laporan praktikum kimia organik 8

of 21/21
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI2051) PERCOBAAN 8 PROTEIN DAN KARBOHIDRAT: SIFAT DAN REAKSI KIMIA Oleh Nama : Nur Muhamad Isnan Kurnia NIM :13013051 Kelompok / Shift: 5 / Rabu Sian !anal "er#obaan: $ Maret %015 !anal &aporan : 11 Maret %015 'sisten : Mu#hlis LABORATORIUM KIMIA ORGANIK PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2015

Post on 04-Oct-2015

30 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Praktikum Kimia Organik Teknikn Kimia

TRANSCRIPT

PERCOBAAN 8
KIMIA
Oleh
NIM : 13013051
 !anal "er#obaan: $ Maret %015
 !anal &aporan : 11 Maret %015
'sisten : Mu#hlis
LABORATORIUM KIMIA ORGANIK 
PROGRAM STUDI KIMIA
ALAM
I+ T,-,$" Pr.o%$$"
kasein dan tirosin melalui u)i Millon(
%( Menentukan keberadaan uus * amina bebas pada
kasein dan lisin melalui u)i Ninhidrin(
3( Menentukan keberadaan sulfur atau beleran pada
asam amino sistein melalui u)i Sulfur(
$( Menentukan keberadaan uus amina pada lisin dan
kasein melalui u)i asam nitrit(
5( Menentukan keberadaan uus karboksil dan asam
amida pada urea dan kasein melalui u)i +iuret(
,( Menentukan keberadaan asam amino -an memiliki
#in#in ben.ena pada kasein melalui u)i anthoproteat(
( Menentukan keberadaan karbohidrat pada sampel ula
melalui u)i Molis#h(
pereduksi melalui u)i benedi#t(
2( Menentukan ula monosakarida pada sampel ula
denan u)i +arfoed(
pada sampel ula denan Test-Tape(
II+ Tor! D$$r
pentin bai tubuh karena .at ini disampin berfunsi
sebaai bahan bakar dalam tubuh )ua berfunsi sebaai
.at pembanun dan penatur( "rotein adalah sumber asam
asam amino -an menandun unsurunsur 46Odan N
-an tidak dimiliki oleh lemak( Molekul protein menandun
pula fosforbeleran dan ada )enis protein -an
menandun unsur loam seperti besi dan tembaa
78inarno 12219(
Karbohidrat merupakan sen-aa -an menandun
46O dan mempun-ai rumus 746%O9n -aitu sen-aa
sen-aa -an n atom karbonn-a tampak terhidrasi oleh n
molekul air( Sen-aasen-aa ini memiliki sifat sebaai .at
periduksi karena menandun uus karbonil seperti
aldehida atau keton dan memiliki uus hidroksil dalam
 )umlah sanat ban-ak( Saat ini istilah karbohidrat mena#u
pada polihidroksilaldehida atau palihidroksilketon atau
sen-aasen-aa -an diturunkan dari uus ini
7Sudarmad)i 1229( +erbaai sen-aa -an termasuk
kelompak karbohidrat mempun-ai molekul -an berbeda
beda ukurann-a -aitu dari sen-aa -an sederhana -an
mempun-ai berat molekul 500(000 bahkan lebih( +erbaai
sen-aa itu dibai dalam tia olonan -aitu olonan
monosakaridaolonan oliosakarida dan olonan
polisakarida 7"oed)iadi 122$9(
 
sampel senyawa kasien dan tirosin.
TABEL 8.1 Hasil Uji Milon terhadap sampel senyawa kasein dan tirosin
Senyawa Pengamatan Simpulan
irosin !arutan tetap bening. "
GAMBAR 8.1 Uji Milosch
#. Uji $inhidrin
terhadap sampel senyawa kasien dan glisin.
TABEL 8.2 Hasil Uji Ninhidrin terhadap sampel senyawa kasein dan glisin
Senyaw
a
%lisin erbentuk larutan ungu gelap. +
GAMBAR 8.2 Uji Ninhidrin terhadap kasein (kiri)
dan glisin (kanan)
terhadap sampel senyawa kasien dan sistein.
TABEL 8.3 Hasil Uji Ninhidrin terhadap sampel senyawa kasein dan sisitein
Senyaw Pengamatan Simpulan
GAMBAR 8.3 Uji Ninhidrin terhadap
kasein (kiri) dan sisitein (kanan)
(. )eaksi dengan *sam $itrit
asam nitrit.
Senyawa %ambar Pengamatan Simpulan
,l + $a$-# !arutan berwarna
dan tidak
sampel senyawa kasien dan sistein.
TABEL 8.5 Hasil Uji Biuret terhadap sampel senyawa kasein dan urea.
Senyawa %ambar Pengamatan Simpula
terhadap sampel senyawa kasien.
Senyawa %ambar Pengamatan Simpula
Berikut adalah hasil pengamatan dan simpulan Uji Molis0h terhadap sampel
gula.
Senyawa Pengamatan Simpula
Maltosa erbentuk # 'asa dengan lapisan tipis ungu diantara 'asa. +
Sukrosa erbentuk # 'asa dengan lapisan ungu diantara 'asa. +
%lukosa erbentuk # 'asa dengan lapisan ungu diantara 'asa. +
!aktosa erbentuk # 'asa dengan lapisan ungu diantara 'asa. +
 
#. Uji Benedi0t
sampel gula.
Senyawa %ambar Pengamatan Simpulan
%lukosa erbentuk larutan merah"orange
 perubahan warna4
Berikut adalah hasil pengamatan dan simpulan Uji Bar'oed terhadap sampel
gula.
Senyaw
a
Maltosa !arutan biru "
Sukrosa !arutan biru "
Senyaw
a
GAMBAR 8.6 ndapan merah
 
 
Uji Millon dilakukan untuk mengidenti'ikasi senyawa yang mengandung
gugus hidroksi 'enolik. )eagen dari Uji Millon ini dibuat dari logam raksa yang
dilarutkan dalam asam nitrit dan dien0erkan menggunakan air. )eagen Millon
3g3$-#4#4 akan bereaksi dengan gugus hidroksi 'enolik pada sampel dan
membentuk residu berwarna merah"ke0oklatan. Beriklut ini adalah reaksi reagen
Millon dengan gugus hidroksi 'enolik 
Kompleks berwarna merah
sedankan tirosin memberikan hasil negati'. 7ika dilihat dari strukturnya
satu senyawa kasein mempunyai lebih dari satu gugus hidroksi 'enolik sedangkan
tirosin memiliki satu gugus hidroksi 'enolik. Seharusnya kedua sampel senyawa
tersebut memberikan hasil positi' pada Uji Millon. $amun demikian seperti yang
 
 pereaksian sampel dengan reagen. irosin yang hanya memilliki sebuah gugus
hidroksi 'enolik poda senyawanya tidak akan sereakti' kasein ketika direaksikan
dengan reagen Millon. -leh karena itu reaksi belum terjadi se0ara sempurna saat
tirosin di0ampur dengan reagen lalu dipanaskan pada suhu sebelum air mendidih
dan dalam waktu kurang dari / menit. Konsentrasi sampel tirosin yang hanya 1 M
 pun kurang bisa diharapkan untuk menjalankan reaksi yang 0epat.
GAMBAR 8.9 !truktur "asein GAMBAR 8.10 !truktur #irosin
)eaksi $inhidrin digunakan untuk mendeteksi adanya asam 9"amino dan
 protein yang mengandung gugus amina bebas. $ini$inhidrin 31#&":ndantrion
monohidrat or triketohidrinden hidrat4 menguraikan asam amino menjadi
aldehid amoniak dan ,-# sementara ninihidrin mengalami reduksi menjadi
hidrindantin( Berikut ini reaksi yang terjadi ;
Kemudian ninhidrin akan berkondensasi denan amoniak
dan hidrantin untuk memproduksi piement biru atau unu -an
 
Reaksi asam amino denan ninhidrin berlansun pada p6 $
sampai ( "ada per#obaan ;)i Ninhidrin -an telah dilakukan
7lihat !'+=& (%9 kedua sampel -aitu lisin dan kasein memberi
hasil positif denan terbentukn-a larutan unu( >enan demikian
dapat disimpulkan baha lisin dan kasein menandun uus
amina bebas( +erikut ini adalah struktur lisin
GAMBAR 8.10 !truktur Glisin
Uji protein selanjutnya adalh uji sul'ur Uji sul'ur adalah uji untuk 
mendeteksi adanya sul'ur 3belerang4 dalam asam amino. Uji ini dilakukan dengan
mengubah sul'ur menjadi sul'ida anorganik melalui pemutusan ikatan oleh basa.
7ika sampel protein yang mengandung sul'ur direaksikan dengan timbal asetat
akan dihasilkan endapan warna hitam timbal sul'ida.
Pada per0obaan yang telah dilakukan sampel protein terlebih dahulu
direaksikan dengan larutan natrium hidroksida 3basa4. :katan sul'ur dengan
sampel protein tersebut pun akan putus dan terbentuklah natrium sul'ida.
Selanjutnya untuk mengendapkan natrium sul'ida larutan timabl asetat
ditambahkan. Maka terbentuklah endapan timbal asetat yang berwarna hitam.
Pada  Uji Sul'ur terhadap kasein dan sisitein endapan hitam dihasilkan
hanya saat uji terhadaop sistein. al ini mengindiukasikan bahwa sistein memiliki
 belerang dalam susunan senyawanya.
Per0obaan selanjutnya adalah reaksi sampel dengan asam nitrit 3uji asam
nitrit4. Uji asam nitrit biasa dilakukan untuk membedakan amina primer sekunder
dan tersier. *sam nitrit merupakan senyawa yang kurang stabil sehingga akan
sangat mudah memotong ikatan amina. Pada per0onaan ini asam nitrit dibuat
dengan 0ara mereaksikan asam 3asam klorida4 dengan ion nitrat 3digunakan
larutan $a$-#4 di dalam lemari asam.
 
)eaksi asam nitrit dengan amina primer akan menghasilkan gas nitrogen.
%as nitrogen ini digunakan sebagai indikator untuk amino primer. Berikut ini
0ontoh reaksi propil amina 3amina primer4 dengan asam nitrit.
)eaksi asam nitrit dengan amina sekunder tidak menghasilkan gas. $amun
demikian reaksi ini akan didapatkan minyak kuning yang disebut dengan
nitrosamine. Senyawa ini sangat karsinogenik. ,ontoh reaksi dimetil amina
3sebuah amina sekunder4 dengan asam nitrit;
 Nitrosamine
idak terjadi perubahan yang bisa dilihat ketika asam nitrit ditambahkan ke amine
sekunder. <i dalam 0ampuran hanya terjadi pembentukan ion dari amina karena
kehadiran asam. Sebagai 0ontoh ion trimetilamonium 3,&4& $+ akan terbentuk 
ketika trimetilamina direaksikan dengan asam nitrit.
Pada per0obaan yang dilakukan digunakan sampel glisin dan kasein. Uji
asam nitrit terhadap glisin menghasilkan gas yang 0ukup banyak. %as tersebut
diindikasikan sebagai gas nitrogen sehingga dapat disimpulkan bahwa glisin
 
adalah amina primer. Sedangkan pada kasein hanya dihasilkan larutan tak 
 berwarna. -leh karena itu kasein dapat diindikasikan tergolong amina tersier. 
Uji selanjutnya yang dilakukan pada per0obaan ini adalah Uji Biuret. Uji
 biuret ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan ikatan peptida. Pada per0obaan
iuni reagen biuret dibuat dari natrium hidroksida dan tembaga 3::4 sul'at hidrat.
7ika terdapat ikatan peptida dalam sampel kompleks berwarna ungu berupa
senyawa kompleks koordinasi yang dibentuk oleh ion ,u + dalam larutan basa. <i
 bawah ini adalh 0ontoh reaksi uji biuret pada urea;
=arna ungu yang dihasilkan dapat digunakan untuk uji kuantitati' konsentrasi
 protein pada larutan. :ntensitas warna yang dihasilkan dan absorpsi gelombang
/(5 berbanding lurus dengan konsentrasi protein. al tersebut dikemukakan
dalam hukum Beer"!ambert.
Uji terakhir yang dilakukan terhadap sampel protein pada per0obaan ini
adalah Uji Xanthoproteat . Uji ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan gugus
aromatik. )eagen utama yang digunakan dalam Uji  Xanthoproteat   adalah larutan
asam nitrat. Ketika ditambahkan ke dalam sampel yang memiliki gugus aromatis
misal 'enil asam nitrat akan menitrasi 0in0in 'enil membentuk senyawa turunan
nitro yang berwarna kuning;
 
7ika terdapat basa 3p >?4 terjadi ionisasi pada gugus 'enol dan warnaya menjadi
kuning"orange. Berikut ini merupakan 0ontoh jika hasil reaksi sampel dengan
asam nitrat ditambahkan basa natrium hidroksida
Uji Xanthoproteat  pada kasein menghasilkan dua 'asa dengan warna yang
 berbeda 3lihat *BE! 8.4. Kedua 'asa tersebut adalah 'asa berwarna orange
3atas4 dan 'asa berwarna kuning 3bawah4. asil ini mengindikasikan bahwa gugus
'enol ada di dalam kasein. 2asa atas yang berwarna orange kemungkinan adalah
 bagian 0ampuran yang kontak dan bereaksi dengan basa lalu mengalami ionisasi.
Ketika basa yang ditambahkan telah habis bereaksi masih ada sisa gugus 'enol
yang tak terionisasi membentuk 'asa bawah. Karena perbedaan kepolaran kedua
'asa tersebut tidak bisa saling larut.
B. Uji Kimia untuk Karbohidrat
Pada uji kimia untuk karbohidrat ini digunakan lima sampel gula yang
terdiri dari laktosa glukosa 'ruktosa sukrosa dan maltosa. Kelima sampel
tersebut akan diuji dengan Uji Molis0 Uji Benedi0t Uji Bar'oed dan Uji
idrolisis %lukosa.
Uji yang pertama dilakukan terhadap sampel gula adalah Uji Molis0. Uji
Molis0h ini umum digunakan untuk mengidenti'ikasi adanya karbohidrat pada
 
 positi' ditandai dengan mun0ulnya lapisan 0in0in berwarna ungu diantara dua 'asa
3lapisan asam dan lapisan sampel karbohidrat4.
Pada per0obaan Uji Molis0h ini ditambahkan larutan 9"na'tol dalam etanol
untuk menghasilkan 0in0in yang berwarna ungu ketika bereaksi dengan 'ur'ural
dan reagen Molis0h. Berikut ini adalah reaksi Uji Molis0h pada gluksa;
Semua sampel gula yang diuji memberikan hasil positi' Uji Molis0h. <engan
demikian dapat diindikasikan bahwa sampel"sampel tersebut semuanya adalah
karbohidrat.
 
Uji kedua yang dilakukan pada sampel gula adalah Uji Benedi0t. Uji Benedi0t
merupakan uji untuk menentukan apakah monosakarida atau disakarida memiliki
si'at sebagai gula pereduksi atau tidak. Uji ini menyerupai uji ollens pada
aldehid dan keton. )eagen Benedi0t mengandung tembaga3:::4 sul'at pentahidrat
natrium karbonat anhidrat dan
mun0ulnya endapan tembaga3:4 oksida yang berwarna merah bata. *gar hasilnya
 positi' suatu karbohidrat harus memiliki gugus hemiasetal yang dapat
terhidrolisis dalam larutan menjadi aldehid. *dapun proses pembentukan endapan
merah bata tersebut dimulai dari pemanasan larutan gula 3yang telah terhidrolisis
dalam larutan4 dengan alkali. Kedua @at tersebut akan membentuk komponen
 pereduksi yang bernama enediol. Enediol kemudian mereduksi ion ,u#+ menjadi
,u+. :on ,u+ kemudian membentuk endapan ,u#-. Berikut ini adalah reaksi Uji
Benedi0t;
Pada per0obaan Uji Benedi0t yang telah dilakukan terhadap sampel gula
hanya sukrosa yang memberikan hasil negati'. <engan demikian dapat
disimpulkan bahwa sukrosa bukanlah gula pereduksi sedangkan keempat sampel
gula lainnya yaitu laktosa glukosa 'ruktosa dan maltosa adalah gula pereduksi.
;)i selan)utn-a -an dilakukan terhadap sampel ula adalah
;)i +arfoed( ;)i +arfoed bertu)uan untuk menidenti?kasi apakah
karbohidrat termasuk monosakarida atau disakarida( Reaen
+arfoed terdiri dari 033 M larutan netral tembaa asetat dalam
[email protected] larutan asam asetat( Ion 4uA dalam reaen +arfoed tereduksi
oleh uus aldehid pada monosakarida membentuk endapan
merah bata 7tembaa7I9 oksida9 denan la)u reaksi lebih #epat
dari pada oleh uus aldehid pada disakarida( Reaksi -an
ter)adi saat pembentukan endapan tembaa7I9 oksida:
 
<ari *BE! 8.A diamati bahwa dari semua sampel gula hanya 'ruktosa
yang telah membentuk endapan merah bata ketika bereaksi dengan reagen
Bar'oed. al tersebut membuktikan bahwa 'ruktosa adalah monosakarida.
Sementara itu Uji Bar'oed pada glukosa yang juga merupakan monosakarida
 belum berhasil membentuk endapan merah bata karena suhu pemanasan yang
kurang tinggi sehingga reaksi kurang berjalan 0epat.
Uji terakhir yang dilakukan pada per0obaan kali ini adalah Uji idrolisis
%lukosa. Pada uji ini disakarida dan polisakarida yaitu sampel sukrosa laktosa
maltosa dan larutan kanji dihidrolisis dengan air panas dan suasana asam
3ditambahkan ,l pekat4. Kemudian akan dilakukan pengukuran kadar glukosa
dari masinmg"masing sampel dengan Tes-Tape. *gar bisa terba0a oleh Tes-Tape,
dilakukan penetralan terhadap larutan dengan penambahan $a-.
asil pemba0aan Tes-Tape 3lihat *BE! 8.154 memberikan in'ormasi
kadar glukosa dari masing"masing sampel yang diuji. <ari uji ini diketahui
 bahwa sampel sukrosa memiliki kandungan glukosa sebesar #555 mg6d!.
Sedangkan sampel maltosa dan larutan kanji masing"masing memiliki kandungan
glukosa sebesar /55 mg6d! dan /5 mg6d!. asil tersebut sesuai dengan re'erensi
 bahwa kanji memiliki kandungan glukosa yang paling rendah dibanding sukrosa
dan maltosa.
<ibawah ini adalah struktur dari sampel gula yang diuji dalam per0obaan
uji kimia untuk karbohidrat;
 
+ K!*,$"
<ari per0obaan berbagai ma0am uji kimia terhadap protein dan asam
amino dan karbohidrat didapatkan kesimpulan sebagai berikut;
1. Kasein memiliki uus fenolik menurut ;)i Milon(
#. Kasen dan lisin memiliki uus amina bebas menurut
;)i Ninhidrin(
Sulfur(
/. Kasein memiliki ikatan peptida menurut ;)i +iuret(
. Kasein memiliki uus aromatik menurut ;)i
 Xanthoproteat (
terolon ke dalam karbohidrat menurut ;)i Molis#h(
8. Blukosa fruktosa maltosa dan laktosa adalah ula
pereduksi menurut ;)i +enedi#t(
A. Cruktosa adalah monosakarida menurut ;)i +arfoed(
15. Kandunan lukosa pada sampel -an diu)i denan
Tes-Tape:
m/d&
%000 m/d&(
500 m/d&(
"ustaka ;tama
Pertanian(
indonesia
 Dakarta(
>iakses tanal 11 Maret %015 pukul 05(0%
4lark Dim dalam (#hemuide(#o(uk
 >iakses tanal 11 Maret %015 pukul 05(%
;R&:http://(#hemuide(#o(uk/orani#props/amine
s/nitrousa#id(html 
%015 pukul 05(00 H 2($5
;R& : http://en(ikipedia(or/iki/MillonsJreaent 
http://en(ikipedia(or/iki/Ninh-drin 
http://id(ikipedia(or/iki/Sisteina 
http://id(ikipedia(or/iki/&aktosa