laporan penelitian karaksteristik penderita abses leher 2017. 6. 4.¢  abses peritonsil...

Download Laporan Penelitian KARAKSTERISTIK PENDERITA ABSES LEHER 2017. 6. 4.¢  Abses peritonsil merupakan terkumpulnya

Post on 19-Jan-2021

5 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    Laporan Penelitian

    KARAKSTERISTIK PENDERITA ABSES LEHER DALAM DI RSUP

    SANGLAH DENPASAR PERIODE 1 JANUARI-31 DESEMBER 2014

    Oleh

    Luh Witari Indrayani, I Dewa Arta Eka Putra, Komang Andi Dwi Saputra,

    Wayan Suardana

    Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran

    Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar

    I. PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Abses leher dalam adalah abses yang terbentuk dalam ruang potensial

    diantara fascia leher dalam sebagai akibat penjalaran infeksi dari berbagai sumber

    seperti gigi, mulut, tenggorok, sinus paranasal, telinga dan leher. 1,2,3

    Insiden dari abses leher dalam lebih tinggi pada era pre antibiotika namun

    tetap menjadi masalah yang penting di negara dunia ketiga yang menimbulkan

    morbiditas dan mortalitas. Pada era pre antibiotika, 70% berasal dari penyebaran

    infeksi dari faring dan tonsil sedangkan saat ini lebih banyak disebabkan oleh

    infeksi gigi. 4

    Abses leher dalam dapat menimbulkan komplikasi serius yang berakibat

    fatal seperti obstruksi jalan nafas, pneumonia, abses paru, mediastinitis,

    perikarditis dan trombosis vena jugularis interna. 5,6

    Disamping drainase abses, pemberian antibiotika juga diperlukan untuk

    penanganan yang lebih adekuat. Untuk mendapatkan antibiotika yang efektif

    terhadap pasien, diperlukan pemeriksaan kultur kuman dan uji kepekaan

    antibiotika terhadap kuman. Namun hal ini memerlukan waktu yang cukup lama

    sehingga diperlukan pemberian antibiotika secara empiris. 3,7

    Pengetahuan yang baik tentang anatomi fascia dan ruang-ruang potensial

    leher serta penyebab abses leher dalam mutlak diperlukan untuk memperkirakan

    penyebaran dan penatalaksanaan yang adekuat.

  • 2

    1.2. Rumusan Masalah

    “Bagaimana karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat di

    RSUP Sanglah Denpasar?”

    1.3. Tujuan Penelitian

    1.3.1 Tujuan umum

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita abses

    leher dalam yang berobat di RSUP Sanglah Denpasar.

    1.3.2 Tujuan khusus

    1. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan jenis kelamin, umur.

    2. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan keluhan utama.

    3. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan diagnosis

    4. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan faktor penyulit

    5. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan kultur kuman

    6. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan sensitifitas antibiotika

    7. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan lama perawatan

    8. Mengetahui karakteristik penderita abses leher dalam yang berobat

    di RSUP Sanglah berdasarkan komplikasi

    1.4. Manfaat Penelitian

    Hasil penelitian dapat digunakan sebagai data dasar bagi penelitian

    selanjutnya dan menjadi acuan bagi penatalaksanaan abses leher dalam secara

    lebih baik.

  • 3

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Anatomi Leher

    Pada daerah leher, terdapat beberapa ruang potensial yang dibatasi oleh

    fascia servikal. Fascia servikal dibagi menjadi dua yaitu fascia servikalis

    superfisial dan profunda. Fascia servikalis superfisial terletak di bawah dermis

    dan terdiri dari jaringan fibroadiposa. Fascia ini membungkus saraf sensoris,

    pembuluh darah superfisialis, kelenjar limfe, muskulus platisma dan otot

    mimik. 3,8

    Fascia servikalis profunda terdiri dari jaringan ikat fibrus dan dibagi

    menjadi tiga lapisan yaitu lapisan superfisial, media dan profunda. Lapisan

    superfisial fascia profunda disebut juga investing layer. Rule of two dari lapisan

    superfisial ini adalah membungkus dua otot yang terletak diatas tulang hyoid

    yaitu muskulus masseter dan venter anterior muskulus digastrikus; dua otot leher

    yaitu muskulus trapezius dan muskulus sternokleidomastoideus; dua kelenjar

    ludah yaitu kelenjar parotis dan submandibula; dua ruang yaitu ruang parotis dan

    mastikator. 3,8

    Lapisan media fascia profunda yang disebut juga fascia servikal terdiri dari

    divisi muskular dan viscera. Divisi muskular membungkus muskulus

    sternohyoid, muskulus sternotiroid, muskulus tirohyoid dan muskulus omohyoid.

    Divisi viscera mengelilingi kelenjar paratiroid, kelenjar tiroid, esofagus, laring,

    muskulus konstriktor faring dan muskulus buccinator. 8

    Lapisan profunda fascia profunda disebut juga fascia prevertebra, terdiri

    dari divisi alar dan prevertebra. Divisi alar terletak diantara fasia bukofaringeal di

    anterior dan divisi prevertebra di posterior. Divisi alar merupakan dinding

    anterior dari ruang bahaya atau danger space. Fascia ini meluas dari basis kranii

    sampai vertebra torakal kedua. Divisi prevertebra terletak di depan kolumna

    vertebrae dan meluas ke lateral melewati otot prevertebra dan kemudian berfusi

    dengan prosesus transversus dan ligamen penyertanya. Fascia ini merupakan

    dinding anterior dari ruang prevertebra dan dinding posterior dari danger space. 8

  • 4

    Gambar 1. Potongan midsagital leher 8

    Ruang potensial leher dalam dibagi menjadi ruang yang meliputi

    keseluruhan panjang leher, ruang suprahioid dan infrahioid. Ruang yang

    melibatkan sepanjang leher terdiri dari ruang retrofaring, danger space, ruang

    prevertebra dan ruang karotis. Ruang retrofaring meluas dari basis kranii hingga

    bifurkasio trakea pada mediastinum superior. Ruang retrofaring berbatasan

    dengan selubung karotis di sisi lateral, fascia bukofaringeal di anterior dan divisi

    alar fascia prevertebra di posterior. Danger space berbatasan dengan ruang

    retrofaring di anterior dan ruang prevertebra di posterior, meluas dari basis kranii

    hingga diafragma. Ruang prevertebra meluas dari basis kranii hingga os

    coccygeus, berbatasan dengan danger space di anterior, tulang vertebra di

    posterior dan prosesus transversus di lateral. Ruang karotis atau disebut juga

    ruang visceral vaskular merupakan ruang potensial di dalam selubung karotis. Di

    dalam ruang ini terdapat arteri karotis, vena jugularis interna, nervus vagus dan

    pleksus simpatikus. 8,9

    Ruang suprahioid terdiri dari ruang submandibula, parafaring, parotis,

    mastikator, peritonsil dan temporal. Ruang submandibula terletak diantara

  • 5

    mukosa dasar mulut dan fascia profunda lapisan superfisial pada bagian bawah.

    Ruang ini dibatasi oleh os hyoid di posteroinferior, mandibula di anterior dan

    lateral serta dasar lidah di posterior. Ruang ini dibagi secara tidak komplit oleh

    muskulus milohyoid menjadi ruang sublingual pada bagian atas dan ruang

    submandibula dan submental di bagian bawah. Area submandibula dan

    submental dipisahkan oleh venter anterior muskulus digastrikus namun kedua

    area ini saling berhubungan secara bebas satu sama lainnya. Ruang submental

    dibatasi oleh os hyoid pada bagian inferior, mandibula pada bagian superior dan

    venter anterior muskulus digastrikus pada kedua sisi lateral. Ruang submental

    berisi vena jugularis anterior, nodus limfatikus submental, muskulus dan nervus

    milohyoideus, arteri fasialis cabang submental dan vena fasialis. 8,9

    Di dalam ruang parotis terdapat kelenjar parotis, pembuluh limfe, arteri

    karotis eksterna, arteri temporalis superfisialis, vena fasialis posterior, nervus

    fasialis dan nervus aurikulotemporalis. Lapisan superfisial fascia profunda

    berpisah di sekitar mandibula untuk membentuk ruang mastikator. Di ruang ini

    terdapat muskulus masseter, muskulus pterigoideus medial dan lateral, ramus dan

    korpus mandibula, tendon temporalis. Ruang mastikator terdiri dari ruang

    masseter dan ruang pterigoid. Ruang masseter terletak diantara ramus mandibula

    dan muskulus masseter sedangkan ruang pterigoid terletak diantara ramus

    mandibula dan muskulus pterigoideus. Ruang ini terletak di anterior dan lateral

    ruang parafaring dan inferior ruang temporal. 8,9

    Ruang peritonsil terletak lateral dari kapsul tonsil dan medial dari muskulus

    konstriktor superior. Arkus palatoglosus dan palatofaring membentuk batas

    anterior dan posterior ruang ini. Pada bagian inferior dibatasi oleh 1/3 bagian

    posterior lidah. 3,8

    Ruang temporal terletak diantara fascia temporalis pada bagian lateral dan

    periosteum bagian skuamosa os temporal pada bagian medial. Muskulus

    temporalis memisahkan ruang ini menjadi ruang superfisial dan profunda. 3,8

    Ruang infrahioid terdiri dari ruang viseral anterior dan suprasternal. Ruang

    viseral anterior atau disebut juga ruang pretrakeal terletak pada leher anterior dari

    kartilago tiroid kearah bawah sampai mediastinum superior setinggi vertebrae

  • 6

    torakal keempat. Ruang suprasternal terletak di