lap.lengkap pewarna newww

of 30 /30
BAB I PENDAHULUAN Analisis bahan makanan adalah suatu tahap yang sangat penting dalam industri makanan pada khususnya kesehatan masyarakat luas pada umumnya. Karena melalui analisis bahan makanan bisa tahu bahan-bahan apa yang terkandung didalam suatu makanan sehingga tubuh dapat diminimalkan atau dibuang (Anonim, 2012). Penentuan mutu bahan makanan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti cita rasa, tekstur dan nilai gizinya, dan juga sifat mikrobiologis, tetapi sebelum faktor-faktor lain dipertimbangkan secara visual faktor warna tampil lebih dahulu dan kadang-kadang sangat menetukan. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan suatu bahan makanan berwarna, antara lain dengan menambahkan zat pewarna. Secara garis besar, berdasarkan sumbernya dikenal dua jenis zat pewarna yang termasuk dalam

Upload: yanie-remphe-crayatrifie

Post on 15-Nov-2015

212 views

Category:

Documents


13 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pewarna alami dan sintetik

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

Analisis bahan makanan adalah suatu tahap yang sangat penting dalam industri makanan pada khususnya kesehatan masyarakat luas pada umumnya. Karena melalui analisis bahan makanan bisa tahu bahan-bahan apa yang terkandung didalam suatu makanan sehingga tubuh dapat diminimalkan atau dibuang (Anonim, 2012). Penentuan mutu bahan makanan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor, seperti cita rasa, tekstur dan nilai gizinya, dan juga sifat mikrobiologis, tetapi sebelum faktor-faktor lain dipertimbangkan secara visual faktor warna tampil lebih dahulu dan kadang-kadang sangat menetukan.Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan suatu bahan makanan berwarna, antara lain dengan menambahkan zat pewarna. Secara garis besar, berdasarkan sumbernya dikenal dua jenis zat pewarna yang termasuk dalam golongan bahan tambahan pangan, yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis (Cahyudi wisnu, 2009).Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui zat pewarna yang digunakan pada makanan dan minuman.Adapun tujuan dari percobaan ini adalah Untuk menentukan zat pewarna yang digunakan pada minuman M-150.Adapun prinsip dari percobaan ini adalah Identifikasi zat pewarna yang dilakukan dengan metode kromatografi kertas dan selanjutnya penentuan secara kualitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Teori ringkasBahan pewarna makanan terbagi dalam 2 kelompok besar yakni pewarna alami dan pewarna buatan / sintetis. Di Indonesia, penggunaan bahan pewarna untuk makanan (baik diizinkan atau tidak) diatur dalam SK Menteri Kesehatan RI No.235/MenKes/Per/VI/79 dan di revisi melalui melalui SK menteri kesehatan RI No. 722/MenKes/Per/VI/88 mengenai bahan tambahan pangan (anonim, 2012).Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor 37 tahun 2013 tentang batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan pewarna.Jenis dan batas maksimum BTP pewarna:

1) Golongan BTP Pewarna yang diizinkan digunakan dalam pangan terdiri atas: a. Pewarna Alami (Natural colour); dan b. Pewarna Sintetis (Synthetic colour). 2)Jenis BTP Pewarna Alami sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas: Kurkumin CI. No. 75300 (Curcumin); Riboflavin (Riboflavins); Karmin dan ekstrak cochineal CI. No. 75470 (Carmines and cochineal extract); Klorofil CI. No. 75810 (Chlorophyll); Klorofil dan klorofilin tembaga kompleks CI. No. 75810 (Chlorophylls and chlorophyllins, copper complexes); Karamel I (Caramel I plain); Karamel III amonia proses (Caramel III - ammonia process); Karamel IV amonia sulfit proses (Caramel IV - sulphite ammonia process); Karbon tanaman CI. 77266 (Vegetable carbon); Beta-karoten (sayuran) CI. No. 75130 (Carotenes, beta (vegetable)); Ekstrak anato CI. No. 75120 (berbasis bixin) (Annatto extracts, bixin based); Karotenoid (Carotenoids); Merah bit (Beet red); Antosianin (Anthocyanins); dan Titanium dioksida CI. No. 77891 (Titanium dioxide). 3) Jenis BTP Pewarna Sintetis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas: Tartrazin CI. No. 19140 (Tartrazine); Kuning kuinolin CI. No. 47005 (Quinoline yellow); Kuning FCF CI. No. 15985 (Sunset yellow FCF); Karmoisin CI. No. 14720 (Azorubine (carmoisine)); Ponceau 4R CI. No. 16255 (Ponceau 4R (cochineal red A)); Eritrosin CI. No. 45430 (Erythrosine); Merah allura CI. No. 16035 (Allura red AC); Indigotin CI. No. 73015 (Indigotine (indigo carmine)); Biru berlian FCF CI No. 42090 (Brilliant blue FCF); Hijau FCF CI. No. 42053 (Fast green FCF); dan Coklat HT CI. No. 20285 (Brown HT). (BPOM RI, 2013).

B. Uraian Bahan1. Asam asetat encer (Depkes RI, hal 41)Nama resmi : ACIDUM ACETICUM DILUTUMNama lain : Asam asetat encer, asam cukaRumus : C2H4O2Pemerian:Cairan jernih, tidak berwarna, bau menusuk, rasa asam, tajam Kelarutan : Dapat campur dengan air, dengan etanol (90%) P dan dengan gliserol P.Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat Khasiat : Zat tambahan 2. Asam asetat glasial (Depkes RI 1979, hal 42)Nama resmi : ACIDUM ACETICUM GLACIALE Nama lain : Asam asetat glasailRumus Molekul: C2H4O2Berat Molekul: 60,05Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, bau khas, tajam, jika diencerkan dengan air, rasa asamKelarutan : Dapat larut dengan air, dengan etanol (95%) P dan dengan gliserol PPenyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat Khasiat : Zat tambahan

3. Aquadest (Depkes RI 1979 hal, 96)Nama resmi : AQUA DESTILLATANama lain : Air suling Rumus Molekul: H2OBerat Molekul: 18,02Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai berasa Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik4. Amoniak (Depkes RI 1979, hal 86)Nama resmi : AMMONIA Nama lain : Amonia Rumus Molekul: NH4OHBerat Molekul: 35,05Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, bau khas, menusuk kuat Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat 5. Etanol (Depkes RI 1979, hal 65)Nama resmi : AETHANOLUMNama lain : Etanol, alkoholRumus Molekul: C2H5OHPemerian : Cairan tidak berwarna, jernih mudah menguap dan mudah bergerak, bau khas, rasapanas mudah terbakar dengan memberikan nyala biru tidak berasapKegunaan : Zat tambahan 6. N- Butanol (Depkes RI 1979, hal 663)Nama resmi : ButanolNama lain : butil alkoholBerat molekul : 46,07 g/molRumus Molekul : C4H9OHPemerian : Cairan jenuh, tidak berwarna Kelarutan : Larut dalam II bagian air pada suhu 15,5%Kegunaan : sebagai pelarut, sebagai perantara dalam sintesis kimia, dan sebagai bahan bakar.7. Tartrasin Nama resmi : TARTRAZINENama lain : E102, FD&C Yellow 5Berat molekul: 452,37 gram/molRumus Molekul : C16H9N4Na3O9S2Pemerian : tepung berwarna kuning jingga.Kelarutan : mudah larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol 95%, mudah larut dalam gliserol dan glikol.Rumus bangun:

8. M-150Komposisi :1. Sukrosa (25g)2. Taurine (800mg)3. Koffein (50mg)4. Inositol (50mg)5. Niacinamide (20mg)6. Pantothenol (5mg)7. Pyridoxcine HCl (5mg)8. Pengawet9. Pewarna

BAB IIIMETODE KERJA

A. Alat dan bahan 1. Alat alat yang di gunakana. Benang woll 1 meterb. Chamber 1 buahc. Erlenmeyer 125 ml 2 buahd. Gelas kimia 250 ml 2 buahe. Gelas ukur 25 ml 2 buahf. Kasa 3 buahg. Kaki tiga 1 buahh. Kertas whatman 2 lembari. Kertas Lakmus 2 buahj. Mistar 1 buahk. Pensil 1 buahl. Pipet tetes 5 buahm. Pipa kapiler 1 buah

2. Bahan bahan yang di gunakana. Aquadest 25 mlb. Amonia 1 % 3-4 ml c. Asam asetat 6% 10 mld. Aseton 10 mle. N-butanol 40 mlf. M -150 30 mlg. Trartrasin 1 g

B. Cara kerja 1. Pembuatan Eluena. Disiapkan alat dan bahanb. 40 : 20 : 24Diambil N-Butanol : asam asetat glasial : air

c. Diukur N-Butanol sebanyak 54,05 ml, asam asetat glasial 13,15 ml, dan air sebanyak 32,43 ml.d. Dimasukkan N-Butanol, asam asetat glasial dan air kedalam gelas kimia 100 ml kemudian di cukupkan hingga 100 ml2. Ekstraksi Sampel M-150 (pewarna tartrasin)a. Didiapkan alat dan bahanb. Diukur 30 ml larutan sampel (M-150) dan dimasukkan kedalam erlenmeyer.c. Ditambahkan 1 meter benang woll putih dan dtambahkan 10-20 ml asam asetat glasial 6%.d. Dipanaskan pada suhu 70-800C hingga volume sampel 10 ml.e. Dekeluarkan benang woll dan dimasukkan kedalam gelas kimia lainf. Ditambahkan amonia encer 1% sebanyak 3-4 mlg. Dipanaskan hingga volume sampel kurang lebih 1 ml.h. Uapkan filtrat hingga diperoleh larutan pewarna yang pekat.i. Larutan pewarna yang pekat ini untuk ditotolkan pada kertas kromatografi (whatman).3. Identifikasi Sampel M-150 (pewarna tartrasin) dengan kromatografi kertas.a. Disiapkan alat dan bahanb. Dipotong kertas whatman dengan panjang dan lebar tertentuc. Tandai dengan garis sejajar dengan sisi kertas bagian bawah bergerak 1 cm dan atas 0,5 cmd. Di jenuhkan eluen yang ada pada chamber, dijenuhkan dengan menggunakan kertas saring.e. Setelah jenuh, Di totolkan pada kertas whatman larutan pewarna sampel dan larutan pewarna pembanding pada garis bantuanf. Kemudian di masukan ke dalam chamber yang telah di jenuhkan dan berisi eluen , setinggi 1cm dan dasar chamberg. Tutup chamber dan elusikan hingga eluen naik ke sisi garis bagian atas, lalu di keluarkan dari chamber dan di keringkan h. Bandingkan bercak noda yang tampak dan bandingkan juga terhadap nilai RFi. Jika terdapat lebih dari satu bercak pewarna potong bagian bercak dan larutkan dalam campuran aseton air dengan volume sama uapkan larutan hingga kering dan larutan sisanya dalam 3 tetes air.j. Kemudian lakukan dengan kromatografi kertas seperti diatas.k. Hitung nilai RF.BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan1. Tabel Pengamatan-Tabel PengamatanNoSampelJarak NodaNilai RfZat Pewarna

1M.1502,5cm0,36Tartasin

-Tabel Pengamatan PembandingNoPembandingGerak NodaNilai Rf

1Tartasin3cm0,42

2. Reaksi Reaksi1. CH3COOH 6H + 2COO-2. NH4 4H+ + N-43. CH3COOH + NH4 CH3(OH) + NH3 +CH2O4. C16H9N4NaO9S2 + CH3COOH

B. PembahasanPewarna digunakan pada hampir setiap atau seluruh makanan bahan yang dikonsumsi anak-anak snack hingga minuman ringan yang dapat memperbaiki makanan agar tampil lebih menarik sehingga menarik konsumen untuk membeli dan mengkonsumsinya.Dari percobaan yang digunakan pada percobaan ini M.150 yang dianalisa terlebih dahulu di ekstraksi dengan tujuan mengekstraksi adonan untuk memisahkan komponen lain yang tidak diinginkan dari sampel agar memudahkan dalam menganalisa zat pewarna. Dimana sampel dimasukkan dalam gelas kimia 100ml,ditambahkan benang wol didalamnya dengan tujuan untuk menarik zat warna yang ada pada sampel,setelah dipanaskan ditambahkan 5ml amoniak encer sebagai kosolven.Dari hasil analisa yang diperoleh dari percobaan ini yaitu jarak yang ditempuh zat warna untuk M.150 yaitu 2,5cm. Jadi nilai Rf yang diperoleh adalah 0,36cm.Dari percobaan yang dilakukan diperoleh bahwa M.150 positif mengandung zat pewarna sintetik yaitu tatrasin.Tartrazin atau Yellow 5atau C.I.29140 adalah bahan pewarna sintetik yang memberikan warna kuning pada bahan makanan maupun minuman. Bahan ini juga sering dikombinasikan dengan Brilliant Blue FCF (suatu bahan pewarna) untuk memberikan gradasi warna hijau. Tartrazin banyak terdapat pada produk makanan, minuman, mie instant, pudding, serta permen. Zat ini juga terdapat dalam sabun, kosmetik, sampo, serta moisturizers.Pada jumlah yang tinggi, tartrazin dapat menyebabkan sejumlah alergi dan intoleransi bagi orang-orang yang intoleransi terhadap aspirin atau penderita asma. Gejala alergi terhadap tartrazin dapat timbul apabila senyawa ini terhirup atau ditelan. Gejala alergi yang dapat timbul diantaranya adalah sesak napas, pusing, migrain, pandangan kabur, serta sulit tidur.Menurut The American Academic of Pediastrics Committee on Drugs, tartrazin dapat menyebabkan gangguan kesehatan, diantaranya adalah tumor pada kelenjar tiroid, Lymphocytic lymphomas, serta kerusakan kromosom. Tartrazine termasuk golongan FD C Dyes yang mana umumnya bersifat larut dalam air dan larutannya dapat mewarnai. Menurut Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) Pemakaian atau range penggunaan untuk golongan FD C Dyes adalah 0,01% 0,03%.Batas penggunaan tartrazin adalah 100 mg/kg bahan makanan (Depkes 1998). Menurut FAO/WHO batas konsumsi per hari tartrazine adalah sebesar 7,5 mg/kg BB. Penggunaan tartrazine ini diperbolehkan digunakan dengan batas maksimum 300 ppm.Saat ini, satu-satunya cara paling efektif untuk menghindari tartrazin adalah dengan tidak mengkonsumsinya sama sekali. Tartrazin dapat diganti oleh pewarna makanan alami, yakni beta karoten yang sama-sama dapat memberikan warna kuning. Selain itu, jadilah konsumen yang bijak dengan melihat bahan apakah yang terkandung dalam produk makanan atau minuman yang kita konsumsi.Metode yang digunakan dalam menidentifikasi yaitu Kromatografi Kertas dimana kertas whatman dipotong dan ditandai dengan panjang dan lebar tertentu, kemudian ditandai dengan garis sejajar dengan sisi kertas bagian bawah bergerak 1 cm dan atas 0,5 cm. Dijenuhkan eluen yang ada pada chamber dengan menggunakan kertas saring. Setelah jenuh, ditotolkan pada kertas whatman larutan pewarna sampel dan larutan pewarna pembanding pada garis bantuan. Kemudian dimasukkan kedalam chamber yang telah dijenuhkan yang berisi eluen setinggi 1 cm dan dasar chamber. Tutup chamber dan elusikan hingga eluen naik kesisi garis bagian atas. Kemuadian dikeluarkan dari smaber dan dikeringkan. Bandingkan bercak noda yang tampak dan bandingkan juga terhadap nilai RF. Jika terdapat lebih dari satu bercak pewarna potong bagian bercak dan larutkan dalam campuran aseton air dengan volume sama, uapkan larutan hingga kering dan larutan sisanya dalam 3 tetes air. Kemudian lakukan dengan kromatografi kertas seperti diatas. Dihitung nilai RF.

BAB VPENUTUPA. KesimpulanBerdasarkan pengamatan yang dilakukan,maka dapat disimpulkan bahwa sampel M-150 positif mengandung zat pewarna tatrasin dengan nilai RF yaitu 0.36 cm berdasarkan pengamatan noda yang terdapat pada kromatografi.

B. SaranKami mengharapkan agar bahan-bahan di laboratorium diperlengkap lagi agar pratikum dapat berjalan dengan lancar dan diharapkan juga agar asisten hadir pada saat pratikum agar kami tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan pratikum.

DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2012. Pewarna makanan alami dan buatan.http:// yuhandirapradipta.blogspot.com/2012/04/pewarna-makanan-alami-dan-buatan.html diakses 3 juni 2014

Anonim, 2012. Pewarna alami pada makanan dan minuman. http://klinik pengobatanalami.wordpress.com/2013/05/07/pewarna-alami- pada-makanan-dan-minuman/ diakses 3 juni 2014

BPOM RI, 2013. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat Dan Makanan RI No.37 Tahun 2013 Tentang batas maksimum penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna. Kepala Pengawasan Obat dan Makanan RI. Jakarta

Depkes RI, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Dirjen POM. Jakarta

LAMPIRAN A. Istilah-istilah dan pengartiannya1. Analisis adalah kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dadlam cuplikan.2. Chamber adalah wadah untuk proses kromatografi.3. Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif.4. Eluen adalah pelarut yang digunakan untuk memisahkan analit (fase gerak).5. Filtrat adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan.6. Identifikasi adalah pemberian tanda-tanda pada golongan barang-barang atau sesuatu.7. Karamel adalah gula-gula yang terbentuk dari proses karamelisasi, sehingga menghasilkan cairan lengket.8. Kertas whatman adalah kertas selulosa murni/kertas khusus dibuat untuk kromatografi.9. klorofilin adalah pigmen yang dibutuhkan dalam tumbuhan.10. Klorofil adalah zat hijau daun.11. kompleks adalah suatua kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian khususnya yang memiliki bagian yang saling membutuhkan.12. Kosolven adalah campuran berupa cairan pada suhu dan tekanan kamar.13. Kromatografi adalah suatu tehnik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pila pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan.14. Kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriktif dan cenderung menggunakan analisis.15. Mikrobiologis adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme.16. Pangan adalah sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, dan mineral.17. Pewarna sintetis adalah pewarna buatan.18. RF (Faktor Retensi) adalah jarak yang ditempuh oleh komponen dibagi dengan jarah yang ditempuh oleh eluen.19. Snack adalah makanan ringan.20. Spektrofotometri adalah merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya.

B. Perhitungan1. perbandingan eluenN-butanol : Asam asetat : Air dalam 100 ml401024N-butanol = 100 ml = 54 mlAs. Asetas= 100 ml= 13 mlAir= 100 ml= 32 ml2. Perhitungan nilai RfSampel M 150Dik : Jarak noda = 2,5 cmJarak eluen = 7 cmDit : Nilai Rf ?Penyelesaian :Rf = = = 0.36 cmC. Skema kerja1. Ekstraksi PewarnaM-150 30 ml + 6 g as. Asetat sebanyak + benang woll putih 1 meter

Panaskan pada suhu 70-800C hingga 10 ml

Keluarkan benang woll dan masukkan ke dalam gelas kimia lain

+ NH4 encer 1% 3-4 ml

Panaskan hingga vol. Sampel 1 ml

2. Identifikasi Pewarna

1cm 3 cm

Hitung nilai RFTtotol sampel dan pembanding pada pembanding whatman De jenuhkan chamber 4010 24Eluen yang digunakan N-Butanol : as. Asetat : Air10 cm0,5 cm