koma diabetikum

Download Koma Diabetikum

Post on 22-Jul-2015

300 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PENDAHULUAN KESADARAN Kesadaran pasien dapat diperiksa secara inspeksi dengan melihat reaksi pasien yang wajar terhadap stimulus visual, auditor maupun taktil. Seseorang yang sadar dapat tertidur, tapi segera terbangun bila dirangsang. Bila perlu, tingkat kesadaran dapat diperiksa dengan memberikan rangsang nyeri. TINGKAT KESADARAN (1) Kompos mentis, yaitu sadar sepenuhnya, baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungannya. Pasien dapat menjawab pertanyaan pemeriksa dengan baik. Apatis, yaitu keadaan dimana pasien tampak segan dan acuh tak acuh terhadap lingkungannya. Delirium, yaitu penurunan kesadaran disertai kekacauan motorik dan siklus tidur bangun yang terganggu. Pasien tampak gaduh gelisah, kacau, disorientasi dan meronta-ronta. Somnolen (letargia, obtundasi, hipersomnia), yaitu keadaan mengantuk yang masih dapat pulih penuh bila dirangsang, tetapi bila dirangsang berhenti, pasien akan tertidur kembali. Sopor (stupor), yaitu keadaan mengantuk yang dalam. Pasien masih dapat dibangunkan dengan rangsang yang kuat, misalnya rangsang nyeri, tetapi pasien tidak terbangun sempurna dan tidak dapat memberikan jawaban verbal yang baik. Semi-koma (koma ringan), yaitu penurunan kesadaran yang tidak memberikan respon terhadap rangsang verbal, dan tidak dapat dibangunkan sama sekali, tetapi refleks (kornea, pupil) masih baik. Respon terhadap rangsang nyeri tidak adekuat. Koma, yaitu penurunan kesadaran yang sangat dalam, tidak ada gerakan spontan dan tidak ada respon terhadap rangsang nyeri. PENYEBAB KOMA Berikut merupakan sebagian kondisi medis penyebab koma. Mungkin ada penyebab yang lain, tanyakan pada dokter ahli untuk kejelasan lebih lanjut. Beberapa contoh penyebab koma : Cedera kepala Stroke Kerusakan otak Serangan jantung Syok Persistent State Vegetative Cedera iskemia Fraktur tulang tengkorak Perdarahan didalam atau disekitar otak Tumor otak Kanker otak Abses otak Infeksi bakterial berat Septikemia Mati lemas Penyakit paru Gagal jantung Gagal hati Gagal ginjal 1

Penyakit metabolik :

Kista otak Hidrocephalus Penyakit Alzheimer Histeria Dehidrasi Overdosis heroin Overdosis ilegal Keracunan monoksida Gigitan ular berbisa Gigitan laba-laba berbisa Tekanan Palpitasi Diabetes mellitus Cedera hipoksia darah yang sangat rendah karbon obat-obatan

Gagal glandula tiroid Anafilaksis Tekanan Penyakit serius Demam tifoid Demam kuning Malaria Penyakit Addisons yang tidak teratasi Sindrom Friderichsen Eklampsia Porfiria Perdarahan serebral Sindrom reye Waterhousedarah topikal yang yang sangat tinggi

- koma diabetik - ketoasidosis diabetik - penyakit ginjal - penyakit hati Epilepsi Infeksi otak :

- meningitis - ensefalitis Hipotermia Overdosis obat-obatan Overdosis alkohol Intoksikasi obat Intoksikasi alkohol Gangguan metabolisme Infeksi Gangguan vaskularisasi

Algoritme diagnosis tanda dan gejala dari koma : (2) Dapat ditanyakan : 1. Apakah ada riwayat mengkonsumsi obat-obatan atau alkohol ? Ini adalah statu pertanyaan yang sangat penting, banyak kasus koma berkaitan dengan intoksikasi alcohol yang akut, delirium tremens, keracunan opiat, keracunan barbiturat, dan racun depresan otak lainnya. 2. Apakah ada riwayat dari trauma ? Kebanyakan kasus akan menjelaskan bahwa pasien telah menderita suatu pukulan pada kepala. Akan tetapi ada banyak kejadian juga ketika kita harus menghubungi keluarga/orang lain yang menyaksikan serangan dari koma tersebut untuk menentukan ada/tidaknya trauma. 3. Adakah tanda neurologik fokal ? Tanda neurologik fokal akan membuat kita berpikir tentang stroke, abses otak, tumor otak, atau epidural atau subdural hematoma. 4. Apakah ada papil edema ? 2

Menandai adanya kemungkinan lesi spaceoccupying seperti suatu stroke, abses otak, tumor otak, atau epidural atau subdural hematoma. 5. Apakah ada yang manis (khas) pada nafas ? Bau yang manis pada nafas perlu membuat kita berpikir tentang suatu koma diabetikum atau sakit karena banyak minum alkohol. 6. Apakah ada demam ? Berpikir tentang adanya radang selaput otak, perdarahan subarakhnoid, atau encefalitis akut. Bagaimanapun, aspirasi pneumonia, urinary tract infection (UTI), atau septicemia mungkin bisa menjelaskan penyebab demam itu. 7. Apakah ada kaku kuduk ? Adanya kaku kuduk berpikir tentang meningitis atau perdarahan subarakhnoid. 8. Adakah bunyi desis atau krepitasi/ ronkhi pada pengujian dari paru-paru ? Bunyi desis ronkhi akan mengarah ke kemungkinan emfisema yang menyebabkan koma, sedang krepitasi/ronkhi mengarah kepada adanya gagal jantung kongestif atau mungkin radang paru-paru.

Diabetes Mellitus (DM) dengan karakteristik hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi berupa komplikasi akut (yang terjadi secara mendadak) dan komplikasi kronis (yang terjadi secara menahun). Komplikasi akut dapat berupa : 1.Hipoglikemia yaitu menurunnya kadar gula darah < 60 mg/dl 2.Keto Asidosis Diabetika (KAD) yaitu DM dengan asidosis metabolic dan hiperketogenesis 3.Koma Lakto Asidosis yaitu penurunan kesadaran hipoksia yang ditimbulkan oleh hiperlaktatemia. 4.Koma Hiperosmolar Non Ketotik, gejala sama dengan no 2 dan 3 hanya saja tidak ada hiperketogenesis dan hiperlaktatemia. Komplikasi kronis : Biasanya terjadi pada penderita DM yang tidak terkontrol dalam jangka waktu kurang lebih 5 tahun. Dapat dibagi berdasarkan pembuluh darah serta persarafan yang kena atau berdasakan organ. Pembagian secara sederhana sebagai berikut :

3

1. Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar (pembuluh darah yang dapat dilihat secara mikroskopis) antara lain pembuluh darah jantung / Penyakit Jantung Koroner, pembuluh darah otak /stroke, dan pembuluh darah tepi / Peripheral Artery Disease. 2. Mikroangiopati, mengenai pembuluh darah mikroskopis antara lain retinopati diabetika (mengenai retina mata) dan nefropati diabetika (mengenai ginjal). 3. Neuropati, mengenai saraf tepi. Penderita bisa mengeluh rasa pada kaki/tangan berkurang atau tebal pada kaki atau kaki terasa terbakar/bergetar sendiri. Selain di atas, komplikasi kronis DM dapat dibagi berdasarkan organ yang terkena yaitu 1.Kulit : Furunkel, karbunkel, gatal, shinspot (dermopati diabetik: bercak hitam di kulit daerah tulang kering), necrobiosis lipoidica diabeticorum (luka oval, kronik, tepi keputihan), selulitis ganggren, 2.Kepala/otak : stroke, dengan segala deficit neurologinya 3.Mata :Lensa cembung sewaktu hiperglikemia (myopia-reversibel,katarax irreversible), Glaukoma, perdarahan corpus vitreus, Retinopati DM (non proliperative, makulopati, proliferatif), N 2,3,6 (neuritis optika) & nerve centralis lain 4. Hidung : penciuman menurun 5.Mulut :mulut kering, ludah kental = verostamia diabetic, Lidah (tebal, rugae, gangguan rasa), ginggiva (edematus, merah tua, gingivitis, atropi), periodontium (makroangiopati periodontitis), gigi (caries dentis) 6.Jantung : Penyakit Jantung Koroner, Silent infarction 40% kr neuropati otonomik, kardiomiopati diabetika (Penyakit Jantung Diabetika) 7. Paru : mudah terjangkit Tuberculosis (TB) paru dengan berbagai komplikasinya. 8. Saluran Cerna : gastrointestinal (neuropati esofagus, gastroparese diabetikum (gastroparese diabeticum), gastroatropi, diare diabetic) 9. Ginjal dan saluran kencing : neuropati diabetik, sindroma kiemmelstiel Wilson, pielonefritis, necrotizing pappilitis, Diabetic Neurogenic Vesical Disfunction, infeksi saluran kencing, disfungsi ereksi/ impotensi, vulvitis. 10. Saraf : Perifer: parestesia, anestesia, gloves neuropati, stocking, neuropati, kramp 11. Sendi : poliarthritis 12. Kaki diabetika (diabetic foot), merupakan kombinasi makroangiopati, mikroangopati, neuropati dan infeksi pada kaki.

4

BAB II PEMBAHASAN KOMA DIABETIKUM

II.1 Koma Diabetikum Definisi Koma Diabetikum merupakan komplikasi diabetes yang mengancam jiwa yang menyebabkan ketidaksadaran. Jika Anda memiliki diabetes, gula darah sangat tinggi (hiperglikemia) atau berbahaya gula darah rendah (hipoglikemia) bisa menyebabkan koma diabetes. Jika Anda terjerumus ke dalam koma diabetes, Anda masih hidup - tetapi Anda tidak dapat bereaksi terhadap respon untuk pemandangan, suara atau jenis rangsangan. Jika tidak diobati diobati, sebuah koma diabetes bisa berakibat fatal. Prospek koma diabetes adalah menakutkan, tapi untung, Anda dapat mengambil langkahlangkah untuk membantu mencegah diabetes koma.. Mulailah dengan mengikuti rencana diabetes perawatan Anda Gejala Sebelum koma diabetes, biasanya Anda akan mengalami tanda-tanda dan gejala gula darah tinggi atau gula darah rendah. Hiperglikemia Jika kadar gula Anda terlalu tinggi, Anda mungkin mengalami:

Peningkatan haus Sering buang air kecil Kelelahan Mual dan muntah Sesak napas 5

Sakit perut Fruity napas bau Detak jantung cepat

Hypoglycemia Jika kadar gula Anda terlalu rendah, Anda mungkin merasa:

Gemetar atau gugup Lelah Berkeringat Lapar Mabuk Pemarah Detak jantung yang tidak teratur atau balap Bermusuhan atau agresif Bingung

Beberapa orang mengembangkan suatu kondisi yang dikenal sebagai ketidaksadaran hipoglikemia dan tidak akan memiliki tanda-tanda peringatan bahwa sinyal penurunan gula darah. Jika Anda mengalami gejala gula darah tinggi atau rendah, tes gula darah Anda dan ikuti rencana perawatan diabetes berdasarkan hasil tes. Jika Anda tidak mulai merasa lebih baik cepat, atau Anda mulai merasa lebih buruk, meminta bantuan darurat.

Sebuah koma diabetes adalah keadaan darurat medis. Jika Anda merasa gejala gula darah sangat tinggi atau rendah dan berpikir Anda akan pingsan, hubungi nomor darurat lokal Anda. Jika Anda dengan seseorang dengan diabetes yang telah pingsan, panggilan untuk bantuan darurat, dan pastikan untuk memberitahu personil darurat bahwa orang tidak sadar tersebut memiliki diabetes.

Penyebab

6

Perubahan ekstrim berkepanjangan gula darah - darah gula yang terlalu tinggi at