laporan praktikum tphp 1

Download LAPORAN PRAKTIKUM TPHP 1

Post on 04-Dec-2015

57 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LAPORAN PRAKTIKUM TPHP 1

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUMNilai:

TEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIAN(Karakteristik Fisik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk & Ukuran))

Oleh:

Nama: Devi ApriliaNPM: 240110130073Hari, Tanggal Praktikum: Rabu, 16 September 2015Waktu: 13.00 15.00 WIBCo. Ass: Nedia Cahyati M. Frida Pascha N.

LABORATORIUM PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSESTEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIANFAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANUNIVERSITAS PADJADJARAN2015BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangBahan hasil pertanian mempunyai bentuk dan ukuran yang tidak seragam, maka dari itu diperlukan ilmu untuk mengukur dan menganalisa bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian untuk mengklasifikasinya kedalam keseragaman bentuk. Karakteristik dari suatu bahan hasil pertanian sangat penting untuk klasifikasi standar bentuk dan ukuran. Oleh karena itu dibuatlah suatu standar yang telah disepakati bersama untuk mempermudah penanganan dan pengolahan produk tersebut. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian, yaitu: bentuk acuan, kebundaran, kebulatan, dimensi sumbu bahan, serta kemiripan bahan hasil pertanian terhadap benda geometri tertentu. Karakteristik fisik hasil pertanian akan mempengaruhi bentuk dan ukuran berat atau volume. Konsumen tertentu memiliki penerimaan (aseptabilitas) tertentu dalam mempertimbangkan karakteristik fisik. Bentuk dan ukuran berat dan warna yang seragam selalu menjadi pilihan konsumen. Untuk mencegah kerusakan seminimal mungkin, diperlukan pengetahuan tentang karakteristik watak atau sifat teknik bahan hasil pertanian yang berkaitan dengan karakteristik fisik, mekanik dan termis.Teknik penanganan hasil pertanian sangat penting dipelajari oleh mahasiswa teknik pertanian agar dapat mengurangi kerusakan dari produk-produk pertanian. Maka dari itu dilakukan praktikum Karakteristik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk dan Ukuran) agar praktikan dapat menanggulangi kerusakan yang akan terjadi selama masa pasca panen sampai ke tangan konsumen, sehingga kualitas akan semakin baik dan tentu saja harga akan semakin tinggi. Pada praktikum kali ini akan dilakukan percobaan bagaimana mengetahui sifat karakteristik suatu bahan hasil pertanian, diantaranya adalah kebundaran, kebulatan, kemiripan terhadap benda-benda geometri dan pengukuran dimensi sumbu dari bahan yang dijadikan objek percobaan

1.2 Tujuan PercobaanTujuan praktikum ini adalah sebagai berikut:1. Menentukan bentuk suatu bahan hasil pertanian berdasarkan ukuran, kebundaran, kebulatan.2. Menentukan hubungan antara bentuk suatu bahan hasil pertanian dengan volume dan luas permukaannya.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik Bahan Hasil PertanianSifat fisik dari produk fisik dari pertanian sangat diperhatikan dalam penanganan pasca panen, terutama dalam kegiatan sortasi maupun grading (pemutuan). Sifat fisik dari produk pertanian terdiri dari berat, volume, bentuk, warna, tekstur, berat, jenis dan kadar air. Dimana sifat fisik tersebut berat dan volume biasanya dipakai untuk pemutuan buah berdasarkan kuantitas. Dalam kegiatan pasca panen lainnya seperti pengemasan dan pengangkutan, sifat fisik sangat diperhatikan. Sifat fisik bahan sangat berhubungan dengan pengelolaan bahan pangan secara meknis, banyak jenis pakar yang profesional telah direkomendasikan oleh ahli nutrisi dalam bentuk formula. Sifat fisik bahan dapat langsung diamati tanpa adanya reaksi kimia, sedangkan sifat fisik kimia hanya dapat diamati dengan terjadinya perubahan warna, suhu, pembentukan endapan atau pembentukan gas.Sifat fisik bahan sangat berhubungan dengan pengelolaan bahan hasil pertanian secara mekanis, banyak jenis pakar yang profesional telah direkomendasikan oleh ahli nutrisi dalam bentuk formula. Sifat fisik bahan dapat langsung diamati tanpa adanya reaksi kimia, sedangkan sifat fisik kimia hanya dapat diamati dengan terjadinya perubahan warna, suhu, pembentukan endapan atau pembentukan gas (Syarief, 1988).Sifat fisik suatu bahan dapat langsung diamati tanpa adanya reaksi kimia, sedangkan sifat-sifat fisik kimia hanya dapat diamati dengan terjadinya perubahan warna, suhu, pembentukan endapan, atau pembentukan gas. Sifat fisik kimia protein dari lemak selama pengolahan, perubahan protein selama perubahan. Perubahan protein selama pengolahan sifat fisik sangat berhubungan dengan kondisi dan pergerakan benda dan dengan aliran transportasi energi.Bahan-bahan hasil pertanian seringkali mengalami kerusakan baik di lahan maupun dalam proses penanganan pasca panen. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor fisiologis, mekanis, termis, biologis dan kimia (Rusendi dkk, 2015). Untuk mencegah kerusakan seminimal mungkin, diperlukan pengetahuan tentang karakteristik atau sifat teknik bahan hasil pertanian yang berkaitan dengan karakteristik fisik, mekanik dan termis. Selain itu pengetahuan karakteristik bahan diperlukan untuk :1. Merancang mesin-mesin pengolahan, menentukan bahan atau materinya, pengoperasian dan pengendaliannya.2. Menganalisis dan menentukan efisiensi dari suatu mesin, maupun proses pengolahan.3. Mengembangkan produk-produk baru dari tanaman dan hewan.4. Mengevaluasi serta mengawetkan mutu produk akhir.

2.2 Bentuk AcuanDi dalam metode ini, permukaan dari potongan melintang dan memanjang sampel atau bahan diukur dan kemudian dibandingkan dengan bentuk bentuk yang sudah ada pada bentuk acuan (chart standard).Tabel Istilah dan Deskripsi Objek dari Bentuk AcuanNOBENTUKDISKRIPSI

1Bundar (round)Menyerupai bentuk bulatan (spheroid)

2OblateDatar pada bagian pangkal dan pucuknya

3OblongDiameter vertikal > diameter horizontal

4ConicMeruncing kearah bagian puncak

5Ovate (bulat telur)Bentuk seperti telur dan melebar pada bagian pangkal

6LopsidedSumbu yang menghubungkan pangkal dan puncak tidak tegak lurus melainkan miring

7ObovateBulat telur terbalik

8EllipticalMenyerupai bentuk (bulat panjang)

9TruncateKedua ujungnya mendatar / persegi

(kerucut terpotong)

10UnequalSetengah bagian > dari yang lain (tidak seimbang)

11RibbedSisi-sisi pada potongan melintang menyerupai sudut-sudut

12Regular (teratur)Bagian horisontalnya menyerupai lingkaran

13IrregularPotongan horisontalnya tidak berbentuk lingkaran

Sumber: (Silaban, 2010)

2.3 KebundaranKebundaran adalah suatu ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu benda padat. Nilai kebundaran suatu bahan berkisar 0-1. Apabila nilai kebundaran suatu bahan hasil pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar (Rusendi dkk, 2015).Persamaan untuk menghitung kebundaran (roundness) yaitu sebagai berikut:

Keterangan :Ap= Luas proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebasAc= Luas lingkaran terkecilr1= jari-jari dalamr2= jari-jari luar

Gambar 1. Luas proyeksi roundnessSumber: Rusendi dkk, 2015

2.4 KebulatanKebulatan (sphericity) dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara diameter bola yang mempunyai volume sama dengan objek dengan diameter bola terkecil yang dapat mengelilingi objek. Seperti halnya nilai kebundaran, nilai kebulatan suatu bahan juga berkisar antara 0-1. Apabila nilai kebulatan suatu bahan hasil pertanian mendekati 1 maka bahan tersebut mendekati bentuk bola (bulat) (Rusendi dkk, 2015).Persamaan untuk menghitung kebulatan (sphericity) adalah sebagai berikut:

Keterangan:a = Ukuran terpanjang bagian buahb = Ukuran pertengahan bagian buahc = Ukuran terpendek bagian buah

Gambar 2. Luas proyeksi sphericitySumber: Rusendi dkk, 2015

2.5 Pengukuran Dimensi SumbuUntuk objek objek yang berukuran kecil seperti biji bijian, garis besar proyeksi dari setiap sampel dapat diukur dengan menggunakan sebuah alat foto pembesar (photographic enlarger), namun secara sederhana dapat pula dilakukan dengan metode proyeksi dengan menggunkan OHP (Overhead Projector) (Rusendi dkk, 2015).

2.6 Kemiripan Terhadap Benda-Benda GeometriSelain membandingkan dengan bentuk standar, penentuan bentuk bahan hasil pertanian dapat juga ditentukan dengan melihat kemiripan dengan benda-benda geometri tertentu, yaitu bulat memanjang (prolate spheroid), bulat membujur (oblate spheroid), dan kerucut berputar atau silinder. Setelah diketahui bentuk bahan berdasarkan kemiripan terhadap benda-benda geometri, maka volume dan luas permukaan bahan dapat dihitung (Rusendi dkk, 2015).Persamaan untuk perhitungan kemiripan berdasarkan tipe atau jenisnya adalah sebagai berikut:a. Bulat memanjang (prolate spheroid)

Keterangan:V = VolumeS = Luas permukaana = sumbu memanjang elips (major axes)b = Sumbu membujur elips (minor axes)e = Eksentrisitas

b. Bulat membujur (oblate spheroid)

Keterangan:V = VolumeS = Luas permukaana = sumbu memanjang elips (major axes)b = Sumbu membujur elips (minor axes)e = Eksentrisitas

c. Kerucut berputar atau silinder

Keterangan :r1= Jari jari bagian dasar kerucutr2= Jari jari bagian puncak kerucuth = Tinggi benda

2.7 Over Head Projector (OHP)OHP merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan transparansi. Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus, yaitu lensa fresnel, melewati sebuah transparan ukuran 20x25 cm yang ditempatkan di atas landasan tersebut. Sebuah sistem pemantul cahaya dari cermin dan lensa, yang di tempatkan di atas kotak landasan, menghasilkan berkas cahaya berbelok 90 derajat. Dengan lampunya yang amat terang dan sistem optiknya yang efisien, menghasilkan banyak sekali cahaya sehingga memungkinkan untuk dipergunakan di ruangan biasa tanpa penggelapan (Ludy, 2011).OHP adalah peralatan yang paling sederhana, karena peralatan ini hanya menggunakan sistem lensa (optik) dan elektrik (k