laporan pelaksanaan ogi 2014_final.pdf

Download Laporan Pelaksanaan OGI 2014_Final.pdf

Post on 13-Jan-2017

219 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • REPUBLIK INDONESIA

    LAPORAN PELAKSANAAN OPEN GOVERNMENT INDONESIA /

    OPEN GOVERNMENT INDONESIA SELF-ASSESSMENT REPORT

    TAHUN 2014

    Jakarta, 30 April 2015

  • Laporan Pelaksanaan OGI 2014 FINAL

    1

    DAFTAR ISI

    1. Ringkasan Eksekutif

    2. Pendahuluan: Dinamika OGI 2014 & Peran Indonesia sebagai

    Ketua OGP (2013/2014)

    3. Rencana Aksi Open Government Indonesia 2014-2015

    4. Proses Penyusunan Rencana Aksi: Lebih Transparan dan Lebih

    Partisipatif

    5. Struktur Rencana Aksi

    6. Pencapaian Rencana Aksi

    7. Komitmen Unggulan OGI 2014

    8. Penutup

  • Laporan Pelaksanaan OGI 2014 FINAL

    2

    1. Ringkasan Eksekutif Tahun 2014 adalah tahun bersejarah dalam partisipasi Indonesia di dalam Open Government Partnership (OGP). Indonesia mendapat kehormatan untuk menjalankan peran sebagai Ketua Pemerintah OGP. Sebagai Ketua, Indonesia mengemban tugas penting di dalam menentukan prioritas selama satu tahun dan memantapkan pelaksanaan visi misi OGP sebagai sebuah organisasi multilateral global. Dalam konteks dalam negeri, selama tahun 2014, kegiatan kunci pemerintah Indonesia adalah perumusan Rencana Aksi (Renaksi) Open Government Indonesia 2014-2015. Proses perumusan berlangsung sekitar 6 (enam) bulan dari Desember 2013-Mei 2014. Renaksi OGI 2014-2015 menekankan pada proses pelibatan masyarakat yang lebih intensif dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai respon pemerintah terhadap salah satu kritik utama publik terhadap kinerja pemerintahan pada umumnya dan perumusan rencana aksi OGI tahun-tahun sebelumnya secara khusus. Mitra Kementerian dan Lembaga (K/L) yang turut serta dilibatkan dalam perumusan Renaksi 2014-2015 juga berjumlah dua kali lipat lebih banyak. Hal ini dilakukan untuk menyebarluaskan semangat dan praktek keterbukaan di lebih banyak instansi pemerintah. Dari 64 komitmen yang tertuang di dalam Renaksi 2014, 35 (55%) komitmen berhasil mencapai target keberhasilan, 17 (26%) komitmen masih dalam proses penyelesaian, dan 12 (19%) komitmen tidak tercapai. Dua komitmen unggulan yang menjadi terobosan dalam Renaksi 2014-2015 meliputi inisiatif Portal Open Data sebagai pengejawantahan UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan pengembangan saluran aspirasi dan pengaduan publik nasional melalui LAPOR! sebagai pengejawantahan UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik. Pelaksanaan Renaksi OGI sepanjang tahun 2014 membawa berbagai pembelajaran di tengah masa transisi politik yang diiringi dengan semakin kuatnya dorongan masyarakat akan pemerintahan yang lebih baik dan partisipatif. Salah satu pembelajaran penting adalah perlunya memastikan transparansi terlaksana di setiap tahapan. Pemerintah dan publik perlu terus mempererat hubungan kerja maupun komunikasi dua arah yang harmonis agar tujuan pelaksanaan keterbukaan dapat tercapai dan membawa dampak positif terhadap perbaikan pelayanan publik. Proses perumusan laporan pelaksanaan OGI 2014 kiranya dapat menjadi masukan berguna bagi pencapaian OGI di 2015 maupun penyusunan Rencana Aksi 2016-2017 di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo

  • Laporan Pelaksanaan OGI 2014 FINAL

    3

    2. Pendahuluan: Dinamika Open Government Indonesia 2014 & Peran Indonesia sebagai Ketua OGP (2013/2014) Perjalanan Indonesia dalam melaksanakan inisiatif Open Government Partnership (OGP) semakin mengakar dan menguat sejak OGP diresmikan di bulan September 2011. Keterbukaan Pemerintah tidak hanya merupakan katalisator utama untuk reformasi, namun juga bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan Indonesia dan agenda reformasi. Banyak dari pilar-pilar OGP yang identik dengan tema utama reformasi birokrasi Indonesia, seperti pemerintahan yang bersih, akuntabel, dapat dipercaya, dan responsif. Tiga Renaksi Open Government Indonesia (tahun 2012, 2013 dan 2014-2015) sudah digulirkan, dua Laporan Pelaksanaan OGI/ Government Self-Assessment Reports (GSAR)1 telah terpublikasikan, dan dua Independent Report Monitoring (IRM)2 telah dijadikan bahan refleksi bagi pemangku kepentingan OGP di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil juga semakin menguat terutama melalui kerja sama Tim Inti Open Government Indonesia (OGI). Hal ini ditandai dengan berkembangnya jumlah anggota Tim Inti OG, dari 5 (lima) Kementerian dan 4 (empat) CSO di tahun 2012 menjadi 7 (tujuh) Kementerian dan 7 (tujuh) CSO semenjak 20133. Rapat Tim Inti untuk membahas capaian dan agenda kegiatan open government diadakan secara regular, minimal satu kali setiap triwulan. Selain Tim Inti OGI, pembahasan Renaksi juga melibatkan berbagai perwakilan dari akademisi, asosiasi pengusaha swasta Indonesia, lembaga donor, perwakilan generasi pemuda, dan berbagai pihak yang terkait. Ketika membicarakan perkembangan gerakan open government di Indonesia, ada dua dimensi yang harus senantiasa kita kaji, yaitu pelaksanaan gerakan open government di dalam negeri, dan peran Indonesia di dalam perkembangan internasional Open Government Partnership (OGP). Laporan ini akan menitikberatkan capaian implementasi gerakan Open Government Indonesia selama tahun 2014, namun demikian paparan singkat atas kontribusi Indonesia dalam memperkuat fondasi organisasi OGP dan memperluas jaringan OGP di kawasan Asia diikutsertakan dalam laporan ini untuk melengkapi spektrum pengetahuan masyarakat atas kiprah Indonesia di dalam mengembangkan gerakan open government.

    1 Laporan Pelaksanaan OGI adalah laporan tahunan atas capaian keberhasilan renaksi OGI yang dipublikasikan oleh pemerintah Indonesia. Dalam nomenklatur internasional atau dalam konteks sistem pelaporan OGP internasional, laporan pelaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah dinamakan Government Self-Assessment Report. Laporan yang dibuat oleh tim independen sebagai 2 Pada saat penulisan GSAR ini, IRM Progress Report 2013 Indonesia sedang memasuki tahap open for public comment sampai dengan 2 April 2015. 3 Anggota Tim Inti OGI per September 2014 adalah (dari pemerintah) UKP4, Bappenas, KemPanRB, KemKominfo, Kemlu, Kemendagri, Komisi Informasi Pusat dan (dari CSO) Pattiro, Transparancy International Indonesia, Seknas Fitra, ICEL, Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh, JARI Indonesia, Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Makassar.

  • Laporan Pelaksanaan OGI 2014 FINAL

    4

    Keketuaan Indonesia di OGP: Perkuat Fondasi OGP dan Utamakan Prinsip Partisipasi Publik Sebagai salah satu negara pendiri OGP, Indonesia memainkan peran yang begitu penting di tampuk kepemimpinan global OGP di sepanjang tahun 2014, yakni sebagai Ketua Pemerintah (Lead Government Chair), didampingi oleh Mexico sebagai Wakil Ketua Pemerintah (Support Government Chair), Rakesh Rajani dari Twaweza dan Suneeta Kaimal dari Natural Resources Governance Institute (NRGI) yang masing-masing berperan sebagai Ketua CSO (Lead CSO Chair) dan Wakil Ketua CSO (Support CSO Chair). Keketuaan Indonesia di OGP berlangsung dari Oktober 2013 sampai dengan September 2014. Tiga visi misi Indonesia selama menjadi Ketua OGP adalah: 1) memperkuat fondasi OGP sebagai organisasi global; 2) memperluas outreach OGP di kawasan Asia Pasifik; 3) memperkuat implementasi komitmen OGP di Indonesia. Untuk menjalankan visi misi di atas, Pemerintah Indonesia memfokuskan partisipasi publik sebagai sebuah langkah strategis dalam mendorong pemerintahan yang terbuka. Partisipasi publik dipilih sebagai tema utama dari Keketuaan karena di samping partisipasi publik adalah suatu prinsip dasar dan kunci keberhasilan dari suatu pemerintahan yang terbuka, namun di sisi lain, pelaksanaan dan pengejewantahan prinsip partisipasi publik tidak semudah yang dibayangkan dan diharapkan. Ada banyak kepentingan pribadi dan kelompok yang bertabrakan dan saling ingin didahulukan di atas kepentingan kesejahteraan publik. Atas dasar inilah, pemerintah Indonesia percaya bahwa yang dibutuhkan adalah komitmen dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk mengawali proses pembelajaran dengan melaksanakan pelibatan publik di setiap proses perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasinya. Di akhir keketuaan Indonesia, 4 (empat) capaian utama yang dapat dilaporkan ke publik yaitu:

    1. Diluncurkannya OGP Strategi 2015-2018 sebagai panduan utama negara anggota dan seluruh pemangku kepentingan OGP di dalam mengembangkan OGP sebagai organisasi berskala global yang bisa membawa dampak positif terhadap tingkat kesejateraan masyarakat global (http://www.opengovpartnership.org/sites/default/files/attachments/4YearAP-Online.pdf).

    2. Indonesia mengadakan 3 (tiga) kegiatan berskala regional dan internasional untuk memperluas jangkauan dan pengenalan publik internasional terhadap OGP:

    a. Konferensi Regional Asia Pacific OGP (OGP Asia Pacific Regional Conference), 6-7 Mei 2014, Bali4

    4 Tautan informasi lengkap tentang kegiatan ini bisa diakses melalui: http://events.opengovindonesia.org/materials

  • Laporan Pelaksanaan OGI 2014 FINAL

    5

    b. Pertemuan Tingkat Tinggi OGP (OGP High-Level Event) di sela-sela Sidang Umum PBB ke-69, 24 September 2014, New York5

    c. OGP Roadshow Asia Pacific (Phnom Penh, Malaysia, Port Moresby, dan Yangon), Oktober 2014-Januari 20156

    3. Pengarusu

Recommended

View more >