laprak qre modul 4

Download Laprak Qre Modul 4

Post on 28-Sep-2015

155 views

Category:

Documents

31 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

quality and reliability engineering

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI DAFTAR ISIiDAFTAR GAMBARiiDAFTAR TABELiiiBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang11.2 Rumusan Masalah21.3 Asumsi dan Batasan masalah21.4 Tujuan 21.5 Manfaat2BAB II LANDASAN TEORI2.1 Measurement System Analysis32.2 Klasifikasi Measurement System Analysis 42.3 Analisis Gauge Repeatability & Reproducibility 6BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1 Waktu dan Tempat 93.2 Alat dan Bahan 93.3 Prosedur Praktikum9BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN4.1 Data Velg Depan124.2 Analisis Data Velg Depan dengan Microsoft Excel13 4.2.1 Perhitungan Repeatability 13 4.2.2 Perhitungan Reproducability 15 4.2.3 Perhitungan R&R, Part Variability, dan Total varianility 16 4.2.4 Perhitungan Persentase Kontribusi 17 4.2.5 Interpretasi hasil 184.3 Analisis Data Velg Depan dengna Minitab19 4.3.1 Analisis Data dengan Metode ANOVA 20 4.3.2 Interpretasi Hasil ANOVA 24 4.3.3 Analisis Data dengan metode Xbar and R 25 4.3.3 Interpretasi Hasil Metode Xbar and R 27BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1 Kesimpulan 295.2 Saran 30DAFTAR PUSTAKA 31

DAFTAR GAMBARGambar 2.2.1 Repeatability5Gambar 2.2.2 Reproductibility 5Gambar 2.2.3. Bias6Gambar 4.3.1 Dialog Box Create Gage R&R Study Worksheet 21Gambar 4.3.2 Dialog Box Gage R&R Study (Crossed) 22Gambar 4.3.3 Hasil Analisis Metode ANOVA 22Gambar 4.3.4 Hasil Analisis Metode ANOVA 22Gambar 4.3.4 Hasil Analisis Metode ANOVA 23Gambar 4.3.5 Dialog Box Gage R&R Study (Crossed) 25Gambar 4.3.6 Hasil Analisis Metode Xbar and R 27Gambar 4.3.4 Hasil Analisis Metode Xbar and R 27

\

DAFTAR TABEL Tabel 4.1.1 Data Pengukuran Velg Depan 12Tabel 4.2.1 Data Repeatability 13Tabel 4.2.2 Hasil Perhitungan Repeatability 14Tabel 4.2.3 Hasil Perhitungan Range dan rata-rata part 15 Tabel 4.2.4 Data Reproducibility 16Tabel 4.2.5 Hasil Perhitungan Reproducibility 16Tabel 4.2.6 Hasil Perhitungan R&R, Part Variability 17Tabel 4.2.7 Persentase Kontribusi 19

Tabel 4.3.1 Needs and Matrices Tempat Pensil 16Tabel 4.4.1 Competitive Benchmarking 19 Tabel 4.5.1 Analisis Competitive Product Berdasarkan Kepuasan Pelanggan Terhadap Kebutuhan 21 Tabel 4.6.1 Target Spesifikasi 23 Tabel 4.6.1 Target Spesifikasi 25

1

iv

BAB IPENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kualitas merupakan suatu parameter penting yang menentukan mutu sebuah perusahaan. Oleh karena itu, sebuah perusahaan akan selalu melakukan pengendalian kualitas (quality control) serta meningkatan kualitas terhadap produknya dengan tujuan meningkatkan mutu perusahaan. Suatu produk dapat dikatakan baik apabila saat diproduksi massal variasi part saat diukur beberapa kali menggunakan alat ukur yang sama, tergolong rendah serta memiliki kedekatan dengan hasil pengukuran sebenarnya. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis sistem pengukuran adalah metode gauge R&R, dengan metode tersebut kita dapat mengetahui apakan sistem pengukuran yang sudah ada dapat diterima atau tidak. Metode ini sangat membantu proses pengambilan keputusan dalam sebuah perusahaan. Sebagai seorang industrial engineer yang bertugas untuk mnng-improve sistem yang sudah ada, keterampilan dan pemahaman mengenai berbagai metode untuk menganalisis sistem pengukuran sangatlah penting. Dengan begitu, kita dapat mengetahui apakah sistem yang ada sudah baik, dan dapat melakukan evaluasi lanjutan untuk memperbaiki sistem tersebut sehingga didapatkan output real-nya yaitu produk dengan kualitas yang lebih baik. Dalam praktikum Quality and Reliability Engineering modul 3 yaitu repeatabilitydan reproducability, praktikan diajarkan mengenai berbagai metode dalam menganalisis sistem pengukuran sehingga dapat menunjang kemampuan praktikan dalam mengambil keputusan pada masa yang akan datang untuk memperbaiki kualitas sebuah produk.

1.2. Rumusan Masalah 1. Lakukan Analisis Gauge Repeatability dan Reproductibility dengan menggunakan data velg tamiya pada praktikum Alat Bantu. Jumlah data yang diambil sebanyak 54 data dengan memilih data velg dari 3 operator sebanyak 3 part dengan 6 trial. Lakukan analisa dengan cara manual menggunakan Ms.Excel dan dengan software Minitab.

1.3. Asumsi dan Batasan Masalah Dalam praktikum ini, berikut adalah asumdsi dan batasan masalah yang digunakan1. Data yang digunakan adalah data velg depan part A, B, C , dari 6 trial , dan 3 operator (Dila, Vina, Ovi) yang didapat dari praktikum alat bantu. 2. Hasil pengukuran yang didapat adalah benar 3. Pengukuran dilakukan sudah sesuai prosedur dan operator melakukan pengukuran dalam kondisi yang kondusif serta operator mampu mengoperasikan alat ukur dengan baik.

1.4. Tujuan Tujuan dari praktikum memahami Repeatability dan Reproductibility pada hasil pengukuran velg ban depan tamiya.

1.5. Manfaat

2

Manfaat dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui apakah suatu sistem pengukuran dapat diterima atau tidak, kemudian dapat dilakukan evaluasi lanjutan untuk memperbaiki sistem tersebut dan akan meningkatkan kualitas produk.

BAB IILANDASAN TEORI

2.1. Measurement System Analysis Data pengukuran berperan cukup penting pada masa sekarang dibanding masa sebelumnya. Sebagai contoh pada saat ini pengambilan keputusan untuk memperbaiki atau tidak suatu proses manufaktur umumnya berdasarkan data pengukuran. Hal ini menyebabkan diperlukannya kualitas data pengukuran yang baik. Kualitas data didefinisikan sebagai statistical properties pengukuran yang didapat dari pelaksanaan sistem pengukuran dalam kondisi stabil. Jika pengukuran semuanya mendekati nilai yang dijadikan master untuk karakteristik tersebut, maka kualitas data tersebut dikatakan tinggi. Demikian pula jika beberapa atau semua pengukuran jauh dari master nilai maka kualitas data tersebut dikatakan jelek. Sifat statistik yang umum digunakan untuk mengkarakterisasi kualitas data adalah bias dan variance sistem pengukuran. Bias merujuk lokasi data relatif terhadap nilai yang dijadika reference (master). Sedangkan variance merujuk pada penyebaran data. Measurement Analysis System (MSA) adalah analisis terhadap sistem pengukuran dengan tujuan agar didapatkan hasil pengukuran yang benar-benar akurat, presisi, meminimasi error dan dapat dipertanggung-jawabkan. Selain itu, Measurement System Analysisis (MSA) juga dapat diartikan sebagai suatu studi analitik tentang pengaruh suatu sistem terhadap sistem pengukuran. Sistem tersebut umumnya terdiri dari appraiser (orang yang melakukan pembacaan alat ukur), alat ukur, dan produk. Pengukuran bukanlah sesuatu yang selalu sama. Jarang yang menyadari bahwa terdapat kemungkinan terjadinya variasi pada sistem pengukuran. Variasi in akan mempengaruhi hasil pengukuran seseorang yang selanjutnya dapat mempengaruhi keputusan yang diambil berdasarkan data tersebut. Tujuan dari MSA itu sendiri adalah memisahkan variasi karena sistem pengukuran dari variasi proses, mengidentifikasi sumber dan penyebab-penyebab variasi sistem pengukuran dan mengurangi kemungkinan misklasifikasi produk. Maka penerapan MSA dilakukan pada:1. Kriteria penerimaan alat ukur baru.2. Metode untuk perbandingan beberapa alat ukur atau sistem pengukuran.3. Dasar penilaian alat ukur yang diduga bermasalah.4. Perbandingan alat ukur sebelum dan atau setelah perbaikan.5. Salah satu komponen dalam menghitung variasi proses, dan level yang dapat diterima untuk proses produksi6. memastikan bahwa sistem pengukuran dapat mendeteksi perubahan kecil yang ada di part (discrimination). Tujuan akhir dari MSA adalah mengusahakan agar variasi pengukuran menjadi seminimal mungkin. Terdapat tiga masalah pokok yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi sistem pengukuran, yaitu:1. Sistem pengukuran harus memiliki sensitivitas yang cukup.2. Sistem pengukuran harus stabil.3. Bias yang terjadi konsisten terhadap range yang diharapkan dan memadai untuk tujuan pengukuran (produk dan proses kontrol).

2.2. Klasifikasi Measurement System AnalysisMeasurement System Analysis (MSA) dapat diklasifikasikan atas :1. Presisi (Precision) Secara tradisional presisi menggambarkan efek dari discrimination, sensitivitas,dan repeatability dalam range pelaksanaan sistem pengukuran. pada kondisi nyatapresisi lebih sering digunakan untuk mengambarkan variasi yang diharapkan daripengukuran yang berulang-ulang dalam range pengukuran. range pengukuran dapat berupa size atau waktu. Precision mempunyai 2 Komponen :a. Repeatability Repeatability adalah variasi dalam pengukuran yang didapat dari satu alatpengukuran ketika digunakan beberapa kali oleh satu appraiser pada pengukuran suatu karakteristik pada part yang sama.

Gambar 2.2.1 Repeatability

b. Reproducibility Reproducibility didefinisikan sebgai variasi pada rata-rata pengukuran yangdilakukan oleh appraiser yang berbeda menggunakan alat ukur yang sama ketikamengukur suatu karakteristik pada part yang sama.

Gambar 2.2.2 Reproductibility

2.Akurasi (Accuracy) Akurasi secara umum didefinisikan sebagai ketepatan yang berhubungan dengan kedekatan antara rata-rata satu atau lebih hasil ukuran dengan nilai reference. Pada beberapa organisasi akurasi digunakan bergantian dengan bias. Untuk menghindari kebingungan yang akan terjadi akibat penggunaan kata akurasi maka istilah bias yang akan digunakan sebagai deskripsi lokasi kesalahan (error).Accuracy mempunyai 3 komponen :a. Stability Pengukuran harus mempunyai nilai yang sama baik di masa lalu maupun di masa datang(time base).b. Linearity Pengukuran memberikan pembacaan yang tepat pada rentang ukuran tertentu. (scale base).c. Bias Bias adalah perbedaan antara nilai reference dengan rata-rata pengamatan pengukuran pada karakteristik dan part yang sama. Bias yang sangat tinggi kemungkinan diseba