lampiran tksdl kelompok 2 kelas i

Download Lampiran TKSDL Kelompok 2 Kelas I

Post on 03-Oct-2015

241 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Teknologi konservasi sumber daya lahan

TRANSCRIPT

LAMPIRAN

LAPORAN BESAR PRAKTIKUM

TEKNOLOGI KONSERVASI SUMBERDAYA LAHAN

Analisa Degradasi Lahan dan Rekomendasi Tindakan Konservasi Sumber Daya Lahan di Dusun Junggo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Disusun oleh:

Kelompok 2 Kelas I

Safira Candra J.125040200111163

Febri Ika C.125040200111179

Sherly Fitri Van A.125040200111200

Fikria Nuril Fiddin125040201111018

Safina Dwi L125040201111064

Sheila Rezta K.125040201111065

Yonita Cahya R.125040201111083

M. Ihsan125040201111179

Harun Pratama125040200111313

Asisten : Fitri Kusuma WatiPROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2014LAMPIRANLampiran 1. Perhitungan Faktor Erosia. Perhitungan Erosi

Data Tanah Lahan TKSDL Sub Ordo

=Udept

% BOT

=1,72 %

% Pasir

=55 %

% Pasir sangat halus=10 %

% Debu

=30 %

% Liat

=5 %

Permeabilitas

=Cepat (>12,5) Kelas Struktur

= 4 (Massif, kubus, lempeng)1. Erosivitas (R)

Rb

= 10,80 + 4,15 Hb

= 10,80 + 4,15 x 22 cm

= 10,80 + 91,3 = 102,12. Erodibilitas (K)100 K=1,292 {2,1 M1,14(10-4) (12-a)+(b-2)3,25+(c-3)2,5}Keterangan :

K=Erodibilitas tanah

a=% bahan organik tanah

b=kode struktur tanah

c=kode permeabilitas tanah

M=Parameter ukuran butiran tanah = (%debu + %pasir sangat halus) (100 - %liat)

M=(30 + 10) x (100-5)

=40 x 95 = 3800

100 K = 1,292 {2,1 (3800)1,14(10-4) (12-1,72) + (4-2)3,25 + (13-3)2,5}

100 K= 1,292 {2,1(12049,6) x (10-4) x (10,28) + 6,5 + 25}

100 K= 1,292 (2,5) (10,28) + 6,5 + 25100 K= 33,20 + 6,4 + 25

100 K= 64,7

K= 64,7 = 0,647

1003. Length and Slope (LS)

SPL 1SPL 2SPL 3

Panjang Lereng (L)23,55 m32,9 m15,12 m

Kemiringan (S)3 %35 %10 %

Potensi erosie0e2e1

SPL 1

= 0,53 SPL 2

= 3,78 SPL 3

= 0,904. C dan P

SPL 1SPL 2SPL 3

LandcoverWortel + Rumput gajah + RumputWortel + RumputWortel + Rumput

C0,4970,4950,495

P0,50,60,6

5. EDPEDP = = 0,075 cm / tahun = 0,75 mm / tahun X BI/BV

= 0,75 x 10-2 dm / tahun X 1,1 kg / dm3

= 0,825 x 10-2 kg / dm2 / tahun

= 8,25 ton / ha/ tahun

6. Bahaya Erosi

A = R x K x LS x C x P

A1 = 102,1 x 0,647 x 0,53 x 0,497 x 0,5

=8,7 ton / ha/ tahun (Kelas I, sangat ringan)A2=102,1 x 0,647 x 3,78 x 0,495 x 0,6

=74,16 ton / ha/ tahun (Kelas III, Sedang)A3=102,1 x 0,647 x 0,90 x 0,495 x 0,6

=17,65 ton / ha/ tahun (Kelas II, Ringan)b. Perhitungan Faktor Erosi dengan Rekomendasi

1. Erosivitas (R)

Rb= 10,80 + 4,15 Hb

= 10,80 + 4,15 x 22 cm

= 10,80 + 91,3 = 102,1

2. Erodibilitas (K)

M=(30 + 10) x (100-5)

=40 x 95 = 3800

100 K = 1,292 {2,1 (3800)1,14(10-4) (12-1,72) + (4-2)3,25 + (13-3)2,5}

100 K= 1,292 {2,1(12049,6) x (10-4) x (10,28) + 6,5 + 25}

100 K= 1,292 (2,5) (10,28) + 6,5 + 25

100 K= 33,20 + 6,4 + 25

100 K= 64,7

K= 64,7/100 = 0,6473. Length and Slope (LS)SPL 1SPL 2SPL 3

Panjang Lereng (L)23,55 m32,9 m15,12 m

Kemiringan (S)3 %35 %10 %

Potensi erosie0e2e1

SPL 1

= 0,53

SPL 2

= 3,78

SPL 3

= 0,90

4. C dan P

SPL 1SPL 2SPL 3

LandcoverWortel + Rumput gajah + RumputWortel + RumputWortel + Rumput

C0,4970,4950,495

P (teras bangku baik)0,040,040,04

5. EDP

EDP = = 0,075 cm / tahun = 0,75 mm / tahun X BI/BV

= 0,75 x 10-2 dm / tahun X 1,1 kg / dm3

= 0,825 x 10-2 kg / dm2 / tahun

= 8,25 ton / ha/ tahun

6. Bahaya Erosi

A = R x K x LS x C x P

A1 = 102,1 x 0,647 x 0,53 x 0,497 x 0,04

=0,69 ton / ha/ tahun (Kelas I, sangat ringan)

A2=102,1 x 0,647 x 3,78 x 0,495 x 0,04

= 4,95 ton / ha/ tahun (Kelas III, Sedang)

A3=102,1 x 0,647 x 0,90 x 0,495 x 0,04

=1,18 ton / ha/ tahun (Kelas II, Ringan)

Perbandingan Bahaya Erosi tanpa Konservasi dan dengan Konservasi

Bahaya ErosiTanpa KonservasiKonservasi

SPL 18,7 ton / ha/ tahun0,69 ton / ha/ tahun

SPL 274,16 ton / ha/ tahun 4,95 ton / ha/ tahun

SPL 317,65 ton / ha/ tahun 1,18 ton / ha/ tahun

Lampiran 2. Input Data USLE1. Input data R (faktor hujan)

2. Nilai R (faktor hujan)

3. Input data K (erodibilitas tanah) Input data tekstur tanah

Input data bahan organik tanah

4. Input data LS

Input panjang lereng SPL1

Input panjang lereng SPL 2

Input data panjang lereng SPL 3

Input data kemiringan lereng SPL 1

Input data kemiringan lereng SPL 2

Input data kemiringan lereng SPL 35. Input Data C dan P

Input data C (manajemen faktor) tanaman wortel

Nilai presentasi tanaman utama

Nilai C (manajemen faktor tanaman ) wortel SPL 1

Nilai C (manajemen faktor tanaman ) wortel SPL 2

Nilai C (manajemen faktor tanaman ) wortel SPL 2

Input data P (faktor praktik konservasi)

Nilai P pada tanaman wortel

Nilai A pada SPL 1 = 0,0 tan/ha/tahun

Nilai EDP pada SPL 1 = 4,5 ton/ha/tahun

Nilai A (bahaya erosi) pada SPL 2 = 0,01 ton/ha/tahun

Nilai A (bahaya erosi) pada SPL 3 = 0,0 ton/ha/tahun

Perhitungan Nilai A pada SPL 2 dengan pelaksanaan konservasi

Lampiran 3. Data Sosial Ekonomi PetaniNama Petani:Bpk Jumadi

Usia: 45 tahun

Pendidikan Terakhir :SMA

Luas Lahan:0,25 ha

Lama Berusahatani:25 tahun

Komoditas yang ditanam sebelum wortel:kembang kol dan sawi putih

Varietas wortel yang ditanam:Caroline

Penamanan benih menggunakan sistem sebar

Biaya Produksi Usahatani per Satu Kali Musim Tanam ( 3 bulan)NoKebutuhanJumlahBiaya

1Pupuk

Pupuk Kandang7 tonRp 850.000,-

Urea150 kgRp 300.000,-

ZA50 kgRp 75.000,-

Phonska100 kgRp 200.000,-

KCl20 kgRp 50.000,-

2Benih20 kgRp 550.000,-

3Pestisida3LRp 250.000,-

4Tenaga KerjaRp 2.500.000,-

TotalRp 4.775.000,-

Pendapatan Usahatani per Satu Kali Musim Tanam

Pendapatan dari Hasil Produksi= Produksi x Harga Jual

= 2,5 ton x 4000/kg

= Rp 10.000.000,-

Sehingga Pendapatan Bersih Petani dari Usahataninya yaitu:Pendapatan Bersih Petani =Rp 10.000.000,- Rp 4.775.000,-

=Rp 5.225.000,-

Lampiran 4. Gambar LahanGambar Lahan pada Milimeter Blok

Foto Lansekap

Foto Udara Lahan

Lampiran 5. Analisa PermasalahanPermasalahan Lahan :

- Bahaya erosi berada pada kelas sedang

Faktor Penyebab :

1.Jarak Tanam

Tingkat erosi memiliki keterkaitan dengan kerapatan vegetasi. Semakin rapat tajuk, maka erosivitas butir-butir hujan semakin rendah (Utomo,1994). Sebaliknya, apabila tajuk atau jarak vegetasi semakin renggang, maka erosivitas butir-butir hujan semakin tinggi. Pada lahan yang diamati, kerapatan vegetasi dapat dikatakan terlalu renggang sehingga dapat disimpulkan bahwa erosivitas hujan menjadi tinggi. Kondisi tersebut tampak pada SPL 3. Sedangkan pada SPL 1 dan 2 kerapatan vegetasinya masih dapat dikatakan rapat sehingga erosivitas pada SPL 1 dan 2 masih rendah.

(a)(b)(c)

Kondisi kerapatan vegetasi tiap SPL di lahan yang diamati: (a) Kerapatan vegetasi pada SPL 1, (b) Kerapatan vegetasi pada SPL 2, (c) Kerapatan vegetasi pada SPL 3

2.Kelerengan

Pada SPL 2 kelarengannya mencapai 35%, sehingga bahaya erosi lebih tinggi dari pada SPL 1 dan SPL 3. Sehingga perlu diadakannya konservasi pada SPL 2 ini.

(a)(b)(c)

Kelerengan tiap SPL di lahan yang diamati: (a) Kelerengan pada SPL 1, (b) Kelerengan pada SPL 2, (c) Kelerengan pada SPL 3

3.Arah Bedengan

Arah bedeng pada lahan tersebut masih berlawanan dengan kontur atau searah dengan lereng. Sehingga potensi terjadinya erosi akan sangat tinggi. Sutapraja dan Asandhi (1998) mendapatkan bahwa jumlah tanah tererosi pada guludan searah kontur adalah 32,06 ton/ha/tahun, dua kali lebih kecil dibandingkan dengan guludan arah diagonal terhadap kontur yaitu 68,63 ton/ha/tahun.

(a)(b)(c)

Arah bedengan tiap SPL di lahan yang diamati: (a) Arah bedengan pada SPL 1, (b) Arah bedengan pada SPL 2, (c) Arah bedengan pada SPL 3

Lampiran 6. Rekomendasi Konservasi

Konservasi yang direkomendasikan berdasarkan permasalahan di lahan :

1. Perbaikan Jarak Tanam

Untuk memperkecil erosivitas hujan yang terjadi pada lahan yang diamati khususnya pada SPL 3, perlu dilakukan perbaikan jarak tanam wortel. Jarak tanam wortel pada SPL 3 tidak beraturan sebab petani melakukan sistem tebar benih pada saat penanaman dan tidak dilakukan penjarangan atau pemindahan tanaman agar jarak tanamnya lebih rapi sehingga hasilnya kerapatan tanaman terlalu renggang. Untuk itu pada musim tanam selanjutnya perlu dilakukan pengaturan atau perbaikan jarak tanam wortel yaitu 5 x 15 cm tiap lubang tanam. Untuk rincian biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan konservasi ini adalah sebagai berikut:

KebutuhanJumlahHarga per satuanTotal

Benih20 kgRp 27.500,-/kgRp 550.000,-

Tenaga Kerja3 org 3 hariRp 30.000,-/org/hariRp 270.000,-

TotalRp 820.000,-

2. Natural Vegetative Strip (NVS)Untuk mencegah erosi pada lahan yang diamati yang disebabkan oleh kelerengan dengan kriteria bergelombang (10%) pada SPL 3 dan agak curam (35%) pada SPL 2, rekomendasi yang diberikan adalah Natural Vegetative Strip (NVS). Strip rumput adalah barisan rumput denga