laporan praktikum respirasi · pdf file tumbuhan. pada respirasi tingkat rendah, proses...

Click here to load reader

Post on 16-Nov-2020

28 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    LAPORAN PRAKTIKUM

    RESPIRASI

    Oleh :

    Golongan F/Kelompok 1C

    1. Sulam (161510501013)

    2. Pungky Pramesta M. (161510501018)

    LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN

    PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

    FAKULTAS PERTANIAN

    UNIVERSITAS JEMBER

    2017

  • 1

    BAB 1. PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Respirasi merupakan suau proses pemecahan molekul-molekul gula

    menjadi senyawa anorganik, dimana respirasi terjadi di dalam sel-sel makhluk

    hidup. Respirasi dapat disebut juga proses pernafasan, tetapi jika pernafasan

    menggunakan oksigen sebagai pemecah lain halnya dengan respirasi, proses dari

    respirasi tidaknselalu melibatkan oksigen dalam prosesnya. Pemecahan molekul

    gula maupun asam lemak dibantu dengan enzim beserta molekul-molekul

    sederhana lainya. Reaksi dari respirasi yaitu berupa melepaskan energi, kemudian

    di tangkap NADP yang kemudian membentuk ATP atau juga NADPH. Proses

    respirasi dibagi menjadi 2 yaitu, Respirasi yang menggunakan oksigen sebagai

    oksidatornya dinamakan respirasi aerob, sedangkan untuk respirasi yang tidak

    menggunakan oksigen dinamakan respirasi anaerob.

    Respirasi aerob merupakan suatu pemecahan molekul glukosa

    dengan bantuan oksigen guna menghasilkan energi (ATP) yang digunakan

    tumbuhan untuk melakukan aktivitas yang memerlukan suatu energi. Proses

    respirasi aerob pada tumbuhan yaitu merubah glukosa menjadi senyawa sederhana

    dengan melepas energi, proses tersebut dinamakan katabolisme. Proses respirasi

    secara aerob dibagi menjadi 4 tahap yaitu, glikolisis, dekarboksilasi oksidatif,

    siklus krebs, dan transfer elektron, pada tahap glikolisi terjadi di sitoplasma,

    sedangkan tahap lainya terjadi di mitokondria, organel inilah yang dinamakan

    organel penghasil energi. Proses repirasi aerob banyak dilakukan oleh tumbuhan

    tingkat tinggi yang memiliki anatomi lengkap, berupa daun, batang maupun akar.

    Proses respirasi aerob sangat kompleks sehingga sangat diperlukan pla oleh

    tumbuhan tingkat tinggi mengingat anatomi pada tumbuhan tingkat tinggi yang

    lengkap mengharuskan tanaman memakan energi yang banyak dalam melakukan

    aktifitas.

    Proses respirasi anaerob merupakan suatu proses respirasi yang

    unik dimana dalam prosesnya tidak menggunakan oksigen. Respirasi anaerob

    merupakan suatu respirasi atau fermentasi dimana fermentasi glukosa merupakan

  • 2

    substrat awal pada tahap respirasi. Pada tahap respirasi anaerob glukosa dipecah

    menjadi asam piruvat , NADH, dan ATP. Proses fermentasi tidak bisa melakukan

    pemecahan glukosa secara sempurna menjadi air dan karbon dioksida, alhasil

    ATP yang dihasilkan tidak terlalu banyak seperti respirasi aerob. Proses

    fermentasi dibagi mejadi 2 yaitu, proses fermentasi alkohol yang dilakukan oleh

    jamur, dan proses fermentasi asam laktat yang dilakukan oleh hewan dan

    manusia.

    Respirasi pada tumbuhan terjadi di stomata dengan cara menyerap

    oksigen, yang nantinya menjadi bahan oksidator dalam proses reaksi. Pada

    tumbuhan tingkat tinggi, menggunakan proses respirasi aerob dengan cara

    melepaskan energi dari makanan yang telah di oksidasi dalam sel tubuh

    tumbuhan. Pada respirasi tingkat rendah, proses respirasi berlangsung secara

    anaerob, anaerob sendiri dapat dikatakan fermentasi dikarenakan dapat mengubah

    suatu senyawa menjadi senyawa lanjutan dengan bantuan suatu enzim, dalam

    respirasi anaerob dapat ditemukan adanya kandungan alkohol maupun asam laktat

    pada senyawa lanjutan hasil pemecahan atau perubahan molekul. Respirasi pada

    tumbuhan terjadi dsetiap bagian dari tumbuhan, mulai dari akar, batang, dan daun,

    hal ini terjadi pada respirasi tanaman tingkat tinggi. Tumbuhan melakukan proses

    respirasi untuk bertahan hidup dimana hasil dari respirasi menghasilkan suatu

    energi yang digunakan untuk pertumbuhan, pembentukan protein, pengangkutan

    mineral dan lain sebagainya. Respirasi pada tumbuhan sangat bergantung pada

    beberapa faktor yang sangat berpengaruh bagi proses respirasi itu sendiri, yaitu,

    ketersediaan substrat yang mempengaruhi laju reaksi respirasi, ketersediaan

    oksigen yang dapat mempengaruhi laju rekasi namun tiap spesies tumbuhan

    berbeda, tipe dan umur tumbuhan juga berpengaruh, dan suhu yang dapat

    mengatur laju rekasi respirasi. Proses respirasi pada tumbuhan memiliki memiliki

    perbedaan dengan fotosintesis, bila repirasi merupakan proses pembongkaran

    yang dapat berlangsung optimal di malam hari (katabolisme) sebaliknya,

    fotosintesis merupakan proses pembentukan atau penyusunan (anabolisme),

    fotosintesis paling optimal dilakukan di siang hari. Proses respirasi sangat penting

  • 3

    bagi tumbuhan karena dengan melakukan respirasi, tumbuhan tetap hidup dan

    dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.

    1.2 Tujuan Praktikum

    Mengetahui volume O2 dan CO2 yang dihasilkan dari proses respirasi

    serta membukikan bahwa suhu berpengaruh pada proses respirasi.

  • 4

    BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

    Respirasi merupakan suatu proses kebalikan dari fotosinstesis, dimana

    dalam proses respirasi terjadi perombakan energi yang semula disimpan melalui

    reaksi katabolisme dan asimilasi. Respirasi terdiri atas 2 (dua) macam yaitu

    respirasi aerob dan anaerob. Kedua proses tersebut memiliki perbedaan yang

    terletak pada bahan yang diperlukan. Respirasi aerob memerlukan bahan berupa

    oksigen yang berasal dari udara, sedangkan respirasi anaerob tidak memerlukan

    itu. Respirasi menimbulkan perbandingan seberapa banyak oksigen yang

    dibutuhkan dalam menjalankan proses dengan karbondioksida yang diproduksi.

    Perbandingan tersebut biasa dijuluki dengan kosien respirasi (K.R) yang didalam

    proses tersebut menghasilkan air-air yang dilepaskan dan biasa dikenal dengan air

    metabolisme (Dwidjoseputro, 1978).

    Menurut Haryanti dan Budihastuti (2015), respirasi yang memerlukan

    oksigen sangat dipengaruhi oleh tingkat tinggi rendahnya suatu kadar oksigen

    tersebut. Oksigen yang terlalu rendah mampu menghambat proses respirasi yang

    berlangsung, dimana pada proses tersebut energi yang diperlukan untuk enzim

    dalam merombak karbohidrat menjadi senyawa yang lebih sederhana akan

    melambat. Melambatnya perombakan tersebut akan berdampak pada ATP yng

    dihasilkan ikut melambat pula. Proses respirasi pada dasarnya membutuhkan

    oksigen dalam kondisi yang optimum sehigga tidak mempengaruhi ATP yang

    dihasilkan pula.

    Menurut Puspitanigrum dkk. (2012), resprasi juga dipengaruhi oleh suhu

    di lingkungan sekitar suatu tanaman. Tingkat kecepatan atau laju respirasi

    dianggap sebagai ukuran dalam mengkur laju metabolisme yang terjadi pada suatu

    tanaman. Laju respirasi yang tergolong cepat berpengaruh terhadap konsumsi

    oksigen yang dibutuhkan pada suhu ertentu. Suhu yang meningkat pada suatu

    tanaman akan meningkatkan konsentrasi oksigen yang dibutuhkan dalam proses

    respirasi. Laju respirasi berkorelasi negatif dengan umur tanaman ketika

    disimpan. Artinya, tanaman yang memiliki laju respirasi tinggi akan membuat

    tanaman tersebut berumur lebih pendek, alasannya adalah tanaman tersebut

  • 5

    mengeluarkan energi yang besar sehingga energi cepat habis da tanaman akan

    mengalami kemunduran lebih cepat. Apabila dibandingkan dengan tanaman yang

    berlaju respirasi rendah maka tanaman tersebut memiliki masa simpan yang relatif

    lebih lama (Hermawan dkk., 2016).

    Proses respirasi terjadi di sitoplasma dan mitokondria, dimana pada

    kedua organel sel tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dalam melepas

    energi potensial. Respirasi mengalami perluasan rantai hingga ke permukaan sel

    yang berguna dalam mengurangi akseptor-akseptor elektron yang berasal dari luar

    sel seperti halnya besi, besi oksida, dan mangan yang semakin lama semakin

    banyak terungkap pada beberapa tahun terakhir. Perjalanan elektron dalam proses

    respirasi dari membran sitoplasma berjalan melalui periplasma dan kemungkinan

    pula terjadi pada membran luar (Ritcher et al., 2017).

    Respirasi pada suatu tanaman merupakan fluks karbon besar yang

    dikeluarkan oleh tanaman ke atmosfer, dimana yang menjadi kontrol utamanya

    adalah evolusi pada siklus karbon global. Hal tersebut mendukung tingkat

    perubahan iklim yang semakin pesat utamanya dalam hal kebutuhan bahan bakar

    yang dibutuhkan oleh manusia yang berasal dari bahan bakar fosil. Pelepasan atau

    penyimpanan karbon harus diperkirakan dan memprediksi laju respirasi yang

    berfungsi untuk mengetahui ketergantungan suhu yang dibutuhkan ketika respirasi

    serta kontrol yang berlaku secara universal yangterjadi pada metabolisme suatu

    tanaman (Heskel et al., 2016).

    Tahap dalam respirasi salah satunya adalah siklus calvin. Siklus calvin

    mengandung beberapa enzim yang berperan aktif di dalamnya. Aktivitas enzim

    yang terjadi pada siklus calvin sering kali membatasi tingkat fiksasi pada

    kabondioksida yang dibutuhkan oleh tanaman serta menentukan ukuran y

View more