laporan kasus morbili dan diare

Download Laporan Kasus Morbili Dan Diare

Post on 15-Jul-2015

393 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

5x..Identitas pasienNama Usia Agama Suku Alamat Reg,Med Masuk RS Anamnesis : An.S : 1 tahun 9 bulan : Islam : Etnis sunda : Tegal panjang mekar jaya RT 01/01 Kec. Mande : 413954 : 29/07/11, 22.41 : 30/07/11, 19.00

Anamnesa (Alloanamnesis) Keluhan Utama Demam sejak 5 hari SMRS Riwayat Penyakit Sekarang Demam terus menerus, muncul mendadak, disertai batuk, produktif, sering, pilek ada, muntah hanya setelah batuk, berisi makanan yang dimakan, tidak berwarna hitam,frekuensi 2-3x/ hari, banyaknya gelas, BAB cair dengan ampas sedikit berwarna kuning, terdapat lendir, dan tidak ada darah, frekuensi 4-5x/ hari banyaknya gelas, mata merah, bengkak, nyeri, berair, bercak merah sejak 1 hari SMRS, awalnya tampak pada wajah, namun sudah menyebar ke seluruh tubuh. Anak tampak kehausan, saat diberi ASI tampak bibirnya mengikuti dada ibunya, dan menangis keras saat dilepas. Keluhan tidak disertai dengan kejang, penurunan kesadaran, mimisan, keluar cairan dari telinga, BAK normal tidak nyeri, berwarna kuning keruh, frekuensi 2-3x/hari, tidak ada riwayat kontak dengan penderita campak sebelumnya, tidak ada riwayat bepergian kedaerah endemis malaria sebelumnya. Riwayat Penyakit Dahulu hal yang sama disangkal, TB paru disangkal Riwayat Pengobatan

sudah diobati sebelumnya dipuskesmas, namun tidak ada perubahan pasien mengaku obat yang diberi hanya penurun panas dan antibiotik. Riwayat Penyakit Keluarga Hal yang sama dari keluarga disangkal, TB paru disangkal Riwayat Kelahiran dan Kehamilan Ibu pasien selalu memeriksakan kehamilannya secara rutin dibidan Bayi lahir cukup bulan dirumah dibantu oleh bidan secara spontan langsung menangis, BBL dan PBL pasien lupa. Riwayat Imunisasi (usia 21 bulan) BCG 1x Hepatitis B 3x Polio 4x DPT 4x Campak (-) Kesimpulan : riwayat imunisasi dasar tidak lengkap Pertumbuhan dan Perkembangan (usia 21 bulan) o Motorik kasar : mulai merangkak usia 6 bulan, berdiri dan berjalan usia 12 bulan

o Motorik halus : Memegang benda dan membenturkannya usia 6 bulan, Suka memasukkan benda kedalam mulut usia 9 bulan o Bahasa : Papa mama dengan jelas usia 11 bulan

o Personal sosial : Takut pada orang lain usia 6 bulan, mulai bermain dengan anakanak lain usia 18 bulan Kesimpulan : riwayat tumbuh kembang sesuai usia Riwayat Makanan

2

ASI diberikan sampai sekarang, usia 6 bulan sudah diberikan bubur susu, usia 12 bulan sudah diberikan makanan keluarga.

Pemeriksaan FisikKU : tampak rewel Tanda Vital : Suhu : 38,8 0 C Nadi : 120 x/menit RR : 48 x/menit Status Gizi BB : 9,5 kg TB : 80 cm Status gizi : BB/U : 76 % (tanpa edema gizi kurang) TB/U : 94 % (baik) BB/TB : 83 % (gizi kurang)

Status Generalisata Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Leher Normocephal, ruam mukopapular pada seluruh wajah Mata merah (+/+), conjunctiva hiperemis (+/+), mata cekung (+), air mata (+/+), sklera ikterik (-/-) Pernapasan cuping hidung (-), sekret (-) Sekret (-) Peri oral sianosis (-), bibir tampak kering, lidah kotor (-) Pembesaran kelenjar getah bening (-), thyroid (-), retraksi supracostae (-)

Dada (paru) Inspeksi

Dada tampak simetris, retraksi intercostae (-), ruam mukopapular (+) 3

Palapasi Perkusi Auskultasi

Vocal fremitus sama pada kanan dan kiri paru Sonor pada kedua lapang paru Vesicular, ronchi (+/+), wheezing (-/-)

Cor Inspeksi Palapasi Perkusi Auskultasi

Ictus cordis tidak tampak Ictus cordis tidak teraba Batas kanan jantung linea sternalis dextra, batas kiri jantung linea midclavicularis sinistra Bunyi jantung I dan II murni reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen Inspeksi Auskultasi Palapasi Perkusi

Kembung, retraksi epigastrium (+), ruam mukopapular (+) Bising usus (+) meningkat Hepatomegali (-), spleenomegali (-), nyeri tekan (-), turgor kembali lambat Tympani

Ekstremitas Acral hangat, RCT < 2 detik, edema (-), sianosis (-), ruam mukopapular (+)

LaboratoriumParameter WBC LY % MO% GR% LY # MO# GR# RBC Nilai 8,3 103/L 24,9 L % 10,3 % 64,8 H % 2,1 L 103/L 0,4 103/L 5,3 103/L 4,82 105/L 4 Parameter MCH MCHC PLT RDW PCT MPV PDW Nilai 21,2 Pg 32,1 g/dl 354 103/L 14,9 % 0,18 % 5,1 L Fl 19,0 H %

HGB HCT MCV

10,2 g/dl 31,8 % 66,0 Fl

ResumeAnamnesis ; perempuan usia 21 bulan dari ibunya mengeluh demam terus menerus, muncul mendadak, disertai batuk, produktif, pilek (+), muntah (+) hanya setelah batuk, tidak berwarna hitam, frekuensi 2-3x/ hari, banyaknya gelas, BAB cair ampas (+) sedikit berwarna kuning, lendir (+), darah(-), frekuensi 4-5x/ hari banyaknya gelas, mata merah, bengkak, nyeri, berair, bercak merah awalnya tampak pada wajah, namun sudah menyebar ke seluruh tubuh. Anak tampak kehausan, saat diberi ASI tampak bibirnya mengikuti dada ibunya, dan menangis keras saat dilepas. BAK normal tidak nyeri, berwarna kuning keruh, frekuensi 2-3x/hari, Pemeriksaan fisik ; pasien rewel, dengan gizi kurang, suhu febris, pernapasan cepat, tampak ruam pada seluruh tubuh, mata merah, conjunctiva hiperemis, mata cekung, air mata masih ada, ebdomen tampak kembung, tampak retraksi epigastrium, bising usus terdengar meningkat, turgor kulit kembali lambat. Laboratorium ; leukosit normal, trombosit normal

Diagnosa KerjaMorbili + Bronchopenumonia + Diare cair akut dengan dehidrasi ringan sedang DD : Morbili + TB paru + Diare cair akut dehidrasi ringan sedang

Rencana Terapi Rl 9,5x75 / 12 dilanjutkan 9,5 x (50+100+80)/96 Zinc 1x1 cth Lacto-B 4x1 sach Propyretik 80 mg supp (bila demam) Taxegram 2 x 475 mg IV Gentamicin 2 x 21 mg IV 5

Vitamin A 200.000 IU

TINJAUAN PUSTAKA 1. MORBILI a. Definisi Morbili/campak adalah penyakit yang akut yang sangat menular, disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya menyerang anak. b. Epidemiologi Di Indonesia, menurut survei badan kesehatan rumah tangga campak menduduki tempat ke-5 dalam 10 urutan penyakit utama pada bayi (0-7%) dan tempat ke-5 dalam urutan 10macam penyakit utama pada anak umur 14tahun. c. Etiologi Penyebabnya adalah virus morbili yang terdapat dalam sekret nasofaring dan darah selama masa prodormal sampai 24 jam setelah timbul bercak-bercak. Virus ini berupa virus RNA yang termasuk famili Paramiksoviridae, genus Morbilivirus. Cara penularan dengan droplet infeksi. d. Patofisiologi

6

e. Manifestasi Klinis: Masa inkubasi 10-20 hari Timbul gejala-gejala yang dibagi dalam 3 stadium 1. Stadium Kataral (prodormal) 4-5 hari Demam ringan-sedang Batuk kering ringan, Coryza Fotofobia Konjungtivitis.

Menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sebelum timbul enantema, timbul bercak koplik spot tanda patognomonik bagi morbili, Bercak tersebut muncul dan menghilang dengan cepat dalam waktu 12-18 jam. 2. Stadium Erupsi Coryza dan batuk-batuk bertambah. Eritema makulopapular di mulai dari telinga-wajah-badan-eksremitas (pola cephalocaudal) 7

-

Rasa gatal Perbesaran KGB pada sudut mandibula dan bagian belakang oksipital.

3. Stadium Konvalesensi Erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna lebih tua (hiperpigmentasi) dan mengelupas. bisa hilang sendiri. f. Penyulit Laringitis Distress saluran nafas, sesak, sianosis, dan stridor Bronkopneumoni Batuk, sesak nafas, meningkatnya frekuensi nafas, dan adanya ronkhi halus Enteritis Muntah dan mencret Konjungtivitis Otitis media Kejang demam Ensefalitis SSPE (Subacue Sclerosing Panencephalitis) dll

g. Penatalaksanaan Anak harus diberi cukup cairan dan kalori Atasi gejala simptomatik : antipiretik, antitusif, ekspektoran dan antikonvulsan.

8

Beri vitamin A 50.000 IU (anak < 6 bulan), 100.000 IU (anak 6-11 bulan) atau 200.000 (anak usia 12 bulan-5 tahun). Bila disertai dengan penuyulit Bronkopneumonia Antibiotik Ampisilin 100 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis i.v kombinasi dengan kloramfenikol 75 mg/kgBB/hari. i.v dan 4 dosis sampai gejala sesak berkurang dan pasien dapat minum obat per oral. Enteritis Pada keadaan berat anak mudah jatuh dalam dehidrasi. Pemberian cairan iv dapat dipertimbangkan apabila terdapat enteritis dan dehidrasi. Otitis mdia Antibiotik kotrimoksazole + sulfametoksazole (TMP 4 mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis) Ensefalopati Reduksi jumlah pemberian cairan hingga kebutuhan untuk mengurangi edema otak disamping pemberian kortikosteroid. Koreksi elektrolit dan gangguan gas darah.

2. BRONKOPNEUMONI a. Definisi Bronkopneumonia (Pneumonia Lobularis) adalah peradangan pada parenkim paru yang melibatkan bronkus/bronkiolus yang berupa distribusi berbentuk bercak-bercak (patchy distribution). Konsolidasi bercak berpusat disekitar bronkus yang mengalami peradangan multifokal dan biasanya bilateral.

9

b. Epidemiologi Pneumonia merupakan penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak berusia < 5 tahun. Diperkirakan hampir seperlima kematian anak diseluruh dunia, lebih kurang 2 juta anak balita meninggal setiap tahun akibat pneumonia. c. Etiologi Usia Lahir 20 hari Etiologi yang sering Bakteri E. colli Streptoccus group B Listeria monocytogenes Etiologi yang jarang Bakteri Bakteri anaerob Streptoccous group D Haemophilllus influenzae Streptococcus pneumoniae Ureaplasma urealyticum Virus Virus sitomegalo Virus Herpes simpleks Bakteri Bordetella pertusis Haemophilus influenzae tipe B Moraxella catharalis Staphylococcus aureus Ureaplasma urealyticum Virus Virus sitomegalo Bakteri Haemophillus influenzae tipe B Moraxella catharalis 10

3 minggu 3 bulan

4 bulan 5 tahun

Bakteri Chlamydia trachomatis Streptococcus pneumoniae Virus Virus Adeno Virus Influenza Virus Parainfluenza 1,2,3 Respiratory Syncytial Virus Bakteri Chlamydia pneumoniae Mycoplasma pneumoniae

5 tahun remaja

Streptococcus pneumoniae Virus Virus Adeno Virus Influenza Virus Parainfluenza Virus Rino Respiratory Syncytial virus Bakteri Chlamydia pneumoniae Mycoplasma pneumoniae Streptococcus pneumoniae

Neisseria meningitidis Staphyl