan korupsi. Terobosan

    FKIP UNTAN ZONA INTEGRITAS KAMPUS

    yang akan dilakukan FKIP Untan apabila ada mahasiswa dalam menempuh pen-didikan dengan tidak jujur maka Ijazahn-ya akan dicabut.

    Dekan FKIP Untan, Dr. Aswandi men-yatakan sangat merespon dengan Zona Integritas Kampus di fakultas yang dip-

    impinnya itu. Untuk memperbaiki men-tal korup itu memang dari pendidikan, katanya. Dr. Aswandi juga sepakat untuk memerangi perilaku korupsi dengan me-narik kembali ijazah seorang lulusan yang terbukti melakukan tindak korupsi dike-mudian hari. (tim)

    DISPEN PERDANA!ma ini yang kerap terjadi di lapangan ada-lah masih banyak ditemukan mahasiswa bahkan dosen yang melakukan tindakan plagiat dalam menulis karya ilmiah.

    Di akhir kegiatan diskusi terpilih penerima Dispen Award untuk empat kategori yaitu Pendaftar Pertama via SMS

    atas nama Yenny Rahayu (Pendidikan Kimia 2010), Registrasi Pertama atas nama Frederick Sagala (Pendidikan So-siologi 2012), Peserta Teraktif atas nama Rabeka (Pendidikan Biologi 2012), dan HIMA/UKM Terbaik yang diraih oleh HIM-BIO. (tim)

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 11

    BEM FKIP SEHATI KUNJUNGI PONTIANAK POST

    KEMENLU (2/11). Lagi Kementrian Luar Negri BEM FKIP SEHATI sukses menjalankan salah satu program kerja mereka yakni mengadakan kunjungan sekaligus silahturahmi ke Pontianak Post. Bertempat di lantai 5 Graha Pena Pontianak Post, rombongan tim FKIP disambut langsung oleh Pem-impin Redaksi Pontianak Post bapak B. Salman dan redaktur pelaksana bapak Khairul Rahman.

    Rombongan tim FKIP diajak untuk menggelar diskusi terbuka di meja bundar ruang redaksi Pon-tianak Post. Presiden mahasiswa FKIP, Fithra Rama-dian pun mengenalkan satu persatu pengurus BEM yang hadir pada sore itu. Selanjutnya bapak B. Salman pun mulai melanjutkan ceritanya seputar masa kuliah hingga sekarang beliau menjabat sebagai wartawan dan pemimpin redaksi. Obrolan semakin seru, karena ternyata beliau merupakan salah satu alumni dari FKIP lulusan Prodi Matema-tika.

    B. Salman mengatakan, Saat ini, media khu-susnya surat kabar tengah dihadapkan pada ujian dalam keberlangsungannya. Ujian tersebut adalah kemajuan teknologi. Generasi muda lebih banyak mencari informasi melalui televisi dan internet. Itu memang ancaman, namun sampai sekarang koran masih bertahan karena tetap ada pasarnya. Saya tahu mahasiswa jarang baca koran, baru akan membeli koran ketika semester akhir atau baru lulus karena mau mencari pekerjaan.

    Maksud dari kunjungan ini salah satunya antara lain adalah guna membangun komunikasi antara BEM FKIP dengan Pontianak Post agar dapat berper-an dalam upaya mempublikasikan kegiatan-kegiatan dari BEM FKIP. Pontianak Post turut antusias dengan rencana untuk mempublikasikan kegiatan maha-siswa tersebut, seperti berupa prestasi mahasiswa di tingkat nasional bahkan internasional. (tim)

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 201212

    MINGGU (16/09). PSDMO mengadakan kegiatan sosialisasi si-labus pengaderan untuk semua Himpunan mahasiswa (Hima) di FKIP Untan dengan tujuan membentuk karakter mahasiswa FKIP yang satu. Kegiatan yang dilaksanakan di sekretariat ber-sama ini dihadiri oleh ketua dan kepala bidang PSDM semua himpunan dan dipimpin oleh staf ahli PSDMO BEM FKIP Untan.

    Dalam silabus pengaderan ini tercantum Standar Kom-petensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang menjadi acuan penyusunan kegiatan pengaderan. Menteri PSDMO, Ananda Mentari Cemerlang, pada kesempatan terpisah menyatakan bahwa SK dan KD yang tercantum dalam silabus pengaderan tahun ini masih sama dengan yang tercantum di dalam sila-bus pengaderan tahun lalu. Hal ini disebabkan untuk men-gevaluasi sebuah SK atau KD perlu dilakukan dalam periode yang cukup panjang, sehingga SK dan KD tahun lalu masih digunakan.

    Tercatat 15 Hima yang terdaftar dalam Keluarga Besar Ma-hasiswa (KBM) FKIP Untan. Setiap Hima melakukan pengaderan sebagai proses sistematik untuk membentuk kader yang akan menjadi generasi penerus yang memiliki kriteria sesuai dengan karakter Hima. Hasil pengaderan Hima tersebut adalah kader ce-takan dengan ciri khas jurusan atau disiplin ilmu yang ditempuh. Pada kegiatan sosialisasi ini juga disampaikan himbauan dari Pudek III FKIP Untan kepada Hima-hima untuk tidak melakukan kegiatan pengaderan selain hari Sabtu, dan untuk Hima-hima, khususnya yang berada di kampus satu harus saling berkoor-

    dinasi ketika pelaksanaan pengaderan terkait peminjaman ru-angan, karena ruangan-ruangan yang dapat dipinjam saat ini terbatas. Beliau menyarankan agar kegiatan pengaderan yang dilaksanakan di kampus dilakukan 2 minggu sekali. Kebijakan-kebijakan ini agaknya merantai mahasiswa dalam menjalankan proses kaderisasi, karena faktanya masih saja terdapat kegiatan perkuliahan pada hari Sabtu yang notabene merupakan waktu kegiatan mahasiswa, dan tentu saja hal ini cukup mengganggu jadwal kegiatan. Selain itu, jumlah mahasiswa baru calon kader pada angkatan 2012 ini meningkat 3 kali lipat dari tahun sebe-lumnya, sementara fasilitas ruangan yang dapat dipinjam tidak cukup untuk menampung seluruh peserta beserta panitia. Kak Nanda, begitu ia sering disapa, menambahkan bahwa PSDMO akan melakukan pendekatan personal dengan birokrat kampus untuk membicarakan kebijakan ini agar diperoleh kesepaha-man antara mahasiswa dan birokrat dalam hal kegiatan maha-siswa.

    Pengaderan sejatinya adalah awal regenerasi sebuah organ-isasi. Dari sinilah akan lahir calon-calon pemimpin baru yang kelak akan meneruskan sepak terjang pengabdian mahasiswa, calon-calon pemimpin yang kelak juga akan memimpin bangsa. Sudah selayaknya calon-calon ini disiapkan dengan sebaiknya-baiknya bekal untuk menuju masa dimana ia akan memimpin. Calon-calon pemimpin yang memiliki akhlak dan tabiat terpuji, bersemangat dan pantang menyerah, serta tahu bagaimana ca-ranya memimpin dan dipimpin.(th)

    Sosialisasi Silabus Pengaderan

    SABTU (8/9). Agenda Halal Bihalal Kelu-arga Besar FKIP Untan yang merupakan agenda Kemendagri berlangsung den-gan suasana yang baru, di ruang Aula FKIP Untan yang baru saja mengalami renovasi. Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Aswandi (Dekan FKIP Untan), Dr. Mar-tono, M.Pd (Pudek I FKIP Untan), dan Drs. Achmadi, M.Si (Pudek III FKIP Untan), serta Presiden dan Wakil Presiden Maha-siswa, jajaran pengurus BEM, DPM, per-wakilan HIMA dan UKM FKIP Untan. Acara tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Imran Ramadhan.

    Dalam sambutannya, Presiden Maha-siswa, Fithra Ramadian menyatakan bahwa pelaksanaan agenda halal bihalal yang agak terlambat ini tidak akan mengurangi nilai dan esensi kegiatan, yaitu menjadi sarana perekat silaturahim antara pejabat birokrat kampus dengan mahasiswa FKIP untuk saling maaf-memaafkan .

    Dekan FKIP Untan menambahkan, agenda halal bihalal ini juga dilaksana-kan untuk memanfaatkan momentum bulan Syawal agar dapat saling maaf-memaafkan dan membersihkan hati. Be-liau sempat menyinggung pelaksanaan

    Bersihkan Hati, Maju Bersama FKIPHALAL BIHALAL KELUARGA BESAR FKIP UNTAN

    halal bihalal bernuansa politik yang kerap ditemuinya dalam beberapa kesempa-tan. Menurut beliau, politik telah merajai negeri ini, sehingga banyak aspek dalam bermasyarakat yang kini sudah berbau politik. Namun, terlepas dari unsur poli-tik tersebut, beliau menekankan bahwa tradisi halal bihalal ini penting, dengan mengutip pernyataan Quraish Shihab, yaitu dalam Al-Quran manusia lebih ban-yak diperintahkan untuk memberi maaf daripada meminta maaf, karena memberi maaf jauh lebih sulit dibandingkan mem-inta maaf. Di akhir sambutannya, beliau

    berpesan agar kegiatan halal bihalal tidak hanya sekedar menjadi seremoni belaka, namun diharapkan setelah memperbaiki silaturahim dan maaf-memaafkan, FKIP dapat bersama-sama berkomitmen untuk maju dan berkembang.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Sam-suri. Lalu salam-salaman dan ramah-tamah antar peserta yang mengahadiri agenda tersebut, dan dilanjutkan dengan makan bersama yang diselingi oleh hiburan, yaitu penampilan akustik yang apik dari ESA dan nasyid yang menarik dari BKMI.(th)

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 13

    percaya akan kemampuan sendiri maka yang berikutnya ialah siap action.Yup, berbuat berani untuk melakukan aksi-ak-si perubahan. Merubah diri sendiri den-gan mencari ilmu dan selalu memper-baiki diri. Berani mencoba untuk sebuah kemenangan tanpa takut gagal. Ingatlah bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Thomas Alfa Edison ber-hasil menemukan bola lampu pada per-cobaan ke 14.000, berarti dia telah gagal dalam 13.999 percobaan, tapi dia tidak menyerah. Berani mencoba, bagaimana mungkin akan menang lomba lari jika mencoba mendaftar lomba saja tidak be-rani. Berani memulai. Memulai adalah hal yang sulit kata sebagian orang, setelah itu akan berjalan lancar. Maka kita harus be-rani memulai, walaupun sulit coba dulu. Mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang, dan mulai dari diri sendiri.

    Berani beraksi adalah wujud konsisten kita pada apa yang kita yakini dan kita im-pikan. Kita memimpikan Indonesia men-jadi lebih baik maka berani beraksi untuk perbaikan tersebut sesuai dengan kreativi-tas kita adalah hal yang hebat. Dari yang ke-cil tidak masalah. Yang penting kita berani. Tatap dunia, hadapi, jangan bersembunyi, jangan hanya bicara tapi berbuat. Kita tun-jukan bahwa kita pemuda, kita tidak diam tapi bergerak menuju perbaikan yang lebih

    baik. Bahwa kita tidak duduk, tapi kita berjuang. Talk less to do more!

    Sahabat-sahabat kita adalah pemuda, masa depan negeri

    ada ditangan kita, Peruba-han ada di tangan kita. Mari

    kita mencari ilmu, mem-bina diri, membina fi sik

    agar sehat dan kuat agar kita bisa men-

    gelo- la dan merubah masa depan. Jadilah

    p e - muda modern yang pe-nuh krea-

    tivitas. v

    Pemuda Indonesia Seutuhnya Pahlawan Masa Depan Bangsa

    Oleh: Damai Yanti (Menteri Pendidikan BEM FKIP Untan)

    Bangun pemudi pemuda IndonesiaTangan bajumu singsingkan untuk NegaraMasa yang akan datang kewajibanmu lah

    Menjadi tanggunganmu terhadap nusaMenjadi tanggunganmu terhadap nusa

    Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlasTak usah banyak bicara terus kerja keras

    Hati teguh dan lurus pikir tetap jernihBertingkah laku halus hai putra negri

    Bertingkah laku halus hai putra negriv

    ITULAH lirik laguBangun Pemudi Pe-muda yang dengan apik liriknya ditulis oleh A. Simanjuntak. Lagu wajib na-sional yang sering terdengar pada saat upacara bendera. Terus? Apakah itu saja peran dari lagu tersebut? Tidak, lagu ini memiliki makna menantang sekaligus mengingatkan kepada para pemudi pe-muda Indonesia sebagai generasi bangsa yang nantinya akan memajukan bangsa. Sekali lagi yang disebut adalah Pemudi-Pemuda Indonesia. Mengapa harus pe-muda?

    Pemuda adalah suatu umur yang me-miliki kehebatan sendiri, ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika ma-tahari bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fi sik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang tua. Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa, bisa dikatakan seperti di-namit atau TNT bila diledakan. Sangat luar biasa!

    Sejarah juga telah membuktikan bah-wa pemuda berperan penting dalam ke-merdekaan. Dimana saja, di negara mana saja, kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda. Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius mem-perjuangkan perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Mereka mempunyai per-an penting dalam perjuangan. Maka dari itu jika ingin Indonesia menjadi lebih baik maka perbaikan itu yang utama ada di tangan pemuda. Perbaikan itu akan tegak dari tangan pemuda dan dari pemuda karena pemuda mempunyai banyak po-tensi.

    Akan tetapi jika tidak dilakukan pem-binaan yang terjadi adalah sebaliknya. Potensinya tak tergali, semangatnya me-lemah atau yang lebih buruk lagi ia meng-gunakan potensinya untuk hal-hal yang tidak baik. Sekali lagi, pemuda adalah

    usia dan sosok yang hebat tapi tidak se-mua pemuda hebat . Pemuda yang hebat adalah pemuda yang berani bermimpi dan berniat dan pastinya action. Mana mungkin kita sebagai pemuda bisa maju jika bermimpi saja tidak berani. Impian adalah cita-cita maka beranilah bermi-mipi. Impian akan menimbulkan niat, niat akan menimbulkan sikap, sikap akan menimbulkan usaha untuk mewujudkan cita-cita. Dan impian juga akan menim-bulkan semangat, semangat ibarat api yang akan memicu ledakan potensi yang luar biasa. Maka marilah kita miliki im-pian, obsesi dan ambisi. Istilah kerennya poenya taste. Selain impian, niat juga me-miliki peranan penting. Segala sesuatu itu tergantung niat. Pemuda harus punya niat. Niat menumbuhkan kesungguhan dalam keseriusan dalam berpikir serta keteguhan bertindak dalam menghadapi penghalang.

    Selain itu, pemuda itu bisa men-gandalkan diri sendiri. Bukan men-inggikan hati karena pangkat atau jabatan yang diemban keluar-ganya. Pemuda yang hebat dan berjiwa besar adalah pemuda yang berkata, Inilah diri saya atau menjadi diriku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Jadilah pe-muda yang mandiri, dengan kemandirian itu ia terpacu un- t u k tidak menggantungkan diri pada siapa pun kecuali Tuhan, ia menjadi yang tang-guh, ia berusaha memacu dirinya men-jadi lebih baik dari hari ke hari sampai akhirnya ia bisa merubah lingkungannya. Ia menjadi pemuda yang percaya diri.

    Tak kalah pentingnya lagi, peran pe-muda sebagai pahlawan seutuhnya bagi Negara adalah memiliki karakter berani berbuat. Jika sudah punya mimpi dan

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 201214

    DJARUM Beasiswa Plus merupakan suatu program dari Djar-um Foundation Bakti Pendidikan. Universitas Tanjungpura merupakan satu diantara Perguruan Tinggi yang menerima Djarum Beasiswa Plus.

    Persyaratan umum untuk menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) tahun 2012/2013 ini antara lain sedang men-empuh Tingkat Pendidikan Strata 1 (S1) pada semester IV dari semua disiplin ilmu, IPK minimum 3,00 pada semester III, dapat memperta-hankan IPK minimum 3,00 hingga akhir semester IV, aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar kampus, serta tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

    Para Beswan Djarum mendapatkan dana beasiswa sebesar Rp 750.000 setiap bulan selama 1 tahun. Selain bantuan biaya pendidikan, Beswan Djarum juga mendapatkan pembekalan berbagai macamsoft skills,guna menyerasikan antara pencapaian akademik (hard skills) yang diperoleh di kampus dengan berbagai

    keterampilan agar dikemudian hari para Beswan Djarum menjadi manusia yang cakap intelegensi dan emosional.

    Pelatihan soft skills yang diberikan diantaranya National Building,Character Building,Leadership Development,Competi-tion Challenges, kreatifi tas serta beberapa kegiatan lain dalam bidang sosial, lingkungan, pendidikan, dan budaya. Untuk kegiatanCompetition Challengesdibagi menjadi tiga kegiatan kompetisi bagi sesama Beswan Djarum yaituDebate Competi-tion,Writing Competition, danBlog Competition.

    Dari hasil kelulusan dapat terlihat bahwa FKIP mendominasi dengan jumlah mahasiswa yang menjadi Beswan Djarum seban-yak lima orang. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi FKIP setelah beberapa tahun terakhir tidak ada mahasiswa FKIP yang berkesempatan menerima Djarum Beasiswa Plus. Ika Ulfa Harini (FKIP), Susti Wijayanti (FKIP), Erwin Agus Santoso (FKIP), Stevanie Wulandari (FKIP), dan Andri Maulidi (FKIP). (am)

    DJDDJARARRRRUM Beasiswa Pluuss merupapp kaan n suuatu prprprogogograam dari DDjajar-umum FFooooundation Bakti PePeendnddiddidiikkana . UnU ivverersisitataaas sss Tanjungppurura amemerurupppakan satu diantntarara a PePergrgurruau nn TiTingnggigi yyyaanng g memenen ririmama Djjarumum BBeaeasisiswswaa PlPlusus..

    Persyaratan umum untuk menjadi penerima Djarum Beasiswa

    keketeteraraaammmpilan agar didikekemudianan hari para Besswawaan n DjDjarumm mmenjaj diii mmamanunuusisisisia yang cakap intelegensi dan emosiiiononal.

    PPele atihan softft sskills yay ngg diberikan ddiantaranya National Buildingg,ChChararacacteter BuBuilildidingng,LeLeadaderershshipip DDevevelelopopmementnt,t CoCompmpeteti-i-tion Challenges, kreatifi tas serta beberapa kegiatan lain dalam

    FKIP MENDOMINASI DALAM FKIP MENDOMINASI DALAM DJARUM BEASISWA PLUSDJARUM BEASISWA PLUS

    SENIN (5/11). Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP Universitas Tanjun-gpura melalui Dirjen Sosial Masyarakat telah membuka Posko Peduli Kebakaran Belitang Sekadau di Sekretariat BEM FKIP Untan. Kegiatan penggalangan bantuan dana ini dibuka dari tanggal 8 hingga 11 November 2012. Adapun bantuan yang diterima berupa sebanyak 7 kotak pakaian (anak-anak dan dewasa) serta uang tunai sebesar Rp 1.300.000. Bantuan yang telah terkumpul tersebut diserahkan ke-pada Posko Utama Peduli Musibah Kebakaran Belitang di Kabupaten Sekadau yang terletak di Jalan Adisucipto pada hari Minggu tang-gal 11 November 2012. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Fithra Ramadian (Presma) kepada ketua pengurus penggalan-gan bantuan peduli kebakaran Belitang Sekadau. Turut serta dalam penyerahan bantuan ini Muhammad Hamidi (Wapresma), Rio Afi at (Staff Dirjen Sosmas), Anisyah Yuniarti (Staff Dirjen Sosmas), dan Fitri Mujalifah (Staff Kemenlu). Semoga bantuan yang diberikan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat korban kebakaran di Belitang Ka-bupaten Sekadau. (ay)

    FKIP Peduli Kebakaran Belitang Sekadau

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 15

    SETIAP bangunan, dimana pun di bumi ini hampir semua menyedia-kan fasilitas toilet untuk keperluan aktivitas biologis manusia. Toilet yang bersih, tidak bau dan disertai alat-alat ke-bersihan yang memadai tentunya meru-pakan harapan setiap orang. Namun, fak-tanya tidak semua toilet yang kita jumpai memenuhi kriteria tersebut, termasuk toi-let yang ada di kampus FKIP Untan.

    Melihat keadaan toilet FKIP Untan yang kurang baik, membuat kami dari tim Bulpen BEM FKIP Untan mencoba men-cari tahu pendapat dari mahasiswa FKIP Untan mengenai permasalahan yang menyangkut keadaan toilet di FKIP Un-tan saat ini. Kami mencoba membagikan kueisioner ke sejumlah mahasiswa FKIP Untan secara acak. Kuesioner itu memuat 3 pertanyaan sebagai berikut:

    1. Bagaimana keadaan toilet di kampus FKIP Untan? (skala 110)

    2. Apa permasalahan utama yang ada di toilet di kampus FKIP Untan? (pilih salah satu) a. Keadaan toilet yang kotor/ jorok

    dan baub. Kurangnya petugas kebersihanc. Kurangnya air dan sabun

    3. Menurut Anda bagaimanakah kepe-du lian mahasiswa FKIP Untan dalam menjaga kebersihan toilet di FKIP Un-tan? (pilih salah satu)

    a. Sangat peduli b. Cukup peduli c. Tidak peduli

    Setelah melalui sejumlah proses, kami pun mendapatkan hasil dari kuesioner yang telah dibagikan. Untuk pertanyaan pertama, rata-rata mahasiswa FKIP Untan memberi nilai 4 dari skala 10 untuk kead-aan toilet kampus FKIP Untan. Hal terse-but jelas menggambarkan keadaan toilet FKIP Untan yang dapat dikatakan kurang layak untuk digunakan. Apakah kita tidak malu dengan keadaan ini?

    Untuk pertanyaan kedua, 53,1% ma-hasiswa FKIP menganggap keadaan toilet

    SSO II CALON GURU KOK JOROK?s u a r a s a h a b a t o r a n g e

    yang kotor/ jorok dan bau merupakan permasalahan utama yang ada di toilet FKIP Untan, sisanya 18% dan 28,9% men-ganggap kurangnya petugas kebersihan dan kurangnya air dan sabun merupakan masalah utama yang ada di toilet kampus FKIP Untan. Hasil yang kami dapat pada pertanyaan kedua ini membuat kami be-ranggapan bahwa keadaan toilet yang kurang layak tersebut adalah sebagai besar dikarenakan oleh penggunanya sendiri, yaitu mahasiswa FKIP Untan yang kurang bijak dalam menggunakan toilet di kampus FKIP Untan.

    Untuk pertanyaan ketiga, mahasiswa FKIP menilai secara umum bahwa hanya 0,9% mahasiswa FKIP Untan yang sangat peduli (terhadap kebersihan dll) akan keadaan toilet FKIP Untan. Selebihnya, 31,5% menyatakan cukup peduli, dan 67,6% menganggap mahasiswa FKIP Un-tan tidak peduli terhadap keadaan toilet

    di kampus FKIP Untan. Hal ini semakin memperkuat anggapan kami bahwa faktor pengguna, yaitu mahasiswa FKIP Untan sendirilah yang merupakan faktor utama yang menyebabkan keadaan toilet FKIP Untan yang kurang baik sampai den-gan saat ini.

    Kesadaran akan kebersihan dan ling-kungan yang baik merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa FKIP Untan. Karena dengan kesadaran itulah yang dapat membuat kita dapat hidup di lingkungan yang baik sesuai dengan harapan. Untuk itu, dimulai dari diri sendiri marilah kita mencoba untuk menjaga ke-bersihan toilet dan secara umum seluruh fasilitas di kampus FKIP demi kenyamanan bersama. Selain itu, dari pihak kampus di-harapkan untuk menambah jumlah petu-gas kebersihan dan juga dapat menye-diakan air dan alat cuci yang cukup agar keadaan toilet semakin baik.

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 201216

    NADA-NADA CINTA YANG LUCUNADA-NADA CINTA YANG LUCUOleh : Rossi Rosalina - Prodi PGSD Reguler B

    SEBUAH asrama putri Susteran di dae-rah Jakarta Timur ramai dikunjungi oleh putri-putri dari berbagai kalangan. Baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat jelata. Karena itu adalah satu-satunya as-rama yang letaknya dekat dengan Uni-versitas, SMA dan juga SMP.

    Rumahku tidak jauh dari asrama itu, hanya berjarak beberapa meter saja. Selain bisa cuci mata, aku juga punya banyak teman wanita. Seru sih, tapi ka-dang-kadang menyebalkan juga. Karena sebagian dari mereka malah meragukan kejantananaku.

    Aku duduk di depan jendela kamarku yang menghadap ke asrama itu sendirian. Dengan meneguk secangkir coff e late pa-nas, aku benar-benar menikmati suasana itu. Liburan musim dingin ini begitu me-nyenangkan buatku. Bersantai bersama keluarga di kampung halaman setelah sekian lama berada di negeri orang amat-lah aku rindukan. Karena satu tahun lagi aku menyelsaikan studi ku, jadi aku harus sedikit bersabar untuk bisa menikmati suasana seperti ini setiap hari.

    Panas terik matahari begitu menyen-gat siang ini. Di sela-sela sinar matahari yang menyilaukan, aku melihat bukti kea-gungan Tuhan. Seorang gadis cantik ber-jalan di antara kerumunan gadis lainnya. Aura kecantikannya begitu memancar, menyilaukan mata setiap kaum adam yang meliriknya. Aku hanya bisa me-

    mandangnya dari kejauhan, rasa ingin mendekatinya sih ada. Tapi bahsa Indo-nesia ku belum terlalu mahir.

    Ya Tuhan yesus, aku ingin suatu saat nanti aku bisa mengenalnya... besitku dalam hati.

    Keesokan harinya, mendung menye-limuti angkasa, menghambat perjala-nan sinar sang surya yang hendak pergi ke bumi. Dari dalam kamar tidurku, aku mendengar alunan nada sapu lidi yang perlahan-lahan disapukan ke tanah. Ti-durku tak lagi lelap mendengar alunan itu. Dengan seksama aku menyimak satu persatu nada yang terdengar.

    Terdengar sangat merdu dan ang-gun. Seperti musk klasik yang memiliki cinta romantis, gumamku dalam hati.

    Tapi, siapa yang melakukannya? Su-ara itu muncul dari balik jendelaku. Dan itu artinya dari halaman asrama Susteran itu. Aku segera membuka gorden jende-laku dan mengintip keluar jendela. Sepi. Halaman asrama juga sudah bersih. Mem-buatku penasaran tentang siapa pemilik alunan merdu musik klasik romantis itu. Mungkinkah ia seorang seniman yang berbakat, atau musisi yang sudah meleg-enda? Pertanyaan itu berkecamuk dalam hatiku. Ingin aku menanyakannya pada suster, tapi apa pantas seorang seniman atau musisi menyapu halaman asrama yang lebarnya hampir satu hektar dikuran 99990 meter? Ah, sepertinya tidak mung-kin.

    Keesokan harinya, suasana pagi be-gitu cerah. Sunrise muncul tepat pada waktunya. Aku sengaja bangun lebih awal agar bisa mengetahui siapa pemilik alunan merdu musik klasik romantis itu. Tak berapa lama kemudian, suara alunan sapu lidi itu terdengar lagi. Tapi, tak se-merdu yang sebelumnya aku dengar. Dan aku yakin, pelantunnya pasti bukan orang yang kemarin. Huft, aku kecewa.

    Cuaca berubah ketika waktu menun-jukkan pukul 11.00 siang, panas begitu menyengat. Tidak segan-segan mem-bakar siapapun dan apapun yang ada dibawahnya. Aku berlindung di bawah pohon cemara yang terletak di antara ru-mahku dan asrama itu. Bersama seorang gadis yang telah terlebih dahulu mendi-aminya.

    Halo, how are you? sapaku pada gadis cantik jelita yang waktu itu aku ka-gumi.

    Ia menoleh kepadaku. Kabar saya baek mas, mas ini bule tho? terdengar seperti bahasa orang jawa. Gaya bicara-nya pun halus dan lembut.

    wo du wohnen? tanyaku lagi. Tapi, sepertinya aku salah melontarkan baha-sa. Hm, Im so sorry. Maksud saya, dimana kamu hmmm wohnen, hm maksud saya kamu punya rumah dimana?

    Oh, rumah saya jauh mister. Rumah saya di Semarang, Jawa Tengah. Mister ini orang mana? Terus yang dipake tadi ba-hasa mana mister?

    Kenalkan, saya punya nama Steven. Und saya kommen hmmm maksudnya

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 17

    saya datang dari Jerman. Saya orang In-donesia asli kok.

    Oh... Stepen. Nama saya Wahyuni. Saya permisi dulu ya Stepen, saya mau angkat jemuran ...

    Cantik, ramah, lembut dan sopan. Apa dia salah satu suster disini? Atau bukan? Semoga saja bukan.

    Sore harinya, panas meredup. Asrama samping rumahku ramai dengan suara-suara teriak sahut-sahutan penghuni as-rama. Tapi, ditengah berisiknya suara-suara itu, aku kembali mendengar alunan merdu musik klasik romantis yang waktu itu aku dengar. Aku segera keluar dan melihat siapa pelantunnya. Wahyuni... bisikku lirih. Gadis Jawa itu benar-benar membuatku terkagum-kagum dengan apa yang dia miliki. Dia sesempurna bidadari, tapi tetap santun walaupun banyak yang mengagu-mi. Aku coba mendekatinya.

    Hallo Wahyuni...Eh, Stepen. Ada apa? Maaf saya se-

    dang sibuk.HM, boleh saya bicara sebentar den-

    gan kamu?Bicara apa? Ku ajak dia duduk

    dibawah pohon cemara. Tempat pertama kali kami bertemu.

    Ada apa tho Stepen? Saya ndak bisa lama-lama, saya masih banyak kerjaan soalnya.

    Hm... Wahyuni, when du suster? Wahyuni tersenyum simpul.

    Bukan, saya ini masih calon suster. Saya kuliah di Akademi St. Paus di Klaten, dan sekarang saya sedang magang disini. Memangnya kenapa?

    Aku hanya menganggukan kepalaku.Yowes kalau ndak ada apa-apa, saya

    mau menyelesaikan pekerjaan saya dulu, Wahyuni pergi meninggalkanku.

    Malam hari yang dingin, aku mela-mun sendiri di depan jendela kamarku sembari menatap ke arah asrama. Ya Tu-han, kenapa aku harus jatuh cinta pada pelayan-Mu? Bisakah aku memilikinya Tuhan? Aku minta ijin pada-Mu agar bisa menjadikannya satu-satunya pendamp-ing hidupku sampai mati, doaku dalam hati.

    Dua hari lagi aku harus kembali ke Jerman untuk menyelesaikan studi ku. Mungkin besok adalah kesempatan tera-khirku untuk mengungkapkan perasaan ini padanya. Semoga Tuhan memberka-ti, ku sematkan salib di dadaku. Pertanda bahwa aku selalu meminta restu dari Tu-han.

    Keesokan harinya, alunan merdu musik klasik itu kembali terdengar. Itu pasti Wahyuni. Mungkin aku akan san-gat merindukan alunan merdu ini saat di Jerman nanti. Selesai menyapu halaman,

    aku mengajak Wahyuni ke bawah pohon cemara.

    Ada apa lagi Stepen?Wahyuni, besok aku akan wieder. Hm,

    maksudku aku akan kembali pulang ke Jerman. Jadi aku ingin kamu tau sesuatu.

    Sesuatu apa?Aku...... hm, aku...Kamu kenapa tho Stepen?Ich liebe dich...Opo kui ich liebe dich?Maksudku, i love you...Owalahm koe tresno karo aku? Ste-

    pen, kamu kan tau aku iki calon suster. Tapi, kenapa kamu masih nekat ngomong kayak gini? Pasti kamu sudah tau kan jawabannya? Lagian, kita ini baru ketemu, apa perasaan kamu sama aku ini tulus?

    Wahyuni, aku tidak pernah mera-sakan perasaan seperti ini sebelumnya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu. Mungkin kamu susah per-caya. Tapi, itulah kenyataannya.

    Wahyuni hanya tersenyum simpul. Seolah mengabaikan perasaanku. Ke-mudian dia meninggalkanku sendiri di bawah pohon cemara yang rindang itu. Aku merasa amat sangat kecewa. Tapi, alasan yang Wahyuni lontarkan tidak bisa dipersalahkan. Mungkin, sesampainya di Jerman nanti aku akan langsung memu-tuskan Xiouyu dan menjadi Bruder.

    CERGAM

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 201218

    Inilah kamiSuka duka guru pedesaan di ujung perbatasan

    Mengabdi pada negriMengajar hingga senja pulang tanpa pesan

    Inilah cerita kamiPara pahlawan tanpa tanda jasa

    Mendidik sepenuh hatiMembagikan ilmu tanpa meminta balasan apa-apa

    Kami tulusKami ikhlas

    Kami penuh kasihKami tak kenal lelah

    Kami hanya ingin jadikan anak didik kami bermaknaPenuh mimpi

    Penuh citaPenuh semangat

    Inilah kamiTerimalah salam dari kami

    Salam cinta dari guru pedesaan

    Oleh :Desy Widianty

    Pendidikan Guru Sekolah Dasar - 2010

    Salam Cinta Dari Guru Pedesaan

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 2012 19

    sepatu dan baju olahraga di samping ranjang sebelum anda tidur.

    Anda akan gagal minimal sekali, tapi jangan menyerah. Banyak orang yang tidak pernah berhasil menyelesaikan resolusinya karena mereka langsung menyerah setelah dua-tiga kali khilaf, sesuatu yang disebut sebagai what-the-hell eff ect. Kalau sejak awal anda realistis dengan kesilapan yang mungkin terjadi kemudian, anda akan lebih cepat kemba-li fokus ke pencapaian target ketimbang berlama-lama menyesali diri.

    Cari pengawas resolusi anda.Bisa te-man, pacar, suami/istri, anak, saudara, orangtua, atau rekan sekerja; pokoknya orang-orang yang sehari-hari sering bersama dengan anda. Beritahu mereka mengenai resolusi anda, dan minta ban-tuan mereka untuk mengingatkan anda kalau sedang khilaf atau memuji anda jika telah mencapai target tertentu.

    Buat resolusi anda menjadi sesuatu yang publik. Misalnya mempublikasikan resolusi anda di Friendster/Facebook, Twitter, blog, atau situs pribadi. Ketika semua orang tahu resolusi anda, tekanan sosial yang tak nampak itu tentunya akan membuat anda gengsi jika gagal menca-painya akhir tahun nanti.

    Hati-hatilah akan efek samping dari resolusi. Menurut John ONeill, kepala sebuah klinik kecanduan di Houston, AS, banyak kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan dalam resolusi adalah sebuah cara mengatasi stres, misalnya merokok, minum-minum, atau makan banyak. Ka-lau anda ingin menghilangkan kebiasaan buruk itu, sebaiknya pikirkan juga cara lain untuk menanggulangi stres anda ke-tika ia datang.

    Semoga tips-tips di atas berguna bagi pencapaian resolusi tahun baru anda atau penentuan target anda yang lain. Selamat mencoba dan selamat tahun

    baru. (int)

    AKHIR tahun sudah semakin dekat. Apakah anda sudah membuat resolusi tahun baru? Bagaimana pencapaian resolusi tahun baru anda ke-marin? Atau anda tidak pernah membuat resolusi tahun baru karena sudah pesi-mis duluan akan kemampuan diri sendiri dalam mencapainya?

    Apakah itu berarti membuat resolusi tahun baru adalah hal yang percuma dan sia-sia belaka, atau sebenarnya selama ini cara kita membuat resolusilah yang salah? Mungkin saja yang terakhirlah yang terjadi, kalau melihat tips-tips beri-kut dan membandingkannya dengan bagaimana kebanyakan orang biasanya membuat resolusi.

    Bukti Tertulis. Buat resolusi anda dalam bentuk daftar poin-per-poin, ce-tak, lalu tempel di tempat-tempat yang sering anda lirik (saya, misalnya, akan menempelnya di sebelah monitor laptop yang saya pantengi berjam-jam setiap harinya).

    Jangan bikin resolusi banyak-banyak, maksimal cukup 3 atau 4 saja. Kalau di daftar anda ada lebih dari itu, pilihlah yang palingpenting dan mendesakatau yang paling bernilai dan berharga bagi hidup anda.

    Buat resolusi yang spesifi k. Kalau target resolusi anda abstrak atau rancu, pastilah pencapaiannya juga tidak maksi-mal karena sulit me- nentukan titik keberhasilannya.

    Perjelas resolusi d e n g a n langkah-langkah per-ilaku konkrit. Kita am-bil contoh lain: Keinginan hidup lebih sehat harus dibarengi dengan proses dan strategi menuju ke sana. Buatlah daftar beberapa tindakan nyata yang bisa mendukung resolusi utama anda, misalnya jogging kelil-

    ing kompleks rumah tiap jam 5 pagi.

    Target perantara setiap beberapa bulan. Ini fungsinya adalah untuk men-gontrol agar kemajuan resolusi anda stabil dan tidak dikebut menjelang akhir tahun (yang pada akhirnya hanya akan membuat anda semakin malas untuk mu-lai melakukannya).

    Resolusi dan perilaku yang realistis untuk dilakukan. Meski mungkin anda yakin bisa jogging keliling kompleks rumah tiap jam 5 pagi, coba pikir lagi: realistiskah itu? Semakin sering anda ga-gal melakukannya, akan semakin malas anda mencapai resolusi yang sudah anda tetapkan.

    Catat keberhasilan. Setiap kali anda berhasil melakukan satu perilaku tert-entu, catat prestasi itu secara mencolok, misalnya dengan tanda centang hijau be-sar di sebuah buku khusus atau memas-ukkan duit seribu di celengan khusus.

    Beri hadiah bagi diri sendiri, entah ketika memenuhi target perantara atau resolusi utama. Tentukan hadiah seperti

    apa yang anda inginkan sejak awal merancang resolusi, sehingga hadiah

    ini bisa menjadi salah satu motivasi tetap sepanjang tahun untuk terus berusaha

    mencapai resolusi anda.Ciptakan lingkungan yang

    mendukung pencapaian resolusi anda. Kalau anda berniat untuk berolahraga pagi-pagi sekali, pa-sang alarm siapkan

    Apa ResolusiTahun Baru Anda?

  • Buletin Pendidikan FKIP Untan November - Desember 201220