kti ricky fixxxx

Upload: rsadella

Post on 13-Jan-2016

78 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    1/35

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Pada tahun 2005 terjadi kasus pembunuhan di Wisconsin oleh seorang anak laki laki

    dengan menggunakan racun tikus berjenis brodifakum. Dia meracuni seluruh anggota

    keluarga dengan cara mencampur brodifakum dalam makanan. Keluarga anak laki laki itu

    mengalami beberapa keluhan yang tidak fatal seperti sakit perut maupun muntah

    muntah.amun setelah 5 minggu keluarganya meninggal akibat brodifakum.!rodifakum

    sendiri adalah antikoagulan generasi kedua yang biasanya digunakan sebagai racun tikus.

    "ntikoagluan racun tikus pertama kali ditemukan pada tahun #$%0 dan hingga sekarang

    masih bannyak penelitian untuk mengembangkan dan juga penelitian terhadap keamanan

    racun tikus.salah satu racun tikus yang beredar luas di pasaran adalah brodifakum.

    !rodifakum &%'hydro(ycloumarin antagonis )itamin K* adalah antikoagulan generasi kedua

    yang menyerang system hematologi dengan merusak system pembekuan darah.+#,2-ubstansi

    ini termasuk dalam super/arfarin, golongan potent, antikoagulan jangka panjang, maupun

    pengencer darah. brodifakum masih berhubungan dengan /arfarin yang sampai sekarang

    masih digunakan untuk mencegah pembekuan darah. +-

    !rodifakum sendiri bekerja dengan menghambat kompetitif )itamin K dalam sintesis

    faktor faktor pembekuan darah &faktor 11 protrombin, faktor 11, 31, dan 3 di dalam hati*,

    sehingga terjadi penurunan kadar faktor ' faktor tersebut dalam darah dan menyebabkan

    terganggunya mekanisme koagulasi darah. "kibat terjadinya penghambatan dalam koagulasi

    darah dapat menyebabkan timbulnya perdarahan dalam organ )ital tikus.+%-

    4ika sudah mencapai dosis efek dan menyebabkan gangguan pembekuan darah biasanya

    muncul gejala gusi berdarah, epistaksis, ekimosis, haematoma, hematemesis, melena, dan

    hematuria. edangkan resiko utama brodifakum pada tikus adalah perdarahan fatal pada

    gastrointestinal dan intracerebral.+#-

    1

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    2/35

    2

    !erdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka saya melakukan penelitian mengenai

    hubungan pemberian brodifakum dosis bertingkat dengan perubahan gambaran patologi

    anatomi gaster mencit karena pada penelitian sebelumnya belum ditemukan adanya efek yang

    besar pada jaringan gaster dengan pemberian brodifakum.

    1.2 Rumusan masalah

    !erdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang, maka permasalahan yang

    dirumuskan dalam penelitian ini yaitu !agaimana perbandinganperubahan gambaran patologi

    anatomi gaster tikus denganpemberian brodifakum dosis D50dan D#006

    1.3.Tujuan Penelitian

    1.3.1 Tujuan Umum

    7engetahui perbandingan patologi anatomi gaster mencit terhadap pemberian brodifakum

    dosis D50dan D#00

    1.3.2 Tujuan husus

    7engetahui gambaran normal patologi anatomi gaster tikus /istar.

    7engetahui kerusakan atau perubahan jaringan gaster tikus /istar terhadap

    pemberian brodifakum D50.

    7engetahui kerusakan atau perubahan jaringan gaster tikus /istar terhadap

    pemberian brodifakum D#00

    7embandingkan jaringan gaster normal dengan gaster yang terkontaminasi

    brodifakum D50. 7embandingkan jaringan gaster normal dengan gaster yang terkontaminasi

    brodifakum D#00.

    7embandingan jaringan gaster yang terkontaminasi D50dengan jaringan gaster

    yang terkontaminasi D#00.

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    3/35

    3

    7embandingkan jaringan gastert normal dengan gaster yang terkontaminasi D50

    dan D#00

    1.! "an#aat Penelitian

    1.!.1 "an#aat Penelitian untuk Peneliti

    Dapat digunakan untuk mengidentifikasi perubahan jaringan gaster pada manusia

    atau he/an lain akibat keracunan brodifakum.

    1.!.2 "an#aat Penelitian untuk Ilmu Pengetahuan

    Dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian penelitian brodifakum

    kedepannya.

    1.!.3 "an#aat Penelitian untuk "as$arakat

    Dapat digunakan untuk meningkatkan ke/aspadaan masyarakat terhadap bahaya

    brodifakum

    1.% easlian Penelitian

    ama peneliti, 4udul 7etode penelitian 8asil

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    4/35

    4

    penelitian, 9ahun terbit

    iterature :e)ie/ of the

    "cute 9o(icity and

    Persistance of !rodifacoum to

    1n)ertebrates

    Pengumpulan Data ;fek yang dihasilkan

    brodifacum terhadap he/an

    in)ertebrate berbeda dengan

    mamalia, salah satu contohnya

    pada serangga dan kepiting,

    brodifakum tidak

    menimbulkan keracunan tetapi

    kematian dalam /aktu sekitar

    % hari

    aboratory and

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    5/35

    5

    2.1 Br()i#akum se*agai Deri+at ,(umarin

    >oumarin atau #,2'ben?opyrone merupakan ?at kimia yang sering ditemukan

    dalam bermacam'macam tanaman. enya/a coumarin telah menunjukkan spectrum yang

    luas dari tumbuhan obat yang digunakan sejak dahulu dan hingga saat ini sudah ditemukan

    sekitar #00 senya/a lain yang berhasil diidentifikasi. +5-#,2'ben?opyrone merupakan suatu

    kelas yang penting dan besar yang dibentuk oleh o(ygen heterocycles. !anyak coumarin

    yang teroksigenasi pada posisi >'@, yang membuatnya menjadi @'hydro(ycoumarin, atau

    lebih sering dikenal dengan nama umbelliferone, yang sering dianggap sebagai prekursor

    biogenetik dari coumarin yang lebih kompleks.

    Penelitian struktur kimia/i dari senya/a coumarin menunjukkan bah/a dalam

    beberapa coumarin, substitusi senya/a dapat terjadi di banyak tempat.9erdapat banyak

    kemungkinan permutasi yang dita/arkan dengan menggukanakn substitusi dan

    konjugasi.Karenan efek famakologi yang bermacam'macam, coumarin telah menarik

    peningkatan minat penelitian dalam beberapa tahun terakhir. "kan tetapi penjelasan tentang

    hubungan struktur dan akti)itas coumarin tetaplah belum jelas.+A-

    >oumarin memiliki tingkat toksik moderate untuk hepar dan ginjal, yaitu D50

    2@5mgBkg, tingkat toksisitas yang rendah dibandingkan dengan senya/a yang memilii

    hubungan dengan coumarin lainnya.7eskipun coumarin agak berbahaya bagi manusia,

    coumarin bersifat hepatotoksik pada tikus namun tidak pada mencit. 8e/an jenis rodensia

    pada umumnya memetabolisme coumarin menjadi ,%'coumarin epo(ide, sanya/a yang

    beracun dan tidak stabil yang pada metabolisme lebih lanjut dapat menyebabkan kanker

    hepar pada tikus dan tumor traktus respiratorius pada [email protected] pada umumnya

    memetabolisasi coumarin menjadi @'hydro(ycoumarin, senya/a dengan tingkat toksisitas

    yang lebih rendah. 9he Cerman

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    6/35

    6

    7eskipun sebenarnya coumarin tidak memiliki efek antikoagulan, coumarin dapat

    berubah menjadi natural antikoagulan dicoumarul oleh spesies beberapa fungi.1ni terjadi

    karena produksi dari %'hydro(ycoumarin, yang kemudian karena pada kehadiran

    formaldehid berubah menjadi anticoagulan yang sebenarnya yaitu dicoumarol. Dicoumarol

    pernah bertanggung ja/ab terhadap kasus pendarahan yang dikenal dengan nama FSweet

    clover disease".+#0-

    !erikut adalah beberapa contoh senya/a deri)at dari coumarin G

    !rodifakum

    !romadiolon

    >oumafury

    Difenacoum

    Warfarin

    2.2 Br()i#akum

    2.2.1 -isik )an kimia *r()i#a#kum

    "ntikoagulan sintesis ini pertama kali diperkenalkan pada tahun #$@5 oleh karena

    banyaknya muncul hama tikus yang resistan terhadap golongan /arfarin. brodifakum inidiperoleh dari kondensasi %'hydro(ycoumarin dengan '&%H'bromodiphenyl %'yl*

    '#,2,,%'tetrahydronaphtol.+##-

    !rodifakum adalah antikoagulan %'hydro(ycloumarin dengan kerja yang serupa

    dengan pendahulunya seperti dikumarol dan /arfarin.9etapi karena potensi kerja yang

    tinggi dan durasi kerja yang panjang &/aktu paruh 20 #0 hari*, brodifakum

    dikategorikan sebagai antikoagulan generasi kedua atau super/arfarin.

    !rodifakum biasanya berbentuk bubuk putih yang tidak berbau dan mencair pada

    suhu 22 22 >. !rodifakum sangat rendah kelarutannya di air tetapi sangat larut

    apabila dicampur dengan acetone, kloroform dan larutan klorin lainnya.brodifakum juga

    akan membentuk garam amine apabila terlarut dalam air. !rodifakum juga merupakan ?at

    kimia yang stabil dan tidak gampang berubah ikatannya dalam suhu ruangan.+#-

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    7/35

    7

    2.2.2 A*s(r*si (*at

    :eaksi pemberian obat tergantung oleh dua faktor penting yaitu farmakokinetik dan

    farmakodinamik.

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    8/35

    8

    !rodifakum, seperti racun antikoagulan lainnya, bekerja dengan mengganggu

    sintesis normal faktor pembekuan )itamin k'dependent pada hepar he/an )ertebra. Pada sel

    hepar )itamin k #'2, epokside yang secara biologis tidak akftif di reduksi oleh en?im

    mikrosomal menjadi bentuk aktif )itamin K, yang sangat penting pada sintesis prothrombin

    dan faktor pembekuan lainnya. !rodifakum meng antagonisasi en?im )itamin K#'epo(ide

    reductase pada hepar dan menyebabkan penurunan secara bertahap dari bentuk aktif )itamin

    K, dan pada akhirnya faktor pembekuan )itamin K'dependent, yang menyebabkan

    peningkatan /aktu untuk pembekuan darah sampai pada titik dimana tidak terjadi

    pembekuan darah sama sekali.+#2-

    elain itu, !rodifakum & sama seperti antikoagulan yang lain dalam dosis toksik*

    meningkatkan permeabilitas pembuluh darah, sehingga plasma darah dan darah mulai keluar

    dari pembuluh darah kecil. 8e/an yang keracunan akan mengtalami pendarahan internal

    yang semakin lama semakin parah dan dapat mengakibatkan shock, kehilangan kesadaran

    dan pada akhirnya kematian.+#-

    Periode laten brodifakum mulai dari /aktu pemberian hingga ditemukannya

    tanda'tanda klinis bermacam'macam. Pada tikus umumnya kematian terjadai dalam /aktu #

    minggu setelah pemberian brodifakum.Kematian dapat juga terjadi secara tiba'tiba

    tergantung dimana pendarahan tersebut terjadi, terutama apabila pendarahan terjadi pada

    bagian otak maupun pada bagian jantung.

    2.2.! "eta*(lisme *r()i#akum

    2.2.!.1 A*s(r*si )an )istri*usi Br()i#akum

    >ara masuk brodifakum ke dadalam tubuh dapat melalui per oral, inhalasi,

    maupun per kutan. 1ntoksikasi paling cepat melalui inhalasi, sedangkan paling

    lambat melalui per kutan. "bsorbsi utama brodifakun terjadi di saluran

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    9/35

    9

    gastrointestinal.!rodifakum dan senya/a terkait lainnya mengikat lebih kuat pada

    bagian lipofilik hepar daripada senya/a /arfarin.pada kasus intoksikasi tikus,

    konsentrasi substansi pada hepar adalah 20 kali lebih tinggi dibandingkan pada

    konsentrasi serum.+#%-

    2.2.!.2 Bi(l(gi aruh /aktu *r()i#akum

    eperti pada semua golongan super/arfarin, brodifakum memiliki /aktu

    paruh pada plasma yang sangat panjang. tudi metabolisme pada he/an telah

    menunjukkan /aktu paruh brodifakum sekitar 2% hari, #20 hari pada anjing, dan

    #5A jam pada tikus.+##,#5-

    Warfarin memiliki /aktu paruh pada plasma %2 jam dan dengan asumsi

    fungsi hepar normal. edangkan efek antikoagulan akan menghilang dalam

    beberapa hari. ebaliknya, efek antikoagulan pada brodifakum dapat berlangsung

    selama lebih dar @ minggu pada intoksikasi pasien.+#A-

    2.2.!.3 "eta*(lisme *r()i#akum

    7etabolisme brodifakum belum sepenuhnya didefinisikan akibat belum

    adanya penelitian ilmiah terhadap brodifakum. 9etapi mengingat brodifakum telah

    tersubstitusi dengan struktur %'hydro(ycoumarin, kemungkinan besar golongan

    super/arfarin ini dimetabolisme dengan cara yang mirip dengan /arfarin.

    !rodifakum dihidroksilasi menjadi senya/a inacti)e dengan campuran en?im

    oksidase di mikrosom hepar.+#A-

    Phenobarbital diketahui dapat meningkatkan akti)itas sistem en?im

    mikrosomal hepatoseluler dan juga meningkatkan metabolisme brodifakum sama

    halnya dengan /arfarin. Dalam penelitian pada he/an telah menunjukkan bah/a

    pretreatment dengan Phenobarbital dapat mengurangi efek antikoagulan dari

    brodifakum.+#%-

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    10/35

    10

    2.2.!.! Eliminasi Br()i#akum

    ;liminasi brodifakum mungkin hampir mirip dengan senya/a /arfarin

    yaitu dengan cara senya/a yang dihasilkan dari hidroksilasi pada fungsi sistem

    oksidasi hepatoseluler akan diekskresikan dalam urin.+#A-

    2.2.% E#ek *r()i#akum a)a (rgan

    !rodifakum dapat mengakibatkan berbagai komplikasi pada organ tubuh he/an

    maupun manusia, diantaranya adalah+#-

    2.2.%.1 Neur(l(gi

    Dampak brodifakum pada system saraf dapat ditemukan pada sistem saraf

    pusat.ditemukan adanya perdarahan pada intracerebral akibat komplikasi

    sekunder.Pada beberapa kasus ditemukan juga terdapat perdarahan pada jaringan

    jaringan otot terutama pada otot siku, lutut dan juga pantat. edangkan sistem

    syaraf tepi jarang ditemukan adanya komplikasi akibat brodifakum.+#-

    2.2.%.2 0astr(intestinal

    Pada he/an yang diberikan brodifakum secara oral ditemukan adanya

    hematemesis dan juga melena pada saluran pencernaannya. edangkan pada

    kasus brodifakum yang tertelan oleh manusia biasanya didapatkan nyeri perut

    dan juga nyeri pinggang setelah terjadi perdarahan intra abdominal.+#A-

    2.2.%.3 Hear

    Pada penelitian yang sudah ada, /alaupun hepar merupakan organ yang

    berperan dalam metabolisme brodifakum, tidak ditemukan gejala klinis yang

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    11/35

    11

    jelas.9etapi di hepar didapatkan adanya koagulopati dan juga terdapat residu

    brodifakum akibat dari metabolismenya.

    2.2.%.! 'istem saluran kemih

    8aematuria biasanya didapatkan pada he/an yang terpapar brodifakum,

    haematuria bisa didapatkan secara klinis tetapi ada juga yang harus diperiksa

    dalam laboratorium. !rodifakum juga dapat menyebabkan perdarahan saluran

    kemih.+#A-

    2.2.%.% ulit

    Kadang kadang pada beberapa kasus intoksikasi brodifakum pada

    manusia didapatkan juga munculnya ruam ruam petekiae.+#-

    2.2.%. "ata telinga hi)ung tengg(r(kan e#ek l(4al5

    Didapatkan adanya epistaksis dan juga perdarahan pada bagian gusi akibat

    adanya gangguan koagulasi darah.

    2.2.%.6 Hemat(l(gi

    Komplikasi utama pada brodifakum dapat ditemukan pada hematologi

    karena brodifakum mengganggu sintesis )itamin K yang mengakibatkan adanya

    gangguan koagulasi darah.Koagulasi darah ini dapat ditemukan setelah terpapar

    brodifakum dalam dosis yang signifikan. Cejala hematologis yang biasa

    ditemukan adalah gusi berdarah, epistaksis, ekimosis, hematoma, hematuria, dan

    juga dapat ditemukan adanya perdarahan internal.+#-

    2.2.%.7 Resik( lain

    alah satu kasus aborsi telah dilaporkan oleh ipton I Klaas $%*.Data

    sekresi "1 sampai saat ini belum ditemukan sehingga menyusui tidak

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    12/35

    12

    dianjurkan. 1ndi)idu dengan perdarahn diathesis memiliki resiko yang lebih

    tinggi.+##-

    2.2. Int(ksikasi *r()i#akum

    !rodifacoum menghambat en?im )itamin K epoksida reduktase. ;n?im ini

    diperlukan untuk pembentukan dari )itamin K dari )itamin K'epoksida, dan

    brodifakoum terus menurunkan tingkat aktif )itamin K dalam darah.+2- itamin K

    dibutuhkan untuk sintesis substansi substansi penting seperti protrombin, yang

    terlibat dalam pembekuan darah. Cangguan ini menjadi bertambah parah sampai darah

    kehilangan kemampuannya untuk membeku secara efektif.+#@-

    ebagai tambahan, brodifakum &sama seperti antikoagulan lain dalam dosis

    toksik* meningkatkan permeabilitas kapiler darah= plasma darah dan darah itu sendiri

    mulai bocor ke pembuluh pembuluh darah yang lebih kecil.

    !inatang yang teracuni brodifakum dapat menderita perdarahan organ dalam yang

    semakin parah, mengakibatkan shok, kehilangan kesadaran, dan kematian.

    !rodifakum sangat mematikan bagi mamalia dan burung, dan lebih parah pada

    ikan.brodifakum adalah racun yang mudah terakumulasi karena merupakan lipofilik

    dan sangat lambat dieliminasi oleh tubuh.+#-

    ilai D50 pada beberapa contoh binatang +#@-

    9ikus 0,2@ mgBkg!!

    7encit 0,%0 mgBkg!!

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    13/35

    13

    Kelinci 0,0 mgBkg!!

    7armut 0,2 mgBkg!!

    9upai 0,# mgBkg!!

    Kucing 0,25'25 mgBkg!!

    "njing 0,25',A mgBkg!!

    2.3 Tikus galur /istar

    9ikus galur /istar adalah mamalia kecil yang masuk dalam orda :odentia.9ikus galur

    /istar ini adalah tikus yang paling sering digunakan dalam penelitian biomedical.

    Kingdom animalia

    hordata

    >lass 7amalia

    Erdo :odentia

    aecum pada tikus sangat luas dan tidak terbentuk umbai cacing

    &apendiks*.+#$-

    2.3.1 Anat(mi gaster tikus galur /istar

    Caster adalah organ pencernaan yang paling melebar dan terletak di antara

    bagian akhir dari esophagus dan a/al dari duodenum.Caster berada di ba/ah difragma

    dan terletak di region abdomen.Caster terdiri dari beberapa bagian seperti kardiak,

    fundus, dan pilorus.Pada sebagian besar he/an, epitel suamous bertingkat berubah

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    14/35

    14

    menjadi epitel kolumnar pada gaster.Kardiak merupakan bagian sempit pada

    pertemuan antara gaster dengan esofagus.Kardiak terdiri dari kelenjar kistik atau

    tubuler yang dilapisi sel'sel yang mensekresi mukus dimana diantaranya tersebar

    banyak sel'sel endokrin dan sedikit sel parietal serta sel utama &pepsinogen*.

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    15/35

    15

    2.3.2 Hist(#isi(l(gi gaster se4ara luas

    ambung adalah reser)oar untuk menampung makanan dan pengolahannya oleh

    produk kelenjar kelenjar dalam mukosa. Kapasitasnya cukup besar. !ila kosong,

    )olume lumennya hanya 50 @5 ml, namun #,2 liter dapat masuk sebelum tekanan

    intraluminal mulai naik. )olume secret yang dihasilkan seharinya berkisar antara 500

    #000 ml.alah satu sifat luar biasa dari mukosa lambung adalah kemampuannya

    menghasilkan secret dengan p8 mulai dari 2 sampai serendah 0,$.

    ambung merupakan organ gabungan eksokrin dan endokrin yang mencernakan

    makanan dan mensekresikan hormone.7ukosa lambung dilapisi oleh epitel kolumner

    simpleks dan terdapat sel goblet. Dinding gaster terdiri atas empat lapisan umum

    saluran cerna yaitu mukosa, submukosa, muskularis eksterna, dan serosa +2%-

    7ukosa melapisi permukaan luminal saluran pencernaan.!agian ini dibagi

    menjadi tiga lapisan, komponen utama mukosa adalah membrane mukosa, suatu

    lapisan epitel bagian dalam yang berfungsi sebagai permukaan protektif serta

    mengalami modifikasi di daerah daerah tertentu untuk sekresi dan

    absorbsi.7embranamukosa mengandung sel eksokrin untuk sekresi getah pencernaan,

    sel endokrin untuk sekresi hormon saluran pencernaan, dan epitel yang khusus untuk

    penyerapan nutrisi +25-.

    amina propia adalah lapisan tengah jaringan ikat yang tipis tempat epitel

    melekat. Pembuluh pembuluh darah halus, pembuluh limfe, dan serat syaraf berjalan

    mele/ati lamina propia dan lapisan ini mengandunggut associated lymphoid tissue

    &C"9* yang penting dalam pertahanan mela/an bakteri usus.

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    16/35

    16

    Cambar #.8istologi Caster

    7ukosa muskularis adalah lapisan otot polos di sebelah luar yang terletak di

    sebelah lapisan submukosa.+25-

    ubmukosa adalah lapisan tebal jaringan ikat yang menyebabkan saluran

    pencernaan memiliki elastisitas dan distensibilitas. apisan ini memiliki pembuluh

    darah dan limfe yang besar,keduanya bercabang cabang kea rah luar ke lapisan otot

    sekitarnya. +25-

    Pengertian dari atrofi kelenjar, metaplasi intestinal dan kerusakan epitel

    permukaan lambung yaituG atrofi mukosa gaster ialah hilangnya jaringan kelenjar,

    sehingga menyebabkan tipisnya mukosa dan menyebabkan kerusakan keras mukosa.

    8ilangnya jaringan kelenjar ini dapat karena proses inflamasi yang lama dan

    digantikan oleh fibrosis. Pergantian epitel antrum dengan epitel intestinal disebut

    metaplasi intestinal yang menimbulkan kesan adanya atrofi kelenjar secara

    mikroskopik, /alaupun metaplasia sebenarnya adalah proses yang berdiri sendiri.

    "trofi mukosa o(yntic berhubungan dengan hilangnya sekresi asam lambung dan

    terjadi metaplasia intestinal."trofi keras mukosa antrum biasanya dihubungkan dengan

    metaplasia intestinal dan meninggikan resiko terjadinya keganasan."trofi dapat juga

    ditemukan tanpa adanya metaplasia intestinal terutama pada gastritis autoimun.+2A-

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    17/35

    17

    2.3.3 -akt(r 8 #akt(r $ang memengaruhi kerusakan gaster

    2.3.3.1 (nsumsi (*at $ang *erle*ihan

    !anyak sekali factor yang bisa menyebabkan kerusakan gaster, pada

    beberapa kasus penyebabnya adalah pemakaian obat.Pada penderita yang sering

    menggunakan aspirin, sering kali mengalami perubahan mukosa gaster dan

    perdarahan.;fek iritasi obat terhadap mukosa gaster pada tiap indi)idu berlainan,

    tergantung dosis pemakaian.

    Ebat obat lain yang mempunyai pengaruh terhadap mukosa gaster yaitu

    digitalis, yodium, antibiotic spectrum luas dan lain lain. Pathogenesis yang

    dihasilkan berupa radang akibat iritasi mukosa. Kortikosteroid dosis tinggi dan

    penggunaan berulang juga meningkatkan pembentukan ulkus +2@,2-

    2.3.3.2 In#eksi

    ejak penemuan kuman Helicobacter pylori oleh 7arshall dan Warren

    pada tahun #$, kemudian terbukti bah/a infeksi Helicobacter pylori

    merupakan masalah global, termasuk di 1ndonesia, sampai saat ini belum jelas

    betul proses penularan serta patomekanisme infeksi kuman ini pada berbagai

    keadaan patologis saluran cerna bagian atas &>!"*. Pada tukak peptic infeksi

    Helicobacter pylori merupakan factor etiologi yang utama sedangkan untuk

    kanker lambung termasuk karsinogen tipe # yang definiti)e

    1nfeksi 8elicobacter pylori pada saluran cerna bagian atas mempunyai

    )ariasi klinis yang luas, mulai dar kelompok asimtomatik sampai tikak peptic,

    bahkan dihubungkan dengan keganasan di lambung seperti adenokarsinoma tipe

    intestinal atau mucosal associated lymphoid tissue &7"9* imfoma. +2$-

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    18/35

    18

    2.3.3.3 Usia

    Jsia merupakan )ariabel yang paling berkaitan dengan pre)alensi infeksi

    Helicobacter pylori. emakin tua seseorang maka semakin besar kemungkinan

    terinfeksi Helicobacter pylori, karena pada orang tua terjadi penipisan lapisan

    lambung dan produksi mucus yang berkurang seiring dengan bertambahnya

    umur +0-

    2.3.3.! Diet

    ebuah studi kohort di 8ar)ard chool of Public 8ealth menemukan

    bah/a diet tinggi serat berhubungan dengan pengurangan resiko dalam

    pengembangan ulkus peptikum. dalam /aktu lebih dari A tahun, terjadi

    penurunan resiko sebesar %5L ulkus peptikum pada orang dengan konsumsi

    tinggi serat dibandingkan dengan orang yang tidak. amun konsumsi tinggi

    serat yang tidak mempunyai efek terhadap kecepatan penyembuhan ulkus.+#-

    2.! 'istem 'k(ring Barthel "anja

    istem scoring !arthel 7anja adalah sistem scoring yang digunakan untuk mengukur

    tingkat kerusakan gaster pada penelitian dengan menggunakan dosis bertingkat. 9ingkat

    kerusakan yang dimaksudkan adalah mengamati gambaran histopatologis gaster yang dipulas

    dengan 8ematoksilin ;osin lalu diamati di ba/ah mikroskop dan diperiksa integritas

    mukosanya +-

    9ingkat kerusakan yang akan diamati yaituG

    #. ormal, yaitu tidak terdapat perubahan pada patologis

    2. Deskuamasi permukaan epitel

    . ;rosi permukaaan epitel

    %. Jlserasi permukaan epitel

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    19/35

    19

    BAB III

    ERAN0A TE9RI

    3.1erangka Te(ri

    Cambar 2. Kerangka 9eori

    secara oralsecara kontak kutan

    !rodifakum

    4angka /aktu

    pemberian !rodifakum

    Dosis brodifakum

    Cangguan

    metabolisme )it K'epo(ide

    !erat badanKondisi organ

    pencernaan &hepar,

    gastrointestinal*

    1ntoksikasi

    brodifakum

    neurologi Kul8aematologialuran kemih Castrointestinal

    Caster

    Kerusakan epitel gaster

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    20/35

    20

    3.2 erangka (nse

    Cambar , Kerangka Konsep

    3.3 Hi(tesis

    9erdapat perbedaan gambaran patologi anatomi gaster tikus /istar terhadap pemberian

    brodifakum dengan dosis D50dan D#00

    !rodifakum D#00per

    oral

    Patologi "natomi

    gaster

    !rodifakum D50per

    oral

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    21/35

    21

    BAB I:

    "ET9D9L90I PENELITIAN

    !.1 Ruang Lingku Penelitian

    Penelitian ini merupakan penelitian pada ilmu kedokteran bidang forensik dan bidang

    patologi anatomi.

    !.2.L(kasi )an ;aktu Penelitian

    Penelitian dilakukan pada laboratorium !iologi Jni)ersitas egeri emarang dan

    laboratorium W"P"D". Penelitian sampel dilakukan mulai 4uni 20#5. Pada bulan 4uni 20#5

    minggu kedua dilakukan analisis data dan penyusunan laporan hasil penelitian.

    !.3. &enis )an Ran4angan Penelitian

    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan pendekatan post

    test only control group design.

    Test

    Test A0(l A'

    Test B0(l B

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    22/35

    22

    Keterangan

    G Kelompok sampel

    K G Kelompok control & tidak diberikan brodifakum*

    Col " G Kelompok perlakuan # &D50*

    Col ! G Kelompok perlakuan 2&D#00*

    9est K G 9est kelompok kontrol

    9est " G 9est kelompok golongan #

    9est ! G 9est kelompok golongan 2

    !.! P(ulasi )an 'u*je4t Penelitian

    !.!.1 P(ulasi Target

    Populasi target adalah tikus /istar

    !.!.2 P(ulasi terjangkau

    Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah tikus /istar yang terdapat pada

    laboraorium !iologi Jni)ersitas egri emarang

    !.!.3 'u*$ek Penelitian

    ubyek penelitian ini adalah tikus /istar yang memenuhi criteria inklusi dan setelah itu

    dilakukan berupa pemberian brodifakum dosis tertentu

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    23/35

    23

    !.!.3.1 riteria Inklusi

    #. 9ikus yang telah memiliki umur sekitar # bulan

    2. 9ikus yang memiliki jenis kelamin jantan

    . 9ikus yang memiliki berat badan 200 250 gram

    !.!.3.2 riteria Eksklusi

    #. 9ikus yang memiliki kelainan anatomi maupun gangguan pada organ organ

    dalamnya.

    !.!.3.3 riteria drop out

    #. 9ikus yang mati sebelum mendapatkan perlakuan.

    2. Caster tikus yang diambil setelah mele/ati /aktu 2% jam pada /aktu

    kematian tikus

    !.!.! ,ara 'amling

    >ara pengambilan sampel adalah dengan pengambilan sampel acak

    sederhana &simple randomi?ed sampling*.ampel penelitian ini adalah gaster yang

    diambil dari tikus /istar yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi. Caster

    kemudian dia/etkan dengan formalin #0L

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    24/35

    24

    !.!.% Besar 'amel

    Pada penelitian eksperimental dengan rancangan diatas bisa digunakan rumus

    1%

    r >

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    25/35

    25

    &enis

    +aria*el

    Nama

    :aria*el

    De#inisi 9erasi(nal Nilai 'kala

    Be*as Br()i#akum !rodifakum yang digunakan

    adalah brodifakum murni.

    !rodifakum kemudian

    dibentuk menjadi agar

    agar untuk mempermudah

    melakukanforce

    feeding.!rodifakum

    diberikan hanya pada hari

    pertama penilitian dan tikus

    dibiarkan selama @ hari

    sesuai dengan dosis yang

    telah ditentukan. 7akan dan

    minum tikus diberikan

    secara ad libitum. Perlakuan

    dibagi menjadi kelompok,

    kelompok kontrol,

    kelompok dengan D50

    sebesar 0,2@mgBkg !!, dan

    D#00sebesar #,0mgBkg

    !!

    #. D50M 0,2@mgBkg

    !!

    2. D#00M #,0

    mgBkg !!

    :asio

    Tergantung 0am*aran

    mikr(sk(is

    gaster tikus

    Cambaran mikroskopis

    gaster yang dimaksud

    adalah menilai tingkat

    #. ormal

    &Cambar %.#*

    Erdinal

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    26/35

    26

    /istar kerusakan gaster dengan

    mikroskop cahaya

    menggunakan pembesaran

    %00( pada #00 sel dengan

    lima lapangan pandang.

    Penilaian tingkat kerusakan

    sel gaster dengan sistem

    skor berdasarkan modifikasi

    !arthel 7anja sebagai

    berikutG #.ormal Gtidak ada

    perubahan patologis 2.

    Deskuamasi epitel berupa

    kerusakan ringan epitel

    tanda adanya celah. . ;rosi

    permukaan epitel berupa

    celah pada satu sampai

    sepuluh epitel per lesi.

    %.Jlserasi G ditandai dengan

    adanya celah lebih darisepuluh epitel per lesi. Pada

    stadium ini biasanya

    terdapat jaringan granulasi

    diba/ah epitel.

    2. Deskuamasi epitel

    &Cambar %.2*

    . ;rosi epitel

    &Cambar %.*

    %. Jlserasi epitel

    &Cambar %.%*

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    27/35

    27

    Cambar %.#. ;pitel normal

    Cambar %.2. Deskuamasi epitel

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    28/35

    28

    Cambar %.. ;rosi ;pitel

    Cambar %.%. Jlserasi ;pitel

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    29/35

    29

    !.6 ,ara Pengumulan Data

    !.6.1 Bahan

    !ahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah G

    Caster tikus /istar

    !rodifakum

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    30/35

    30

    Kemudian kelompok tikus D50 diberikan dosis brodifakum sebesar 0,2@mgBkg !!

    dan kelompok tikus D#00sebesar #,0mgBkg !!.

    etelah tikus dikelompokkan berdasarkan dosis brodifakum, tikus akan diberikan

    dosis brodifakum dalam bentuk agar ' agar per oral secara force feeding pada hari

    pertama. Kemudian tikus akan dibiarkan hidup dalam jangka /aktu @ hari pada

    lingkungan yang telah dikontrol. Pemberian makan dan minum dilakukan secara ad

    libitum.

    etelah jangka /aktu @ hari, tikus yang masih hidup akan diterminasi. 9ikus yang

    masuk pada kategori drop out akan dipisahkan untuk tidak diteliti. Kemudian dilakukan

    otopsi untuk mengambil gaster tikus dari semua kelompok perlakuan. Caster tikus

    dibedakan menurut kelompok control, kelompok D50, dan Kelompok D#00

    Caster tikus /istar yang sudah diambil dengan cara diotopsi dimasukkan ke

    dalam larutan formalin #0L untuk mencegah terjadinya kerusakan sel sel gaster.

    Kemudian sampel gaster diba/a ke laboratorium W"P"D".

    ampel gaster tikus /istar diproses menjadi preparat secara metode baku

    histology dengan pe/arnaan 8ematoksilin ;osin. Dari setiap sampel gaster dibuat

    preparat dengan potongan longitudinal. Preparat tersebut akan dibaca dalam lima

    lapangan pandang dengan perbesaran %00( dengan menggunakan mikroskop. asaran

    pembacaan preparat adalah adanya deskuamasi epitel, erosi permukaan epitel dan

    ulserasi epitel.

    !.7 Alur Penelitian

    9ikus /istar yang memenuhi kriteria

    inklusi dan eksklusi

    "daptasi @ hari

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    31/35

    31

    !.< Analisa Data

    Data primer didapatkan dari hasil pengamatan gambaran patologi anaomi gaster yang

    didapatkan dengan cara pembuatan preparat dengan pe/arnaan 8ematoksilin ;osin. etelah

    data pengamatan gambaran patologi anatomi gaster setiap tikus terkumpul, hasil tersebut

    Kel.

    D#00

    Kel.

    Kontrol

    Kel. D50

    Pemberian

    brodifakum

    Pera/atan terkontrol

    selama @ hari

    terminasihidupmati

    Pengambilan gaster

    secara otopsi

    Pemeriksaan Cambaran

    Patologi "natomi

    Pengumpulan 8asil

    "nalisa Data

    8asil Data

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    32/35

    32

    akan di cek kembali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan P for

    /indo/s #.0 . Jji hipotesis yang dilakukan adalah 7ann ' Whitney.

    !.1? Etika Penelitian

    Penelitian akan dilakukan setelah mendapat ethical clearance dari Komisi ;tik Penelitian

    Kesehatan &KP;K*

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    33/35

    33

    #. "cua,D.>., Pronc?uk, 4. !rodifacum 1nternational Programme on >hemical afety

    Poisons 1nformation. +Diakses pada #0 4an 20#5-. Diakses melalui

    httpGBB///.inchem.orgBdocumentsBpimsBchemicalBpim0@@.htm

    2. ittin, K.;, EH>onnor,>.;, ;ason,>.9. >omparati)e ;ffects of !rodifacoum on :ats and

    Possums. ertebrate Pests. e/ Nealand Plant Protection 5G#0'#5 &2000*. ?pp

    5#00

    . 7alcolm :. 8adler $$2* oumarin. Eccupational afety and 8elath "dministration

    #0. !ye, ". and 8. K. King. #$@0. 9he biosynthesis of %'hydro(ycoumarin and dicoumarol

    by+spergillus fumigatus

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    34/35

    34

    #%. !achman K" I ulli)an 94 $* Dispositional and pharmacodynamics characteristics

    of brodifacoum in /arfarin'sensiti)e rats

    #5. 9BaapccBabmtBcapcc scientific meetings. ept 2@.

    #A. 4ones ;, Cro/e C8, aiman > $%* Prolonged anticoagulation in rat poisoning

    #@. World 8ealth Ergani?ation. Data heet on Pesticides no.5@ !rodifacoum. +Diakses pada

    #2 4an 20#5-. Diakses melalui httpGBB///[email protected]

    #. "merican !ird >onser)ancy. Pesticide Profile !rodifacoum. +Diakses pada #2 4an

    20#5-. Diakses melalui

    httpGBB///.abcbirds.orgBabcprogramsBpolicyBto(insBProfilesBbrodifacoum.html

    #$. "mori, C. $$A*. 7us musculus, 1J> :ed ist of 9hreatened pecies.20. her/ood .Human physiology. ;d @. >anadaG elson ;ducation. 20#0.

    2#. 4ames C. ell

  • 7/18/2019 Kti Ricky Fixxxx

    35/35

    35

    2. yarif, "mir, et all.