laporan praktikum kimia analisa.docx

Author: amanda-dyah-kurnia

Post on 09-Feb-2018

221 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    1/34

    laporan praktikum kimia analisa

    situs ini uraian tetntang laporan praktikum di labopratorium kimia analisa, departemen teknikkimia, fakultas teknik, universitas sumatera utara,

    Rabu, 11 November 2009

    ASIDI ALKALIMETRI

    LAPORAN PRAKTIKUMKIMIA ANALISA

    Semester : III

    Kelompok : II ( Dua )Judul percobaan : Penentuan Asam Asetat Dengan Titrasi AsidiAlkalimetriTanggal percobaan : 21 Agustus 2009

    DEDY ANWAR080405009

    LABORATORIUM KIMIA ANALISADEPARTEMEN TEKNIK KIMIA

    FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS SUMATERA UTARAMEDAN2009

    LABORATORIUM KIMIA ANALISADEPARTEMEN TEKNIK KIMIAFAKULTAS TEKNIK

    http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/
  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    2/34

    UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

    LEMBAR PENGESAHAN

    NAMA / NIM : Dedy Anwar

    KELOMPOK : II (dua)MODUL : Penentuan Kadar Asam Asetat dengan Titrasi Asidi - AlkalimetriTGL. PERCOBAAN : 21 Agustus 2009

    Medan, 2009 Asisten,

    (Wulan Pratiwi)

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR iABSTRAK iiDAFTAR ISI iiiDAFTAR GAMBAR vDAFTAR TABEL . viBAB I PENDAHULUAN 11.1 Latar Belakang 11.2 Perumusan Masalah 11.3 Tujuan Percobaan 11.4 Manfaat Percobaan 11.5 Ruang Lingkup Percobaan 2BAB II TINJAUAN PUSTAKA 32.1 Prinsip Dasar Titrasi 32.2 Asidi-Alkalimetri 52.3 Asam Cuka 82.4 Aplikasi ..9BAB III BAHAN DAN PERALATAN 11

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    3/34

    3.1. Alat Bahan dan Fungsi 113.1.1. Sampel (Cika) 113.1.2. Natrium Hidroksida 113.1.3. Indikator Phenolphtalein (PP) 123.1.4. Aquades (Air) 12

    3.2. Alat dan Fungsi 133.3. Rangkaian Peralatan 14BAB IV PROSEDUR PERCOBAAN 164.1. Prosedur 164.1.1. Penyiapan Larutan NaOH (0,6 N) 164.1.2. Menentukan Kadar Asam Asetat dalam Cuka 164.2. Flowchart 174.2.1. Flowchart Penyiapan Larutan NaOH 0,6 N 174.2.2. Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka 18BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 195.1. Hasil Percobaan 19

    5.2. Pembahasan 20BAB VI KESIMPULAN 236.1. Kesimpulan 23DAFTAR PUSTAKA 24LAMPIRAN A LA-1LAMPIRAN B LB-1

    DAFTAR GAMBAR

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    4/34

    Gambar 2.1. Flowsheet Pembuatan Asam Nitrat 10Gambar 3.1. Beaker Glass + Batang Pengaduk 14Gambar 3.2. Pipet Tetes + Corong + Erlemmeyer 14Gambar 3.3. Statif dan Klem + Buret + Erlenmeyer 15Gambar 4.1. Flowchart Penyiapan Larutan NaOH 0,6 N 17

    Gambar 4.2. Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka 18Gambar 5.1. Kurva Titrasi NaOH 0,6 N terhadap Asam Asetat 20Gambar 5.2. Kurva Titrasi NaOH 0,6 N terhadap Sampel I 21Gambar 5.3. Kurva Titrasi NaOH 0,6 N terhadap Sampel II 21

    DAFTAR TABEL

    Tabel 5.1. Penyiapan Larutan NaOH 0,6 N 19Tabel 5.2. Perhitungan Kadar Asam Asetat 19Tabel 5.3. Perhitungan Kadar Sampel I 19Tabel 5.4. Perhitungan Kadar Sampel II 20Tabel LA.1. Penyiapan Larutan NaOH 0,6 N LA-1Tabel LA.2. Perhitungan Kadar Asam Asetat LA-2Tabel LA.3. Perhitungan Kadar Sampel I LA-3Tabel LA.4. Perhitungan Kadar Sampel II LA-4

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    5/34

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapatmenyelesaikan Laporan Praktikum Kimia Analisa Modul Penentuan Asam Asetat dengan TitrasiAsidi-Alkalimetri dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya.

    Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan PraktikumKimia Analisa dan agar dapat mengikuti praktikum-praktikum selanjutnya yang ada diDepartemen Teknik Kimia. Selain itu pembuatan Laporan Praktikum Kimia Analisa ini adalahsebagai bukti hasil dari percobaan-percobaan yang dilakukan saat praktikum, dan untukmelengkapi tugas dari Praktikum Kimia Analisa.Penulisan laporan ini didasarkan pada hasil percobaan yang dilakukan selama praktikum sertaliteratur-literatur yang ada baik dari buku maupun sumber lainnya.Dengan ini, praktikan juga menyampaikan terima kasih kepada :1. Orang tua yang telah memberikan dukungan baik materil maupun spiritual.2. Kepala Laboratorium Kimia Analisa, Ibu Maulida, ST, MSc.3. Asisten-asisten Laboratorium Kimia Analisa, terutama asisten yang menangani modul ini.4. Rekan-rekan mahasiswa seangkatan, secara istimewa Kelompok II yang membantu praktikandalam pelaksanaan praktikum dan dalam penulisan laporan ini.Laporan ini merupakan tulisan yang dibuat berdasarkan percobaan yang telah dilakukan. Tentuada kelemahan dalam teknik pelaksanaan maupun dalam tata penulisan laporan ini. Maka saran-saran dari pembaca dibutuhkan dalam tujuan menemukan refleksi untuk peningkatan mutu darilaporan serupa di masa mendatang. Akhir kata, selamat membaca dan terima kasih.Medan, 6 September 2009Penulis,

    Dedy AnwarABSTRAK

    Asidi-alkalimetri merupakan salah satu metode kimia analisa kuantitatif yang didasarkan padaprinsip titrasi asam-basa. Asidi-alkalimetri berfungsi untuk menentukan kadar asam-basa dalamsuatu larutan secara analisa volumetri. Titik akhir dari titrasi ini mudah dilihat denganpenambahan indikator yang sesuai. Percobaan ini dilakukan untuk menentukan kadar asam Cuka(CH3COOH) dengan titrasi Asidi-Alkalimetri. Sampai pH asam cuka berubah menjadi larutanbasa, untuk ditentukan kadarnya. Hasil percobaan Asidi Alkalimetri yang diperoleh adalah kadar

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    6/34

    CH3COOH praktek yang diperoleh masing-masing sebesar 7,2 %, 6,08% dan 7,7%. Dan pHsesudah titrasi adalah masing-masing sebesar 9.17, 9.16 dan 9.18

    Kata Kunci : As.Asetat, Titrasi

    BAB IPENDAHULUAN

    1.1Latar BelakangKesetimbangan asam-basa merupakan topik yang luar biasa pentingnya dalam seluruh ilmukimia dan bidang lain, yang mamanfaatkan kimia. Contohnya Titrasi asam basa sangat bergunadalam dunia kefarmasian terutama untuk reaksi-reaksi dalam pembuatan obat. Oleh karena ituasidi alkalimetri sangat perlu untuk dipelajari. Metode analisis dengan volumetri ataupuntitrimetri menggunakan prinsip asam basa adalah asidi alkalimetri. Proses ini digunakan dalamperhitungan untuk menentukan kadar suatu zat berdasarkan perhitungan volume dengan larutanstandar yang telah diketahui kadarnya dengan tepat. Dalam percobaan ini yang dilakukan adalahtitrasi asam yaitu menentukan konsentrasi asam cuka dengan menggunakan larutan natriumhidroksida (NaOH).

    1.2Perumusan MasalahBagaimana cara menstandarisasi suatu larutan, dan menentukan kadar asam asetat Bagaimanatahapan tahapan yang terjadi pada proses titrasi.

    1.3 Tujuan PercobaanMempelajari dan Menentukan kadar asam cuka (CH3COOH) dengan cara titrasi asidi-alkalimetri.

    1.4 Manfaat

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    7/34

    Manfaat yang dapat diambil dari percobaan Asidi Alkalimetri ini antara lain :1.Dapat mengetahui dan memahami prinsip titrasi Asidi Alkalimetri.2.Dapat melaksanakan percobaan Asidi Alkalimetri dengan tepat dan benar.3.Dapat menentukan kadar sampel larutan asam maupun basa sesuai dengan prinsip titrasi AsidiAlkalimetri.

    4.Serta nantinya dapat diaplikasikan kebidang lain, dalam kehidupan sehari - hari1.5 Ruang Lingkup PercobaanPraktikum Kimia Analisa Kuantitatif (Kelompok II) dengan modul percobaan Penentuan AsamAsetat dengan Titrasi Asidi-Alkalimetri ini dilakukan di Laboratorium Kimia Analisa, FakultasTeknik, Departemen Teknik Kimia, Universitas Sumatera Utara. Dengan kondisi ruangan :1.Temperatur : 30oC.2.Tekanan udara : 760 mmHgDilakukan dalam ruangan dengan menggunakan bahanbahan antara lain sampel asam cuka,natrium hidroksida (NaOH) dan indikator phenolphtalein. Sedangkan untuk peralatan digunakanalat-alat seperti statif dan klem, buret, erlenmeyer, beaker glass, pipet tetes, corong dan batangpengaduk.

    BAB IITINJAUAN PUSTAKA

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    8/34

    2.1Prinsip Dasar TitrasiReaksi penetralan dalam analisis titrimetri lebih dikenal sebagai reaksi asam basa. Reaksi inimenghasilkan larutan yang pH-nya lebih netral. Secara umum metode titrimetri didasarkan padareaksi kimia sebagai berikut

    aA produk

    + tTdimana a molekul analit A bereaksi dengan t molekul pereaksi T. untuk menghasilkan produkyang sifat pH-nya netral. Dalam reaksi tersebut salah satu larutan (larutan standar) konsentrasidan pH-nya telah diketahui. Saat equivalen mol titran sama dengan mol analitnya begitu pulamol equivalennya juga berlaku sama.ntitran = nanalitneq titran = neq analitdengan demikian secara stoikiometri dapat ditentukan konsentrasi larutan ke dua. (anonim, 2009)Dalam analisis titrimetri, sebuah reaksi harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum reaksitersebut dapat dipergunakan, diantaranya:1. reaksi itu sebaiknya diproses sesuai persamaan kimiawi tertentu dan tidak adanya reaksi

    sampingan2. reaksi itu sebaiknya diproses sampai benar-benar selesai pada titik ekivalensi. Dengan katalain konstanta kesetimbangan dari reaksi tersebut haruslah amat besar besar. Maka dari itu dapatterjadi perubahan yang besar dalam konsentrasi analit (atau titran) pada titik ekivalensi.3. diharapkan tersedia beberapa metode untuk menentukan kapan titik ekivalen tercapai. Dandiharapkan pula beberapa indikator atau metode instrumental agar analis dapat menghentikanpenambahan titran4. diharapkan reaksi tersebut berjalan cepat, sehingga titrasi dapat dilakukan hanya beberapamenit. (anonim, 2009)Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lainyang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang

    terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebutsebagai titrasi asam basa, titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi,titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks dan lainsebagainya (Day, dkk, 1986).Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut dengan titran. Titran ditambahkan sedikitdemi sedikit (dari dalam buret) pada titrat (larutan yang dititrasi) sampai terjadi perubahan warnaindikator baik titrat maupun titran biasanya berupa larutan. Saat terjadi perubahan warnaindikator, maka titrasi dihentikan. Saat terjadi perubahan warna indikator dan titrasi diakhiridisebut dengan titik akhir titrasi dan diharapkan titik akhir titrasi sama dengan titik ekivalen.Semakin jauh titik akhir titrasi dengan titik ekivalen maka semakin besar kesalahan titrasi danoleh karena itu, pemilihan indikator menjadi sangat penting agar warna indikator berubah saattitik ekivalen tercapai. Pada saat tercapai titik ekivalen maka pH-nya 7 (netral).Syarat zat yang bisa dijadikan standar primer:1.Zat harus 100% murni.2.Zat tersebut harus stabil baik pada suhu kamar ataupun pada waktu dilakukan pemanasan,standar primer biasanya dikeringkan terlebih dahulu sebelum ditimbang.3.Mudah diperoleh.4.Biasanya zat standar primer memiliki massa molar (Mr) yang besar hal ini untuk memperkecilkesalahan pada waktu proses penimbangan. Menimbang zat dalam jumlah besar memiliki

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    9/34

    kesalahan relatif yang lebih kecil dibanding dengan menimbang zat dalam jumlah yang kecil.5.Zat tersebut juga harus memenuhi persyaratan teknik titrasi (Anonim, 2009).Proses penambahan larutan standar sampai reaksi tepat lengkap, disebut titrasi. Titik dimanareaksi itu tepat lengkap, disebut titik ekivalen (setara) atau titik akhir teoritis. Pada saat titikekivalen ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan

    untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran, volume dankonsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titran. Lengkapnya titrasi, harus terdeteksioleh suatu perubahan, yang tak dapat disalah lihat oleh mata, yang dihasilkan oleh larutanstandar (biasanya ditambahkan dari dalam sebuah buret) itu sendiri, atau lebih lazim lagi, olehpenambahan suatu reagensia pembantu yang dikenal sebagai indikator (Anonim, 2009).

    2.2AsidialkalimetriAsidimetri dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen yangberasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yangbersifat netral. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara donor proton (asam) denganpenerima proton (basa).

    H+ + OH- H2OAsidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa-senyawa yangbersifat basa dengan menggunakan baku asam, sebaliknya alkalimetri adalah penetapan kadarsenyawa-senyawa yang bersifat asam dengan menggunakan baku basa.Untuk menetapkan titik akhir pada proses netralisasi ini digunakan indikator. Menurut W.Ostwald, indikator adalah suatu senyawa organik kompleks dalam bentuk asam atau dalambentuk basa yang mampu berada dalam keadaan dua macam bentuk warna yang berbeda dandapat saling berubah warna dari bentuk satu ke bentuk yang lain ada konsentrasi H+ tertentu ataupada pH tertentu.Jalannya proses titrasi netralisasi dapat diikuti dengan melihat perubahan pH larutan selamatitrasi, yang terpenting adalah perubahan pH pada saat dan di sekitar titik ekuivalen karena halini berhubungan erat dengan pemilihan indikator agar kesalahan titrasi sekecil-kecilnya.Larutan asam bila direaksikan dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air. Sifat asamdan sifat basa akan hilang dengan terbentuknya zat baru yang disebut garam yang memiliki sifatberbeda dengan sifat zat asalnya. Karena hasil reaksinya adalah air yang memiliki sifat netralyang artinya jumlah ion H+ sama dengan jumlah ion OH- maka reaksi itu disebut dengan reaksinetralisasi atau penetralan. Pada reaksi penetralan, jumlah asam harus ekivalen dengan jumlahbasa. Untuk itu perlu ditentukan titik ekivalen reaksi. Titik ekivalen adalah keadaan dimanajumlah mol asam tepat habis bereaksi dengan jumlah mol basa. Untuk menentukan titik ekivalenpada reaksi asam-basa dapat digunakan indikator asam-basa. Ketepatan pemilihan indikatormerupakan syarat keberhasilan dalam menentukan titik ekivalen. Pemilihan indikator didasarkanatas pH larutan hasil reaksi atau garam yang terjadi pada saat titik ekivalen.Salah satu kegunaan reaksi netralisasi adalah untuk menentukan konsentrasi asam atau basa yangtidak diketahui. Penentuan konsentrasi ini dilakukan dengan titrasi asam-basa. Titrasi adalah carapenentuan konsentrasi suatu larutan dengan volume tertentu dengan menggunakan larutan yangsudah diketahui konsentrasinya. Bila titrasi menyangkut titrasi asam-basa maka disebut dengantitrasi adisi-alkalimetri.Asidi dan alkalimetri ini melibatkan titrasi basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yangberasal dari asam lemah (basa bebas) dengan suatu asam standar (asidimetri), dan titrasi asamyang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah (asam bebas) dengan suatu

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    10/34

    basa standar (alkalimetri). Bersenyawanya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk airmerupakan akibat reaksi-reaksi tersebut.Prinsip Titrasi Asam basaTitrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titran. Titrasi asam basaberdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa

    dan sebaliknya.Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekivalen ( artinya secarastoikiometri titran dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai titik ekivalen.Pada saat titik ekivalen ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titeryang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran,volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titran.Cara Mengetahui Titik EkivalenAda dua cara umum untuk menentukan titik ekivalen pada titrasi asam basa, yaitu:1. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan, kemudianmembuat plot antara pH dengan volume titran untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah darikurva titrasi tersebut adalah titik ekuivalen.

    2. Memakai indikator asam basa. Indikator ditambahkan pada titran sebelum proses titrasidilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasikita hentikan.Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan, tidak diperlukan alattambahan, dan sangat praktis.Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indikator yang perubahan warnanyadipengaruhi oleh pH. Penambahan indikator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalahdua hingga tiga tetes.Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengantitik ekivalen, hal ini dapat dilakukan dengan memilih indiator yang tepat dan sesuai dengantitrasi yang akan dilakukan.Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indiator disebut sebagaititik akhir titrasi (Anonim, 2009).Titik akhir titrasi adalah keadaan dimana reaksi telah berjalan dengan sempurna yang biasanyaditandai dengan pengamatan visual melalui perubahan warna indikator. Indikator yangdigunakan pada titrasi asam basa adalah asam lemah atau basa lemah. Asam lemah dan basalemah ini umumnya senyawa organik yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yangmengkontribusi perubahan warna pada indikator tersebut. Jumlah indikator yang ditambahkankedalam larutan yang akan dititrasi harus sesedikit mungkin, sehingga indikator tidakmempengaruhi pH larutan dengan demikian jumlah titran yang diperlukan untuk terjadiperubahan warna juga seminimal mungkin. Umumnya dua atau tiga tetes larutan indikator 0,1%( b/v ) diperlukan untuk keperluan titrasi. Dua tetes ( 0,1 ml ) indikator ( 0,1% dengan beratformula 100 ) adalah sama dengan 0,01 ml larutan titran dengan konsentrasi 0,1 M.Indikator asam basa akan memiliki warna yang berbeda dalam keadaan tak terionisasi dengankeadaan terionisasi. Sebagai contoh untuk indikator phenolphthalein ( pp ) seperti di atas dalamkeadaan tidak terionisasi ( dalam larutan asam ) tidak akan berwarna ( colorless ) dan akanberwarna merah keunguan dalam keadaan terionisasi ( dalam larutan basa ).Warna yang akan teramati pada penentuan titik akhir titrasi adalah warna indikator dalamkeadaan transisinya. Untuk indikator phenolphthalein karena indikator ini bertransisi dari tidakberwarna menjadi merah keungguan maka yang teramati untuk titik akhir titrasi adalah warna

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    11/34

    merah muda. Contoh lain adalah metil merah. Oleh karena metil merah bertransisi dari merah kekuning, maka bila indikator metil merah dipakai dalam titrasi maka pada titik akhir titrasi warnayang teramati adalah campuran merah dengan kuning yaitu menghasilkan warna orange(Anonim, 2009).2.3Asam Cuka

    Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenalsebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empirisC2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H.Asam cuka merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format.Larutan asam cuka dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagianmenjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam cuka merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industriyang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat,selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industrimakanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetatencer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asamasetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1,5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang,

    sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati.(anonim, 2009)

    2.4AplikasiPembuatan Asam Nitrat (HNO3) dalam IndustriPembuatan asam nitrat skala industri memakai proses yang dinamakan proses tekanan tunggal.Dalam proses ini sebuah kompresor putar bertahap banyak, yang mempunyai pendingin di antaratahap-tahapnya, digerakkan oleh turbin uap dan turbin pemulih tenaga yang disebutkan alatekspansi gas sisa (tail gas expander). Pendingin antara tahap diatur sedemikian rupa agar suhukeluar adalah sekitar 230oC pada 1MPa.Udara keluar dibelah, 85% masuk ke dalam konverter dan 15% ke dalam penukar kalor dankolom putih. Udara tekan yang panas itu dicampur dengan amonia lewat panas dan dikirim kekonverter yang beroperasi pada tekanan 800 sampai 950 kPa. Campuran udara dan amonia yangmengandung kira-kira 10% amonia, dilewatkan melalui 30 lapisan kaca 80 mesh yang terbuatdari platina kurang lebih 10% rhodium. Pembakaran berlangsung cepat dengan suhu keluarmencapai 940oC. Konversi menjadi NO adalah 94-95% dan diperlukan 62 gram paduan platinaper ton metrik kapasitas harian asam. Suhu gas dan konsentrasi amonia yang masuk reaktormerupakan dua parameter yang sangat menentukan.Pada konsentrasi amonia 11,5% sampai 12% bisa terjadi ledakan. Gas masuk harus mempunyaisuhu sedikitnya 205oC dan sebaiknya 230oC agar lapisan pertama kaca itu tetap berada padasuhu reaksi. Pada konsentrasi amonia 10% kenaikan suhu adiabatik adalah 710oC, sehinggakonsentrasi amonia dibatasi pada 10%. Umur katalis biasanya 6-10 minggu; hal ini terutamaadalah akibat erosi. Dengan demikian, biaya katalis mencapai $5 per ton metrik HNO3 100%yang dihasilkan. Pelet yang mengandung Kobalt Trioksida juga digunakan sebagai katalis, tetapikonversinya agak rendah.Gas keluar dari konverter dilewatkan melalui pemanas, lanjut uap, ketel uap kalor limbah danpemanas gas sisa dan keluar pada suhu 2000C. Gas itu kemudian dilewatkan melalui pendinginkondensor yang menghasilkan HNO3 40% sampai 45% sebagai produk yang mengandung 40%nitrogen terikat. Baik gas keluar yang sudah diinginkan maupun asam nitrat encer, keduanyadilewatkan melalui absorber, masih pada tekanan penuh sebesar 980 kPa. Absorber-absorber ituadalah suatu kolom piring tudung-gelembung atau piring tapis dengan gelungan pendingin diatas

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    12/34

    setiap 20-50 piring. Gas masuk dari bawah asam nitrat encer agak ke atas pada kolom dan airdingin masuk dari atas. Suhu gas yang keluar bersuhu sekitar 10oC. Pada kolom ini terdapat duatitik cekik (pinch point) yang diakibatkan oleh masalah kinetiknya. Di dekat dasar, lajureoksidasi NO cukup lambat karena asam pekat yang terdapat disitu menghalangi absorbsi NO2sehingga tidak dapat berlangsung lambat. Di dekat puncak kolom, konsentrasi NOx dan oksigen

    menjadi sangat rendah, sehingga gaya dorong untuk absorbsi itu kecil saja.Asam yang keluar dari dasar kolom mengandung sedikit NOx terutama N2O4 (tak berwarna)tetapi ada juga NO2 yang berwarna merah. Gas ini diputihkan (bleach) dengan melewatkannyamelalui kolom, berlawanan arah dengan udara primer sebanyak 15% (yang diperlukan untukoksidasi NO menjadi NO2) yang dibocorkan dari kompresor udara. Beberapa pabrik ada yangmempunyai bagian pemutih dibawah kolom absorber utama.

    Gambar 2.1 Flowsheet Pembuatan Asam NitratAnonim, 2009BAB III

    BAHAN DAN PERALATAN

    3.1Alat Bahan dan fungsi3.1.1 Sampel ( Cuka )Fungsi : Sebagai zat yang akan diidentifikasi kadar asam asetatnya.Sifat fisika :1.Rumus molekul : CH3COOH2.Massa molar : 60.05 g/mol3.Densitas dan fase : 1.049 g cm3, cairan1.266 g cm3, padatan4.Titik lebur : 16.5 C (289.6 0.5 K) (61.6 F)[1]5.Titik didih : 118.1 C (391.2 0.6 K) (244.5 F)[1]6.Penampilan : Cairan higroskopis tak berwarna.Sifat kimia :1.Melarut dengan mudah dalam air2.Bersifat higroskopik dan korosif3.Asam asetat merupakan asam lemah.4.Asam asetat merupakan monobasic.5.Asam asetat merubah latmus biru menjadi merah.6.Asam asetat membebaskan CO2 dari karbonat.7.Asam asetat menyerang logam yang melibatkan hidrogen.(anonim, 2009)3.1.2Natrium HidroksidaFungsi : Sebagai larutan standar untuk mentritrasi asam cuka. (titran)Sifat Fisika :1.Rumus molekul : NaOH2.Densitas dan fase : 2.100 g cm3, cairan3.Titik lebur : 318 C4.Titik didih : 1390 C5.Penampilan : Cairan higroskopis tak berwarna.

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    13/34

    Sifat kimia :1.NaOH sangat mudah menyerap gas CO22.Senyawa ini sangat mudah larut dalam air3.Merupakan larutan basa kuat4.Sangat korosif terhadap jaringan Organik

    5.Tidak Berbau(mulyono, 2008)3.1.3 Indikator Phenolphtalein (PP)Fungsi : Sebagai indikator yang menunjukkan titik akhir titrasi (titik ekivalen)Sifat Fisika :1.Rumus molekul : C20H14O42.Penampilan : Padatan Kristal tak berwarna3.Massa jenis : 1,2274.Berbentuk larutan5.Merupakan asam lemah6.Larut dalam air

    Sifat kimia :1.Trayek pH 8,2102.Merupakan indikator dalam analisa kimia3.Tidak dapat bereaksi dengan larutan yang direaksikan, hanya sebagai indikator4.Larut dalam 95% etil alkohol5.Asam dwiprotik6.Tidak berwarna saat asam7.Berwarna merah rosa saat basa(mulyono, 2009)3.1.4 Aquades (air)Fungsi Aquades : Sebagai pelarut kristal NaOHSifat fisika Air :1.Rumus molekul : H2O2.Massa molar : 18.0153 g/mol3.Densitas dan fase : 0.998 g/cm, cairana.0.92 g/cm, padatan4.Titik lebur : 0 C (273.15 K) (32 F)5.Titik didih : 100 C (373.15 K) (212 F)6.Penampilan : Cairan tak Berwarna, Tidak berbau(mulyono, 2009)Sifat Kimia Air :1.Pelarut yang baik2.Memiliki pH 7 (netral)3.Bukan merupakan zat pengoksidasi kuat.4.Lebih bersifat reduktor daripada oksidator.5.Reaksi oksidasi dari air sendiri dapat terjadi jika direaksikan dengan logam alkali atau alkalitanah.Ca + 2 H2O Ca2+ + 2 OH- + H2(anonim, 2009)

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    14/34

    3.2Alat dan fungsi1. Pipet tetesFungsi : Untuk mengambil indikator dan memasukkannya ke dalam Erlenmeyer2. ErlenmeyerFungsi : Sebagai wadah zat yang akan dititrasi.

    3. Statif dan klemFungsi : Sebagai penyanggah berdirinya buret.4. BuretFungsi : Sebagai wadah pentiter.5. Beaker GlassFungsi : Sebagai tempat / wadah campuran zat diaduk.6. CorongFungsi : Untuk memasukkan larutan standar ke dalam buret. Maupun kedalam Erlenmeyer7.Batang PengadukFungsi : Untuk mengaduk dua zat yang dicampur agar terjadi larutan yang homogen.

    3.3Rangkaian Peralatan

    Gambar 3.1 Beaker Glass + Batang pengaduk untuk tempat melarutkan pentiter yaitu NaOH

    Gambar 3.2 Pipet tetes + corong + Erlenmeyer sebagai tempat sampel dan pencampurn indikator

    Gambar 3.3 Statif dan klem + Buret + Erlen meyer yaitu peralatan untuk melakukan titirasi

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    15/34

    BAB IVPROSEDUR PERCOBAAN

    4.1Prosedur4.1.1 Penyiapan Larutan NaOH 0.6 NCuci dan bilas botol 500 mlBila larutan ini akan disimpan dalam waktu yang lama, sediakan botol plastik, sebab larutanNaOH pasti akan bereaksi dengan wadah kaca, walaupun perlahan.Timbang 2,0 gram NaOH, larutkan kedalam beaker glass 500 ml yang berisi aquades, kocoksampai larut.4.1.2 Menentukan Kadar Asam Asetat dalam CukaSampel dimasukkan sebanyak 25 ml kedalam ErlenmeyerTambahkan 4 tetes Phenolpthalein kedalam sampel tersebutTitrasi dengan menggunakan larutan NaOH, sampai terjadi perubahan warna indikator menjadiMerah Rosa yang stabil.Catat volume NaOH yang terpakai.Lakukan prosedur diatas secara duplo, hitung kadar asam asetat yang diperoleh.Lakukan prosedur diatas terhadap sampel I dan sampel II

    4.2Flowchart

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    16/34

    4.2.1 Flowchart Penyiapan Larutan NaOH 0,6 N

    Gambar 4.1 Flowchart Persiapan Larutan NaOH 0,6 N

    4.2.2 Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    17/34

    Tidak

    Ya

    Gambar 4.2 Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka

    BAB VHASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1 Hasil PercobaanTabel 4.1 Penyiapan Larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 0,6 NBerat kristal NaOH9,6 grVolume pelarut400 mlKonsentrasi As. Oksalat0.6 N

    Tabel 4.2 Perhitungan Kadar Asam AsetatNoV CH3COOHV NaOHKonsentrasi CH3COOHKadar CH3COOHpH125 ml53,5 ml1,27 M7,2 %9,17225 ml

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    18/34

    52,5 mlRata-rata25 ml53 ml1,27 M

    7,2 %9,17

    Tabel 4.3 Perhitungan Kadar Sampel INoV sampel IV NaOHKonsentrasi Sampel IKadar Sampel IpH

    125 ml43 ml1,074 M6,08 %9,16225 ml46,5 mlRata-rata25 ml44,75 ml1,074 M6,08 %9,16

    Tabel 4.4 Perhitungan Kadar Asam AsetatNoV sampel IIV NaOHKonsentrasi sampel IIKadar sampel IIpH125 ml56,3 ml1,36M7,7%

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    19/34

    9,18225 ml57,2 mlRata-rata

    25 ml53 ml1,36M7,7%9,18

    4.2 PembahasanPrinsip titrasi asidi alkalimetri adalah penetapan kadar secara kuantitatif terhadap suatu senyawadengan cara mereaksikannya dengan suatu larutan baku yang sudah diketahui konsentrasinyadengan tepat. Dalam percobaan ini, sampel yang dianalisis adalah asam cuka CH3COOH yang

    kadarnya dapat ditentukan melalui metode titrasi dengan larutan baku NaOH. Cuka dapur yangdigunakan sebagai sampel dengan merek: Cap bintangKurva perubahan pH asam Asetat terhadap tiap penambahan 10 ml larutan NaOh

    .

    Volume NaOHGambar 4.1 Grafik perubahan pH asam AsetatKurva perubahan pH asam asetat terhadap tiap penambahan 10 ml larutan NaOH

    Volume NaOH

    Gambar 4.2 Kurva Titrasi NaOH 0,6N terhadap sampel I

    Kurva perubahan pH asam asetat terhadap tiap penambahan 10 ml larutan NaOH

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    20/34

    Volume NaOH

    Gambar 4.3 Kurva Titrasi NaOH 0,6N terhadap sampel II

    Pada percobaan, dari hasil titrasi didapat kadar cuka yang terdapat dalam sampel adalah sebesar7,2 %, 6,8 % dan 7,7 % sedangkan dalam label cuka sampel tertulis kadar cuka tersebut sebesar5 %. Hal ini terjadi disebabkan beberapa faktor diantaranya:1.Kurang telitinya dalam melakukan proses titrasi.

    2.Kurang tepatnya pada saat pembuatan larutan NaOH, seperti pada saat penimbangan.3.Terjadi perubahan skala buret yang tidak konstan.4.Kurangnya ketelitian dalam memperhatikan perubahan warna indikator

    BAB VKESIMPULAN

    5.1KesimpulanSetelah melakukan percobaan Penentuan Asam Asetat dengan Titrasi Asidi-Alkalimetri makapraktikan dapat menarik kesimpulan yaitu :1. Dari percobaan didapat kadar asam cuka sebesar 7,2 %, 6,8 % dan 7,7 %. Sedangkan dalamteori kadar asam cuka sebesar 5 %.

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    21/34

    2. Reaksi yang ada pada titrasi ini adalah reaksi netralisasi yaitu reaksi antara asam dengan basauntuk mencapai titik ekivalen.3. Pada titrasi asam lemah dengan basa kuat indikator yang sesuai adalah phenolphthalein.4. Metode titrasi asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk menentukan kadar zat yang bersifatasam ataupun basa dalam sampel.

    5. Larutan baku yang digunakan dalam titrasi asidi-alkalimetri adalah asam kuat ataupun basakuat yang telah diketahui konsentrasinya secara tepat.6. Pada titrasi asam lemah dan basa kuat, pH larutan akan terus meningkat seiring denganbertambahnya volume larutan dari basa kuat.

    DAFTAR PUSTAKA

    Anonim.2009 a. Asam Asetat. http://id.wikipedia.org26 agustus 2009Anonim.2009 b. Air. http://id.wikipedia.org26 agustus 2009Anonim.2009 c. Titrasi Asam Basa. http://belajarkimia.com26 agustus 2009Anonim.2009d. Analisis Volumetri atau Titrimetri. http://belajarkimia.com26 agustus 2009Anonim.2009 e. Kumpulan laporan praktikum. http://sulae.blogspot.com26 agustus 2009Day, RA dan Underwood. 1986. Analisis Kimia kuantitatif. Edisi Kelima: Erlangga. JakartaHAM, Mulyono. 2006. Kamus Kimia . Edisi Pertama. Bumi Aksara : Jakarta

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    22/34

    LAMPIRANA

    LAMPIRAN ADATA PERCOBAAN

    LA. 1 Penyiapan Larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 0,6 NBerat kristal NaOH9,6 grVolume pelarut400 mlKonsentrasi As. Oksalat0.6 N

    LA.2 Perhitungan Kadar Asam AsetatNoV CH3COOHV NaOHKonsentrasi CH3COOHKadar CH3COOHpH125 ml53,5 ml1,27 M

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    23/34

    7,2 %9,17225 ml52,5 ml

    Rata-rata25 ml53 ml1,27 M7,2 %9,17

    LA.3 Perhitungan Kadar Sampel INoV sampel I

    V NaOHKonsentrasi Sampel IKadar Sampel IpH125 ml43 ml1,074 M6,08 %9,16225 ml46,5 mlRata-rata25 ml44,75 ml1,074 M6,08 %9,16

    LA. 4 Perhitungan Kadar Asam AsetatNoV sampel IIV NaOHKonsentrasi sampel IIKadar sampel IIpH

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    24/34

    125 ml56,3 ml1,36M7,7%

    9,18225 ml57,2 mlRata-rata25 ml53 ml1,36M7,7%9,18

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    25/34

    LAMPIRANB

    LAMPIRAN BPERHITUNGAN

    LB. 1 . Perhitungan Pembuatan Larutan NaOH 0,6 N

    M =M =9600= 1000. massaMassa = 9,6 gram

    LB. 2. Perhitungan kadar Asam Asetat

    Volume astetat : 25 mlVolume NaOH rataan : 53 mlM NaOH : 0,6 NM asetat x V asetat = M NaOH x V NaOHM asetat x 25 ml = 0.6 N x 53 mlM asetat =M asetat = 1.27 M

    Kadar Asam Asetat === 7,2 %

    LB. 3. Perhitungan pH Larutan untuk reaksi 25 ml CH3COOH dengan NaOH

    a.Pada penambahan 0 ml NaOH

    [H+] =

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    26/34

    [H+] == 4,78 x 10-3pH = -log [H+]= -log [4,78 x 10-3]= 3log 4,78

    = 2,32b.Pada penambahan 10 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,27 = 31,8 mmolmol NaOH = 10 ml x 0,6 = 6 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 6 31.8 -r : 6 6 6s : 0 25.8 6

    [H+] ==

    = 7,74 x 10-5pH = -log [H+]= -log [7,74 x 10-5]= 5log 7,74= 4,11c.Pada penambahan 20 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,27 = 31,8 mmolmol NaOH = 20 ml x 0,6 = 12 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 12 31.8 -r : 12 12 12s : 0 19,8 12

    [H+] === 2,97 x 10-5pH = -log [H+]= -log [2,97 x 10-5]= 5log 2,97= 4,53d.Pada penambahan 30 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,27 = 31,8 mmolmol NaOH = 30 ml x 0,6 = 18 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 18 31.8 -r : 18 18 18s : 0 13,8 18

    [H+] ==

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    27/34

    = 1,386 x 10-5pH = -log [H+]= -log [1,386 x 10-5]= 5log 1,386= 4,86

    e.Pada penambahan 40 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,27 = 31,8 mmolmol NaOH = 40 ml x 0,6 = 24 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 24 31.8 -r : 24 24 24s : 0 7,8 24

    [H+] === 0,58 x 10-5

    pH = -log [H+]= -log [0,58 x 10-3]= 3log 0,58= 5,24f.Pada penambahan 50 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,27 = 31,8 mmolmol NaOH = 50 ml x 0,6 = 30 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 30 31.8 -r : 30 30 30s : 0 1,8 30

    [H+] === 0,108 x 10-5pH = -log [H+]= -log [0,108 x 10-3]= 3log 0,108= 5,97g.Pada penambahan 53 ml NaOHmol CH3COOHNa = M CH3COOH x VCH3COOH31,8 mol = M CH3COOH x 78 mlM CH3COOH = 0,4 MNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 31,8 31.8 -r : 31,8 31,8 31,8s : 0 0 31,8

    [OH-] ==

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    28/34

    = 1,48 x 10-5pOH = -log [OH+]= -log [1,48 x 10-3]= 5log 1,48= 4,83

    pH = 14pOH= 144,83= 9,17

    LB. 4. Perhitungan kadar Asam Asetat (Sampel I)

    Volume astetat : 25 mlVolume NaOH rataan : 44,75 mlM NaOH : 0,6 NM asetat x V asetat = M NaOH x V NaOH

    M asetat x 25 ml = 0.6 N x 44,75 mlM asetat =M asetat = 1.074 M

    Kadar Asam Asetat === 6,08 %

    LB. 5. Perhitungan pH Larutan untuk reaksi 25 ml CH3COOH dengan NaOH

    a.Pada penambahan 0 ml NaOH

    [H+] =[H+] == 4,39 x 10-3pH = -log [H+]= -log [4,39 x 10-3]= 3log 4,39= 2,36b.Pada penambahan 10 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,074 = 26,85 mmolmol NaOH = 10 ml x 0,6 = 6 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 6 26,85 -r : 6 6 6s : 0 20.85 6

    [H+] ==

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    29/34

    = 6,25 x 10-5pH = -log [H+]= -log [6,25 x 10-5]= 5log 6,25= 4,21

    c.Pada penambahan 20 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,074 = 26,85 mmolmol NaOH = 20 ml x 0,6 = 12 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 12 26,85 -r : 12 12 12s : 0 14.85 12

    [H+] ==

    = 2,23 x 10-5pH = -log [H+]= -log [2,23 x 10-5]= 5log 2,23= 4,65d.Pada penambahan 30 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,074 = 26,85 mmolmol NaOH = 30 ml x 0,6 = 18 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 18 26,85 -r : 18 18 18s : 0 8.85 18

    [H+] === 0,88 x 10-5pH = -log [H+]= -log [0,88 x 10-5]= 5log 0,88= 5,05e.Pada penambahan 40 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,074 = 26,85 mmolmol NaOH = 40 ml x 0,6 = 24 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 24 26,85 -r : 24 24 24s : 0 2.85 24

    [H+] ==

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    30/34

    = 0,216 x 10-5pH = -log [H+]= -log [0,216 x 10-5]= 5log 0,216= 5,66

    f.Pada penambahan 44,75 ml NaOHmol CH3COOHNa = M CH3COOH x VCH3COOH26,85 mol = M CH3COOH x 69,75 mlM CH3COOH = 0,38 MNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 26,85 26,85 -r : 26,85 26,85 26,85s : 0 0 26,85

    [OH-] ==

    = 1,45 x 10-5pOH = -log [OH+]= -log [1,45 x 10-3]= 5log 1,45= 4,84pH = 14pOH= 144,84= 9,16

    LB. 6. Perhitungan kadar Asam Asetat (sample II)

    Volume astetat : 25 mlVolume NaOH rataan : 56,75 mlM NaOH : 0,6 NM asetat x V asetat = M NaOH x V NaOHM asetat x 25 ml = 0.6 N x 56,75 mlM asetat =M asetat = 1.362 M

    Kadar Asam Asetat =

    =

    = 7,7 %

    LB. 7. Perhitungan pH Larutan untuk reaksi 25 ml CH3COOH dengan NaOH

    a.Pada penambahan 0 ml NaOH

    [H+] =

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    31/34

    [H+] == 4,74 x 10-3pH = -log [H+]= -log [4,74 x 10-3]= 3log 4,74

    = 2,33b.Pada penambahan 10 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,362 = 34,05mmolmol NaOH = 10 ml x 0,6 = 6 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 6 34,05 -r : 6 6 6s : 0 28,05 6

    [H+] ==

    = 8,4 x 10-5pH = -log [H+]= -log [8,4 x 10-5]= 5log 8,4= 4,08c.Pada penambahan 20 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,362 = 34,05mmolmol NaOH = 10 ml x 0,6 = 6 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 12 34.05 -r : 12 12 12s : 0 22,05 12

    [H+] === 3,3 x 10-5pH = -log [H+]= -log [3,3 x 10-5]= 5log 3,3= 4,48

    d.Pada penambahan 30 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,362 = 34,05mmolmol NaOH = 10 ml x 0,6 = 6 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 18 34,05 -r : 18 18 18s : 0 16,05 18

    [H+] =

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    32/34

    == 1,6 x 10-5pH = -log [H+]= -log [1,6 x 10-5]= 5log 1,6

    = 4,8e.Pada penambahan 40 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,362 = 34,05mmolmol NaOH = 10 ml x 0,6 = 6 mmolNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 24 34,05 -r : 24 24 24s : 0 10,05 24

    [H+] ==

    = 0,756 x 10-5pH = -log [H+]= -log [0,756 x 10-3]= 3log 0,756= 5,12

    f.Pada penambahan 50 ml NaOHmol CH3COOH = 25 ml x 1,362 = 34,05mmolmol NaOH = 10 ml x 0,6 = 6 mmol

    NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 30 34.05 -r : 30 30 30s : 0 4,05 30

    [H+] === 0,243 x 10-5pH = -log [H+]= -log [0,243 x 10-3]= 3log 0,243= 5,61g.Pada penambahan 53 ml NaOHmol CH3COOHNa = M CH3COOH x VCH3COOH34,05 mol = M CH3COOH x 81,75 mlM CH3COOH = 0,42 MNaOH + CH3COOH CH3COONa + H2Om : 34,05 34,05 -r : 34,05 34,05 34,05s : 0 0 34,05

  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    33/34

    [OH-] === 1,51 x 10-5pOH = -log [OH+]

    = -log [1,51 x 10-3]= 5log 1,51= 4,82pH = 14pOH= 144,82= 9,18

    Diposkan oleh laporan permanganometri di02:58

    2 komentar:

    akung widiyatmakamengatakan...

    ada laporan praktikum argentometri gak?aku butuh buat perbandingan.

    1 Desember 2009 07:19

    faizahmengatakan...

    dari mana cari sifat fisika dan sifat kimia suatu bahan? kalo ada bukunya apa? selainbuku Mulyono

    10 Mei 2010 23:10

    Poskan Komentar

    Posting Lebih BaruPosting LamaBerandaLanggan:Poskan Komentar (Atom)

    Pengikut

    Arsip Blog

    2009(5)o November(3)

    Nov 11(3) KIMIA ANALISA KUALITATIF GRAVIMETRI

    http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.htmlhttp://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.html?showComment=1259680765177#c4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.html?showComment=1273558215321#c6588248417637294340http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/gravimetri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/bab-i-pendahuluan-1.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/bab-i-pendahuluan-1.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/feeds/9077008164688412529/comments/defaulthttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/feeds/9077008164688412529/comments/defaulthttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/feeds/9077008164688412529/comments/defaulthttp://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/kimia-analisa-kualitatif.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/kimia-analisa-kualitatif.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/gravimetri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/gravimetri.htmlhttp://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Followers&widgetId=Followers1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=6588248417637294340http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8854683371348824362&postID=9077008164688412529http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Followers&widgetId=Followers1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=6588248417637294340http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8854683371348824362&postID=9077008164688412529http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Followers&widgetId=Followers1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=6588248417637294340http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8854683371348824362&postID=9077008164688412529http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Followers&widgetId=Followers1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=6588248417637294340http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8854683371348824362&postID=9077008164688412529http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Followers&widgetId=Followers1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=6588248417637294340http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8854683371348824362&postID=9077008164688412529http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Followers&widgetId=Followers1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=6588248417637294340http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=8854683371348824362&postID=4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8854683371348824362&postID=9077008164688412529http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/gravimetri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/kimia-analisa-kualitatif.htmlhttp://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/feeds/9077008164688412529/comments/defaulthttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/bab-i-pendahuluan-1.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/gravimetri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.html?showComment=1273558215321#c6588248417637294340http://www.blogger.com/profile/13195846298008654887http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.html?showComment=1259680765177#c4808773100717028547http://www.blogger.com/profile/15326398011276447729http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.html
  • 7/22/2019 laporan praktikum kimia analisa.docx

    34/34

    ASIDI ALKALIMETRIo Oktober(2)

    Okt 20(1) ANALISA AIR

    Okt 18(1)

    PERMANGANOMETRI

    Mengenai Saya

    laporan permanganometriLihat profil lengkapku

    http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.html

    http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.htmlhttp://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/bab-i-pendahuluan-1.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/bab-i-pendahuluan-1.htmlhttp://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/laporan-permanganometri.htmlhttp://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/laporan-permanganometri.htmlhttp://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Profile&widgetId=Profile1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=BlogArchive&widgetId=BlogArchive1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Profile&widgetId=Profile1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=BlogArchive&widgetId=BlogArchive1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=Profile&widgetId=Profile1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://www.blogger.com/rearrange?blogID=8854683371348824362&widgetType=BlogArchive&widgetId=BlogArchive1&action=editWidget&sectionId=sidebarhttp://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://www.blogger.com/profile/02771794257787795037http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/laporan-permanganometri.htmlhttp://void%280%29/http://void%280%29/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/10/bab-i-pendahuluan-1.htmlhttp://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://void%280%29/http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/2009/11/asidi-alkalimetri.html