laporan praktikum 4 mikrobiologi uji biokimia

Download LAPORAN PRAKTIKUM 4 mikrobiologi uji biokimia

Post on 03-Aug-2015

5.178 views

Category:

Documents

20 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGIKarakteristik Mikroorganisme Dengan Beberapa Uji Biokimia

Disusun oleh: Nama NPM Kelas / Kelompok No. Absen : Rifa Rizkiyah : 2011210209 :E/6 : 22

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA JAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Karakteristik mikroorganisme dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti pengamatan mikroskopik koloni, pewarnaan mikroba untuk mengetahui penampakan mikroskopik sel maupun membedakan golongan-golongan mikroorganisme, serta karakteristik dengan serangkaian uji-uji biokimia yang mencerminkan aktivitas metabolism enzimatik mikroorganisme. Reaksi-reaksi biokimia bagi mikroorganisme dapat dikatakan sebagai sidik jari biokimia (biochemical fingerprints), sebagaimana sidik jari pada manusia yang menjadi pembeda antara satu orang dengan orang lainnya. Satu spesies mikroba akan memiliki sidik jari biokimia atau karakter biokimia idenriras yang berbeda dengan spesies mikroba lainnya. Aktivitas metabolisme tidak terlepas dari adanya enzim. Berdasarkan tempat bekerjanya, bakteri memiliki juga jenis enzim yaitu endoenzim dan eksoenzim. Endoenzim yaituenzim yang berkerja dalam sel. Sistem endoenzim selain bersifat anabolik dapat juga bersifat katabolik.Sedangkan eksoenzim yaitu enzim yang disekresikan ke luar sel dan berdifusi kedalam media. Sebagian besar eksoenzim bersifat hidroliktik, yang berarti bahwa eksoenzim menguraikan molekul kompleks menjadi molekul yang molekul-molekul yang lebih sederhana.Molekul-molekul yang lebih kecil ini kemudian dapat memasuki sel dan digunakan untuk kepentingan sel. (Waluyo, 2004). Sifat metabolisme bakteri dalam uji biokimia biasanya dilihat dari interaksi metabolitmetabolit yang dihasilkan dengan reagen-reagen kimia. Kemampuan bakteri menggunakan senyawa tertentu sebagai sumber karbon dan sumber energiyang dapat digunakan untuk identifikasi (Backmann,2006).Identifikasi Bakteri dapat dilakukan dengan beberapa uji antara lain uji dalam melakukan fermentasi, uji oksidase, produksi katalase, uji motilase dan uji oksidase (Funke 2004).

1.2 TUJUAN PRAKTIKUM Mengetahui beberapa uji biokimia untuk mengkarakterisasi mikroorganisme. Melakukan beberapa uji biokimia dalam mikrobiologi dan menganalisis hasilnya. . 1.3 MANFAAT PRAKTIKUM Dengan melakukan praktikum karakterisasi mikroorganisme dengan beberapa uji biokimia ini kita mendapaatkan manfaat sebagaimana kita mengetahui pengocokan hatihati dalam menginokulasikan suspensi bakteri ke dalam perbenihan gula-gula, kemudian mengetahui teknik-teknik cara gores dan cara tusuk yang benar, kemudian kita juga dapat mengetahui pembentukan apa saja yang terjadi pada bakteri yang telah kita inkubasikan selama 18-24 jam dengan media dan metode yang telah ditentukan.

BAB II STUDI PUSTAKA2.1 UJI BIOKIMIACiri fisiologi ataupun biokimia merupakan kriteria yangamat penting di dalam identifikasi spesimen bakteri yang tak dikenalkarena secara morfologis biakan atau pun sel bakteri yang berbedadapat tampak serupa, tanpa hasil pengamatan fisiologis yangmemadai mengenai organik yang diperiksa maka penentuanspesiesnya tidak mungkin dilakukan. Karakteristik dan klasifikasisebagian mikroba seperti bakteri berdasarkan pada reaksi enzimatik ataupun biokimia. Mikroba dapat tumbuh pada beberapa tipe mediamemproduksi tipe metabolit tentunya yang dideteksi denganinteraksi mikroba dengan reagen test yang mana menghasilkanperubahan warna reagen (Murray, 2005). Biokimia bertujuan untuk memahami bagaimana interaksibiomolekul satu dengan lainnya membawa sifat-sifat keadaan hidupini. Belum pernah dalam pengamatan dalam logika molekul selhidup, kita menemukan suatu pelanggaran terhadap hukum - hukum fisis yang telah dikenal, seiring dengan itu pula, kita belum pernahmemerlukan pendefinisian hukum baru. Mesin organik lunak selhidup berfungsi di dalam kerangka hukum-hukum yang sama yangmengatur mesin buatan manusia, akan tetapi, reaksi-reaksi kimiadan proses pengaturan sel telah maju demikian pesat, melampauikemampuan kerja mesin buatan manusia (Lehninger, 1995). Uji fisiologi biasanya identik dengan uji biokimia. Uji-ujibiokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatan identifikasi bakteriatau mikroorganisme yang antara lain uji katalase, koagulase, ujinitrit, hidrolisis gelatin, uji hidrolisis kanji, uji hidrogen sulfit danlain-lain. Pengujian biokimia merupakan salah satu hal yang sangatpenting dalam dunia mikrobiologi (Lim, 1998). Uji-uji biokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatanidentifikasi bakteri atau mikroorganisme yaitu antara lain adalah ujikoagulase, uji katalase, uji MRVP, uji nitrit, hidrolisis gelatin, ujiH2S dan lain-lain. Salah satu uji yaitu adalah uji hidrolisis urea. Ujiini sangat penting dalam identifikasi bakteri-bakteri patogenpenghuni usus, begitu pula uji yang lain sebenarnya digunakanuntuk mengidentifikasi bakteri dengan karakter tertentu, yang manadengan karakter tersebut ia dapat dibedakan dengan jelas daribakteri-bakteri yang lain yang hidup disekitarnya (Dwidjoseputro,1994).

2.2 METODE UJI BIOKIMIA Berikut beberapa uji Biokimia yang digunakan untuk identifikasi bakteri antara lain: 1. Reaksi Fermentasi Karbohidrat (Gula-gula) Fermentasi merupakan salah satu aktivitas biokimia yang dilakukan oleh mikroba. Fermentasi adalah proses pengubahan senyawa makromolekul organik menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh aktivitas mikrobia pada kondisi anaerob. Fermentasi dapat menghasilkan berbagai senyawa akhir, contohnya fermentasi karbohidrat yang dapat menghasilkan berbagai senyawa asam seperti asam laktat dan propionet, ester-ester, keton dan gas (Pelczar, 2008).

Sebagian besar mikroorganisme memperoleh energi dari substrat berupa karbohidrat yang selanjutnya difermentasi menghasilkan asam-asam organic (seperti asam laktat, format, asetat), dengan disertai atau tidak disertai pembentukan gas. Oragnisme-organisme yang berbeda akan menggunakan karbohidrat / gula-gula yang berbeda tergantung dari komponen enzim yang dimilikinya. Perbenihan gula-gula digunakana untuk melihat adanya pembentukan asam yaitu dengan adanya perubahan warna indicator (merah fenol atau biru bromtimol) yang terdapat dalam perbenihan menjadi kuning yang sebelum ditanami berwarna merah (indicator merah fenol) atau berwarna biru (indicator biru bromtimol) serta untuk pembentukan gas, yaitu dengan terlihatnya udara di dalam tabung peragian / fermentasi (tabung Durham). Degradasi fermentasi dalam kondisi anaerob dilakukan dalam kaldu fermentasi yang mengandung tabung durham, sebuah botol batin terbalik untuk mendeteksi produksi gas sebagai ilustrated. media fermentasi karbohidrat yang khas mengandung: Nutrisi bahan kaldu untuk mendukung pertumbuhan semua organisme. Karbohidrat tertentu yang berfungsi sebagai substrat untuk menentukan kemampuan fermentasi organisme. Indikator ph merah fenol, yang berwarna merah pada ph netral (7) dan perubahan kuning pada ph sedikit asam dari 6,8 menunjukkan bahwa jumlah sedikit asam akan menyebabkan perubahan warna. Jenis karbohidrat yang digunakan pada uji fermentasi karbohidrat antara lain , sukrosa, laktosa, maltosa dan manitol. Glukosa dapat langsung masuk dalam jalur fermentasi tahap pertama sedangkan sukrosa, laktosa, manitol dan maltosa akan dihidrolisis terlebih dahulu menjadi monosakarida penyusunnya. Laktosa dihidrolisis menjadi galaktosa dan glukosa. Sukrosa dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa. Manitol diubah menjadi manosa atau galaktosa. Sedangkan maltosa akan dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa. Monosakarida jenis manosa dan galaktosa terlebih dahulu akan diubah menjadi glukosa melalui reaksi epimerisasi . Sedangkan fruktosa akan diubah terlebih dahulu menjadi fruktosa 6-fosfat dan kemudian fruktosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 6fosfat. Glukosa 6-fosfat dan glukosa hasil epimerisasi galaktosa dan manosa akan masuk dalam tahap awal proses fermentasi untuk menghasilkan asam piruvat, asam asetat dan CO2 dan kemudian pada tahap kedua fermentasi asam piruvat dan asam asetat direduksi kembali oleh atom hidrogen yang dilepaskan dalam tahap pertama, membentuk asam laktat dan etanol. 2. Uji Imvic (Indol, Methyl Red, Voges-Proskauer, Simmons Citrate) Identifikasi basil enterik adalah sangat penting dalam mengendalikan infeksi usus dengan mencegah kontaminasi pasokan makanan dan air. kelompok bakteri yang dapat ditemukan di saluran usus manusia dan mamalia yang lebih rendah diklasifikasikan sebagai anggota family Enterobacteriaeae. Mereka pendek, gram negatif, non-spora membentuk basil. Yang termasuk dalam keluarga ini adalah: 1) Patogen seperti anggota genera Salmonella dan Shigella 2) Sesekali patogen seperti anggota genera Proteus dan Klabsiella 3) Yang normal flora usus seperti Escherichia anggota marga dan Enterobacter, yang merupakan penduduk saprophytic dari saluran usus. Diferensiasi kelompok utama Enterobacteriaceae dapat dicapai atas dasar sifat biokimia dan reaksi enzimatik di hadapan substrat tertentu. Seri tes IMViC, indol,

metil-merah, Voges-Preskauer, dan pemanfaatan sitrat dapat digunakan untuk identifikasi ini. Indol Tryptophan merupakan asam amino esensial yang dapat mengalami oksidasi dengan cara kegiatan enzimatik beberapa bakteri. Konversi triptofan menjadi produk metabolik dimediasi oleh enzim tryptophanase. Media ini biasanya digunakan dalam indetifikasi yang cepat. Perbenihan indol digunakan untuk melihat kemampuan bakteri mendegradasi asam amino triptofan secara enzimatik. Hasil uji indol yang diperoleh negatif karena tidak terbentuk lapisan (cincin) berwarna merah muda pada permukaan biakan, artinya bakteri ini tidak membentuk indol dari tryptopan sebagai sumber karbon, yang dapat diketahui dengan menambahkan larutan kovaks. Asam amino triptofan merupakan komponen asam amino yang lazim terdapat pada protein, sehingga asam amino ini dengan mudah dapat digunakan oleh mikroorganisme akibat penguraian protein. MR-VP Uji MR Perbenihan ini digunakan untuk mendetek