laporan tahunan annual · pdf file laporan keuangan: financial report : ikhtisar keuangan |...

Click here to load reader

Post on 29-Oct-2020

6 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Laporan Tahunan

    ANNUAL REPORT

  • PT INDAL ALUMINIUM INDUSTRY Tbk

  • D A

    F T

    A R

    I SI07

    03 02 IKHTISARKEUANGANFinancial Highlight

    LAPORAN DIREKSI Board of Directors’ Report

    06 GRAFIKKEUANGAN Financial Chart

    LAPORAN DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners’ Report

    09

    25

    PROFIL PERUSAHAAN Company Profile

    20ANALISIS DAN PEMBAHASANMANAJEMEN Management Analysis and Review

    48LAPORAN KEBERLANJUTANSustainability Report

    TATA KELOLA PERUSAHAAN & TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Corporate Governance & Corporate Sosial Responsibility

    •Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position • Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Consolidated Statements of Profit or Lost and Other Comprehensive Income • Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Consolidated Statements of Changes in Equity • Laporan Arus Kas Konsolidasian Consolidated Statements of Cash Flows • Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Notes to Consolidated Financial Statements

    LAPORAN KEUANGAN: Financial Report :

  • IKHTISAR KEUANGAN | Financial Highlight

    Pemecahan Saham / Stock Split

    23 October 2017

    1 : 2

    Rp. 250,- per saham / shares

    Rp. 125,- per saham / shares

    316.800.000 saham / shares

    633.600.000 saham / shares

    Bursa Efek Indonesia /

    Aksi Korporasi di Tahun 2017

    Tanggal Efektif Aksi Korporasi

    Rasio Pemecahan Saham

    Harga Nominal Saham Sebelum Aksi Korporasi

    Harga Nominal Saham Sesudah Aksi Korporasi

    Jumlah Saham Sebelum Aksi Korporasi

    Jumlah Saham Sesudah Aksi Korporasi

    Nama Bursa Efek

    Corporate Action in 2017 Effective Date of Corporate Action

    Stock Split Ratio Nominal Share Price Before Corporate Action

    Nominal Share Price After Corporate Action Total Shares Before Corporate Action

    Total Shares After Corporate Action Name of Stock Exchange

    Perdagangan Saham per Kuartal

    Listed on the Jakarta Stock Exchange and the Surabaya Stock Exchange since 5 December 1994. Stock code : INAI

    Kuantitas (ribuan saham) Nilai (jutaan Rupiah) Harga Tertinggi (Rp/saham) Harga Terendah (Rp/saham)

    Harga Penutupan (Rp/saham)

    Catatan Tidak ada informasi keuangan perbandingan lainnya yang relevan dengan Perusahaan.

    Penjualan / Pendapatan

    Laba Bruto

    Laba Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

    Laba Bersih

    Laba Usaha

    Penghasilan Komprehensif

    Penghasilan Komprehensif Yang Dapat Diatribusikan Kepada

    Pemilik Entitas Induk

    Sales / Revenue Gross Profit

    Profit Attributable To Owners of The Parent Company

    Net Income Operating Profit

    Comprehensive Income

    Comprehensive Income Attributable To Owners of The Parent Company

    *) dalam Rupiah *) in Rupiah

    (dalam Jutaan Rupiah) 2019

    Indonesia Stock Exchange

    (in Million of Rupiah)

    2019 Q2 Q3 Q4

    514,20

    226,32

    480,00

    426,00

    Q1 1.601,40

    699,45

    490,00

    400,00

    4.204,10

    2.021,84

    530,00

    400,00

    1.032,30

    439,45

    460,00

    400,00

    440,00

    Quarterly Share Trading

    Volume (in thousand share) Amount (in million Rupiah)

    Highest Price (Rp/share) Lowest Price (Rp/share)

    Closing Price (Rp/share) Kapitalisasi Pasar (Jutaan Rupiah) 278.784,00 Market Capitalization (in million rupiah)

    Jumlah Aset Total Assets Jumlah Liabilitas Total Liabilities

    Jumlah Ekuitas Equity Aktiva Lancar Current Assets

    Liabilitas Lancar Current Liabilities

    Rasio Lancar

    Rasio Laba terhadap Jumlah Aset Rasio Laba terhadap Ekuitas

    Rasio Laba terhadap Penjualan

    Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas Rasio Liabilitas terhadap Jumlah Aset

    Return on Assets Return on Equity Net Profit Margin Current Ratio Debt to Equity Ratio Debt to Total Assets Ratio

    Jumlah Saham Beredar Laba Bersih per Saham *)

    Total Shares Net Income per Share *)

    1.216.137 142.220

    33.558

    33.558 46.356

    34.392

    34.392

    1.212.894 893.626 319.268 883.711 819.489

    2,77% 10,51% 2,76%

    1,08 2,80 0,74

    633.600.000 53

    Note There is no other relevant financial information comparison.

    2018

    2018

    02

    980.286 184.809

    38.652

    38.652 87.105

    36.812

    36.812

    1.213.917 936.512 277.405 860.749 867.251

    3,18% 13,93% 3,94%

    0,99 3,38 0,77

    633.600.000 61

    2017

    1.130.298 183.257

    40.463

    40.463 93.163

    45.487

    45.487

    1.400.684 1.096.800

    303.884 1.053.375 1.029.377

    2,89% 13,32% 3,58%

    1,02 3,61 0,78

    633.600.000 64

    | ANNUAL REPORT 2019Laporan Tahunan

    Q2 Q3 Q4 2.720,00

    1.423,07

    640,00

    402,00

    Q1 1.997,30

    797,27

    450,00

    360,00

    3.559,70

    1.710,59

    595,00

    390,00

    1.705,00

    681,76

    440,00

    350,00

    410,00

    259.776,00

  • 04

    Strategi dan Kebijakan: Produk unggulan yang berkontribusi besar pada pendapatan INAI yaitu profil aluminium ektrusion yang dilengkapi kegiatan usaha jasa instalasi oleh PT Indalex (anak perusahaan), telah mempunyai posisi tersendiri pada peta industri konstruksi nasional dalam 15 tahun terakhir. Tidak berpuas dengan hal tersebut, sejak beberapa tahun lalu INAI telah berkomitmen untuk bisa ikut meramaikan pasar aluminium extrusion internasional. Hasil dari upaya keras tersebut adalah berupa peningkatan baik nilai maupun persentase penjualan ekspor. Diversifikasi pasar tersebut telah membantu INAI memegang kontrol untuk bisa mengalihkan penjualan di saat terdapat perlemahan di salah satu target pemasaran.

    Perbandingan Hasil dan Target: Dalam kondisi normal, pendapatan INAI ditargetkan setidaknya tumbuh rata-rata 10% per tahun. Setelah meningkat lebih dari 15% pada tahun 2018, maka di tahun 2019 INAI membukukan pertumbuhan pendapatan 7,59% menjadi Rp.1,22 triliun. Komposisi pendapatan dari penjualan ekspor, domestik dan jasa konstruksi kurang lebih masih sama dengan tahun 2018. Namun laba kotor dan laba bersih agak tertekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 22,39% dan 17,06%, yang terutama disebabkan oleh kenaikan biaya pada sektor jasa konstruksi.

    Kendala yang dihadapi INAI: Sebuah perusahaan manufaktur akan mengalami kendala apabila pasokan bahan baku maupun pengiriman produk jadi mengalami hambatan dalam hal pengangkutan. Sehingga kepastian adanya infrastruktur transportasi beserta tingkat keamanan yang memadai merupakan sebuah syarat mutlak. Pendapatan INAI melalui PT Indalex akan mengalami kendala jika terdapat gejolak ekonomi yang menekan pertumbuhan bisnis properti. Jasa konstruksi merupakan bisnis yang berjangka waktu menengah, artinya proses perjalanan pemenuhan kontrak biasanya lebih dari setahun dan kurang dari 5 tahun. Penundaan proyek yang diikuti kenaikan harga bahan bisa berdampak pada profitabilitas.

    Prospek Usaha INAI terus berusaha meningkatkan fasilitas produksi melalui peremajaan permesinan dan pelatihan sumber daya manusia selain untuk perbaikan kualitas produk, juga sebagai cara untuk merealisasi kebijakan diversifkasi produk. Karena dengan perkembangan teknologi, manajemen INAI melihat besarnya peluang pasar untuk berbagai aplikasi produk aluminium ekstrusion sebagai penunjang industri otomotif dan energi surya.

    Strategy and Policy: The main product that has contributed greatly to INAI's revenue, namely aluminum extrusion profile, which is complemented by installation service business activities by PT Indalex (a subsidiary), has had its own position on the national construction industry map in the last 15 years. Not satisfied with this, since a few years ago INAI has committed to be able to participate in the international aluminum extrusion market. The result of this hard work is an increase in both the value and percentage of export sales. Market diversification has helped INAI to take control to be able to shift sales when there is weakening in one of the marketing targets.

    Results and Target Comparison: Under normal conditions, INAI's revenue is targeted to grow at least an average of 10% per year. After increasing by more than 15% in 2018, INAI posted a revenue growth of 7.59% to Rp.1.22 trillion in 2019. The composition of income from export sales, domestic and construction services is still more or less the same as 2018. However, the gross profit and net profit were depressed by 22.39% and 17.06% respectively, which was mainly due to costs increase in the construction service sector.

    Constraints in INAI's business: A manufacturing company will experience problems if the supply of raw materials and the shipping of finished products facing transportation problems. So that the certainty of transportation infrastructure along with an adequate level of security is an absolute requirement. INAI's revenue through PT Indalex will experience constraints if there is economic turmoil that pressures the growth of the property business. Construction services are medium-term businesses, meaning that the process of fulfilling a contract is usually more than a year and less than 5 years. Project delays followed by rising material prices could have an impact on profitability.