laporan tetap mayang fistum

Download Laporan Tetap Mayang Fistum

Post on 13-Jan-2016

152 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN TETAPFISIOLOGI TUMBUHAN II

OLEHNAMA : BQ. MAYANG SARI KENCARE WANGI NIM : 11-211-189KELAS: BIOLOGI/V/ECO.ASS: LAILI FAJRIANI

LABORATORIUM BIOLOGIJURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGIFAKUTLAS PENDIDIKAN MATEMATIK DAN IPAINSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (IKIP)MATARAM 2014

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan tetap praktikum Fisiologi Tumbuhan II atas nama Baiq Mayang Sari Kencare Wangi, NIM. 11-211-189 dibuat untuk memnuhi salah satu syarat mengikuti ujian akhir praktikum Fisiologi Tumbuhan II.

Mataram, Januari 2014

Nama tanda tangan

1. ______________()(Dosen Mata Kuliah)

2. L. Muhmamad Saupi ()(Koordinator praktikkum fisiologi tumbuhan)

3. Laili Fajriani()(Co.ass Kelas)

Mengesahkan:

Kepala Laboratorium Biologi Fakultas Pendidikn Matematika Dan Ilmu Pengetahuan AlamIKIP Mataram

Novi Sulastri,S.Pt., M.SiNIK. 518310713

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berbagai karunia-Nya kepada penulis, sehingga laporan pratikum Fisiologi Tumbuhan II ini dapat disusun dan diselesaikan sesuai dengan waktu yang diharapkan.Laporan pratikum Fisiologi Tumbuhan II ini merupakan laporan pratikum yang dibuat untuk membantu mahasiswa mengetahui, mempelajari dan memahami pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman sehingga dengan adanya laporan pratikum ini diharapkan dapat memotivasi Mahasiswa untuk terus belajar danmengenal bagaimana pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanamanPenulis menyadari pada laporan praktikum ini terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi penyempurnaan laporan praktikum berikutnya.

Mataram, 11 januari 2014

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang 2. TujuanBAB II ACARA-ACARA A. Acara I Nutrisi Tumbuhan 1. Tujuan 2. Pelaksanaan 3. Kajian pustaka 4. Alat dan bahan 5. Cara kerja 6. Hasil pengamatan a. Tabel hasil pengamatan nutrisi tumbuhan b. Pembahasan c. Kesimpulan B. Acara III Cekaman Lingkungan1. Tujuan 2. Pelaksanaan 3. Kajian pustaka 4. Alat dan bahan 5. Cara kerja 6. Hasil pengamatan a. Tabel 2.2 hasil pengamtan cekaman lingkungan b. Pembahasan c. Kesimpulan C. Acara IV Senesen dan Absisi1. Tujuan 2. Pelaksanaan 3. Kajian pustaka 4. Alat dan bahan 5. Cara kerja 6. Hasil dan pembahasan a. Pembahasan b. Kesimpulan BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

13

BAB IPENDAHULUANA. Latar belakang Tumbuhan memerlukan nutrisi untuk hidup dari lingkungannya. Nutrisi yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan terdiri dari hara makro dan hara mikro. Hara makro diperlukan tanaman dalam jumlah yang relatif banyak, sedangkan hara mikro diperlukan tumbuhan dalam jumlah yang relatif sedikit.Unsur-unsur esensial tersebut diperlukan oleh tumbuhan untuk proses tumbuh dan berkembang serta sangat penting dalam melengkapi siklus hidupnya. Oleh karena itu, keberadaan unsur-unsur esensial ini tidak dapat digantikan oleh unsur-unsur yang lainnya, selain fungsi dari unsur-unsur tersebut bersifat langsung.Pertumbuhan tanaman tidaklah selalu dalam keadaan normal dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Dalam pertumbuhannya tanaman akan mengalami banyak hal seperti perubahan fisiologis maupun perubahan metabolisnya ataupun yang lainnya. Sebagai makhluk hidup tanaman tidak ada bedanya dengan manusia taupun hewan, dia akan selalu tanggap dengan apa yang ada disekitarnya. Respon tanaman terhadapa segala yang ada disekitarnya sangat tinggi melebihi dengan respon yang manusia berikan.Respon yang dimaksud disini contohnya seperti apabila tanaman itu tumbuh ditempat yang kering/kekurangan air, kekurangan unsur hara, terdapat di tanah yang mengandung garam tinggi. Tanaman membutuhkan adapatasi dalam lingkungan yang seperti itu karena tidak semua tempat mereka bisa hidup. Semuanya itu tergantung pada jenis tanamannya dimana setiap tanaman memiliki kesesuaian tempat yang mendukung pertumbuhannya dan setiap tanaman memiliki ketahanan terhadap kondisi kondisi lingkungan yang tidak bersahabat seperti diatas sesuai ketahanan masing masing jenis tanamannya.B. Tujuan 1. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman2. Untuk mengamati respon tumbuhan terhadap cekaman lingkungan(cekaman kekeringan, dan cekaman garam)3. Untuk mengetahui proses sensen dan absisi sebagai akhir dari fase hidup tumbuhan

BAB I IACARA - ACARA

A. ACARA I NUTRISI TUMBUHAN1. Tujuan:Mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman2. Pelaksanaan a. Hari/Tanggal : sabtu, 14 drsember 2013b. Waktu : 08.00-12.00 WITAc. Tempat : Laboratorium Biologi Fpmipa IKIP Mataram3. Kajian Pustaka Nutrisi yang dibutuhkan tanaman/tumbuhan dapat dilacak antara lain dari komposisi kima penyusun suatu tanaman/tumbuhan tersebut, karena selain sebagian besar massa organik suatu tumbuhan berasal dari CO2 udara, juga tergantung pada kandungan nutrien tanah dalam bentuk air dan mineral. Komposisi tumbuhan terdiri atas :a. 95% berupa bahan organik, dalam bentuk :a. Kabohidrat (termasuk Sellulosa dari dinding sel)b. Senyawa sulfur, nitrogen dan fosfat.b. 5% berupa bahan anorganik (50 unsur kimia)Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah. Berdasarkan banyak sedikitnya jumlah kebutuhan unsur nutrien tumbuhan, Nutrisi tumbuhan dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu :1. Makronutrien.Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak, yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.

Tabel MakronutrienUnsurBentuk yang tersedia bagi tumbuhanFungsi utama

Karbon (C)CO2Komponen utama dari senyawa organik tumbuhan

Oksigen (O)CO2; H20Komponen utama dari senyawa organik tumbuhan

Hidrogen (H)H2OKomponen utama dari senyawa organik tumbuhan

Nitrogen (N)NO3; NH4Komponen dari asam nukleat, protein, hormon, klorofil, dan koenzym

Sulfur (S)SO4Komponen dari protein, koenzym

Fosfor (P)H2PO4; HPO4Komponen dari asam nukleat, fosfolipid, ATP dan beberapa koenzym

Kalium (K)KKofaktor dalam sintesis protein, mengatur keseimbangan air, membuka dan menutup stomata

Kalsium (Cl)CaPembentukan, pembuatan dan keestabilan dinding sel, mengatur struktur dan permeabilitas membran, aktivator beberapa enzim, regulator respon sel terhadap stimulus.

Magnesium (Mg)MgKomponen ddari klorofil, aktivator banyak enzim

2. MikronutrienMikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit, seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum.Tabel MikronutrienUnsurBentuk yang tersedia bagi tumbuhanFungsi utama

Klor (Cl)ClDiperlukan pada tahap penguraian air dalam fotosintesis, mengatur keseimbangan air

Besi (Fe)Fe; FeKomponen dari sitokrom, aktivator beberapa enzim

Boron (B)H2BO3Kofaktor dalam sintesis klorofil, terlibat dalam transport karbohidrat dan sintesis asam nukleat

Mangan (Mn)Mnaktiv dalam pembentukan asam amino, aktivator beberapa enzim, diperlukan dalam tahapan penguraian air dalam fotosintesis

Seng (Zn)ZnAktiv dalam pembentukan klorofil, aktivator beberapa enzym

Kuprum (Cu)Cu; CuKomponen dari banyak enzym, reaksi redoks dan biosintesis lignin

Molibdunum (Mo)MoO4Essensial untuk fiksasi nitrogen, kofaktor dalam reduksi nitrat

Nikel (Ni)NiKofaktor enzym yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen

Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tumbuhan memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah. Pertama, tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar. Kedua, pH tanah harus berada dalam rentang dimana nutrien dapat dilepaskan dari molekul tanah. Ketiga, suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat terjadi. Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut tersedia di dalam tanah. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Berdasarkan jumlah yang diperlukan kita mengenal adanya unsur hara makro dan unsur hara mikro.4. Alat dan bahan a. Alat : Kardus Polybag Gelas pop ice Penggaris Alat tulis menulisb. Bahan: Tanah humus Air Pupuk kandang Biji Arachis hypogaea5. Cara kerja 1. Menyiapkan 5 buah polybag/pot dan tanah serta pupuk kandang2. Berikan label pada masing-masing poilybag3. Masukkan tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag/pot dengan perbandingan sebagai berikut:a. Polybag 1: 100% tanahb. Polybag 2: 75% tanah: 25% pupuk kandangc. Polybag 3: 50% tanah:50% pupuk kandangd. Polybag 4:25% tanah:75% pupuk kandange. Polybag 5:100% pupuk kandang4. Memasukkan biji Arachis hypogaea ke dalam polybag masing-masing sebanyak 3 biji5. Menyiram dengan air secukupnya6. Meletakkan semua polybag di tempat yang sesuai7. Melakukan pengamatan setiap 2 hari sekali selama 14 hari8. Mencatat dan memasukkan hasil pengamatan ke dalam table pengamatan kemudian menganalisis dan menyimpulkan9. Membuat laporan hasil pengamatan

6. Hasil dan pembahasana. Tabel 2.1 hasil pengamatan nutrisi tumbuhan H