laprak tphp ke-1

Download Laprak Tphp Ke-1

Post on 25-Jan-2016

13 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

gdg

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUMTEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIANKARAKTERISTIK FISIK BAHAN HASIL PERTANIAN( BENTUK DAN UKURAN )

Oleh :

Nama: Evie Yulia RachmanNPM: 240110097009Hari, Tgl Praktikum: Selasa, 13-09-2011 Waktu: 15.00 17.00 WIBCo.Ass: R. Asri. N

LAB. PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSESTEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANUNIVERSITAS PADJADJARAN2011BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangDalam dunia industri pertanian, khususnya dalam bidang teknik penanganan hasil pertanian, ilmu mengenai sifat karakteristik bahan hasil pertanian sangatlah penting. Telah kita ketahui bahwa bahan bahan hasil pertanian sering kali mengalami kerusakan, baik dilahan maupun dalam proses penanganan pasca panen. Kerusakan kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor mekanik, termal, fisiologis, biologis, dan kimia. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai karakteristik teknik bahan hasil pertanian sangat diperlukan, terutama untuk mencegah kerusakan bahan hasil pertanian seminimal mungkin. Salah satu sifat karakteristik fisik bahan hasil pertanian adalah mengenai bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian. Seperti kita ketahui bentuk produk pertanian merupakan parameter penting untuk mengetahui apakah karakteristik bahan berupa udara atau air. Bentuk juga dijadikan pertimbangan dalam memperhitungkan pendinginan atau pemanasan yang akan diberikan. Selain bentuk, ukuran produk pertanian juga merupakan salah satu dari karakteristik bahan yang esensial. Oleh karena itu, baik bentuk maupun ukuran, keduanya merupakan dua karakteristik yang tak terpisahkan. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian diantaranya bentuk acuan, kebundaran, kebulatan, dimensi sumbu bahan, serta kemiripan bahan hasil pertanian terhadap benda-benda geometri tertentu. Sebagaimana kita ketahui bahwa bahan bahan hasil pertanian sering kali mengalami kerusakan, oleh karena itu dengan adanya praktikum kali ini, yaitu mengenai karakteristik fisik bahan (bentuk dan ukuran) akan mengurangi kerusakan yang akan terjadi selama masa pasca panen sampai ke tangan konsumen, sehingga dengan demikian kualitas dari bahan hasil pertanian tersebut akan semakin baik dan tentu saja akan memiliki harga jual yang semakin tinggi pula.

1.2 Tujuan Praktikum Menentukan bentuk suatu bahan hasil pertanian berdasarkan ukuran, kebundaran, kebulatan. Menentukan hubungan antara bentuk suatu bahan hasil pertanian dengan volume dan luas permukaannya.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1Sifat Karakteristik Fisik Bahan Hasil PertanianBahan-bahan hasil pertanian seringkali mengalami kerusakan baik di lahan maupun dalam proses penanganan pasca panen. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor fisiologis, mekanis, termis, biologis, dan kimia.Untuk mencegah kerusakan seminimal mungkin, diperlukan pengetahuan tentang karakteristik atau sifat teknik bahan hasil pertanian yang berkaitan dengan karakteristik fisik, mekanik, dan termis. Selain itu pengetahuan karakteristik bahan diperlukan untuk :1. Merancang mesin-mesin pengolahan, menentukan bahan atau materiny, pengoperasian dan pengendaliannya.2. Menganalisis dan menentukan efisiensi dari suatu mesin, amupun proses pengolahan.3. Mengembangkan produk-produk baru dari tanaman dan hewan.4. Mengevaluasi serta mengawetkan mutu produk akhir.Bentuk dan ukuran adalah dua karakteristik yang tidak dapat dipisahkan dalam hal objek fisik bahan dan keduanya diperlukan untuk pendeskripsian karakteristik fisik suatu bahan secara jelas.1.

Bentuk dari biji-bijian, buah-buahan dan tanaman pada umumnya tidak beraturan (irregular), sedemikian sehingga jumlah data pengukuran yang sangat besar diperlukan untuk mendiskripsikannya secara akurat. Meski demikian, dari praktek pengukuran-pengukuran menunjukkan bahwa keragaman bentuk secara umum dapat dijelaskan dengan baik oleh poros orthogonal yang ditentukan sesuai tujuan: misalnya, benih biasanya dikarakteristikkan oleh panjang, lebar dan tebal. Pada beberapa kasus, karakteristik suatu produk cukup dinyatakan dengan dua atau bahkan satu dimensi saja.Ukuran bahan-bahan pertanian tidak seragam, melainkan tersebar disekitar nilai reratanya. Dengan demikian, sangatlah penting untuk menyatakan distribusi dari suatu ukuran disamping reratanya. Kualitas prosesing suatu bahan (misal, pencacahan dan penggilingan) ditentukan oleh rerata ukuran dan standar deviasi dari pruduk hasil proses.

2.2Kriteria Bentuk dan Ukuran Bahan Hasil PertanianAda beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk dan ukuran dari suatu bahan hasil pertanian yaitu :a. Bentuk acuan (charted standard)Di dalam metode ini, permukaan dari potongan melintang dan memanjang sampel atau bahan diukur dan kemudian dibandingkan dengan bentuk-bentuk yang sudah ada pada bentuk acuan (chart standard).Kriteria bentuk dan ukuran, bentuk acuan : Potongan membujur Potongan melintangAda beberapa istilah untuk mendiskripsikan sebuah objek, yaitu:BentukDeskripsi

Bundar (round)Menyerupai bentuk bulatan (spheroid)

Oblate Datar pada bagian pangkal dan pucuknya

Oblong Diameter vertikal > diameter horizontal

Conic Meruncing kearah bagian puncak

Ovate (bulat telur)Bentuk seperti telur dan melebar pada bagian pangkal

Lopsided Sumbu yang menghubungkan pangkal dan puncak tidak tegak lurus melainkan miring

Obovate Bulat telur terbalik

Elliptical Menyerupai bentuk (bulat panjang)

Truncate Kedua ujungnya mendatar / persegi

(kerucut terpotong)

Unequal Setengah bagian > dari yang lain (tidak seimbang)

Ribbed Sisi-sisi pada potongan melintang menyerupai sudut-sudut

Regular (teratur)Bagian horisontalnya menyerupai lingkaran

Irregular Potongan horisontalnya tidak berbentuk lingkaran

Pembandingan pengamatan bentuk objek dengan bentuk acuan sama dengan metode sederhana, akan tetapi merupakan metode yang subjektif, sehingga setiap pengamatan dapat berbeda. Agar hasil pengamatannya sahih diperlukan pengamat yang berpengalaman.

b. Kebundaran (roundness)Kebundaran adalah suatu ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu benda padat. Nilai kebundaran suatu bahan berkisar 0-1. Apabila nilai kebundaran suatu bahan hasil pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar.

Dimana,Ap : luas permukaan proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebasAc : luas permukaan lingkara terkecil yang membatasi

c. Kebulatan (sphericity)Sphericity dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara diameter bola yang mempunyai volume sama dengan diameter bola terkecil yang dapat mengelilingi objek. Seperti halnya nilai kebundaran, nilai kebulatan suatu bahan juga berkisar antara 0-1. Apabila nilai kebulatan suatu bahan hasil pertanian mendekati 1 maka bahan tersebut mendekati bentuk bola (bulat).Kebulatan dari suatu bahan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

Dimana,a = sumbu terpanjang (sumbu mayor)b = sumbu terpanjang normal ke a (sumbu intermediate)c = sumbu terpanjang normal ke a dan b (sumbu minor)

d. Pengukuran dimensi sumbuUntuk objek-objek yang berukuran kecil seperti biji-bijian, garis besar proyeksi dari setiap sampel dapat diukur dengan menggunakan sebuah alat photo pembesar (photographic enlarger), namun secara sederhana dapat pula dilakukan dengan metode proyeksi dengan menggunakan OHP (Overhead Projector).Adapun cara penggunaan pengukuran dimensi sumbu menggunakan OHP adalah sebagai berikut :1. Bahan (biji-bijian) diletakkan di atas OHP untuk diproyeksikan.2. Kertas milimeter blok dipasangkan pada layar sehingga proyeksi bahan berada di atas kertas milimeter blok tersebut.3. Buatlah pola pada kertas milimeter blok sesuai dengan batas garis tepi dari bahan.4. Setelah dilakukan penjiplakan pola (tracing) maka sumbu a, b, dan c dari bahan dapat diukur. Sumbu a adalah sumbu terpanjang (sumbu mayor), sumbu b adalah sumbu pertengahan (sumbu intermediate), dan sumbu c adalah sumbu terpendek (sumbu minor).

e. Kemiripan terhadap benda-benda geometriSelain membandingkan dengan bentuk standar, penentuan bentuk bahan hasil pertanian dapat juga ditentukan dengan melihat kemiripan dengan benda-benda geometri tertentu, yaitu bulat memanjang (prolate spheroid), bulat membujur (oblate spheroid), dan kerucut berputar atau silinder. Adapun definisi dari masing-masing bentuk tersebut adalah sebagai berikut : Bulat memanjang (prolate spheroid) adalah bentuk yang terjadi kalau sebuah elips berputar pada sumbu panjangnya. Salah satu contoh dari bentuk ini adalah buah lemon (sejenis jeruk sitrun).

Keterangan :V = volumeS = luas permukaana = sumbu memanjang elips (major axes)b = sumbu membujur elips (minor axes)e = eksentrisitasV = e = S = 2 b2 + 2 sin-1 e

Bulat membujur (oblate spheroid) adalah bentuk yang terjadi kalau sebuah elips berputar pada sumbu pendeknya. Salah satu contohnya adalah buah anggur.V = e = S = 2 b2 + 2 ln Kerucut berputar atau silinder adalah bentuk yang menyerupai kerucut atau silinder (tabung). Contohnya wortel atau mentimun.V = S = (

Keterangan :r1 = jari-jari bagian dasar kerucutr2 = jari-jari bagian puncak kerucuth = tinggi benda

BAB IIIMETODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan BahanAlatJangka sorong, penggaris, planimeter, jangka, kertas milimeter block, Over Head Projector (OHP) dan spidol warna.BahanKentang, tomat, telur, jeruk dan wortel.

3.2 Prosedur Percobaan1) Menentukan kebundaran (roundness) kentang, tomat, telur dengan menggunakan OHP.a. Tempatkan bahan pada OHP sehingga bahan dapat diproyeksikan.b. Gambarlah proyeksi bahan pada kertas milimeter block.c. Tentukan luas proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas (Ap) dan luas lingkaran terkecil (Ac) yang membatasi proyeksi bahan (Ap) dengan planimeter.A