laporan kasus morbili

Click here to load reader

Post on 18-Nov-2015

12 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Semoga bermanfaat

TRANSCRIPT

BAB I

KASUSIDENTITAS PASIEN Nama pasien

: An. N Usia

: 3 tahun 3 bulan Jenis kelamin

: Laki-Laki Nama orangtua : Tn. B Alamat

: Jakarta selatan Masuk Rumah Sakit : 15 Maret 2014 No kamar/bangsal : Ruang IsolasiANAMNESIS/ALLOANAMNESISKeluhan Utama

Timbul bercak-bercak kemerahan di seluruh tubuh sejak 1 hari SMRSKeluhan Tambahan

Demam, Batuk.Riwayat Penyakit Sekarang

OS datang ke RS dengan keluhan timbul bercak kemerahan diseluruh tubuh sejak 1 hari SMRS, awalnya dimulai dari wajah kemudian ke badan, ke tangan, dan kaki. Sebelumnya OS demam sejak 2 hari SMRS, demam langsung tinggi, demam terus menerus. OS juga batuk sejak 2 hari SMRS, batuk berdahak, dahak susah dikeluarkan. Sesak (-), mual (-), muntah (-), BAK dan BAB lancar. Nafsu makan dan minum menurun.Riwayat penyakit dahulu

Baru pertama kali merasakan keluhan seperti ini. Baru pertama kali dirawat di RS. Riwayat kejang demam (-), riwayat TB paru (-), riwayat asma (-), riwayat demam berdarah (-)Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada yang mengalami keluhan seperti pasien Kejang demam disangkal

TB paru disangkalRiwayat kelahiran

Ibu rutin periksa ke dokter, lahir spontan (Normal), cukup bulan, langsung menangis, BB : 2600 gr, PB : 48 cmRiwayat Imunisasi Hepatitis = pada usia 0, 1, 6 bulan Polio

= pada usia 0, 2, 4, 6 bulan

BCG

= pada usia 2 bulan

DPT

= pada usia 2, 4, 6 bulan

Campak= pada usia 9 bulanRiwayat makan Sebelum sakit teratur, setelah sakit jadi malas makanRiwayat Tum-Bang Merangkak Usia 7 bulan Berdiri dengan bantuan usia 9 bulan Berjalan usia 12 bulan Kesan : perkembangan sesuai usiaRiwayat Pengobatan

Belum minum obatRiwayat alergi

Tidak ada alergi makanan dan obat-obatanPEMERIKSAAN FISIK KU : tampak sakit sedang

Kesadaran : Compos Mentis TTV

Suhu : 36,70 C

nadi : 98 x/menit, irama teratur, kualitas baik, isi cukup RR : 26 x/menit Antropometri

BB : 13 kg

TB : 91 cm

BB/U : 13/16 x 100 % = 81,2% TB/U : 91/97 x 100 % = 93,8% BB/TB : 13/14 x 100 % = 92,8% Status Gizi : Kesan Gizi baik Kepala dan Leher: Kepala: Normochepal, Ubun-Ubun besar menutup, ruam makulopapular (+) Rambut: Rambut hitam, tidak mudah dicabut Mata: Konjungtiva pucat (-/-), konjungtiva hiperemis (-/-), sklera ikterik (-/-), edema palpebra (-/-), mata cekung (-/-) Telinga: Normotia, serumen (+/+) Hidung: Deviasi septum nasi (-), pernapasan cuping hidung (-/-), sekret (-/-), pendarahan (-/-) Mulut: Bibir lembab, mukosa mulut basah, perdarahan gusi (-), tonsil T1,T1, faring hiperemis (-) Leher:Pembesaran KGB dan tiroid (-) Pemeriksaan Toraks

Paru :

Inspeksi : dada simetris kanan dan kiri, retraksi interkosta (-), bagian dada yang tertinggal (-)

Palpasi : vokal fremitas normal

Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru,

Auskultasi : vesikular (+/+), Ronki (-/-), wheezing (-/-), Jantung :

Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi : Ictus cordis teraba pada ICS V linea midclavivularis sinistra

Perkusi : Redup Auskultasi : BJ I & II murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

Pemeriksaan Abdomen

Inspeksi : perut tampak datar Auskultasi : Bising Usus (+) Palpasi : abdomen supel, hepar dan lien tidak teraba, turgor kulit kembali cepat

Perkusi : timpani pada 4 kuadran abdomen Ekstremitas :

atas : akral hangat, edema (-/-), sianosis (-), RCT < 2 detik

Bawah : akral hangat, edema (-/-), sianosis (-), RCT < 2 detik

Inguinal : pembesaran kelenjar inguinal (-) Anus

: dalam batas normal Genitalia : dalam batas normalPEMERIKSAAN PENUNJANG15/3/2014Jenis pemeriksaanHasilNilai rujukanSatuan

HemoglobinHematokritTrombositLeukosit10,73249213,910,7 14,731 43229 - 5535,50 15,5g/dll%103 /uL103 /uL

RESUME

AnamnesisOS datang ke RS dengan keluhan timbul bercak kemerahan diseluruh tubuh sejak 1 hari SMRS, awalnya dimulai dari wajah kemudian ke badan, ke tangan, dan kaki. Sebelumnya OS demam sejak 2 hari SMRS, demam langsung tinggi, demam terus menerus. OS juga batuk sejak 2 hari SMRS, batuk berdahak, dahak susah dikeluarkan. Pemeriksaan Fisik Ditemukan ruam makulopapular diseluruh badanAssesment

Ruam makulopapular Demam Intake sulit Batuk PilekWorking DiagnosisDiagnosis klinis

Morbili ISPADiagnosis Tumbuh kembang

Tumbuh kembang sesuai usia

Diagnosis Imunisasi

Imunisasi lengkapDiagnosis Gizi

Gizi baikTerapi Infus RL 11 tpm ( 1150/24 = 11 tpm makro = 44 tpm mikro) Naprex syr. 3x1/2 cdo (isi paracetamol. dosis 10-15mg/kgBB/x) Codipront syr. 3x1/2 cdo (Tiap 1 sendok takar obat (5 ml) mengandung : Codeine anhydrate 11,11 mg, Phenyltoloxamine 3,67 mg. dosis codein 1mg/kgbb/hari(3x), dosis phenyltoloxamine 0.35mg/kgbb/hr(3x)) Cefotaxime 2x500 mg (dosis 50-100mg/kgbb/x(2x)) Vitamin A 1x200.000 ui (1 tahun 200.000 ui)BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

Morbili atau dengan Campak, Measles, Rubeola merupakan penyakit akut yang sangat menular, disebabkan oleh infeksi virus yang pada umumnya menyerang anak. Virus campak dapat menyebabkan penyakit akut pada anak yang dimulai dari traktus respiratorius bagian atas, selanjutnya menyebar ke organ dan jaringan sehingga mengakibatkan berbagai gejala klinis.Etiologi

Penyebabnya adalah virus yang tergolong dalam famili Paramyxovirus yaitu genus virus morbili. Virus ini terdapat dalam sekret nasofaring dan darah selama masa prodromal dan dalam waktu yang singkat setelah timbul ruam.

Virus ini sangat sensitif terhadap panas dan dingin, dan dapat diinaktifkan pada suhu 300C dan -200C, sinar ultraviolet, eter, tripsin, dan betapropiolakton. Cara penularan penyakit ini dengan droplet dan kontak langsung dengan penderita.

Epidemiologi

Biasanya penyakit ini timbul pada masa kanak-kanak dan menyebabkan kekebalan seumur hidup. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapat kekebalan secara pasif (melalui plasenta) sampai umur 4-6 bulan dan setelah umur tersebut kekebalan mulai berkurang sehingga bayi dapat menderita morbili.

Bila ibu menderita morbili pada trimester pertama, kedua dan ketiga kehamilan, maka mungkin akan melahirkan anak dengan kelainan bawaan, berat badan lahir rendah, lahir mati, atau anak yang kemudian meninggal sebelum usia 1 tahun.

Bila ibu tidak /belum menderita morbili maka bayi yang dilahirkan tidak memiliki kekebalan terhadap morbili. Sedangkan ibu yang menderita morbili pada usia kehamilan 1-2 bulan, 50 % kemungkinan dapat menyebabkan abortus.

Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 2002 masih tinggi sekitar 3000-4000 per tahun demikian juga frekuensi terjadinya kejadian luar biasa tampak meningkat dari 23x pertahun sampai 174. Namun case fatality rate telah dapat diturunkan dari 5,5% menjadi 1,2 %. Umur terbanyak menderita campak adalah