lktin untan pengaruh reaksi esterifikasi

of 39 /39
LKTI NASIONAL HIMKI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PENGARUH REAKSI ESTERIFIKASI DALAM PEMANFAATAN SLUDGE CPO MENJADI BIODIESEL SEBAGAI ENERGI BARU TERBARUKAN Diusulkan oleh : Ketua : Muhammad Handayani 05121007021 2012 Anggota: Apriansyah 08111003029 2011 Didi Permadi 05121007005 2012 UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2014

Author: anca

Post on 06-Feb-2016

68 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jurnal

TRANSCRIPT

  • LKTI NASIONAL HIMKI UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    PENGARUH REAKSI ESTERIFIKASI DALAM

    PEMANFAATAN SLUDGE CPO MENJADI BIODIESEL

    SEBAGAI ENERGI BARU TERBARUKAN

    Diusulkan oleh :

    Ketua : Muhammad Handayani 05121007021 2012

    Anggota: Apriansyah 08111003029 2011

    Didi Permadi 05121007005 2012

    UNIVERSITAS SRIWIJAYA

    INDRALAYA

    2014

  • Universitas Sriwijaya

    i

    ABSTRAK

    PENGARUH REAKSI ESTERIFIKASI DALAM PEMANFAATAN

    SLUDGE CPO MENJADI BIODIESEL SEBAGAI ENARGI BARU

    TERBARUKAN

    Karya tulis ilmiah, 22 Desember 2014

    Telah dilakukan penelitian pembuatan biodisel dalam pemanfaatan sludge CPO.

    Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh reaksi esterfikasi dan

    mendapatkan kondisi optimum proses pada variasi temperatur, berat katalis dan

    waktu reaksi. Penelitian diawali dengan penentuan kontak variabel terhadap

    konversi hasil reaksi: Temperatur diantaranya : 70 o

    C, 80 o

    C dan 90 o

    C; berat

    katalis diantaranya : 0,25 %b/b, 0,5 %b/b, dan 1%b/b; waktu reaksi

    diantaranya:90 menit, 120 menit dan 150 menit. Hasil penelitian menunjukan

    kondisi optimum konversi hasil reaksi terjadi pad81, temperatur 80 o

    C, berat

    katalis 0,5 %b/b dan waktu reksi 150 menit denagn persen konversi sebesar

    81,45%. Uji FTIR keberadaan gugus ester terbaca pada vibrasi bilangan

    gelombang 1188-1713 cm-1

    .

    Kata kunci : Sludge CPO, Esterifikasi, persen konversi, Biodiesel

  • Universitas Sriwijaya

    ii

    LEMBAR PENGESAHAN

    LKTI NASIONAL HIMKI UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    1. Judul Karya Tulis : Pengaruh Reaksi Esterifikasi Dalam Pemanfaatan

    Sludge CPO Menjadi Biodiesel Sebagai Energi

    Baru Terbarukan.

    2. Perguruan Tinggi : Universitas Sriwijaya

    3. Ketua

    a. Nama Lengkap : Muhammad Handayani

    b. NIM : 05121007021

    c. Jurusan/Fakultas : Pertanian

    d. Alamat dan No.Telp. : Gang Lampung II Indralaya/087818865513

    f. Alamat Email : [email protected]

    5. Dosen Pendamping

    a. Nama Lengkap dan Gelar : Eka Mulyana, S.P., M.Si.

    b. NIDN : 0014107709

    c. Alamat dan Np/ Telp. : Timbangan Km32 Indralaya / 081373975075

    Indralaya, 22 Desember 2014

    Ketua Tim, Dosen Pembimbing,

    ( Muhammad Handayani ) (Eka Mulyana, S.P., M.Si.)

    NIM. 05121007021 NIDN. 0014107709

    Pembantu Dekan III

    Fakultas Pertanian,

    ( Prof. Dr. Ir. Amin Rejo, M.P )

    NIP. 196101141990011001

  • Universitas Sriwijaya

    iii

    LEMBAR PERNYATAAN

    Yang bertanda tangan di bawah ini ;

    Nama ketua : Muhammad Handayani

    Tempat, Tanggal Lahir : Kisaran, 25 Juli 1994

    Fakultas : Pertanian

    Perguruan Tinggi : Universitas Sriwijaya

    Nama Anggota 1 : Apriansyah

    Tempat, Tanggal Lahir : Pagar Alam, 30 April 1993

    Fakultas : MIPA

    Nama Anggota 2 : Didi Permadi

    Tempat, Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 22 Oktober 1993

    Fakultas : Pertanian

    Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul : Pengaruh

    Reaksi Esterifikasi Dalam Pemanfaatan Sludge CPO Menjadi Biodiesel Sebagai

    Energi Baru Terbarukan adalah benar-benar hasil karya sendiri dan bukan

    merupakan plagiat atau saduran dari karya tulis orang lain serta belum pernah

    menjuarai di kompetisi yang serupa. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak

    benar maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh panitia LBSK XI

    berupa diskualifikasi dari kompetisi. Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-

    benarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

    Indralaya, 22 Desember 2014

    Ketua Kelompok,

    Muhammad Handayani

    NIM. 05121007021

    Matrai 6000

  • Universitas Sriwijaya

    iv

    KATA PENGANTAR

    Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha

    Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah

    melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat

    menyelesaikan karya tulis ilmiah kimia dengan judul Pengaruh Reaksi

    Esterifikasi Dalam Pemanfaatan Sludge CPO Menjadi Biodiesel Sebagai Energi

    Baru Terbarukan.

    Adapun karya tulis ilmiah dengan judul Pengaruh Reaksi Esterifikasi

    Dalam Pemanfaatan Sludge CPO Menjadi Biodiesel Sebagai Energi Baru

    Terbarukan ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan

    bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan karya tulis ini.

    Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak

    yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

    Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada

    kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena

    itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi

    pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat

    memperbaiki karya tulis ilmiah kimia ini.

    Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari karya tulis ilmiah kimia

    dengan judul Pengaruh Reaksi Esterifikasi Dalam Pemanfaatan Sludge CPO

    Menjadi Biodiesel Sebagai Energi Baru Terbarukan ini dapat diambil hikmah

    dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.

    Indralaya, 22 Desember 2014

    Penulis,

  • Universitas Sriwijaya

    v

    DAFTAR ISI

    ABSTRAK ................................................................................................................... i

    LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................... ii

    LEMBAR PERNYATAAN ...................................................................................... iii

    KATA PENGANTAR ............................................................................................... iv

    DAFTAR ISI ............................................................................................................... v

    DAFTAR TABEL .................................................................................................... vii

    DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... viii

    DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. ix

    DAFTAR ISTILAH .................................................................................................. x

    BAB 1 PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang .................................................................................................... 1

    1.2. Rumusan Masalah ............................................................................................... 2

    1.3. Tujuan Penelitian ................................................................................................ 2

    1.4. Manfaat Penelitian .............................................................................................. 3

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Limbah Sawit Sludge CPO ................................................................................. 4

    2.2. Biodiesel ............................................................................................................. 5

    2.3. H2SO4 Sebagai Katalis dalam Reaksi Esterifikasi ............................................ 6

    BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM

    3.1. Waktu dan Tempat .............................................................................................. 8

    3.2. Alat dan Bahan ................................................................................................. 8

    3.2.1. Alat .......................................................................................................... 8

    3.2.2. Bahan ....................................................................................................... 8

    3.3. Prosedur Penelitian .......................................................................................... 8

    3.3.1. Persiapan Asam Lemak ......................................................................... 8

    3.3.1.1. Pengambilan Sampel .................................................................... 8

    3.3.1.2. Analisis Kadar Asam Lemak Bebas dalam Sludge CPO (SNI-

    01 - 2901-2006) ............................................................................ 8

    Halaman

  • Universitas Sriwijaya

    vi

    3.3.2. Proses Pengubahan Asam Lemak Bebas Menjadi Biodiesel Dengan

    Reaksi Esterifikasi .................................................................................... 9

    3.3.3. Pengaruh Densitas Biodiesel Hasil Reaksi ............................................... 9

    3.3.4. Pengukuran Viskositas Biodiesel Hasil Reaksi ...................................... 10

    BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1. Identifikasi Produk Ester Hasil Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas

    dalam Sludge CPO Menggunakan Spektroskopi Fourier Transform Infrared .. 11

    4.2. Pengaruh Temperatur, Katalis dan Waktu Reaksi Terhadap Konversi Hasil

    Reaksi ................................................................................................................ 12

    4.3. Hasil Uji Biodiesel hasil .................................................................................. 14

    4.3.1. Densitas Produk Biodiesel ................................................................... 14

    4.3.2. Viskositas Produk Biodiesel ................................................................. 14

    BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

    5.1. Kesimpulan ....................................................................................................... 15

    5.2. Saran .................................................................................................................. 15

    DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 16

  • Universitas Sriwijaya

    vii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 2.1. Jenis & Estimasi Limbah Padat dan Cair yang Dihasilkan

    PKS/Ton/TBS Olah ..................................................................................... 4

    Tabel 2.2. Syarat mutu biodiesel alkil ester dan metode uji yang digunakan pada

    SNI 04-7182-2006 ....................................................................................... 5

    Halaman

  • Universitas Sriwijaya

    viii

    DAFTAR GAMBAR

    Halaman

    Gambar 4.1. Spektra FT-IR biodiesel hasil reaksi esterifikasi .................................. 11

    Gambar 4.2. Kurva pengaruh temperatur terhadap konversi hasil reaksi .................. 12

    Gambar 4.3. Kurva pengaruh berat katalis terhadap konversi hasil reaksi ................ 13

    Gambar 4.4. Kurva pengaruh waktu reaksi terhadap konversi hasil reaksi ............... 13

  • Universitas Sriwijaya

    ix

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    Lampiran 1. Gambar Proses Pengambilan dan Esterifikasi ....................................... 17

    Lampiran 2. Data Spektrofotometer FT-IR Biodiesel Hasil Reaksi ......................... 19

    Lampiran 3. Perhitungan Kadar Asam Lemak Bebas dalam sludge CPO ................. 21

    Lampiran 4. Perhitungan Konversi Hasil Reaksi Esterifikasi .................................... 22

    Lampiran 5. Perhitungan Densitas Hasil Reaksi ........................................................ 23

    Lampiran 6. Pengukuran Viskositas Hasil Reaksi ..................................................... 24

    Lampiran 7. Format Biodata Ketua ............................................................................ 25

    Lampiran 8. Format Biodata Anggota 1 ................................................................... 26

    Lampiran 9. Format Biodata Anggota 2 ................................................................... 27

    Lampiran 10. Format Biodata Dosen Pembimbing.................................................... 28

  • Universitas Sriwijaya

    x

    DAFTAR ISTILAH

    CPO : Crude Palm Oil

    BOD : Biochemical Oxygen Demand

    FT-IR : Fourier Transform Infra Red

    PP : Phenolphthalein

    PKO : Palm Kernel Oil

    TBS : Tandan Buah Segar

    ASTM : American Standar Testing and Material

    AOCS : American Oil Chemists' Society

    SNI : Standar Nasional Indonesia

  • Universitas Sriwijaya

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Penggunaan minyak bumi yang terus menerus baik dibidang industri

    maupun transportasi menyebabkan semakin menipisnya persediaan minyak bumi,

    oleh karena itu demi keberlangsungan aktifitas manusia harus adanya bahan bakar

    alternatif pengganti minyak bumi. Salah satu bahan bakar alternatif yang telah

    dikembangkan adalah biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar yang berasal

    dari bahan baku minyak nabati yang mengandung asam lemak yang dapat

    menggantikan solar yang jumlahnya semakin lama semakin menipis. Salah satu

    sumber minyak nabati yang berpotensi dalam pembuatan biodiesel adalah sludge

    CPO.

    Sludge CPO merupakan limbah lumpur yang dihasilkan dari proses

    sterilisasi minyak kelapa sawit yang disebut dengan CPO. Limbah yang

    dihasilkan dari pengolahan minyak kelapa sawit pertama kali ditampung dikolam

    penampungan. Limbah yang terdapat pada kolam penampungan ini berupa limbah

    cairan dan limbah lumpur padat (Sludge). Pada Ekstrak Sludge CPO mengandung

    kadar asam lemak lebih dari 66 % sehingga berpotensi tinggi pada pembuatan

    biodisel (Kardila, 2012). Permasalahan lingkungan dipabrik kelapa sawit yang

    mengemuka umumnya disebabkan oleh limbah cair dan limbah padatnya yang

    belum dikelola secara optimal. Limbah cair dan Sludge CPO dipabrik kelapa

    sawit mengandung materi organik yang tinggi. Meskipun polutan tersebut tidak

    toksik. Sesuai UU RI No. 23 Tahun 1997, tentang Pengolahan Lingkungan Hidup

    dan PP RI No.51 Tahun 1993, Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

    Sludge CPO yang mengandung BOD sangat tinggi mengakibatkan pencemaran

    lingkungan hidup. Kadungan BOD sekitar 20.000-60.000 mg/L (Wenten, 2004),

    harus dikendalikan. Pengendalian ini bersamaan dalam pemanfaatan pengolahan

    sebagai energi alternatif salah satunya sehingga dapat diolah seoptimal mungkin.

    Asam lemak yang terkandung pada Sludge CPO sangat berpotensi dalam

    pembuatan biodiesel. Pada pembuatan biodiesel biasanya melibatkan reaksi

    transesterifikasi pada asam lemak yang terkandung pada sampel dengan

  • 2

    Universitas Sriwijaya

    menggunakan katalis tertentu. Akan tetapi adanya kandungan asam lemak bebas

    maka harus melakukan reaksi esterifikasi terlebih dahulu menggunakan katalis

    asam agar asam lemak bebas ini tidak menghambat pembentukan biodiesel.

    Katalis asam yang digunakan adalah asam sulfat. Asam sulfat menyumbangkan

    ion H+ dalam reaksi esterifikasi, untuk memicu menurunkan energi aktivasi reaksi

    sehingga reaksi dapat berjalan cepat.

    Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan kajian mengenai

    pembuatan biodiesel dari limbah Sludge CPO dengan menggunakan kontak

    temperatur, jumlah katalis dan waktu reaksi sebagai parameter untuk menentukan

    hasil biodiesel yang maksimum.

    1.2. Rumusan Masalah

    Sludge CPO yang masih mengandung asam lemak bebas yang cukup

    tinggi tidak dapat diproses menggunakan katalis basa dalam reaksi pembuatan

    biodiesel, sehingga digunakan katalis asam dalam reaksi esterifikasi agar

    diperoleh alkil ester. Katalis asam yang digunakan adalah asam sulfat. Beberapa

    faktor laju reaksi adalah temperatur, waktu rekasi dan katalis. Katalis asam yang

    menyumbangkan ion H+ akan mempercepat laju reaksi dengan menurunkan

    energi aktivasi suatu reaksi. Energi aktivasi merupakan energi minimum yang

    dibutuhkan dalam suatu reaksi. Maka permasalahan yang akan diteliti adalah

    seberapa besar pengaruh temperatur, waktu reaksi dan jumlah katalis terhadap

    rendemen.

    1.3 Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian ini adalah :

    1. Mengkarakterisasi biodiesel hasil reaksi menggunakan FT-IR.

    2. Menentukan pengaruh temperatur, waktu, dan jumlah katalis terhadap proses

    pembuatan biodiesel dari limbah sludge CPO.

    3. Menentukan konversi asam lemak bebas hasil reaksi esterifikasi asam lemak

    dari limbah sludge CPO.

    4. Menentukan densitas, viskositas biodisel hasil reaksi.

  • 3

    Universitas Sriwijaya

    1.4. Manfaat Penelitian

    Manfaat penelitian ini adalah :

    1. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini merupakan suatu informasi ilmiah

    bagi pemerintah dan masyarakat tentang pengoptimalkan SDA dari pengaruh

    reaksi esterifikasi dalam pemanfaatan Sludge CPO menjadi biodiesel

    sebagai energi alternatif.

    2. Meningkatkan kualitas bahan bakar nabati agar penggunaanya bisa diperluas.

  • Universitas Sriwijaya

    4

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Limbah Sawit Sludge CPO

    Dalam kegiatan operasional di Pabrik Kelapa Sawit, disamping akan

    dihasilkan produk utama (Main Product) berupa CPO dan PKO, juga akan

    dihasilkan produk sampingan (By-Product), baik berupa limbah padat maupun

    limbah cair dan juga polutan ke udara bebas (khusus bagi PKS yang

    menggunakan incenerator). Tabel 2.1. menyajikan beberapa macam limbah yang

    dihasilkan oleh Pabrik Kelapa Sawit.

    Tabel 2.1. Jenis & Estimasi Limbah Padat dan Cair yang Dihasilkan

    PKS/Ton/TBS Olah

    Jenis Limbah Produksi Limbah (kg)

    Janjang Kosong 250

    Serabut 130

    Cangkang 70

    Decanted Solid 40

    Sludge Limbah Cair 30

    Abu janjang 5

    Limbah Cair 600

    Sumber : Noel, 1999

    Sludge CPO dihasilkan karena proses pengendapan dari proses pemurnian

    minyak, dimana minyak kasar hasil pengempasan terpisah menjadi minyak dan

    sludge. Limbah ini mengandung bahan pencemar yang sangat tinggi, yaitu.

    biochemical oxygen demand (BOD) sekitar 20.000-60.000 mg/l (Wenten, 2004).

    Pengurangan bahan padatan dari cairan ini dilakukan dengan menggunakan suatu

    alat decanter, yang menghasilkan solid decanter atau lumpur sawit. Bahan

    padatan ini berbentuk seperti lumpur, dengan kandungan air sekitar 75%, protein

    kasar 11,14% dan lemak kasar 10,14%. Kandungan air yang cukup tinggi,

    menyebabkan bahan ini mudah busuk. Apabila dibiarkan di lapangan bebas dalam

  • 5

    Universitas Sriwijaya

    waktu sekitar 2 hari, bahan ini terlihat ditumbuhi oleh jamur yang berwarna

    kekuningan. Apabila dikeringkan, lumpur sawit berwarna kecoklatan dan terasa

    sangat kasar dan keras.

    2.2. Biodiesel

    Biodiesel merupakan bahan bakar yang berasal dari lemak nabati atau

    lemak hewani yang memiliki sifat mirip seperti minyak diesel. Biodiesel termasuk

    kedalam energi terbarukan, dikatakan energi terbarukan karena biodiesel ini

    sebagai energi alternatif pengganti energi yang berasal dari fosil. Biodiesel

    mampu menurunkan emisi pada kendaraan, bersifat melumasi dan dapat

    meningkatkan performance mesin (Bagus, 2012).

    Pada sintesis biodiesel dengan menggunakan katalis baik asam maupun

    basa dengan melakukan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi (Sudradjat, 2007).

    Adanya kadar asam lemak bebas pada bahan baku akan menimbulkan

    penyabunan dan menghambat pembentukan biodiesel sehingga harus dilakukan

    reaksi esterifikasi sebelum reaksi transesterifikasi dilakukan untuk mengubah

    asam lemak bebas menjadi akli ester (Gerpen, 2005).

    Proses biodiesel meningkatnya jumlah asam lemak bebas akibat reaksi

    oksidari dan hidrolisis dalam minyak nabati menjadi suatu permasalahan pada

    produksi biodiesel. Menurut Sandar Nasional Indonesia (SNI 04-7182-2006),

    niali asam lemak bebas maksimum sebesar 0,8 mg-KOH/g. Maka semakin

    rendah kandungan asam lemak bebas pada inyak nabati maka mutu alki ester

    semakin baik.

    Kualitas Biodiesel telah disusun berdasarkan Sandar Nasional Indonesia

    (SNI 04-7182-2006). Standar ini disusun berdasarkan standar sejenis yang sudah

    berlaku diluar negeri seperti ASTM D6751 di Amerika Serikat dan EN

    14214:2002 (E) untuk Uni Eropa. Syarat baku mutu biodiesel dan metode uji

    dapat yang digunakan dapat dilihat pada tabel 2.2.

    Tabel 2.2. Syarat mutu biodiesel alkil ester dan metode uji yang digunakan pada

    SNI 04-7182-2006

    No Parameter Satuan Nilai Metoda Uji

    1 Massa jenis pada 40oC kg/m

    3 850-890 ASTM D-1298

  • 6

    Universitas Sriwijaya

    2 Viskositas kinematika pada 40

    oC

    Mm2/s(cSt) 2,3-6,0 ASTM D-445

    3 Angka Setana Min.51 ASTM D-613

    4 Titik nyala (mangkok tertutup)

    oC Min.100 ASTM D-93

    5 Titik kabut oC ASTM D-2500

    6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50

    oC)

    Maks. No.3 ASTM D-130

    7 Air dan sedimen %-vol Maks.0,05 ASTM D-2709 ASTM D-1796

    8 Suhu distilasi 90% oC Maks.360 ASTM D-1160

    9 Abu tersulfaktan %-massa Maks.0,02 ASTM D-874

    10 Belerang ppm-m (mg/kg)

    Maks.100 ASTM D-5453

    ASTM D-1266

    11 Fosfor ppm-m (mg/kg)

    Maks.10 AOCS Ca 12-55

    12 Angka asam mg KOH/g Maks.0,8 AOCS Cd 3-63 ASTM D-664

    13 Kadar ester alkil %-massa Min. 96,5 Dihitung*

    14 Angka iod %-massa Maks.115 AOCS Cd 1-25

    15 Uji Halphen Negatif AOCS Cd1-25

    Catatan : Kadar ester (%-massa) = 100 ( 4,56 )

    *) dengan pengertian :

    As adalah angka penyabunan ynag ditentukan dengan metoda AOCS Cd 3-25, mg KOH/g

    biodiesel

    Aa adalah angka asam yang ditentukan dengan metoda AOCS Cd 3-63 atau ASTM D-664, mg

    KOH/g biodiesel

    Gm adalah kadar gliserol total dalam biodiesel yang ditentukan dengan metoda AOCS Ca 14-56,

    %-massa

    Sumber : SNI 04-7182-2006 Standar Syarat Mutu Biodiesel.

    2.3. H2SO4 sebagai katalis dalam Reaksi Esterifikasi

    Katalis mempercepat reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami

    perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.. Katalis memungkinkan reaksi

    berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat

    perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur

    pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang

    dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

    Esterifikasi dapat dilakukan dengan katalis asam seperti HCl dan H2SO4.

    Tujuan esterifikasi mengubah asam lemak bebas menjadi alkil ester (biodiesel).

    (Pinto et al. 2005). Katalis H2SO4 dalam reaksi esterifikasi adalah katalisator

    positif karena berfungsi untuk mempercepat reaksi esterifikasi yang berjalan

  • 7

    Universitas Sriwijaya

    lambat. H2SO4 juga merupakan katalisator homogen karena membentuk satu fase

    dengan pereaksi (fase cair).

    Menurut Khan (2002), Pemilihan penggunaan asam sulfat (H2SO4)

    sebagai katalisator dalam reaksi esterifikasi dikarenakan beberapa faktor,

    diantaranya :

    1. Asam sulfat selain bersifat asam juga merupakan agen pengoksidasi yang

    kuat

    Asam sulfat dapat larut dalam air pada semua kepekatan.

    2. Reaksi antara asam sulfat dengan air adalah reaksi eksoterm yang kuat.

    3. Jika air ditambahkan asam sulfat pekat maka ia mampu mendidih.

    4. Karena afinitasnya terhadap air, maka asam sulfat dapat menghilangkan

    bagian terbesar uap air dan gas yang basah, seperti udara lembab.

    5. Konsentrasi ion H+ berpengaruh terhadap kecepatan reaksi.

    6. Asam sulfat pekat mampu mengikat air (higroskopis), jadi untuk reaksi

    setimbang yang menghasilkan air dapat menggeser arah reaksi ke kanan (ke

    arah produk).

    Penambahan asam sulfat sebagai katalis untuk mempercepat kecepatan

    reaksi karena reaksi antara asam sulfat dengan air (proses esterifikasi

    menghasilkan etil asetat dan air) adalah reaksi eksoterm yang kuat. Air yang

    ditambahkan asam sulfat pekat akan mampu mendidih, sehingga suhu reaksinya

    akan tinggi. Makin tinggi suhu reaksi, makin banyak molekul yang memiliki

    tenaga lebih besar atau sama dengan tenaga aktivasi, hingga makin cepat

    reaksinya. Katalis akan menyediakan rute agar reaksi berlangsung dengan energi

    aktivasi yang lebih rendah sehingga nilai konstanta kecepatan reaksi (k) akan

    semakin besar, sehingga kecepatan reaksinya juga semakin besar. , sehingga

    kecepatan reaksinya juga semakin besar. Selain itu, karena asam sulfat pekat

    mampu mengikat air (higroskopis), maka untuk reaksi esterifikasi setimbang yang

    menghasilkan air, asam sulfat pekat dapat menggeser arah reaksi ke kanan (ke

    arah produk), sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih banyak.

  • Universitas Sriwijaya

    8

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    3.1. Waktu dan Tempat

    Peneletian ini dilakukan pada bulan September November 2014 di

    Laboraturium Kimia Fisika Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu

    Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Analisis FT-IR dan GC dilakukan di

    Laboraturium Kimia Organik Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam

    Universitas Gadjah Mada.

    3.2. Alat dan Bahan

    3.2.1. Alat

    Alat-alat yang digunakan yaitu neraca analitik, hot plate, penangas, beker

    gelas, gelas ukur, erlenmeyer 250 mL, buret, labu Schlenk 250 mL yang

    dilengkapi dengan alat refluks, stirer, piknometer, viskometer ostwald, waterbath,

    thermomoter, stopwatch, GC, FT-IR.

    3.2.2. Bahan

    Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu limbah sludge CPO,

    NaOH 0,5 N, katalis komposit montmorilonit-karbon tersulfonasi dari glukosa,

    asam sulfat pekat, etanol p.a, indikator PP, aquadest.

    3.3. Prosedur Penelitian

    3.3.1. Persiapan Asam Lemak

    3.3.1.1. Pengambilan Sampel

    Pada penelitian ini, sampel limbah sludge CPO diambil dalam kolam

    penampungan limbah anaerob 1 dari PT Citra Koprasindo Tani (CKT) Kabupaten

    Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Sampel yang berupa lumpur diambil

    menggunakan gayung kemudian dimasukan kedalam ember.

    3.3.1.2. Analisis Kadar Asam Lemak Bebas dalam Sludge CPO (SNI-

    01-2901-2006)

    Sebanyak 2,5 g sludge CPO ditambahkan dengan etanol 10 mL, diaduk

    dan dipanaskan pada suhu 60oC, aduk sampai larut sempurna. Larutan lemak

  • 9

    Universitas Sriwijaya

    dititrasi dengan indikator PP menggunakan titran NaOH sampai menghasilkan

    warna merah muda. Kadar asam lemak bebas dihitung dengan rumus :

    % =V x N x 25,6

    w (3.1)

    Dimana :

    W = Berat sampel (gram)

    V = Volume larutan titran yang digunakan (mL)

    N = Normalitas larutan titran

    25,6 = Konstanta untuk menghitung kadar asam lemak bebas sebagai

    asam palmitat.

    3.3.2. Proses Pengubahan Asam Lemak Bebas Menjadi Biodiesel dengan

    Reaksi Esterifikasi

    Reaksi esterifikasi dilakukan menggunakan labu Schlenk 250 mL yang

    dilengkapi dengan alat refluks. Sebanyak 25 gram sludge CPO yang telah

    dicairkan ditambahkan etanol p.a sebanyak 100 mL diikuti dengan penambahan

    katalis komposit montmorilonit-karbon tersulfonasi. Reaksi esterifikasi dilakukan

    berdasarkan tiga variabel yaitu rasio temperatur (70oC, 80

    oC dan 90

    oC), berat

    katalis (0,25 %b/b, 0,5 %b/b dan 1% b/b), dan waktu reaksi (90 menit, 120 menit

    dan 150 menit).

    3.3.3. Pengukuran Densitas Biodiesel Hasil Reaksi

    Cuci dan bersihkan piknometer dengan akuades dilanjutkan dengan etanol

    kemudian dikeringkan dalam oven, kemudian timbang bobot piknometer kosong.

    Piknometer diisikan dengan akuades pada suhu 40 0C sampai tanda tera (hindari

    terbentuknya gelembung). Piknometer dimasukkan kedalam penangas air pada

    suhu 40 0C selama 30 menit. Keringkan air dipermukaan piknometer, lalu

    piknometer berisi akuades ditimbang. Keringkan piknometer kemudian dicuci

    dengan alkohol dan dikeringkan. Isi piknometer dengan biodiesel pada suhu 40 0C

    sampai tanda tera (hindari terbentuk gelembung). Masukkan piknometer kedalam

    penangas air pada suhu 40 0C selama 30 menit, kemudian diangkat dan

  • 10

    Universitas Sriwijaya

    dibersihkan permukaan dengan kertas tisu dan timbang dengan menggunakan

    neraca analitik. Densitas dapat ditentukan dengan rumus :

    = 2 0

    1 0 (3.2)

    Dimana : = Densitas akuades pada suhu 40 0C (0,993 g/ml)

    m0 = Massa piknometer kosong (g)

    m1 = Massa piknometer yang berisi akuades (g)

    m2 = Massa piknometer yang berisi biodiesel (g).

    3.3.4. Pengukuran Viskositas Biodiesel Hasil Reaksi

    Uji viskositas dapat dilakukan dengan cara memanaskan akuades pada

    suhu 40 0C, lalu dimasukkan ke dalam tabung viskometer Ostwald dan catat

    waktu yang diperlukan untuk mencapai tanda tera, kemudian panaskan juga

    biodiesel pada suhu 40 0C dan dimasukkan dalam tabung viskometer Ostwald.

    Catat waktu yang diperlukan untuk mencapai tanda tera. Viskositas dapat

    ditentukan dengan rumus :

    Viskositas = x 2 2

    1 2 (3.3)

    Dimana : = Viskositas akuades pada suhu 40 0C ( 0,6529 Cst)

    d1 = Densitas akuades pada suhu 40 0C (0,993 g/ml)

    t1 = Waktu yang diperlukan akuades untuk mengalir (s)

    d2 = Densitas biodiesel pada suhu 40 0C (g/ml)

    t2 = Waktu yang diperlukan biodiesel untuk mengalir (s)

  • Universitas Sriwijaya

    11

    BAB IV

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1 Identifikasi Produk Ester Hasil Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas

    dalam Sludge CPO Menggunakan Spektroskopi Fourier Transform

    Infrared (FT-IR)

    Pengukuran menggunakan spektroskopi inframerah dilakukan dengan

    tujuan untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang terdapat dalam suatu senyawa.

    Analisis FT-IR terhadap sampel dilakukan pada bilangan gelombang 600-4000

    cm-1

    . Gambar 4.1 menunjukan bahwan gugus ester terbaca pada bilangan

    gelombang 1049-1713 cm-1

    (Puji, 2010).

    Gambar 4.1. Spektra FT-IR biodiesel hasil reaksi esterifikasi

    Spektra FT-IR ester hasil reaksi esterifikasi asam lemak bebas dalam

    sludge CPO tersaji pada gambar 3.b. Pita serapan C=O terlihat pada daerah 1713

    cm-1

    , rantai alkana yang terdapat pada asam lemak bebas terbaca pada daerah

    2924 cm-1

    dan gugus OH muncul pada bilangan gelombang 3394 cm-1

    .

    Kemunculan gugus OH pada spektra menunjukan adanya gugus karboksil yang

    terdapat pada asam lemak. Spektra FT-IR ester hasil reaksi diperkuat dengan

    meningkatnya pita serapan C-O dibandingkan dengan spektra FT-IR sludge CPO

    yang terbaca pada daerah 1049 cm-1

    . Peningkatan pita serapan C-O menunjukan

    bahwa adanya pertambahan gugus ester hasil reaksi asam lemak bebas dengan

    etanol.

  • 12

    Universitas Sriwijaya

    4.2 Pengaruh Temperatur, Katalis dan Waktu Reaksi Terhadap Konversi

    Hasil Reaksi

    Temperatur reaksi akan mempengaruhi jalannya reaksi terhadap konversi

    asam lemak bebas. Peningkatan konversi asam lemak bebas pada reaksi

    esterifikasi dipengaruhi oleh kenaikan temperatur yang digunakan, dimana

    semakin tinggi temperatur akan semakin besar konversi hasil reaksi, karena

    dengan naiknya temperatur maka tumbukan antar partikel akan semakin besar

    sehingga reaksi berjalan semakin cepat (Nurul, 2010). Titik didih dari pereaksi

    juga berpengaruh terhadap konversi hasil reaksi, karena jika telah melampaui titik

    didih dari pereaksi, maka pereaksi akan menguap sebelum bereaksi, sehingga

    konversi hasil reaksi akan menurun (Pua et al., 2011).

    Gambar 4.2. Kurva pengaruh temperatur terhadap konversi hasil reaksi

    Hasil penelitian menunjukan bahwa konversi hasil tertinggi terjadi pada

    temperatur 80oC yaitu 79,98 % dengan berat katalis 0,5 %b/b dan waktu reaksi

    120 menit. Konversi hasil reaksi terbesar pada dikarenakan temperatur tersebut di

    daerah sekitar titik didih etanol, reaksi telah mengalami kesetimbangan sehingga

    memberikan konversi hasil reaksi yang besar, namun pada temperatur di atas

    80oC konversi hasil reaksi semakin menurun karena pada temperatur tersebut

    sudah melebihi dari titik didih etanol yang mengakibatkan etanol menguap

    sebelum bereaksi dengan asam lemak bebas.

    Katalis merupakan suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada

    temperatur tertentu, tanpa mengalami perubahan secara permanen dalam reaksi

    tersebut. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi atau pun

    produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau

    0

    20

    40

    60

    80

    100

    0 20 40 60 80 100

    % k

    on

    vers

    i

    Temperatur (oC)

  • 13

    Universitas Sriwijaya

    memungkinkan reaksi pada suhu yang rendah akibat perubahan yang dipicunya

    terhadap pereaksi. Katalis menyediakan jalur pilihan dengan energi aktivasi yang

    rendah. Katalis berfungsi menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan untuk

    berlangsungnya reaksi.

    Gambar 4.3. Kurva pengaruh berat katalis terhadap konversi hasil reaksi.

    Penelitian menunjukan bahwan penggunaan berat katalis 0,5%b/b

    menghasilkan konversi hasil reaksi terbesar yaitu 79,49% pada temperatur 80oC

    dan waktu reaksi 120 menit. Penggunaan berat katalis 0,5 %b/b memberikan

    konversi hasil reaksi paling besar, hal ini dikarenakan reaksi telah mengalami

    kesetimbangan. Penggunaan katalis yang berlebih akan menurunkan konversi

    hasil reaksi. Katalis Berlebih akan bereaksi dengan etanol membentuk dietil eter

    sehingga etanol hasil sebelum bereaksi dengan asam lemak bebas pada sludge

    CPO.

    Waktu reaksi yang digunakan juga akan mempengaruhi konversi asam

    lemak bebas. Perbedaan waktu dalam suatu reaksi akan menghasilkan konversi

    yang berbeda pula. Hasil analisis variabel bebas yang digunakan menunjukan

    bahwa waktu reaksi berpengaruh nyata terhadap konversi asam lemak bebas.

    Gambar 4.4. Kurva pengaruh waktu reaksi terhadap konversi hasil reaksi

    0

    20

    40

    60

    80

    100

    0 0,5 1 1,5

    % K

    on

    vers

    i

    Berat Katalis (%b/b)

    0

    20

    40

    60

    80

    100

    0 50 100 150 200

    % K

    on

    vers

    i

    Waktu Reaksi (menit)

  • 14

    Universitas Sriwijaya

    Penelitian menunjukan bahwa konversi terbesar terjadi pada waktu reaksi

    120 menit yaitu 81,45 % dengan temperatur 80oC dan berat katalis 0,5 %b/b.

    Semakin lama reaksi maka akan menyebabkan kontak antar zat akan semakin

    besar, sehingga rantai alkil asam lemak bebas dalam sludge CPO semakin

    sempurna bereaksi membentuk ikatan ester dengan etanol dan menghasilkan

    konversi hasil reaksi lebih besar. Pada temperaut 80oC, berat katalis 0,5 %b/b dan

    lama reaksi 120 menit menunjukan kondisi optimum dalam penelitian yaitu

    dengan konversi terbesar yaitu 81,45%.

    4.3 Hasil Uji Biodiesel hasil Reaksi

    4.3.1 Densitas Produk Biodiesel

    Berat jenis atau density memberikan informasi tentang bagaimana bahan

    bakar akan bekerja dalam mesin diesel. Menurut SNI 04-7182-2006 berat jenis

    dari spesifikasi bahan bakar diesel pada range 0,82-0,9 g/cm3. Pengujian yang

    dilakukan pada produk biodiesel hasil sintesis dari sludge CPO diperoleh dengan

    nilai 0,88-0,896 g/cm3 (lampiran 2). Nilai berat jenis dari produk biodiesel

    menunjukan bahwa nilai telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan SNI.

    4.3.2 Viskositas Produk Biodiesel

    Viskositas atau kekentalan merupakan ketahanan fluidaterhadap laju alir

    sebuah pipa kapiler yang berukuran milimeter. Hasil pengukuran viskositas

    produk biodiesel hasil sintesis yaitu 4,7-6,09 Cst. Berdasarkan nilai standar untuk

    biodiesel pada SNI 04-7182-2006 ditetapkan nilai viskositas standar 2,3-6,0 Cst.

    Viskositas produk biodiesel telah memenuhi standar SNI yang menunjukan bahwa

    biodiesel hasil sintesis memiliki kemiripan dengan bahan bakar diesel.

  • Universitas Sriwijaya

    15

    BAB V

    KESIMPULAN DAN SARAN

    5.1 Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan :

    1. Hasil karakterisasi FT-IR menunjukan adanya gugus ester pada biodiesel

    hasil reaksi.

    2. Pada reaksi esterifikasi, semakin lama reaksi maka konversi hasil reaksi

    semakin besar. Persentasi konversi hasil reaksi terbesar dengan angka 81,45%

    yang terjadi pada temperatur 80oC, berat katalis 0,5 %b/b dan waktu reaksi

    120 menit.

    3. Pengukuran densitas produk biodiesel 0,88-0,96 g/cm3 dan viskositas 4,7-

    6,00 Cst, yang menunjukan bahwa produk biodiesel telah memenuhi standar

    SNI 04-7182-2006.

    5.2. Saran

    Perlu dilakuan penelitan lebih lanjut tentang kinetika kimia terhadap

    proses reaksi esterifikasi pada sludge CPO dengan menggunakan katalis komposit

    montmorilonit-karbon tersulfonasi dari glukosa.

  • Universitas Sriwijaya

    16

    DAFTAR PUSTAKA

    Badan Standarisasi Nasional. SNI-04-7182-2006 (Standar Baku Mutu Biodiesel).

    Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

    Gerpen, J.V. 2005. Biodiesel processing and production. Fuel Process Technol

    86: 10971107.

    Handayani, Septi Puji. 2010. Pembuatan Biodiesel dari Minyak Ikan dengan

    Radiasi Gelombang Mikro. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

    Khan, A.K. 2002. Research into Biodiesel, Kinetics &Catalyst Development.

    Brisbane: Department of Chemical Engineering Queensland University.

    Nurul, M.H dan Zuliana. 2010. Pembuatan metil ester (biodiesel) dari minyak

    dedak dan metanol dengan proses esterifikasi dan transesterifikasi.

    Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknik. UNDIP

    Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak

    Lingkungan

    Pinto, A.C., Guarieiro, L.L.N., Rezende, M.J.C., Ribeiro, N.M., Torres, E.A.,

    Lopes, W.A., de P Pereira, P.A & de Andrade, J.B. 2005. Biodiesel: An

    overview. Braz Chem Soc 16(6B): 1313-1330.

    Sudrajat,R., Sahiman, D.Setiawan., 2007. Pembuatan Biodiesel dari Biji

    Nyamplung. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 25 No. 1, Februari, pp.

    41-56.

    Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan

    Hidup.

    Wenten, I.G. 2004. Solusi terpadu program zero waste effluent dan integrasi

    kebun ternak dalam industri CPO. Sistem Integrasi Tanaman - Ternak .

    Pros. Sem. Nas. Pusat Penelitian dan Pengembangan Petemakan, Balai

    Pengkajian Teknologi Pertanian Prov. Bali dan Crop-Animal System

    research network (CASREN), Bogor.

  • 17

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 1. Gambar Proses Pengambilan dan Esterifikasi

    Pengambilan lumpur sludge CPO

    Kolam penampungan limbah kelapa sawit PT. CKT

    Jambi

    Sampel Sludge CPO

  • 18

    Universitas Sriwijaya

    Proses reaksi Esterifikasi

    Perhitungan % FFAA dengan titrasi menggunakan NaOH

    Biodiesel hasil reaksi esterifikasi

    Proses Pemisahan biodiesel

  • 19

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 2. Data Spektrofotometer FT-IR Biodiesel Hasil Reaksi

  • 20

    Universitas Sriwijaya

  • 21

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 3. Perhitungan Kadar Asam Lemak Bebas dalam sludge CPO

    % =V x N x 25,6

    w

    1. % =V x N x 25,6

    w

    =16,5 mL x 0,5 N x 25,6

    2,5 gram

    = 84,48 %

    2. % =V x N x 25,6

    w

    =17,089 mL x 0,5 N x 25,6

    2,5 gram

    = 87,50 %

    3. % =V x N x 25,6

    w

    =17,75 mL x 0,5 N x 25,6

    2,5 gram

    = 90,88 %

    =84,48 + 87,50 + 90,88

    3

    = 87,62 %

    Perlakuan Gram Sludge CPO mL NaOH yang digunakan (0,5N)

    1 2,5 16,5

    2 2,5 17,089

    3 2,5 17,75

  • 22

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 4. Perhitungan Konversi Hasil Reaksi Esterifikasi

    % = % %

    % 100%

    % FFA awal : Asam Lemak bebas dalam Sludge CPO

    % FFA akhir : Asam Lemak bebes setelah reaksi

    a. Pengaruh temperatur reaksi

    Temperatur

    (oC)

    Berat

    katalis

    (%b/b)

    Waktu

    Reaksi

    (Menit)

    %FFA

    Awal

    Volume

    NaOH

    (mL)

    %FFA

    Akhir

    % konversi

    70 0,5 120 87,62% 5,0 32,11 63,35

    80 0,5 120 2,7 17,54 79,98

    90 0,5 120 5,2 33,28 62,20

    b. Pengaruh berat katalis

    Temperatur

    (oC)

    Berat

    katalis

    (%b/b)

    Waktu

    Reaksi

    (Menit)

    %FFA

    Awal

    Volume

    NaOH

    (mL)

    %FFA

    Akhir

    % konversi

    80 0,25 120 87,62% 4,7 30,08 65,06

    80 0,5 120 2,9 18,84 79,49

    80 1 120 6,7 43,57 50,31

    c. Pengaruh waktu reaksi

    Temperatur

    (oC)

    Berat

    katalis

    (%b/b)

    Waktu

    Reaksi

    (Menit)

    %FFA

    Awal

    Volume

    NaOH

    (mL)

    %FFA

    Akhir

    % konversi

    80 0,5 90 87,62% 5,0 31,57 63,96

    80 0,5 120 2,9 18,84 79,49

    80 0,5 150 2,5 16,24 81,45

  • 23

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 5. Perhitungan Densitas Hasil Reaksi

    = 2 01 0

    Dimana : = Densitas akuades pada suhu 40 0C (0,993 g/ml)

    m0 = Massa piknometer kosong (15,657 g)

    m1 = Massa piknometer yang berisi akuades ( 25,0378 g)

    m2 = Massa piknometer yang berisi biodiesel (g)

    Perlakuan Massa Piknometer berisi

    Biodiesel (gram)

    Densitas

    (gr/cm3)

    1 24,187

    24,158

    24,155

    Rata-rata

    0,8943

    0,8913

    0,8910

    0,892

    2 24,149

    24,152

    24,153

    Rata-rata

    0,8904

    0,8905

    0,8908

    0,8904

    3 24,178

    24,141

    24,130

    Rata-rata

    0,8934

    0,8895

    0,888

    0,8903

    4 24,175

    24,146

    24,139

    Rata-rata

    0,893

    0,890

    0,8893

    0,8907

    5 24,167

    24,148

    24,149

    Rata-rata

    0,8922

    0,8909

    0,8904

    0,8909

    6 24,237

    24,201

    24,191

    Rata-rata

    0,8998

    0,8958

    0,8948

    0,896

    7 24,155

    24,157

    24,148

    Rata-rata

    0,891

    0,8912

    0,8903

    0,8908

    8 24,167

    24,148

    24,149

    Rata-rata

    0,8922

    0,8909

    0,8904

    0,8909

    9 24,122

    24,161

    24,152

    Rata-rata

    0,8875

    0,891

    0,8907

    0,8897

  • 24

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 6. Pengukuran Viskositas Hasil Reaksi

    Viskositas = x 2 2

    1 2

    Dimana : = Viskositas akuades pada suhu 40 0C ( 0,6529 cSt)

    d1 = Densitas akuades pada suhu 40 0C (0,993 g/ml)

    t1 = Waktu yang diperlukan akuades untuk mengalir ( 8,37 s)

    d2 = Densitas biodiesel pada suhu 40 0C (g/ml)

    t2 = Waktu yang diperlukan biodiesel untuk mengalir (s)

    Perlakuan Waktu alir Bodiesel

    (sekon)

    Viskositas

    (cSt)

    1 79,42

    67,18

    61,42

    Rata-rata

    5,923

    5,01

    4,58

    5,17

    2 83,31

    80,58

    80,20

    Rata-rata

    6,1

    5,9

    5,9

    5,96

    3 81,67

    67,41

    72,36

    Rata-rata

    6,07

    5,017

    5,38

    5,589

    4 80,640

    80,190

    70,460

    Rata-rata

    6,005

    5,971

    5,247

    5,741

    5 86,13

    70,92

    81,09

    Rata-rata

    5,993

    5,568

    5,23

    5,597

    6 87,52

    80,59

    76,05

    Rata-rata

    6,55

    6,037

    5,69

    6,09 7 60,38

    67,16

    63,04

    Rata-rata

    4,49

    5,056

    4,69

    4,745

    8 86,13

    70,92

    81,09

    Rata-rata

    5,993

    5,568

    5,23

    5,597

    9 74,43

    64,05

    51,03

    Rata-rata

    5,550

    4,776

    3,805

    4,710

  • 25

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 7. Format Biodata Ketua

    A. Identitas Diri

    1 Nama lengkap Muhammad Handayani

    2 Jenis kelamin Laki-laki

    3 Program

    Studi/Jurusan/Fakultas

    Agroekoteknologi/ Ilmu

    Tanah/Pertanian

    4 NIM 05121007021

    5 Tempat dan tanggal lahir Kisaran, 25 Juli 1994

    6 E-mail [email protected]

    7 Nomor Tlp/HP 087818865513

    8 Alamat Indralaya, Sumsel

    B. Riwayat Pendidikan

    SD SMP SMA

    Nama Sekolah SDN 01 Sei

    Renggas

    SMPN 2

    Kisaran

    SMKN 2 Kisaran

    Jurusan - - Teknik

    Komputer dan

    Jaringan

    Tahun masuk-

    lulus

    2000-2006 2006-2009 2009-2012

    Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar

    dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari

    ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima

    sanksi.

    Indralaya, 22 Desember 2014

    Ketua,

    Muhammad Handayani

    NIM. 05121007021

  • 26

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 8. Format Biodata Anggota 1

    C. Identitas Diri

    1 Nama lengkap Apriansyah

    2 Jenis kelamin Laki-laki

    3 Program

    Studi/Jurusan/Fakultas

    Kimia

    4 NIM 08111003029

    5 Tempat dan tanggal lahir Pagar Alam, 30 April 1993

    6 E-mail [email protected]

    7 Nomor Tlp/HP 087813028813

    8 Alamat Indralaya, Sumsel

    D. Riwayat Pendidikan

    SD SMP SMA

    Nama Sekolah SD N 55

    Pagaralam

    MTs. N

    pagaralam

    SMA Plus N 4

    Pagaralam

    Jurusan IPA

    Tahun masuk-

    lulus

    1999-2005 2005-2008 2008-2011

    Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar

    dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari

    ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima

    sanksi.

    Indralaya, 22Desember 2014

    Anggota 1,

    Apriansyah

    NIM.08111003029

  • 27

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 9. Format Biodata Anggota 2

    A. Identitas Diri

    1 Nama lengkap Didi Permadi

    2 Jenis kelamin Laki-laki

    3 Program

    Studi/Jurusan/Fakultas

    Agroekoteknologi/Hama Penyakit

    Tanaman/Pertanian

    4 NIM 05121007005

    5 Tempat dan tanggal lahir Tasikmalaya, 22 Oktober 1993

    6 E-mail [email protected]

    7 Nomor Tlp/HP 081930670556

    8 Alamat Indralaya, Sumsel

    B. Riwayat Pendidikan

    SD SMP SMA

    Nama Sekolah SDN 1 Sukajadi SMPN 04 OKU SMAN 06 OKU

    Jurusan IPA

    Tahun masuk-

    lulus

    2000-2006 2006-2009 2009-2012

    Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar

    dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari

    ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima

    sanksi.

    Indralaya, 22Desember 2014

    Anggota 2,

    Didi Permadi

    NIM.05121007005

  • 28

    Universitas Sriwijaya

    Lampiran 10. Format Biodata Dosen Pembimbing

    Nama : Eka Mulyana, S.P., M.Si

    Jurusan : Agribisnis

    NIP : 197710142008122002

    NIDN : 0014107709

    Tempat/Tanggal Lahir : Meranjat/14/10/1977

    Agama : Islam

    Jenis Kelamin : Perempuan

    No. HP : 081373975075

    Website : http://www.fp.unsri.ac.id

    Alamat : Kelurahan Timbangan Km.32.5 Indralaya, Ogan

    Ilir

    Riwayat Pendidikan Tinggi

    No. Perguruan Tinggi Gelar Akademik Tanggal Ijazah Jenjang

    1 Universitas Sriwijaya S.P 2000 S1

    2 Institut Pertanian Bogor M.Si 2012 S2

    Indralaya, 22 Desember 2014

    Dosen Pembimbing,

    (Eka Mulyana, S.P., M.Si)

    NIDN. 0014107709