kimia dasar - anorganik

of 143 /143

Click here to load reader

Author: tsubatsa-kapten

Post on 02-Jan-2016

165 views

Category:

Documents


38 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Oleh :Dr.rer.nat.H.Ahmad Zaeni, M.Si.(Inorganic chemistry)

  • BahasanMateri dan PerubahannyaStruktur AtomSistem PeriodikStoikiometriReaksi KimiaIkatan Kimia dan Struktur MolekulLarutan ILarutan IIKesetimbangan dan Ksp Sifat KoligatifLarutan Asam Basa

  • 1. Materi dan Perubahannya

  • Materi dan PerubahannyaSifat ekstensif adalah sifat yang tergantung pada ukuran sampel materi yang diperiksaSifat intensif adalah sifat yang tidak tergantung pada ukuran sampel materi. Sifat-sifat fisika adalah suatu keadaan yang dapat dilihat tanpa merubah sifat-sifat kimia materi tersebut.Sifat-sifat kimia adalah kecenderungan dari suatu zat untuk mengalami perubahan kimia tertentuPerubahan kimia dan Perubahan fisika

  • Sifat Sifat Materi

    MateriKarakteristikBentukVolumeTekananGasSesuai dengan wadahnyaTidak mempunyai volume tertentuDapat dikompres atau dieskpansiCairTidak mempunyai bentuk khas (tergantung wadahnya)Mempunyai volume tertentuTidak dapat dikompres atau diekspansi (tidak mutlak)PadatMempunyai bentuk tertentuMempunyai volume tertentuTidak dapat dikompres atau diekspansi

  • Perubahan FasaMencairMembekuMenguapMengembunMenguap (Menyublim)Menyublim

  • BahasanMateri dan PerubahannyaStruktur AtomSistem PeriodikStoikiometriReaksi KimiaIkatan Kimia dan Struktur MolekulLarutan ILarutan IIKesetimbangan dan Ksp Sifat KoligatifLarutan Asam Basa

  • 2. Struktur AtomDemokritusDalton ThomsonelektronRutherfordProtonNetron BohrSpektrum Atom HydrogenBalmer, Paschen dllMekanika Gelombangspdf

  • Ancient Atomic ModelPandangan filosof Yunani Atom adalah Konsep kemampuan untuk dipecah yg tiada berakhir Leucippus (Abad ke-5 SM) Ada batas kemampuan untuk dibagi, sehingga harus ada bagian yang tidak dapat dibagi lagi Democritus (380-470 SM) A: tidak, tomos: dibagi. Jadi atom adalah partikel yang tidak dapat dibagi lagi. Atom setiap unsur memilki bentuk & ukuran yang berbeda. Lucretius Sifat atom suatu bahan dalam On the Nature of Things

  • Teori DaltonTeori Dalton dinyatakan dalam beberapa postulat:Zat terdiri dari partikel-partikel kecil yang disebut atomAtom suatu zat tidak dapat diuraikan menjadi partikel yang lebih kecil dan tidak dapat diubah menjadi atom zat lainAtom-atom setiap zat adalah identik, artinya mempunyai bentuk, ukuran, dan massa yang samaAtom suatu zat berbeda sifat dengan atom zat lainPersekutuan antara dua atom atau lebih akan menghasilkan atom senyawa

  • DaltonAtom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagiAtom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbedaAtom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigenReaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

  • Symbol of Atom in Dalton Era

  • Symbol of Atom

  • Anggapan atom merupakan bola kecil dan padat ini mulai goyah setelah Michael faraday mengumumkan hasil eksperimennya bahwa perubahan kimia dapat disebabkan oleh aliran listrik yang dilewatkan melalui suatu larutan zat. Hal ini berarti bahwa dalam materi terdapat muatan listrik.Penemuan Faraday mendorong G.J. Stoney untuk meramalkan partikel penyusun atom yang dinamainya elektron. Eksistensi elektron ini baru dapat dibuktikan oleh J.J. Thomson yang berhasil menghitung perbandingan muatan terhadap massa elektron (e/m), yaitu 1,759 x 108 coulomb/gram. Dan ketika Millikan berhasil menemukan muatan elektron yaitu 1,602 x 1019 coulomb, maka diketahui bahwa massa elektron adalah 9,11 x 1028 gram.Oleh karena elektron bermuatan negatif, sedangkan kenyataannya atom bersifat netral, maka sudah tentu atom juga mengandung partikel yang bermuatan positif. Partikel bermuatan positif ini dinamakan proton oleh Rutherford. Kemudian diketahui bahwa massa proton kira-kira 1873 x massa elektron.

  • SPEKTRUM UNSURE = h R = Tetapan Rydberg (1,09678 x 107 m1)c = Kecepatan cahaya (2,997925 x 108 m det1)Seri Lyman : di daerah ultra violetSeri Balmer: di daerah tampakSeri Paschen: di daerah inframerah dekatSeri Brackett: di daerah inframerahSeri Pfund: di daerah inframerah jauh

  • Untuk n1 = 1, n2 = 2, 3, 4, diperoleh garis-deret LymanUntuk n1 = 2, n2 = 3, 4, 5, diperoleh garis-deret BalmerUntuk n1 = 3, n2 = 4, 5, 6,diperoleh garis-deret PaschenUntuk n1 = 4, n2 = 5, 6, 7, diperoleh garis-deret BrackettUntuk n1 = 5, n2 = 6, 7, 8, diperoleh garis-deret Pfund

  • Deretn1n2DaerahLyman ( 1906 )12,3,4Ultra violetBahmer ( 1885 )23,4,5TampakPaschen ( 1908 )34,5,6Infra merahBracket ( 1922 )45,6,7Infra merahPfund ( 1925 )56, 7,8Infra merahHumpreys ( 1926 )67,8,9Infra merah

  • Thomsons Model of AtomPositive charge spread over the entire sphereAtom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron"

  • Penemuan elektron

  • MODEL ATOM THOMSON

    Pelucutan GasKilat = bunga api listrik yang melompat dari awan ke tanah karena adanya beda tegangan yang tinggi antara kedua tempat.Dalam keadaan normal, gas sukar menghantar listrik, untuk menimbulkan bunga api listrik antara dua ujung diudara pada tekanan 1 atm diperlukan +\- 30.000 volt/cm.Pada tekanan 1 atm dalam tabung lucutan yang berisi udara ternyata arus tidak mengalir.

  • MODEL ATOM THOMSONPada tekanan 0,01 mmHg dinding tabung yang berhadapan dengan katoda berpendar, bila udaranya dikeluarkan lagi sebagian warna dinding akan kehijauan, warna kehijauan disebabkan radiasi dari katoda menuju anoda, pertanyaannya sinar tersebut cahaya atau partikel?William Crookes (1832 1919) tabung crookes memberi rintangan salib antara katoda dan dinding dibelakang anoda & terlihat bayangan salib didinding yang berpendar tersebut. Hal ini menunjukkan sinar katoda merambat menurut garis lurus. (1895) menunjukkan bahwa ketika sinar katoda menumbuk sebuah elektroda, sinar akan memberi muatan negatif pada elektroda tersebut, sinar katoda menyebabkan elektroskop bermuatan negatif.

  • Design of Cathode RaysCrookes membuktikan bahwa sinar katoda dapat dibelokkan oleh medan elektromagnet

  • MODEL ATOM THOMSONCrookes dan Perrin belum mengetahui berapa massa (m) dan muatan (e) dari partikel tersebut.JJ Thomson (1856-1940) menamakan partikel bermuatan negatif tersebut sebagai elektron dan Thomson menentukan besaran perbandingan antara muatan dengan massa. Thomson menggunakan prinsip bahwa partikel yang bergerak melalui medan magnet akan dibelokkan, partikel yang bermuatan e dan kecepatan v memasuki secara tegak lurus daerah medan magnet B, maka partikel akan menempuh lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari:

  • J.J.Thomson pada tahun 1897 berhasil menemukan perbandingan muatan electron dan masa electron e/m = 1,76 x 108 Coulomb/gram. Dan pada tahun 1913 Millikan menemukan muatan electron sebesar e = 1,6 x 10-19 Coulomb. Sehingga masa electron menjadi 9,11 x 10-28 gram.Karena elektron adalah partikel maka akan bersifat gelombang juga. Gaya medan magnet / medan listrik = masa x percepatan

    e x E = m x a a =

    Karena gaya medan magnit = gaya medan listrik makaH x e x V = e x E sehingga V = E/H

  • Electron dan PositronPenemuan elektron bermula dari adanya penemuan Faraday pada Tahun 1834 tentang adanya ekivalensi materi dan listrik, beliau menggunkan ZnS pada tabung katoda. sedangkan istilah elektron diusulkan oleh Stoney pada tahun 1891 untuk satuan listrik. Penemuan partikel elektron pertama dimulai dari percobaan J.Plucker yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Crookes dan J.J.ThomsonPositron pertama kali diramalkan oleh P.M.Dirac pada tahun 1930 dan kemudian ditemukan oleh C.D Anderson dengan masa 9,11 x 10-28 gram.

  • ProtonProton merupakan salah satu partikel penyusun atom yang terletak pada inti atom bermuatan positif. Partikel ini ditemukan oleh Eugene Goldstein pada tahun 1886 berdasarkan pencobaannya yang mirip dengan percobaan Crookes dan JJ Thomson.Dengan mengaliri tabung dengan aliran listrik sehingga terbentuk ion-ion dalam tabung. Pada Tahun 1886 Eugene Goldstein menemukan sinar positif dalam tabung sinar katoda, dibalik lempeng katoda yang berlubang. Proton memiliki masa 1836 kali masa elektron karena e/m = 2,87 x 10-14 dimana e = 4,8033 10-10 e.s.u. jika pada percobaanya digunakan gas hidrogen maka partikel posotif berupa proton ini bermasa 1,6726 x 10-24 gram

  • Netron Spektrograf masa dapat menentukan masa proton sebesar 1,00728 s.m.a. dan masa elektron sebesar 0,00005 s.m.a. Setelah penelitian Bothe dan Becker, J.Chadwick pada tahun 1932 menemukan bahwa netron bermasa 1,0087 s.m.a. (1,6749 x 10-24).

  • Rutherfordmengemukakan teori atom sebagai berikut:Atom terdiri dari inti bermuatan positif dan elektron yang mengelilingi inti bermuatan negatifKarena atom bersifat netral, maka muatan positif inti sama dengan muatan negatif elektronJari-jari inti besarnya kira-kira 1013 cm, sedangkan jari-jari atom sekitar 108 cm.

  • RutherfordAtom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

  • Rutherford experimental design

  • Millikans oil-drop apparatus

  • Berkas sinar katoda (elektron) dipengaruhi medan magnet

  • Niels BohrHanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, E = hv. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2 atau nh/2 , dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.

  • Niels BohrMengemukakan teori sebagai berikut :Elektron-elektron bergerak mengelilingi inti atom dalam lintasan yang memenuhi syarat teori kuantum. Yang diperbolehkan hanya lintasan-lintasan elektron yang memiliki momen sudut yang merupakan kelipatan dari harga h/2. Lintasan-lintasan itu dinamakan kulit atau tingkat energi elektronDalam kulit tersebut, elektron berada pada tingkat energi tertentu yang disebut keadaan stasioner, artinya tidak menyerap atau memancarkan energiEnergi akan dipancarkan atau diserap jika elektron berpindah dari satu tingkat energi ke tingkat energi yang lainElektron berpindah dari tingkat energi rendah ke tingkat energi tinggi dengan cara menyerap energi, yang disebut keadaan tereksitasi (keadaan tidak stabil). Atom dalam keadaan tereksitasi akan kembali ke keadaan stabil dengan cara memancarkan radiasi. Radiasi yang dipancarkan akan menghasilkan spektrum warna sesuai dengan energi yang dipancarkan.

  • Molekul atom ini bertitik tolak dari model atom Rutherford dan teori kuantum Planck di dasarkan atas anggapan sebagai berikut :Elektron bergerak mengelilingi inti atom dalam lintasan atau orbit yang berbentuk lingkaran.Lintasan yang diperlukan adalah lintasan dimana mementum sudut elektron merupakan kelipatan dari dengan h adalah tetapan Planck. Lintasan ini disebut Lintasan Kuantum.Karena mementum sudut elektron (massa = m) yang bergerak dengan kecepatan v dalam lintasan dengan jari-jari r adalah mvr, maka

    Bila elektron bergerak dalam salah satu lintasan kuantumnya, maka eletron tidak akan memancarkan energi. Elektron dalam lintasan ini berada dalam keadaan stasioner atau dalam tingkat energi tertentu.Bila elektron pindah dari tingkat energi E1 ke tingkat energi E2 yang lebih rendah, maka akan terjadi radiasi sebanyak: E1 - E2 = hv

  • Dengan teori atom Bohr dapat dihitung selisih (energi transisi) jika elektron, dalam atom hidrogen berpindah dari satu orbital ke orbital lain, misalnya dari orbit n1 ke orbit n2.EH = E2 - E1 Menurut persamaan,

  • Bohr Atomic Models

  • Bohr Atomic Theory

  • Comparison of Nucleus and Atom

  • Quantum Mechanic Theory of Atom Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron

  • Pada tahun 1924 Louis de Broglie mengemukakan hipotesis bahwa semua materi memiliki sifat gelombang dengan panjang gelombang

    Untuk elektron yang menjalani orbit Bohr yang berupa lingkaran berlaku: Sehingga:

    Dengan demikian hipotesis de Bruglie dapat menjelaskan postulet Bohr, bahwa momentum sudut elektron merupakan kelipatan dari atau

  • Prinsip Ketidakpastian Heisenberg Pada tahun 1925 Warmer Heisenberg mengemukakan prinsip ketidakpastian yang menyatakan bahwa tidak mungkin untuk dapat mengetahui pada waktu yang bersamaan baik momentum maupun kedudukan suatu partikel, seperti elektron dengan tepat. Prinsip Heisenberg dapat dinyatakan dengan

    Keterangan :px = ketidakpastian momentum ( pada arah x )x = ketidakpastian kedudukan ( pada arah x )h = tetapan Planch

  • H = E H d = E dE = * H d * H d > Eo

  • Operator

    NoVariabel DinamikOperatorOperasixKoordinat xDikalikan xqiKoordinat umumDikalikan qiqi2Kuadrat jarakDikalikanpiMomentumpi2Kuadrat momentumqipiJarak kali momentumpiqiMomentum kali jaraktWaktudikalikan tE EnergiHHamiltonian partikel tunggal satu dimensiHHamiltonian partikel tunggal tiga dimensiHHamiltonian pada umumnya untuk n partikel

  • Dengan memasukkan fungsi gelombang sebagai fungsi r,, ,t maka diperoleh

    Bilamana sistem mengandung dua partikel, maka diperoleh

  • Bilangan kuantumBilangan kuantum utama (n)n = 1, 2, 3, 4, dengan huruf = K, L, M, N, 2n2. Bilangan kuantum azimut (l)s (sharp), p (principal), d (difuse), f (fundamental)l= 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, huruf= s, p, d, f, g, h, i, Bilangan kuantum magnetik (m)untuk l = 0, harga m = 0, terdapat 1 orbitaluntuk l = 1, harga m = 1, 0, +1, terdapat 3 orbitaluntuk l = 2, harga m = 2, 1, 0, +1, +2, terdapat 5 orbitaluntuk l = 3, harga m = 3, 2, 1, 0, +1, +2, +3, terdapat 7 orbital

    l = 0 (s), jumlah elektron maksimum 2l = 1 (p), jumlah elektron maksimum 6l = 2 (d), jumlah elektron maksimum 10l = 3 (f), jumlah elektron maksimum 14Bilangan kuantum spin (s)

  • Konfigurasi elektronAturan AufbauElektron-elektron mulai mengisi orbital dengan tingkat energi yang paling rendah, kemudian orbital dengan tingkat energi yang lebih tinggi dan seterusnya. Aturan HundElektron-elektron yang memasuki suatu subkulit yang terdiri lebih dari satu orbital akan mengisi orbital-orbital itu sedemikian rupa sehingga memberikan jumlah elektron yang tidak berpasangan maksimum dan arah spin yang sama Eksklusi PauliTidak boleh ada 2 elektron memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 7s2

  • Langkah Langkah Pengisian Elektron

  • BahasanMateri dan PerubahannyaStruktur AtomSistem PeriodikStoikiometriReaksi KimiaIkatan Kimia dan Struktur MolekulLarutan ILarutan IIKesetimbangan dan Ksp Sifat KoligatifLarutan Asam Basa

  • 3. Sistem Periodik Sejarah Sistem Periodik Fakta percobaan Ilmu kimia sebagai hasil pengamatan harus disusun dan diklasifikasikan sehingga mudah melihat keteraturan, mamahami, dan menjelaskannya. Pada tahun 1789 Lavoiser telah mencatat 26 unsur, tahun 1870 sudah dikenal 60 unsur, dan kini sudah dikenal lebih dari 110 unsur. Bayangkan, bagaimana orang dapat mengingat-ingat sifat dari sekian banyak unsur dan senyawanya. Informasi tentang unsur harus diorganisir, agar mudah dipelajari dan dipahami dan dapat meramal unsur-unsur yang belum ditemukan. Para ahli kimia menggolongkan unsur-unsur yang menunjukkan sifat-sifat yang mirip. Mula-mula orang menggolongkan unsur-unsur dalam logam dan non logam. Logam memiliki sifat mengkilap, dapat ditempa menjadi lempeng tipis, dapat dibuat menjadi kawat, dapat menghantar panas dan listrik, membentuk senyawa dengan oksigen dan bersifat basa. Unsur non logam tidak mempunyai sifat khas, tidak menghantar panas dan listrik (kecuali grafit), dan membentuk oksida asam.

  • TriadBerat AtomRata-Rata Berat AtomPerbedaan berat yang berurutanKalsium (Ca)Stronsium (Sr)Barium (Ba)40,0887,63137,3688,7247,5549,73Litium (Li)Natrium (Na)Kalium (K)6,94022,99739,10023,02016,05716,103Belerang (S)Selenium (Se)Telurium (Te)32,06678,96127,6179,8446,8542,65Klorin (Cl)Bromin (Br)Iodin (I)35,45779,916126,9181,18344,45966,994Kalium (K)Rubidium (Rb)Cesium (Cs)39,10085,47132,90586,00246,3747,435Posfor (P)Arsen (As)Antimon (Sb)30,973874,922121,7576,36243,94846,828Besi (Fe)Kobalt (Co)Nikel (Ni)55,84758,84758,7157,27853,000-0,137Skandium (Sc)Yitrium (Y)Lantanium (La)44,95688,905138,9191,93343,94950,005Titanium (Ti)Zirkonium (Zr)Hafnium (Hf)47,9091,22178,49113,19543,3287,27Kromium (Cr)Molibdenum (Mo)Wolfram (W)51,99695,94183,85117,92343,94487,91Mangan (Mn) Teknisium (Tc)Rhenium (Re)54,93898186,2120,56940,06288,2Tembaga (Cu)Perak (Ag)Emas (Au)63,54107,870196,967130,253544,3389,097Seng (Zn)Kadmium (Cd)Air raksa (Hg)65,37114,40200,59132,929847,0388,19

  • Sistim Periodik Oktav Newland

    H1F8Cl15Co dan Ni22Li2Na9K16Cu23G3Mg10Cs17Zn24Bo4Al11Cr18Y25C5Si12Ti19In26N6P13Mn20As27O7S14Fe21Sc28

    Br2936Te43Pt dan Ir50Rb30Ag37Cs44Os51Sr31Cd38Rn dan V45Hg52Ce dan La32U39Tn46Tl53Zr33Sn40W47Pb54Di dan Mo34Sb41Nb48Bi55Ro dan Ru35I42Au49Th56

  • Sistem Periodik Lothar Meyer

    IIIIIIIVVVIVIIVIIIIXB 11Al 27,3?In 113,4Tl 202,7C 12Si 28,2Sn 117,8Pb 06,4Ti 48Zr 89,7N 14P 30,9As 74,9Sb 122,1Bi 207,5V 51,2Nb 93,7Ta 182,2O 16S 32Se 78To 128?Cr 52,4Mo 95,6W 183,5F 19,1Cl 35,4Br 79,75I 126,5Mn 54,8Ru 103,5Os 198,6Fe 55,9Rh 104,1Ir 196,7Co =Ni 58,6Rb 106,2Pt 196,7Li 7Na 22,9K 39Rb 85,2Cd 132,7Cu 63,3Ag 107,7Au 192,2Be 9,3Mg 23,9Ca 39,9Sr 87Ba 136,8Zn 64,9Cd 111,6Hg 199,3

  • Sistem Periodik Mendeleev

    Gol. IR2OGol. IIROGol. IIIR2O3Gol. IVRH4, RO2Gol. VRH3, R2O3Gol. VIRH2, RO2Gol. VIIRH, R2O3Gol. VIIIRO1H = 12Li =7Be = 9,4COF3Na = 23Mg = 24AlSiSCl4K = 39Ca = 40TiCrMnFe = 56; Ni = 59Ni = 59; Cu = 635Cu = 63Zn = 63SeBr6Rh = 63SrZrMoRu = 194; Rh = 104Pd = 106; Ag = 1087Ag = 108CdInSnSbTe8Cs = 133MnDiCe910ErTaWOs = 195; In =197Pt = 198; Au =19911Au = 199HgTlBi12U

  • Sifat-sifat ekasilikon yang diramalkan Mendeleev dengan hasil penemuan Lecog De Boisbaudran.

    Sifat-sifatEka Silikon1871Germanium1886Berat atom7272,32Berat Jenis5,55,47Panas Jenis0,0730,076Volume Atom13 ml13,22 mlWarnaAbu-abu kotorPutih keabu-abuanBerat Jenis Dioksidanya4,74,73Titik didih Tetra khloridanya100C86CBerat Jenis Tetrakhloridanya1,91,887Titik Didih Turunan Tetraetilnya160C160C

  • Sistem Periodik ModernElektron-elektron tersusun dalam orbitalHanya dua elektron saja yang dapat mengisi setiap orbitalOrbital-orbital dikelompokkan dalam kulitHanya n2 orbital yang dapat mengisi kulit ke-nAda berbagai macam orbital dengan bentuk yang berbedaorbital s ; satu orbital setiap kulitorbital p ; tiga orbital setiap kulitorbital d ; lima orbital setiap kulitorbital f ; tujuh orbital setiap kulitElektron di bagian terluar dari atom yang paling menentukan sifat kimia. Elektron ini disebut elektron valensi. Reaksi kimia menyangkut elektron terluarUnsur dalam satu jalur vertikal mempunyai struktur elektron terluar yang sama, oleh karena ini mempunyai sifat kimia yang mirip termasuk dalam satu golonganPada umumnya dalam satu golongan sifat unsur berubah secara teraturSelain itu, ada perubahan teratur sifat kimia dalam satu jalur horisontal dalam sistem periodik; jalur ini disebut perioda

  • GolonganUnsur-unsur blok sns1,2Unsur-unsur blok pns2 np16Unsur-unsur blok dns2 np110Unsur-unsur blok f(n-2)f114(n-1)d1 ns2

  • GolonganGolongan UtamaNomor golongan dibubuhi huruf ANomor golongan = jumlah elektron di kulit terluarContoh : 3Li1s2 2s1 golongan IA6C1s2 2s2 2p2 golongan IVA

    Golongan Tansisi Nomor golongan dibubuhi huruf BNomor golongan = jumlah elektron s + d (jumlah elektron di kulit terluar ditambah dengan jumlah elektron d yang diisi terakhirContoh :24Cr1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5golongan VIIB27Co1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d7golongan VIIIB

  • Nama Nama Golongan

    Nomor golonganNama golonganStruktur elektron terluarIAAlkalins1IIAAlkali tanahns2IIIABoronns2 np1IVAKarbonns2 np2VANitrogenns2 np3VIAOksigenns2 np4VIIAHalogenns2 np5VIIIAGas mulians2 np6

  • Sifat Unsur TransisiUnsur transisi memiliki beberapa sifat khas antara lain :Semua unsur transisi adalah logamHampir semua logam transisi berwujud padat pada suhu biasa , kecuali Hg (raksa) yang berwujud cairMemiliki sifat katalisBersifat paramagnetikMempunyai valensi serta bilangan oksidasi umumnya lebih dari SatuDapat membentuk senyawa kompleksSenyawa-senyawa unsur transisi pada umumnya berwarna

  • Sifat-sifat Periodik Unsur Jari-jari atomJari-jari atom bagi unsur-unsur segolongan, makin ke bawah makin besarjari-jari atom bagi unsur-unsur seperioda, makin ke kanan makin kecil Energi IonisasiUnsur-unsur segolongan memiliki energi ionisasi yang makin ke bawah makin kecil Sedangkan energi ionisasi bagi unsur-unsur seperioda makin ke kanan makin besar KeelektronegatifanKeeletronegatifan bagi unsur-unsur segolongan makin ke bawah makin kecilSedangkan bagi unsur-unsur seperioda makin ke kanan makin besar Sifat logam dan non logamSifat logam dalam sistem periodik makin ke kanan makin berkurang sifat logam unsur-unsur yang segolongan, makin ke bawah makin bertambah

  • Sifat-sifat Periodik UnsurTitik didih dan titik lelehFaktor yang mempengaruhi titik didih atau titik leleh adalah ikatan dan massa atom relatif. Untuk atom-atom logam ada ikatan antar atom logam, sehingga faktor ini sangat berpengaruh. Untuk atom-atom non logam tidak ada ikatan antar atomnya sehingga titik didih dan titik leleh hanya dipengaruhi oleh massa atom.Untuk atom logam, dalam satu golongan sifat titik didih dan titik lelehnya makin ke atas makin besar dan dalam satu perioda makin ke kanan makin besar.Untuk atom non logam, dalam satu golongan sifat titik didih dan titik lelehnya makin ke bawah makin besar dan dalam satu perioda makin ke kanan makin besar.

  • Beberapa IstilahIsotopIsotonIsobar

  • Unsur-unsur dalam Sistem Periodik Gas-gas mulia meliputi helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), Xenon (Xe), dan radon (Rn).Gas mulia dipakai sebagai alat penerang yang dikenal sebagai lampu neon. Warnanya beraneka ragam : neon berwarna merah, xenon berwarna biru, kripton berwarna putih kebiruan, serta argon berwarna merah muda dan biru Helium cair atau neon cair digunakan sebagai zat pendingin (refrigerant), misalnya pada reaktor nuklir.Gas helium atau argon digunakan untuk membentuk atmosfir yang inert untuk mencegah oksidasi pada penyepuhan logam pada pembuatan kristal silikon dan germanium.Campuran helium dengan oksigen digunakan untuk pernafasan para penyelam laut yang dalam.Dalam bidang kesehatan dan terapi, campuran helium dan oksigen dipakai sebagai pernafasan para penderita asma. Xenon yang mempunyai sifat anastetika (pemati rasa) digunakan sebagai obat bius. Radon yang bersifat radioaktif sering dipakai dalam terapi radiasi terhadap kanker.

  • Unsur-unsur halogen meliputi fluor (F), khlor (Cl), brom (Br), iodium (I), dan astatin (As). Fluor banyak digunakan dalam pembuatan zat-zat kimia seperti pada freon (zat pendingin pada kulkas) dan teflon, NaF digunakan untuk mengawetkan kayu dari gangguan serangga. Garam fluorida digunakan sebagai campuran pastagigi untuk mencegah kerusakan gigi.Khlor banyak digunakan dalam industri plastik PVC dan industri insektisida DDT. Dalam industri kertas dan tekstil, khlor dipakai sebagai zat pemutih. Khlor juga merupakan bahan pembuat kaporit (Ca(OCl)2. Garam-garam klorat adalah bahan pembuat mercon dan korek api. Garam-garam klorida beraneka ragam kegunaannya antara lain NaCl (garam dapur), KCl (pupuk), NH4Cl (pengisi batu batere).Senyawa-senyawa brom antara lain : NaBr digunakan sebagai obat penenang syaraf, CH3Br digunakan sebagai bahan zat pemadam kebakaran.Iodium banyak digunakan dalam bidang kesehatan, industri tepung, serta dalam tubuh manusia sebagai bahan penyusun tiroksin.

  • BahasanMateri dan PerubahannyaStruktur AtomSistem PeriodikStoikiometriReaksi KimiaIkatan Kimia dan Struktur MolekulLarutan ILarutan IIKesetimbangan dan Ksp Sifat KoligatifLarutan Asam Basa

  • 4. Stoikiometri dan 5. Reaksi KimiaReaksi KimiaReaksi Asam BasaReaksi PengendapanReaksi MetatesisReaksi Redoks

  • Chemical ReactionReaksi kimia adalah suatu proses terbentuknya zat-zat baru (hasil reaksi) dari beberapa zat pereaksi. Biasanya suatu reaksi kimia disertai dengan terjadinya perubahan warna, terbentuknya endapan, atau timbulnya gas

  • Penyetaraan Persamaan Reaksi Redoks Ada dua cara untuk menyetarakan persamaan reaksi redoks yaitu, cara setengah-reaksi dan cara bilangan oksidasi

    Cara setengah-reaksi elektron-ion,Langkah 1. Identifikasi spesies yang terlibat dalam perubahan bilangan oksidasi dan tuliskan persamaan setengah-reaksinya

    Langkah 2. Setarakan jumlah atom dari tiap setengah-reaksi

  • continuedLangkah 3. Setarakan muatan listrik dari tiap setengah-reaksi

    Langkah 4. Gabungkan kedua setengah-reaksi untuk mendapatkan persamaan redoks keseluruhan

  • continuedLangkah 5. Sederhanakan kalau-kalau persamaan keseluruhan mengandung spesies yang sama pada kedua sisinya

    Langkah 6. Teliti lagi dan pastikan bahwa persamaan keseluruhan seimbang baik jumlah atom maupun muatannya

  • Cara bilangan oksidasi Langkah 1. Tentukan atom-atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi dan tentukan kenaikan atau penurunan bilangan oksidasi tersebut tiap-tiap atom

  • continuedLangkah 2. Tentukan koefisien atom-atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi

  • continuedLangkah 3. Tanpa melakukan perubahan koefisien reaksi yang telah ditentukan, lengkapi koefisien reaksi lainnya dengan melakukan pemeriksaan

    Langkah 4. Periksa penyeimbangan muatan listrik. Muatan yang ada di kiri : {5 x (2 ) + 2 x (1 ) + 6 x (+1) }= - 6 kanan : {5 x (2 ) + 2 x (+2) } = - 6

  • BahasanMateri dan PerubahannyaStruktur AtomSistem PeriodikStoikiometriReaksi KimiaIkatan Kimia dan Struktur MolekulLarutan ILarutan IIKesetimbangan dan Ksp Sifat KoligatifLarutan Asam Basa

  • 6. Ikatan Kimia dan Struktur MolekulElektron-elektron memegang peranan penting dalam pembentukan ikatan kimia Ikatan yang terjadi antara atom dalam rangka mencapai keadaan/konfigurasi yang stabil.Konfigurasi elektron atom-atom cenderung mengikuti konfigurasi elektron atom-atom gas muliaKestabilan atom-atom gas mulia disebabkan kulit terluarnya terisi penuh yaitu 2 atau 8 elektron.Atom-atom unsur lain dapat mencapai kestabilan dengan melepas, mengikat, atau memakai bersama-sama elektron.

  • Kestabilan Ion

    Oktet1818+2Macam-macamNa+Mg2+Cu+Zn2+In+Cr2+ : [Ar]3d4K+Ca2+Ag+Cd2+Tl+Cr3+ : [Ar]3d3Rb+Sr2+Au+Hg2+Sn2+Mn2+ : [Ar]3d5Cs+Ba2+Ga3+Pb2+Mn3+: [Ar]3d4Fr+Ra2+In3+Sb3+Fe2+: [Ar]3d6Al3+Tl2+Bi3+Fe3+: [Ar]3d5Sc3+Co2+: [Ar]3d7Y3+Co3+: [Ar]3d6La3+Ni2+: [Ar]3d8Ni3+: [Ar]3d7

  • Teori LewisElektron-elektron, terutama yang berada pada kulit terluar (elektron valensi), memainkan peranan utama dalam pembentukan ikatan kimia.Dalam beberapa hal, pembentukan ikatan kimia terjadi karena adanya perpindahan satu atau lebih elektron dari satu atom ke atom yang lain. Hal ini mendorong terjadinya pembentukan ion positif dan negatif dan terbentuknya suatu jenis ikatan yang disebut ikatan ion.Dalam hal lain, pembentukan ikatan kimia dapat terjadi dari pemakaian bersama pasangan elektron di antara atom-atom. Molekul yang dihasilkan ini mempunyai suatu jenis ikatan yang disebut ikatan kovalen.Perpindahan atau pemakaian bersama elektron berlangsung sedemikian rupa sehingga setiap atom yang terlibat mendapat suatu konfigurasi elektron yang mantap. Konfigurasi umumnya merupakan konfigurasi gas mulia yaitu konfigurasi dengan 8 elektron pada kulit terluarnya yang disebut suatu oktet.

  • Struktur LewisMeskipun teori Lewis berlaku terutama untuk ikatan kovalen, gagasannya dapat juga digunakan untuk menggambarkan ikatan ion maupun kovalen. Struktur Lewis adalah kombinasi lambang Lewis yang menggambarkan perpindahan atom pemakaian bersama elektron di dalam suatu ikatan kimia.ikatan ion :

    lambang Lewisstruktur Lewisikatan kovalen :

    lambang Lewisstruktur Lewis

  • Beberapa IstilahIkatan IonIkatan KovalenPolarNon PolarKoordinasiStruktur LewisMuatan Formal

  • Ikatan IonSuatu senyawa ion stabil, karena membebaskan energi kisi yang besar, jika ion-ion membentuk padatan ionik. Ciri-ciri ikatan ion adalah adanya perpindahan elektron dari atom logam ke atom nonlogam atau perbedaan keelektronegatifan antara atom yang membentuk ikatan besar (misalnya ikatan antara atom Na sebagai logam dengan atom Cl sebagai nonlogam menghasilkan senyawa ion NaCl). Sifat-sifat senyawa ion adalah:Padatan senyawa ion tidak menghantarkan listrik, sedangkan leburan maupun larutannya dapat meng-hantarkan listrikTitik leleh dan titik didihnya tinggiUmumnya senyawa ion bersifat keras, permukaannya tidak mudah digores tetapi distorsi menyebabkan tolak menolak antara ion yang sama sehingga getas (rapuh)Umumnya senyawa ion melarut dalam pelarut polar dan tidak melarut dalam pelarut nonpolar.

  • Ikatan KovalenSenyawa-senyawa seperti H2, O2, HCl memiliki ikatan kovalen, yaitu pemakaian elektron secara bersama. Ciri ikatan kovalen adalah adanya pemakaian bersama elektron antara atom nonlogam dengan atom non logam pula. Jika elektron tertarik lebih kuat ke salah satu atom maka disebut ikatan kovalen polar (misalnya HCl). Jika elektron tidak lebih kuat tertarik, karena memiliki keelektronegatifan sama, maka terbentuklah senyawa kovalen nonpolar (misalnya H2, O2). Ikatan kovalen yang lain adalah ikatan kovalen koordinat. Ikatan kovalen ini mirip dengan ikatan kovalen tetapi hanya satu atom yang menyediakan sepasang elektron untuk dipakai bersama misalnya NH4+, NH3BCl3.

  • ResonansiResonansi adalah keadaan jika lebih dari satu struktur yang masuk akal dapat ditulis untuk suatu spesies dan struktur yang benar tidak dapat ditulis secara keseluruhan. Atau suatu molekul tidak dapat digambarkan dengan satu rumus Lewis saja tetapi dua atau lebih rumus Lewis. Contoh untuk molekul SO2

  • Muatan FormalMuatan formal = (jumlah elektron valensi) (jumlah elektron ikatan) (jumlah elektron tidak berikatan (pasangan elektron bebas))

    Struktur (a) :Struktur (b) :HCNHCNElektron valensi145145Elektron yang diperuntukkan145154Muatan formal0000-1+1

  • Ikatan-ikatan LainIkatan logamIkatan logam adalah ikatan antar atom dalam suatu unsur logam dengan perantaraan elektron-elektron valensi. Unsur logam dapat digambarkan sebagai kumpulan atom-atom positif yang terapung dalam lautan elektron valensi.

    Ikatan hidrogenIkatan hidrogen adalah suatu ikatan antar-molekul yang disebabkan gaya tarik menarik oleh atom yang sangat elektronegatif (F, O, atau N) terhadap atom hidrogen dalam molekul lain.

  • Bentuk Molekul

    Jumlah pasangan ElektronSudut ikatanBentuk molekulContoh21800LinierBeCl2, HgCl2, Ag(NH3)2+31200Segitiga datarBF3, BCl3, BH341090,28TetrahedralCH4, CCl4, NH4+, SiH44900Segi empat datarCu(H2O)42+, Ni(CN)4251200 dan 900Trigonal bipiramidaPCl5, PF5, AsCl56900OktahedralSF6, Fe(CN)63, CoF63

  • BahasanMateri dan PerubahannyaStruktur AtomSistem PeriodikStoikiometriReaksi KimiaIkatan Kimia dan Struktur MolekulLarutan ILarutan IIKesetimbangan dan Ksp Sifat KoligatifLarutan Asam Basa

  • Larutan ISecara umum dalam membicarakan larutan menggunakan kata-kata solut (zat yang terlarut) dan solven (pelarut). Larutan adalah suatu campuran yang homogen antara solven dan solut yang komposisinya dapat berbeda Suatu larutan pekat adalah solut (zat terlarut) yang relatif konsentrasinya tinggi dan larutan encer

  • Cara Menyatakan Konsentrasi 1. Persen bobot, menyatakan jumlah bobot solut per bobot larutan (bobot solut dan bobot solven = bobot total)

    2. Persen volume, menyatakan jumlah volume solut terhadap jumlah volume total (volume solut dan volume solven =volume total)

  • continued3. Fraksi mol (x), menyatakan fraksi mol komponen-komponen dalam larutan. Fraksi mol dari komponen i dalam larutan didefinisikan sebagai :

    4. Molaritas (M), menyatakan jumlah mol solut per liter larutan.

  • continued5. Molalitas (m), menyatakan jumlah mol solut per kilogram (1000 g) pelarut.

    6. Normalitas (N), menyatakan banyaknya ekivalen solut per liter larutan.

    7. Part Per Million (ppm), artinya kadar zat dinyatakan dalam satu bagian per juta dalam volume atau massa

  • Contoh:Sampel NaOH seberat 5,0 g dilarutkan dalam 45 gram air. Hitung berapa persen berat NaOH di dalam larutan Volume alkohol dalam air adalah 25 mL, jika volume total larutan adalah 100 mL. Berapa persen alkohol dalam larutan Hitunglah fraksi mol etil alkohol, C2H5OH (Mr = 46,1 g/mol) dan air, H2O (Mr = 18 g/mol) dalam suatu larutan yang dibuat dari 13,8 g etil alkohol dan 27,0 g air Dua gram natrium hidroksida (NaOH), dilarutkan dalam air dan membentuk larutan dengan volume 200 mL. Berapa molaritas NaOH dalam larutan. Larutan NaCl dibuat dengan melarutkan 1,0 mol NaCl dalam 1 kg (1000 g) air. Hitunglah molalitas larutan NaCl Kalium permanganat, KMnO4 (Mr = 158 g/mol) sebanyak 1,58 gram dilarutkan dalam 500 mL larutan Suatu sampel udara sebanyak 500 L dengan B.J. 1,2 g/L ternyata mengandung 2,4 x 10-3 g SO2 sebagai pencemar. Berapakah konsentrasi SO2 dalam udara dinyatakan dalam ppm massa

  • BahasanMateri dan PerubahannyaStruktur AtomSistem PeriodikStoikiometriReaksi KimiaIkatan Kimia dan Struktur MolekulLarutan ILarutan IIKesetimbangan dan Ksp Sifat KoligatifLarutan Asam Basa

  • Larutan II Kesetimbangan dan Ksp Ksp didefinisikan sebagai hasilkali konsentrasi ion-ion suatu elektrolit dalam larutan tepat jenuh Kelarutan dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu :Jenis zat terlarut, misalnya asam, basa, dan garamJenis zat pelarut, misalnya pelarut polar atau non polarSuhu, pada umumnya kenaikan suhu akan memperbesar kelarutan.

  • Kesetimbangan

  • KspMisalkan elektrolitnya = LmXnL = kationX = anionm = bilangan yang diikat kationn = bilangan yang diikat anionLmXn(s) mLn+(aq) + nXm(aq)Mula-mulaaYang larutsmsnsSetimbangasmsns

  • KspMula-mula artinya pada saat LmXn akan dilarutkan, dalam air tidak ada ion Ln+ dan XmYang larut dari LmXn semuanya akan terionisasi sempurnaPerhatikan reaksi kesetimbangannya, ini merupakan kesetimbangan heterogen, berarti digunakan yang larutnya dengan ciri (aq) dan yang padatan (solid) diabaikan.K = (Ln+)m(xm)nKarena untuk elektrolit sukar larut K = Ksp,Ksp = (Ln+)m(xm)nKsp = (ms)m(ns)n perhatikan keadaan setimbangKsp = mm. sm. nn. sn = mm . nn. sm+n

    Jadi

  • Larutan IISifat Koligatif

  • Larutan IIAsam Basa Teori Asam-BasaBeberapa teori tentang asam dan basa:Teori Arrhenius. Teori Brnsted-Lowry Teori Lewis

  • Arrhenius Theory Arrhenius menyatakan bahwa elektrolit yang dilarutkan di dalam air terurai menjadi ion-ion; elektrolit yang kuat terurai sempurna elektrolit yang lemah hanya terurai sebagian. Suatu zat yang jika terurai menghasilkan ion hidrogen (H+) di sebut asam, misalnya HClSuatu zat yang jika terurai menghasilkan ion hidrogen (OH-) di sebut basa, misalnya NaOHHCl(aq) H+(aq) + Cl(aq)NaOH(aq) Na+(aq) + OH(aq)Reaksi antara asam dan basa, yaitu reaksi netralisasi H+ + OH H2O

  • Brnsted-Lowry Theory Menurut teori Brnsted-Lowry, suatu asam adalah donor proton dan suatu basa adalah akseptor (penerima) proton. Reaksi lengkap : NH4Cl + NaNH2 NaCl + 2NH3Reaksi ion : NH4+ + Cl + Na+ + NH2 Na+ + Cl + 2NH3Reaksi ion bersih : NH4+ + NH2 2NH3

    NH4+ + NH2 NH3 + NH3asam(1)basa(2)asam(2)basa(1)

  • Brnsted-Lowry Theory

    Setiap zat yang disebut asam oleh teori Arrhenius juga digolongkan asam oleh teori Bronsted-Lowry. Demikian juga dengan basa.Zat-zat tertentu yang tidak digolongkan sebagai basa oleh teori Arrhenius, oleh teori Bronsted-Lowry dimasukkan golongan basa, misalnya OCl dan H2PO4.

  • Lewis TheoryDalam teori Lewis, asam adalah penerima pasangan elektron dan basa adalah donor (pemberi) pasangan elektron

  • Kekuatan AsamMenurut pengertian yang akurat, diketahui bahwa air (H2O) ternyata memiliki sedikit sifat elektrolit. Artinya air dapat juga terionisasi menghasilkan ion H+ dan ion OH, dengan harga yang sangat kecil sekali yaitu 1,32 x 108.H2O H+ + OHPerhitungan yang sangat cermat menunjukkan bahwa dalam satu liter air murni terdapat ion H+ dan ion OH masing-masing sebanyak 0,0000001 mol atau 107 mol.[H+] = [OH] = 107 MHasilkali [H+] dan [OH] dalam air selalu konstan, dan disebut tetapan air (Kw).Kw = [H+] [OH] = 1014

  • pH asam dan basaLarutan netral: [H+] = 107 MLarutan asam: [H+] > 107 MLarutan basa: [H+] < 107 MpOH = log [OH]pKw = log KwpKa = log KapKb = log Kb.

  • Hubungan hubunganKw = [H+] [OH] = 1014log Kw = log [H+] + log [OH] = log 1014 = 14log Kw= log [H+] log [OH] = 14pKw = pH + pOH = 14Jadi :pKw = pH + pOHpH + pOH = 14

  • pH Asam Kuat[H+] = n x [asam]pH = log[H+]

    Contoh Tentukan pH larutan berikut :HCl 0,01 M4,9 g H2SO4 (Mr = 98) yang terlarut dalam 1000 mL larutan3,44 g Ba(OH)2 (Mr = 172) yang terlarut dalam 1000 mL larutan

    Penyelesaian :. . . . . . . . . . . . .

  • pH Asam Lemah

    Contoh: Tentukan pH larutan berikut :CH3COOH 0,05 M (Ka = 1,75 x 105) HA H+ + A

  • pH Basa Kuat[OH-] = n x [basa]pOH = log[OH-]

    Contoh Tentukan pH larutan berikut :3,44 g Ba(OH)2 (Mr = 172) yang terlarut dalam 1000 mL larutan

    Penyelesaian :. . . . . . . . . . . . .

  • pH Basa LemahMOH M+ + OH

    .

    pOH = log[OH-]

    Contoh Tentukan pH larutan dari 3,5 g NH4OH (Mr = 35) yang terlarut dalam 1000 mL larutan (Kb = 1,75 x 105)

    Penyelesaian :. . . . . . . . . . . . .

  • pH HidrolisaGaram dapat terbentuk dari hasil reaksi :Asam Kuat + Basa Kuat Garam 1 + H2OContoh : HCl + Na OH NaCl + H2O

    Asam Kuat + Basa Lemah Garam 2 + H2OContoh : HCl + NH4OH NH4Cl + H2O

    Asam Lemah + Basa Kuat Garam 3 + H2OContoh : CH3COOH + Na OH CH3COONa + H2O

    Asam Lemah + Basa Lemah Garam 4 + H2OContoh : CH3COOH + NH4OH CH3COONH4 + H2O

  • Asam Kuat + Basa Kuat Garam 1 + H2OGaram yang berasal dari asam kuat dan basa kuat, misalnya NaCl, K2SO4, Ba(NO3)2.Baik kation maupun anion yang dilepaskan oleh garam ini tidak mengalami hidrolisis, sehingga tidak mengubah jumlah H+ dan jumlah OH dalam air. Jadi larutan tetap bersifat netral. pH larutan sama seperti pH air murni, yaitu 7.

  • Asam Kuat + Basa Lemah Garam 2 + H2OGaram yang berasal dari asam kuat + basa lemah, misalnya NH4Cl, AgNO3, CuSO4. Di dalam air, garam ini akan terhidrolisis sebagian (kation terhidrolisis, anionnya tidak). NH4Cl NH4+ + ClIon NH4+ akan bereaksi dengan air :NH4+ + H2O NH4OH + H+

  • continued

  • continuedBila [NH4+] = [garam], maka :

    sehingga :pH = pKw + pKa + log [Garam]

  • Garam yang berasal dari asam lemah + basa kuat, misalnya CH3COONa, K2CO3, Na3PO4 Di dalam air, CH3COONa misalnya mengalami ionisasi CH3COONa CH3COO + Na+CH3COO + H2O CH3COOH + OHAsam Lemah + Basa Kuat Garam 3 + H2O

  • continued

  • continuedBila [CH3COO] = [garam], maka :

  • continuedBila : [H+][OH] = Kw

    sehingga :pH = pKw + pKa + log [Garam]

  • Asam Lemah + Basa Lemah Garam 4 + H2OGaram yang berasal dari asam lemah + basa lemah, misalnya NH4OCN, Al2S3, MgCO3.Baik kation maupun anion bereaksi dengan air (terhidrolisis sempurna)pH larutan tergantung pada Ka asam lemah dan Kb basa lemah, tidak bergantung pada konsentrasi garam.Reaksi ionisasi NH4OCN dalam air adalah :NH4OCN NH4+ + OCNBaik ion NH4+ maupun OCN akan bereaksi dengan air dalam hal ini NH4+ dengan OH dan OCN dengan H+NH4+ + OH NH4OHOCN + H+ HOCNReaksi di atas cenderung bergerak ke kanan, dan saling mempengaruhi, reaksi selanjutnya adalah interaksi dengan reaksi ionisasi air.H2O H+ + OHNH4+ + OH NH4OHOCN + H+ HOCN

  • continuedBila ruas kanan persamaan dikalikan dengan [H+][OH]/ [H+][OH] maka akan diperoleh hubungan antara Kh, Kb, Ka, dan Kw.

    Bila reaksi di atas dijumlahkan maka diperoleh :NH4+ + OCN + H2O NH4OH + HOCN

  • continuedJadi :atauJika Ka = Kb, larutan bersifat netral (pH = 7)Jika Ka > Kb, larutan bersifat asam (pH < 7)Jika Ka < Kb, larutan bersifat basa (pH > 7)

  • Larutan Penyangga/BufferLarutan penyangga ada 2 macam :Larutan yang mengandung campuran asam lemah dengan garamnya, contohnya CH3COOH dengan CH3COONa. Larutan yang mengandung campuran basa lemah dengan garamnya, contohnya NH4OH dengan NH4Cl

  • continuedLarutan yang mengandung campuran asam lemah dengan garamnya

  • continuedLarutan yang mengandung campuran basa lemah dengan garamnya

    *