konsep keluarga sehat

22
KONSEP KELUARGA KONSEP KELUARGA SEJAHTERA SEJAHTERA By : Ns. Amalia Rahmisari,S.Kep

Upload: yohanes-eko-saputra

Post on 02-Aug-2015

759 views

Category:

Documents


102 download

TRANSCRIPT

Page 1: Konsep Keluarga Sehat

KONSEP KELUARGA KONSEP KELUARGA SEJAHTERASEJAHTERA

By : Ns. Amalia Rahmisari,S.Kep

Page 2: Konsep Keluarga Sehat

PengertianPengertian

Keluarga Sejahtera adalah :Keluarga yang dibentuk oleh perkawinan yang syah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materil yang layak, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang sama, selaras dan seimbang antar anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungan sekitar.

Page 3: Konsep Keluarga Sehat

Keluarga :Unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami - istri, atau suami istri dan anak, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya

Keluarga Berencana Upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera

Page 4: Konsep Keluarga Sehat

Gerakan KB berkembang menjadi Gerakan Keluarga Sejahtera (Ditetapkan berdasarkan UU no 10 th 1992)

Tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional

Berdasarkan pasal 4 UU no 12 tahun 1992, ditetapkan Tujuan pembangunan keluarga Sejahtera:* Mengembangkan kualitas keluarga* Dapat timbul rasa aman,tentram* Harapan masa depan lebih baik* Mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin

Page 5: Konsep Keluarga Sehat

Tujuan keluarga sejahteraTujuan keluarga sejahtera1. Meningkatkan pengetahuan keluarga tetang

masalah yang dihadapi2. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam

menganalisis potensi dan peluang yang dimilikinya3. Meningkatnya kemauan masyarakat dalam

memecahkan masalahnya secara mandiri4. Meningkatnya gotong royong dan kesetiakawanan

sosial dalam membantu keluarga, khususnya keluarga prasejahtera untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Page 6: Konsep Keluarga Sehat

B. Tahapan KeluargaB. Tahapan Keluarga

KELUARGA PRASEJAHTERA KELUARGA SEJAHTERA TAHAP 1 KELUARGA SEJAHTERA TAHAP 2 KELUARGA SEJAHTERA TAHAP 3 KELUARGA SEJAHTERA TAHAP 3 PLUS

Page 7: Konsep Keluarga Sehat

Tingkat kesejahteraan keluarga diukur dengan 23 indikator operasional yang menggambarkan tingkat pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, kebutuhan social-psikologis dan kebutuhan pengembangan

Keluarga PrasejahteraKeluarga yang baru memenuhi kebutuhan dasar ( basic need ) secara minimal, seperti kebutuhan akan pengajaran, agama, sandang, pangan, papan, dan kesehatan

Page 8: Konsep Keluarga Sehat

Keluarga Sejahtera Tahap IKeluarga yang sudah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan social psikologisnya (sosiopsykological) seperti kebutuhan akan pendidikan, KB, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi

Page 9: Konsep Keluarga Sehat

Keluarga Sejahtera Tahap IIDisamping telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal,serta telah dapat memenuhi kebutuhan psikologisnya, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan pengembangannya (development needs) seperti kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi

Page 10: Konsep Keluarga Sehat

Keluarga Sejahtera Tahap IIIKeluarga yang sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan social psikologis dan kebutuhan pengembangan keluarganya, namun belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) yang maksimal terhadap masyarakat secara teratur (waktu tertentu ) memberikan sumbangan dalam bentuk materil untuk kepentingan social kemasyarakatan serta berperan serta secara aktif dengan menjadi pengurus lembaga kemasyarkatan atau yayasan-yayasan social, keagamaan, kesenian, olah raga, pendidikan dan sebagainya.

Page 11: Konsep Keluarga Sehat

Keluarga Sejahtera Tahap III PlusKeluarga yang telah memenuhi seluruh kebutuhan dasar, social psikologis, dan pengembangannya telah terpenuhi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi pada masyarakat.

Page 12: Konsep Keluarga Sehat

C. Indikator Keluarga SejahteraC. Indikator Keluarga Sejahtera

a. Keluarga Prasejahtera, bila keluarga belum mampu untuk

1. Melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut masing-masing

2. makan dua kali sehari atau lebih3. pakaian berbeda untuk berbagai keperluan4. rumah (sebagian besar lantai bukan dari tanah )5. Kesehatan ( bila anak sakit atau PUS ingin

pasang alat KB dibawa kesarana /petugas kesehatan

Page 13: Konsep Keluarga Sehat

b. Keluarga Sejahtera I, bila keluarga sudah mampu melaksanakan indicator 1 – 5 tetapi belum mampu untuk melaksanakan indicator sebagai berikut ;

6. Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing-masing

7. Makan daging/ ikan/ telur sebagai lauk pauk paling kurang sekali seminggu

8. Memperoleh pakaian baru dalam satu tahun terakhir9. Luas lantai rumah tiap penghuni 8 m2

10.Anggota Keluarga sehat selama 3 bulan terakhir, sehingga dapat melaksanakan fungsi masing-masing

Page 14: Konsep Keluarga Sehat

11. Paling kurang satu anggota keluarga yang berumur 15 tahun ketas mempunyai penghasilan tetap

12. Bisa tulis baca latin bagi seluruh anggota keluarga yang berumur 10 s/d 60 tahun

13. Anak usia sekolah ( 7 – 15 tahun ) bersekolah14. Anak hidup 2 atau lebih, keluarga yang masih PUS

saat ini memakai kontrasepsi

Page 15: Konsep Keluarga Sehat

c. Keluarga Sejahtera II, bila keluarga sudah mampu melaksanakan indicator 1 – 14 tetapi belum mampu untuk melaksanakan indicator sebagai berikut ;

15.Upaya keluarga meningkatkan/menambah pengetahuan agama

16.Keluarga mempunyai tabungan17.makan bersama paling kurang sekali sehari18.Ikut serta dalam kegiatan masyarakat19.Rekreasi bersama/penyegaran paling kurang sekali

dalam 6 bulan20.Memperoleh berita dan surat kabar, TV, radio, majalah21.Anggota keluarga mampu menggunakan saranan

transportasi

Page 16: Konsep Keluarga Sehat

d. Keluarga Sejahtera III, bila sudah mampu memenuhi indicator 1-21, tapi belum mampu melaksanakan indikator :

22.Memberikan sumbangan secara teratur (waktu tertentu) dan sukarela dalam bentuk materil kepada masyarakat

23.Aktif sebagai pengurus yayasan/institusi masyarakat

e. Keluarga Sejahtera III Plus ; bila sudah mampu melaksanakan semua indicator ( 1 – 23 ) indicator keluarga sejahtera

Page 17: Konsep Keluarga Sehat

D. Pokok-pokok Kegiatan :D. Pokok-pokok Kegiatan :

1. Pembinaan Ketahanan Fisik KeluargaAdalah kegiatan penumbuhan dan pengembangan perilaku usaha dan tenaga terampil, sehingga dapat melakukan usaha ekonomi produktif untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Bentuk kegiatannya dalah :a. Penumbuhan pengembangan pengetahuan, sikap perilkau

usaha dan keterampilan keluarga melalui penyuluhan, pelatihan, magang, studi banding dan pendampingan

b. Penumbuhan dan pengembangan kelompok usahan, antara lain melalui Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)

Page 18: Konsep Keluarga Sehat

c. Pembinaan pemodalan, melalui tabungan Takesra, Kredit, Kukesra

d. Pembinaan pemasaran, melalui kerjasama dengan para pengsaha dan sector terkait

e. Pembinaan produksi, dengan bimbingan dalam memilih dan memanfaatkan alat teknologi tepat guna yang diperlukan dalam proses produksi

f. Pembinaan kemitrausahaan, dengan para pengusaha dari sector terkait, koperasi

g. Pengembangan jaringan usaha, khususnya bekerjasama dengan departemen koperasi dan PPKM

Page 19: Konsep Keluarga Sehat

2. Pembinaan Ketahanan Non Fisik, bertujuan :a. Peningkatan kualitas anakb. Peningkatan kesehatan reproduksi remajac. Peningkatan keharmonisan keluarga, keimanan dan

ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha EsaBentuk kegiatannya adalah :a. Bina Keluarga Balita

Pembinaan terhadap orangtua anak balita agar anaknya dapat tumbuh kembang secara fisik dan mental dengan optimal, dilakukan melalui kelompok dengan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE )

Page 20: Konsep Keluarga Sehat

b. Pembinaan Kesehatan Reproduksi remaja, dilakukan melalui :◦Pusat konsultasi remaja◦Penyuluhan konseling disekolah dan pesantren kelompok-

kelompok remaja, karang taruna, Risma, Pramuka, dan lain-lain◦Kelompok bina Keluarga Remaja◦Penyuluhan melalui media massa

c. Pembinaan Keluarga Lansia, melalui kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL)

d. Kegiatan-kegiatan lain :

◦Gerakan Keluarga Sejahtera Sadar Bina Aksara◦Beasiswa Supersemar◦Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana (Saka Kencana)◦Kegiatan lomba-lomba

Page 21: Konsep Keluarga Sehat

3. Pelayanan Keluarga Berencana :◦Kegiatan komunikasi informasi edukasi ( KIE ) ditujukan

untuk meningkatkan kesadaran pengetahuan perubahan perilaku masyarakat dalam pelaksanaan KB

◦Pelayanan kesehatan reproduksi, meliputi pelayanan kontrasepsi, pelayanan kesehatan reproduksi bagi ibu-ibu serta upaya yang ada hubungan dengan reproduksi

4. Pendataan Keluarga SejahteraEvaluasi pelaksanaan Gerakan Keluarga Sejahtera setiap tahun antara bulan Januari dan Maret

Page 22: Konsep Keluarga Sehat