laporan praktek kd

Click here to load reader

Post on 19-Oct-2015

109 views

Category:

Documents

28 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Praktek KD

TRANSCRIPT

28

BAB 1ASSESSMENTA. Tujuan Pasien Assessment

Pemeriksaan (assessment) bertujuan untuk pengkajian data, data yang diperoleh digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan proses pembuatan Knee Disarticulation Prosthetic Patient assessment adalah pengukuran atau penilaian terhadap pasien dimana yang kita nilai adalah kondisi pasien , meliputi : Kesehatan Pasien,pekerjaan pasien,Kondisi stump,Kondisi sendi,Kekuatan otot . Pada pemeriksaan kali ini dicantumkan dalam pemeriksaan subjective dan obyective .

1. Subjectif assessment:Nama Pasien: WildanUmur: 19 tahunAlamat: BoyolaliSebab Amputasi: Congenital Occupation: Photografer

2. Objectif assessment:

PosisiAssessmentLGSMMT

Duduk

Sound leg:Hip : a. Eksternal hip rotation (45o) b. internal hip totation (35o)

40o35o55

Knee : c. M-L knee stability Valgus Test Varus Test d. A-P knee stability Anterior Draw Posterior Draw

NormalNormal

Normalnormal

Ankle : e. Dorsi fleksi (30o) f. plantar fleksi (45o)20o25o53

TerlentangPada stump:a. Fleksi hip (120o)b. Adduction hip (45o)c. Abduction hip (45o)95o20o45o555

Pada sound leg:a. Thomas test b. Fleksi hip (130o)c. Adduksi hip (30o)d. Abduksi hip (45-50o)e. Ekstensi knee (0-10o)Normal110o25o65o0o

555

Tengkurap

Pada stump:a. Ekstensi hip (30o)30o5

Pada sound leg:a. Ekstensi hip (30o)b. Fleksi hip (130o)30o120o55

BAB 2MEASUREMENTBerikut hasil measurement yang telah kami lakukan kepada pasien :1. stump Lingkar: 5cm di bawah perenium = 37 Interval 5cmInterval 1 = 35,5 Interval 2 = 31 Interval 3 = 25 Supra condyler = 23,5 Condylus = 25

Panjang/jarak : 5cm di bawah perenium ujung stump = 29 Supra condyler ujung stump= 6 Condylus ujung stump= 2,5 Ujung stump floor= 40

Diameter : Supra condyler= 5,5 Condylus= 7,52. Sound leg: Lingkar : Gastroc terbesar= 27 Gastroc terkecil= 15,5

Panjang/jarak : MTP floor= 38 Gastroc terbesar floor= 27,5 Gastroc terkecil floor = 10 Foot= 20

3. Ukuran sepatu = 38

401911293615,525,5524,5232631363630,5

BAB 3CASTINGA. Alat dan bahan :1. POP2. Air3. Selang / plastik strip4. Casting stand5. Plumb line 6. Alas casting7. Gunting gips8. Cutter 9. Kain bersih10. Stockinet 11. Pensil air12. Tali B. Langkah langkah :1. Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan.2. Memasangkan stockinet pada stump pasien.3. Menandai pada daerah : patela.trochantor,daerah sensitif4. Masukkan plastik strips ke dalam stockinet.5. Masukkan POP ke dalam ember yang sudah terisi air hingga gelembungnya tidak ada.6. Balutkan POP dari proksimal sampai distal kemudian masage.7. Pasien berdiri pada casting stand dengan posisi menumpu8. Tekan pada daerah supracondyle untuk memberikan suspensi.9. Setelah sedikit mengeras plumb line pada bagian anterior dan lateral.10. Beri tanda persambungan untuk pemotongan.11. Membuka hasil castingan memakai gunting gips ataupun menggunakan cutter.12. Perjelas lagi tanda dalam castingan dan alignment .13. Tutup belahan dari castingan dan tambah tinggi proksimal hasil casting menggunakan POP.

BAB 4PENGECORANA. Alat dan bahan :1. Powder gips 2. Tangkai besi 3. Air sabun4. Air 5. Ember6. Pasir 7. Penjepit tangkai besi

B. Langkah langkah :1. Beri air sabun pada negative cast sampai semua permukaan dalam rata.2. Membuat adonan powder gips dan air secukupnya.3. Tempatkan posisi negative cast pada bak pasir sesuaidengan alignmentnya.4. Tuang adonan powder gips ke dalam negative cast.5. Tempatkan tangkai besi pada posisi alignment.6. Jepit tangkai besi agar tidak ada perubahan pada tangkai besi.7. Biarkan mengeras.8. Setelah mengeras lalu buka pengecoran.

BAB 5RECTIFIKASI

A. Alat dan Bahan1. 2. Bahan:Powder gipsAirPewarnaPakuAlat:a) Spatulab) Gelas aquac) Kawat kasad) Kaine) Surformf) Mid lineg) Pensil airh) Alat tulisi) Pengadukj) Caliper/jangka sorongk) Palu l) Alasm) Sikat kawat

B. Tahap-tahap:1. Pembukaan negatif cast2. Penandaan ulanga. Alignment = Abduksi/adduksi ( di anterior wall) Ekstensi/fleksi (di lateral wall)b. Penandaan pada patella, supra condyler, trochantor mayor,condylus dan area sensitif.3. Pengurangana. Medial proximal dibuat flat, tingginya 5cm di bawah perenium.b. Lateral proximal dibuat flat, M-L diameter harus sesuai ukuran, tinggi lateral socket mencakup/selevel dengan greater trochantor.c. Anterior proximal dibentuk segitiga scarpa, bisa juga agak melingkar.d. Posterior proximal dibuat flat.e. Pengurangan supra condyler dibuat suspensi, diameter sesuai dengan pungukuran.4. Penambahana. Trimlines untuk soket tanpa quadrilateral brim Trimline setinggi mungkin untuk long lever arm (lateral) Sisi medial 5cm di bawah perenium Anterior-lateral lebih tinggi dari pada medial-posterior Flare di anterior-posterior-medial tidak di lateralb. Medial dan lateral epycondyle Bony prominences ditambah 5mm Sedikit persegi di distal dan proximal tapi jangan merubah bentuk (5mm) Perhatian khusus di adductor tubercle untuk menghindari tekanan. Dari lateral dan medial ada kurva bentukan epicondyle.c. Penambahan posterior flare dari condylus Ditambah sedikit Jika hamstring tendon menonjol penambahan dibuat untuk memberi ruang pergerakan otot. Jika ada sensitif di intercondyler ditambah 1cmd. Penambahan pada patella 5mm, jika mobile ditambah di proximal dan distal untuk memberi ruang.5. Cetakan dihaluskan, cek ukuran

BAB 6PEMBUATAN SOFT SOCKET

A. Alat dan Bahan1. Alat :a) Oven b) Routherc) Vacum d) Heatgun 2. Bahan :a) Sponsb) Lem c) Bedakd) Bandage

B. Langkah-langkah :1. Memtong mal mengambil ukuran circumference terbesar dan circumference condylenya.tepinya ditambah 2 cm.

+10+15Circum terbesar = Circum condylePanjang dr terbesar- condyle =

2. Memotong spons sesuai dengan mal yang sudah kita buat.3. Membuat tutup untuk distal dengan mentracing distal positive cast lalu sekelilingnya ditambah 3 cm.

Ditambah 3 cm

4. Membuat tepi kanan & kiri spons( untuk body) dengan arah berlawanan ditipiskan supaya lebih tepis saat disatukan.5. Menyatukan t epi kanan & kiri spons menggunakan lem sehingga membentuk seperti cone.6. Menyiapkan proses pengovenan. Oven dinyalakan dengan suhu sesuai yang diinginkan.7. Menyiapkan positive cast pada ragum dengan diberi taburan bedak pada permukaan positive cast.8. Ketika suhu sudah tersetting taburi bedak pada permukaan dalam oven agar nanti spons tidak menempel & kemudiaan masukkan sponsnya.9. Setelah mulai lunak dan elastis ambil dan masukkan ke positive cast lalu bandage sehingga terbentuk sesuai dengan positive cast.10. Bagian yang terlipat yaitu di supracondyle sobek dan rekatkan kembali sehinggan tidak ada ruang antara soft socket dengan positive cast.11. Rapikan perlakatan tersebut.12. Setelah selesai membuat untuk body softnya, kemudian buat tutup nya dengan proses hampir sama pembuatan body soft socket,perbedaannya tidak menggunakan oven tetapi menggunakan heat gun.13. Setelah semuanya terbentuk rapikan.

BAB 7LAMINASI

A. Alat dan Bahan :1. Resin2. Catalyst3. Pigmen(coklat muda)4. Plastik PVC5. Serat Fiberr6. Stockinet 7. Kain untuk meratakan resin 8. Suction (vakum pembentuk)9. Setrika10. Tinner11. bedak bayi12. gelas aqua13. corong aqua14. Benang nylon15. Pengaduk16. Lakban17. Tali rafia

B. Langkah Langkah Pembuatan Hard socket1. Mengukur positif gips untuk pembuatan plastik PVC . Yang diukur antara lain :Circumference 1=c ircumference terbesar = 43 cmCircumference 2 = circumference suprancondyle + condyle= 27,5 cm2

Panjang positif =dari circum terbesar pertengahan circum supra & condyle=

Plastik I

15cm

43cm

27,5 cm20cm

Plastik II

15cm

43cm

27,5 cm30cm

2. Kemudian plastik dilekatkan dengan cara menyetrika sehingga plastik tersebut berbentuk kerucut.3. Masukkan stockinet ke dalamm positif cast agar permukaan rata.4. Memberi thiner pada plastik pertama agar plastik lebih lentur dan masukkan ke positif cast5. Plaster pada bagian proksimal dan distal sehingga terlihat rapi.6. Setelah memasukkan plastik lalu memasang stockinet sebanyak 2 lapis7. Kemudian memotong serat fiber .Setelah dipotong serat fiber dilingkarkan pada positive gif dan ditali dengan benang nylon.8. Selanjutnya memasang stockinet lagi 1 lapis.9. Memotong fiber untuk tutup. Dan memasang stockinet lagi sebanyak 2 lapis.10. Kemudian memasukkan plastik PVC lagi yang dibuat sepperti yang perama (seperti pada gambar)telah sudah diberi tinner.11. Lalu membuat larutan resin dengan takaran 240 ml resin ,catalis 2-3%.12. Kemudian adonan resin dituang ke positive gif yang akan diresin melalui corong .13. Setelah resin semuanya dituangkan lalu ratakan sampai ke bawah sehingga resin tersebut rata pada positive gif.14. Kemudiaan massage.15. Tunggu 1 malam atau sampai benar-benar resin tersebut keras16. Setelah resin keras, positive gifnya dipecahkan sehingga soft socketnya dan hard socketnya dapat diambil17. Hard socketnya sudah siap dilanjutkan untuk proses selanjutnya.

BAB 8PEMBONGKARAN CETAKAN

Setelah hard socket mengeras maka cetakan siap dibongkar atau dilepaskan dari positif gipsnya .A. Alat dan bahan :1. Palu besi2. Palu karet3. Castcutter4. Lempengan besi

B. Langkah-langkah :1. Siapkan hasil laminasi 2. Karena desain yang digunakan adalah open panel maka kita menggunakan teknik dengan cara pembukaan open panel dilakukan terlebih dahulu untuk menjaga agar positif gips tetap untuh , dimana nantinya positif gips ini akan berfungsi untuk memudahkan pengepasan jendela dengan body prostesisnya , untuk memudahkan pengeboran saat memasang keling , dan untuk mengantisipasi jika nanti ada kesalahan.3. Buka open panel menggunakan castcutter sampai batas tali canalnya , jaga soft socket tetap utuh . Soft socket