lapsus dewi

Download Lapsus Dewi

Post on 15-Oct-2015

46 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lapsus drkhai

TRANSCRIPT

  • RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME DAN INFEKSI NEONATAL PADA BAYI BERAT LAHIR SANGAT RENDAH

    Dewi Febriana Nursari, S.KedI1A010009Pembimbing:dr. Gladys Gunawan, Sp.A(K)

  • RDS diperkirakan terjadi pada 20.000-30.000 bayi baru lahir tiap tahunnya

    Kira-kira 50% kelahiran neonatus yang lahir pada usia kehamilan 26-28 minggu mengalami RDS

  • Akan dibahas kasus respiratory distress syndrome dan infeksi neonatal pada bayi berat lahir sangat rendah yang dialami oleh seorang bayi laki-lak yang dirawat di ruang NICU RSUD Ulin Banjarmasin

  • RDS (RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME)

  • INFEKSI NEONATAL

  • FR. MayorFR. Minor

  • TATALAKSANA

  • BERAT BADAN LAHIR SANGAT RENDAH (BBLSR)

  • LAPORAN KASUS

  • IDENTITAS

  • 1 menit5 menit10 menitFrekuensi jantung

  • DIAGNOSIS BANDING

  • DIAGNOSIS

  • TERAPI

  • Laboratorium (21 April 2014)

  • Tanggal20 April 201421 April 201422 April 2014Subjektif Gerakan : Lemah+++ Menangis : Lemah++-Kulit : kemerahan-++ Kebiruan+--Merintih+++ Nafas : tidak teratur+++ObjektifNadix/mntRRx/mntSuhux/mnt170160150140130120110100706560555045403538,53837,53736,53635,535Kulit : Kemerahan+++ Sianosis+--Hidung : Pernapasan cuping hidung++-Mulut : Sianosis---Toraks : Retraksi---Ekstremitas : Sianosis+--PenatalaksanaanIVFD D12,5% 100 cc+Ca-glukonas 2,5 tetes/menit+++InkubatorO2 CPAP PEEP 7 cmH2O FiO2 28%Aminophilin bolus 6 mgAminophilin maintenance 2x2,5mg+++++-+++-+Ampicillin 2 x 10 mg iv+++Gentamycin 2 x 5 mg iv+++Diet (OGT)Evelip 0,4cc/jamPuasa-Puasa +Puasa +

  • Pada hari perawatan ke-4, bayi C mengalami apneu berulang yangmana terjadi dalam durasi 5-10 detik, meskipun sudah mendapatkan tindakan resusitasi untuk kegawatan nafasnya, bayi C dinyatakan meninggal pada tanggal 23 April 2014 pukul 07.20.

  • Infeksi pada bayi baru lahir atau yang disebut Infeksi neonatal adalah sindrom klinis dari penyakit sistemik akibat infeksi selama satu bulan pertama kehidupannya. dapat terjadi ante natal, intra natal mauppun post partum. Infeksi neonatorum ditandai dengan terpenuhinya 1 kriteria mayor atau 3 kriteria minor

  • Pada bayi C, didapatkan 4 kriteria sehingga memenuhi kriteria diagnosis neonatal infection

    Kriteria mayorKriteria minorKPD > 24jamKPD >12 jamDemam intrapartum > 380CDemam >37,50CKorioamnionitis APGAR rendahKetuban hijau berbauBBLSR (160UG

  • Distress respirasi atau gangguan napas merupakan masalah yang sering dijumpai pada hari pertama kehidupan BBL, ditandai dengan takipnea, napas cuping hidung, retraksi interkostal, sianosis dan apnue. Gangguan napas dapat mengakibatkan gagal napas akut yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk memelihara pertukaran gas agar dapat memenuhi kebutuhan tubuh dan akan mengakibatkan hipoksemia dan/atau hiperkarbia.

  • Definisi gangguan napas adalah suatu keadaan meningkatnya kerja pernapasan yang ditandai dengan:

  • Gambaran klinis yang terdapat pada Bayi C adalah manifestasi gangguan pernafasan yang ditunjukkan dengan adanya retraksi dan nafas cuping hidung. Retraksi dan nafas cuping hidung pada Bayi C terjadi sejak dilahirkan. Hal ini menunjukkan adanya gangguan fungsi sistem organ pernapasan yang terjadi. Hal ini dinilai melalui score down, yangmana jumlah nilai bayi C adalah 7

  • Evaluasi:1-3 :tidak ada gawat napas4-7 : gawat napas> 7 : ancaman gagal napasPada bayi C, skor down didapatkan jumlah 7.

  • Selain antibiotik, Bayi C juga mendapatkan terapi perawatan inkubator untuk menjaga stabilisasi suhu. Bayi C juga mendapatkan terapi oksigen dengan Continous Positive Airway Pressure (CPAP) yang berguna untuk mempertahankan tekanan positif pada saluran napas neonatus selama pernapasan spontan. Bayi C juga mendapatkan infus D12,5% + Ca glukonas

  • Bayi C juga mendapatkan nutrisi parenteral protein (aminophilin) dan lipid (evelip). Nutrisi parenteral diberikan sebagai dukungan nutrisi bagi pasien yang tidak dapat mengkonsumsi atau menyerap sejumlah makanan secara adekuat melalui traktus gastrointestinal.

  • Penyebab kematian pada bayi C mungkin dikarenakan adanya depresi pusat pernafasan akibat prematuritas (imaturitas neuron-neuron, imaturitas fungsi batang otak) yang menyebabkan sinyal impuls bernafas terhadap otot-otot pernafasan tidak adekuat, ini menyebabkan terganggunya aktivitas otot-otot pernafasan, yang akhirnya memicu terjadinya apneu.

  • Secara keseluruhan, bayi prematur relatif kurang mampu untuk bertahan hidup karena struktur anatomis dan fisiologis yang imatur dan juga fungsi biokimianya belum bekerja dengan baik. Kekurangan fungsi tersebut diatas berpengaruh terhadap kesangggupan bayi untuk mengatur suhu badannya, fungsi paru, fungsi imunologik dan fungsi lainnya. Fungsi nafas bayi prematur masih terbatas karena berkurangnya perfusi alveolus pada ventilasi dan berkurangnya luas permukaan surfaktan lipid yang aktiif untuk mencegah kolaps alveolus.

  • BAYI KURANG BULAN (BKB)

    Bayi C lahir dalam usia kehamilan 25 minggu dan termasuk bayi kurang bulan (BKB) karena usia kehamilan kurang dari 37 minggu . Usia kehamilan bayi dibagi menjadi bayi kurang bulan (BKB), bayi cukup bulan (BCB) dan bayi lebih bulan (BLB).3

  • Bayi berdasarkan masa gestasiBKBBayi Kurang Bulan< 37 minggu (< 259 hari)BCBBayi Cukup Bulanmulai 37 minggu - 42 minggu (259-293 hari)BLBBayi Lebih Bulan> 42 minggu (294 hari atau lebih).

  • Hari pertama haid terakhir ibu Bayi C adalah 03 Oktober 2013, sehingga taksiran partus Bayi C untuk BCB pada tanggal 29 Juli 2014. Berdasarkan nilai Finnstrom, didapatkan usia kehamilan 26 minggu.

  • Penghitungan dengan skor new Ballard yang mengakses tingkat maturitas neuromuskular dan fisik adalah 10, yang mengindikasikan masa umur gestasi ibu antara 26-28 minggu.

  • 1111206641012010042526-28

  • Selain itu, dari pemeriksaan fisik pada bayi C didapatkan tanda-tanda bayi kurang bulan seperti :a. Ukuran kecil b. Berat badan lahir sangat rendahc. Kulitnya tipis, terang dan berwarna pinkd. Vena di bawah kulit terlihat e. kulitnya tampak keriput f. Tangisannya lemah g. Jaringan payudara belum berkembang h. Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit i. Refleks menghisap dan refleks menelan yang buruk j. Pernafasan yang tidak teratur

  • SESUAI MASA KEHAMILAN (SMK)Perbandingan antara berat badan lahir bayi dan masa gestasi dapat menilai maturitas dari bayi. Berdasarkan hal tersebut, bayi dapat dibedakan menjadi Kecil untuk Masa Kehamilan (KMK), Sesuai untuk Masa Kehamilan (SMK) atau Besar untuk Masa Kehamilan (BMK).

  • Kurva pertumbuhan standar disusun berdasarkan riwayat berat lahir bayi yang dilahirkan pada minggu kelahiran tertentu. Bayi dengan berat lahir sama dengan atau di bawah persentil ke-10 digolongkan kecil masa kehamilan (KMK), sedangkan bayi yang memiliki berat lahir pada atau di atas persentil ke-90 digolongkan besar masa kehamilan (BMK), Jika berat lahir bayi berada di antara persentil ke-10 hingga ke-90 digolongkan sesuai masa kehamilan (SMK).

  • Pada kasus, Bayi C dilahirkan dengan berat badan lahir sebesar 1000 gram dengan usia kehamilan 25 minggu berdasarkan kurva pertumbuhan Lubchenco, maka dapat disimpulkan bahwa bayi termasuk bayi SMK (Sesuai untuk Masa Kehamilan) karena berat badan bayi dan masa gestasinya berada di antara persentil ke-10 dan 90

  • BAYI BERAT LAHIR SANGAT RENDAH (BBLSR)Berdasarkan berat badan lahir pasien 1000 gr (< 1500 gr), Bayi C digolongkan sebagai berat bayi lahir sangat rendah (BBLSR). Prevalensi bayi berat lahir sangat rendah (BBSLR) diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3%-38% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah.Penyebab terbanyak terjadinya BBLSR adalah kelahiran prematur.

  • Berat lahirBBLSR4000 gr

  • Beberapa etiologi dari BBLSR yaitu :

  • Pada ibu bayi, didapatkan 2 faktor resiko yaitu , perdarahan ante partum dan pekerjaan yang melelahkan sehingga menjadi faktor resiko terjadinya BBLSR.

  • KESIMPULANTelah dilaporkan sebuah kasus bayi laki-laki 3 hari dengan diagnosis neonatal infeksi dengan respiratory distress syndrome + BBLSR yang dirawat di ruang bayi RSUD Ulin Banjarmasin. Pasien dirawat selama 4 hari sejak 20 April 2014 hingga 23 April 2014 di ruangan NICU. Diagnosis infeksi neonatal dan RDS+ BBLSR ditegakkan berdasarkan anamnesis dan hasil pemeriksaan fisik.

  • Telah dilakukan pengobatan berupa pemberian O2, infus D12,5% +Ca glukonas, injeksi ampicilin (2 x 50 mg), gentamisin (5 mg/36 jam), vitamin K (1 x 1 mg), juga mendapatkan nutrisi parenteral protein (aminophilin) dan lipid (evelip). Pasien kemudian di rencanakan melakukan pemeriksaan foto thoraks dan kultur darah, namun pada hari perawatan ke-4 pasien mengalami apneu berulang dan dinyatakan meninggal pada tanggal 23 April 2014 pk 07.20.

  • Prognosis tergantung dari tingkat prematuritas dan beratnya gejala. Mortalitas diperkirakan antara 20-40%. Penyebab kematian dikarenakan apneu yang berulang, pada bayi prematur kausa sulit sekali diketahui, kemnungkinan terjadi depresi pada pusat pernafasan akibat prematuritas itu sendiri (imaturitas neuron-neuron dan imaturitas fungsi dari batang otak).

  • Terima kasih