laporan praktikum kimia klinik_irmayanti

of 43 /43
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kimia klinik merupakan bagian dari ilmu patologi yang mempelajari tentang cara-cara pemeriksaan laboratorium terhadap zat-zat kimia yang terdapat di dalam tubuh manusia baik secara makroskopis maupun mikroskopis dan kimiawi dari sampel (bahan) yang berasal dari tubuh manusia. Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan pendukung yang sangat menunjang di dalam menegakkan diagnosa suatu penyakit, pada suatu populasi dapat dilaksanakan sebagai tes screning ataupun diagnosis (Hartono, 1987). Pemeriksaan Laboratorium merupakan pemeriksaan untuk menunjang diagnosis penyakit, guna mendukung atau menyingkirkan diagnosis lainnya. Pemeriksaan laboratorium merupakan penelitian perubahan yang timbul pada penyakit dalam hal susunan kimia dan mekanisme biokimia tubuh (perubahan ini bisa penyebab atau akibat). Pemeriksaan laboratorium juga sebagai ilmu terapan untuk menganalisa cairan tubuh dan jaringan guna membantu petugas kesehatan dalam mendiagnosis dan mengobati pasien. Laporan Praktikum Kimia Klinik/ Irmayanti

Author: irmayanti-ad

Post on 18-Jul-2016

166 views

Category:

Documents


3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan pemeriksaan glukosa darah, kolesterol, TG, AU, GOT (ASAT)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANI.1Latar BelakangKimia klinik merupakan bagian dari ilmu patologi yang mempelajari tentang cara-cara pemeriksaan laboratorium terhadap zat-zat kimia yang terdapat di dalam tubuh manusia baik secara makroskopis maupun mikroskopis dan kimiawi dari sampel (bahan) yang berasal dari tubuh manusia.Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan pendukung yang sangat menunjang di dalam menegakkan diagnosa suatu penyakit, pada suatu populasi dapat dilaksanakan sebagai tes screning ataupun diagnosis (Hartono, 1987). Pemeriksaan Laboratorium merupakan pemeriksaan untuk menunjang diagnosis penyakit, guna mendukung atau menyingkirkan diagnosis lainnya. Pemeriksaan laboratorium merupakan penelitian perubahan yang timbul pada penyakit dalam hal susunan kimia dan mekanisme biokimia tubuh (perubahan ini bisa penyebab atau akibat). Pemeriksaan laboratorium juga sebagai ilmu terapan untuk menganalisa cairan tubuh dan jaringan guna membantu petugas kesehatan dalam mendiagnosis dan mengobati pasien.Pemeriksaan laboratorium pemnggunakan sampel darah diantaranya pemeriksaan laboratorium diantaranya adalah pemeriksaan asam urat, pemeriksaan trigliserida, pemeriksaan glukosa, pemeriksaan GOT (ASAT), dan pemeriksaan kolesterol.I.2Maksud dan Tujuan Percobaana. Maksud Percobaan1. Mempelajari cara pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode photometri2. Mempelajari cara pemeriksaan kadar trigliserida menggunakan metode photometri3. Mempelajari cara pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode photometri4. Mempelajari cara pemeriksaan GOT (ASAT) menggunakan metode photometri5. Mempelajari cara pemeriksaan kolesterol menggunakan metode photometrib. Tujuan Percobaan1. Untuk mengetahui dan memahami cara melakukan pemeriksaan asam urat darah manusia menggunakan alat photometri dan menyimpulkan hasil pemeriksaannya berdasarkan perbandingan dengan nilai normal.2. Untuk mengetahui dan memahami cara melakukan pemeriksaan trigliserida darah manusia menggunakan alat photometri dan menyimpulkan hasil pemeriksaannya berdasarkan perbandingan dengan nilai normal.3. Untuk mengetahui dan memahami cara melakukan pemeriksaan glukosa darah manusia menggunakan alat photometri dan menyimpulkan hasil pemeriksaannya berdasarkan perbandingan dengan nilai normal.4. Untuk mengetahui dan memahami cara melakukan pemeriksaan GOT (ASAT) darah manusia menggunakan alat photometri dan menyimpulkan hasil pemeriksaannya berdasarkan perbandingan dengan nilai normal.5. Untuk mengetahui dan memahami cara melakukan pemeriksaan kolesterol darah manusia menggunakan alat photometri dan menyimpulkan hasil pemeriksaannya berdasarkan perbandingan dengan nilai normal.

I.3Prinsip Percobaan1. Menentukan kadar asam urat secara enzimatis dengan bantuan enzim uricase dengan mengukur absorbansinya pada photometer pada panjang gelombang 546 nm.2. Menentukan trigliserida secara enzimatis dengan bantuan enzim lipase dengan mengukur absorbansinya pada photometer pada panjang gelombang 546 nm.3. Menentukan kadar glukosa secara enzimatis dengan bantuan enzim glukosa oksidase dengan mengukur absorbansinya pada photometer pada panjang gelombang 546 nm.4. Menentukan kadar GOT (ASAT) secara enzimatis dengan bantuan enzim aspartat aminotransferase dengan mengukur absorbansinya pada photometer pada panjang gelombang 546 nm.5. Menentukan kadar kolesterol secara enzimatis dan mengukur absorbansinya pada photometer pada panjang gelombang 546 nm.I.4Manfaat Percobaan1. Memahami cara pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode photometri2. Memahami cara pemeriksaan kadar trigliserida menggunakan metode photometri3. Memahami cara pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode photometri4. Memahami cara pemeriksaan GOT (ASAT) menggunakan metode photometri5. Memahami cara pemeriksaan kolesterol menggunakan metode photometri

BAB IITINJAUAN PUSTAKAII.1Terori Umum1. Asam UratAsam urat adalah hasil metabolisme purin dalam tubuh. Zat asam urat ini biasanya akan dikeluarkan oleh ginjal melalui urine dalam kondisi normal. Namun dalam kondisi tertentu, ginjal tidak mampu mengeluarkan zat asam urat secara seimbang, sehingga terjadi kelebihan dalam darah. Kelebihan zat asam urat ini akhirnya menumpuk dan tertimbun pada persendian-persendian dan tempat lainnya termasuk di ginjal itu sendiri dalam bentuk kristal-kristal. Asam urat terutama disintesis dalam hati yang dikatalisis oleh enzim xantin oksidase. Asam urat diangkut ke ginjal oleh darah untuk filtrasi, direabsorbsi sebagian, dan diekskresi sebagian sebelum akhirnya diekskresikan melalui urine. Peningkatan kadar asam urat dalam urine dan serum bergantung pada fungsi ginjal, kecepatan metabolisme purin, dan asupan diet makanan yang mengandung purin. (Syamsuhidayat dan Wim de Jong, 2004)Dalam beberapa keadaan, misalnya konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, atau karena ginjal kurang mampu mengeluarkannya dalam tubuh, maka kadar asam urat dalam darah akan meningkat. Kadar asam urat dalam darah adalah laki - laki 3,4-7,7 mg/dL, perempuan 2,5-5,5 mg/dL dan anak-anak 2,0-2,5 mg/dL. Peningkatan kadar asam urat dalam darah disebut juga hiperurisemia. Keadaan ini dapat menyebabkan penumpukan kristal asam urat di persendian dan menimbulkan peradangan di daerah tersebut. Kondisi menetapnya hiperurisemia menjadi predisposisi (faktor pendukung) seseorang mengalami radang sendi akibat asam urat (gout arthritis), batu ginjal akibat asam urat ataupun gangguan ginjal. (Misnadiarly, 2009)2. TrigliseridaTrigliserida merupakan jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Jenis ini merupakan hasil dari uraian kerja tubuh terhadap makanan yang mengandung lemak dan kolesterol yang telah dikonsumsi dan masuk ketubuh,serta juga dibentuk di hati. Setelah mengalami proses didalam tubuh trigliserida ini diserap oleh usus dan masuk kedalam plasma darah untuk kemudian disalurkan ke jaringan-jaringan tubuh, trigliserida juga merupakan lemak darah yang dibawa oleh serum lipoprotein. Trigliserida adalah penyebab utama penyakit-penyakit arteri dan biasanya dibandingkan dengan kolesterol dengan menggunakan lipoprotein elektroforesis. Bila terjadi peningkatan trigliserida maka terjadi peningkatan VLDL yang menyebabkan hiperlipoproteinemia (Graha; 2010).Trigliserida adalah lemak darah yang dibawa oleh serum lipoprotein. Trigliserida adalah penyebab utama penyakit penyakit arteri dan biasanya dibandingkan dengan kolesterol dengan menggunakan lipoprotein elektroforesis. Bila terjadi peningkatan trigliserida maka akan terjadi peningkatan VLDL, yang menyebabkan hiperlipoproteinemia (Joyce, 1997).Trigliserida (atau triglycerides) merupakan salah satu jenis lemak yang diperiksa dalam uji profil lipid. Trigliserida berasal dari dua sumber utama; yaitu makanan dan produksi dari dalam tubuh kita sendiri. Makan dalam jumlah besar menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan kalori yang masuk sebagai trigliserida. Adapun trigliserida ini merupakan bentuk cadangan makanan yang berperan sebagai sumber energi endogen terpenting Nilai normal trigliserida menurut ATP III (2004) adalah 200 U/lPeroxidase > 1000 U/lb. 3 ml standarAsam urat: 8 mg/dl atau 476 mmol/l2) Persiapan reagen: Reagen enzim dan standar siap pakai. Reagen stabil sampai tanggal kadaluarsa, bahkan setelah dibuka bila disimpan pada suhu 2-8C. Reagen yang dibuka stabil selama 2 minggu pada 15-25C. Hindari kontaminasi.3) SpesimenSerum, plasma heparin atau plasma EDTA.urin2. Reagen trigliserida1) Komposisi reagen:a. 4 x 100 ml reagen enzimBuffer PIPES (Ph 7,5)50 mmol/l4-chlorophenol5 mmol/l4-aminoantipyrine0,25 mmol/lIon magnesium4,5 mmol/lATP2 mmol/lLipase 1,3 U/mlPeroxidase 0,5 U/mlGliserol kinase 0,4 U/mlGliserol-3-phospat oxidase 1,5 U/mlb. 3 ml standar : Trigliserida 200 mg/dl atau 2,28 mmol/l2) Persiapan reagen: Reagen enzim dan standar siap pakai. Reagen stabil sampai tanggal kadaluarsa, bahkan setelah dibuka bila disimpan pada suhu 2-8C. Reagen yang dibuka stabil selama 4 minggu pada 20-25C. Hindari kontaminasi.3) Spesimen Serum, plasma heparin atau plasma EDTA. 3. Reagen glukosa1) Komposisi reagen:a. 4 x 100 ml atau 1000 ml reagen enzimBuffer fosfat ( Ph 7,5) 0,1 mol/l4-Aminophenazone0,25 mmol/lPhenol0,75 mmol/lGlukosa oxidase> 15 KU/lPeroxidase> 1,5 KU/lMutarotase> 2,0 KU/lStabilizersb. 3 ml standar: Glukosa 100 mg/dl atau 5,55 mmol/l2) Persiapan reagen: Reagen enzim dan standar siap pakai. Reagen stabil sampai tanggal kadaluarsa, bahkan setelah dibuka bila disimpan pada suhu 2-8C. Reagen yang dibuka stabil selama 2 minggu pada 15-25C. Hindari kontaminasi.3) Spesimen Serum, plasma.

4. Reagen GOT (ASAT)1) Komposisi reagenCat. No:100191100193RI20 x 4 ml8 x 40 mlR21 x 20 ml8 x 10 mlR1Reagen enzimBuffer TRIS (Ph 7,8)80 mmol/lL-aspartate240 mmol/lLDH 600 U/IMDH 600 U/IR2Reagen 2-oxoglutarate12 mmol/lNADH0,18 mmol/l2) Persiapan reagen: Reagen enzim dan standar siap pakai. Reagen stabil sampai tanggal kadaluarsa, bahkan setelah dibuka bila disimpan pada suhu 2-8C. Reagen yang dibuka stabil selama 2 minggu pada 15-25C. Hindari kontaminasi.3) SpesimenSerum, plasma heparin atau plasma EDTA5. Reagen kolesterol1) Komposisi reagena. 4 x 100 ml reagen enzimBuffer fosfat (pH6,5)100 mmol/l4-Aminophenazone0,25 mmol/lPhenol5 mmol/lPeroxidase> 5 KU/ICholesterol esterase> 150 U/ICholesterol oxidase> 100 U/ISodium azide0,05 %b. 3 ml standar: kolesterol 200 mg/dl atau 5,17 mmol/l2) Persiapan reagen: Reagen enzim dan standar siap pakai. Reagen stabil sampai tanggal kadaluarsa, bahkan setelah dibuka bila disimpan pada suhu 2-8C. Reagen yang dibuka stabil selama 2 minggu pada 15-25C. Hindari kontaminasi.3) SpesimenSerum, heparin atau plasma EDTAII.3Prosedur Kerja1. Pemeriksaan Asam UratKondisi pemeriksaan: panjang gelombang 520 nm Hg 546 nm; celah optik: 1 cm; suhu: 20 - 25 C atau 37 C. Pengukuran terhadap blanko reagen, Hanya dibutuhkan 1 reagen blanko perseri.Skema PemipetanPipet ke dalam kuvetBlanko ReagenSampel atau Standar

Sampel / standar----20 L

Reagen1000 L1000 L

Perhitungan Konsentrasi asam urat serum, plasmaatauLinearitasTest linear sampai konsentrasi asam urat 200 mg/ dl (1190 mol/ l). Encerkan sampel yang konsetrasi kolesterol lebih tinggi 1 + 1 dengan garam fisiologis (0,9%) dan ulangi pengukuran. Kalikan hasil dengan 2.Nilai ReferensiMan: 3,4 7,0 mg/dl or 200 - 420 mol/lWoman: 2,4 5,7 mg/ dl or 140 340 mol/l2. Pemeriksaan TrigliseridaKondisi pemeriksaan: panjang gelombang 500 nm Hg 546 nm; celah optik: 1 cm; suhu: 20 - 25 C atau 37 C pengukuran terhadap blanko reagen. Hanya dibutuhkan 1 reagen blanko perseri.Skema PemipetanPipet ke dalam kuvetBlanko ReagenSampel atau Standar

Sampel / standar----10 L

Reagen1000 L1000 L

Perhitungan Konsentrasi Trigliserida atau

LinearitasTest linear sampai konsentrasi trigliserida 1000 mg/ dl (11,4 mmol/ l). Encerkan sampel yang konsetrasi kolesterol lebih tinggi 1 + 4 dengan garam fisiologis (0,9%) dan ulangi pengukuran. Kalikan hasil dengan 5.Interpretasi KlinisDicurigai diatas: 150 mg/ dl atau 1,77 mmol/ l dari tinggi diatas 200 mg/ dl atau 2,28 mmol/ l. 3. Pemeriksaan glukosaKondisi pemeriksaan: panjang gelombang 500 nm Hg 546 nm; celah optik: 1 cm; suhu: 20 - 25 C atau 37 C pengukuran terhadap blanko reagen. Hanya dibutuhkan 1 reagen blanko perseri.

Skema PemipetanPipet ke dalam kuvetmakromikro

Standar atau sampelBlanko ReagenStandar atau sampelBlanko Reagen

Sampel / standar20 L----10 L----

Reagen2000 L2000 L1000 L1000 L

Perhitungan Konsentrasi Trigliserida atau

LinearitasTest linear sampai konsentrasi glukosa 400 mg/ dl (22, mmol/ l). Encerkan sampel yang konsetrasi kolesterol lebih tinggi 1 + 4 dengan garam fisiologis (0,9%) dan ulangi pengukuran. Kalikan hasil dengan 5.Interpretasi KlinisSerum, plasma (puasa) 75 115 mg/ dl atau 4,2 6,4 mmol/l4. Pemeriksaan GOT (ASAT)Kondisi pemeriksaan: panjang gelombang Hg 365 nm, 340 nm atau Hg 334 nm; celah optik: 1 cm; suhu: 20 - 25 C atau 37 C; Pengukuran terhadap resiko udara (absorban menurun)Prosedur 1 with reagen startPipet ke dalam kuvetBlanko ReagenSampel atau Standar

Sampel / standar----10 L

Reagen 11000 L1000 L

Reagen 2250 L250 L

Prosedur 2 with Sample starPipet ke dalam kuvet25C, 30C37C

Sampel / standar200 L100 L

Reagen1000 L1000 L

Perhitungan Konsentrasi TrigliseridaUntuk A/min within 0,06 0,08 (Hg 365 nm) atau 0,12 0,16 (Hg 365 nm, 340 nm) (prosedur 1+2) use only measurements from the first 2 minutes for calculation (1 min. Incubation, 2 min. Measurements)Prosedur 1 with reagen startHg 334340 nmHg 365 nm

U/I (25C, 30C) = A/min x117311512132

U/I (37C) = A/min x2184 21433971

Prosedur 2 with sample startHg 334340 nmHg 365 nm

U/I (25C, 30C) = A/min x9719521765

U/I (37C) = A/min x178017453235

Interpretasi Klinistemperatur25C30C37C

U/I (25C, 30C) = A/min xUp to 18 U.IUp to 25 U.IUp to 37 U/I

Up to 31 U.IUp to 15 U.IUp to 21 U.IUp to 31 U.I

5. Pemeriksaan kolesterolKondisi pemeriksaan: panjang gelombang 500 nm Hg 546 nm; celah optik: 1 cm; suhu: 20 - 25 C atau 37 C pengukuran terhadap blanko reagen. Hanya dibutuhkan 1 reagen blanko perseri.Skema PemipetanPipet ke dalam kuvetBlanko ReagenSampel atau Standar

Sampel / standar----10 L

Reagen1000 L1000 L

Perhitungan Konsentrasi Cholesterol (dengan faktor)Panjang GelombangC (mg/ dl)C (mmol/ l)

Hg 546 nm840 x A21,7 A

500 nm553 x A14,3 A

LinearitasTest linear sampai konsentrasi kolesterol 750 mg/ dl (19,3 mmol/ l). Encerkan sampel yang konsetrasi kolesterol lebih tinggi 1 + 2 dengan garam fisiologis (0,9%) dan ulangi pengukuran. Kalikan hasil dengan 3.Interpretasi KlinisDicurigai diatas: 220 mg/ dl atau 5.7 mmol/ l dari tinggi diatas 260 mg/ dl atau 7,7 mmol/ l. Perhatian: test tidak dipengaruhi oleh kadar hemoglobin sampai 200 mg/ dl atau bilirubin sampai 5 mg/ dl. Regen mengandung natrium azida (0,05%). Jagan tertelan. Hindari kontak dengan kulit dalam selaput membran.

BAB IIIMETODOLOGI KERJAIII.1Alat dan Bahana. Alat1. Photometer2. Sentrifugator3. Dispo 5 ml4. Blue Tip5. Inkubator6. Yellow Tip7. Stopwatch8. Mikropipet (10 L, 20 L, 100 L, 1000 L )9. Beaker glass10. Tourniquet11. Eppendorf12. Tabung reaksi13. Rak tabung reaksib. Bahan1. Serum2. Reagen asam urat3. Reagen trigliserida4. Reagen glukosa5. Reagen GOT (ASAT)6. Reagen kolesterol7. Tissue

III.2Cara Kerja1. Pemeriksaan asam urat Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan Mengambil sampel darah yang akan diperiksa dari probandus secukupnya menggunakan vacutainer Memasukkan sampel darah ke dalam tabung eppendrof dan memasukkannya kedalam sentrifugator untuk disentrifugasi, kemudian serumnya dijadikan sampel. Menyiapkan : Serum darah sampel sebanyak 20 l, menggunakan mikropipet dan memasukkannya kedalam tabung reaksi Larutan kontrol sebanyak 20 l Masing-masing dari serum darah dan larutan kontrol ditambahkan larutan reagen (asam urat) sebanyak 1000 l, kemudian diinkubasi selama 5 menit pada suhu 37C Mengukur sampel dan larutan kontrol menggunakan alat photometri pada panjang gelombang 546 nm Mencatat data absorbansi yang keluar dan membandingkan data tersebut dengan nilai rujukan yang telah ditetapkan.2. Pemeriksaan trigliserida Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan Mengambil sampel darah yang akan diperiksa dari probandus secukupnya menggunakan vacutainer Memasukkan sampel darah ke dalam tabung eppendrof dan memasukkannya kedalam sentrifugator untuk disentrifugasi, kemudian serumnya dijadikan sampel. Menyiapkan : Serum darah sampel sebanyak 10 l, menggunakan mikropipet dan memasukkannya kedalam tabung reaksi Larutan kontrol sebanyak 10 l Masing-masing dari serum darah dan larutan kontrol ditambahkan larutan reagen (trigliserida) sebanyak 1000 l, kemudian diinkubasi selama 5 menit pada suhu 37C Mengukur sampel dan larutan kontrol menggunakan alat photometri pada panjang gelombang 546 nm Mencatat data absorbansi yang keluar dan membandingkan data tersebut dengan nilai rujukan yang telah ditetapkan.3. Pemeriksaan glukosa Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan Mengambil sampel darah yang akan diperiksa dari probandus secukupnya menggunakan vacutainer Memasukkan sampel darah ke dalam tabung eppendrof dan memasukkannya kedalam sentrifugator untuk disentrifugasi, kemudian serumnya dijadikan sampel. Menyiapkan : Serum darah sampel sebanyak 10 l, menggunakan mikropipet dan memasukkannya kedalam tabung reaksi Larutan kontrol sebanyak 10 l Masing-masing dari serum darah dan larutan kontrol ditambahkan larutan reagen (glukosa) sebanyak 1 mL, kemudian diinkubasi selama 5 menit pada suhu 37C Mengukur sampel dan larutan kontrol menggunakan alat photometri pada panjang gelombang 546 nm Mencatat data absorbansi yang keluar dan membandingkan data tersebut dengan nilai rujukan yang telah ditetapkan.

4. Pemeriksaan GOT (ASAT) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan Mengambil sampel darah yang akan diperiksa dari probandus secukupnya menggunakan vacutainer Memasukkan sampel darah ke dalam tabung eppendrof dan memasukkannya kedalam sentrifugator untuk disentrifugasi, kemudian serumnya dijadikan sampel. Menyiapkan : Serum darah sampel sebanyak 100 l, menggunakan mikropipet dan memasukkannya kedalam tabung reaksi Larutan kontrol sebanyak 100 l Masing-masing dari serum darah dan larutan kontrol ditambahkan larutan reagen (GOT) sebanyak 1 mL, kemudian diinkubasi selama 5 menit pada suhu 37C Mengukur sampel dan larutan kontrol menggunakan alat photometri pada panjang gelombang 546 nm Mencatat data absorbansi yang keluar dan membandingkan data tersebut dengan nilai rujukan yang telah ditetapkan.5. Pemeriksaan kolesterol Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan Mengambil sampel darah yang akan diperiksa dari probandus secukupnya menggunakan vacutainer Memasukkan sampel darah ke dalam tabung eppendrof dan memasukkannya kedalam sentrifugator untuk disentrifugasi, kemudian serumnya dijadikan sampel. Menyiapkan : Serum darah sampel sebanyak 10 l, menggunakan mikropipet dan memasukkannya kedalam tabung reaksi Larutan kontrol sebanyak 10 l Masing-masing dari serum darah dan larutan kontrol ditambahkan larutan reagen (kolesterol) sebanyak 1 mL, kemudian diinkubasi selama 5 menit pada suhu 37C Mengukur sampel dan larutan kontrol menggunakan alat photometri pada panjang gelombang 546 nm Mencatat data absorbansi yang keluar dan membandingkan data tersebut dengan nilai rujukan yang telah ditetapkan.III.3Skema Kerja1. Pemeriksaan asam uratSampel serum darah 20Larutan kontrol 20+ reagen asam urat 1 mlInkubasi selama 5 menit pada suhu 37CDiukur pada photometri dengan panjang gelombang 546 nmCatat absorbansi dan analisis data

2. Pemeriksaan Trigliserida

Sampel serum darah 10Larutan kontrol 10+ reagen (glukosa) 1 mlInkubasi selama 5 menit pada suhu 37CDiukur pada photometri dengan panjang gelombang 546 nmCatat absorbansi dan analisis data

3. Pemeriksaan GlukosaSampel serum darah 10Larutan kontrol 10+ reagen (glukosa) 1 mlInkubasi selama 5 menit pada suhu 37CDiukur pada photometri dengan panjang gelombang 546 nmCatat absorbansi dan analisis data

4. Pemeriksaan GOT (ASAT)Sampel serum darah 100Larutan kontrol 100+ reagen (glukosa) 1 mlDiukur pada photometri dengan panjang gelombang 546 nmCatat absorbansi dan analisis dataInkubasi selama 5 menit pada suhu 37C

5. Pemeriksaan kolesterolSampel serum darah 10Larutan kontrol 10+ reagen (glukosa) 1 mlInkubasi selama 5 menit pada suhu 37CDiukur pada photometri dengan panjang gelombang 546 nmCatat absorbansi dan analisis data

BAB IVHASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASANIV.1Data Pengamatan1. Pemeriksaan asam uratJenis sampelAbs.HasilRujukanKeterangan

Kontrol (Standar)

Serum0,0234,46 mg/ dl2,4 5,7 mg/ dl(wanita)normal

2. Pemeriksaan trigliseridaJenis sampelAbs.HasilRujukanKeterangan

Kontrol (Standar)

Serum0,173132 mg/ dl