laporan praktikum reaksi-reaksi kimia dan reaksi redoks

Download laporan praktikum Reaksi-reaksi Kimia Dan Reaksi Redoks

Post on 06-Jan-2016

795 views

Category:

Documents

53 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PERCOBAAN VIREAKSI-REAKSI KIMIA DAN REAKSI REDOKSI.TUJUANa. Mempelajari jenis reaksi kimia secara sistematisb. Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksic. Menuliskan persamaan reaksi dengan benard. Menyelesaikan persamaan reaksi dari setiap percobanII.TEORIReaksi asam basa dapat dikenali sebagai proses transfer protein. Kelompok reaksi yang disebut reaki redoks dikenal juga sebagai reaksi transfer electron. Reaksi setengah sel yang melibatkan hilang electron disebut reaksi oksidasi. Reaksi setengah sel yang melibatkan penangkapan electron disebut reaksireduksi. Suatu jenis reaksi redoks yang umum adalah reaksi antara logam dengan asam.Logam + asam  garam + molekul hydrogenBilangan oksidasi juga dikenal sebagai tingkat oksidasi menunjuk pada jumlah muatan yang dimiliki suatu atom dalam molekul ( senyawa ionic) jika electron- elektronnya berpindah seluruhnya. Untuk ion- ion yang tersusun atas satu atom saja, bilangan oksidasinya sama dengan bilangan ion tersebut. Semua logam alkali memiliki bilangan oksidasi +1 dan semua bilangan logam alkali tanah memiliki biloks +2 dalam senyawanya. Dalam molekul netral, jumlah bilangan oksidasi semua atom penyusunnya harus nol. Dalam ion tersebut harus sama dengan muatan total ion. (Raymond Chang , 2004 : 59) Oksida adalah suatu proses yang mengakibatkan hilangnya satu electron atau lebih dari dalam zat( atom , ion, atau molekul). Bila suatu unsure dioksidasi, keadaan oksidasinya berubah keharga yang lebih positif. Suatu zat pengoksidasi adalah zat yang memperoleh electron dari dalam proses zat itu direduksi. Reduksi adalah suatu proses yang mengakibatkan diperolehnya satu electron atau lebih oleh zat ( atom, ion, atau molekul). Bila suatu unsure direduksi, keadaan oksidasi berubah menjadi lebih negative ( kurang positif). Jadi, suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan electron, dalm proses zat itu dioksidasi. Tahap reaksi atau oksidasi yang melibatkan pelepasan atau pengikatan electron sering disebut reaksi setengah sel( lebih sederhana sel setengah) karena dari golongan mereka dapat disusun sel galvani( baterai). Sistem redoks biasanya adalah sistem dimana antar bentuk oksidasi dan reduksi zat hanya electron yang dipertukarkan. ( Suehla G, 1985: 121)Berdasarkan perubahan bilangan oksidasi unsurnya, reaksi dapat dibagi menjadi dua , yaitu reaksi metatesis dan reaksi reduksi,- Reaksi metatesis adalah reaksi yang tidak menimbulkan perubahan biloks unsure, yang terjadi hanya pertukaran pasangan ion, contohnya:NaCl + AgNO3  AgCl + NaNO3 (Na+, Cl-) (Ag+, NO3-)  (Ag+, Cl-) ( Na+, NO3-)- Reaksi redoks dalah reaksi yang mengakibatkan ada unsure yang mengalami perubahan bilangan oksidasi, disebut teroksidasi, dan yang turut disebut reduksi, contohnya:2Na + Cl2  2NaClNa = teroksidasiCl = tereduksi. Untuk menentukan reaksi redoks ,dengan mencari biloks semua unsure dalam suatu reaksi, kita dapat mengetahui reaksi tersebut redoks atau metatesis, serta menentukan unsure yang teroksidasi dan tereduksi, contoh:1) Fe + 2 HCl  FeCl2 + H2Biloks Fe = 0 ke 2 ( oksidasi)Biloks H = 1 ke 0 ( reduksi) ( Syukri, 1991:83 ).2) Na2S + CaCl CaS + 2HClBilangan oksidasi semua unsure tetapJadi, reaksi 1 adalah reaksi redoks, sedangkan reaksi 2 adalah reaksi metatesis. ( Syukri, S, 1999: 91)Penyusun persamaan reduksi oksidasi penyusun setengah reaksi dapat dengan mudah ditentukan dengan setengah reaksi dan reaksi total. a. Penyusun setengah reaksi redoks1. Tuliskan persamaan perubahan oksidasi dan reduktan 2. Setarkan jumlah hydrogen dari kedua sisi persamaan dengan menambahkan jumlah H2O3. Setarakan jumlah hidrogen kedua sisi persamaan denga

TRANSCRIPT

PERCOBAAN VIREAKSI-REAKSI KIMIA DAN REAKSI REDOKSI.TUJUANa. Mempelajari jenis reaksi kimia secara sistematisb. Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksic. Menuliskan persamaan reaksi dengan benard. Menyelesaikan persamaan reaksi dari setiap percobanII.TEORIReaksi asam basa dapat dikenali sebagai proses transfer protein. Kelompok reaksi yang disebut reaki redoks dikenal juga sebagai reaksi transfer electron. Reaksi setengah sel yang melibatkan hilang electron disebut reaksi oksidasi. Reaksi setengah sel yang melibatkan penangkapan electron disebut reaksireduksi. Suatu jenis reaksi redoks yang umum adalah reaksi antara logam dengan asam.Logam + asam garam + molekul hydrogenBilangan oksidasi juga dikenal sebagai tingkat oksidasi menunjuk pada jumlah muatan yang dimiliki suatu atom dalam molekul ( senyawa ionic) jika electron- elektronnya berpindah seluruhnya. Untuk ion- ion yang tersusun atas satu atom saja, bilangan oksidasinya sama dengan bilangan ion tersebut. Semua logam alkali memiliki bilangan oksidasi +1 dan semua bilangan logam alkali tanah memiliki biloks +2 dalam senyawanya. Dalam molekul netral, jumlah bilangan oksidasi semua atom penyusunnya harus nol. Dalam ion tersebut harus sama dengan muatan total ion. (Raymond Chang , 2004 : 59)

Oksida adalah suatu proses yang mengakibatkan hilangnya satu electron atau lebih dari dalam zat( atom , ion, atau molekul). Bila suatu unsure dioksidasi, keadaan oksidasinya berubah keharga yang lebih positif. Suatu zat pengoksidasi adalah zat yang memperoleh electron dari dalam proses zat itu direduksi. Reduksi adalah suatu proses yang mengakibatkan diperolehnya satu electron atau lebih oleh zat ( atom, ion, atau molekul). Bila suatu unsure direduksi, keadaan oksidasi berubah menjadi lebih negative ( kurang positif). Jadi, suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan electron, dalm proses zat itu dioksidasi. Tahap reaksi atau oksidasi yang melibatkan pelepasan atau pengikatan electron sering disebut reaksi setengah sel( lebih sederhana sel setengah) karena dari golongan mereka dapat disusun sel galvani( baterai). Sistem redoks biasanya adalah sistem dimana antar bentuk oksidasi dan reduksi zat hanya electron yang dipertukarkan. ( Suehla G, 1985: 121)Berdasarkan perubahan bilangan oksidasi unsurnya, reaksi dapat dibagi menjadi dua , yaitu reaksi metatesis dan reaksi reduksi,Reaksi metatesis adalah reaksi yang tidak menimbulkan perubahan biloks unsure, yang terjadi hanya pertukaran pasangan ion, contohnya:NaCl + AgNO3 AgCl + NaNO3 (Na+, Cl-) (Ag+, NO3-) (Ag+, Cl-) ( Na+, NO3-)Reaksi redoks dalah reaksi yang mengakibatkan ada unsure yang mengalami perubahan bilangan oksidasi, disebut teroksidasi, dan yang turut disebut reduksi, contohnya:2Na + Cl2 2NaClNa = teroksidasiCl = tereduksi. Untuk menentukan reaksi redoks ,dengan mencari biloks semua unsure dalam suatu reaksi, kita dapat mengetahui reaksi tersebut redoks atau metatesis, serta menentukan unsure yang teroksidasi dan tereduksi, contoh: Fe + 2 HCl FeCl2 + H2Biloks Fe = 0 ke 2 ( oksidasi)Biloks H = 1 ke 0 ( reduksi) ( Syukri, 1991:83 ).Na2S + CaCl CaS + 2HClBilangan oksidasi semua unsure tetapJadi, reaksi 1 adalah reaksi redoks, sedangkan reaksi 2 adalah reaksi metatesis. ( Syukri, S, 1999: 91)

Penyusun persamaan reduksi oksidasi penyusun setengah reaksi dapat dengan mudah ditentukan dengan setengah reaksi dan reaksi total. Penyusun setengah reaksi redoks Tuliskan persamaan perubahan oksidasi dan reduktan Setarkan jumlah hydrogen dari kedua sisi persamaan dengan menambahkan jumlah H2OSetarakan jumlah hidrogen kedua sisi persamaan dengan menambahkan jumlah H+ yang tepatSetarakan muatan dengan menambahkan sejumlah electron sekali setengah reaksi telah disusun mudah untuk menyusun persamaan redoks keseluruhan dalam oksidasi dan kenaikan biloks harus sama hal ini sama dengan hubungan equivalen dalam reaksi asam basa.Penyusun setengah oksidasi reaksi totalPilihlah persamaan untuk oksidasi dan reduktan yang terlibat dalam reaksi kalikan sehingga jumlah electron yang terlibat samaJumlahkan kedua reaksiIon lawan yang mungkin muncul dalam persamaan harus ditambahkan kedua sisi.( Sukardjo, 1985: 96)Senyawa- senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi. Oksidator melepas electron dari senyawa lain, sehingga dirinya sendiri tereduksi.Senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai rduktor atau agen reduksi. Reduktor melepas electron kesenyawa lain, sehingga teroksidasi , oleh karena ia mendonorkan elektronnya, ia juga disebut pendonor electron. Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah reduktor mentransfer elektronnya keoksidator. Sehingga dalam reaksi, reduktor melepas electron dan teroksidasi, dan oksidator mendapatkan electron dan tereduksi. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut pasangan redoks. ( Hiskia Ahmad, 1993: 187)

III. PROSEDUR PERCOBAAN3.1 Alat dan bahan 3.1.1 AlatSudipKrusBunsenTabung reaksiPipet tetesBahanMg- CuSO4 0,1 MCuSO4.5H2O- logam ZnLarutan AgNO3 0,01 MLarutan ZnSO4 0,5 MNaNO3 0,5 MH2O2 0,1 MH2SO4 1 MLarutan kanjiFeCl3 0,1 MSerbuk CuLarutan HCl 0,1 MLarutan Hg(NO3)2 0,1 MLarutan Al(NO3)2 0,1 MKI 0,1 MLarutan Na3PO4 1 MHNO3 1MH2SO4 0,1 MH3PO4 0,1 MIndikator fenolftalein

3.2 Skema KerjaA. Reaksi penggabunganMg dimasukkan seujung sudip kedalam krus dibakar pada nyala Bunsen diamati dicatat hasil pengamatan HasilB. Reaksi PenguraianKristal CuSO4.5H2O dimasukkan seujung sudip kedalam tabung reaksi dipanaskan dengan Bunsen diamati dan dicatat hasil pengamatanHasilC. Reaksi Penggantian Tunggal1 mL larutan AgNO3 0,01 M dimasukkan ke dalam tabung reaksi 0,1 gram serbuk Cu dimasukkan kedalam tabung tadi dikocok dan diamati dicatat hasil pengamatan 1 ml larutan hcl 0,1 m dimasukkan kedalam tabung reaksi lain 0,1 gram serbuk Mg dimasukkan tabung berisi HCl 0,1 M

Hasil diamati dan dicatat hasil pengamatan

D. Reaksi Penggantian Rangkap1 mL larutan AgNO3 0,01 M dimasukkan kedalam tabung reaksi I 1 mL larutan Hg(NO3)2 0,1 M dimasukkan kedalam tabung reaksi II 1 mL larutan Al(NO3)2 0,1 M dimasukkan kedalam tabung reaksi II1 mL KI 0,1 M dimasukkan kedalam tabung I,II,III tadi diamati dicatat hasil pengamatan diulangi percobaan dengan tabung reaksi IV,V, dan VI 1 mL larutan Na3PO4 1 M ditambahkan masing-masing ke dalam tabung reaksi IV,V, dan VI diamati dicatat hasil pengamatan Hasil

Catatan: khusus untuk reaksi V jangan goyangkan tabung setelah penambahan Na3PO4E. Reaksi Netralisasi 1 mL HNO3 0,1 M dimasukkan kedalam tabung reaksi VII 1 mL H2SO4 0,1 M dimasukkan kedalam tabung reaksi VIII

1 mL H3PO4 0,1 M dimasukkan kedalam tabung reaksi IXIndikator fenolftalein ditambahkan 1 tetes kedalam masing-masing tabung ditambahkan lagi larutan NaOH samapi ada perubahan warna dicatat jumlah tetesan NaOH diamati HasilF. Reaksi Redoks Serta Perubahan Warna0,5 mL larutan H2SO4 6 M dan 0,5 mL larutan KMnO4 0,1 Mdimasukkan kedalam tabung reaksi XIditetesi Na2C2O4 0,1 M sampai terjadi perubahan warna3 mL larutan NaHSO3 0,1 M dan 1 mL NaOH 10 Mdimasukkan dalam tabung reaksi XIdikocokditetesi larutan KMnO4 0,1 M kedalam tabungdiamati tiap penambahan tetes sampai terjadi perubahan warnadicatat jumlah KMnO3 terpakai 1 mL HCl 6 Mdimasukkan kedalam tabung reaksi XIIditambahkan kira-kira 1 gr Kristal kMnO4dipanaskan didalm lemari asamdiamati apa yang terjadi Hasil

G. Beberapa reaksi redoks2 mL CuSO4 0,5 M dimasukkan kedalam tabung reaksi ditambahkan logam Zn dibiarkan beberapa menit dicatat apa yang terjadi2 mL larutan ZnSO4 0,5 M dimasukkan kedalam tabung reaksi ditambahkan sepotong logam Cu dibiarkan beberapa menit dicatat apa yang terjadidijelaskan keadaan diatas menggunakan daftar potensial elektroda reduksiLarutan Pb(NO3)2 dan NaNO3 0,5 M dimasukkan kedalam tabung reaksidimasukkan sedikit serbuk logam Mg kedalam larutan tadidicatat urutan asam logam sesuai berkurangnya kereaktifan ditulis persamaan reaksinya dijaga agar tabung jangan goyang5 tetes H2O2 dimasukkan kedalam tabung reaksi ditambahkan 5 tetes H2SO4 1 M kedalam larutan ditambahkan larutan kanji dicatat pengamatan Hasil

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN4.1 Data dan perhitungan4.1.1 Data Persamaan reaksiBukti terjadinya reaksi

A. Reaksi penggabunganMg + O2 MgO2Terjadi perubahan warna dari hitam menjadi kecoklatan

B. Reaksi PenguraianCuSO4.5H2O CuSO4 + 5H2OTerjadi perubahan warna dari biru menjadi putih dan terdapat uap air

C. Reaksi Penggantian Tunggal1.Cu+2AgNO3 Cu(NO3)2+2Ag

2.Mg + 2HCl MgCl2 + H2-terjadi endapan dan warna tetap-ada gelembung, Mg habis oleh HCl dan terasa panas

D. Reaksi Penggantian Rangkap1.AgNO3 + KI KNO3 + AgI2.Hg(NO3)2+KI 2KNO3 + HgI23.AlNO3+ 3KI 3KNO3 + AlI3 4.AgNO3+ Na3PO4 AgPO4 + 3NaNO35.Hg(NO3)2+Na3PO4Hg(PO4)2+ 6NaNO36.Al(NO3)3+Na3PO4AlPO4+3NaNO3-Ag menjadi kuning pucat-Hg berwarna orange -Al menjadi bening-menjadi berwarna coklat keruh-menjadi berwarna kuning kunyit-menjadi bening dan terjadi endapan

E. Reaksi Netralisasi1.HNO3+ NaOH NaNO3+ H2O2.H2SO4+2NaOH NaSO4+2H2O3.H3PO4+NaOH NaPO4+H2O-bening menjadi ungu-bening menjadi ungu-bening menjadi ungu

F. Reaksi Redoks1.Na2C2O4+KMnO42NaMnO4 + KC2O4 2.NaHSO4+ KMnO4 NaMnO4 + KSO4 +H2