lapsus combutio

Author: mizwar-pranata

Post on 03-Apr-2018

219 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    1/19

    Page 1 of19

    BAB I

    LAPORAN KASUS

    I. Identitas pasien- Nama : Iq. I- Umur : 52 Tahun- Jenis Kelamin : Perempuan- Pekerjaan : IRT- Alamat : Suralaga, Lotim- Status Kawin : Kawin- Masuk Rumah Sakit : 16 February 2013- Tanggal Pemeriksaan :21 February 2013

    II. Anamnesa- Keluhan Utama : terkena api pada wajah- Riwayat Penyakit Sekarang :

    Pasien datang sadar dengan keluhan mengeluh wajah terkena api

    sekitar 4 jam SMRS. Pasien mengeluh nyeri, perih dan panas di daerah wajah

    sebelah kanan. Nyeri yang dirasakan senat-senut sehingga pasien tidak bias

    beristirahat. Pasien juga mengaku timbul gelembung-gelembung yang berisi

    cairan jernih pada daerah yang terkena api tersebut.

    Pasien mengalami kecelakaan ini 4 jam SMRS, waktu itu pasien

    sedang menggoreng kopi menggunakan tungku dan secara tiba-tiba pasien

    terjatuh ke tungku sehingga mengenai wajah sebelah kanannya. Kemudian

    pasien bangun sendiri dan memanggil keluarganya.

    Badan terasa lemah (+), sesak (-), mual (-), muntah (-), BAK (+)

    normal, BAB (+) Normal. Saat ini pasien mengeluh bahwa cairan yang

    bergelembung telah kempes dan pecah dengan sendirinya.

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    2/19

    Page 2 of19

    - Riwayat Penyakit Dahulu :Pasien mengaku sering pingsan, pasien sudah 3 kali ini jatuh di tungku

    dan terluka, pasien menyangkal pernah memiliki penyakit berat seperti DM

    (-), HT (-).

    - Riwayat Penyakit Keluarga :Tidak ada keluarga yang mengalami hal serupa dengan pasien

    - Riwayat Alergi :Obat-obatan (-), makan tertentu (-)

    III. Pemeriksan fisika. Status present

    Keadaan umum : Baik

    Kesadaran : E4V5M6

    Tanda Vital :

    - Tekanan Darah : 110/70 mmHg- Nadi : 88x/ menit- Pernapasan : 21 x/ menit- Suhu axilla : 37,20C

    b. Pemeriksan fisik umum1. Kepalaleher

    - Kepala : Normochepali, luka bakar region facial ukuran 13 x 6 cmdan region frontotemporalis dengan ukuran 14 x 12 cm, eritema (+).

    - Mata : Konjungtiva palpepra anemis -/-, sclera ikterik -/-, reflek pupil+/+, pupil isokor 3mm/3mm

    - Leher : sikatrik (+), simetris, massa (-), pemb. KGB (-).

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    3/19

    Page 3 of19

    2. Thorax-kardiovaskular- Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris (+), massa (-), sikatriks (-)

    dan RR 21 x/menit.

    - Palpasi : nyeri tekan (+) Pergerakan dinding dada simetris, fremitusvocal (+)

    - Perkusi :o Sonor di lapang paru +/+

    - Auskultasio Cor : S1S2 Tunggal, suara murmur (-), Gallop (-)o Pulmo : Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-

    3. Abdomeno Inspeksi : Distensi (-)o Auskultasi : bising usus (+) normalo Palpasi : Nyeri tekan (-), massa (-)o Perkusi : Timpani diseluruh lapang abdomen

    4. Extremitas atas : akral hangat +/+, edema -/-5. Extremitas bawah : Akral hangat +/+, edema -/-

    c. Status lokalis

    Tampak luka bakar grade II pada regio facial-temporoparietal dan auricular dekstra

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    4/19

    Page 4 of19

    Inspeksi:

    luka bakar region facial ukuran 13 x 6 cm dan region frontotemporalis

    dengan ukuran 14 x 12 cm, eritema (+), bula (-) sudah pecah.

    Palpasi :

    Kesan uji tusuk jarum (skin prick test) positif pada semua region yang terkena

    luka bakar

    IV. Resumea. Anamnesis

    Iq. I, perempuan 52 tahun, datang dengan keluhanwajah terkena api

    sekitar 4 jam SMRS. Pasien mengeluh nyeri, perih dan panas di daerah wajah

    sebelah kanan. Nyeri yang dirasakan senat-senut sehingga pasien tidak bias

    beristirahat. Pasien juga mengaku timbul gelembung-gelembung yang berisi

    cairan jernih pada daerah yang terkena api tersebut

    b. Pemeriksan fisikTampak luka bakar grade II pada facial-temporoparietal dan auricular dekstra

    Inspeksi:

    luka bakar region facial ukuran 13 x 6 cm dan region frontotemporalis

    dengan ukuran 14 x 12 cm, eritema (+), bula (-) sudah pecah.

    Palpasi :

    Kesan uji tusuk jarum (skin prick test) positif pada semua region yang terkena

    luka bakar

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    5/19

    Page 5 of19

    V. Pemeriksaan PenunjangTanggal 18 February 2013 :

    Hb : 11,1 HCT : 31,8 MCHC :33,2

    WBC : 13,22 MCV : 77,5 LED : 32

    PLT : 172 MCH : 26,2 Albumin : 2,95

    GDS : 124

    VI. DiagnosisCombustion grade II superficial (3%) region facial, fronto-temporalis dan

    auricular dekstra.

    VII. Usulan Pemeriksaan- Elektrolit

    VIII. Rencana terapi- IVFD RL 18 TPM- Inj. Cefotaxim 2 x 1gr- Inj. Ranitidin 2 x 1 amp- Inj. Ketorolac 3 x 30mg- Rawat Luka

    IX. PrognosisDubia ad Bonam

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    6/19

    Page 6 of19

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1.Definisi

    Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang

    disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik

    dan radiasi. Luka bakar merupakan suatu jenis trauma dengan morbiditas dan

    mortalitas tinggi. Biaya yang dibutuhkan untuk penanganannya pun tinggi.1,2

    2.2.EpidemiologiKurang lebih 2,5 juta orang mengalami luka bakar di Amerika Serikat setiap

    tahunnya. Dari kelompok ini, 200.000 pasien memerlukan penanganan rawat jalan

    dan 100.000 pasien dirawat di rumah sakit.Sekitar 12.000 meninggal setiap

    tahunnya.Anak kecil dan orang tua merupakan populasi yang beresiko tinggi untuk

    mengalami luka bakar. Kaum remaja laki-laki dan pria dalam usia kerja juga lebih

    sering menderita luka bakar.3

    Di rumah sakit anak di Inggris, selama satu tahun terdapat sekitar 50.000

    pasien luka bakar dimana 6400 diantaranya masuk ke perawatan khusus luka bakar.Antara 1997-2002 terdapat 17.237 anak di bawah 5 tahun mendapat perawatan di

    gawat darurat di 100 rumah sakit di amerika3.

    2.3.Etiologi

    Selain terbakar api langsung atau tidak langsung. Juga pajanan suhu tinggi

    dari matahari, listrik, maupun bahan kimia. Luka bakar karena api atau akibat tidak

    langsung dari api misalnya tersiram air panas, terpajan sinar matahari dll.2

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    7/19

    Page 7 of19

    Penyebab luka bakar antara lain:

    Api atau benda panas, yang merupakan penyebab tersering dari lukabakar. Terjadi jika kulit kontak atau terpapar dengan api, uap panas, air

    panas, minyak panas, atau logam panas.

    Luka bakar akibat benda panas dapat terjadi akibat dari kebakaran, mobil

    yang mengalami kecelakaan, kecelakaan akibat petasan, kecelakaan

    rumah tangga, ledakan tabung gas, ledakan bom, menyentuh knalpot

    sepeda motor yang panas, dll.

    Bahan kimia. Terjadi jika kulit kontak dengan bahan-bahan kimia yangtergolong asam kuat atau basa kuat yang dapat bereaksi menghasilkan

    panas, seperti senyawa kimia kaustik (natrium hidroksida atau perak

    nitrat, dan asam seperti asam sulfat atau orang sering menyebutnya

    dengan air keras).

    Aliran listrik atau sambaran petir.Luka bakar karena aliran listrik dapat terjadi akibat menyentuh kabel

    maupun sesuatu yang menghantarkan listrik dari kabel yang terpasang.

    Sedangkan kecelakaan akibat tersambar petir bisa terjadi jika seseorang

    secara terbuka berdiri di lapangan luas saat ada petir, jika seseorang

    bersandar pada atau berada di dekat batang pohon yang tersambar petir

    (paling jauh 2 meter dari pohon tersebut) atau jika seseorang berdiri atau

    berjongkok dekat tanah yang tersambar petir.

    Radiasi. Dapat terjadi jika terpapar sinar matahari dalam waktu yanglama, radioterapi pada pengobatan kanker atau akibat efek panas dari

    radiasi gelombang mikro.

    2.4.Pembagian/klasifikasi luka bakar

    Luka bakar dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan

    kedalaman kerusakan jaringan, yang perlu dicantumkan dalam diagnosis yaitu:

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    8/19

    Page 8 of19

    a) Berdasarkan penyebab :o Luka bakar karena apio Luka bakar karena air panaso Luka bakar karena bahan kimia (yang bersifat asam atau basa kuat)o Luka bakar karena listrik dan petiro Luka bakar karena radiasi

    b) Berdasarkan kedalaman kerusakan jaringan:

    Gambar anatomi lapisan kulit

    Gambar derajat luka bakar

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    9/19

    Page 9 of19

    oLuka bakar derajat I Kerusakan terbatas pada lapisan epidermis (superficial) Kulit kering, hiperemik berupa eritem Tidak dijumpai bulaeNyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi Penyembuhan terjadi secara spontan tanpa pengobatan dalam

    waktu 5-10 hari

    oLuka bakar derajat II Kerusakan melipuri epidermis dan sebagian dermis, berupa reaksi

    inflamasi disertai proses eksudasi

    Dijumpai bulaeNyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering terletak lebih tinggi

    diatas kulit normal

    Dibedakan menjadi 2:1.Derajat II dangkal (superficial)

    Kerusakan mengenai bagian superficial dari dermisOrgan-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat,

    kelenjar sebasea masih utuh

    Penyembuhan terjadi secara spontan dalam waktu 10-14 hari2.Derajat II dalam (deep)

    Kerusakan mengenai hamper seluruh bagian dermisOrgan-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat,

    kelenjar sebasea, sebagian masih utuh

    Penyembuhan terjadi lebih lama, tergantung bijji epitel yangtersisa. Biasanya penyembuhan terjadi dalam waktu lebih

    dari 1 bulan

    c) Luka bakar derajat 3

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    10/19

    Page 10 of19

    oKerusakan meliputi seluruh tebal dermis dan lapisan yang lebih dalamoOrgan-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar

    sebasea mengalami kerusakan

    oTidak dijumpai bullaeoKulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. Karena kering,

    letaknya lebih rendah disbanding kankulit sekitar

    oTerjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenalsebagai eskar

    oTidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi, oleh karena ujung-ujungsaraf sensorik mengalami kerusakan / kematian

    oPenyembuhan terjadi lama karena tidak ada proses epitelisasi spontandari dasar luka .

    1

    2.5.Kategori penderita dan indikasi rawat inap serta rawat jalan

    Berdasarkan berat ringan luka bakar, diperoleh beberapa kategori penderita:

    1. Luka bakar derajat berat/kritis: Derajat II >25% Derajat III >10% Derajat III pada muka, tangan dan kaki Trauma pada jalan nafas/inhalasi Diseratif fraktur, luka luas Luka bakar listrik

    2. Luka bakar sedang: Derajat II 15-25% Derajat III

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    11/19

    Page 11 of19

    Dimana kategori penderita ini ditujukan untuk kepentingan prognosis,

    yang berhubungan dengan angka morbiditas dan mortalitas.1

    Indikasi rawat inap- Penderita syok atau terancam syok

    Anak : luasnya luka >10% Dewasa : Luasnya luka > 15 %

    - Letak luka yang memungkinkan penderita terancam cacat berat Wajah, mata Tangan dan kaki Perineum

    - Terancam udem laringTerhirup asap atau udara hangat

    Indikasi rawat jalan

    Pada dasarnya indikasi rawat jalan apabila luas luka bakar < 15%

    untuk luka bakar derajat II dan < 2% untuk luka bakar derajat III

    2.6.Perhitungan luas luka

    Beberapa cara penentuan derajat luka bakar.

    A. Palmar surfaceLuas permukaan pada telapak tangan pasien (termasuk jari-jari)secara

    kasar adalah 0,8% dari seluruh luas permukaan tubuh. Permukaan telapak

    tangan dapat digunakan untuk mengukur luka bakar yang kecil (85%

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    12/19

    Page 12 of19

    luas permukaan tubuh). Untuk luka bakar dengan ukuran sedang, pengukuran

    dengan cara ini tidak akurat.

    B. Wallace rule of ninesMerupakan cara yang baik dan cepat untuk mengukur luas luka bakar

    pada orang dewasa. Tubuh dibagi menjadi area 9%, dan total daerah yang

    terkena luka bakar dapat dihitung. Tetapi cara ini tidak akurat pada anak-anak.

    Pada anak dan bayi digunakan rumus lain karena luas relatif

    permukaan kepala anak jauh lebih besar dan luas relatif permukaan kaki lebih

    kecil. Karena perbandingan luas permukaan bagian tubuh anak kecil berbeda,

    dikenal rumus 10 untuk bayi dan rumus 10-15-20 untuk anak. Untuk anak,

    kepala dan leher 15 %, badan depan dan belakang masing-masing 20 %,

    ekstremitas atas kanan dan kiri masing-masing 10 %, ekstremitas bawah

    kanan dan kiri masing-masing 15 %9

    Gambar 2.6 Rule of nine

    Dikutip : Martin J. Carey, M.D. Release Date: 11/16/2001

    Termination Date: 11/16/2004

    http://www.cyberounds.com/cmecontent/art194.html?pf=yes

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    13/19

    Page 13 of19

    C. Lund and Bowder chartApabila digunakan dengan benar, merupakan cara yang paling akurat. ini

    mengkompensasi variasi bentuk tubuh dengan umur, sehingga dapat

    memberikan perhitungan luas luka bakar yang akurat pada anak-anak7

    Gambar 2.7 Lund and Bowder Chart

    Dikutip : Martin J. Carey, M.D. Release Date: 11/16/2001

    Termination Date: 11/16/2004

    http://www.cyberounds.com/cmecontent/art194.html?pf=yes

    2.7.Patofisiologi

    Akibat dari luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan. Pembuluh

    kapiler yang terpajan suhu tinggi rusak dan permeabilitas meninggi. Sel darah merah

    yang ada didalamnya juga ikut rusak sehingga dapat terjadi anemia. Meningkatnyapermeabilitas menyebabkan udem dan menimbulkan bula yang mengandung banyak

    elektrolit. Hal ini yang mengakibatkan berkurangnya cairan intravascular. Kerusakan

    kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan akibat dari penguapan yang

    http://www.cyberounds.com/cmecontent/art194.html?pf=yeshttp://www.cyberounds.com/cmecontent/art194.html?pf=yeshttp://www.cyberounds.com/cmecontent/art194.html?pf=yes
  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    14/19

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    15/19

    Page 15 of19

    2.8.Penatalaksanaan

    Upaya pertama saat terbakar adalah mematikan api pada tubuh misalnya

    dengan menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokan

    oksigen pada api yang menyala. Pertolongan pertama setelah sumber panas

    dihilangklan adalah merendam daerah luka bakar dalam air atau menyiramnya

    dengan air yang mengalir, selama sekurang-kurangnya 15 menit.2

    Pada luka bakar ringan, prinsip penanganan utama adalah mendinginkan

    daerah yang terbakar dengan air, mencegah infeksi dan member kesempatan sisa-sisa

    sel epitel untuk berplorierasi, dan menutup permukaan luka. Luka dapat dirawat

    secara tertutup atau terbuka.2

    Pada luka bakar berat, selain penanganan umum pada luka bakar ringan. Bila

    penderita menunjukan gejala terbakarnya jalan nafas, jika terjadi udem laring.

    Dipasang pipa endotrakheal atau dibuat trakeostomi.2

    Perawatan local adalah mengoleskan luka dengan antiseptic dan

    membiarkanya terbuka untuk perawatan terbuka atau menutupnya dengan pembalut

    steril untuk perawatan tertutup.2

    Pemberian cairan, salah satunya dengan menggunakan rumus Baxter.2

    Separuh dari jumlah cairan ini diberikan dalam 8 jam pertama, sisanya

    diberikan 16 jam. Hari pertama terutama diberikan elektrolit, yaitu larutan ringer-

    laktat karena terjadi deficit ion Na. hari kedua dibweikan setengah cairan hari

    pertama.Contoh : seorang dewasa dengan berat badan 50 Kg dan luka bakar seluas

    20% permukaan kulit akan diberikan 50x20 ml = 1000 ml larutan NaCl 0,9% dan

    juga 1000 ml plasma sebagai cairan tambahan. Disertai 2000cc larutan glukosa 5%

    % luka x BB x 4ml

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    16/19

    Page 16 of19

    sebagai kebutuhan dasar. Jumlah cairan pada 8 jam pertama sama dengan jumlah

    untuk 16 jam yang berikut, yaitu masing-masing 2.000 ml, 24 jam berukutnya =

    2.000 ml.

    Menurut rumus baxter, diberikan jumlah banyak cairan yang sama pada

    penderita yang sama, yaitu 20 x 50ml x 4 = 4.000 ml pada hari pertama, dan 2.000 ml

    pada hari kedua.

    Kebutuhan kalori pasien dewasa dengan menggunakan formula Curreri,

    adalah 25 kcal/kgBB/hari ditambah denga 40 kcal/% luka bakar/hari.

    Petunjuk perubahan cairan:

    Pemantauan urin output tiap jam

    Tanda-tanda vital, tekanan vena sentral Kecukupan sirkulasi perifer Tidak adanya asidosis laktat, hipotermi Hematokrit, kadar elektrolit serum, pH dan kadar glukosa

    Luka bakar pada kulit menyebabkan terjadinya kehilangan sejumlah sel darah

    merah sesuai dengan ukuran dan kedalaman luka bakar. Sebagai tambahan terhadap

    suatu kehancuran yang segera pada sel darah merah yang bersirkulasi melalui kapiler

    yang terluka, terdapat kehancuran sebagian sel yang mengurangi waktu paruh dari sel

    darah merah yang tersisa. Karena plasma predominan hilang pada 48 jam pertama

    setelah terjadinya luka bakar, tetapi relative polisitemia terjadi pertama kali. Oleh

    sebab itu, pemberian sel darah merah dalam 48 jam pertama tidak dianjurkan,

    kecuali terdapat kehilangan darah yang banyak dari tempat luka. Setelah proses eksisi

    luka bakar dimulai, pemberian darah biasanya diperlukan4

    Setelah keadaan umum membaik dan telah dilakukan resusitasi cairan

    dilakukan perawatan luka. Perawatan tergantung pada karakteristik dan ukuran dari

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    17/19

    Page 17 of19

    luka. Tujuan dari semua perawatan luka bakar agar luka segera sembuh rasa sakit

    yang minimal.

    Setelah luka dibersihkan dan di debridement, luka ditutup. Penutupan luka ini

    memiliki beberapa fungsi: pertama dengan penutupan luka akan melindungi luka dari

    kerusakan epitel dan meminimalkan timbulnya koloni bakteri atau jamur. Kedua, luka

    harus benar-benar tertutup untuk mencegah evaporasi pasien tidak hipotermi. Ketiga,

    penutupan luka diusahakan semaksimal mungkin agar pasien merasa nyaman dan

    meminimalkan timbulnya rasa sakit.

    A. Pilihan penutupan luka sesuai dengan derajat luka bakar : Luka bakar derajat I, merupakan luka ringan dengan sedikit hilangnya

    barier pertahanan kulit. Luka seperti ini tidak perlu di balut, cukup

    dengan pemberian salep antibiotik untuk mengurangi rasa sakit dan

    melembabkan kulit. Bila perlu dapat diberi NSAID (Ibuprofen,

    Acetaminophen) untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan.

    Luka bakar derajat II (superfisial ), perlu perawatan luka setiap harinya,pertama-tama luka diolesi dengan salep antibiotik, kemudian dibalut

    dengan perban katun dan dibalut lagi dengan perban elastik. Pilihan lain

    luka dapat ditutup dengan penutup luka sementara yang terbuat dari

    bahan alami (Xenograft (pig skin) atau Allograft (homograft, cadaver

    skin) ) atau bahan sintetis (opsite, biobrane, transcyte, integra).

    Luka derajat II ( dalam ) dan luka derajat III, perlu dilakukan eksisi awaldan cangkok kulit (early exicision and grafting ).

    5,6

    B. Pemberian AntimikrobaDengan terjadinya luka mengakibatkan hilangnya barier pertahanan

    kulit sehingga memudahkan timbulnya koloni bakteri atau jamur pada luka.

    Bila jumlah kuman sudah mencapai 105

    organisme jaringan, kuman

    tersebut dapat menembus ke dalam jaringan yang lebih dalam kemudian

    menginvasi ke pembuluh darah dan mengakibatkan infeksi sistemik yang

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    18/19

    Page 18 of19

    dapat menyebabkan kematian. Pemberian antimikroba ini dapat secara

    topikal atau sistemik. Pemberian secara topikal dapat dalam bentuk salep

    atau cairan untuk merendam. Contoh antibiotik yang sering dipakai :

    Salep : Silver sulfadiazine, Mafenide acetate, Silver nitrate,

    Povidone-iodine, Bacitracin (biasanya untuk luka bakar grade I),

    Neomycin, Polymiyxin B, Nysatatin, mupirocin , Mebo.

    2.9Prognosis

    Pada luka bakar tergantung dari derajat luka bakar, luas permukaan badan

    yang terkena luka bakar, adanya komplikasi seperti infeksi, dan kecepatan

    pengobatan medikamentosa. Luka bakar minor dapat sembuh 5-10 hari tanpa adanya

    jaringan parut. Luka bakar moderat dapat sembuh dalam 10-14 hari dan mungkin

    menimbulkan luka parut. Luka bakar mayor membutuhkan lebih dari 14 hari untuk

    sembuh dan akan membentuk jaringan parut. Jaringan parut akan membatasi gerakan

    dan fungsi. Dalam beberapa kasus, pembedahan diperlukan untuk membuang

    jaringan parut.

  • 7/28/2019 Lapsus Combutio

    19/19

    Page 19 of19

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Moenadjat Yefta R. 2000. Luka bakar Pengetahuan Klinis Praktis. Jakarta.Framedia. Hal :i, 1-14

    2. Wim de Jong. 2005. Bab 3 : Luka, Luka Bakar : Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2.EGC. Jakarta. p 66-88.

    3. James M Becker. Essentials of Surgery. Edisi 1. Saunders Elsevier. Philadelphia. p118-129

    4. Benjamin C. Wedro. First Aid for Burns.http://www.medicinenet.com. Agustus2008.

    5. Mayo clinic staff. Burns First Aids. http: //www.nlm.nih.gov/medlineplus. Januari2008.

    6. James H. Holmes., David M. heimbach. 2005. Burns, in : Schwartzs Principles ofSurgery. 18th ed. McGraw-Hill. New York. p.189-216.

    http://www.medicinenet.com/http://www.medicinenet.com/http://www.medicinenet.com/http://www.nlm.nih.gov/medlineplus.%20Januari%202008http://www.nlm.nih.gov/medlineplus.%20Januari%202008http://www.nlm.nih.gov/medlineplus.%20Januari%202008http://www.nlm.nih.gov/medlineplus.%20Januari%202008http://www.nlm.nih.gov/medlineplus.%20Januari%202008http://www.nlm.nih.gov/medlineplus.%20Januari%202008http://www.medicinenet.com/