kimia unsur "unsur transisi"

of 40 /40

Author: sman-2-dumai

Post on 23-Jun-2015

2.057 views

Category:

Education


11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Unsur Transisi

TRANSCRIPT

  • 1. In our PresentationGROUP 4

2. Members D E A VALENTINA D I T A NURHALIMAH D Y N A AULIA RAMLAN N I K TATIANT O R.A.N 3. Periode ke Empat UNSUR TRANSISI 4. Logam transisi adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 3 sampai 12 (IB sampai VIIIB pada sistem lama). Kelompok ini terdiri dari 38 unsur. Semua logam transisi adalah unsur blok-d yang berarti bahwa elektronnya terisi sampai orbit d. Definisi dari IUPAC mendefinisikan logam transisi sebagai "sebuah unsur yang mempunyai subkulit d yang tidak terisi penuh atau dapat membentuk kation dengan subkulit d yang tidak terisi penuh 5. 2. Sifat Fisis Bersifat logam, semua unsur transisi tergolong logam dengan titik cair dan titik didih yang relatif tinggi. Bersifat paramegnetik (sedikit tertarik ke dalam medan magnet). Mempunyai beberapa tingkat 6. Mengapa unsur transisi bersifat logam? 7. Jawabannya adalah : Sifat logam pada unsur transisi dicerminkan oleh harga keelektronegatifannya yang rendah (kurang dari 2). Dan unsur transisi mempunyai energi ionisasi yang relatif rendah (< 1000 kJ/mol) kecuali Zink yang mempunyai energi ionisasi agak besar (960 kJ/mol). 8. Mengapa unsur transisi bersifat Paramagnetik? 9. Jawabannya adalah : Sifat magnet zat berkaitan dengan konfigurasi elektronnya. Zat yang bersifat paramagnetik mempunyai setidaknya satu elektron tak berpasangan. Semakin banyak elektron tak berpasangan, semakin bersifat paramagnetik. Karena unsur transisi pada umumnya memiliki satu elektron tak bepasangan maka dapat dikatakan bersifat paramagnetik. Dan sifat paramagnetik dpt ditunjukkan dengan neraca. Jarum neraca akan bergeser kekiri. 10. Mengapa unsur transisi dapat membentuk senyawa dengan beberapa tingkat oksidasi? 11. Jawabannya adalah :Kita ingat kembali bahwa elektron valensi unsur transisi periode keempat menempati subkulit 3d dan 4s. Tingkat energi kedua orbital itu relatif berdekatan. Oleh karena itu, selain elektron pada kulit terluar (4s), unsur transisi periode keempat dapat juga menggunakan elektron pada subkulit 3d pada pembentukan ikatan 12. Contohnya : Contohnya, pada senyawa vanadium diketahui mempunyai bilangan oksidasi mulai -1 pada V(CO)6- hingga +5 pada VO43-. Bilangan oksidasi maksimum pada logam transisi baris pertama sama dengan jumlah elektron valensi seperti titanium (+4) dan mangan (+7) namun berkurang pada unsur-unsur selanjutnya. Pada baris kedua dan ketiga ada ruthenium dan osmium dengan bilangan oksidasi +8. Pada senyawa seperti [Mn04]- dan OsO4, unsur logam transisi memperoleh oktet yang stabil dengan membentuk empat ikatan kovalen. Bilangan oksidasi terendah ada pada senyawa Cr(CO)6 (bilangan oksidasi nol) dan Fe(CO)42- (bilangan oksidasi -2) di mana aturan 18 elektron dipatuhi. Senyawa tersebut juga merupakan kovalen. Ikatan ion biasanya terbentuk pada bilangan oksidasi +2 atau +3. Pada senyawa yang terlarut, ion tersebut biasanya berikatan dengan enam molekul air yang tersusun secara oktahedral. 13. Mengapa unsur transisi dapat membentuk senyawa berwarna ? 14. Jawabannya adalah : Warna khas timbul jika unsur transisi memiliki subkulit d yang tidak terisi penuh. Subkulit d yang tidak terisi penuh, maka ada elektron yang tidak berpasangan, sehingga dapat menyerap sinar pada daerah sinar tampak, kemudian kita dapat melihat warna pada senyawa atau unsur tersebut. Unsur transisi yang subkuit d-nya kosong ataupun tidak terisi penuh tidak akan bewarna 15. 3. Sifat Kimia Membentuk berbagai macam ion kompleks. Berdaya katalitik, banyak unsur transisi atau senyawanya yang berfungsi sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun dalam metabolisme. 16. Mengapa unsur transisi dapat membentuk bermacam ion kompleks ? 17. Jawabannya adalah : Karena Ion-ion dari unsur logam transisi memiliki orbital-orbital kosong yang dapat menerima pasangan elektron pada pembentukan ikatan dengan molekul atau anion tertentu sehingga mudah membentuk ion kompleks 18. Mengapa unsur transisi bersifat daya katalik ? 19. Jawabannya adalah : Logam transisi dan senyawasenyawanya dapat berfungsi sebagai katalis karena memiliki kemampuan mengubah tingkat oksidasi dan kemampuan membentuk senyawa kompleks. atau, pada kasus logam, dapat meng-adsorp substansi yang lain pada permukaan logam dan mengaktivasi substansi tersebut selama proses berlangsung. 20. Lampiran 21. Kegunaan beberapa unsur transisi dan proses pembuatannya Besi (Fe) Tembaga (Cu) Kromium (Cr)Emas (Au) 22. BESI ( Fe) 23. Proses Pembuatan Proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur tinggi. Prinsip kerjanya dengan mereduksi oksida besi dengan gas karbon monoksida. 24. Tanur ini akan bekerja terus menerus. Campuran pereaksi dimasukkan dari puncak tanur dalam selang waktu yang teratur, bergerak ke bawah sampai lapisan terbawah yang panas keputihputihan. 25. Suhu pada dasar tanur cukup panas sehingga melelehkan besi dan terak (zat pengotor yang telah terikat kalsium) yang terdapat sebagai lapisan yang tak tercampur di dasar tanur. Leburan terak mengapung di atas permukaan lelehan besi. Besi yang dihasilkan dari tanur hembus masih mengandung zat pengotor seperti karbon, silikon, belerang. Zat-zat pengotor ini menyebabkan besi lebih getas, besi ini disebut besi tuang. Komposisi besi tuang bervariasi bergantung pada sumbernya. Baja merupakan suatu alloy besi. Baja dibuat dari besi tuang. Setelah zat pengotor dalam besi dihilangkan, kemudian ditambah sejumlah karbon dan unsur lain yang memberikan sifat khas pada baja itu 26. TEMBAGA ( Cu) Penghantar (kabel) listrik dan komponen elektronika Peralatan rumah tangga Paduan logam/aliase :Kuningan (60-82%Cu & 1840%Zn), Perunggu (70-95%Cu, 1-25%Zn & 1-18% Sn), Perunggualuminium (90-98%Cu, 2-8%Al), Perak Jerman (50-60% Cu, 20% Zn, 20-25% Ni) Selongsong peluru dan komponen persenjataan yang lain Dalam persenyawaannya, terusi/ blue vitriol CuSO4.5H2O, digunakan untuk membunuh jamur (sebagai fungisida) 27. Proses Pembuatan Tembaga diperoleh dari bijih tembaga yang disebut Chalcopirit. Besi yang ada larut dalam terak dan tembaga yang tersisa / matte dituangkan kedalam konverter. Udara dihembuskan kedalamnya selama 4 atau 5 jam, kotoran teroksidasi, dan besi membentuk terak yang dibuang pada waktu tertentu. Bila udara dihentikan, oksida kupro bereaksi dengan sulfida kupro maka akan membentuk Tembaga blister dan Dioksida belerang.Tembaga blister ini dilebur dan dicor menjadi slab, kemudian diolah secara elektrolitik menjadi tembaga murni. 28. KROMIUM ( Cr) Kromium merupakan logam tahan korosi dan dapat dipoles menjadi mengkilat. Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas putih. Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan baja tahan karat. Kromium (VI) oksida digunakan untuk pembuatan pita magnetik digunakan dalam performa tinggi dan standar kaset audio. 29. Pembuatan Logam krom dapat di buat menurut proses Goldschmidt, yaitu mereduksi Cr2O3 dengan Aluminium ( proses aluminothermy ) Persamaan reaksinya: CrO3(s) + 2Al(s) => Al2O3(s) +2Cr(s) Pada proses ini menghasilkan Kromiumdengan kemurnian 97-99%. 30. EMAS ( Au) Kini emas yang menghasilkan radioaktif dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kanker. 198Au dengan paruh waktu selama 2.7 hari dan digunakan untuk terapi kanker dan penyakit lainnya. Disodium aurothiomalate diberikan melalui lewat otot (intramuscularly) sebagai terapi arthritis. Emas dengan kadar murni (24 karat) digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati sehingga sel-sel yang telah rusak akan diperbaharui. (perawatan kecantikan) 31. Mata Uang Perhiasan (Emas murni terlalu lunak sehingga dicampur dengan tembaga atau perak atau logam lain). Emas kuning atau emas merah dibuat dengan dicampur tembaga, emas putih mengandung paladium, nikel, atau seng. Sebagai jaminan moneter Senyawa emas yang paling banyak adalah auric chloride dan chlorauric acid, yang terakhir banyak digunakan dalam bidang fotografi untuk membuat tinta dan bayangan perak. 32. Pembuatan Proses Sianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan proses pemisahan emas dari larutannya. Pelarut yang biasa digunakan dalam proses cyanidasi adalah NaCN, KCN, Ca(CN)2, atau campuran ketiganya. Pelarut yang paling sering digunakan adalah NaCN, karena mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut lainnya. Secara umum reaksi pelarutan Au dan Ag adalah sebagai berikut: 33. 4Au + 8CN- + O2 + 2 H2O = 4Au(CN)2- + 4OH4Ag + 8CN- + O2 + 2 H2O = 4Ag(CN)2- + 4OH Pada tahap kedua yakni pemisahan logam emas dari larutannya dilakukan dengan pengendapan dengan menggunakan serbuk Zn (Zinc precipitation). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: 2 Zn + 2 NaAu(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O = 2 Au + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H2 2 Zn + 2 NaAg(CN)2 + 4 NaCN +2 H2O = 2 Ag + 2 NaOH + 2 Na2Zn(CN)4 + H2 34. SEKIAN dan TERIMAKASIH