laporan pencemaran air

Download Laporan Pencemaran Air

Post on 02-Aug-2015

156 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Praktikum Laboratorium LingkunganKelompok Annis Rachmawati Sufiana Solihat Deri Baehakhi 083050010 083050016 083050005

Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung 2011

BAB I PENDAHULUAN

Kualitas sumber air dari sungai-sungai penting di Indonesia umumnya tercemar amat sangat berat oleh limbah organik yang berasal dari limbah penduduk, industri dan lainnya. Sungai mempunyai fungsi yang strategis dalam menunjang pengembangan suatu daerah, yaitu seringnya mempunyai multi fungsi yang sangat vital diantaranya sebagai sumber air minum, industri dan pertanian atau juga pusat listrik tenaga air serta mungkin juga sebagai sarana rekreasi air Berdasarkan klasifikasi dan kriteria mutu air dalam PP No.82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air, air sungai masuk pada kelas 1, yaitu air yang

peruntukkannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Tabel 1.1 Klasifikasi Dan Kriteria Mutu Air Berdasarkan PP No.82 Tahun 2001 PARAMETER SATUAN KETERANGAN KELAS I II III IV FISIKA Temperatur C Residu Terlarut Residu Tersuspensi mg/L 50 50 400 400 mg/L 1000 3 1000 3 1000 3 2000 5 Deviasi Deviasi Deviasi Deviasi Deviasi Tempertur dari Bagi pengolahan keadaan secara air minum konvensional, residu tersuspensi alamiah

KIMIA ANORGANIK ph

5000 mg/L

6-9 BOD COD DO Total Fosfat sbg P 3 sebagai N NO NH3-N mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 2 10 6 0,2 10

6-9 3 25 4 0,2 10

6-9 6 50 3 1 20

5-9 12 100 0 5 20

Apabila secara

Angka batas minimum alamiah di luar Bagi perikanan, kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka 0,02 rentang tersebut, mg/L sebagai

mg/L Arsen Kobalt Barium Boron mg/L mg/L mg/L mg/L

0,5 0,05 0,2 1 1

(-) 1 0,2 (-) 1

(-) 1 0,2 (-) 1

(-) 1 0,2 (-) 1

maka ditentukan NH3

berdasarkan

Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga

mg/L mg/L mg/L

0,01 0,01 0,05

0,05 0,01 0,05

0,05 0,01 0,05

0,05 0,01 0,01 Bagi pengolahan air minum secara konvension al, Cu 1 Bagi pengolahan air minum secara mg/L koncension al, Fe 5 Bagi pengolahan air minum secara mg/L konvension al, Pb 0,1

mg/L Besi mg/L Timbal

0,02

0,02

0,02

0,2

0,3

(-)

(-)

(-)

mg/L Mangan Air Raksa Seng mg/L mg/L

0,03

0,03

0,03

1

1 (-) (-) (-) 0,001 0,002 0,002 0,005 Bagi mg/L pengolahan air minum secara konvension al, Zn 5

mg/L Khlorida Sianida Fluorida mg/L mg/L mg/L

0,05 1 0,02 0,5

0,05 (-) 0,02 1,5

0,05 (-) 0,02 1,5

2 (-) (-) (-)

mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvension al, NO2_N Bagi ABAM 1 mg/L tidak dipersyarat

Nitrit sebagai N mg/L Sulfat Khlorin bebas mg/L Belerang sebagai H2S mg/L MIKROBIOLOGI 0,03 0,03 0,03 (-) mg/L 0,06 400 0,06 (-) 0,06 (-) (-) (-)

0,002 0,002 0,002 (-)

kan

Fecal coliform

jml/100 100 ml

Total coliform

jml/100

Bagi pengolahan air minum secara 1000 2000 2000 konvensional, fecal Coliform 2000 jml/ 100 ml dan Total coliform 10000 jml/100ml

1000 5000 10000 10000 RADIOAKTIVITAS ml Gross - A bg/L Gross - B bg/L KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak ug/L Detergen sebagai MBAS ug/L Senyawa Fenol ug/L Sebagai Fenol ug/L BHC ug/L Aldrin/Dieldrin ug/L Chlordane ug/L DDT ug/L Heptachlor dan ug/L Heptachlor dan Heptachlor epoxide Heptachlor ug/L epoxide Lindane ug/L Methoxyctor ug/L Endrin ug/L Toxaphan ug/L Keterangan : mg = miligram ug = mikrogram ml = militer L = liter Bq = Bequerel

0,1 1

0,1 1

0,1 1

0,1 1

1000 1000 1000 (-) 200 1 210 17 3 2 18 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 200 1 210 (-) (-) 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-)

56 35 1 5

(-) (-) 4 (-)

(-) (-) 4 (-)

(-) (-) (-) (-)

MBAS = Methylene Blue Active Substance ABAM = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum, kecuali untuk pH dan DO. Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. Nilai DO merupakan batas minimum. Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk, parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil

BAB II PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

2.1

Pengawetan Sampel Pengawetan sampel air adalah usaha untuk menghambat perubahan komposisi zat-zat tertentu yg ada didalam suatu contoh. Oleh karena itu meski contoh sudah diawetkan, pengujian terhadap parameter harus segera dilakukan agar hasil mencerminkan keadaan contoh pada waktu diambil. Tabel 2.1 Cara Pengawetan SampelNo. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Parameter pemeriksaan Suhu Warna Zat tersuspensi Kekeruhan Daya Hantar Listrik pH Alkliniti BOD Volume sample 100 500 200 100 500 100 200 1000 Pengawetan Analisa segera Didinginkan Didinginkan Disimpan di tempat gelap Didinginkan Analisa segera Didinginkan Didinginkan Waktu maks. pengawetan 0 2 hari 7-14 hari 1-2 hari 28 hari 2 jam 1-14 hari 6 jam 14 hari

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

CO2 COD Phosfat Kesadahan Mg2+ + Ca2+ Klor, Cl2 Logam Ammonium Nitrat Nitrat nitrit Nitrit N Kjeldahl

10 100 100 100 500 50 100 200 100 500

Dianalisa segera Diasamkan (pH < 2) dengan H2SO4 Penyaringan segera kemudian dibekukan -100C Diasamkan (pH < 2) dengan HNO3 Dianalisa segera Penyaringan segera; Diasamkan (pH < 2) dengan HNO3 Dianalisa segera; Diasamkan (pH < 2) dengan H2SO4 Diasamkan (pH < 2) dengan H2SO4 Dianalisa segera atau dibekukan -200C Dianalisa segera atau dibekukan -200C Didinginkan atau Diasamkan (pH < 2) dengan H2SO4

0 7-28 hari 2 hari 6 bulan 0.5-2 jam 6 bulan 7-28 hari 2 hari 0-28 hari 0-2 hari 7-28 hari

- Cara elektroda khusus: 20. Oksigen 300 Analisa segera Cara titrasi winkler: Diasamkan (pH < 2) dengan H2SO4

0.5-1 jam

8 jam

Sumber: Modul Praktikum Laboratorium Lingkungan, 2011 2.2 Parameter yang dianalisa Meskipun murni, air selalu dikatakan berwarna biru-hijau apabila volume air cukup banyak. Suatu hal yang penting untuk membedakan antara warna asli air (true colour) dan warna semu (apparent colour) . Warna air adalah sifat fisik air yang disebabkan oleh karakteristik zat-zat yang terdapat di dalam air, bukan disebabkan oleh molekul-molekul itu sendiri, karena air murni itu tidak berwarna. Warna dalam air alam dibedakan atas : a. b. Warna sejati, yaitu warna di dalam air yang disebabkan oleh adanya senyawa organik yang larut, seperti pelapukan dedaunan atau ranting pohon Warna semu, yaitu warna di dalam air yang disebabkan oleh zat-zat tersuspensi (kekeruhan). Disebut warna semu karena sifat warna tersebut akan hilang apabila air tersebut disaring atau disentrifuge.

2.2.1 Warna

Metode Metode yang dilakukan dalam percobaan warna ini adalah metode Colorimetri. Colorimetric merupakan salah satu metoda pengukuran konsentrasi suatu zat secara kuantitatif dengan melihat karakter warna yang proporsional terhadap konsentrasi zat yang diukur. Prinsip percobaan Warna air dibandingkan dengan standar yang terbuat dari K 2PtCl6 dan Cobalt. Pereaksi Larutan stock standar warna Pt-Co Larutkan 1.246 gr K2PtCl6 atau 0.5 g Pt dan 1.0 CoCl2 dengan aquadest. Tambahkan 100 ml HCL pekat, kemudian encerkan dengan aquadest sampai volume 1 liter. Larutkan standar ini mengandung 500 unit Pt-Co.

Larutan standar warna Pt-Co Buat sederatan larutan standar warna Pt-Co dalam tabung nestler dengan cara mengencerkan stock standar warna Pt-Co, yang akan dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2.2 parameter Larutan standar warna Pt-Co No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Larutan stock (ml) 0.50 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 Aquadest (ml) 49.5 49 48 47 46 45 Unit Pt-Co 5 10 20 30 40 50

Sumber: Modul Praktikum Laboratorium Lingkungan, 2011 Cara Kerja Pengukuran warna sejati (true color)

Pisahkan zat tersuspensi dari sample air dengan cara disentrifuge atau disaring Masukan sampel yang terlah dicentrifuge ke dalam tabung nessler 50 ml sampai tanda batas Bandingkan warna dengan contoh air tersebut dengan larutan larutan baku (standar) yang tersedia dengan cara melihatnya dari bagian atas cairan dengan alas putih Catat unit warna larutan baku yang sesuai dengan contoh air Pengukuran warna semu (apparent color) Kocok sampel air dengan sempurna Masukan sampel air tersebut ke dalam tabung nessler 50 ml yang lainnya sampai tanda batas Bandingkan dengan warna-warna contoh air tersebut dengan larutan-larutan baku yang tersedia Cata unit warna larutan baku yang sesuai dengan contoh air. Hasil analisa Dikarenakan dengan kurangnya fasilitas untuk ketersediaan bahan, maka pada pengamatan warna ini tidak dilakukan, sehingga tidak ada hasil yang diperoleh. 2.2.2 Kekeruhan Kekeruhan dalam air tanah biasanya disebakan karena adanya zat padat yang tersuspensi yang bersifat anorganik dan organic sedangkan zat organic. Kekeruhan dalam air disebabkan oleh zat-zat yang tersuspensi (tidak larut). Sumber kekeruhan dalam air dapat berasal dari berbagai kegiatan manusia, seperti kegiatan pertanian, pertambangan terbuka, sehingga banyak tanah yang terbawa oleh aliran air hujan. Partikel-partikel yang tersuspensi tersebut dapat berupa senyawa organic yang berasal dari pelapukan tanaman atau hewan dan zat anorganik yang biasanya berasal dari lapisan batuan ataupun logam, yang dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan, estetika dan proses desinfeksi. Untuk pengukuran kekeruhan dalam air, selain menggunkan alat turbidimeter helliege dapat juga dengan alat-alat spesifik lainnya. Untuk setiap alat turbidimeter selalu dilengkapi dengan cara penggunaannya. Satuan kekeruhan dalam air dapat dinyatakan dengan satuan mg/l