kumpulan-kumpulan ceramah agama islam

Download Kumpulan-Kumpulan Ceramah Agama Islam

Post on 09-Aug-2015

364 views

Category:

Documents

19 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kumpulan ceramah dari berbagai sumber

TRANSCRIPT

TUGAS PAI

Nama : Makrifat Sabil Haq Kelas : 8H No. Absen : 17

AYAHSangat popular di kalangan masayarakat kita bahwa ibu adalah pendidik dan ayah yang mencari nafkah. Apakah ini benar ? Memang dalam kitab suci Al-Quran, sedikit sekali tuntunan ibu dan bapak kepada anaknya, yang paling banyak adalah kewajiban anak kepada orang tua. Cinta orang tua kepada anak melebihi cinta anak kepada orang tuanya. Sehingga modal cinta ini yang sebenarnya mendorong untuk selalu berbuat yang terbaik kepada anaknya. Karena itulah Al Quran tidak banyak menuntut ibu dan bapak berbuat kepada anaknya. Setiap manusia termasuk Nabipun mendambakan anak, seperti Nabi Ibrahim. Orang tua mempunyai anak bukan sekedar untuk dapat mengambil manfaat dari anaknya, bahkan jika dianggap tidak bermanfaat pun, orang tua tetap membutuhkan sang anak. Pokoknya ada anak. Ini kita temukan di beberapa ayat Al-Quran, seperti isteri Firaun menemukan Musa kecil di sungai, berkata di dalam ayat Al-Quran : Siapa tahu dia bermanfaat buat kita atau kita angkat dia sebagai anak. Itu menunjukkan seorang ayah atau ibu sangat mendambakan anak. Karena dambaannya ini yang demikian besar, tuntunan tidak terlalu banyak dalam Al-Quran. Mari kita lihat kewajiban ayah kepada anak-anaknya. Al-Quran menekankan sejak awal, bahwa pilih-pilihlah calon pasanganmu, bukan sekedar sebagai pendamping tapi juga sebagai penerus generasi. Karena itu Nabi bersabda : Kawinlah dengan wanita yang bisa melahirkan (jangan yang mandul) dan yang menyenangkan kamu. Pilih-pilih tempat kamu meletakkan benihmu. Karena kalau sampai salah pilih, bisa membahayakan generasi selanjutnya. Kalau tanah tempat menanam benih gersang, tidak akan ada gunanya, begitu pula dengan tanah yang penuh hama. Ini adalah awal langkah dalam mendapatkan keturunan yang baik. Kita kupas dan lihat lagi ayat AlQuran yang ditujukan pada ayah : Dalam QS. Al-Baqarah (2) ayat 223 : Isteri-isteri kamu adalah ladang buat kamu. Maknanya apa ? Siapa yang menentukan jenis kelamin anak ? Betul memang Allah yang menentukan tapi Allah tentukan jenis kelamin anak melalui satu sistem. Siapa yang menentukan ini tomat atau apel ? Siapa yang menentukan jenis buah yang ditanam ? Tentu petani. Maka ketika Al-Quran berkata Isteri-isteri kamu adalah ladang buat kamu, otomatis para ayah adalah para petani. Jadi siapa yang menentukan jenis kelamin anak ? Tentunya adalah ayah. Kita lihat petani, supaya dia bisa mendapatkan buah yang baik, dia harus bersihkan ladang, dia harus mengairi ladang. Setelah berbuahpun, dia tetap harus perhatikan ladang, diberinya pupuk ladang tersebut. (Jangan pula ladang tersebut dituntut untuk terus menerus berproduksi, beri jeda sebagaimana ada jeda agar ladang siap untuk ditanami kembali). Setelah buah dipetikpun, harus dibersihkan sebelum dibawa ke pasar. Supaya buah ini jika dijual mendapatkan harga jual yang memuaskan, ataupun kalau buah itu hendak dimakannya maka dia dapat menikmatinya dengan lezat. Itulah tugas bapak, jadi petanilah Anda, jangan jadi ladang. Perhatikanlah isteri, jangan sampai ada hama di sana atau kotoran yang mengganggu. Begitu dia hamil, perhatikanlah. Begitu dia melahirkan, tetap perhatikan dan pelihara.

Siapa Atau Apa Tuhan?Jika Anda ingin berinteraksi dengan seseorang, tentulah Anda perlu mengenalnya, siapa dia serta apa nama maupun sifat-sifatnya ? Tuhan yang mencipta, yang diharapkan bantaun-Nya serta kepada-Nya bertumpu segala sesuatu, pastilah lebih perlu dikenal. Banyak orang bahkan boleh jadi semua yang percaya tentang wujud-Nya, berusaha menjawab pertanyaan tentang Tuhan. Banyak jawaban yang diberikan dan tidak mustahil dalam rinciannya setiap orang mempunyai jawaban. Karena itu, boleh jadi sekelompok orang sepakat menyangkut Tuhan yang diajarkan oleh Agama yang mereka anut, tetapi tetap saja masing-masing mempunyai hubungan khusus, lagi amat pribadi dengan Tuhan-Nya seakan-akan Tuhan yang disembah-Nya itu adalah Tuhan dia sendiri. Sungguh indah ilustrasi yang dikemukakan oelh ulama besar dan philosof muslim kontemporer Abdulkarim Alkhatib menyangkut hal di atas. Dalam bukunya Qadiyat Al-Uluihiyah Bainal Falsafah Wad Din" Dia menulis lebih kurang sperti berikut : Yang melihat/ Mengenal Tuhan, pada hakekatnya hanya melihat-Nya melalui wujud yang terhampar di bumi serta yang terbentang di langit. Yang demikian itu adalah penglihatan tidak langsung serta memerlukan pandangan hati yang tajam, akal yang cerdas lagi kalbu yang bersih. Mampukah Anda dengan membaca kumpulan syair seorang penyair, atau mendengar gubahan seseorang komposer,,, dengan melihat lukisan pelukis atau pemahat, mampukah Anda melihat hasil karya seni mereka, mengenal mereka tanpa melihat mereka langsung? Memang Anda bisa mengenal selayang pandang mereka, bahkan boleh jadi melalui imajinasi. Anda daoat membayangkannya sesuai kemampuan Anda membaca karya seni. Namun anda sendiri pada akhirnya akan saadar bahwa gambaran yang dilukiskan oleh imajinasi anda menyangkut para seniman itu, adalah pribadi dan merupakan ekspresi dari perasaan Anda sendiri. Demikian juga yang dialami orang lain yang berhubungan dengan para seniman itu, masing memilki pandangan pribadi yang berbeda dengan yang lain. Kalaupun ada yang sama, maka persamaan itu dalam bentuk gambaran umum menyangkut kekaguman falam berbagai tingkat. Kalau demikian itu adanya dalam memandang seniman melalui karya-karyanya, maka bgaimana dengan Tuhan, sedang Anda adalah setetes dari ciptaan-Nya? Kalau anda masih berkeras untuk mengenal-Nya, maka lakukan apa yang dikemukakan di atas, tetapi yakinlah bahwa hasilnya akan lebih jauh sedikit dari apa yang anda peroleh ketika ingin mengenal para seniman itu. Bukan kah hasil karya mereka terbatas, itupun belum tentu semuanya dapat anda jangkau- sedang hasil karya Tuhan sedemikian banyak sehingga mana mungkin Anda akan mampu mengenal-Nya walau pengenalan serupa dengan pengenalan terhadap seniman itu.

Makna PUASAPuasa merupakan salah satu rukun Islam. Di dalam Al-Quran ada 2 kata, yaitu SHIYAM dan SHAUM. Kedua-duanya berasal dari kata yang sama, yang artinya menahan. Orang yang menahan diri disebut Shaim. SHAUM di dalam Al-Quran berarti menahan diri untuk tidak bicara, sedangkan SHIYAM di dalam Al-Quran berarti menahan diri dari hal-hal yang buruk menurut Allah Seringkali kata dalam Al-Quran tapi pemaknaannya dipersempit oleh hokum (fiqh). Seperti shalat, sebenarnya bermakna doa. Tapi dalam hukum (fiqh) itu adalah gerakan tertentu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Menurut fiqh, walaupun tidak khusyu tapi kalau sudah melakukan gerakan2 tertentu yg diawali takbir dan diakhiri salam, maka sudah bisa dikatakan itu shalat. Namun sebetulnya menurut Al-Quran, dia belum shalat yang sesungguhnya. Hukum hanya mengatur yang nampak saja, tapi tidak mengatur yang esensi. Begitu juga dengan makna SHIYAM. Shiyam menurut hukum adalah tidak makan, minum dan seks sejak terbit matahari sampai terbenam matahari. Tapi sebenarnya makna dalam Al-Quran adalah bukan hanya sampai di situ, tapi juga menahan diri dari segala yang buruk. Untuk apa SHIYAM ? Kata Allah dalam Al-Quran, adalah agar kita menjadi Tattaqun.Surat Al-Baqarah ayat 183. Apa arti Tattaqun ? Tattaqun adalah kamu menjadi orang-orang yang terhindar dari segala bencana, musibah baik di dunia maupun di akhirat kelak. Manusia dalam hidupnya selalu menginginkan kesempurnaan. Orang yang kayapun ingin lebih kaya lagi. Orang menginginkan dirinya dan orang lain menjadi orang-orang yang terbaik dan lebih sempurna dari waktu ke waktu. Bahkan lingkungan tempat tinggalnya pun ingin lebih sempurna dan sempurna lagi. Karya-karya-nya pun disempurnakan terus menerus. Sesuatu dinilai sempurna jika memenuhi tiga hal, yaitu indah, baik dan benar. Untuk kesempurnaan ini, manusia menemukan bahwa Allah itulah yang Maha Sempurna, karena itu manusia ingin meneladaniNya. (Mempunyai sifat yang Maha Sempurna, karya-karya Allah sangat sempurna dan penuh ketelitian. Allah itu Maha Baik, Maha Indah dan juga Dialah Kebenaran itu sendiri (Al-Haq). PerbuatanNya tidak ada kesalahan atau error disana sini, walaupun jutaan bahkan triliyunan karyaNya. Tidak ada kita mendengar God Error, tapi manusia selalu melakukan Human Error. Manusia ingin memperkecil kesalahan yang diperbuatnya, mengecilkan nilai Human Error. Berapa banyak musibah yang diakibatkan oleh Human Error. Manusia ingin sempurna seperti sempurnaNya sang Maha Sempurna. Manusia ingin meneladaniNya. RED). Puasa adalah upaya untuk meneladaniNya. Itulah yang dimaksud Puasa untukKu, dan Akulah yang akan membalas-Nya dalam sebuah hadits. Shalat, Zakat, Haji juga untuk Allah, namun semuanya bukan untuk meneladani Allah. Sedangkan Puasa adalah untuk meneladani Allah, agar menjadi sempurna. Dalam menuju kesempurnaan lingkungan, metode menghilangkan kotoran adalah yang lebih diutamakan daripada menghiasinya. Begitu juga dengan sifat yang buruk dan dari hal-hal yang buruk itu lebih diutamakan untuk dibersihkan. Mana yang lebih dulu : menahan marah atau membaca Quran di bulan Ramadhan ? Jawabannya adalah menahan marah. Apa gunanya parfum

jika belum mandi ? Dan umumnya masyarakat melakukan mandi dan pakai parfum namun masih main kotor pula. Ini adalah bahasa kiasan.

Berbisnis dalam Terminologi al-QuranHarus diakui bahwa motivasi memperoleh imbalan atas ibadah yang dilakukan baik keterhindaran dari neraka maupun perolehan surge, kendati tidak dilarang oleh al-Quran dan Sunnah, tetapi ia bukanlah motivasi tertinggi. Betapapun, pada akhirnya kita dapat berkata bahwa berbisnis dengan Allah bukanlah sesuatu yang terlarang, kalau enggan berkata ia dianjurkan oleh-Nya. Bukankah al-Quran menggambarkan hubungan take and give antara Allah dan manusia? QS. at-Taubah [9]: 104 menyatakan : Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima taubat (member pengampunan) kepada hamba-hamba-Nya dan (sebagai imbalannya) dia menerima sedekah/zakat dan sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang?. Bukankah al-Quran da