lampiran 6 - repository.unas.ac.id

156
LAMPIRAN 6

Upload: others

Post on 13-Nov-2021

10 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

LAMPIRAN 6

Page 2: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

IBU HAMIL BEBAS ANEMIA

Modul

bebas anemia

pencegahan DAN Penanganan anemia PADA KEHAMILAN

Page 3: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

1

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. karena atas karunia

dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Modul “Bebas Anemia:

Pencegahan dan Penanganan Anemia Pada Kehamilan”. Modul ini berisi

tentang dukungan kepada ibu untuk mengatasi anemia dalam upaya

pencegahan dan penanganan Anemia pada kehamilan. Modul ini disusun

berdasarkan kebutuhan akan pengetahuan tentang pencegahan dan

penanganan Anemia pada kehamilan.

Modul pencegahan dan penanganan Anemia pada kehamilan ini

disusun untuk membantu para ibu dalam pencegahan dan penanganan

anemia pada kehamilan dengan melibatkan semua pihak yang ada di

lingkungan sekitarnya. Peranan dari pihak sekitar, seperti suami, keluarga,

bidan, dan kader posyandu sangat berpengaruh dalam proses pencegahan

dan penanganan anemia.

Modul ini disusun guna mempermudah para ibu dan keluarga dalam

pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil. Akhir kata, penulis

menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam modul ini. Oleh karena

itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Semoga

modul ini dapat bermanfaat.

Penulis

KATA PENGANTAR

Page 4: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

2

KATA PENGANTAR ................................................................................................................... 1

DAFTAR ISI ................................................................................................................................. 2

PENDAHULUAN ......................................................................................................................... 3

KEGIATAN BELAJAR TENTANG PERAN IBU DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN

ANEMIA PADA KEHAMILAN .................................................................................................... 6

KEGIATAN BELAJAR 1 Peran Ibu dalam Merawat Kehamilan ........................................... 6

KEGIATAN BELAJAR 2 Proses yang Terjadi dalam Kehamilan ......................................... 17

KEGIATAN BELAJAR 3 Gizi & Menu Seimbang Saat Kehamilan ...................................... 33

KEGIATAN BELAJAR 4 Penanganan Ibu Hamil dengan Anemia .................................... 60

TES SUMATIF 1 .......................................................................................................................... 73

KUNCI JAWABAN 1 ................................................................................................................ 76

KEGIATAN BELAJAR TENTANG PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DAN

PENANGANAN ANEMIA PADA KEHAMILAN ....................................................................... 84

KEGIATAN BELAJAR 1 Peran Keluarga ................................................................................ 84

KEGIATAN BELAJAR 2 Prinsip Dukungan Keluarga ............................................................ 95

KEGIATAN BELAJAR 3 Dukungan Informasi dan Penghargaan untuk Ibu Hamil ........ 103

KEGIATAN BELAJAR 4 Dukungan Instrumental dan Emosional untuk Ibu Hamil ......... 110

KEGIATAN BELAJAR 5 Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe untuk Ibu Hamil ....................... 117

TES SUMATIF 2 ........................................................................................................................ 136

KUNCI JAWABAN 2 .............................................................................................................. 138

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 143

Daftar Isi

Page 5: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

3

PENDAHULUAN

Salam kenal ibu-ibu dan pendamping ibu, pada pembelajaran kali ini

kita akan membahas bagaimana cara mencegah dan mengatasi anemia

pada kehamilan. Masa kehamilan merupakan masa pertumbuhan yang

sangat membutuhkan asupan makan secara maksimal baik untuk jasmani

maupun rohani (selalu rileks dan tidak stress). Di masa-masa ini pula, wanita

hamil sangat rentan terhadap menurunnya kemampuan tubuh untuk bekerja

secara maksimal. Wanita hamil biasanya sering mengeluh letih, pusing, sesak

nafas, wajah pucat, dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan

tersebut merupakan indikasi bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita

anemia.

Anemia adalah kekurangan sel darah merah, bukan kekurangan

tekanan darah. Anemia pada ibu hamil berisiko terhadap hambatan

pertumbuhan janin. Oleh sebab itu, bayi lahir dengan berat bada lahir

rendah (BBLR), perdarahan saat persalinan, dan dapat berlanjut setelah

persalinan yang dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. Ada sekitar

80% kasus anemia pada masa hamil merupakan anemia kekurangan zat besi

(Arias, 1993). Dua puluh persen (20%) sisanya, mencakup kasus anemia

„herediter‟ dan berbagai variasi anemia, termasuk anemia kekurangan asam

folat, anemia sel sabit, dan talasemia.

Dengan demikian ibu hamil harus mengetahui cara mencegah

terjadinya anemia pada masa kehamilan sehingga kehamilan dapat

berjalan normal, serta ibu dan bayi yang sehat. Untuk mencapai

kemampuan tersebut, ibu perlu menguasai konsep pendidikan kesehatan

yang meliputi: (1) Peran ibu dan keluarga dalam merawat kehamilan, (2)

Proses yang terjadi dalam kehamilan, (3) Gizi, menu seimbang dan dampak

kekurangan gizi Pada Ibu hamil , 4) Penanganan Ibu hamil dengan anemia.

Pada masa kehamilan terjadi perubahan fisiologi dan psikologis pada

ibu. Ibu hamil memerlukan informasi dan dukungan pelayanan kesehatan

Page 6: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

4

yang memadai untuk mengoptimalkan kesehatannya sehingga mampu

menghadapi proses persalinan dengan baik. Bentuk dukungan dapat

berupa dukungan keluarga, yakni keluarga harus mampu menjalankan

perannya dalam memberikan dukungan dan dorongan bagi ibu hamil baik

secara fisik maupun psikis. Selain keluarga, ibu hamil juga membutuhkan

dukungan dari lingkungan disekitarnya. Pada kenyataannya keluarga kurang

menujukkan peran dan dukungan kepada ibu hamil dikarenakan kurangnya

pengetahuan maupun kesibukan anggota keluarga. Atas dasar tersebut,

Anda sebagai keluarga dari ibu hamil perlu memiliki pengetahuan yang

cukup tentang peran dan dukungan keluarga bagi ibu hamil. Hal ini dapat

membantu pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan.

Untuk mencapai kemampuan tersebut, Anda perlu mengusai konsep

dari keluarga yang meliputi 1. pengertian kehamilan, 2. peran keluarga, 3.

tugas keluarga, 4. dukungan keluarga, 5. fungsi keluarga, 6. dampak

dukungan keluarga, 7. dukungan informasi dan penghargaan, 8. dukungan

instrumental dan emosional, dan 9. kepatuhan konsumsi tablet Fe.

Modul ini berjudul “Bebas Anemia: Pencegahan dan Penanganan

Anemia Pada Kehamilan” ini memberikan dukungan kepada ibu untuk atasi

anemia dalam upaya pencegahan dan penanganan Anemia pada

kehamilan. Untuk menguasai materi-materi tersebut, modul ini dibagi menjadi

2 bagian, yaitu 1) kegiatan belajar tentang peran ibu dalam pencegahan

dan penanganan anemia pada kehamilan dan 2) Kegiatan belajar tentang

peran keluarga dalam pencegahan dan penanganan anemia pada

kehamilan, sebagai berikut:

1. KEGIATAN BELAJAR TENTANG PERAN IBU DALAM PENCEGAHAN DAN

PENANGANAN ANEMIA PADA KEHAMILAN

Kegiatan belajar 1 : Peran Ibu dan keluarga dalam merawat

kehamilan

Kegiatan belajar 2 : Proses yang terjadi dalam kehamilan

Page 7: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

5

Kegiatan belajar 3 : Gizi, Menu Seimbang dan Dampak Kekurangan

Gizi pada Ibu Hamil

Kegiatan belajar 4 : Penanganan Ibu Hamil dengan Anemia

2. KEGIATAN BELAJAR TENTANG PERAN KELUARGA DALAM

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ANEMIA PADA KEHAMILAN

Kegiatan belajar 1 : Peran keluarga

Kegiatan belajar 2 : Prinsip dukungan keluarga

Kegiatan belajar 3 : Dukungan informasi dan penghargaan untuk ibu

hamil

Kegiatan belajar 4 : Dukungan instrumental dan emosional untuk ibu

hamil

Kegiatan belajar 5 : Kepatuhan konsumsi tablet Fe untuk ibu hamil

SELAMAT BELAJAR !

Page 8: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

6

KEGIATAN BELAJAR 1: PERAN IBU DAN KELUARGA DALAM MERAWAT

KEHAMILAN

TUJUAN

Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari materi ini

diharapkan Anda memahami

perawatan dalam kehamilan

TUJUAN

Pembelajaran Khusus

1. Menjelaskan pengertian

kehamilan

2. Menjelaskan peran dan tugas ibu

hamil

3. Menjelaskan pentingnya

dukungan keluarga pada saat

kehamilan

Materi

Pokok

1. Pengertian kehamilan

2. Peran dan tugas ibu hamil

3. Pentingnya dukungan pada saat

kehamilan

1. KEGIATAN BELAJAR TENTANG PERAN IBU DALAM PENCEGAHAN DAN

PENANGANAN ANEMIA PADA KEHAMILAN

Page 9: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

7

KEHAMILAN

Pada Bab ini Anda akan diajak untuk

membahas peran keluarga terhadap ibu

hamil. Namun sebelumnya, Anda harus

memahami terlebih dahulu pengertian

kehamilan.

Apakah kehamilan? Menurut (Hanafiah,

2008), Kehamilan adalah fertilisasi atau

penyatuan spermatozoa dan sel telur (ovum)

yang dilanjutkan dengan tertanamnya hasil

pembuahan (konsepsi), pertumbuhan dan

perkembangan janin di dalam rahim (intra

uterine) mulai sejak konsepsi dan berakhir

sampai dengan persalinan.

Menurut agama Islam, Kehamilan

adalah proses alami dari perkembangan

manusia yang berketurunan dengan cara

berhubungan suami istri antara laki-laki dan

perempuan dalam sebuah ikatan pernikahan.

Dari hasil hubungan tersebut, perempuan

akan membuahkan janin dalam rahim.

Berdasarkan dari beberapa pendapat di

abiummi.com

Gambar 1. Kehamilan adalah proses

alami dari perkembangan manusia

atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa Kehamilan adalah sebuah proses

penyatuan sperma dan ovum yang membentuk sel kemudian tumbuh dan

terjadinya proses konsepsi dan fertilisasi sampai melahirkan. Lamanya hamil

normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari

pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan, yaitu triwulan

pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke 4

sampai ke 6, triwulan ketiga dari bulan ke-7 sampai ke-9.

Page 10: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

8

Gambar 2

Peran ibu dalam

menjaga Keselamatan Janin

sangat penting. Setiap ibu

pasti mendambakan selama

kehamilannya tidak terjadi

masalah serta menginginkan

janinnya lahir dalam

keadaan normal dan sehat.

Hal ini bisa terwujud jika

. Pertumbuhan dan

perkembangan Janin dipengaruhi

kondisi kesehatan ibu.

Semenjak ebelum

kehamilan, ibu sudah siap

Secara fisik maupun mental.

Pertumbuhan dan perkembangan Janin

didalam rahim sangat dipengaruhi kondisi

kesehatan ibu. Jika ibu Sehat, sejahtera dan

bahagia, serta selalu melaksanakan pola hidup

sehat, seperti tidak mengkonsumsi alkohol, tidak

merokok, tidak stres, tidak terlalu lelah dan cukup

istirahat, maka pertumbuhan dan perkembangan

janinpun akan lebih optimal.

Peran ibu hamil terhadap kesehatan dan

keselamatan janin sangat penting. Kesehatan dan

perkembangan janin dalam rahim dapat

dipantau melalui langkah berikut:

1. Memantau kesehatannya sendiri. Apabila

Ibu mengalami demam, sakit kepala

secara terus-menerus, pandangan mata

PERAN DAN TUGAS IBU HAMIL

TAHUKAH ANDA?

Ibu hamil membawa janin dalam

kandungannya selama sembilan

bulan atau kurang lebih selama 40

minggu. Selama itu pula

kemungkinan-kemungkinan dapat

terjadi sehingga menyebabkan

janin dalam kandungan tidak

sejahtera. Para dokter dan peneliti

berupaya untuk menemukan

metode untuk mengetahui

kesejahteraan janin dalam

kandungan. Tetapi tidak ada satu

alatpun yang 100 persen akurat

yang dapat memastikan janin

dalam kondisi sehat dan sejahtera.

Beberapa alat yang dapat dipakai

untuk mengetahui

kesejahteraan janin misalnya

alat pendengar denyut

jantung janin (stetoskop Laenec

atau menggunakan Doppler),

ultrasonografi, dan

kardiotokografi. Cara yang

paling sederhana adalah

dengan merasakan gerakan

janin atau yang disebut dengan

menghitung tendangan janin

atau “fetal kick count”.

nlslaw.com.au

Page 11: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

9

kabur, nyeri dan sakit perut, perlu segera meminta pertolongan ke

tenaga kesehatan.

2. Berat badan ibu hamil secara bertahap mengalami peningkatan

hingga mencapai rata rata 11–13kg selama kehamilan. Jika ibu hamil

mengalami penurunan berat badan atau berat badan tidak

mengalami peningkatan selama 2 minggu, perlu dicurigai kalau janin

itu mengalami hambatan dalam perkembanganya. Demikian juga,

ketika berat badan ibu naik secara drastis, kemungkinan, ibu

mengalami keracunan kehamilan yang dapat mematikan janin.

3. Gerakan janin yang sehat akan aktif. Semakin tua umur kehamilan,

akan semakin aktif gerakan janinnya. Jika ibu merasakan gerakan

janin lemah dan lamban, kemungkinan janin itu dalam keadaan sakit

dan terancam bahaya.

4. Rahim dan perut ibu hamil akan membesar teratur dan bertahap

selama kehamilan sesuai pertumbuhan janin.

5. Jika terjadi pendarahan ketika hamil, sebaiknya ibu hamil segera

menanyakan kepada petugas kesehatan.

6. Ibu hamil serta janin yang sehat juga dapat dipantau dengan

seringnya kencing. Jika ibu hamil mengalami penurunan intensitas

kencing, perlu dicurigai adanya keracunan kehamilan.

Ibu hamil penting memeriksakan kehamilan

secara rutin dan berkala. Pemeriksaan

kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan

yang dilakukan secara berkala dari awal

kehamilan hingga proses persalinan untuk

memonitor kesehatan ibu dan janin agar

tercapai kehamilan yang optimal.

Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan

melalui dokter atau bidan dengan minimal

health.detik.com

Gambar 3. Ibu hamil perlu

memeriksakan kehamilannya

secara rutin dan berkala

pemeriksaan 4 kali selama kehamilan yaitu pada

Page 12: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

10

usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan dua kali pada

kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada

baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6

bulan, sebulan dua kali pada usia 7–8 bulan dan seminggu sekali ketika usia

kandungan menginjak 9 bulan.

Menurut Hanifa Wiknjosastro (1999), tujuan ANC adalah menyiapkan

ibu hamil sebaik-baiknya, baik secara fisik dan mental, serta menyelamatkan

ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Dengan

demikian keadaan ibu dan bayi sehat, serta normal, tidak hanya fisik tetapi

juga mental.

1. Tujuan Antenatal Care antara lain:

a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu

dan tumbuh kembang janin.

b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal

dan sosial ibu dan bayi.

c. Mengenal secara dini adanya komplikasi kehamilan, seperti:

- Hipertensi

- Diabetes

- Anemia

- Janin dengan berat badan rendah

- Kehamilan anggur

- Plasenta previa (ari-ari menutup jalan lahir)

- Infeksi dalam kehamilan misalnya keputihan atau infeksi saluran

kemih dll

d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan

selamat ibu maupun bayinya.

e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan

pemberian ASI Eksklusif.

f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima

kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

g. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

Page 13: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

11

2. Fungsi Pemeriksaan

a. Mengenali dan menangani penyulit-

penyulit dalam kehamilan, persalinan,

dan nifas.

b. Mengenali dan mengobati penyulit-

penyulit sedini mungkin. Menurunkan

angka kesakitan ibu dan bayi.

c. Memberikan nasihat-nasihat tentang

cara hidup sehari-hari dan keluarga

berencana, kehamilan, persalinan, nifas

dan laktasi.

alodokter.com

Gambar 4. Pemeriksaan kehamilan berfungsi

mengenali dan menangani penyulit dalam

kehamilan, persalinan, dan nifas

Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan perawatan sehari-

hari yaitu:

- Mandi 2 kali sehari dengan sabun

- Gosok gizi setelah sarapan dan sebelum tidur

- Setelah kandungan berumur 4 buan, sering elus-elus perut

dan ajak bicara bayi di dalam kandungan

- Kurangi kerja berat

- Istirahat berbaring minimal 1 jam di siang hari. Posisi tidur

sebaiknya miring.

Page 14: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

12

seword.com

Secara umum, semua emosi

yang dirasakan oleh wanita yang

sedang hamil cukup labil. Mereka

cenderung dapat memiliki reaksi

yang ekstrim dan suasana hati

kerap dapat berubah dengan

sangat cepat. Reaksi emosional

dan persepsi kehidupan juga

dapat mengalami perubahan

yang cukup cepat.

Gambar 5. Ibu hamil memerlukan dukungan dalam

menjalani masa kehamilan dan persalinan

Seorang ibu yang sedang hamil akan menjadi sangat sensitif dan

cenderung bereaksi berlebihan. Seorang ibu hamil juga biasanya akan selalu

mudah terbuka terhadap dirinya sendiri dan suka terbuka kepada orang lain.

Oleh sebab itu, dukungan dari semua pihak yang berada di sekelilingnya

termasuk Suami, Keluarga, bahkan bidan/dokter yang memeriksa kehamilan

dan yang akan menangani persalinan sangat berperan untuk mendukung

ibu dalam menjalani masa persalinannya. Peran suami dan keluarga selama

kehamilan:

- Menjaga asupan makanan yang bergizi bagi ibu hamil,

- Membantu meringankan pekerjaan ibu hamil,

- Menjaga ibu hamil rileks,

- Mengingatkan ibu hamil dalam mengkonsumsi Tablet Tambah Darah

(TTD),

- Menemani ibu hamil saat memeriksa kehamilan,

- Ingatkan ibu untuk beristirahat cukup.

PENTINGNYA DUKUNGAN UNTUK IBU HAMIL

Page 15: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

13

RANGKUMAN

Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar dengan materi peran ibu

dalam merawat kehamilan. dengan demikian, Anda telah memahami

pengertian kehamilan, peran dan tugas ibu hamil serta pentingnya

dukungan untuk ibu hamil. hal-hal penting yang Anda pelajari dari kegiatan

ini adalah sebagai berikut:

1. Kehamilan adalah sebuah proses penyatuan sperma dan ovum yang

membentuk sel kemudian tumbuh dan terjadinya proses konsepsi dan

fertilisasi sampai melahirkan. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40

minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan, yaitu triwulan pertama dimulai

dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke-4 sampai

ke-6, triwulan ketiga dari bulan ke-7 sampai ke-9.

2. Peran ibu hamil terhadap kesehatan dan keselamatan janin sangat

penting. Kesehatan dan perkembangan janin dalam rahim dapat

dipantau melalui: kesehatan, peningkatan atau penurunan berat

badan, gerakan janin, pembesaran rahim dan perut, pendarahan,

serta intensitas kencing ibu.

3. Dukungan keluarga dan lingkungan dapat membantu kondisi fisik dan

psikis ibu hamil agar stabil sehingga janin di dalam kandungan dapat

tumbuh dan berkembang dengan baik.

Page 16: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

14

TUGAS

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Bagaimana peran ibu hamil terhadap pemantauan keselamatan

janinnya?

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

2. Jelaskan Definisi dari Kehamilan berdasarkan pengetahuan Anda!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Tes FoRMATIF

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari (a,

b, c, d, atau e)!

1. Kehamilan dibagi menjadi...

A. 2 semester

B. 3 triwulan

C. 4 triwulan

D. 3 semester

2. Berikut ini yang tidak termasuk peran ibu dalam memantau Kesehatan

dan perkembangan janin dalam rahim yaitu?

A. peningkatan atau penurunan berat badan ibu

B. memantau kesehatan keluarga

C. gerakan janin

D. pembesaran rahim dan perut ibu

E. pendarahan dan intensitas kencing

3. Dibawah ini yang bukan termasuk pemantauan kesehatan dan

perkembangan janin adalah?

A. Gerakan janin yang sehat akan aktif.

B. Berat badan naik secara bertahap 11–13Kg

Page 17: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

15

C. Memantau kesehatan ibu hamil

D. Perut mengecil selama masa persalinan

4. Kesehatan ibu hamil dapat dipantau dengan cara?

A. Intensitas kencing meningkat

B. Intensitas kencing menurun

C. Pola makan berlebih

D. Selalu berkeringat

5. Dibawah ini anggota keluarga yang memberi dukungan kepada ibu

hamil untuk membantu selama kehamilannya, Kecuali?

A. Bidan

B. Suami

C. Anak tetangga

D. Orang tua

Page 18: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

16

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus di

bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan= Jumlah jawaban Anda yang benar X100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90 –100% = Baik sekali

80 –89% = Baik

70 – 79% = Cukup

<70% = Kurang

jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70 %, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 1 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 1, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, Anda dinyatakan berhasil dan diucapkan “SELAMAT”! Berarti

Anda telah menguasai seluruh kegiatan belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan belajar 2!

Page 19: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

17

KEGIATAN BELAJAR 2: PROSES YANG TERJADI DALAM KEHAMILAN

TUJUAN

Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari materi ini

diharapkan Anda memahami proses

yang terjadi pada kehamilan.

TUJUAN

Pembelajaran Khusus

Menjelaskan perubahan, tanda gejala,

dampak, pencegahan yang normal,

dan tidak normal pada kehamilan.

Materi

Pokok

Perubahan, tanda gejala, dampak dan

pencegahan yang normal dan tidak

normal pada kehamilan.

Page 20: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

18

maraisehat.com

Gambar 6.

A. Perubahan yang normal pada

kehamilan

Kehamilan menyebabkan banyak

perubahan pada tubuh, kebanyakan

perubahan ini akan menghilang setelah

persalinan. Selama kehamilan, jumlah

darah yang dipompa oleh jantung setiap

menitnya meningkat 30 – 50%. Peningkatan

ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu

dan mencapai puncaknya pada

kehamilan 16 – 28 minggu.

Curah Jantung

Selama persalinan, curah jantung

meningkat sebesar 30%, Setelah persalinan

curah jantung menurun 15 – 25% di atas

batas kehamilan, lalu secara perlahan

kembali ke batas kehamilan.

Ketika melakukan aktivitas/olah raga,

Kehamilan

menyebabkan banyak perubahan

pada tubuh

curah jantung, denyut jantung, dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih

tinggi jika dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Rontgen

dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung dan

kadang-kadang terdengar “murmur” jantung tertentu serta ketidakteraturan

irama jantung. Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada

masa kehamilan, tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan

memerlukan pengobatan secara khusus.

Perubahan,Tanda Gejala, dampak dan

pencegahan yang normal dan tidak normal

Page 21: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

19

Selama trimester kedua, biasanya tekanan darah menurun tetapi akan

kembali normal pada trimester ketiga. Selama kehamilan, volume darah

meningkat sampai dengan 50%, tetapi jumlah sel darah merah yang

mengangkut oksigen hanya meningkat sebesar 25 – 30%.

Ginjal

Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring

dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat

kehamilan, karena itu ibu hamil sering merasa ingin berkemih ketika

berbaring atau tidur.

Paru-paru

Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan

meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-

paru berfungsi lain dari biasanya. Ibu hamil bernafas lebih cepat dan lebih

dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk

janin. Oleh sebab itu, lingkar dada ibu hamil agak membesar.

Sistem pencernaan.

Ibu hamil sering mengalami heartburn (rasa panas di dada) dan

sendawa, yang terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam

lambung. Selain itu, relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah

yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Kulit

Melasma adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di

kulit kening dan pipi. Peningkatan pigmentasi juga terjadi di sekeliling

puting susu. Selain itu, di perut bawah bagian tengah biasanya tampak

garis gelap.

Hormon

Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh.

Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG, yang

berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen

serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan.

Page 22: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

20

Peningkatan kadar hormon ini kemungkinan menyebabkan tanda

peregangan berwarna pink pada kulit perut.

B. Tanda Bahaya pada Kehamilann

Perlu adanya pengetahuan bagi ibu hamil dan keluarga untuk mengenali

tanda-tanda bahaya selama kehamilan yang terjadi pada proses kelahiran

sehingga diharapkan proses kelahiran dapat terjadi dengan normal. Peran

dan dukungan dari keluarga, serta lingkungan (bidan maupun dokter)

sangat berpengaruh terhadap lancarnya proses persalinan.

Pada Trimester 1

Trimester I adalah usia kehamilan 1 – 3 bulan atau kehamilan berusia 0

- 12 minggu, salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk

menapis adanya risiko ini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya

komplikasi/penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda. Tanda

Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi:

1. Perdarahan pervaginam/Perdarahan dari jalan lahir

Perdarahan ini bisa berarti aborsi, kehamilan molar atau kehamilan

ektopik. Macam-macam perdarahan pervaginam, yaitu:

a) Abortus

Pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20

minggu dan berat janin kurang dari 500 gram. Tanda-tandanya:

perdarahan dengan nyeri abdomen, rasa mulas atau rasa nyeri.

Terkadang disertai syok.

b) Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik merupakan penanaman hasil konsepsi di luar

endometrium atau di luar rahim. Tanda-tanda kehamilan ektopik

yaitu: perdarahan berwarna coklat tua dan umumnya sedikit, nyeri

perut, uterus terasa lembek.

c) Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

d) Kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili korialisnya

mengalami perubahan hidrofik. Tanda-tanda kehamilan mola

Page 23: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

21

hidatidosa (hamil anggur) yaitu: perdarahan berulang, nyeri perut,

tidak teraba bagian janin, tidak terdengar denyut jantung janin.

2. Mual Muntah Berlebihan

a) Pengertian

Mual (nausea) dan muntah

(emesis gravidarum) adalah gejala

yang wajar dan sering terjadi pada

kehamilan trimester I. Biasanya, mual

terjadi pada pagi atau malam hari.

Gejala ini kurang lebih terjadi 6

minggu setelah hari pertama haid

terakhir dan berlangsung selama

kurang lebih 10 minggu.

Gejala mual muntah yang berat

dapat berlangsung sampai 4 bulan.

Pekerjaan sehari-hari menjadi

terganggu dan keadaan umum

menjadi buruk. Keadaan ini disebut

hiperemisis gravidarum. (Sarwono,

2005)

b) Penanganan Umum

Mual muntah dapat diatasi dengan:

Makan sedikit tapi sering

Gambar 7. Mual dan muntah

adalah gejala yang normal dan

sering terjadi pada kehamilan

trimester I

Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak

Jaga masukkan cairan, karena cairan lebih mudah ditolerasi

daripada makanan padat.

Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan

hanya makanan kering pada satu waktu makan, kemudian

makanan berkuah pada waktu berikutnya.

jagakesehatan.com

Page 24: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

22

Hindari hal-hal yang memicu rasa mual, seperti bau, gerakan,

atau bunyi,

Istirahat yang cukup, dan

Hindari hal-hal yang membuat Anda berkeringat atau

kepanasan, yang dapat memicu rasa mual (Curtis, 2000:28).

c) Komplikasi

Jika muntah terus-menerus bisa terjadi kerusakan hati.

Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang

disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita

muntah (Rochjati, 2003:2)

3. Sakit Kepala Yang Hebat

disehat.com

a) Pengertian

Sakit kepala yang menunjukan suatu

masalah serius dalam kehamilan adalah

sakit kepala yang hebat. Sakit kepala ini

menetap dan tidak hilang dengan

beristirahat. Kadang-kadang sakit kepala

yang hebat tersebut, dapat

menyebabkan penglihatanya menjadi

kabur atau berbayang (Uswhaaya, 2009).

Gambar 8. Sakit kepala

yang hebat menunjukan

suatu masalah serius dalam

kehamilan

b) Penanganan Umum

1. Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera mobilisasi seluruh

tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat.

2. Segera lakukan pengamatan terhadap keadaan umum

termasuk tanda vital (nadi, tekanan darah, dan pernafasan)

sambil mencari riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari

pasien dan keluarganya (Saifuddin, 2002)

Page 25: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

23

c) Komplikasi

Nyeri kepala pada masa

kehamilan dapat merupakan

gejala pre-eklampsia, yaitu suatu

penyakit yang terjadi hanya pada

ibu hamil. Jika tidak di atasi dapat

menyebabkan kejang maternal,

stroke, koagulopati dan kematian

(Irma, 2002).

4. Nyeri Perut Yang Hebat

a) Pengertian

hellosehat.com

Gambar 9. Nyeri kepala pada masa

kehamilan dapat merupakan gejala

pre-eklampsia

Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang, adalah

gejala utama kehamilan ektopik atau abortus. (Saifuddin, 2002: 98).

Nyeri perut yang mungkin menunjukkan masalah atau mengancam

keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang

setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti radang usus buntu, kehamilan

ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan preterm, gastritis,

penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi plasenta, infeksi

saluran kemih atau infeksi lain.

b) Penanganan umum

1) Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi: tanda vital (nadi,

tensi, respirasi, suhu)

2) Jika ada syok, segera terapi dengan baik (Saifuddin, 2002: 98)

c) Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul pada nyeri perut yang hebat

antara lain: kehamilan ektopik, pre-eklampsia, persalinan prematur,

solusio plasenta, abortus, ruptur uteri imminens (Irma,2008).

Page 26: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

24

5. Selaput Kelopak Mata Pucat/Anemia

a) Pengertian

Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya

meningkat lebih cepat dari pada sel-selnya. Hal ini dapat

mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen

sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat

mengakibatkan anemia.

b) Penanganan

Anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi dan

istirahat cukup (Curtis, 2000).

c) Komplikasi

Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh

langsung terhadap janin sedangkan komplikasi pada kehamilan

trimester I, yaitu anemia dapat menyebabkan terjadinya kelainan

kongenital, abortus/keguguran (Ayurai, 2009).

d) Pengaruh anemia terhadap kehamilan

1) Bahaya selama kehamilan

Dapat terjadi abortus;

Persalinan prematuritas;

Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim;

Mudah terjadi infeksi dekompensasi kordis (Hb < 6 gr%);

Mola hidatidosa;

Hiperemesis gravidarum;

Perdarahan antepertum; dan

Ketuban pecah dini (KPD).

2) Bahaya saat persalinan

Gangguan his/ kekuatan mengejan;

Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus

terlantar (persalinan komplikasi ibu dan janin;

Kala ke dua berlangsung lama sehingga dapat melelahkan

dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan;

Page 27: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

25

Kala uri diikuti retensio plasenta, dan perdarahan pospartum

karena atonia uteri; dan

Kala empat dapat terjadi perdarahan postpartum sekunder

dan atonia uteri.

3) Pada kala nifas

Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan perdarahan

postpartum;

Memudahkan infeksi puerperium;

Pengeluaran ASI berkurang;

Dekompensasi koris mendadak setelah persalinan;

Anemia kala nipas;

Mudah terjadi infeksi mamae.

4) Bahaya terhadap janin

Abortus;

Terjadi kematian intrauteri;

Persalinan prematuritas tinggi;

Berat badan lahir rendah;

Kelahiran dengan anemia;

Dapat terjadi cacat bawaan;

Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal

Intligensia.

6. Demam atau Panas Tinggi

Ibu hamil menderita demam dengan suhu tubuh lebih 38°C

dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat

merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.

a) Penanganan Umum

Demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring, minum

banyak, kompres untuk menurunkan suhu. (Saiffudin, 2002)

b) Komplikasi

Page 28: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

26

Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi antara

lain: sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut (infeksi saluran

kemih atas) (Saifuddin, 2002).

Pada Trimester II

Trimester II adalah usia kehamilan 4 – 6

bulan atau kehamilan berusia 13 – 28 minggu.

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II

meliputi:

1. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan

Tangan

Oedema ialah penimbunan

cairan yang berlebih dalam jaringan

tubuh, dan dapat diketahui dari

kenaikan berat badan serta

pembengkakan kaki, jari tangan dan

muka. Hampir separuh dari ibu-ibu

akan mengalami bengkak yang normal

pada kaki yang biasanya muncul pada

sore hari dan biasanya hilang setelah

beristirahat atau meletakkan kaki lebih

tinggi.

aladokter.com

Gambar 10. Kaki bengkak saat

hamil sebenarnya adalah hal yang

wajar dan normal

Kram kaki sering terjadi di malam hari ketika tidur. Kram

dihubungkan dengan kadar garam dalam tubuh dan perubahan

sirkulasi. Penanganan Umum:

1) Istirahat cukup

2) Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang

mengandung protein dan mengurangi makanan yang

mengandung karbohidrat serta lemak

3) Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan, akan

mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi

keselamatan ibu dan bayi.(Hendrayani, 2009)

Page 29: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

27

a) Komplikasi

Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan

keracunan kehamilan dengan tanda-tanda oedema

(pembengkakan) terutama tampak pada tungkai dan muka,

tekanan darah tinggi dan dalam air seni terdapat zat putih telur

pada pemeriksaan urin dan laboratorium. (Rochjati, 2003)

2. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya

Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22

minggu, disebut ketuban pedah dini. Pecahnya selaput ketuban

dapat terjadi pada kehamilan sebelum kehamilan 37 minggu

(preterm) maupun kehamilan cukup bulan.

a) Penanganan Umum

1) Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG

2) Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk

menilai cairan yang keluar (jumlah, warna, bau) dan

membedakan dengan urin.

3) Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22

minggu), jangan lakukan, pemeriksaan dalam secara digital.

4) Mengobservasi tidak ada infeksi

5) Mengobservasi tanda tanda inpartu (Saifuddin, 2002)

b) Komplikasi

1) Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, kemungkinan

solusio plasenta

2) Tanda-tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)

3) Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi

persalinan preterm (Saifuddin, 2002)

3. Perdarahan hebat

Perdarahan Masif atau hebat pada kehamilan muda.

4. Pusing Yang hebat

5. Gerakan bayi berkurang

Page 30: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

28

Ibu mulai merasakan gerakan

bayinya selama bulan ke-5 atau ke-

6. Bayi harus bergerak paling sedikit 3

kali dalam periode 3 jam. Gerakan

bayi akan lebih mudah terasa jika

berbaring atau beristirahat dan jika

ibu makan dan minum dengan baik.

Apabila ibu tidak merasakan

gerakan bayi seperti biasa, hal ini

merupakan suatu risiko tanda

bahaya. Bayi kurang bergerak

seperti biasa dapat dikarenakan oleh

aktivitas ibu yang terlalu berlebihan,

keadaan psikologis ibu maupun

vix.com

kecelakaan sehingga aktivitas

bayi di dalam rahim tidak seperti

biasanya.

Gambar 11. Ibu mulai merasakan

gerakan janin pada bulan ke-5 atau ke-6

kehamilan. Bayi harus bergerak minimal 3

kali dalam periode 3 jam

Pada Trimester III

Trimester III adalah usia kehamilan 7 – 9 bulan atau kehamilan berusia

29 – 42 minggu. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III meliputi:

1. Penglihatan Kabur Penglihatan menjadi kabur atau berbayang

Dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi

oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang

mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan

serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.

Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda

pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan

yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak,

Page 31: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

29

misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik

(spot), berkunang-kunang.

a) Penanganan Umum

1) Jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasi seluruh

tenaga yang ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat

darurat.

2) Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk

tanda-tanda vital sambil menanyakan riwayat penyakit

sekarang dan terdahulu dari pasien atau keluarganya.

(Saifuddin, 2002)

b) Komplikasi

Komplikasi yang ditimbulkan antala lain:

1) kejang

2) eklamsia

2. Gerakan Janin Berkurang

Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 29

minggu atau selama persalinan.

a) Penanganan Umum

1) Memberikan dukungan emosional pada ibu

2) Menilai denyut jantung janin (DJJ):

Bila ibu mendapat sedative, tunggu hilangnya pengaruh

obat, kemudian nilai ulang. Bila DJJ tidak terdengar

minta beberapa orang mendengarkan menggunakan

stetoskop Doppler.

b) Komplikasi

Komplikasi yang timbul adalah IUFD dan featal distress 3.

3. Kejang

Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya

keadaan dan terjadinya gejala gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu

hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur,

Page 32: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

30

kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan

dapat merupakan gejala dari eklamsia

a) Penanganan

1) Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan

sedikit untuk mengurangi kemungkinan pengeluaran lendir,

muntahan, atau darah;

2) Bebaskan jalan nafas;

3) Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur; dan

4) Lakukan pengawasan ketat (Saifuddin, 2002).

b) Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia,

hipertensi, proteinuria (Saifuddin, 2002:34)

4. Demam Tinggi

5. Bengkak pada wajah, kaki dan tanggan

Page 33: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

31

rangkuman

Selamat Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar tentang proses

yang terjadi dalam kehamilan yang berisikan materi perubahan, tanda

gejala, dampak dan pencegahan yang normal dan tidak normal pada

kehamilan. Hal-hal penting yang Anda pelajari dari kegiatan ini adalah

sebagai berikut:

1. Perubahan yang normal pada kehamilan biasanya tidak

menyebabkan efek samping yang terlalu berat.

2. Perubahan yang tidak normal kadang dapat menyebabkan ibu dan

bayi terancam.

3. Pada tiap trimester berbeda-beda perubahannya sesuai siklus yang

ada.

Page 34: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

32

tugas

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Sebutkan perubahan perubahan normal yang terjadi pada Ibu Hamil?

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

2. Sebutkan perubahan-perubahan yang tidak normal pada ibu hamil!

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

test formatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari (a,

b, c, d, atau e)!

1. Pada perubahan yang normal saat kehamilan, organ apa saja yang

mengalami perubahan?

A. Ginjal

B. Paru Paru

C. Sistem pencernaan

D. Hati

2. Berapa Usia kehamilan trimester I?

A. 1 – 3 bulan

B. 1 bulan

C. 1 – 2 bulan

D. 1 – 5 bulan

3. Apa saja tanda bahaya yang dapat terjadi pada masa kehamilan

trimester I?

A. Pendarahan pervaginam

Page 35: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

33

B. Mual muntah berlebihan

C. Wajah membengkak

D. Sakit kepala yang hebat

4. Komplikasi apa yang terjadi pada kelainan demam tinggi saat

kehamilan trimester I?

A. Sistitis

B. Hepatitis

C. Herpes

D. AIDS

5. Dibawah ini penanganan yang tepat bila ibu hamil terkena Kejang

pada kehamilan trimester III, kecuali?

A. Bebaskan jalan nafas

B. Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur

C. Lakukan pengawasan ketat

D. Panggil ambulans

Page 36: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

34

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah jawaban Anda yang benarX100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90 –100% = Baik sekali

80 – 89% = Baik

70 – 79% = Cukup

<70% = Kurang

Jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 2 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 2, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan belajar 3!

Page 37: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

35

TUJUAN

Pembelajaran Umum

Diharapkan memahami gizi dan zat-zat yang

dibutuhkan ibu hamil, makanan sumber protein,

vitamin dan zat besi yang baik, resep dan menu

seimbang, serta dampak kekurangan gizi bagi ibu

hamil.

TUJUAN

Pembelajaran Khusus

1. Membedakan dan mengelompokkan zat-zat

gizi yang dibutuhkan pada ibu hamil.

2. Membedakan makanan sumber protein,

vitamin dan zat besi yang baik bagi ibu hamil.

3. Mengetahui menu seimbang pada ibu hamil.

4. Mengetahui modifikasi menu atau resep

sederhana yang baik bagi ibu hamil sesuai

kemampuan ekonomi.

5. Mengetahui dampak kekurangan gizi pada ibu

hamil

Materi

Pokok

1. Pengertian dan komponen zat gizi

2. Pentingnya gizi pada kehamilan

3. Makanan sumber protein, vitamin dan zat besi

4. Menu seimbang dan Resep bagi ibu hamil

5. Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil

KEGIATAN BELAJAR 3: Gizi, menu seimbang dampak kekurangan gizi

pada ibu hamil

Page 38: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

36

A. Pentingnya gizi pada ibu hamil

Pada Bab ini, Anda akan mengenal Gizi dan zat-zat penting yang

dibutuhkan dalam kehamilan dan menu seimbang bagi ibu hamil. Gizi ibu

hamil adalah makanan atau zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan

ibu hamil selama trimester I, trimester II, dan trimester III. Kebutuhan gizi ini

didapat dari makanan sehari-hari dengan menu seimbang (jumlah dan

kualitas yang baik), sehingga janin yang dikandungnya dapat tumbuh

sehat dan tidak mengalami gangguan atau masalah.

Gizi seimbang untuk Ibu Hamil mengindikasikan bahwa konsumsi

makanan ibu hamil dan ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan untuk

dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan janin/bayinya. Oleh

karena itu, ibu hamil membutuhkan zat gizi yang lebih banyak

dibandingkan dengan keadaan tidak hamil, tetapi konsumsi pangannya

tetap beranekaragam dan seimbang dalam jumlah dan proporsinya.

Janin tumbuh dengan mengambil zat-zat gizi dari makanan yang

dikonsumsi oleh ibunya dan dari simpanan zat gizi yang berada di dalam

tubuh ibunya. Selama hamil, seorang ibu harus menambah jumlah dan

jenis makanan yang dimakan untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan

bayi dan kebutuhan ibu yang sedang mengandung bayinya. Apabila

makanan ibu sehari-hari tidak cukup mengandung zat gizi yang

dibutuhkan, janin akan mengambil persediaan yang ada didalam tubuh

ibunya, seperti sel lemak ibu sebagai sumber kalori; zat besi dari simpanan

di dalam tubuh ibu sebagai sumber zat besi janin. Demikian juga

beberapa zat gizi tertentu tidak disimpan di dalam tubuh seperti vitamin C

Gizi, MENU SEIMBANG

DAMPAK KEKURANGAN GIZI

PADA IBU HAMIL

Page 39: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

37

dan vitamin B yang banyak terdapat di dalam sayuran dan buah-

buahan. Sehubungan dengan hal itu, ibu harus mempunyai status gizi

yang baik sebelum hamil dan mengonsumsi makanan yang beraneka

ragam baik proporsi maupun jumlahnya.

Menu seimbang adalah beraneka ragam makanan dalam jumlah

dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang

guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan

serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2005). Dalam menu

seimbang, perbandingan antara karbohidrat, protein, dan lemak dalam

menu harian harus senantiasa sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Selain menu seimbang, ibu hamil juga perlu memperhatikan anjuran

untuk tidak melakukan program diet, meminum minuman beralkohol dan

kafein, maupun obat-obat herbal (jamu) tanpa konsultasi dokter. Untuk

olahraga, ibu hamil tetap dapat melakukannya dengan pantauan

dokter. Yang terpenting dalam pemenuhan gizi ibu hamil bukan pada

kuantitasnya, tetapi kualitas dan keseimbangan komposisi yang cukup.

B. Komponen Gizi & Manfaatnya Bagi Ibu Hamil

Pada materi ini, pemenuhan gizi

ibu hamil adalah yang terpenting

pada masa kehamilan. Dengan

mendapatkan gizi yang seimbang

dan baik, ibu hamil dapat mengurangi

resiko kesehatan pada janin dan sang

ibu. Oleh sebab itu, memperhatikan

asupan makanan dan juga nutrisi

sangat penting dilakukan oleh ibu

hamil maupun keluarganya.

Gizi ibu hamil sebetulnya tidak jauh

dari gizi untuk pola makanan sehat.

impromifasi.blogspot.co.id

Gambar 12. Gizi yang seimbang

saat kehamilan adalah hal yang

penting, karena mengurangi risiko

kesehatan terhadap ibu dan janin

Page 40: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

38

Hanya saja, adanya janin di kandungan mengharuskan ibu hamil ekstra

hati-hati dalam mengkonsumsi. Misalnya, kopi atau teh yang tidak

berdampak langsung pada seorang wanita, tetapi pada ibu hamil akan

mengurangi asupan zat besi bagi janin.

Selama kehamilan, terdapat kompenen gizi yang harus dikonsumsi

oleh ibu hamil, yaitu:

1. Kalori, adalah sumber penyimpan

tenaga atau energi. Diperlukan untuk

pertumbuhan dan perkembangan

janin. Kalori dapat diperoleh dari

makanan yang mengandung

karbohidrat dan lemak.

a. Karbohidrat, ibu hamil dianjurkan

untuk memperbanyak karbohidrat,

seperti nasi putih, nasi merah, mie,

roti, bihun, tepung, jagung, pasta

dan biji-bijian utuh. Namun

intisari.grid.id

Gambar 13. Karbohidrat terbaik

adalah kentang, gandum, sereal

dan oat, karena kaya akan serat,

asam folat, vitamin, mineral, zat

besi dan potasium, yang penting

untuk pertumbuhan janin

karbohidrat terbaik adalah kentang, gandum, sereal dan oat,

karena kaya akan serat, asam folat,

vitamin, mineral, zat besi dan

potasium yang penting untuk

pertumbuhan janin. Kebutuhan

energi ibu meningkat selama

kehamilan dikarenakan

pertumbuhan dan perkembangan

janin, pertambahan besarnya organ

kandungan, perubahan komposisi

dan metabolisme tubuh ibu.

b. Lemak, berasal dari makanan

nutritionisthamrin.wordpress.com

Gambar 14. Lemak nabati (lemak tak

jenuh) seperti minyak jagung dan

minyak zaitun, sangat baik bagi ibu

hamil karena dapat mencegah risiko

penyakit kanker dan jantung.

hewani (lemak jenuh) seperti

mentega, lemak daging dan lemak nabati (lemak tak jenuh) seperti

Page 41: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

39

minyak jagung dan minyak zaitun. Pilihan terbaik adalah Lemak tak

jenuh karena dapat mencegah penyakit kanker dan jantung.

Seseorang harus membatasi konsumsi kalori sebesar 25% dari jumlah

konsumsi sehari-hari.

2. Protein, Protein terdapat dalam tiap

sel tubuh manusia. Zat ini dibutuhkan

oleh Ibu Hamil untuk membantu

tumbuh kembang janin, memperbaiki

sel, memproduksi sel yang baru serta

menghasilkan hormon. Asupan protein

terutama sangat penting untuk

pertumbuhan dan perkembangan

pada masa kehamilan Seseorang

membutuhkan 15% kalori dari makanan

berprotein seperti daging, ikan, ayam,

telur, dan kacang-kacangan.

3. Vitamin, meliputi vitamin A, B kompleks,

C, D, E, dan K. Kebanyakan vitamin

tidak dihasilkan oleh tubuh, dan

diperoleh melalui makanan. Vitamin C

dibutuhkan ibu hamil karena

mengandung banyak antioksidan yang

berguna melindungi jaringan organ

tubuh dari kerusakan serta mengirimkan

sinyal kimia ke otak. Bagi ibu hamil,

membutuhkan vitamin C sebanyak 85

mg per harinya. Vitamin A juga

diperlukan oleh ibu hamil untuk

kekebalan tubuh, penglihatan dan

tumbuh kembang janin. Vitamin A

info-kecantikan.com

Gambar 15. Protein dibutuhkan ibu

hamil untuk membantu tumbuh

kembang janin, memperbaiki dan

memproduksi sel tubuh yang baru,

serta menghasilkan hormon

ambitionofmylife.com

Gambar 16. Asupan vitamin yang

cukup, penting bagi ibu hamil.

Kebanyakan vitamin tidak

dihasilkan oleh tubuh, sehingga

dapat diperoleh melalui makanan,

seperti buah-buahan dan sayuran.

terdapat pada sayuran berwarna kuning atau hijau dan kuning telur.

Page 42: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

40

Selain itu, vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12, serta asam pantotenat, juga

dibutuhkan bagi ibu hamil.

4. Mineral, merupakan unsur penting yang

terdapat pada makanan untuk

pemeliharaan kesehatan dan

pencegahan penyakit. Mineral dan

vitamin bertindak secara interaksi. Tubuh

perlu vitamin agar mineral dapat bekerja

dan sebaliknya. Fungsi mineral adalah

membentuk struktur tubuh, mengatur

proses dalam tubuh. Contoh mineral

seperti magnesium, phosphorus, sodium,

potassium, dan seng.

5. Zat besi, merupakan kebutuhan gizi ibu

hamil yang tidak bisa dikesampingkan.

Zat besi mengurangi terjadinya anemia

juga berperan dalam pembentukan sel

darah merah hemoglobin (yang

info-kecantikan.com Gambar 17. Mineral berfungsi

membentuk struktur dan mengatur

proses dalam tubuh. Fosfor salah

satu mineral yang penting bagi ibu

hamil, karena bermanfaat dalam

pembentukan tulang dan gigi

pada janin.

mengangkut oksigen dalam tubuh). Makanan sumber zat besi yang

baik bagi ibu hamil, diantaranya:

Bayam, dalam 100 gram bayam terdapat 6,43 mg (miligram) zat besi.

Selain iitu, kandungan vitamin A, kalsium, dan potasium yang bisa

membantu memperkuat otot ibu hamil.

Daging Merah, Dalam 100 gram daging merah memenuhi 27%

kebutuhan energi bagi tubuh. Dalam 3 ons daging (85 gram)

mengandung 5,24 mg zat besi. Selain itu, kaya akan protein sehingga

dapat memulihkan kondisi tubuh setelah beraktivitas atau bekerja.

Kacang Hijau, dalam 100 gram kacang hijau terdapat 26,15 mg zat

besi. Selain itu, kaya serat dan vitamin A sehingga sangat baik sebagai

cemilan yang menyehatkan.

Page 43: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

41

Nasi Putih, dalam 100 gram (1 gelas) nasi putih terdapat 7,97 mg zat

besi. Nasi putih baik dikonsumsi bersama dengan asupan lain seperti

bayam sehingga kandungan zat besinya akan semakin tinggi.

Tiram, dalam 80 gram tiram terdapat 5,91 mg zat besi. Selain itu, kaya

akan kalsium dan afrodisiak alami yang baik bagi kesehatan ibu hamil.

Tomat, kandungan antioksidan didalamnya dapat mencegah

penuaan dan kerusakan kulit.

Kentang, dalam 100 gram tomat

terdapat 3,39 mg zat besi. Selain itu,

kandungan vitamin serta kalsium

yang tinggi yang terdapat pada

kentang dapat meningkatkan sistem

kekebalan tubuh. Dalam satu biji

kentang kecil terdapat 2,7 mg zat

besi. Kentang goreng tidak

disarankan bagi ibu hamil karena

terdapat minyak dalam

pembuatannya.

6. Asam folat, dibutuhkan ibu hamil

untuk perkembangan janin dan

mencegah kecacatan pada otak

dan tulang belakang. Juga

infosehatwanita.com

Gambar 18. Asam folat dibutuhkan

dalam proses perkembangan janin,

karena dapat mencegah kecacatan

pada otak dan tulang belakang, serta

mencegah janin lahir prematur. Asam

folat banyak terdapat pada sayuran

hijau, jus jeruk, kacang-kacangan dan

juga gandum.

mencegah janin lahir prematur. Asam folat banyak terdapat pada

sayuran hijau, jus

jeruk, kacang-

kacangan dan juga

gandum.

Gambar 19. Mengkonsumsi air putih secara

cukup dan teratur dapat mengurangi risiko

dehidrasi, konstipasi, dan penumpukan cairan

pada organ-organ tubuh seperti kaki, tangan,

dan persendian.

7. Air, merupakan zat

penting yang

jumlahnya sekitar 50 –

86290099.com

Page 44: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

42

55% dari berat badan seseorang, yang fungsinya menstabilkan

temperatur tubuh, mengangkut bahan makanan ke sel dan

membuang sampah dari sel-sel.

8. Kalsium, berperan pada proses pembentukan tulang dan gigi janin.

Produsen kalsium yang paling baik adalah susu, keju, yogurt, ikan teri.

C. Kebutuhan Zat Gizi pada Ibu Hamil

Tabel 1. Angka Kecukupan Gizi Ibu Hamil

Umur Energi Protein Vit A

(µg

RE)

Vit C

(mg)

Fe

(mg)

Zn

(mg)

I

(µg)

Asam

folat

(µg)

16-18 th

Trimester I 2380 72 900 85 26,0 15,7 200 600

Trimester II 2500 72 900 85 35,0 18,0 200 600

Trimester III 2500 72 900 85 39,0 37,3 200 600

19-29 th

Trimester I 2080 67 800 85 26,0 11,0 200 600

Trimester II 2200 67 800 85 35,0 13,5 200 600

Trimester III 2200 67 800 85 39,0 19,1 200 600

30-39 th

Trimester I 1920 67 800 85 26,0 11,5 200 600

Trimester II 2100 67 800 85 35,0 14,0 200 600

Trimester III 2100 67 800 85 39,0 19,6 200 600

Sumber : Widya Karya Nasional Pangan Gizi, 2004

Apa akibat dari kekurangan gizi ibu hamil? Ibu hamil yang

kekurangan gizi dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, bayi lahir

prematur, kematian janin, kelainan sistem syaraf pusat bayi maupun

perkembangan yang tidak normal.

a. Selain memperhatikan asupan makanan pada gizi ibu hamil, ibu hamil

juga perlu memperhatikan anjuran untuk tidak melakukan program

diet ketat, meminum minuman beralkohol dan kafein, maupun obat-

obat herbal (jamu) tanpa konsultasi dokter. Untuk olahraga, ibu hamil

tetap dapat melakukannya dengan pantauan dokter.

Yang terpenting dalam pemenuhan gizi ibu hamil bukan pada

kuantitasnya, tetapi kualitas dan keseimbangan komposisi yang cukup.

Page 45: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

43

D. Pesan Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil

a. Biasakan mengonsumsi aneka ragam pangan yang lebih banyak

Ibu Hamil perlu mengonsumsi aneka ragam pangan yang lebih banyak

untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan zat gizi mikro (vitamin

dan mineral) karena digunakan untuk pemeliharaan, pertumbuhan

dan perkembangan janin dalam kandungan serta cadangan selama

masa menyusui.Zat gizi mikro penting yang diperlukan selama hamil

adalah zat besi, asam folat, kalsium, iodium dan zinc.

Kebutuhan protein selama kehamilan meningkat. Peningkatan

kebutuhan ini untuk pertumbuhan janin dan untuk mempertahankan

kesehatan ibu. Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi pangan sumber

protein hewani seperti ikan, susu dan telur.

Kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat karena digunakan

untuk pembentukan sel dan jaringan baru. Selain itu zat besi

merupakan unsur penting dalam pembentukan hemoglobin pada sel

darah merah. Ikan, daging, hati dan tempe adalah jenis pangan yang

baik untuk ibu hamil karena kandungan zat besinya tinggi Ibu hamil

juga disarankan untuk mengonsumsi satu tablet tambah darah perhari

selama kehamilan dan dilanjutkan selama masa nifas.

Kebutuhan asam folat selama kehamilan juga meningkat karena

digunakan untuk pembentukan sel dan sistem saraf termasuk sel darah

merah. Sayuran hijau seperti bayam dan kacang-kacangan banyak

mengandung asam folat yang sangat diperlukan pada masa

kehamilan.

Buah berwarna merupakan sumber vitamin yang baik bagi tubuh dan

buah yang berserat karena dapat melancarkan buang air besar

sehingga mengurangi risiko sembelit (susah buang air besar).

Kebutuhan kalsium meningkat pada saat hamil karena digunakan

untuk mengganti cadangan kalsium ibu yang digunakan untuk

pembentukan jaringan baru pada janin. Apabila konsumsi kalsium

tidak mencukupi maka akan berakibat meningkatkan risiko ibu

Page 46: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

44

mengalami komplikasi yang disebut keracunan kehamilan (pre

eklampsia). Selain itu, ibu akan mengalami pengeroposan tulang dan

gigi. Sumber kalsium yang baik adalah sayuran hijau, kacang–

kacangan dan ikan teri serta susu.

Iodium merupakan bagian hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3)

yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan

bayi. Iodium berperan dalam sintesis protein, absorsi karbohidrat dan

saluran cerna serta sintesis kolesterol darah. Zat iodium memegang

peranan yang sangat besar bagi ibu dan janin. Kekurangan iodium

akan berakibat terhambatnya perkembangan otak dan sistem saraf

terutama menurunkan IQ dan meningkatkan risiko kematian bayi.

Disamping itu, kekurangan iodium dapat menyebabkan pertumbuhan

fisik anak yang dilahirkan terganggu (kretin). Dampak pada

perkembangan otak dan sistem syaraf ini biasanya menetap. Sumber

iodium yang baik adalah makanan laut seperti ikan, udang, kerang,

rumput laut. Setiap memasak diharuskan menggunakan garam

beriodium.

Untuk mengatasi “Hiperemesis Gravidarum” (rasa mual dan muntah

berlebihan) dianjurkan agar makan dalam porsi kecil tetapi sering,

makan secara tidak berlebihan dan hindari makanan berlemak serta

makanan berbumbu tajam (merangsang).

b. Batasi mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi

Pembatasan konsumsi garam dapat mencegah hipertensi selama

kehamilan. Selama ibu hamil diusahakan agar tidak menderita

hipertensi. Hal ini disebabkan karena hipertensi selama kehamilan akan

meningkatkan risiko kematian janin, terlepasnya plasenta, serta

gangguan pertumbuhan.

c. Minumlah air putih yang lebih banyak

Air merupakan sumber cairan yang paling baik dan berfungsi untuk

membantu pencernaan, membuang racun, sebagai penyusun sel dan

Page 47: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur

suhu tubuh.

Kebutuhan air selama kehamilan meningkat agar dapat mendukung

sirkulasi janin, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume

darah. Ibu hamil memerlukan asupan air minum sekitar 2–3 liter perhari

(8–12 gelas sehari).

d. Batasi minum kopi

Kafein bila dikonsumsi oleh ibu hamil akan mempunyai efek diuretik

dan stimulans. Oleh karenanya bila ibu hamil minum kopi sebagai

sumber utama kafein yang tidak terkontrol, akan mengalami

peningkatan buang air kecil (BAK) yang akan berakibat dehidrasi,

tekanan darah meningkat dan detak jantung juga akan meningkat.

Pangan sumber kafein lainnya adalah coklat, teh dan minuman

suplemen energi. Satu botol minuman suplemen energi mengandung

kafein setara dengan 1–2 cangkir kopi. Disamping mengandung

kafein, kopi juga mengandung inhibitor (zat yang mengganggu

penyerapan zat besi) Konsumsi kafein pada ibu hamil juga akan

berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin, karena

metabolisme janin belum sempurna. Oleh karenanya dianjurkan

kepada ibu hamil selama kehamilan ibu harus bijak dalam

mengonsumsi kopi sebagai sumber utama kafein, batasi dalam batas

aman yaitu paling banyak 2 cangkir kopi/hari atau hindari sama sekali,

karena dalam kopi tidak ada kandungan zat gizi.

E. Mengatur Menu Seimbang Untuk

Kesehatan Ibu Hamil

a. Mengatur menu makan ibu hamil sesuai

dengan ekonomi

Bagaimana cara mengatur menu

makan ibu hamil yang baik dilihat dari segi

ekonomi? Semua ibu hamil pasti

hamil.co.id

Gambar 20. Makanan yang

sehat tidaklah selalu mah4a5l, ibu hamil dapat mengatur

menu makanan sehat sesuai

dengan kondisi ekonomi

Page 48: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

46

menginginkan memiliki anak yang sehat, untuk hal tersebut, mereka

tidak segan melakukan apapun demi melahirkan dalam kondisi normal

dan sehat, tapi semua itu terkadang terhalang oleh adanya kendala

dari segi ekonomi.

Di sini penulis akan menyampaikan cara mengatur menu makan

yang sehat dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil.

1. Makan dalam posi sedikit dan

terjadwal

Misalnya, pada jam sekian sang ibu

harus makan dengan porsi yang sedikit,

dan pada jam berikutnya sang ibu

harus makan kembali dalam porsi yang

sedikit juga. Ini berguna agar pada saat

ibu makan tidak terjadi mual ataupun

memuntahkan makanannya.

helloflo.com pedulisehat.info

Gambar 21. Selain mengkkonsumsi

menu zat gizi seimbang, olahraga

teratur dapat menjadi pilihan yang baik

bagi kesehatan ibu hamil dan janin

2. Atur pola makan dengan seimbang

Salah satu menu makanan sehat wajib untuk ibu hamil adalah sayur

dan buah-buahan, terutama yang ditanam di perkebunan organik.

Buah terutama yang memiliki kandungan vitamin C berguna untuk

untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain Menu Makan, Olahraga bisa menjadi pilihan yang baik untuk

kesehatan janin, seperti berlari atau senam hamil, karena olahraga itu

gratis.

Page 49: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

47

b. Tabel 2. Porsi Makanan Harian Untuk Bagi Ibu Hamil

Bahan

Makanan

Porsi Hidangan

Sehari

Jenis Hidangan

Nasi

Sayuran

Buah

Tempe

Daging

Susu

Minyak

Gula

6 porsi

3 mangkuk

4 potong

3 potong

3 potong

2 gelas

5 sendok teh

2 sendok teh

Makan Pagi:

- Nasi 1,5 porsi (150 gram)

- Ikan* (seafood)/daging* (40

gram) : 1 potong sedang

- Tempe (50 gram) : 2 potong

sedang

- Sayur* 1 mangkuk

Makan Selingan (Snack) pukul

9.00:

- Susu (200 cc) : 1 gelas

- Buah*/ Yogurt : 1 potong

sedang/ buah atau Pastel isi

daging : 1 buah

Makan Siang:

- Nasi 2,5 porsi (250 gram)

dengan lauk, sayur dan buah

sama dengan pagi

Makanan Selingan (Snack) Pukul

15.00:

- Susu 1 gelas (200 cc)atau

bubur kacang hijau 1 gelas

- Buah 1 potong sedang/

Puding 1 buah/ Jus buah

segar

Makan Malam:

- Nasi 2,5 porsi (250 gram)

dengan lauk, sayur dan buah

sama dengan pagi/siang

Makan Selingan (Snack):

- Susu (200 cc) : 1 gelas

- Biskuit/ Krekers 3 keping

Keterangan :

*Jenis Ikan (seafood) : tuna, makarel, sarden,

salmon, lobster, udang, cumi-cumi, gurita, kerang,

tiram, baronang, bawal, kakap, gurame, kepiting,

dll

*Jenis daging : daging ayam, sapi, kerbau,

kambing, bebek, burung, dll.

*Jenis sayur: bayam, capcap, sop, kacang

panjang, kangkung, dll.

*Jenis buah: pepaya, pisang, apel, mangga, jeruk,

tomat, alpukat, dll.

Sumber: Patriciaanne, 2015

Page 50: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

48

Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penggantinya

sebagai berikut:

1. 1 porsi nasi (100 gram) dapat diganti dengan :

Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue

kering 5 buah besar (50 gram), mie basah 2 gelas (200 gram), singkong

1 potong besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125 gram), talas 1

potong besar (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram).

2. 1 potong sedang ikan (50 gram) dapat ditukar dengan :

1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok teri kering (20 gram), 1

potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam

(30 gram), 1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong daging sapi

(35 gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya.

3. 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan :

Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2

sendok makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang

kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2

sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang

mete (15 gram), dan lainnya.

4. 1 mangkuk sayuran (100 gram/ 1 gelas), diantaranya buncis, kol,

kangkung, kacang panjang, wortel, labu siam, sawi, terong dan

lainnya.

5. 1 potong buah, seperti 1 potong besar pepaya (110 gram), 1 buah

pisang (50 gram), 2 buah jeruk manis (110 gram), 1 potong besar melon

(190 gram), 1 potong besar semangka (180 gram), 1 buah apel (85

gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), ¼ buah nanas sedang (95

gram), ¾ buah mangga besar (125 gram), 9 duku buah sedang (80

gram), 1 jambu biji besar (100 gram), 2 buah jambu air sedang (110

gram), 8 buah rambutan (75 gram), 2 buah sedang salak (65 gram), 3

biji buah nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan

lainnya.

6. 1 gelas susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan:

Page 51: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

49

4 sendok makan susu skim (susu dengan kandungan lemak kurang

lebih 1%), 2/3 gelas yogurt non fat (120 gram), 1 potong kecil keju (35

gram), dan lainnya.

7. Minyak kelapa 1 sendok teh atau ½ sendok makan (5 gram) dapat

ditukar dengan:

Alpukat ½ buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5

sendok makan kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram),

dan lainnya.

8. Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan 1 sendok makan

madu (15 gram)

(Sumber: Soekirman (2004), Department of Health & Human Service (2016),

Septianraha, (2016))

b. Resep rahasia makanan sehat bagi ibu hamil

Setelah kita mempelajari bagaimana cara mengatur menu makan

sehat ibu hamil. Sekarang penulis akan memberikan sebuah resep

makanan yang sehat dan bergizi bagi ibu hamil.

1. Sup Ayam

Bahan Membuat Sup Ayam:

- Daging ayam bagian dada sebanyak

250 gram

- 1 buah bawang bombay, iris-iris tipis

- 100 gram wortel, potong bentuk korek

api

- 3 sendok makan margarin

- 1 batang daun seledri. iris- iris kecil

- 1 batang daun bawang, iris-iris kecil

- setengah liter air

kokimganteng.blogspot.co.id

Gambar 22. Sup Ayam

Page 52: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

50

- setengah sendok teh garam

- 1 sendok teh lada

Cara Membuat Sup Ayam:

1. Pertama, rebus daging ayam hingga matang. setelah matang,

angkat. dinginkan dan suwir-suwir.

2. Setelah disuwir masukan suwiran ke air rebusan tadi.

3. Kemudian panaskan margarin, tumis wortel dan juga bawang

bombay sampai layu.

4. Setelah itu masukan lada, garam, seledri dan juga daun bawang ke

rebusan, masukan juga tumisan tadi.

5. Masak sampai matang bahan-bahannya.

6. Sajikan selagi hangat.

2. Bola Bola Daging

Bahan Membuat Bola Bola Daging :

- Setengah kilo daging giling

- 8 siung bawang merah

- 2 siung bawang putih

- 1 buah bawang bombay

- tepung panir 100 gram

- 3 batang daun bawang (dihaluskan)

- 1 butir telur ayam

- tiga per empat sendok teh lada

- tiga per empat sendok teh pala

- garam 1 sendok teh

- setengah sendok teh gula pasir

cara-memasak-enak.com

Gambar 23. Bola Bola

Page 53: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

51

Cara Membuat Bola Bola Daging :

1. Pertama, haluskan bawang merah dan putih sampai halus. campur

ke daging giling.

2. Masukan juga semua bumbu dan juga tepung panir.

3. Aduk sampai tercampur rata.

4. Ambil adonan dengan sendok.sekitar 2 sendok dan bentuk bulat

seperti bola bola. ulangi sampai habis.

5. Tumis bawang bombay. setelah harum tambahkan air, masukan

garam , lada dan pala, kecap.

6. Setelah itu masukan bola bola daging.

7. Masak sampai matang.

3. Telur Goreng Siram

Bahan Membuat Telur Goreng

Siram:

- 5 butir telur ayam yang sudah

direbus. kupas dan sedikit gores

telurnya.

- 400 gram daging cincang.

- 2 lembar roti tawar, rendam

kemudian peras

- setengah sendok teh pala

bubuk.

- 1 sendok teh lada bubuk

- setengah sendok teh garam

- 2 butir telur, pisahkan kuning dan

putih telurnya.

- 100 gram tepung panir.

myresepi.net

Gambar 24. Telur Goreng Siram

Page 54: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

52

Bahan untuk kuah:

- 1 buah bawang bombay, cincang

- 1 buah bawang putih cincang

- 5 sendok makan saus tomat

- 1 sendok makan kecap manis

- 1 sendok makan margarin

- 200 mili liter air kaldu sapi

- garam dan lada secukupnya sesuai keinginan.

Cara Membuat Telur Goreng Siram:

1. Campurkan roti tawar dengan daging cincang, tambahkan lada,

pala , garam dan juga kuning telur. aduk sampai tercampur rata.

2. Bungkus setiap telur dengan adonan daging tersebut, lalu celupkan

ke putih telur dan ke tepung panir, kemudian goreng. sampai

berwarna kecoklatan dan matang.

Cara Membuat Kuahnya:

1. Tumis bawang putih dan bawang bombay layu.

2. Masukan kecap, kaldu, saus tomat, garam, dan lada.

3. Masak sampai mengental, setelah itu siramkan kuah ke telur

tersebut.

Page 55: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

53

posyandupermataku.wordpress.com

F. Dampak Kekurangan Gizi Pada Ibu Hamil

Dampak-dampak kekurangan gizi pada ibu hamil antara lain:

1. Anemia

Anemia adalah kondisi

dimana kadar Hb (hemoglobin)

dalam darah dibawah batas

normal (kurang dari 11 gr/dl).

Salah satu penyebabnya adalah

kurangnya zat besi dalam tubuh.

Anemia biasa dialami oleh ibu

hamil, biasanya ibu hamil sering

mengeluhkan mengalami pusing, dokterpreneuronline.com solusi-hamil.com

lemah, letih, lesu, serta mudah

lelah.

Anemia pada ibu hamil ini

berdampak buruk pada ibu dan

Gambar 25. Salah satu penyebab anemia

pada ibu hamil adalah kurangnya asupan

zat besi (Fe) dalam tubuh. Gejala yang

dialami dapat berupa pusing, lemah, letih,

lesu, serta mudah lelah.

janinnya. Anemia pada ibu hamil ini bisa mengakibatkan abortus

(keguguran), kematian janin, terhambatnya pertumbuhan janin, dan

BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Untuk menghindari hal tersebut, maka

zat besi dalam tubuh harus terpenuhi apalagi untuk ibu hamil, yaitu

dengan cara istirahat yang cukup, mengkonsumsi tablet tambah

darah saat kehamilan, makan-makanan yang bergizi yang banyak

mengandung zat besi misalnya:

Kangkung, Pepaya, Bayam, Daging,

Hati Ayam, dan Susu.

2. KEK (Kekurangan Energi Kalori)

KEK adalah kondisi dimana

berat ibu hamil kurang memenuhi

kebutuhan (terlalu kurus). KEK ini bisa

ditentukan dengan mengukur LILA

Gambar 26. Ukuran LILA normal pada ibu

yang sedang hamil minimal 23,5 cm

Page 56: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

54

(Lingkar Lengan Atas). LILA normal pada ibu yang sedang hamil

minimal 23,5 cm. Ibu hamil yang mengalami KEK diperkirakan akan

melahirkan bayi dalam kondisi BBLR dan bayi yang dalam kondisi

beratnya kurang akan mempunyai resiko-resiko yang fatal, seperti

kekurangan gizi pada bayi, kematian bayi, gangguan terhadap

pertumbuhan anak dan juga gangguan terhadap perkembangan fisik

maupun perkembangan otak anak. Untuk itu ibu hamil sebaiknya

mengkonsumsi jumlah energi kalori yang cukup (nasi, ubi, dll) dan juga

vitamin-vitamin serta mineral yang ada dalam buah-buahan, sayur-

sayuran, lauk-pauk maupun dalam susu.

3. Dampak Saat Persalinan

Ibu dengan kondisi

kekurangan nutrisi beresiko

persalinan sulit atau lama,

melahirkan bayi dalam kondisi

premature (lahir belum cukup

bulan), pendarahan sesudah

melahirkan, dan biasanya

saat persalinan ibu juga

kekurangan tenaga untuk

mengejan, saat terjadinya

proses persalinan sehingga

kemungkinan melahirkan

katalogibu.com

Gambar 27. Kekurangan nutrisi pada ibu hamil

dapat menyebabkan risiko terjadinya persalinan

sulit atau lama, melahirkan bayi premature,

pendarahan pasca persalinan. serta risiko operasi

(sectio caesarea)

dengan cara operasi cukup tinggi bagi ibu hamil yang kekurangan

nutrisi.

4. Dampak Saat Nifas

Saat nifas, ibu memerlukan banyak nutrisi dimana nutrisi sebagai

tenaga pemulihan sesudah melahirkan. Biasanya ibu yang kekurangan

nutrisi diwaktu nifas akan mengalami pusing, mata berkunang-kunang,

lemah, letih, lesu, demam, mudah terkena infeksi, terhambat proses

Page 57: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

55

kembalinya kandungan dalam ukuran semula dan juga terhambatnya

penyembuhan luka saat persalinan. Di masa ini ibu nifas dilarang untuk

berpantangan dalam mengkonsumsi makanan karena bisa

mengakibatkan hal-hal tersebut dan juga bisa berdampak kematian

pada ibu nifas. Pada saat nifas ini protein yang tinggi lah yang

dibutuhkan untuk proses penyembuhan luka, protein tersebut antara

lain: daging, telur, ikan, susu, tahu, dan tempe. Selain itu ibu nifas juga

memerlukan banyak vitamin dan mineral yang terkandung dalam

sayur-sayuran dan buah-buahan untuk menjaga stamina atau kondisi

ibu nifas saat pemulihan dan agar susu yang diproduksi oleh ibu nifas

berkualitas tinggi.

5. Dampak Pada Bayi dan Janin

Ibu hamil yang kekurangan

gizi atau nutrisi juga berpengaruh

buruk terhadap pertumbuhan janin

yang dikandungannya. Janin yang

kekurangan gizi biasanya akan

mengalami penghambatan dalam

tumbuh kembang dalam janin, serta

dapat mengakibatkan keguguran.

Selain itu, juga akan terjadi BBLR,

pada saat dilahirkan tampak kurus

dan mudah terkena infeksi karena

sistem kekebalan tubuh bayi

berkurang.

Gambar 28. Janin yang kekurangan nutrisi

biasanya akan mengalami hambatan

dalam tumbuh kembang, serta dapat

mengakibatkan keguguran

vemale.com

Page 58: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

56

RANGKUMAN

Selamat Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar tentang Gizi, Menu

Seimbang dan Dampak Kekurangan Gizi Pada Ibu Hamil. Materi yang

disampaikan ialah Pentingnya gizi pada ibu hamil, komponen gizi, sumber

protein, vitamin dan zat besi yang baik bagi ibu hamil, menu seimbang,serta

dampak kekurangan gizi pada ibu hamil. Hal-hal penting yang Anda pelajari

dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Gizi ibu hamil adalah makanan atau zat-zat gizi (baik makro dan mikro)

yang dibutuhkan oleh seorang ibu yang sedang hamil baik pada

trimester I, trimester II, maupun trimester III, harus cukup jumlah dan

mutunya. Selain itu, harus dipenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Akibatnya janin yang dikandungnya dapat tumbuh dengan baik serta

tidak mengalami gangguan dan masalah.

2. Komponen-komponen gizi untuk ibu hamil: karbohidrat, lemak, protein,

vitamin, mineral, air.

3. Kecukupan gizi pada ibu disaat hamil sangat berpengaruh terhadap

pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Beberapa contoh akibat

defisiensi gizi pada janin diantaranya Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR),

kematian janin di dalam kandungan, abortus, cacat bawaan, janin

diresorpsi, lahir mati, bayi lahir lemah, hambatan pada pertumbuhan

janin, kehamilan serotinus, partus lama, prematuritas dan reterdasi

janin, beri-beri congenital, serta kelainan struktur tulang secara

menyeluruh pada bayi.

4. Makan dalam jumlah sedikit tapi dalam takaran jam jam tertentu harus

makan.Misalnya, pada jam sekian sang ibu harus makan dengan porsi

yang sedikit, namun pada jam berikutnya sang ibu harus makan

kembali dalam porsi yang sedikit juga. Ini berguna agar pada saat ibu

makan tidak terjadi mual ataupun memuntahkan makanannya.

5. Resep rahasia dikonsumsi secara atur sesuai saran dokter agar

mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Page 59: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

57

6. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat berdampak buruk pada ibu

dan janin, seperti anemia pada ibu, KEK (Kekurangan Energi Kalori),

dampak saat persalinan, dampak saat nifas, serta dampak pada bayi

dan janin

Page 60: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

58

tugas Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Sebutkan dan jelaskan Komponen-komponen gizi yang diperlukan oleh

ibu hamil!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

2. Sebukan dan jelaskan zat-zat yang dibutuhkan oleh ibu hamil!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

3. Jelaskan tentang makanan yang mengandung protein dan vitamin yang

baik untuk ibu hamil!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

4. Jelaskan tentang makanan yang ber-zat besi baik untuk ibu hamil!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

5. Jelaskan yang saudar ketahui tentang olahraga senam untuk ibu hamil!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

6. Sebutkan bahan yang diperlukan untuk membuat telur goreng siram!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Page 61: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

59

7. Sebutkan dampak yang diakibatnya dari kekurangan gizi pada ibu hamil!

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

tes fOrmatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari

(a, b, c, d, atau e)!

1. Mana yang bukan termasuk komponen gizi untuk ibu hamil?

A. Karbohidrat

B. Lemak

C. Protein

D. Kalsium

2. Dibawah ini dampak kekurangan gizi pada ibu hamil, kecuali?

A. Anemia

B. KEK

C. Dampak saat persalinan

D. Hepatitits

3. Berikut ini fungsi dari makanan berprotein bagi ibu hamil, kecuali?

A. Membantu tumbuh kembang janin

B. Memperbaiki sel

C. Memproduksi sel

D. Menambah berat badan

4. Mana yang bukan termasuk saran yang dianjurkan untuk menu harian

ibu hamil yang berprotein?

A. Daging ayam, 1 potong, tanpa kulit, terutama pada bagian dada

yang rendah lemak dan kolesterol.

B. Daging sapi 35 gram

Page 62: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

60

C. Telur 1 butir

D. Nanas 1 buah

5. Makan bervitamin apa yang baik bagi ibu hamil?

A. Alpukat

B. Jamur

C. Bayam

D. Kacang Hijau

6. Makanan ber zat besi apa yang baik untuk ibu hamil?

A. Bayam

B. Wortel

C. Capcay

D. Sereal

7. Di bawah yang merupakan resep pilihan yang sehat bagi ibu hamil,

kecuali?

A. Sup Ayam

B. Bola Bola Daging

C. Telur Goreng Siram

D. Spaghetti

8. Apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil selama masa

kehamilannya, kecuali?

A. Diet

B. Makan dengan menu seimbang

C. Minum minuman beralkohol

D. Minum obat-obatan tanpa anjuran dokter

9. Berikut ini yang harus dilakukan ibu hamil agar tetap sehat dalam kondisi

ekonomi tidak stabil, kecuali?

A. Makan dalam jumlah sedikit dengan takaran jam tertentu

B. Atur pola makan dengan seimbang

Page 63: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

61

C. Makan makanan yang berlemak

D. Olahraga

10. Vitamin apa yang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh?

A. Vitamin C

B. Vitamin K

C. Vitamin D

D. Vitamin B

Page 64: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

62

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengankunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah jawaban Anda yang benarX100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90–100% = Baik sekali

80–89% = Baik

70– 79% = Cukup

<70% = Kurang

Jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 3 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 3, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan belajar 4!

Page 65: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

63

KEGIATAN BELAJAR 4 : Penanganan ibu hamil dengan anemia

TUJUAN Setelah mempelajari materi ini diharapkan

Pembelajaran Umum Anda dapat menangani dan mencegah

penyakit anemia pada ibu hamil.

TUJUAN

Pembelajaran Khusus 1.Mengetahui tujuan dan fungsi pemeriksaan

kehamilan secara rutin di pelayanan

kesehatan.

2. Mengetahui tujuan dan fungsi pemberian

tablet tambah darah

3. Mengetahui tanda gejala anemia pada ibu

hamil.

4. Mengetahui akibat anemia pada ibu hamil

5. Mengetahui hal hal yang harus diwaspadai

bila terkena anemia

mATERI 1. Tujuan dan fungsi pemeriksaan kehamilan.

Pokok 2. Tujuan dan fungsi pemberian tablet tabah

darah.

3. Tanda gejala anemia pada ibu hamil.

4. Akibat anemia pada ibu hamil

5. Hal yang harus diwaspadai bila terkena

anemia

Page 66: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

64

Bab ini adalah inti materi modul, yaitu penanganan ibu hamil jika terkena

anemia.

a. Penyebab Anemia

Sebagian besar penyebab anemia di Indonesia adalah kekurangan

zat besi yang diperlukan untuk pembentukan Hemoglobin (Hb), sehingga

disebut “Anemia Kekurangan Besi atau Anemia Gizi Besi (AGB)”.

Kekurangan zat besi dalam tubuh tersebut disebabkan antara lain

karena:

- Konsumsi makanan sumber zat besi yang kurang, terutama yang

berasal dari hewani.

- Kebutuhan yang meningkat, seperti pada masa kehamilan

- Menderita penyakit infeksi, yang dapat berakibat zat besi yang diserap

tubuh berkurang (kecacingan), atau hemolisis sel darah merah

(malaria)

- Kehilangan zat besi yang berlebihan pada pendarahan termasuk

menstruasi yang berlebihan dan seringnya melahirkan.

- Konsumsi makanan yang rendah sumber zat besi tidak dicukupi

dengan konsumsi TTD sesuai anjuran.

Pada kondisi normal (tidak anemia) tingkat penyerapan besi heme

yang berasal dari pangan hewani mencapai sekitar 25%, sedangkan

pada kondisi anemia tingkat penyerapan lebih dari 35%. Untuk pangan

nabati yang mengandung besi non heme, penyerapan zat besi hanya

sekitar 1–5%. (Mahan & Stump, 2008; Bender, 2008). Oleh karena itu,

dibutuhkan pangan nabati dalam jumlah yang banyak untuk mencukupi

Penanganan Ibu Hamil

Jika Terkena Anemia

Page 67: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

65

kebutuhan zat besi dalam sehari yang pada prakteknya sangat sulit

dilakukan.

Penyerapan zat besi dalam tubuh terutama besi non heme yang

berasal dari nabati, dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi.

Vitamin C, daging, ikan dan unggas dapat meningkatkan penyerapan

zat besi, sedangkan kalsium dan serat bersifat menghambat penyerapan

zat besi. Konsumsi kalsium dalam dosis tinggi (lebih dari 40 mg) dapat

menghambat penyerapan zat besi. Selain itu, pengolahan makanan

yang terlalu lama dengan temperatur yang terlalu tinggi, dapat merubah

besi heme menjadi besi non heme sehingga berpengaruh terhadap

penyerapan zat besi. Selain zat besi, kecukupan asupan protein dalam

konsumsi makanan sehari-hari juga harus mencukupi karena protein

dalam hal ini globulin berperan dalam pembentukan hemoglobin.

b. Tujuan dan Fungsi Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD)

Tablet tambah darah adalah

suplemen gizi yang mengandung senyawa

zat besi yang setara dengan 60 mg besi

elemental dan 400 mcg asam folat.

Agar terhindar dari komplikasi akibat

anemia atau kurang darah saat hamil,

biasanya petugas kesehatan memberikan

obat tambah darah. Sayangnya, sejumlah

ibu hamil menganggap kalau TTD tidaklah

penting. Terbukti data Riskesdas 2013

menunjukkan, terdapat 37,1% ibu hamil

anemia. Yang menerima TTD di atas 90

persen tapi kepatuhan minum TTD hanya

18%.

beautiful-balance.nl

Gambar 29. Mengkonsumsi TTD

sebanyak 90 tablet atau lebih selama

kehamilan dapat mencegah terjadinya

anemia defisiensi besi pada ibu hamil.

Kemauan untuk minum TTD di Indonesia masih rendah. Apalagi

masyarakat memiliki stigma bahwa ini obat tersebut gratis. sehingga

Page 68: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

66

cenderung untuk mengabaikannya. Selain itu, tablet tambah darah yang

diberikan pemerintah berjenis Fero Sulfat, yang memicu mual dan muntah.

Tablet tambah darah biasanya diberikan pada kunjungan kehamilan

trimester pertama, dimana pada masa ini banyak keluhan yang dialami oleh

ibu hamil, salah satunya adalah mual dan muntah, karena meningkatnya

hormon beta HCG di dalam darah. Hal ini semakin membuat ibu hamil

enggan untuk mengkonsumsi TTD.

c. Cermat Mengenali Gejala Anemia pada Ibu Hamil

Yang perlu dicermati adalah kadang-kadang gejala anemia juga

tampak mirip dengan gejala kehamilan yang umumnya dialami. Apalagi

anemia ringan memiliki kemungkinan tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Namun, jika kondisi anemia meningkat, kemungkinan ibu hamil akan

merasakan:

a. Cepat lelah dan merasa lemah, serta tampak pucat

b. Denyut jantung tidak teratur

c. sesak napas

Untuk memastikan diagnosis anemia pada ibu hamil, maka perlu

dilakukan tes darah. Pemeriksaan darah umumnya dilakukan pada

pemeriksaan kehamilan yang pertama, kemudian dilakukan satu kali lagi

selama kehamilan.

d. Akibat Anemia pada Ibu Hamil

Pada saat kehamilan kebutuhan terhadap zat besi meningkat secara

sangat signifikan. Sepanjang kehamilannya, ibu membutuhkan tambahan

zat besi sekitar 1000 mg. Bila tambahan kebutuhan ini tidak terpenuhi dari

simpanan, maka perlu didapat dari suplementasi (Hallberg, 1992).

Seseorang yang tidak anemia belum tentu tidak mengalami defisensi besi,

karena prevalensi defisiensi besi kira-kira 2.5 kali lebih besar dari anemia

defisiensi besi. Dengan tingginya prevalensi anemia pada wanita usia

subur dan pada ibu hamil di Indonesia, maka diperkirakan sebagian besar

Page 69: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

67

WUS dan ibu hamil menderita defisiensi besi, sehingga tambahan

kebutuhan 1000 mg selama kehamilannya perlu didapatkan dari

suplementasi. Ibu hamil yang menderita anemia berisiko mengalami

keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, bayi berat lahir rendah, serta

perdarahan sebelum, saat dan setelah melahirkan. Pada anemia sedang

(Hb 7,0-9,9 g/dl) dan berat (<7,0 g/dl) perdarahan dapat menjadi lebih

parah, sehingga berisiko terhadap terjadinya kematian ibu dan bayi.

Dampak terhadap anak yang dilahirkan oleh ibu yang anemia

menyebabkan bayi lahir dengan persediaan zat besi yang sangat sedikit

didalam tubuhnya sehingga beresiko mengalami anemia pada usia dini,

yang dapat mengakibatkan gangguan/hambatan pertumbuhan dan

perkembangan anak, baik pada sel otak maupun pada sel tubuh lainnya,

akibatnya anak tidak dapat mencapai tinggi yang optimal dan menjadi

kurang cerdas (Husaini, 1989 & WHO, 2001).

1. DIAGNOSA ANEMIA

Diagnosis Anemia pada ibu hamil

biasanya dapat diketahui melalui

pemeriksaan darah atau kadar

hemoglobin (Hb).

2. UPAYA PENCEGAHAN DAN

PENANGANAN ANEMIA

Upaya pencegahan dan

penanggulangan anemia pada

dasarnya adalah mengatasi

penyebabnya. Sebagai contoh,

sebagian anemia terutama anemia

seputarinfos.blogspot.co.id

Gambar 30. Diagnosis Anemia pada ibu hamil

dapat diketahui melalui pemeriksaan darah

atau kadar hemoglobin (Hb)

berat (kadar Hb < 7g/dL) biasanya disertai penyakit yang melatar

belakanginya, antara lain penyakit TBC, infeksi cacing atau malaria. Oleh

karena itu, selain penanggulangan pada anemianya, harus dilakukan pula

pengobatan terhadap penyakit penyerta tersebut.

Page 70: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

68

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi

anemia akibat kekurangan zat besi adalah sebagai berikut:

a. Mempraktekkan pola makan bergizi seimbang. Pola makan bergizi

seimbang terdiri dari aneka ragam makanan, termasuk sumber pangan

hewani yang kaya zat besi, dalam jumlah yang proporsional. Makanan

yang kaya sumber zat besi contohnya hati, ikan, daging dan unggas.

Sedangkan buah-buahan akan meningkatkan penyerapan zat besi

karena mengandung vitamin C yang tinggi.

b. Mengkonsumsi bahan makanan yang telah difortifikasi. Fortifikasi adalah

menambahkan satu atau lebih zat gizi kedalam pangan untuk

meningkatkan nilai gizi pada pangan tersebut. Penambahan zat besi ini

umumnya dilakukan pada industri pangan, untuk itu disarankan

membaca label kemasan. Selain itu, tepung terigu sejak tahun 2000 sudah

diperkaya zat besi.

c. Pada keadaan dimana zat besi dari makanan tidak tersedia atau sangat

sedikit, maka kebutuhan terhadap zat besi perlu didapat dari suplemen

TTD. Pemberian TTD secara rutin selama jangka waktu tertentu bertujuan

untuk meningkatkan kadar hemoglobin secara cepat, dan perlu

dilanjutkan untuk meningkatkan simpanan zat besi didalam tubuh.

Apabila pola makan sudah memenuhi gizi seimbang, suplementasi TTD

tidak diperlukan lagi. Oleh karena itu perlu selalu dilakukan pendidikan

mengenai pola makan bergizi seimbang, selain perlu memberikan

pendidikan mengenai pentingnya konsumsi TTD terutama untuk ibu hamil.

Konsumsi TTD masih diperlukan oleh masyarakat Indonesia, terutama

karena pada umumnya pola makan masyarakat kurang kaya zat besi.

Page 71: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

69

Upaya pencegahan anemia gizi besi pada ibu hamil dilakukan dengan

memberikan 1 TTD setiap hari selama kehamilan dimulai sedini mungkin dan

dilanjutkan sampai masa nifas. Pemberian TTD setiap hari selama kehamilan

dapat menurunkan risiko anemia maternal 70% dan defisiensi besi 57% (WHO

2012).

Pengobatan pada penderita anemia, diberikan 2 tablet setiap hari sampai

kadar Hb mencapai normal. Pemeriksaan kadar Hb pada ibu hamil dengan

anemia dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

Jika ibu hamil terdeteksi anemia pada trimester pertama maka

pemeriksaan kadar Hb dilakukan setiap bulan hingga Hb mencapai

normal.

Jika ibu hamil terdeteksi anemia pada trimester kedua, pemeriksaan

kadar Hb dilakukan setiap dua minggu hingga Hb mencapai normal.

Jika pada pemeriksaan selanjutnya kadar Hb tidak berubah, langsung

dirujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. Apabila anemia

disebabkan karena defisiensi besi, konsumsi TTD secara teratur akan

meningkatkan kadar Hb dalam satu bulan setelah konsumsi TTD.

Apabila Hb tidak berubah setelah konsumsi TTD yang teratur,

kemungkinan anemia tidak disebabkan oleh defisiensi besi.

3. MENINGKATKAAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD)

Kepatuhan terhadap konsumsi TTD di Indonesia masih sangat rendah,

yang secara umum diakibatkan oleh rendahnya pengetahuan mengenai

TTD, diantaranya sebagai berikut :

a. Efek samping minum TTD

Pada individu tertentu, konsumsi TTD dapat menimbulkan gejala seperti

mual, nyeri di daerah lambung, muntah dan kadang-kadang terjadi

diare atau sulit buang air besar. Mual, selain bisa muncul karena

minum TTD, dapat juga merupakan kondisi yang umum terjadi pada

ibu hamil pada trimester pertama kehamilan. Oleh karena itu perlu

diberikan pengertian bahwa penyebab mual tersebut bukanlah

Page 72: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

70

semata-mata karena TTD. Salah satu upaya yang dapat dilakukan

untuk mengurangi mual atau gejala lainnya seperti nyeri lambung

adalah dengan mengonsumsi TTD pada malam hari menjelang tidur.

Perlu diketahui bahwa gejala-gejala tersebut tidak berbahaya, dan

tubuh akan menyesuaikan sehingga gejala semakin berkurang

dengan berjalannya waktu.

b. Meningkatkan penyerapan besi

Untuk meningkatkan penyerapan zat besi sebaiknya TTD dikonsumsi

bersama dengan buah-buahan sumber vitamin C (jeruk, papaya,

mangga, jambu biji dan lain-lain) dan kalau memungkinkan dengan

daging, ikan atau unggas.

c. Makanan dan obat yang menganggu penyerapan besi

Hindari mengonsumsi TTD bersamaan dengan: 1) Susu, karena susu

hewani umumnya mengandung kalsium dalam jumlah yang tinggi

sehingga dapat menurunkan penyerapan zat besi di mukosa usus,

2) Teh dan kopi karena mengandung senyawa fitat dan tanin yang

dapat mengkelat (mengikat zat besi menjadi senyawa yang kompleks)

sehingga tidak dapat diserap 3) Tablet Kalsium (kalk) dosis yang tinggi,

dapat menghambat penyerapan zat besi, dan 4) Obat sakit maag

yang berfungsi melapisi permukaan lambung sehingga penyerapan

zat besi terhambat. Penyerapan zat besi akan semakin terhambat jika

menggunakan obat maag yang mengandung kalsium.

Bila akan mengonsumsi pangan maupun obat tersebut, sebaiknya dua jam

sebelum atau sesudah mengonsumsi TTD sehingga penyerapan zat besi dari

TTD dapat lebih baik

d. Mitos atau kepercayaan yang salah

Perlu pula disampaikan bahwa minum TTD tidak akan menyebabkan

bayi menjadi terlalu besar, tekanan darah meningkat atau terlalu

banyak darah. Penyebab ketiga kondisi tersebut adalah hal-hal lain

masyarakat yang menganggap bahwa TTD adalah obat. Hal ini dapat

berdampak negatif. Obat biasanya dihubungkan dengan hilangnya

suatu gejala setelah minum obat, sementara efek minum TTD tidak

Page 73: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

71

segera dirasakan. Obat juga dihubungkan dengan pendapat bahwa

bila badan terasa segar/enak, maka obat dihentikan, padahal TTD

diminum dalam waktu lama, misalnya selama kehamilan.

Tablet Tambah Darah bukan obat, sehingga tidak akan berdampak

negatif. TTD tidak akan menyebabkan bayi menjadi terlalu besar, tekanan

darah meningkat atau terlalu banyak darah.

KARTU KONTROL MINUM TTD PADA IBU HAMIL

Sumber: Kemenkes, .....

Gambar 31. Kartu Kontrol Minum Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil

Page 74: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

72

RANGKUMAN

Selamat Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar tentang

penangan ibu hamil dengan anemia yang materinya ialah tujuan dan

fungsi pemeriksaan kehamilan secara rutin di pelayanan kesehatan,

tujuan dan fungsi pemberian tablet tambah darah, Tanda gejala anemia

pada ibu hamil, akibat anemia pada ibu hamil dan Hal-hal yang harus

diwaspadai jika terjadi anemia. Hal-hal penting yang Anda pelajari dari

kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Fungsi dan tujuan pemeriksaan kehamilan secara berkala dari awal

kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu

dan janin agar tercapai kehamilan yang optimal.

2. Ibu hamil memerlukan lebih banyak sel darah untuk mendukung

perkembangan janin. Ketika mengalami anemia, kebutuhan ini

tidak tercukupi sehingga oksigen yang disalurkan pada jaringan

tubuh dan janin menjadi terbatas.

Page 75: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

73

TUGAS Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Sebutkan tujuan Antenatal Care!

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

2. Jelaskan tentang gejala gejala Anemia!

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

TES FORMATIF Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari (a,

b, c, d, atau e)!

1. Berikut ini tujuan dari Antenatal Care, kecuali?

A. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik

B. Memantau kemajuan kehamilan

C. Memberikan obat yang tidak dianjurkan dokter

D. Mengenal adanya komplikasi

2. Fungsi dari pemeriksaan ialah?

A. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai

dalam kehamilan,persalinan,dan nifas.

B. Mengtasi gangguan atau kekerasan rumah tangga

C. Memberikan pinjaman untuk dana persalinan

D. Makan bersama dalam perayaan persalinan 1 bulan

3. Kondisi apa yang dapat memungkinkan ibu hamil terkena anemia?

A. Cepat lelah dan merasa lemah, serta tampak pucat

B. Denyut jantung tidak teratur

C. Sesak napas

D. Kantong kering

Page 76: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

74

4. Untuk memastikan diagnosis anemia pada ibu hamil, maka perlu

dilakukan?

A. Tes darah

B. Tes Urin

C. Tes Narkoba

D. Tes Mata

5. Vitamin apa yang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh

supaya tidak terkena anemia?

A. Zat Besi

B. Vitamin K

C. Vitamin D

D. Vitamin B

Page 77: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

75

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengankunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar X100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90–100% = Baik sekali

80–89% = Baik

70–79% = Cukup

<70% = Kurang

jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 4 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 4, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke Tes Sumatif 1!

Page 78: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

76

tes sumatiF 1

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari (a,

b, c, d, atau e)!

1. Apa pengertian dari kehamilan menurut agama Islam?

A. Suatu kondisi seorang wanita janin yang tumbuh didalamnya

B. Wanita yang mengandung 9 bulan

C. Wanita dengan perut yang didalamnya terdapat janin

D. Ibu yang hamil karena hubungan dengan suaminya

2. Di bawah ini yang termasuk perubahan normal pada kehamilan adalah

benar, Kecuali?

A. Ginjal

B. Paru-paru

C. Sistem Pencernaan

D. Mata

3. Di bawah ini yang termasuk perubahan tidak normal pada kehamilan

adalah benar, Kecuali?

A. Pendarahan pervaginam

B. Nafsu makan meningkat

C. Mual berlebihan

D. Sakit kepala yang luar biasa

4. Komplikasi apa yang terjadi bila ibu hamil mengalami kejang pada

trimester III?

A. Shock

B. Eklamsia

C. Hipertensi

D. Rabun

Page 79: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

77

5. Komponen gizi yang diperlukan oleh ibu hamil, kecuali?

A. Lemak

B. Karbohidrat

C. Fosfor

D. Protein

6. Di bawah ini adalah resiko yang disebabkan oleh KEK (Kekurangan Energi

Kalori) pada ibu hamil, kecuali?

A. Gizi kurang pada bayi

B. Kematian bayi

C. Gangguan terhadap pertumbuhan bayi

D. Bayi tampil sehat dan kuat

7. Kandungan apa syang terdapat pada kacang edamame yang baik untuk

ibu hamil?

A. Zat besi

B. Vitamin K

C. Fosfat

D. Vitamin D

8. Dibawah ini adalah Menu sehat yang baik untuk ibu hamil, kecuali?

A. Sayur dan buah buahan

B. Makanan kaya vitamin

C. Makanan kaya protein

D. Alkohol

9. Berapa jumlah kebutuhan zat besi bagi ibu hamil adalah?

A. 300–500mg

B. 800–1000mg

C. 700–850mg

D. 800–1040mg

Page 80: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

78

10. Berapa lama ibu hamil mengkonsumsi 90 tablet Fe?

A. 12 minggu

B. 13 minggu

C. 9 minggu

D. 11 minggu

Page 81: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

79

kunci jawaban 1

KEGIATAN

BELAJAR

1

KEGIATAN

BELAJAR

2

KEGIATAN BELAJAR

3

KEGIATAN

BELAJAR

4

1. C 1. D 1. D 6. A 1. C

2. B 2. A 2. D 7. D 2. A

3. D 3. C 3. D 8. B 3. D

4. A 4. A 4. D 9. C 4. A

5. C 5. D 5. A 10. A 5. A

KUNCI JAWABAN TES SUMATIF

1. A

2. D

3. B

4. D

5. C

6. D

7. A

8. D

9. D

10. B

Page 82: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

80

KEGIATAN BELAJAR 1

1. Kehamilan adalah sebuah proses penyatuan sperma dan ovum yang

membentuk sel kemudian tumbuh dan terjadinya proses konsepsi

dan fertilisasi sampai melahirkan. Lamanya hamil normal adalah 280

hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid

terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama

dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke-4

sampai ke-6, triwulan ketiga dari bulan ke-7 sampai ke 9.

2. Peran ibu hamil terhadap kesehatan dan keselamatan janin sangat

penting. Kesehatan dan perkembangan janin dalam rahim dapat

dipantau melalui langkah berikut:

a) Memantau kesehatanya sendiri. Bila Ibu mengalami demam, sakit

kepala secara terus-menerus, pandangan mata kabur, nyeri dan

sakit perut, perlu segera meminta pertolongan ke tenaga

kesehatan.

b) Berat badan ibu hamil secara bertahap mengalami peningkatan

hingga mencapai rata rata 11–13 kg selama kehamilan. Jika ibu

hamil mengalami penurunan berat badan atau berat badan

tidak mengalami peningkatan selama 2 minggu perlu dicurigai

kalau janin mengalami hambatan dalam perkembanganya.

Demikian juga ketika berat badan ibu naik secara drastis,

kemungkinan ibu mengalami keracunan kehamilan yang dapat

mematikan janin.

c) Gerakan janin yang sehat akan aktif. Semakin tua umur

kehamilan, akan semakin aktif gerakan janin. Jika ibu merasakan

gerakan janin lemah dan lamban, kemungkinan janin dalam

keadaan sakit dan terancam bahaya.

d) Rahim dan perut ibu hamil akan membesar teratur dan bertahap

selama kehamilan sesuai pertumbuhan janin.

Page 83: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

81

e) Jika terjadi pendarahan ketika hamil, ibu hamil sebaiknya segera

menanyakan kepada petugas kesehatan.

f) Ibu hamil serta janin yang sehat juga dapat dipantau dengan

seringnya kencing. Jika ibu hamil mengalami penurunan intensitas

kencing, perlu dicurigai adanya keracunan kehamilan.

KEGIATAN BELAJAR 2

1. Perubahan normal ibu hamil:

a. Ginjal,

b. Paru paru,

c. Sistem pencernaan, dan

d. Kulit Hormon.

2. Perubahan tidak normal ibu hamil:

a. Trimester I:

- Pendarahan pervaginam,

- Mual muntah berlebihan,

- Sakit kepala yang hebat,

- Nyeri perut yang hebat,

- Anemia,

- Demam tinggi.

b. Trimester II:

- Bengkak pada wajah , kaki dan tangan,

- Keluar air ketuban sebelum waktunya,

- Pendarahan hebat,

- Pusing yang hebat,

- Gerakan bayi berkurang.

c. Trimester III:

- Penglihatan Kabur,

- Gerakan janin berkurang,

- Kejang,

- Demam tinggi, dan

Page 84: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

82

- Bengkak pada wajah dan kaki.

KEGIATAN BELAJAR 3

Selama kehamilan, terdapat kompenen gizi yang harus dikonsumsi

oleh ibu hamil, yaitu:

1. Kalori, adalah sumber penyimpan tenaga atau energi. diperlukan

untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kalori dapat diperoleh

dari makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak.

a. Karbohidrat, ibu hamil dianjurkan untuk memperbanyak

karbohidrat, seperti nasi putih, nasi merah, mie, roti, bihun, tepung,

jagung, pasta dan biji-bijian utuh. Namun karbohidrat terbaik

adalah kentang, gandum, sereal dan oat, karena kaya akan serat,

asam folat, vitamin, mineral, zat besi dan potasium yang penting

untuk pertumbuhan janin.Kebutuhan energi ibu meningkat selama

kehamilan dikarenakan pertumbuhan dan perkembangan janin,

pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi

dan metabolisme tubuh ibu.

b. Lemak, berasal dari makanan hewani (lemak jenuh) seperti

mentega, lemak daging dan lemak nabati (lemak tak jenuh) seperti

minyak jagung & minyak zaitun. Pilihan terbaik adalah Lemak tak

jenuh karena dapat mencegah penyakit kanker dan jantung.

Seseorang harus membatasi konsumsi kalori sebesar 25% dari jumlah

konsumsi sehari-hari.

2. Protein, protein terdapat dalam tiap sel tubuh manusia. Zat ini

dibutuhkan oleh Ibu Hamil untuk membantu tumbuh kembang janin,

memperbaiki sel, memproduksi sel yang baru serta menghasilkan

hormon. Asupan protein terutama sangat penting untuk pertumbuhan

dan perkembangan pada masa kehamilan Seseorang membutuhkan

15% kalori dari makanan berprotein seperti daging, ikan, ayam, telur,

dan kacang-kacangan.

Page 85: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

83

3. Vitamin, meliputi vitamin A, B kompleks, C,D,E dan K. Kebanyakan

vitamin tidak dihasilkan oleh tubuh, dan diperoleh melalui makanan.

Vitamin C dibutuhkan ibu hamil karena mengandung banyak

antioksidan yang berguna melindungi jaringan organ tubuh dari

kerusakan serta mengirimkan sinyal kimia ke otak. Setiap ibu hamil,

membutuhkan vitamin C sebanyak 85 mg per harinya. Vitamin A juga

diperlukan oleh ibu hamil untuk kekebalan tubuh, penglihatan dan

tumbuh kembang janin. Vitamin A terdapat pada sayuran berwarna

kuning atau hijau dan kuning telur. Selain itu, vitamin B1, B2, B3, B6, dan

B12, serta asam pantotenat, juga dibutuhkan bagi ibu hamil.

4. Mineral, merupakan unsur penting yang terdapat pada makanan

untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral

dan vitamin bertindak secara interaksi. tubuh perlu vitamin agar

mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Fungsi mineral adalah

membentuk struktur tubuh, mengatur proses dalam tubuh. Contoh

mineral seperti magnesium, phosphorus, sodium, potassium, dan seng.

5. Zat besi, merupakan kebutuhan gizi ibu hamil yang tidak bisa

dikesampingkan. Zat besi mengurangi terjadinya anemia juga

berperan dalam pembentukan sel darah merah hemoglobin (yang

mengangkut oksigen dalam tubuh) terdapat pada daging, ikan dan

hati.

6. Asam folat, dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan janin dan

mencegah kecacatan pada otak dan tulang belakang. Juga

mencegah janin lahir prematur. Asam folat banyak terdapat pada

sayuran hijau, jus jeruk, kacang-kacangan dan juga gandum.

7. Kalsium, berperan pada proses pembentukan tulang dan gigi janin.

Produsen kalsium yang paling baik adalah susu, keju, yogurt, ikan teri.

8. Air, merupakan zat penting yang jumlahnya sekitar 50–55% dari berat

badan seseorang, yang fungsinya menstabilkan temperatur tubuh,

mengangkut bahan makanan ke sel dan membuang sampah dari sel-

sel.

Page 86: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

84

9. Sumber protein yang baik untuk Ibu Hamil antara lain : kacang merah,

kacang edamame, daging ayam, daging sapi tanpa lemak, ikan

(tuna, salmon), telur. Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi ikan

mentah untuk menghindari kontaminasi bakteri. Makanan laut yang

sudah tidak segar juga berisiko mengandung bakteri, zat arsenik, dan

parasit yang dapat memicu keracunan. Ibu yang sedang

mengandung sebaiknya cukup mengonsumsi dua porsi ikan

perminggu.

10. Sumber Vitamin yang baik untuk Ibu Hamil antara lain: Alpukat, Brokoli,

Kacang merah, Pisang, Kacang edamame, Apel, dan Wortel.

11. Sumber zat besi yang baik bagi ibu hamil, antara lain: bayam, daging

Merah, kacang hijau, nasi putih, tiram, tomat, dan kentang.

12. Mengatur menu seimbang, dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil,

yaitu dengan cara : Makan dalam posi sedikit dan terjadwal dan

mengatur pola makan seimbang serta olahraga teratur, serperti

melakukan senam hamil, yang meliputi latihan-latihan untuk

meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan menjaga sistem

kardiovaskular. Olahraga ini aman dilakukan di berbagai usia

kehamilan.

13. Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil antara lain Anemia, KEK

(Kekurangan Energi Kalori), dampak saat persalinan, serta dampak

saat nifas.

KEGIATAN BELAJAR 4

1. Penanganan Anemia pada ibu hamil dengan cara: pemeriksaan

kehamilan (Antenatal Care) secara rutin, terapi obat (tablet

penambah darah), terapi diet, serta cermat mengenal gejala dan

anemia pada ibu hamil.

2. Tujuan Antenatal Care adalah memantau kemajuan kehamilan

untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

Page 87: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

85

3. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal dan

sosial ibu dan bayi.

4. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi

selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan

dan pembedahan misalnya :

- Hipertensi dalam kehamilan,

- Diabetes dalam kehamilan,

- Anemia,

- Janin dengan berat badan rendah,

- Kehamilan anggur,

- Plasenta previa (ari-ari menutup jalan lahir),

- Infeksi dalam kehamilan misalnya keputihan atau infeksi

saluran kemih.

5. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan

selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.

6. Mempesiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan

pemberian ASI Eksklusif.

7. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran

bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

8. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

Menurut Depkes RI(1994) tujuan ANC adalah untuk menjaga agar

ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas

dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat.

9. Gejala anemia juga tampak mirip dengan gejala kehamilan yang

umumnya dialami. Apalagi anemia ringan memiliki kemungkinan

tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, jika kondisi anemia

meningkat, kemungkinan ibu hamil akan merasakan:

- Cepat lelah dan merasa lemah, serta tampak pucat,

- Denyut jantung tidak teratur,

- Sesak napas.

Page 88: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

86

10. Akibat Anemia pada ibu hamil antara lain, terjadinya komplikasi

pada ibu dan janin, hambatan pada pertumbuhan janin baik sel

tubuh maupun sel otak, abortus, lamanya waktu partus karena

kurangnya daya dorong rahim, pendarahan post-partum, rentan

infeksi, rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb

kurang dari 4 gram%, serta shock bahkan kematian ibu saat

persalinan.

Page 89: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

87

KEGIATAN BELAJAR 1: PERAN KELUARGA

TUJUAN Setelah mempelajari materi ini diharapkan

Pembelajaran Umum Anda memahami peran keluarga

TUJUAN 1.Menjelaskan pengertian kehamilan

Pembelajaran Khusus 2. Menjelaskan peran keluarga bagi ibu hamil

3. Menjelaskan tugas keluarga

4. Menjelaskan pentingnya dukungan

keluarga bagi ibu hamil

materi 1.Pengertian kehamilan

Pokok 2. Peran keluarga bagi ibu hamil

3. tugas keluarga

4. pentingnya dukungan keluarga

2. KEGIATAN BELAJAR TENTANG PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN

DAN PENGANGANAN ANEMIA PADA KEHAMILAN

Page 90: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

88

solusisehatku.com

Pada bab ini Anda akan diajak untuk

membahas peran keluarga terhadap ibu

hamil. sebelum Anda akan membahas peran

keluarga, Anda harus terlebih dahulu

memahami pengertian dari kehamilan.

Apakah pengertian dari kehamilan?

menurut (Hanafiah, 2008), Kehamilan adalah

fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa

dan sel telur (ovum) dan dilanjutkan dengan

tertanamnya hasil pembuahan (konsepsi),

pertumbuhan dan perkembangan janin di

dalam rahim (intra uterine) mulai sejak konsepsi

dan berakhir sampai dengan persalinan.

Menurut agama Islam Kehamilan adalah

proses alami dari perkembangan manusia

dalam b erketurunan dengan cara

berhubungan suami istri antara laki-laki dan

perempuan dalam sebuah ikatan pernikahan.

Dari hasil hubungan tersebut akan

membuahkan janin dalam rahim.

Gambar 32. Kehamilan adalah

fertilisasi atau penyatuan dari

spermatozoa dan sel telur (ovum)

dan dilanjutkan dengan

tertanamnya hasil pembuahan

(konsepsi), pertumbuhan dan

perkembangan janin di dalam

rahim (intra uterine) mulai sejak

konsepsi dan berakhir sampai

dengan persalinan.

Berdasarkan dari beberapa pendapat di atas, penulis dapat

menyimpulkan bahwa kehamilan adalah sebuah proses penyatuan sperma

dan ovum yang membentuk sel kemudian tumbuh dan terjadinya proses

konsepsi dan fertilisasi sampai melahirkan. Lamanya hamil normal adalah 280

hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari

konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke 4 sampai ke 6, triwulan

ketiga dari bulan ke 7 sampai ke 9.

KEHAMILAN

Page 91: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

89

ibudanbalita.com

ibudanbalita.com

Gambar 33. Perhatian dan kasih sayang

yang diberikan suami akan

mempengaruhi kondisi fisik dan

psikologis Ibu hamil

Menurut Departemen Kesehatan RI

(1988) dalam Ali (2010), keluarga adalah

unit terkecil dari masyarakat yang terdiri

dari kepala keluarga dan beberapa

orang yang berkumpul serta tinggal di

suatu tempat di bawah satu atap dalam

keadaan saling bergantung. Peran

adalah serangkaian perilaku yang

diharapkan pada seseorang sesuai

dengan posisi sosial yang diberikan. Oleh

karena itu Keluarga memiliki peran yang

sangat penting untuk menjaga dan

melindungi kesehatan ibu dan janin,

terutama suami. Suami merupakan seseorang yang dibutuhkan bagi Ibu

hamil, karena perhatian dan kasih sayang yang diberikan suami akan

mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis Ibu hamil, mengingat pada

dasarnya terdapat dua kebutuhan utama ibu selama hamil yaitu menerima

tanda-tanda bahwa ia dicintai dan dihargai serta kebutuhan akan

penerimaan pasangannya terhadap bayinya.

Peran suami selama masa kehamilan menurut (Suririnah, 2008) Ada 8

(delapan) peran suami selama masa kehamilan dan persalinan, yaitu

1. Tenangkanlah rasa ketidaknyaman Ibu hamil. Selama awal kehamilan

ibu hamil mengalami mual muntah, rasa lelah, perubahan perasaan,

dan nafsu makan yang berkurang. Lakukanlah sesuatu untuk

menenangkan rasa tidak nyaman yang dirasakan Ibu.

2. Berikan perhatian, memahami kondisi Ibu hamil serta dengarkan

kekhawatiran dan keluhan ibu dengan penuh perhatian.

PERAN KELUARGA

Page 92: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

90

3. Menemani Ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke tenaga

kesehatan akan memberikan perasaan tenang dan rasa percaya diri

pada ibu.

4. Membangun ikatan dengan calon bayi serta mengikuti pertumbuhan

dan perkembangan calon bayi.

5. Mempersiapkan perlengkapan bayi.

6. Menjaga asupan makanan yang bergizi bagi Ibu hamil.

7. Melengkapi pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan.

8. Menemani saat proses persalinan.

Peran Anggota Keluarga Selama Kehamilan:

1. Menjaga asupan makanan yang bergizi bagi ibuhamil

2. Membantumeringankan pekerjaan ibu hamil

3. Menjaga ibu hamil rileks

4. Menemani ibu hamil saat memeriksa kehamilan

5. Pastikan Tablet Tambah Darah (TTD) yang dikonsumsi Ibu mengandung

Zat Besi dan Asam Folat sesuai dengan yang direkomendasikan

6. Mengingatkan ibu hamil dalam mengkonsumsi Tablet Tambah Darah

(TTD)

7. Mengingatkan ibu untuk beristirahat cukup

Analisa anggota keluarga dan perannya:

1. Brainstorming dengan ibu hamil dan

tentukan anggota keluarga terkait.

2. Tentukan kedekatan ibu hamil

dengan anggota keluarga (Suami,

Ibu/ Ibu Mertua,

Ipar/SaudaraPerempuan, Anak).

3. Kategorikan peran masing – masing

anggota keluarga selama

kehamilan, dengan menggunakan

adiskaputri.tumblr.com

Gambar 34. Peran anggota keluarga

sangat diperlukan bagi Ibu hamil agar

dapat menjaga kehamilan dengan baik.

Page 93: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

91

bantuan tabel berikut ini:

Tabel 3. Peran Masing – Masing Anggota Keluarga Selama Kehamilan

Anggota keluarga Mendukung Netral Menentang

Suami

Ibu

Ibu mertua

Ipar

Anak

Lain:

Sumber : ............

4. Identifikasi Dukungan Keluarga Selama 1 hari.

Tujuannya adalah Untuk mengetahui siapa saja anggota keluarga

yang dapat mendukung Ibu dalam 1 hari agar Ibu dapat menjaga

kehamilan dengan baik.

Tabel 4. Identifikasi Dukungan Keluarga Selama 1 hari

Waktu/Jam Anggota Keluarga Peran

00.00-03.00

03.00-06.00

06.00-09.00

09.00-12.00

12.00-15.00

15.00-18.00

18.00-21.00

21.00-24.00

Page 94: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

92

Metode Diskusi :

- Gambar kartu anggota keluarga

- Gambar Jam (tinggal ditambahkan jarumnya dengan spidol)

Gambar 35. Selain kartu keluarga,

metode jam juga diperlukan

sebagai pengingat terhadap ibu

oleh anggota keluarga, untuk

mengkonsumsi asupan makanan

yang dibutuhkan saat kehamilan.

thecliparts.com

Page 95: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

93

Menurut Friedman (1998), ada 5 (lima) tugas kesehatan yang harus

dilakukan oleh keluarga, yaitu:

a. Mengenal gangguan masalah kesehatan setiap anggota keluarga.

b. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi

keluarga.

c. Memberikan perawatan kepada anggota keluarganya yang sakit

dan tidak dapat membantu dirinya.

d. Mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan kesehatan

keluarga dan perkembangan kepribadian keluarga.

e. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dengan

tempat-tempat pelayanan kesehatan, dengan cara

memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.

Menurut Efendy (1998), ada 8 (delapan) tugas pokok keluarga, yaitu

sebagai berikut:

1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.

2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.

3. Pembagian tugas masing-masing anggota.

4. Sosialisasi antar anggota keluarga.

5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.

6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.

7. Penempatan anggota dalam masyarakat yang lebih luas.

8. Membangkitkan dorongan dan semangat anggota.

TUGAS KELUARGA

Page 96: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

94

viva.co.id

Gambar 36. Dukungan dari keluarga dan

lingkungan sekitar sangat bermanfaat

bagi Ibu hamil agar selalu sehat, merasa

aman, tenang, nyaman, dan lancar

hingga proses persalinan

Pada saat kehamilan, banyak

terjadinya perubahan pada diri ibu

hamil, baik secara fisik maupun psikis.

Seperti perubahan hormon kehamilan

yang biasanya menyebabkan

ketidakstabilan emosi. Jika hal ini tidak

diatasi dengan baik, maka dapat

menyebabkan stres atau depresi pada

ibu hamil, yang dapat mengganggu

pertumbuhan dan perkembangan janin

dalam kandungan.

Oleh karena itu selama kehamilannya, Ibu hamil membutuhkan

dukungan dari keluarga dan lingkungan. Dukungan yang dimaksud adalah

menyediakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil. Dukungan juga

dapat diartikan sebagai memberikan motivasi atau semangat dan nasihat

kepada ibu hamil dalam membuat keputusan selama masa kehamilannya.

Dukungan ini sangat bermanfaat bagi Ibu hamil agar ibu selalu sehat, aman,

tenang, nyaman, dan lancar hingga proses persalinan.

PENTINGNYA DUKUNGAN KELUARGA

Page 97: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

95

RANGKUMAN

Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar dengan materi keluraga.

dengan demikian, Anda telah memahami pengertian kehamilan, peran

keluarga, tugas keluarga dan pentingnya dukungan keluarga bagi ibu hamil.

hal-hal penting yang Anda pelajari dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Kehamilan adalah sebuah proses penyatuan sperma dan ovum yang

membentuk sel kemudian tumbuh dan terjadinya proses konsepsi dan

fertilisasi sampai melahirkan. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40

minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai

dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke 4 sampai ke

6, triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai ke 9.

2. Peran keluarga meliputi peran formal dan informal yang dapat

mendukung dan melindungi ibu hamil selama proses kehamilan hingga

persalinan.

3. Dukungan keluarga dan lingkungan dapat membantu kondisi fisik dan

psikis ibu hamil agar stabil sehingga janin di dalam kandungan dapat

tumbuh dan berkembang dengan baik.

Page 98: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

96

TUGAS

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan pengertian kehamilan menurut pendapat Anda!

.............................................................................................................................

.............................................................................................................................

2. Bagaimana peran keluarga terhadap keadaan Ibu hamil?

.............................................................................................................................

.............................................................................................................................

3. Jelaskan pentingnya dukungan keluarga berdasarkan pendapat

Anda!

.............................................................................................................................

.............................................................................................................................

Tes Formatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari

(a, b, c, d, atau e)!

1. Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan sel

telur (ovum) dan dilanjutkan dengan tertanamnya hasil pembuahan

(konsepsi), pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim

mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai dengan persalinan.

A. Ali

B. Sarwono Prawirohardjo

C. Andriann sz, Wiknjosastro dan Waspodo

D. Hanafia

2. Di bawah ini yang termasuk tugas keluarga menurut Efendy (1998),

kecuali:

A. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.

B. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.

C. Pembagian tugas masing-masing anggota.

D. Pengaturan jumlah anggota keluarga.

Page 99: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

97

E. Mengesampingkan pemberian dorongan dan semangat anggota.

3. Di bawah ini yang bukan termasuk peran Informal keluarga adalah?

A. Monitor

B. Inisiator

C. Dominator

D. Pendorong

4. Di bawah ini yang termasuk tugas keluarga menurut Friedman adalah,

Kecuali?

A. Mengenal gangguan masalah kesehatan setiap anggota keluarga.

B. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi

keluarga.

C. Memberikan perawatan kepada anggota keluarganya yang sakit

dan tidak dapat membantu dirinya.

D. Sosialisasi antar anggota keluarga.

5. Bentuk dukungan keluarga sebagai salah satu cara untuk membantu

ibu hamil, Kecuali?

A. Motivasi

B. Nasehat

C. Pemeriksaan kehamilan

D. memberi kebebasan kepada ibu hamil

Page 100: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

98

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah jawaban Anda yang benarX100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90–100% = Baik sekali

80–89% = Baik

70–79% = Cukup

<70% = Kurang

jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 1 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 1, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan belajar 2!

Page 101: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

99

KEGIATAN BELAJAR 2: Prinsip dukungan keluarga

TUJUAN

Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari materi ini diharapkan

Anda memahami prinsip dukungan keluarga

TUJUAN

Pembelajaran Khusus

1. Menjelaskan konsep dukungan keluarga

2. Mengetahui fungsi keluarga

3. Menjelaskan bentuk dukungan keluarga

4. Mengetahui dampak jika tidak ada

dukungan keluarga

Materi

Pokok

1. Konsep dukungan keluarga

2. Fungsi keluarga

3. Bentuk dukungan keluarga

4. Dampak jika tidak adanya dukungan

keluarga

Page 102: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

100

Hal yang dapat keluarga lakukan sebagai bentuk dukungan kepada Ibu

hamil yaitu:

1. Menyambut bahagia kehamilan ibu

2. Menghibur atau menenangkan ibu hamil ketika merasa cemas, takut,

dan sedih

3. Menyediakan waktu dan perhatian untuk mendengarkan keluhan ibu

hamil, serta berusaha membantu mencari solusi

4. Membantu pekerjaan domestik ibu hamil

5. Membantu menyediakan atau memasak makanan bergizi bagi ibu

hamil

6. Mengucapkan kata atau kalimat yang menyatakan rasa perhatian

dan kasih sayang

7. Mengajak ibu hamil refreshing seperti melakukan hobi memasak,

menonton film, berenang, jalan-jalan ke taman, berekreasi dan

lainnya.

8. Sering mengunjungi ibu hamil

9. Mendoakan keselamatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

10. Membahas dan memberikan nasihat tentang pengalaman hamil dan

melahirkan

11. Bersedia mengantarkan ibu hamil periksa kehamilan

12. Bersedia menemani atau menunggui pada proses persalinan

13. Membantu memenuhi kebutuhan berupa perlengkapan dan

peralatan selama kehamilan

HAL YANG DAPAT DILAKUKAN

SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN KELUARGA

Page 103: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

101

doktersehat.com

Gambar 37. Dukungan keluarga yang kurang

dapat menyebabkan stres atau depresi pada

ibu hamil, yang dapat mengganggu

pertumbuhan dan perkembangan janin

Dukungan keluarga sangat

penting bagi seorang Ibu hamil

karena selama kehamilan Ibu hamil

akan mengalami perubahan yang

drastis secara fisik maupun psikis.

Tanpa adanya dukungan keluarga,

ibu hamil akan merasa sedih, gelisah,

stres dan lain-lain yang menimbulkan

berbagai macam penyakit yang

menyebabkan gangguan pada janin

didalam kandungan, sehingga janin

dapat terhambat pertumbuhan dan

perkembangannya dikarenakan

kondisi psikis ibu yang tidak baik. Oleh sebab itu, dukungan dari keluarga dan

lingkungan sangat bermanfaat membantu melancarkan kehamilan hingga

proses persalinan dengan baik.

DAMPAK JIKA TIDAK ADANYA

DUKUNGAN KELUARGA

Page 104: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

102

rangkuman

Selamat Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar tentang prinsip

dukungan keluarga, fungsi keluarga, hal yang dapat dilakukan sebagai

bentuk dukungan keluarga serta dampak tidak adanya dukungan keluarga.

Hal-hal penting yang dapat Anda pelajari dari kegiatan ini adalah sebagai

berikut:

1. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala

keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu

tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan

(Depkes 1998, dalam Mubarak, Santoso, Rozikin, dan Patonah, 2006;

Setiawati dan Dermawan, 2008).

2. Fungsi keluarga meliputi lima bidang dasar: biologi, ekonomi,

pendidikan, psikologi, sosial budaya, kasih sayang, sosialisasi,

reproduksi, ekonomi, dan perawatan kesehatan.

3. Dukungan keluarga sangat penting untuk ibu hamil, salah satu yang

dapat dilakukan keluarga sebagai bentuk dukungan keluarga adalah

memberi motivasi kepada Ibu hamil.

Page 105: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

103

tugas

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan pengertian keluarga menurut pendapat Anda!

.............................................................................................................................

.............................................................................................................................

2. Sebutkan fungsi keluarga terhadap keadaan Ibu hamil?

.......................................................................................................................... ...

............................................................................................................................

3. Jelaskan pendapat Anda, jika tidak ada dukungan dari keluarga

untuk Ibu hamil?

.............................................................................................................................

.............................................................................................................................

test Formatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari (a,

b, c, d, atau e)!

1. Apa pengertian dari keluarga menurut Setiawati dan Dermawan?

A. keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala

keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu

tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan

B. keluarga adalah dua individu atau lebih yang bergabung bersama

karena ada ikatan untuk saling berbagi dan ikatan kedekatan emosi

dan yang mengidentifikasi diri sebagai keluarga

C. keluarga adalah wadah untuk menyatukan dua orang yang memiliki

keturunan sebagai generasi dalam keluarganya

D. keluarga adalah pasangan inti yang terdiri dari suami dan istri

Page 106: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

104

2. Berikut ini yang merupakan fungsi keluarga, kecuali....

A. fungsi biologis

B. fungsi ekonomi

C. fungsi Psikologi

D. fungsi pendorong

3. Hal-hal yang dapat dilakukan keluarga sebagai dukungan terhadap ibu

hamil, kecuali?

A. menyambut bahagia kehamilan ibu

B. menghibur ibu hamil ketika merasa cemas

C. mengajak ibu hamil jalan-jalan/ berekreasi

D. membiarkan ibu hamil berjalan sendiri

4. Berikut ini yang merupakan dampak apabila ibu hamil tidak

mendapatkan dukungan dari keluarga, kecuali?

A. sedih

B. stress

C. bahagia

D. gelisah

5. Fungsi keluarga menurut friedman, kecuali....

A. fungsi afektif

B. fungsi sosialisasi

C. fungsi reproduksi

D. fungsi pendidikan

Page 107: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

105

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah jawaban Anda yang benarX100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90–100% = Baik sekali

80–89% = Baik

70–79% = Cukup

<70% = Kurang

jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 2 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 2, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan belajar 3!

Page 108: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

106

TUJUAN

Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari materi ini diharapkan

Anda memahami dukungan informasi dan

penghargaan untuk ibu hamil

TUJUAN

Pembelajaran Khusus

1. Menjelaskan dukungan informasi untuk ibu

hamil

2. Mengetahui dukungan penghargaan untuk

ibu hamil

Pokok

Materi

1. Dukungan informasi untuk ibu hamil

2. Dukungan penghargaan untuk ibu hamil

KEGIATAN BELAJAR 3: Dukungan informasi dan penghargaan untuk ibu

hamil

Page 109: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

107

Seorang Ibu hamil

membutuhkan Informasi kehamilan

untuk dapat menjalankan proses

kehamilan hingga persalinan dengan

baik dan lancar. informasi yang

didapatkan oleh Ibu hamil akan

menambah pengetahuan Ibu

akan kehamilannya, sehingga ibu lebih

mempersiapkan diri.

Dukungan informasi adalah

dukungan dengan memberikan

informasi tentang segala sesuatu yang

berhubungan dengan kehamilan,

alodokter.com

Gambar 38. Informasi yang diperoleh Ibu

hamil akan menambah pengetahuan Ibu

akan kehamilannya, sehingga ibu dapat

mempersiapkan diri menghadapi

persalinan

misalnya memberikan nasehat, petunjuk dan saran kepada ibu hamil. Bentuk

dukungan keluarga dapat berupa

memberikan dorongan semangat,

pemberian informasi mengenai anemia,

pentingnya meminum tablet besi dan

makan makanan bergizi, serta mengawasi

pola makan sehari-hari (Marlyn, 2009).

Bentuk dukungan ini dapat

mengurangi rasa cemas dan stres pada ibu

hamil, karena dapat langsung memecahkan Gambar 39. Bentuk dukungan

keluarga dapat berupa pemberian

informasi mengenai anemia,

pentingnya meminum tablet besi,

makan makanan bergizi, serta

mengawasi pola makan sehari-hari

masalahnya. (Mania, 2012). Selain itu,

bantuan informasi membantu ibu hamil

menemukan alternatif yang tepat bagi

DUKUNGAN

INFORMASI

guiainfantil.com

Page 110: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

108

Gambar 40

penyelesaian masalah dengan memberikan bahan bacaan seperti buku,

majalah/tabloid tentang kehamilan (Musbikin, 2008).

Keluarga bertindak sebagai sebuah

pembimbing, yaitu membimbing dan menengahi

pemecahan masalah. Dukungan penghargaan

adalah dukungan yang berbentuk penilaian dan

sikap positif atau memberi umpan balik tentang

situasi dan kondisi pada ibu hamil. Bentuk

dukungan keluarga dapat berupa membimbing,

menjaga ibu, memberikan rasa hormat, memuji,

sehingga ibu hamil merasa dihargai, diperhatikan

dan meningkatkan rasa percaya diri ibu (Marlyn,

2009 dan Mania, 2012).

kalbenutritionals.com

. Dukungan

penghargaan adalah dukungan

berbentuk penilaian, sikap positif,

dan memberikan umpan balik

tentang situasi dan kondisi ibu

hamil

DUKUNGAN

PENGHARGAAN

Page 111: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

109

RANGKUMAN

Selamat Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar tentang dukungan

informasi dan dukungan penghargaan yang dilakukan oleh keluarga untuk

mendukung ibu hamil. Hal-hal penting yang Anda pelajari dari kegiatan ini

adalah sebagai berikut:

1. Dukungan informasi adalah dukungan dengan memberikan informasi

tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan,

misalnya memberikan nasehat, petunjuk dan saran kepada ibu hamil.

Bentuk dukungan keluarga dapat berupa memberikan dorongan

semangat, pemberian informasi mengenai anemia, pentingnya

meminum tablet besi dan makan makanan bergizi, serta mengawasi

pola makan sehari-hari.

2. Dukungan penghargaan adalah dukungan yang berbentuk penilaian

dan sikap positif atau memberi umpan balik tentang situasi dan kondisi

pada ibu hamil. Bentuk dukungan keluarga dapat berupa

membimbing, menjaga ibu, memberikan rasa hormat, memuji,

sehingga ibu hamil merasa dihargai dan diperhatikan.

Page 112: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

110

tugas

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Apa yang dimaksud dengan dukungan Informasi?

............................................................................................................

............................................................................................................

2. Bagaimana bentuk dukungan informasi untuk Ibu hamil?

............................................................................................................

............................................................................................................

3. Apa yang dimaksud dengan dukungan Penghargaan?

............................................................................................................

............................................................................................................

4. Bagaimana bentuk dukungan penghargaan untuk Ibu hamil?

............................................................................................................

............................................................................................................

tes Formatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari (a,

b, c, d, atau e)!

1. Sebutkan fungsi keluarga dalam dukungan informasi?

A. kolektor

B. disseminator

C. memberi nasehat

D. memberikan hadiah penghargaan untuk ibu hamil

2. Bentuk dukungan informasi keluarga untuk ibu hamil yang mengalami

anemia, kecuali?

A. memberi informasi tablet Fe

B. memberi ungkapan hormat kepada ibu hamil

Page 113: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

111

C. memberi informasi minum tablet Fe

D. memberi masukan dan pentingnya konsumsi tablet Fe

3. Menurut Marlyn (2009) dalam dukungan penghargaan, keluarga

bertindak sebagai, kecuali?

A. kolektor

B. membimbing

C. menengahi masalah

D. validator identitas anggota

4. Bagaimana bentuk dukungan penghargaan keluarga untuk ibu hamil

yang anemia?

A. memberi umpan balik tentang situasi dan kondisi pada ibu hamil

B. memberi informasi tentang anemia

C. memberikan buku tentang kehamilan kepada ibu hamil

D. mengatur asupan makanan pada ibu hamil

5. Bagaimana sikap seorang ibu bila di beri dukungan informasi dan

dukungan penghargaan?

A. merasa bingung

B. merasa takut

C. merasa dihargai

D. merasa gelisah

Page 114: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

112

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah jawaban Anda yang benarX100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90–100% = Baik sekali

80–89% = Baik

70– 79% = Cukup

<70% = Kurang

jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 3 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 3, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan belajar 4!

Page 115: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

113

TUJUAN

Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari materi ini diharapkan

Anda memahami dukungan instrumental dan

emosional untuk ibu hamil

TUJUAN

Pembelajaran Khusus

1. Mengetahui dukungan instrumental untuk

ibu hamil

2. Mengetahui dukungan emosional untuk ibu

hamil

Materi

Pokok

1. Dukungan instrumental untuk ibu hamil

2. Dukungan emosional untuk ibu hamil

KEGIATAN BELAJAR 4: Dukungan instrumental dan emosional untuk ibu

hamil

Page 116: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

114

bstyles.org

Gambar 41. Dukungan instrumental

merupakan dukungan yang diberikan secara

langsung kepada ibu hamil, yang bersifat

fasilitas atau materi selama proses kehamilan,

seperti menemani ibu untuk pemeriksaan

kehamilan secara rutin

Dukungan instrumental

(instrumental) adalah keluarga

merupakan suatu sumber bantuan

yang praktis dan konkrit. Dukungan

instrumental (instrumental) merupakan

dukungan yang diberikan secara

langsung kepada ibu hamil yang

bersifat fasilitas atau materi selama

proses kehamilan. Bentuk dukungan

keluarga dapat berupa menemani

ibu untuk pemeriksaan kehamilan

secara rutin, memberikan dukungan

keuangan, menyediakan makanan

yang bergizi, dan mengajak ibu jalan-jalan.

DUKUNGAN

INSTRUMENTAL

Page 117: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

115

Keluarga sebagai sebuah tempat

yang aman dan damai untuk istirahat

dan pemulihan serta membantu

penguasaan terhadap emosi. Meliputi

ungkapan empati, kepedulian dan

perhatian terhadap anggota keluarga

yang menderita penyakit (Marlyn,

2009). Dukungan emosional adalah

dukungan yang meliputi ekspresi

empati misalnya perhatian, kasih

sayang, sikap percaya, sikap

memahami, mendengarkan dan

didengarkan, Bentuk dukungan

keluarga dapat berupa mengingatkan

ibu untuk meminum tablet besi secara

rutin. Dukungan emosional dapat

bstyles.org

Gambar 42. Dukungan emosional dapat

mengendalikan emosi ibu, sehingga

membuat ibu merasa aman, nyaman,

dipedulikan, dan dicintai oleh keluarga,

sehingga ibu hamil dapat menghadapi

masalah dalam kehamilannya dengan

baik

mengendalikan emosi ibu, sehingga membuat ibu merasa aman, nyaman,

dipedulikan, dan dicintai oleh keluarga, sehingga ibu hamil dapat

menghadapi masalah dalam kehamilannya dengan baik, misalnya keluhan

yang dirasakan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Dukungan ini sangat penting

dalam menghadapi keadaan yang dianggap tidak dapat dikontrol (Mania,

2012).

DUKUNGAN

EMOSIONAL

Page 118: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

116

RANGKUMAN

Selamat Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar tentang dukungan

Instrumental dan dukungan emosional yang digunakan dalam dukungan

Instrumental dan dukungan emosional yang dilakukan keluarga untuk ibu

hamil. Hal-hal penting yang Anda pelajari dari kegiatan ini adalah sebagai

berikut:

1. Dukungan informasi adalah dukungan yang memberikan informasi

tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan,

misalnya memberikan nasehat, petunjuk dan saran. Bentuk dukungan

keluarga dapat berupa pemberian informasi mengenai anemia,

pentingnya meminum tablet besi dan makan makanan bergizi.

2. Dukungan penghargaan adalah dukungan yang berbentuk penilaian

dan sikap positif atau memberi umpan balik tentang situasi dan kondisi

pada ibu hamil. Bentuk dukungan keluarga dapat berupa menjaga

ibu, memberikan rasa hormat, memuji, sehingga ibu hamil merasa

dihargai dan diperhatikan.

3. Dukungan instrumental (instrumental) merupakan dukungan yang

diberikan secara langsung kepada ibu hamil yang bersifat fasilitas atau

materi selama proses kehamilan. Bentuk dukungan keluarga dapat

berupa menemani ibu untuk pemeriksaan kehamilan secara rutin,

memberikan uang, menyediakan makanan yang bergizi, mengajak ibu

jalan-jalan, dll.

4. Dukungan emosional adalah dukungan yang meliputi ekspresi empati

misalnya perhatian, kasih sayang, sikap percaya, sikap memahami,

mendengarkan dan didengarkan, Bentuk dukungan keluarga dapat

berupa mengingatkan ibu untuk meminum tablet besi secara

rutin.Dukungan emosional dapat mengendalikan emosi ibu, sehingga

membuat ibu merasa aman dan damai, dan mengurangi rasa cemas

ataupun stress selama kehamilan.

Page 119: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

117

TUGAS

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Apa yang dimaksud dengan dukungan instrumental?

............................................................................................................

............................................................................................................

2. Bagaimana bentuk dukungan instrumental untuk Ibu hamil?

............................................................................................................

............................................................................................................

3. Apa yang dimaksud dengan dukungan emosional?

............................................................................................................

............................................................................................................

4. Bagaimana bentuk dukungan emosional untuk Ibu hamil?

............................................................................................................

............................................................................................................

TES FORMATIF

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari

(a, b, c, d, atau e)!

1. Jelaskan pengertian dukungan instrumental keluarga untuk ibu

hamil?

A. Keluarga merupakan suatu sumber bantuan yang praktis dan

konkrit

B. Keluarga merupakan wadah untuk memberi informasi untuk

ibu hamil

C. Keluarga merupakan sebuah bagian yang memberikan

dorongan dengan ungkapan dan pemberian penghargaan

sehingga ibu hamil merasa dihargai, dihormati

Page 120: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

118

D. Keluarga merupakan tempat aman untuk memecahkan

masalah

2. Bentuk dukungan instrumental keluarga kepada ibu hamil,

kecuali?

A. ekonomi

B. psikologis ibu hamil

C. pemeriksaan rutin janin

D. memberi informasi tentang anemia kepada ibu hamil

3. Jelaskan pengertian dukungan emosional keluarga untuk ibu

hamil adalah?

A. keluarga merupakan sebuah bagian yang memberikan

dorongan dengan ungkapan dan pemberian penghargaan

sehingga ibu hamil merasa dihargai, dihormati.

B. keluarga merupakan wadah untuk memberi informasi untuk

ibu hamil

C. keluarga sebuah tempat yang aman dan damai untuk

istrirahat dan pemulihan terhadap emosi

D. keluarga merupakan suatu sumber bantuan yang praktis dan

konkrit

4. Bentuk dukungan emosional keluarga kepada ibu hamil adalah?

A. memberikan kepercayaan

B. memberikan perhatian

C. mendengarkan keluhan ibu hamil

D. memeriksakan kandungan janin

5. Sebutkan susunan dukungan yang harus dilakukan keluarga untuk

mendukung ibu hamil yang mengalami anemia?

A. Informasi, penghargaan, instrumental, emosional

B. penghargaan, instrumental, informasi, emosional

Page 121: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

119

C. instrumental, informasi,penghagaan,emosional

D. instrumental, informasi, emosional, penghagaan

Page 122: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

120

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah jawaban Anda yang benarX100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90–100% = Baik sekali

80–89% = Baik

70– 79% = Cukup

<70% = Kurang

jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 4 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 4, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan belajar 5!

Page 123: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

121

TUJUAN

Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari materi ini diharapkan

Anda memahami kepatuhan konsumsi tablet

Fe untuk ibu hamil

TUJUAN

Pembelajaran Khusus

1. Mampu menjelaskan pengertian

kepatuhan ibu hamil dalam

mengkonsumsi tablet besi (Fe)

2. Membedakan faktor-faktor yang

mempengaruhi kepatuhan ibu hamil

dalam mengkonsumsi tablet besi (Fe)

3. Mengetahui definisi, fungsi dan sumber

zat besi

4. Mampu membedakan kebutuhan / dosis

pemberian tablet besi (Fe) pada

kehamilan

5. Mampu menjelaskan efek samping

pemberian zat besi

6. Menjelaskan faktor-faktor yang

mempengaruhi penyerapan zat besi

7. Mengetahui Anemia Kekurangan Zat Besi

Pada Kehamilan

8. Memahami gejala kekurangan zat besi

9. Memahami dampak anemia kekurangan

zat besi pada kehamilan

10. Mengetahui penyebab kekurangan zat

besi pada kehamilan

KEGIATAN BELAJAR 5: Kepatuhan konsumsi tablet Fe untuk ibu hamil

Page 124: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

122

11. Mengetahui program pemerintah dalam

pencegahan anemia

12. Mengetahui anjuran kecukupan gizi pada

ibu hamil dengan anemia

materi

Pokok

1. Pengertian Kepatuhan Ibu Hamil

Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe)

2. Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan

ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Besi

(Fe)

3. Definisi, Fungsi dan Sumber Zat Besi

4. Kebutuhan / Dosis Pemberian Tablet Besi

(Fe) Pada Kehamilan

5. Efek Samping Pemberian Zat Besi

6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Penyerapan Zat Besi

7. Anemia Kekurangan Zat Besi Pada

Kehamilan

8. Gejala Kekurangan Zat Besi

9. Dampak Anemia Kekurangan Zat Besi

Pada Kehamilan

10. Penyebab Kekurangan Zat besi

11. Program Pemerintah Dalam Pencegahan

Anemia

12. Anjuran Kecukupan Gizi Pada Ibu Hamil

dengan Anemia

Page 125: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

123

Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) untuk Ibu Hamil

A. Pengertian Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe)

Menurut Arisman (2004) dalam Wipayani (2008), kepatuhan

adalah sebagai tingkat ketaatan pasien dalam melakukan

pengobatan dan menuruti saran dokter atau orang lain. kepatuhan

dalam penelitian ini adalah kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi

zat besi(Fe).

Kepatuhan minum tablet zat besi diukur dari ketepatan jumlah

tablet yang diminum perhari dan ketaatan cara meminum tablet besi.

Pemberian tablet besi (Fe) merupakan salah satu cara yang berguna

untuk mencegah dan mengobati anemia, khususnya anemia

kekurangan besi, karena selain zat besi, dilengkapi juga asam folat,

yang dapat mencegah anemia karena kekurangan asam folat.

B. Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil dalam

Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe)

Menurut Never(2002) dalam Wipayani (2008), faktor-faktor yang

mempengaruhi kepatuhan ibu hamil meminum tablet zat besi yaitu:

1) Pengetahuan

Penyuluhan mengenai anemia dan manfaat dari tablet besi (Fe)

oleh tenaga kesehatan, dapat meningkatkan pengetahuan dan

kesadaran ibu, sehingga mempengaruhi tingkat kepatuhan ibu

dalam memimum tablet besi.

2) Tingkat pendidikan

Latar belakang pendidikan ibu hamil mempengaruhi tingkat

pengetahuan ataupun pemahaman terhadap kesehatan,

sehingga berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil untuk

mengkonsums tablet besi.

3) Pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care)

Page 126: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

124

Ketika melakukan pemeriksaan kehamilan, ibu mendapatkan

informasi dari Bidan tentang anemia dan pentingnya tablet besi

bagi kehamilan, sehingga mempengaruhi tingkat kepatuhan ibu

hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe.

C. Definisi Zat Besi

Zat besi adalah suatu zat dalam tubuh manusia yang

berhubungan dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan.

Hemoglobin merupakan protein yang mengandung zat besi tinggi.

Hemoglobin merupakan molekul darah yang terdiri dari zat heme (zat

besi) dan rantai polipepitida globin (alfa, beta dan delta) yang berada

di dalam sel darah merah sebagai pengangkut oksigen.

Kualitas darah manusia juga bisa dipengaruhi kadar hemoglobin

yang ada di dalamnya. Hemogblobin berada di dalam sel darah

merah dan merupakan pigmen pemberi warna merah pada darah

sekaligus sebagai media pembawa oksigen dalam darah yang

didistribusikan ke seluruh tubuh.

D. Fungsi Zat Besi

Fungsi hemoglobin dalam sel darah merah sangat penting dan

vital bagi tubuh manusia. Jika tubuh kekurangan hemoglobin akan

membuat tubuh menjadi lemas, karena tidak mendapatkan okigen.

Namun jika terdapat kelebihan hemoglobin akan membuat

penyumbatan pada pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan

stroke.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, fungsi

hemoglobin adalah sebagai berikut:

1. Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida pada

seluruh jaringan yang ada di dalam tubuh.

2. Hemoglobin yang ada di sel darah merah berfungsi sebagai

alat angkut oksigen dari paru-paru dan membawanya ke

Page 127: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

125

seluruh bagian tubuh untuk memberikan energi kepada

tubuh.

3. Membawa zat karbondioksida yang terdapat dalam jaringan

tubuh untuk kemudian dibuang ke udara bebas melalui paru-

paru.

4. Zat besi adalah salah satu jenis mineral, dimana mineral

berperan sebagai bagian yang membentuk mioglobin

(protein yang membawa oksigen ke otot), kolagen (protein

yang terdapat di tulang, tulang rawan, dan jaringan

penyambung), serta enzim.

5. Zat besi juga berfungsi dalam sistem kekebalan tubuh.

E. Sumber Zat Besi

Pada umumnya makan hewani (besi heme) di dalam daging,

ayam, dan ikan mempunyai ketersediaan biologik (bioavabilitas)

tinggi, Sumber baik lainnya terdapat dalam telur, serealia tumbuk,

kacang-kacangan, sayuran hijau dan beberapa jenis buah.

Sedangkan jenis sayuran seperti bayam mempunyai ketersediaan

biologik rendah. Menu makanan sebaiknya terdiri atas nasi,

daging/ayam/ikan, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan

yang kaya akan vitamin C. Berikut ini adalah bahan makanan yang

merupakan sumber zat besi:

Tabel 5. Zat Besi Dalam Bahan Makanan

Nabati Hewani

Bahan Makanan Mg/100 gr Bahan Makanan Mg/ 100 gr

Bayam 3,9 Daging Ayam 11,5

Daun Ubi Jalar 10,6 Daging Angsa 1,8

Jamur Kuping Kering 6,7 Daging Itik 1,8

Daun Kelor 7,0 Daging Sapi 2,8

Pecay 6,9 Daging Kerbau 2,0

Kacang Kedelai 8,0 Telur Ayam 2,7

Kacang Merah 5,0 Telur Bebek 2,8

Tempe Kedelai Murni 10,3 Ikan Bandeng 2,0

Bungkil Kacang Tanah 30,7 Ikan Teri 3,0

Sumber : Katelhut, 2005

Page 128: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

126

Bahan makanan sumber zat besi didapatkan dari produk hewani

(besi heme) dan nabati (besi non heme). Berdasarkan tabel diatas

dapat dilihat bahwa walaupun kandungan besi dalam sereal dan

kacang-kacangan relatif tinggi, namum oleh karena bahan makanan

tersebut menghambat penyerapan zat besi dalam usus, maka

sebagian besar zat besi tidak akan terserap dan dibuang bersama

tinja (kotoran).

F. Kebutuhan/Dosis Pemberian Tablet Besi (Fe) pada Kehamilan

Kebutuhan zat besi selama hamil yaitu rata-rata 800mg–1040mg.

Kebutuhan ini diperlukan untuk:

± 300 mg diperlukan untuk pertumbuhan janin

± 50–75 mg untuk pembentukan plasenta (ari-ari)

± 500 mg digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin

maternal/ sel darah merah

± 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus, urin dan kulit

± 200 mg lenyap ketika melahirkan

Perhitungan makan 3x sehari atau 1000-2500 kalori akan

menghasilkan sekitar 10–15 mg zat besi perhari, namun hanya 1–2 mg

yang di serap. Jika ibu mengkonsumsi 60 mg zat besi, maka

diharapkan 6–8 mg zat besi dapat diserap. Jika dikonsumsi selama 90

hari maka total zat besi yang diserap adalah sebesar 720 mg dan 180

mg dari konsumsi harian ibu. Sampai saat melahirkan, wanita hamil

butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat dibanding

sebelum hamil.

Pemberian suplemen Fe disesuaikan dengan usia kehamilan

atau kebutuhan zat besi tiap semester, yaitu sebagai berikut:

1. Trimester I: kebutuhan zat besi ±1 mg/hari, ditambah 30-40 mg

untuk kebutuhan janin dan sel darah merah.

Page 129: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

127

2. Trimester II: kebutuhan zat besi ±5 mg/hari, ditambah kebutuhan

sel darah merah 300 mg dan kebutuhan janin 115 mg.

3. Trimester III: kebutuhan zat besi 5 mg/hari, ditambah kebutuhan

sel darah merah 150 mg dan kebutuhan janin 223 mg.

G. Efek Samping Pemberian Zat Besi

Pemberian zat besi secara oral (diminum) dapat menimbulkan

efek samping

1. Pada saluran sistem pencernaan, seperti rasa tidak enak di

ulu hati, mual, muntah dan diare. Efek samping ini berkaitan

langsung dengan dosis zat besi. Zat besi yang diminum

bersama dengan makanan akan diterima lebih baik

meskipun jumlah zat besi yang diserap berkurang.

2. Susah buang air besar (sembelit). Penyulit Ini dapat diredakan

dengan cara memperbanyak minum, menambah konsumsi

makanan yang kaya serat seperti roti, serealia, dan agar-

agar.

3. Mual. Dapat terjadi pada ibu hamil sebagai efek samping

dari minum tablet besi. Salah satu cara yang dianjurkan untuk

mengurangi mual sebagai efek samping dari meminum tablet

besi adalah dengan mengurangi dosis tablet besi dari 1 x 1

tablet sehari menjadi 2 x ½ tablet sehari. Meskipun menurut

Milman, et al (2006) dalam penelitiannya, tidak ada

hubungan antara efek samping atau gejala sistem

pencernaan seperti mual, muntah, nyeri epigastrik, kolik,

konstipasi, dan diare dengan konsumsi tablet besi.

H. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Zat Besi

Berdasarkan jenis ketersediaan zat besi di dalam bahan

makanan, dikenal dua jenis yaitu besi heme, yaitu zat besi yang

berasal dari bahan makanan hewani seperti daging, ayam dan ikan

Page 130: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

128

dan non heme, yaitu zat besi yang berasal bahan makanan nabati

yang terdapat dalam serealia, beberapa jenis buah, semua jenis

sayuran hijau, seperti kentang, kacang-kacangan dan sebagian

dalam makanan hewani (Susu sapi, keju, telur). Kurang lebih 40% zat

besi terdapat didalam besi-hem dan selebihnya sebagai non-hem.

(Wahyuni, 2004).

Zat besi non heme dalam tubuh hanya diserap 1–2%, sedangkan

besi heme dua kali lipatnya. Bahwa konsumsi makanan sumber non

heme dengan suplementasi vitamin C dapat meningkatkan kadar

hemoglobin secara bermakna (Sediaoetama, 2006). Pada kondisi Fe

yang baik, hanya sekitar 10 % dari Fe yang terdapat di dalam

makanan diserap ke dalam mukosa usus, tetapi dalam kondisi

defisiensi lebih, banyak Fe dapat diserap untuk menutupi kekurang zat

tersebut (Sediaoetama, 2006). Diperkirakan hanya 5-5% besi makanan

diserap oleh tubuh seseorang yang berada dalam status baik. Dalam

keadaan defisiensi besi, absorbsi dapat mencapai 50%.

Banyak faktor yang berpengaruh terhadap penyerapan besi,

diantaranya:

1. Bentuk besi, besi hem yang merupakan bangnuan dari

hemoglobin dan myoglobin yang dapat diserap dua kali lipat

dibandingkan non hem.

2. Asam organik, seperti Vitamin C sangat membantu

penyerapan besi non heme dengan merubah bentuk ferri

menjadi bentuk ferro. membantu penyerapan besi non heme

dengan mengubah bentuk feri menjadi bentuk fero. Oleh

karena itu dianjurkan memakan makanan sumber vitamin C

tiap kali makan.

3. Asam fitat (serealia) dan Asam oksalat (sayuran),

menghambat penyerapan besi.

Page 131: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

129

4. Tanin (teh, kopi dan beberapa jenis sayuran serta buah), obat

maag, protein kedelai dan kalsium dosis tinggi adalah

golongan yang menghambat penyerapan besi dengan cara

mengikatnya. Oleh karena itu, sebaiknya disarankan agar

tidak minum teh atau kopi pada waktu makan.

5. Tingkat keasaman lambung, meningkatkan daya larut besi.

6. Faktor dari di dalam lambung membantu penyerapan besi,

diduga karena besi hem mempunyai struktur yang sama

dengan vitamin B12.

7. Kebutuhan tubuh akan besi berpengaruh terhadap

penyerapan besi. Bila tubuh kekurangan besi atau kebutuhan

meningkat pada kondisi tertentu, penyerapan besi-nonhem

dapat meningkat sampai sepuluh kali, sedangkan besi-hem

dua kali.

I. Anemia Kekurangan Zat Besi pada Kehamilan

Anemia kekurangan zat besi pada wanita hamil merupakan

masalah kesehatan yang dialami oleh wanita diseluruh dunia terutama

dinegara berkembang. Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar

haemoglobin (Hb) kurang dari 12 gr%. Sedangkan anemia dalam

kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11

gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II.

Badan kesehatan dunia (WHO) melaporkan bahwa jumlah

angka kejadian ibu hamil yang mengalami kekurangan besi sekitar 35-

75% serta semakin meningkat seiring dengan pertambah usia

kehamilan. Menurut WHO, 40% kematian ibu dinegara berkembang

berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia

pada kehamilan disebabkan oleh kekurangan zat besi dan

perdarahan akut.

Page 132: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

130

Besarnya angka kejadian anemia ibu hamil pada trimester I

kehamilan adalah 20%, trimester II sebesar 70%, dan trimester III sebesar

70%. Hal ini disebabkan karena pada trimester pertama kehamilan, zat

besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan

pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga

ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai

35%, ini sebanding dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel

darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih

banyak untuk janin. Pada saat melahirkan, perlu tambahan besi 300–

350 mg akibat kehilangan darah.

Oleh karena itu, pemberian tablet besi yang hanya diberikan

pada waktu kehamilan saja tidaklah cukup untuk mencegah

terjadinya anemia kekurangan zat besi. Menurut penelitian, pemberian

tablet besi pada masa sebelum hamil dapat menurunkan angka

kejadian anemia lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian tablet

besi saat kehamilan.

J. Gejala Kekurangan Zat Besi

Gejala anemia kekurangan besi dapat digolongkan menjadi 3

golongan besar yaitu:

a. Gejala Umum Anemia

lemah

lesu

cepat lelah

mata berkunang-kunang

telinga berdenging

konjungtiva dan jaringan dibawah kuku pucat

Page 133: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

131

b. Gejala Khas Kekurangan Besi

kuku sendok, rapuh, bergaris-garis vertikal dan menjadi

cekung seperti sendok

atrofi papil lidah (permukaan lidah licin dan mengkilap

karena papil lidah menghilang)

peradangan pada sudut mulut, sehingga tampak bercak

berwarna pucat keputihan

nyeri menelan karena kerusakan epitel hipofaring

atrofi mukosa gaster sehingga menimbulkan akhloridia dan

pica.

c. Gejala Penyakit Dasar

a) anemia akibat cacing tambang:

dispepsia (rasa tidak nyaman pada perut bagian atas

atau dada akibat gangguan pada sistem pencernaan)

parotis (kelenjar liur) membengkak

kulit telapak tangan berwarna kuning seperti jerami.

b) anemia pada kehamilan:

lesu, lemah, lelah

sering pusing

palpitasi (jantung berdebar)

mata berkunang-kunang

malaise (perasaan umum tidak sehat, tidak nyaman,

atau lesu)

lidah luka

nafsu makan turun (anoreksia)

konsentrasi hilang,

nafas pendek (pada anemia parah)

mual muntah lebih hebat pada hamil muda

perubahan jaringan epitel kuku

gangguan sistem saraf otot (neuromuskular)

Page 134: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

132

disphagia (tidak dapat menelan,/ seperti tersumbat

pada rongga mulut ke perut

pembesaran kelenjar limpa

Dampak Anemia Kekurangan Zat Besi Pada Kehamilan

K. Dampak Anemia Kekurangan Zat Besi pada Kehamilan

Anemia besi dapat berakibat fatal pada ibu hamil, karena pada

saat melahirkan nanti darah akan keluar dalam jumlah yang cukup

banyak. Jika ibu mengalami anemia, hal itu akan memperparah

kondisi ibu, karena akan menyebabkan perdarahan akut, yang

merupakan penyebab utama kematian ibu hamil saat melahirkan.

Berikut ini adalah beberapa dampak anemia kekurangan zat

besi pada ibu hamil, yaitu antara lain:

1. kematian ibu dan bayi

2. kematian bayi dalam kandungan/ keguguran

3. berat bayi lahir rendah/ sebaliknya mikrosomi (bayi baru lahir

dengan berat yang berlebihan)

4. kelahiran prematur (belum mencapai 37 minggu)

5. rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak

cukup mendapat pasokan oksigen

6. komplikasi pada kehamilan dan persalinan

7. perdarahan sebelum dan setelah melahirkan

8. gangguan pada masa nifas

9. gangguan pada janin (abortus)

10. bayi kekurangan respon kekebalan tubuh dan cenderung

mendapat masalah psikologik dan pertumbuhan. Hal ini

berakibat pada rendahnya IQ dan kemampuan belajar.

Semua hal diatas juga dapat mengakibatkan rendahnya

kualitas sumber daya manusia, rendahnya produktivitas serta dampak

terhadap ekonomi.

Page 135: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

133

L. Penyebab Kekurangan Zat besi

Beberapa hal yang menyebabkan kekurangan zat besi/ anemia

besi pada ibu hamil yaitu:

1. kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari (pola makan

yang buruk)

2. adanya faktor yang menghambat penyerapan zat besi,

3. adanya parasit di dalam tubuh seperti cacing tambang atau

cacing pita, diare,

4. kehilangan darah akibat kecelakan atau operasi,

5. gangguan sistem pencernaan /malabsorbsi, yakni sistem

pencernaan kehilangan kemampuan untuk menyerap zat

gizi,

6. meningkatnya kebutuhan ibu akan zat besi selama

kehamilan.

7. masa pertumbuhan, dan masa penyembuhan dari penyakit.

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan kejadian anemia besi

pada ibu hamil, yaitu:

1. Umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun. Pada umur ibu mempunyai

risiko yang tinggi untuk hamil, karena berisiko mengalami

pendarahan dan dapat menyebabkan anemia. Muhilal et al

(1991) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat

kecenderungan semakin tua umur ibu hamil maka kejadian

anemia semakin besar.

2. Pendarahan akut

3. Pendidikan rendah

4. Pekerja berat

5. Konsumsi tablet tambah darah < 90 tablet

6. Makan < 3 kali dan kurang mengandung zat besi.

Page 136: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

134

M. Program Pemerintah dalam Pencegahan Anemia

Program pemerintah saat ini yang berkaitan dengan

pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil adalah setiap

ibu hamil mendapatkan tablet besi folat (Tablet Tambah Darah/TTD)

yang mengandung 60 mg zat besi dan 250 ug asam folat) 1 tablet

selama 90 hari berturut-turut selama masa kehamilan. Pemberian 1

tablet per hari selama hari selama 13 minggu diharapkan dapat

menurunkan angka amenia serta meningkatkan status besi ibu hamil.

Program tersebut bertujuan mencegah dan menangani

masalah anemia pada ibu hamil, yang meliputi:

a. Pemberian tablet besi pada ibu hamil secara rutin sebanyak 90

tablet untuk meningkatkan kadar hemoglobin secara tepat. Tablet

besi untuk ibu hamil sudah tersedia dan telah didistribusikan melalui

Puskesmas, Posyandu dan Bidan di Desa. Dan diberikan setiap

bulan sebanyak 30 tablet.

b. Diterbitkannya buku pedoman pemberian zat besi bagi petugas

tahun 1995, dan poster-poster mengenai tablet besi.

c. Diterbitkan buku Pedoman Operasional Penanggulangan Anemia

Gizi bagi petugas tahun 1996.

N. Anjuran Kecukupan Gizi pada Ibu Hamil dengan Anemia

Kebutuhan besi pada ibu hamil dapat diketahui dengan

mengukur kadar hemoglobin. Kadar Hb < 11 mg/dL termasuk kategori

anemia kekurangan besi. Berikut ini adalah beberapa anjuran

terhadap ibu hamil untuk mencukupi kebutuhan zat besi, yaitu:

Page 137: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

135

1) Dosis pemberian tablet besi untuk anemia berat adalah 4-6mg/Kg

BB/hari dalam 3 dosis terbagi. Untuk anemia ringan-sedang adalah

3 mg/kg BB/hari dalam 3 dosis terbagi.

2) Mengatur pola makan seimbang berdasarkan piramida makanan

sehingga kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, asam

folat, yodium, zat besi dan seng dapat terpenuhi.

3) Meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber zat besi terutama

dari protein hewani seperti daging, diharapkan konsumsi protein

hewani lebih besar dibandingkan protein nabati. Serta

memperbanyak makanan yang dapat meningkatkan penyerapan

zat besi seperti buah-buahan yang banyak mengandung vitamin

C.

4) Membatasi konsumsi bahan makanan yang dapat menghambat

penyerapan besi seperti tanin (teh, cokelat, jus apel, kacang

tanah), polifenol (cokelat, kacang polong, dan serealia termasuk

gandum), kalsium (di dalam susu), dan zat seng (di dalam beras

merah).

5) Semua pedoman di atas dilakukan secara berkesinambungan

karena proses terjadinya kekurangan besi terjadi dalam jangka

waktu lama, sehingga untuk dapat mencukupi cadangan besi

tubuh harus dilakukan dalam jangka waktu lama pula.

Page 138: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

136

RANGKUMAN

Selamat Anda telah menyelesaikan kegiatan belajar tentang kepatuhan

konsumsi tablet besi (Fe) pada ibu hamil, Hal-hal penting yang Anda pelajari

dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Kepatuhan adalah tingkat pasien dalam melaksanakan dan menaati

cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokter atau

orang lain dengan disiplin.

2. Zat besi merupakan mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil,

yang berfungsi untuk pembentukan Hemoglobin (Hb). Hemoglobin

yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah

yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Kebutuhan zat besi ibu hamil rata-rata 800 mg–1040 mg.

3. Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam

darahnya kurang dari 12 gr%. Sedangkan anemia dalam kehamilan

adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada

trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II.

Page 139: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

137

TUGAS

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Apa yang dimaksud dengan Kepatuhan dan zat besi?

............................................................................................................

............................................................................................................

2. Apa faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil

dalam mengkonsumsi tablet Fe?

............................................................................................................

............................................................................................................

3. Sebutkan Program pemerintah dalam mencegah anemia?

............................................................................................................

............................................................................................................

TES FORMATIF

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara

melingkari (a, b, c, d, atau e)!

1. Kepatuhan adalah tingkat ketaatan pasien dalam melaksanakan

cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokter atau

orang lain. Pengerian kepatuhan ini menurut?

A. Arisman

B. KBBI

C. Wipayani

D. Never

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam

mengkonsumsi tablet besi (Fe), kecuali?

A. Pengetahuan

B. Tingkat pendidikan

C. Pemeriksaan ANC

D. Lingkungan

Page 140: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

138

3. Berapa jumlah kebutuhan zat besi bagi ibu hamil?

A. 300-500mg

B. 800-1000mg

C. 700-850mg

D. 800-1040mg

4. Berikut ini yang merupakan gejala kekurangan zat besi, kecuali?

A. Gejala umum anemia

B. Gejala khas kekurangan besi

C. Gejala konsumsi makan

D. Gejala penyakit dasar

5. Berapa lama ibu hamil mengkonsumsi 90 tablet Fe?

A. 12 minggu

B. 13 minggu

C. 9 minggu

D. 11 minggu

Page 141: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

139

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Anda telah menyelesaikan tes formatif dengan baik. Cocokkanlah

jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat dibagian

akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus

dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi

kegiatan belajar.

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah jawaban Anda yang benarX100

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

90–100% = Baik sekali

80–89% = Baik

70–79% = Cukup

<70% = Kurang

Jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 70%, silahkan pelajari

kembali kegiatan belajar 4 ini sampai Anda benar-benar menguasai dari

materi kegiatan belajar 4, jika tingkat penguasaan Anda sudah mencapai

70% atau lebih, “SELAMAT” berarti Anda telah menguasai seluruh kegiatan

belajar ini.

Silahkan Anda lanjutkan ke tes sumatif 2!

Page 142: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

140

tes sumatif 2

Pilihlah jawaban yang paling tepat dibawah ini dengan cara melingkari (a,

b, c, d, atau e)!

1. Kehamilan adalah dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya

hamil normal adalah 280 hari (40 minggu) dihitung dari hari pertama

sampai terakhir. Oleh karena dalam tubuh ada sesuatu yaitu individu

yang tumbuh dan berkembang untuk menyesuaikan diri dengan adanya

individu itu tubuh mengadakan perubahan,memberi tempat,

kesempatan dan jaminan untuk tumbuh dan berkembang sampai

saatnya dilahirkan. pengertian kehamilan diatas adalah menurut?

A. Ali

B. Sarwono Prawirohardjo

C. Andriann sz, Wiknjosastro dan Waspodo

D. Hanafia

2. Di bawah ini yang termasuk tugas keluarga menurut Friedman adalah,

kecuali:

A. Mengenal gangguan masalah kesehatan setiap anggota keluarga

B. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi

keluarga

C. Memberikan perawatan kepada anggota keluarganya yang sakit

D. Sosialisasi antar anggota keluarga

3. Berikut ini adalah yang termasuk fungsi keluarga, kecuali....

A. fungsi biologis

B. fungsi ekonomi

C. fungsi Psikologi

D. fungsi pendorong

Page 143: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

141

4. Berikut ini bentuk dukungan emosional keluarga terhadap ibu hamil,

kecuali?

A. memberikan kepercayaan

B. memberikan perhatian

C. mendengarkan keluhan ibu hamil

D. memeriksakan kandungan janin

5. Sebutkan jenis dukungan yang harus dilakukan keluarga terhadap ibu

hamil yang anemia?

A. Informasi, penghargaan, instrumental, emosional

B. Penghargaan, kasih sayang, informasi, emosional

C. Instrumental, empati,penghagaan,emosional‟

D. Instrumental, informasi, perlindungan, penghargaan

6. Berapa jumlah kebutuhan zat besi bagi ibu hamil?

A. 300–500mg

B. 800–1000mg

C. 700–850mg

D. 800–1040mg

7. Berapa lama ibu hamil harus mengkonsumsi 90 tablet besi (Fe)?

A. 12 minggu

B. 13 minggu

C. 9 minggu

D. 11 minggu

Page 144: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

142

Kunci Jawaban 2

KEGIATAN

BELAJAR 1

1. D

2. E

3. D

4. D

5. D

KEGIATAN

BELAJAR 2

1.A

2. D

3. D

4. C

5. D

KEGIATAN

BELAJAR 3

1. D

2. B

3. A

4. A

5. C

KEGIATAN

BELAJAR 4

1. A

2. D

3. C

4. D

5. A

KEGIATAN

BELAJAR 5

1. A

2. D

3. D

4. C

5. B

KUNCI JAWABAN TES SUMATIF

1. D

2. D

3. D

4. D

5. A

6. A

7. B

KEGIATAN BELAJAR 1

1. Kehamilan adalah sebuah proses penyatuan sel sperma dan ovum

yang kemudian tumbuh dan terjadinya proses konsepsi dan

pembuahan sampai dengan melahirkan.

2. Peran keluarga sangat penting dan bermanfaat untuk proses

kehamilan hingga melahirkan. Contoh Peran keluarga antara lain:

a. Peran formal

Keluarga membagi peran secara merata kepada anggota

keluarga, menurut bagaimana pentingnya pelaksanaan peran

Page 145: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

143

bagi berfungsinya suatu sistem, seperti pencari nafkah, pendidik,

pelindung, ibu rumah tangga.

b. Peran informal

Peran informal bersifat ancaman yang tidak tampak dan hanya

untuk menjaga keseimbangan dalam keluarga. Peran informal

meliputi :

1) Pendorong. Sebagai suami sebaiknya menciptakan suasana

yang romantis untuk mendorong istri tidak takut dan mau

melakukan hubungan seksual saat hamil trimester ketiga.

2) Inisiator. Seharusnya suami mengambil peran untuk mulai

melakukan hubungan seksual supaya istri mau berhubungan

seksual yang baik.

3) Dominator. Jika ada perbedaan pendapat tentang boleh

tidaknya hubungan seksual dalam kondisi hamil adalah

kesepakatan bersama dari pasangan

4) Sahabat. Setiap ada persoalan yang menyangkut hubungan

seksual suami, istri, dan orang tua perlu saling memberi nasehat

yang baik.

5) Koordinator. Sebagai orang tua tidak perlu mengarahkan setiap

saat anaknya dalam melakukan hubungan seksual.

3. Dukungan keluarga terhadap ibu hamil berupa motivasi, nasihat dan

semangat dapat mempengaruhi psikis ibu, seperti kepercayaan diri

yang dapat membantu ibu hamil dalam menjalani proses

kehamilannya.

KEGIATAN BELAJAR 2

1. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala

keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu

tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

2. Fungsi keluarga meliputi biologi, ekonomi, pendidikan, psikologi, dan

sosial budaya. Fungsi-fungsi ini bergantung kepada kesehatan fisik dan

Page 146: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

144

mental anggota keluarga. Setiap keluarga mengembangkan

keyakinan, nilai, dan perasaan bersama yang digunakan sebagai

pedoman dalam bertindak (Bobak, Lowdermilk, dan Jensen, 2004) dan

Fungsi keluarga menurut Friedman (dalam Setiawati dan Dermawan,

2008; Mubarak, Santoso, Rozikin, dan Patonah, 2006; Syaifudin dan

Mariam, 2010) adalah fungsi kasih sayang, fungsi sosialisasi, fungsi

reproduksi(menghasilkan keturunan), fungsi ekonomi, dan fungsi

perawatan kesehatan

3. Seorang ibu hamil pada saat kehamilan mengalami perubahan

secara fisik dan psikis (emosi). jika tidak ada dukungan dari keluarga

maka ibu hamil akan merasakan sedih, gelisah, stress yang akan

berdampak pada kondisi ibu dan janin.

KEGIATAN BELAJAR 3

1. Dukungan informasi adalah dukungan dengan memberikan informasi

tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan,

misalnya memberikan nasehat, petunjuk dan saran kepada ibu hamil.

Bentuk dukungan keluarga dapat berupa memberikan dorongan

semangat, pemberian informasi mengenai anemia, pentingnya

meminum tablet besi dan makan makanan bergizi, serta mengawasi

pola makan sehari-hari.

2. Dukungan penghargaan adalah dukungan yang berbentuk penilaian

dan sikap positif atau memberi umpan balik tentang situasi dan kondisi

pada ibu hamil. Bentuk dukungan keluarga dapat berupa

membimbing, menjaga ibu, memberikan rasa hormat, memuji,

sehingga ibu hamil merasa dihargai dan diperhatikan.

Page 147: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

145

KEGIATAN BELAJAR 4

1. Dukungan instrumental (instrumental) merupakan dukungan yang

diberikan secara langsung kepada ibu hamil yang bersifat fasilitas atau

materi selama proses kehamilan. Bentuk dukungan keluarga dapat

berupa menemani ibu untuk pemeriksaan kehamilan secara rutin,

memberikan uang, menyediakan makanan yang bergizi, mengajak

ibu jalan-jalan, dll.

2. Dukungan emosional adalah dukungan yang meliputi ekspresi empati

misalnya perhatian, kasih sayang, sikap percaya, sikap memahami,

mendengarkan dan didengarkan, Bentuk dukungan keluarga dapat

berupa mengingatkan ibu untuk meminum tablet besi secara rutin.

Dukungan emosional dapat mengendalikan emosi ibu, sehingga

membuat ibu merasa aman dan damai, dan mengurangi rasa cemas

ataupun stress selama kehamilan.

KEGIATAN BELAJAR 5

1. Kepatuhan adalah tingkat ketaatan pasien dalam melaksanakan cara

pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokter atau orang lain

dengan disiplin. zat besi merupakan zat yang berhubungan dengan

ketersediaan jumlah darah yang diperlukan tubuh. zat ini diperlukan

dalam proses pembentukan hemoglobin.

2. Pengetahuan

a. Tingkat Pengetahuan

Tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai anemia dan manfaat

tablet besi mempengaruhi kepatuhan untuk meminum tablet besi.

b. Tingkat pendidikan

Latar belakang pendidikan ibu hamil juga mempengaruhi

kepatuhan untuk meminum tablet besi.

c. Pemeriksaan Kehamilan (ANC)

Page 148: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

146

Saat pemeriksaan kehamilan, ibu mendapatkan informasi tentang

pentingnya tablet Fe bagi kehamilannya, sehingga mempengaruhi

kepatuhan untuk meminum tablet besi.

mempengaruhi kepatuhan ibu hamil untuk meminum tablet besi,

karena ibu mendapatkan informasi tentang pentingnya tablet Fe

bagi kehamilan.

3. Pemberian tablet besi pada ibu hamil secara rutin sebanyak 90 tablet

untukmeningkatkan kadar hemoglobin secara tepat. Tablet besi bisa

didapatkan melalui Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Posyandudan

Bidan di Desa. Diberikan 30 tablet setiap bulan.

b. Diterbitkannya buku pedoman pemberian zat besi bagi petugas

tahun 1995, dan poster-poster mengenai tablet besi.

c. Diterbitkan buku Pedoman Operasional Penanggulangan Anemia

Gizi bagipetugas tahun 1996.

Page 149: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

147

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2013). Yuk Menebak Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG [Online].

Diunduh dari: https://www.vemale.com/kehamilan/41982-yuk-menebak-

jenis-kelamin-bayi-tanpa-usg.html. Diakses 11 Desember 2016.

Anonim. (2015). Cara Mengobati Mual Muntal Saat Hamil Muda

[Online].Diunduh dari: http://jagakesehatan.com/seputar-

kehamilan/cara-mengobati-mual-muntah-saat-hamil-muda.html.

Diakses 13 Desember 2016.

Anonim. (2016). Bagaimana Cara Memilih Dokter Kandungan yang Tepat?

[Online]. Diunduh dari: http://www.alodokter.com/bagaimana-memilih-

dokter-kandungan-yang-tepat. Diakses 14 Desember 2016.

Anonim. (2016). Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil [Online]. Diunduh

dari: http://www.alodokter.com/cara-mengatasi-kaki-bengkak-saat-

hamil. Diakses 10 Desember 2016.

Anonim. (2016). Dukungan Suami di Masa Kehamilanku [Online].Diunduh dari:

https://www.ibudanbalita.com/artikel/dukungan-suami-di-masa-

kehamilanku. Diakses 13 Desember 2016.

Anonim. (2016).Dukungan Suami Terhadap Istri Selama Momen Wow

Kehamilan [Online]. Diunduh dari:

http://www.sehatfresh.com/dukungan-suami-terhadap-istri-selama-

momen-wow-kehamilan/. Diakses 10 Desember 2016.

Anonim. (2016). Ibu Hamil Harus Hindari Olahraga-Olahraga Ini [Online].

Diunduh dari: https://mymilk.com/milkeveryday/fun-fact/ibu-hamil-

harus-hindari-olahraga-olahraga-ini. Diakses 13 Desember 2016.

Anonim. (2016). Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil [Online]. Diunduh dari:

http://ensavoirculinaire.blogspot.co.id/2016/04/makanan-sehat-untuk-

ibu-hamil.html. Diakses 10 Desember 2016.

Anonim. (2016). Melahirkan Normal VS Operasi Caesar, Mana Yang Terbaik?

[Online]. Diunduh dari: http://www.katalogibu.com/wp-

content/uploads/2016/04/normal-vs-caesar.jpg. Diakses 11 Desember

2016.

Page 150: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

148

Anonim.(2016). Resepi Telur Bistik Paling Sedap dan Mudah [Online]. Diunduh

dari: http://www.myresepi.net/2016/11/resepi-telur-bistik.html. Diakses 13

Desember 2016.

Anonim. (2016). Senam Hamil untuk Mempermudah Persalinan [Online].

Diunduh dari: http://www.alodokter.com/senam-hamil-untuk-

mempermudah-persalinan. Diakses 13 Desember 2016.

Anonim. (2016).Tips Buat Suami: Begini Cara Memijat Istrimu yang sedang

Hamil [Online]. Diunduh dari: http://www.alodokter.com/tips-buat-

suami-begini-cara-memijat-istrimu-yang-sedang-hamil. Diakses 22

Desember 2016.

Anonim. (2017). Begini Posisi Tidur Terburuk Ibu Hamil, Jika Dilakukan

Berbahaya [Online]. Diunduh dari:

http://www.wajibbaca.com/2017/04/begini-posisi-tidur-terburuk-ibu-

hamil.html. Diakses 11 Desember 2016.

Anonim. (2017). 10 Bahaya Asam Urat untuk Ibu Hamil dan Janin [Online].

Diunduh dari: http://solusi-hamil.com/10-bahaya-asam-urat-untuk-ibu-

hamil-dan-janin.html. Diakses 11 Desember 2016.

Alfiani, Luthvi Nirma. (2015). Hubungan dukungan suami dengan kepatuhan

ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di puskesmas piyungan Bantul.

Skripsi. Sekolah ilmu kesehatan aisyiyah. Yogyakarta.

Arisman. (2009). Buku Ajar Gizi untuk Kebidanan. Jogyakarta: Muha Medika.

Bararah, Vera Farah. (2009). Seberapa Penting Melakukan USG?[Online].

Diunduhdari:https://health.detik.com/read/2009/10/15/123046/1221981/

764/seberapa-penting-melakukan-usg. Diakses 13 Desember 2016.

Bstyles. (2016). Ibu Hamil Dan Suami [Online]. Diunduh dari:

http://www.bstyles.org/ibu-hamil-dan-suami.html. Diakses 14 Desember

2016.

Beautiful Balance. (2015). A beautiful skin from the inside [Online]. Available

at: http://beautiful-balance.nl/project/nutricosmetics/ [Accessed on

December, 11 2016].

C, Valentina, Janulla. (2005). ¿Qué aprende un bebé en el vientre de su

mamá? [Online]. Available at:

Page 151: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

149

http://www.vix.com/es/imj/familia/155130/que-aprende-un-bebe-en-el-

vientre-de-su-mama [Accessed on December, 11 2016]

Chapman, Vicky. (2006). Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Kelahiran.

Jakarta : EGC.

Departemen Kesehatan R.I. (2001). Program Penanggulangan Anemia Gizi

pada Wanita Usia Subur (WUS); (Safe Motherhood Project: A Partnership

and Family Approach). Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta: Direktorat

Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes.

Dokline. (2016). Mengenal Anemia Sebelum Terserang Penyakitnya [Online].

Diunduh dari: http://www.dokterpreneuronline.com/blog/mengenal-

anemia-sebelum-terserang-penyakitnya/. Diakses 12 Desember 2016.

Efendi, Endro S. (2017). Inilah Hal Penting yang Harus Dihindari Selama

Kehamilan [Online]. Diunduh dari: https://seword.com/motivasi/inilah-

hal-penting-yang-harus-dihindari-selama-kehamilan/. Diakses 11

Desember 2016.

Elkan, Michael. (2015). Resep Masakan Ibu Hamil Enak dan Bergizi [Online].

Diunduh dari: http://kokimganteng.blogspot.co.id/2015/08/resep-

masakan-ibu-hamil.html. Diakses 13 Desember 2016.

Elwahid, Wahyu. (2015). Makanan dan Minuman untuk Masuk Angin saat

Hamil [Online]. Diunduh dari: https://abiummi.com/makanan-dan-

minuman-untuk-masuk-angin-saat-hamil/. Diakses 14 Desember 2016.

Etika, Nimas Mita.(2016). Penyebab Preeklampsia, Kondisi Berbahaya Pada

Ibu Hamil [Online]. Diunduh dari

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/penyebab-

preeklampsia-pada-ibu-hamil/. Diakses 11 Desember 2016.

Firmansyah, Heru.(2017). Kandungan Gizi pada Menu Makanan 4 Sehat 5

Sempurna Yang Baik Untuk Kesehatan Tubuh [Online]. Diunduh dari:

http://impromifasi.blogspot.co.id/2017/05/kandungan-gizi-dalam-

makanan-4-sehat-5-sempurna.html. Diakses 11 Desember 2016.

Francin, P. (2005). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.

Foshan Water Company. (2015). Which six kinds of water can not drink

[Online]. Foshan Water Source Drinking Water Co., Ltd. Website.

Page 152: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

150

Available at:

http://www.86290099.com/Front/Article/view/column_id/401/cate_id/61

3/id/2906.html [Accessed on December, 11 2016].

Gunawan, Nina Amelia. (2015). 5 Latihan Sederhana untuk Wanita Hamil

[Online]. Diunduh dari http://pedulisehat.info/5-latihan-sederhana-untuk-

wanita-hamil/. Diakses 12 Desember 2016.

Haines and Anna, (2009). Assets-based Community Development in an

Introduction to Community Development. Rhonda Phillips and Ronberth

H. Pitmann, 1st Ed. Roudlegde, NY, USA.

Hidayah, Wiwit, Anasari, Tri. (2012). Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil

Mengkonsumsi Dengan Kejadian Anemia Di desa Pageraji Kecamtan

Cilongok Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 3 No. 2

Edisi Desember 2012. Akademik Kebidanan YLPP Purwokerto.

Purwokerto.

Hills M, Mullet J, Carroll S. (2007). Community-based participatory action

research: transforming multidisciplinary practice in primary health care.

Rev Panam Salud Publica. 21(2/3):125-35.

Informasi Kesehatan Indonesia. (2016). Awas, Ayah Yang Depresi Bisa Memicu

Kelahiran Prematur Pada Ibu Hamil [Online]. Diunduh dari:

http://doktersehat.com/awas-ayah-yang-depresi-bisa-memicu-

kelahiran-prematur-pada-ibu-hamil/. Diakses 11 Desember 2016.

Intisari. (2011). Mengenal IG dan GL. [Online]. Diunduh dari:

http://intisari.grid.id/Wellness/Fitness-And-Health/Mengenal-Ig-Dan-Gl. .

Diakses 14 Desember 2016.

Kalbe Nutritionals. (2007). Prenagen [Online]. Diunduh dari:

http://www.kalbenutritionals.com/about_you_product_prenagen.html.

Diakses 11 Desember 2016.

Katalog Ibu. (2016). Melahirkan Normal VS Operasi Caesar, Mana Yang

Terbaik? [Online]. Diunduh dari:

http://www.katalogibu.com/kehamilan/melahirkan-normal-vs-operasi-

caesar-mana-yang-terbaik.html. Diakses 13 Desember 2016.

Katelhut. (2005). The Effects of Weekly Iron Supplementation With Folit Acid,

Vitamin A, Vitamin C, on Iron Status of Indonesia Adolescent . Asia Pasific

J Clin Nirt;5(3):181-5.

Page 153: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

151

Keumalahayati.(2008). Dukungan Suami Terhadap Kesiapan Ibu Primigravida

Menghadapi Persalinan di Daerah Pedesaan di Langsa Nanggroe Aceh

Darussalam: Study Grounded Theory.Tesis. Fakultas Ilmu Keperawatan

Universitas Indonesia. Depok.

Kurnia, Edi.(2013). Makanan Penambah Darah [Online]. Diunduh dari:

http://seputarinfos.blogspot.co.id. Diakses 13 Desember 2016.

Koch, T., Selim, P. & Kralik, D. (2002). Enhancing lives through the development

of a community-based participatory action research program. Journal

of Clinical Nursing, 11, 109-117.

Komarudin, Asep. (2017). Waspada Kelebihan Kalsium Untuk Ibu Hamil

[Online]. Diunduh dari: http://www.solusisehatku.com/waspada-

kelebihan-kalsium-untuk-ibu-hamil. Diakses 13 Desember 2016.

LIPI. (2004). Angka Kecukupan Gizi bagi Indonesia. Jakarta: Widyakarya

Nasional Pangan dan Gizi VIII.

Linnet, Daniel & Morgan, Mitch. (2016). An experience of a Surrogate

[Online]. Available at: http://nlslaw.com.au/2016/08/10/an-experience-

of-a-surrogate/ [Accessed on December, 11 2016].

Manuaba IBG. (2007). Konsep Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia.

Jakarta : EGC.

Marai Sehat. (2017). Pantangan Atau Aktivitas Yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu

Hamil [Online]. Diunduh dari:

http://www.maraisehat.com/2016/03/pantangan-atau-aktivitas-yang-

tidak-boleh-dilakukan-ibu-hamil.html. Diakses 12 Desember 2016.

Medina, Vilma. (2000). Analgésicos en el embarazo pueden causar

infertilidad en bebés [Online]. GuiaInfantil.com es la web. Available at:

https://www.guiainfantil.com/blog/979/analgesicos-en-el-embarazo-

pueden-causar-infertilidad-en-bebes.html [Accessed on December, 11

2016].

Ngambut, Korolus. (2011). Pengantar Biostatistik (Aplikasi Penggunaan SPSS).

Jogjakarta: Gosyen Publishing.

Ningsih, Puji. (2015). Resep Praktis (Mudah) Bola-Bola Daging Goreng Gurih,

Nikmat [Online]. Diunduh dari: http://www.cara-memasak-

enak.com/2015/12/resep-bola-bola-daging-sapi.html. Diakses 11

Desember 2016.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:

Rineka Cipta.

Page 154: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

152

--------. 2010. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nunez, Vivian. (2017). Study Finds A Link Between An Early First Period and

Gestational Diabetes [Online]. Cover image courtesy of Getty Images.

Available at: http http://helloflo.com/study-finds-a-link-between-an-

early-first-period-and-gestational-diabetes/ [Accessed on December, 11

2016]

Nutritionistmh. (2017). Kebutuhan dan Sumber Lemak Pada Makanan

[Online]. Diunduh dari:

https://nutritionisthamrin.wordpress.com/2017/01/17/kebutuhan-dan-

sumber-lemak-pada-makanan/. Diakses 14 Desember 2016.

Patel, Mukesh. (2016). Vitamins [Online]. Available at:

http://ambitionofmylife.com/vitamins/ [Accessed on December, 11

2016].

Path. (2005). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.

Patriciaanne. (2015). 10 Tips Diet Sehat Untuk Menurunkan Berat Badan

[Online]. Diunduh dari:

http://mofcef.patriciaannedesigns.com/kevav/menu-diet-sehat-untuk-

program-hamil-1649.php. Diakses 11 Desember 2016.

Posyandu Remaja Prigi Kidul & Pikir Permataku. (2015). Posyandu Remaja Prigi

Kidul Dan PIKR Permataku [Online]. Diunduh dari:

https://posyandupermataku.wordpress.com/2015/12/14/kurang-energi-

kronis-kek-pada-ibu-hamil/. Diakses 14 Desember 2016.

Priyatno, Dwi. (2008). Mandiri Belajar SPSS. Jogjakarta: Mediakom.

Putri, Adiska.(2015). Peran Anggota Keluarga di Indonesia [Online]. Diunduh

dari: http://adiskaputri.tumblr.com/post/113412902876/peran-anggota-

keluarga-di-indonesia. Diakses 11 Desember 2016.

Putry. (2015). Cara Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil [Online]. Diunduh dari:

http://disehat.com/cara-mengatasi-anemia-pada-ibu-hamil/.Diakses 14

Desember 2016.

Rusdiaman, Dede. (2015). Cara Mengatasi Epilepsi Saat Hamil Yang Aman

[Online]. Diunduh dari: http://obatepilepsi.info/?s=epilepsi+ibu+hamil.

Diakses 14 Desember 2016.

Sulistyoningsih, Haryani. (2011). Gizi Untuk Kesehatan Ibu Dan Anak.

Jogjakarta: Graha Ilmu.

Page 155: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id

153

Surhaina, Fitri. (2014). Kegunaan Asam Folat Untuk Program Hamil. [Online].

Diunduh dari: http://infosehatwanita.com/pra-kehamilan/kegunaan-

asam-folat-untuk-program-hamil-3902015.html. Diakses 11 Desember

2016.

Susiloningtyas. (2012). Pemberian Zat Besi(Fe) Dalam Kehamilan. Semarang:

Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Team Aapkisaheli. (2015). 6 Household Tips: To Avoid Miscarriage [Online].

Available at: http://www.aapkisaheli.com/articles/6-home-remedy-tips-

to-prevent-from-miscarriage-1-77557.html [Accessed on December, 11

2016]

The Cliparts .(2016). Analog Clock Cliparts [Online]. Available at:

https://thecliparts.com/analog-clock-cliparts/ [Accessed on December,

11 2016]

Tim Viva Media. (2015). Bolehkah Berhubungan Intim saat Hamil? [Online].

Diunduh dari: http://www.viva.co.id/blog/lifestyle/628861-bolehkah-

berhubungan-intim-saat-hamil. Diakses 14 Desember 2016.

Windy, Angelia.(2015). Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil [Online]. Diunduh

dari: http://info-kecantikan.com/makanan-sehat-untuk-ibu-hamil/.

Diakses 11 Desember 2016.

Wirakusumah S. (2009). Perencanaan Menu anemia Gizi Besi. Edisi 2. Penerbit

Trubus AgriwidyaJakarta

Yulia, Yana. (2015). 21 Makanan Penguat Kandungan Lemah [Online].

Diunduh dari: http://hamil.co.id/nutrisi-ibu-hamil/makanan-

sehat/makanan-penguat-kandungan. Diakses 14 Desember 2016.

Page 156: LAMPIRAN 6 - repository.unas.ac.id