lapsus abses subkutan

Download Lapsus Abses Subkutan

Post on 12-Apr-2016

64 views

Category:

Documents

14 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abses subkutan

TRANSCRIPT

BAB I

Laporan KasusABSES SUBKUTAN DINDING ABDOMEN

Oleh :

Joyce

I1A008031

Pembimbing :

DR. dr. Edi Hartoyo, Sp.A (K)

BAGIAN / SMF ILMU KESEHATAN ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM

RSUD ULIN BANJARMASIN

Maret, 2013BAB IPENDAHULUANMassa superfisial jaringan lunak sering ditemukan dalam kasus sehari-hari. Massa jaringan lunak dapat disebabkan karena tumor mesenkim, lesi tambahan pada kulit, tumor metastasis, atau tumor lainnya, tumor yang seperti lesi, dan lesi inflamasi. Infeksi jaringan lunak lebih umum dan lebih sering terjadi.1,2Infeksi kulit dan jaringan lunak kadang sulit didiangnosis terutama penyakit dengan gejala dan tanda yang tidak khas. Tidak jarang sangat sulit membedakannya dengan keganasan, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti kultur dan biopsy dari jaringan tersebut, tentunya selain dari pemeriksaan fisik inspeksi, eksplorasi dan atau drainase. Untuk infeksi yang lebih dalam kadang disertai dengan rasa nyeri, terbentuknya bula, perdarahan dibawah kulit, kulit yang terkelupas, teranestesi, progress yang cepat, dan adanya gas di bawah jaringan.1Abses subkutan termasuk ke dalam infeksi yang mengenai kulit dan jaringan lunak yang didiagnosis 1-2% terjadi pada pasien yang datang ke unit gawat darurat. Untuk memudahkan diagnosis pasien dikelompokkan menjadi kelompok dewasa serta anak dan remaja. Selain itu letak lesi juga dapat membantu menegakkan diagnosis seperti di ekstremitas, badan, atau kepala dan leher.1,3Berikut dilaporkan sebuah kasus pada anak laki-laki dengan diagnosis tumor abdomen yang masih dirawat di Ruang Sedap Malam RSUD Ulin Banjarmasin.BAB II

TINJAUAN PUSTAKAA. Massa subkutan1. Tumor Mesenkim

Kelompok dari tumor mesenkim digambarkan dalam tabel 1. Keganasan jaringan mesenkin yang sering terjadi adalah dermatofibrosarcoma protuberans, dimana tumor ini terbentuk dari jaringan dermis. Dermatofibrosarcoma protuberans merupakan 6% sarcoma jaringan lunak. Lesi biasanya terlihat sebagai massa nodular dengan pada pemeriksaan MRI. Tumor mesenkim baik yang jinak atau ganas biasanya disertai dengan jaringan subkutan, namun tidak selalu terjadi.1,4Tabel 1. Tumor Mesenkim

Gambar 1. Dermatofibrosarcoma protuberans

2. Abses, selulitis, dan erisipelas

Abses kulit terjadi akibat menumpuknya pus di bawah kulit, yaitu pada bagian dermis dan jaringan kulit yang lebih dalam. Gejala klinis berupa nyeri, nyeri tekan, dan fluktuasi dengan nodul berwarna merah dan bengkak. Abses kulit dapat disebabkan karena adanya luka terbuka yang kemudian terinfeksi, atau flora normal itu sendiri yang menginfeksi, atau kombinasi keduanya. S. aureus merupakan kuman patogen yang menyebabkan kira-kira 25% abses subkutan. Selain S.aureus, Streptococcus pyogens menjadi penyebab tersering kedua. 29% abses terletak di perut bagian atas, 31% terletak di daerah pinggang, 13% terletak di kuadran bawah, dan 9% terletak dibelakang.2,5,6,7

Gambar 2. Distribusi letak abses di dinding abdomen

Kista epidermoid, yang disebut sebagai kista sebasea berasal dari flora kulit normal yang berkumpul dengan material keratin yang menumpuk yang tidak mengalami inflamasi. Hasil kultur dari inflamasi kista menyebabkan dinding kista menjadi ruptur dan masuk ke dalam dermis, sehingga menyebabkan komplikasi. Penangan yang tepat untuk abses dan inflamasi dari kista epidermoid adalah dengan cara insisi, evakuasi pus, dan pengangkatan kista. Dengan teknik bedah sederhana dan perawatan luka yang baik maka luka menjadi cepat sembuh. Pemberian antibiotik jarang diperlukan kecuali ditemukan lesi yang multipel, didapatkan gangren kulit, selulitis yang lebih dalam, atau infeksi yang sangat luat sampai mengakibatkan demam tinggi.5Tabel 2. Anatomi spesifik yang dapat terkena selulitis dan bakteri penyebabnya

Furunkel atau bisul adalah infeksi folikel rambut, biasanya disebabkan oleh S.aureus. Supurasi terbentuk di dermis hingga ke subkutan, sehingga membentuk abses kecil. Berbeda dengan folikulitis, dimana inflamasi terjadi pada epidermis. Furunkel dapat terjadi disemua tempat yang memiliki rambut. Bentukan lesi berupa nodul-nodul dengan tanda-tanda radang dan terdapat pustul ditempat akar rambut.Jika folikel yang terinfeksi berkumpul maka akan terbentuk kumpulan furunkel yang disebut sebagai karbunkel.2

Untuk furunkel yang berukuran kecil kadang dapat sembuh sendiri sehingga tidak diperlukan drainase. Sedangkan untuk furunkel yang berukuran besar dan karbunkel dapat dilakukan insisi dan drainase untuk mengevakuasi pus. Pemberian antibiotik tidak selalu di[erlukan kecuali pada keadaan dimana lesi tersebut disertai dengan selulitis atau terdapat demam. Furunkulosis ssering disebabkan oleh bakteri golongan MSSA, seperti MRSA bakteri ini menular akibat terjadinya kontak langsung terutama pada kulit yang luka atau mengalami trauma. Higienitas personal sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penularan dan mempercepat penyembuhan.2,3

Infeksi kulit difusa yang disertai dengan fokus supuratif, seperti abses kulit, necrotizing fascitis, artritis septik, dan osteomielitis sering disebut sebagai selulitis dan erisipelas. Kedua terminologi ini menggambarkan infeksi kulit yang sangat dalam, erisipelas sampai di atas dermis termasuk limfatik superfisial, sedangkan selulitis lebih dalam lagi dari dermis hingga mencapai jaringan lemak subkutan.2,4

Selain disebabkan karena infeksi fokal pada daerah itu sendiri abses subkutan juga dapat diakibatkan oleh penyakit lain di antaranya fistula cholecystocutaneous akibat batu empedu, infeksi jamur pada pasien yang menjalani transplantasi ginjal, dan penetrasi akibat kanker kolon asenden.8-10

Pemeriksaan radiologi seperti CT scan dan MRI diperlukan untuk mengetahui batas-batas jaringan yang terinfeksi, mengetahui dari mana kelainan itu berasal, serta membantu follow up pasien setelah dilakukan tindakan atau terapi.4 Terapi

Tabel 1. Antibiotik yang diberikan pada kasus Impetigo dan Infeksi jaringan lunak

BAB IIILAPORAN KASUSI. IDENTITAS

1. Identitas penderita :

Nama penderita

: An. AFI

Jenis Kelamin

: Laki-lakiTempat & tanggal lahir

: Buntu Kurau, 17 Juni 2011Umur

: 1 tahun 8 bulan

2. Identitas Orang tua/wali

AYAH :Nama

: Tn. S

Pendidikan

: Belum tamat SD

Pekerjaan

: Petani

Alamat: Desa Buntu Kurau Balangan

IBU :Nama

: Ny. M

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Alamat: Desa Buntu Kurau Balangan

II. ANAMNESIS Aloanamnesis dengan:Ibu kandung pasien

Tanggal/jam: 26 Februari 2013/ 14.00 WITA

1. Keluhan Utama:Benjolan diperut2. Riwayat penyakit sekarang :

Ibu mengeluhkan anaknya memiliki benjolan diperut sejak anaknya lahir. Benjolan muncul di perut sebelah kanan bawah, berukuran sebesar telur ayam, warnanya serupa dengan warna kulit, tidak teraba hangat, dan tidak nyeri serta tidak ada demam. Dan benjolan mengecil sendiri tanpa diberikan obat.

1 minggu sebelum anak masuk rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan kembali di tempat yang sama, yaitu sebelah kanan bawah. Menurut ibu benjolan tersebut timbul secara mendadak, awalnya sebesar bola tenis dan terus-menerus membesar hingga sekarang hampir sebesar kepala pasien. Saat ini benjolan berwarna merah, terasa panas bila dipegang, dan anak menjadi rewel dan tidak mau makan. Ibu mengaku sering membawa anaknya ke tukang pijat. Sebelum muncul benjolan, ibu mengaku anaknya mengalami demam yang timbul mendadak dan menetap sampai sekarang. Panas hanya turun sementara setelah diberi obat sirup parasetamol.

4 hari setelah anak dirawat di rumah sakit, benjolan pecah sendiri. Dari benjolan yang pecah tersebut keluar cairan kental berwarna kecoklatan sebanyak 1 gelas belimbing dan setelah pecah anak merasa lebih enak, tidak rewel, dan anak mulai mau makan. 3. Riwayat Penyakit dahulu

Anak tidak pernah dirawat di Rumah Sakit sebelumnya. Anak tidak pernah kejang dan sesak nafas.

4. Riwayat Penyakit keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang pernah sakit seperti ini sebelumnya.

5. Kehamilan dan Persalinan

Riwayat antenatal :

Selama kehamilan ibu tidak rutin memeriksakan kehamilan di bidan, saat kontrol ke bidan ibu mendapat pil merah dan vitamin.Kesimpulan: Riwayat antenatal jelekRiwayat Natal :

Spontan/tidak spontan

: Spontan

Nilai APGAR: anak lahir langsung menangis, biru (-)

Berat badan lahir

: Ibu tidak tahuPanjang badan lahir

: Ibu tidak tahuLingkar kepala

: Ibu tidak tahu

Penolong

: Bidan

Tempat

: Di rumah

Riwayat Neonatal :

Kulit anak pernah berwarna kuning saat berusia 1 minggu, namun tidak berobat hanya dijemur saat pagi hari di bawah sinar matahari.

Kesimpulan: Riwayat natal dan neonatal baik.6. Riwayat Perkembangan

Tiarap

: Ibu lupaMerangkak

: Ibu lupaDuduk

: Ibu lupaBerdiri

: 1 tahunBerjalan

: 1 tahun 3 bulanSaat ini anak bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya dan gerak anak aktif serta dapat beraktivitas sesuai umurnya.Kesimpulan: Riwayat perkembangan sesuai usia7. Riwayat Imunisasi:

NamaDasar

(umur dalam hari/bulan)Ulangan (umur dalam bulan)

BCG-

Polio-

Hepatitis B-

DPT-

Campak-

Kesimpulan: Riwayat imunisasi lengkap8.Makanan

Anak mendapat ASI sejak lahir sampai sekarang. 6 bulan sampai 1 tahun anak mendapatkan makanan tambahan berupa bubur SUN 1 sachet/hari,