kuliah treadmill

Download Kuliah Treadmill

Post on 18-Jun-2015

675 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

UJI LATIH JANTUNG (EXERCISE TEST)

Tujuan Pembelajaran : dapat menjelaskan fisiologi latihan fisik, t.u. respons kardiopulmonar termasuk patofisiologi respons iskemik miokard protokol uji latih jantung pengukuran elektrokardiografi indikasi dan teknik uji latih peran uji latih jantung dalam diagnosis kardioaskular cara dan makna pemeriksaan non elektrokardiografi pada waktu melakukan uji latih jantung makna uji latih jantung dalam menentukan prognosis gangguan irama jantung yang mungkin terjadi uji latih jantung pada kondisi tertentu kapan uji latih jantung dihentikan tingkat keamanan uji latih jantung

FISIOLOGI LATIHAN FISIKFisiologi latihan fisik mempelajari respons dan adaptasi fisiologis setelah latihan fisik akut dan kronik. Latihan fisik merupakan stres fisiologis yang paling sering dialami tubuh, dan menimbulkan beban pada sistim kardopulmoner latihan fisik sangat praktis untuk menilai perfusi dan fungsi jantung. Uji latih jantung (ULJ) merupakan pemeriksaan non invasif untuk menilai respons sistim kardiovaskular terhadap latihan fisik dibawah pengawasan yang ketat.

FISIOLOGI LATIHAN FISIKAdaptasi yang terjadi pada saat ULJ menimbulkan peningkatan laju metabolik sampai 20 kali lipat, pada kondisi ini curah jantung meningkat sampai 6 kali lipat. Besarnya kemampuan penyesuaian bergantung pada Usia jenis kelamin ukuran dan massa tubuh jenis latihan kebugaran tubuh dan ada tidaknya penyakit jantung.

Respons kardiopulmoner thd. latihan fisik akut Tiga jenis latihan fisik : isometrik, dinamik dan gabungan keduanya.

Latihan isometrikadalah kontraksi muskular yang konstan tanpa bergerak (misalnya hand grip), yang mengakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen ventrikel kiri dan suplai oksigen tubuh.

Respons kardiopulmoner thd. latihan fisik akut Latihan dinamikadalah aktifitas otot yang ritmik berupa gerakan yang menghasilkan kenaikan curah jantung sebanding dengan pertukaran oksigen (bersepeda, jalan diatas treadmill) Karena beban kerja yang ditimbulkan dapat dikalibrasi dan respons fisiologinya mudah diukur, maka latihan dinamik lebih disukai untuk uji klinik. Dengan latihan dinamik yang bebannya ditambah secara bertahap, pasien dengan penyakit jantung koroner terhindar dari peningkatan kebutuhan O2 yg terlalu cepat. treadmill lebih sering dipakai untuk uji latih, karena lebih banyak massa otot yang digunakan bebannya lebih besar, dan lebih mudah

RESPONS SPESIFIK TERHADAP LATIHAN DINAMIK. Sistim kardiovaskular memberikan respons terhadap latihan dinamik akut dalam upaya: (1) memenuhi kebutuhan aliran darah ke otot yang aktif, (2) menyalurkan panas yg ditimbulkan oleh metabolisme (3) memelihara aliran darah ke otak dan jantung. Batas kemampuan tubuh mengalirkan dan menggunakan oksigen disebut maximal oxygen uptake (VO2 max). Berdasarkan formula Fick :

VO2 = curah jantung x perbedaan oksigen arterivenous

RESPONS SPESIFIK TERHADAP LATIHAN DINAMIK. Curah jantung harus sesuai dengan ventilasi paru agar supaya oksigen yang dihirup dapat dialirkan ke otot yang sedang berkerja. VO2 max ditentukan oleh jumlah maksimal ventilasi (VE) yang masuk dan keluar dari paru dan fraksi ventilasi yang diekstraksi oleh jaringan: VO2 = VE x ( FIO2 - FEO2)VE = minute ventilation, FIO2 = jumlah fraksional oksigen yang dihirup dari udara FEO2 = jumlah fraksional oksigen yang dikeluarkan ke udara

RESPONS SPESIFIK TERHADAP LATIHAN DINAMIK. Batas kemampuan kardiopulmoner (VO2 max) ditentukan oleh faktor sentral (curah jantung), yang mencerminkan kemampuan jantung sebagai pompa, faktor perifer (perbedaan oksigen arterivenous), yang menggambarkan kapasitas paru untuk mengoksigenasi darah dan kapasitas otot untuk mengekstraksi oksigen dari darah.

Yang berpengaruh thd faktor sentral (curah jantung) Denyut jantung Isi Sekuncup

CO = HR x SV

Yang berpengaruh thd faktor sentral (curah jantung)

Denyut jantungSistim saraf simpatis dan parasimpatis mempengaruhi respons awal sistim kardiovaskular terhadap latihan fisik yaitu kenaikan frekuensi denyut jantung. Pengaruh simpatis terhadap jantung dan pembuluh darah meningkat, sedangkan pengaruh vagal menurun pada saat latihan fisik. Denyut jantung merupakan faktor yang paling dominan untuk meningkatkan curah jantung pada saat latihan fisik. Frekuensi denyut jantung meningkat proporsional dengan besarnya beban kerja dan ambilan oksigen.

Yang berpengaruh thd faktor sentral (curah jantung) Denyut jantung Peningkatan denyut jantung terjadi terutama melalui pemendekan fase diastol dibanding fase sistol. Jadi, pada denyut jantung yang tinggi, fase pengisian demikian pendeknya pengisian ventrikel tidak adekuat. Respons denyut jantung thd latihan fisik dipengaruhi oleh faktor usia, jenis aktifitas, posisi, kebugaran, adanya penyakit jantung, obat, volum darah dan lingkungan. Dengan bertambahnya usia respons denyut jantung berkurang ok. faktor intrinsik jantung, bukan pengaruh sistim saraf.

Yang berpengaruh thd faktor sentral (curah jantung)

Isi sekuncupIsi sekuncup adalah jumlah darah yang dikeluarkan jantung pada setiap kali berdenyut. Produk isi sekuncup dan denyut jantung menghasilkan curah jantung. Isi sekuncup sama dengan volume diastol akhir dikurangi volume sistol akhir SV = EDV - ESV

Yang berpengaruh thd faktor sentral (curah jantung)

Isi sekuncupJadi, pengisian diatol yang lebih besar (beban awal = preload) meningkatkan isi sekuncup Sebaliknya, faktor yang meningkatkan tekanan darah arteri akan menahan darah keluar dari ventrikel (beban akhir = afterload) isi sekuncup berkurang. Latihan fisik SV meningkat mendekati 50-60% kapasitas maksimal, selebihnya kenaikan CO disebabkan oleh peningkatan frekuensi denyut jantung. Tak jelas apakah kenaikan SV ok kenaikan EDV ataukan penurunan ESV, tetapi tampaknya fungsi ventrikel, posisi tubuh dan intensitas latihan fisik sangat menentukan.

Volume diatolik akhir (EDV) ditentukan oleh denyut jantung, tekanan pengisian dan komplians ventrikel. Mekanisme Frank Starling mengisyaratkan bahwa semua darah yang kembali ke jantung seluruhnya akan dipompakan keluar pada saat sistol. Bila kebutuhan oksigen jaringan otot bertambah saat latihan fisik, aliran balik darah vena meningkat, sehingga terjadi pemanjangan serabut otot ventrikel pada fase diastol (preload), mengakibatkan peningkatan kontraksi curah jantung naik.

Volume diatolik akhir (EDV) ditentukan olehFaktor lain penentu tekanan vena dan tekanan pengisian ventrikel waktu latihan fisik adalah volume darah dan peran pompa pernafasan & otot skelet. Bila volume darah bertambah maka tekanan vena naik atau EDV meningkat. Konstriksi& relaksasi mekanik intermiten pd otot skelet pada waktu latihan fisik juga menambah aliran balik darah vena. Perubahan tekanan intratoraks pada pernafasan yg cepat saat latihan fisik menambah aliran balik darah vena ke jantung. Komplians (daya suai/ kemampuan mengembang) ventrikel kiri sangat ditentukan oleh gambaran struktur ventrikel. Kerusakan, proses infiltratif dan hipertrofi akan mengurangi komplians.

Volume sistolik akhir (ESV)ESV dipengaruhi oleh kontraktilitas dan afterload. Kontaktilitas = kekuatan jantung berkontraksi. Kenaikan kontraktilitas ESV turun SV dan CO naik Kontraktilitas diukur dengan fraksi ejeksi, yakni persentase volume darah yang dipompakan dari ventrikel saat sistol. Penghitungan ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan radionuklir, ekokardiografi atau angiografi, tetapi penilaian ini tak akurat bila ada regurgitasi mitral.

Volume sistolik akhir (ESV)Afterload merupakan tahanan yang menghambat darah keluar dari ventrikel. Kenaikan afterload (misalnya pada hipertensi) mengakibatkan penurunan fraksi ejeksi dan kenaikan volume diastolik dan sistolik akhir. Pada saat latihan fisik dinamik, kekuatan yang menahan ejeksi darah di perifer (tahanan perifer total) berkurang akibat vasodilatasi yang ditimbulkan oleh efek metabolit lokal terhadap jaringan pembuluh darah otot skelet. Meskipun curah jantung meningkat sampai lima kali lipat pada orang normal yang menjalani latihan fisik, tetapi tekanan darah rerata hanya meningkat sedang-sedang saja.

Respons volume ventrikel thd. latihan fisikPada subjek normal, respons dari posisi berdiri diam ke latihan fisik tingkat sedang, akan mengakibatkan kenaikan volum diastolik akhir 15% dan volum sistolik akhir 30%. Bila latihan fisik ditingkatkan lagi, volume diastolik akhir mungkin tak meningkat, namun volume sistolik akhir menurun progresif. Pada puncak latihan, volume diastolik akhir mungkin justru berkurang, sementara isi sekuncup bertahan karena volume sistolik akhir terus berkurang.

Yg berpengaruh thd. faktor Perifer (a-VO2 difference)Ekstraksi O2 pada jaringan digambarkan oleh perbedaan antara kandungan O2 arteri (biasanya 18 -20 ml/ 100ml saat istirahat) dan kandungan oksigen vena (biasanya 13 -25 ml/100ml saat istirahat), yakni 4 - 5 ml/100ml saat istirahat (ekstrakasi sekitar 23%). Pada saat latihan fisik, perbedaan ini melebar karena semakin banyak O2 diekstraksi oleh jaringan otot yang bekerja; kandungan O2 vena sangat rendah dan a-VO2 difference dapat mencapai 16 -18 ml/100ml pada latihan fisik yang sangat berat (ekstraksi oksigen dari darah melebihi 85% pada VO2 max).

Yg berpengaruh thd. faktor Perifer (a-VO2 difference)Sebagian darah yang teroksigenasi selalu kembali ke jantung, namun karena sebagian kecil darah mengalir ke jaringan yang kurang aktif dan tidak mengekstraksi banyak oksigen, a-VO2 difference umumnya melebar dalam jumlah yang menetap pada saat latihan fisik, dan perbedaan VO2 max diterangkan sebagai perbedaan curah jantung. Namun, pada pasien dengan penyakit kardiovaskular dan paru memperlihatkan penurunan nilai VO2 max, yang disebabkan oleh kombinasi faktor sentral dan perifer.

Penentu kandungan oksigen arteriKandungan O2 arteri berhubungan dg tekanan p