lapkas abses submandibula

Download Lapkas abses submandibula

Post on 02-Jun-2018

222 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/10/2019 Lapkas abses submandibula

    1/37

    Laporan Kasus

    Abses SubmandibulaOleh :

    Affra Cahyo Wibowo

    Annisa Soraya Putri

    Asti Uki Utari

    Citra Puan MaulidzaFakhrul Gamal Putra

    Lola Dwi Syahtira

    Sri Wahyuni

    Dessy Maharani

    SMF Ilmu THT

    Fakultas Kedokteran

    Universitas Syiah Kuala

    Tahun 2014

  • 8/10/2019 Lapkas abses submandibula

    2/37

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Abses submandibular merupakan salah satu abses leher dalam yang banyakdisebabkan oleh infeksi gigi. Penelitian yang dilakukan oleh Huang dkk tahun

    1997 sampai 2002, menemukan kasus infeksi leher dalam sebanyak 185 kasus.

    Abses submandibula (15,7%) merupakan kasus terbanyak kedua setelah abses

    parafaring (38,4%), diikuti oleh angina Ludovici (12,4%), parotis (7%), dan

    retrofiring (5,9%). Sakaguchi dkk memaparkan bahwa dari tahun 1985 sampai

    1994 kasus infeksi leher dalam sebanyak 91 kasus. Rentang usia dari umur 1-81

    tahun, laki-laki sebanyak 78% dan perempuan 22%. Infeksi peritonsil paling

    banyak ditemukan, yaitu 72 kasus, diikuti oleh parafaring 8 kasus, submandibular,

    sublingual dan submaksila 7 kasus dan retrofiring 1 kasus.

    Abses submandibula adalah suatu peradangan yang disertai pembentukan

    pus pada daerah submandibula. Abses submandibula menempati urutan tertinggi

    dari seluruh abses leher dalam. 70-85 % kasus yang disebabkan oleh infeksi gigi

    merupakan kasus terbanyak, selebihnya disebabkan oleh sialadenitis, limfadenitis,

    laserasi dinding mulut atau fraktur mandibula. Keadaan ini merupakan salah satu

    infeksi pada leher bagian dalam (deep neck infection). Pada umumnya sumber

    infeksi pada ruang submandibula berasal dari proses infeksi dari gigi, dasar mulut,

    faring, kelenjar limfe submandibula.

    Abses submandibula adalah salah satu abses leher dalam yang sering

    ditemukan. Angka kejadian Abses submandibula berada di bawah abses peritonsil

    dan retrofaring. Namun dewasa ini, angka kejadiannya menduduki urutan tertinggi

    dari seluruh abses leher dalam. 70 85% dari kasus disebabkan oleh infeksi dari

    gigi, selebihnya karena sialadenitis, limfadenitis, laserasi dinding mulut atau

    fraktur mandibula. Selain itu, angka kejadian juga ditemukan lebih tinggi pada

    daerah dengan fasilitas kesehatan yang kurang lengkap. Pada kasus infeksi leher

    dalam rentang usia dari umur 1-81 tahun, laki-laki sebanyak 78% dan perempuan

    22%. Infeksi peritonsil paling banyak ditemukan, yaitu 72 kasus, diikuti oleh

    parafaring 8 kasus, submandibula, sublingual dan submaksila masing-masing 7

    kasus dan retrofaring 1 kasus. kasus infeksi leher dalam sebanyak 185 kasus.

    Abses submandibula (15,7%) merupakan kasus terbanyak ke dua setelah abses

  • 8/10/2019 Lapkas abses submandibula

    3/37

    2

    parafaring (38,4), diikuti oleh Ludwigs angina (12,4%), parotis (7%) dan

    retrofaring (5,9%). Kasus abses leher dalam yang diteliti April 2001 sampai

    Oktober 2006 mendapatkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan 3:2.

    Lokasi abses lebih dari satu ruang potensial 29%. Abses submandibula 35%,

    parafaring 20%, mastikator 13%, peritonsil 9%, sublingual 7%, parotis 3%, infra

    hyoid 26%, retrofaring 13%, ruang karotis 11%.

    Abses submandibula sudah semakin jarang dijumpai. Hal ini disebabkan

    penggunaan antibiotik yang luas dan kesehatan mulut yang meningkat. Disamping

    insisi drainase abses yang optimal, pemberian antibiotik diperlukan untuk terapi

    yang adekuat. Walaupun demikian, angka morbiditas dari komplikasi yang timbul

    akibat abses submandibula masih cukup tinggi sehingga diagnosis dan

    penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan.

  • 8/10/2019 Lapkas abses submandibula

    4/37

    3

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    I. Anatomi

    Fasia servikalis terdiri dari lapisan jaringan ikat fibrous yang membungkus

    organ, otot, saraf dan pembuluh darah serta membagi leher menjadi beberapa

    ruang potensial. Fasia servikalis terbagi menjadi 2 bagian yaitu fasia servikalis

    superfisialis dan fasia servikalis profunda. Kedua fasia ini dipisahkan oleh m.

    plastima yang tipis dan meluas ke anterior leher. Muskulus platisma sebelah

    inferior berasal dari fasia servikal profunda dan klavikula serta meluas ke superior

    untuk berinsersi di bagian inferior mandibula.(Gambar 1)

    Gambar 2.1 Anatomi Leher

  • 8/10/2019 Lapkas abses submandibula

    5/37

    4

    Fasia servikalis superfisialis terletak tepat dibawah kulit leher berjalan dari

    perlekatannya di prosesus zigomatikus pada bagian superior dan berjalan ke

    bawah ke arah toraks dan aksila yang terdiri dari jaringan lemak subkutan. Ruang

    antara fasia servikalis superfisialis dan fasia servikalis profunda berisi kelenjar

    limfe superfisial, saraf dan pembuluh darah termasuk vena jugularis eksterna.

    Fasia servikalis profunda terdiri dari 3 lapisan yaitu :

    1.

    Lapisan superfisial

    Lapisan ini membungkus leher secara lengkap, dimulai dari dasar tengkorak

    sampai daerah toraks dan aksila. Pada bagian anterior menyebar ke daerah wajah

    dan melekat pada klavikula serta membungkus m. sternokleidomastoideus, m.

    trapezius, m. masseter, kelenjar parotis dan submaksila. Lapisan ini disebut juga

    lapisan eksternal, investing layer, lapisan pembungkus dan lapisan anterior.

    2. Lapisan media

    Lapisan ini dibagi atas 2 divisi yaitu divisi muskular dan viscera. Divisi

    muskular terletak dibawah lapisan superfisial fasia servikalis profunda dan

    membungkus m. sternohioid, m. sternotiroid, m. tirohioid dan m. omohioid.

    Dibagian superior melekat pada os hioid dan kartilago tiroid serta dibagian

    inferior melekat pada sternum, klavikula dan skapula.

    Divisi viscera membungkus organ organ anterior leher yaitu kelenjar

    tiroid, trakea dan esofagus. Disebelah posterosuperior berawal dari dasar

    tengkorak bagian posterior sampai ke esofagus sedangkan bagian anterosuperior

    melekat pada kartilago tiroid dan os hioid. Lapisan ini berjalan ke bawah sampai

    ke toraks, menutupi trakea dan esofagus serta bersatu dengan perikardium. Fasia

    bukkofaringeal adalah bagian dari divisi viscera yang berada pada bagian

    posterior faring dan menutupi m. konstriktor dan m. buccinator.

    3. Lapisan profunda

    Lapisan ini dibagi menjadi 2 divisi yaitu divisi alar dan prevertebra. Divisi

    alar terletak diantara lapisan media fasia servikalis profunda dan divisi

    prevertebra, yang berjalan dari dasar tengkorak sampai vertebra torakal II dan

    bersatu dengan divisi viscera lapisan media fasia servikalis profunda. Divisi alar

  • 8/10/2019 Lapkas abses submandibula

    6/37

    5

    melengkapi bagian posterolateral ruang retrofaring dan merupakan dinding

    anterior dari danger space.

    Divisi prevertebra berada pada bagian anterior korpus vertebra dan ke lateral

    meluas ke prosesus tranversus serta menutupi otot-otot didaerah tersebut. Berjalan

    dari dasar tengkorak sampai ke os koksigeus serta merupakan dinding posterior

    dari danger space dan dinding anterior dari korpus vertebra.

    Ketiga lapisan fasia servikalis profunda ini membentuk selubung karotis

    (carotid sheath) yang berjalan dari dasar tengkorak melalui ruang

    faringomaksilaris sampai ke toraks.

    Fasia servikalis:

    A. Fasia servikalis superfisialis

    B. Fasia servikalis profunda :

    1.Lapisan superfisial

    2.Lapisan media :

    -

    divisi muskular

    - divisi viscera

    3.Lapisan profunda :

    -

    divisi alar

    - divisi prevertebra

    Daerah ini meluas mulai dari dasar tengkorak sampai ke mediastinum

    setinggi bifurkasio trakea (vertebra torakal I atau II) dimana divisi viscera dan alar

    bersatu. Daerah retrofaring terbagi menjadi 2 daerah yang terpisah di bagian

    lateral oleh midline raphe. Tiap tiap bagian mengandung 2 5 buah kelenjar

    limfe retrofaring yang biasanya menghilang setelah berumur 4 5 tahun. Kelenjar

    ini menampung aliran limfe dari rongga hidung, sinus paranasal, nasofaring,

    faring, tuba Eustakius dan telinga tengah. Daerah ini disebut juga dengan ruang

    retroviscera, retroesofagus dan ruang viscera posterior.

    Ruang potensial leher dibagi menjadi ruang yang melibatkan seluruh leher,

    ruang suprahioid dan ruang infrahioid. Ruang yang melibatkan seluruh leher

    terdiri dari ruang retrofaring, ruang bahaya (danger space) dan ruang prevertebra.

    Prevertebral space dibatasi oleh divisi prevertebra pada bagian anterior dan korpus

    vertebra pada bagian posterior (tepat di belakang danger space). Ruang ini

  • 8/10/2019 Lapkas abses submandibula

    7/37

    6

    berjalan sepanjang kollumna vertebralis dan merupakan jalur penyebaran infeksi

    leher dalam ke daerah koksigeus. Danger space dibatasi oleh divisi alar pada

    bagian anterior dan divisi prevertebra pada bagian posterior (tepat di belakang

    ruang retrofaring).

    Ruang suprahioid terdiri dari ruang submandibula, ruang parafaring, ruang

    parotis, ruang peritonsil dan ruang temporalis. Ruang infrahioid meliputi bagian

    anterior dari leher mulai dari kartilago tiroid sampai superior mediastinum

    setinggi vertebra ke empat dekat arkus aorta.

    Ruang Submandibula

    Ruang submandibula terdiri dari ruang sublingual, submaksila dan

    submental. Muskulus milohioid memisahkan ruang sublingual dengan ruang

    submental dan submaksila. Ruang sublingual dibatasi oleh mandibula di bagian

    lateral dan anterior, pada bagian inferior oleh m. milohioid,