ltm 1 ginjal anatomi+embriologi

Download ltm 1 ginjal anatomi+embriologi

Post on 24-Dec-2015

67 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

anatomi ginjal renal embriologi kedokteran

TRANSCRIPT

DAMBA DWISEPTO AULIA SAKTI

Embriologi dan Anatomi Ginjal & Saluran Kemih

Oleh Ikhlas Arief Bramono, 0706162865

EMBRIOGENESIS SISTEM KEMIH

Secara fungsional, sistem urogenital dapat di bagi menjadi sistem urin (ekskretorik) dan sistem genital (reproduksi). Namun, dipandang dari sudut embriologi dan anatomi, kedua sistem ini saling berkaitan.1,2 Kedua sistem ini berasal dari lapisan embrional yang sama, yaitu mesoderm intermedia yang berada di sepanjang dinding belakang (dorsal) rongga perut, dan saluran pembuangan kedua sistem ini pada mulanya bermuara ke rongga yang sama, yaitu kloaka.2

Pada perkembangan selanjutnya, tumpang tindih kedua sistem ini nyata terlihat pada pria, yaitu bagian uretranya menyalurkan air kemih dan semen.2 Pada wanita, bagian sistem urogenitalnya terpisah, namun memiliki perkembangan embrional yang sama.1

Pada permulaan minggu ke 4, mesoderm intermedia di daerah servikal terputus hubungannya dengan somit dan membentuk kelompok-kelompok sel yang tersusun secara segmental, dikenal sebagai nefrotom. Didaerah toraks, lumbal, dan sacral, mesoderm intermedia terputus hubungannya dengan rongga selom, sistem segmentalnya menghilang, dan membentuk dua, tiga, bahkan lebih saluran eksresi di tiap segmen. Mesoderm yang tidak mengalami segmentasi ini membentuk korda jaringan nefrogenik (nephrogenic cord). Korda ini menghasilkan tubulus ekskretorius (ginjal) pada semua sistem/set ginjal dan membentuk rigi-rigi longitudinal bilateral, yaitu rigi-rigi urigenital pada dinding dorsal rongga selom.2 (Gambar 15.1&2)

Perkembangan Ginjal

Pada embrio manusia, terdapat tiga set/sistem organ ekskretori pada perkembangan ginjal, yaitu pronefros, mesonefros, dan metanefros. Pronefros terbentuk pada awal minggu ke 41 dan mengalami degenerasi/rudimentasi pada akhir minggu ke 4, namun hampir semua duktusnya tidak mengalami redumentasi dan digunakan oleh sistem/set ginjal lain2. Pronefros itu berupa 7-10 kelompok sel padat di daerah servikal. Duktus pronefros berjalan kea rah kaudal dan keluar melalui kloaka. Pronefros analog dengan ginjal pada ikan primitive dan pada manusia tidak memiliki fungsi.1

Mesonefros berasal dari mesoderm intermedia pada segmen dada bagian atas hingga lumbal bagian atas (L3).2 Mesonefros terbentuk pada akhir minggu ke 4, berada di kaudal dari pronefros yang telah mengalami rudimentasi.1 Mesonefros berfungsi sementara sampai ginjal permanen terbentuk dan dapat berfungsi. Set/sistem mesonefros ginjal terdiri dari glomerulus, kapsula bowman, dan tubulus.1,2 Tubulusnya berhubungan dengan duktus mesonefros (yang tadinya disebut duktus pronefros). Duktus ini berakhir pada sinus urogenital (derivat kloaka di sebelah ventral). Mesonefros terdegenerasi pada akhir trimester pertama, namun tubulusnya menjadi duktus eferen testis dan duktus mesonefros berubah menjadi beberapa derivat pada orang dewasa.1

Metanefros/ginjal tetap mulai berkembang pada awal minggu ke 5 dan mulai berfungsi pada sekitar 4 minggu kemudian.1 Satuan-satuan ekskresinya berkembang dari mesoderm metanefros (blastema).2 Pembentukan urin akan terus berlangsung selama kehidupan fetal. Urin diekskresikan ke ruang amnion dan bercampur dengan cairan amnion. Cairan ini ditelan oleh janin, memasuki saluran pencernaan, diserap ke dalam aliran darah, melewati ginjal untuk kembali diekskresikan ke dalam cairan amnion.1,2Perkembangan Sistem Pengumpul2

Saluran-saluran pengumpul ginjsl permanen berkembang dari tunas ureter, yaitu suatu tonjolan saluran mesonefros yang berada di dekat muaranya ke kloaka (gambar 15.4). Tunas ini menembus jaringan metanefros, dan selanjutnya tunas ini melebar membentuk piala ginjal (pelvis renalis) primitive, dan terbagi menjadi bagian cranial dan kaudal, yang nantinya akan menjadi kaliks mayors.

Sambil menembus lebih jauh ke dalam jaringan metanefros, tiap-tiap kaliks membentuk dua tunas baru, yang kemudian terus membelah lagi hingga terbentuk 12 saluran atau lebih, dan terbentuklah kaliks minor. Selanjutnya, saluran pengumpul terus memanjang dan menyebar dari kaliks minor, membentuk piramida ginjal (gambar 15.5). Dengan demikian, tunas ureter membentuk piala ginjal, kaliks mayor dan minor, dan kurang lebih 1-3juta saluran pengumpul.

Perkembangan Sistem Ekskresi2

Di bagian ujung dari tiap-tiap saluran yang baru terbentuk, ditutupi oleh topi metanefrik (gambar 15.6). Pengaruh induksi dari tubulus menyebabkan topi jaringan metanefrik membentuk gelembung-gelembung kecil (vesikel renalis) yang selanjutnya akan membentuk saluran-saluran kecil. Saluran ini, bersama dengan berkas-berkas kapiler (glomeruli) membentuk nefron atau satuan ekskresi. Ujung proksimal masing-masing nefron membentuk simpai Bowman yang di dalamnya berisi glomerulus. Ujung distalnya membentuk hubungan terbuka dengan salah satu saluran pengumpul. Pemanjangan saluran ekskresi yang berlangsung terus mengakibatkan pembentukan tubulus kontortus proksimal, ansa henle, dan tubulus kontortus distal. Maka, ginjal berkembang dari dua sumber, yaitu mesoderm metanefros yang membentuk satuan ekskresi dan tunas ureter yang membentuk sistem pengumpul.

Perkembangan Kandung Kemih dan Uretra

Selama perkembangan minggu ke 4 hingga 7, septum urorektal membagi kloaka menjadi saluran anorektal dan sinus urogenitalis. Selaput kloaka sendiri kemudian terbagi menjadi membran urogenitalis di anterior dan membran analis di posterior. Tiga bagian sinus urogenitalis primitive ini dapat dibedakan:

1. Bagian atas yang paling besar adalah kandung kemih (vesika urinaria). Mula-mula, kandung kemih berhubungan langsung dengan allantois, namun setelah rongga allantois menutup, akan tersisa suatu korda fibrosa yang tebal, yaitu urakus, dan korda fibrosa ini menghubungkan puncak kandung kemih dengan umbilicus. Pada orang dewasa, ligamentum ini disebut ligamentum umbilikalis medial. 2. Bagian selanjutnya berupa saluran yang agak sempit, yaitu sinus urogenitalis bagian panggul, yang pada pria membentuk uretra pars prostatika dan pars membranosa.

3. Bagian terakhir adalah sinus urogenitalis tetap, yang juga dikenal sebagai sinus urogenitalis bagian penis. Bagian ini sangat memipih ke samping dan terpisah dari dunia luar oleh membran urogenitalis.

Selama pembagian kloaka, bagian kaudal duktus mesonefros berangsur-angsur diserap ke dalam dinding kandung kemih. Akibatnya, ureter yang tadinya merupakan tonjolan keluar dari sakuran mesonefros masuk ke kandung kemih secara tersendiri. Karena naiknya ginjal, muara ureter bergerak lebih ke cranial lagi, duktus mesonefros bergerak saling mendekati untuk masuk ke uretra pars prostatika dan pada pria menjadi duktus ejakulotarius (gambar 15.13). Karena duktus mesonefros dan ureter berasal dari mesoderm, selaput lender kandung kemih yang dibentuk oleh gabungan kedua saluran ini (trigonum kandung kemih) berasal dari mesoderm. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan mesoderm pada segitiga tadi diganti oleh epitel endoderm, sehingga akhirnya seluruh permukaan dalam kandung kemih dilapisi oleh epitel yang berasal dari endoderm.

Uretra

Epitel uretra pada pria dan wanita berasal dari endoderm, sedangkan jaringan penyambung dan jaringan otot polos di sekitarnya berasal dari mesoderm splangnik. Pada akhir bulan ke 3, epitel uretra pars prostatika mulai berproliferasi dan membentuk sejumlah tonolan keluar yang menembus mesenkim di sekitarnya. Pada pria, tunas-tunas ini membentuk kelenjar prostat. Pada wanita, bagian cranial uretra membentuk kelenjar uretra dan kelenjar parauretra. (gambar 15.12)

Daftar Pustaka

1. Moore KL, Persaud TVN. The developing human clinically oriented embryology. 5th ed. USA: W.B. Saunders Company; 1993. p. 265-77.

2. Sadler TW. Langmans medical embryology. 7th ed. Terj. Suyono J. Embriology kedokteran langman. Jakarta: EGC; 1996. h. 272-85.Posisi Ginjal

Ginjal awalnya terletak di daerah panggul kemudian akan bergeser ke kedudukan lebih kranial di rongga perut. Naiknya ginjal disebabkan oleh kurangnya kelengkungan tubuh maupun pertumbuhan tubuh di daerah lumbal dan sakral.

Fungsi Ginjal

Metanefros berfungsi apda akhir trimester pertama. Air kemih mengalir ke rongga amnion kemudian ditelan oleh janin, masuk ke saluran cerna dan diserap ke aliran darah dan melawati ginjal untuk diekskresi kembali ke cairan amnion.

Kandung Kemih dan Uretra

Selama minggu ke-4 hingga ke-7, septum urorektal membagi kloaka menjadi saluran anorektal dan sinus urogenitalis. Selaput kloaka terbagi menjadi membran urogenitalis di anterior dan membran analis di posterior.

Tiga bagian sinus urogenital primitif terdiri dari tiga bagian yaitu :

Kandung kemih di bagian atas

Sinus urogenitalis bagian panggul yang pada pria membentuk uretra pars prostatika dan pars membranosa.

Sinus urogenitalis tetap yang pada pria berlanjut pada bagian penis

Epitel uretra pria dan wanita berasal dari endoderm, sedangkan jaringan penyambung dan otot polos di sekitarnya berasal dari mesoderm splanknik. Pada akhir bulan ketiga, uretra pars prostatika mulai berproliferasi dan membentuk sejumlah tonjol keluar yang menembus mesenkim di sekitarnya dan membentuk kelenjar prostat pada pria. Pada wanita bagian kranial uretra membentuk kelenjar uretra dan parauretra.

Sistem Urinarius Pascalahir

Perkembangan sistem urinarius tidak hanya terjadi saat masih berada dalam kandungan. Ketika sudah lahir pun, bayi masih mengalami perkembangan sistem urinarius. Setelah lahir, aliran darah yang menuju ke ginjal semakin besar. Dengan mengalirnya darah dalam kapiler glomerulus, plasma disaring melalui dinding kapiler glomerulus dan menghasilkan filtrat. Filtrat tersebut dikumpulkan dalam simpai Bowman dan masuk ke tubulus yang kemudian diolah sesuai kebutuhan tubuh dan di tahap akhir menghasilkan urin.