kelompok 11 kelas c

Download Kelompok 11 Kelas c

Post on 21-Jan-2016

91 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan scm

TRANSCRIPT

PRAKTIKUM SUPPLY CHAIN AND LOGISTICManufacturing Supply Chain

Disusun Oleh:Agasi Rizal 11/319697/TK/38815Adhi Rakhmat11/319646/TK/38769Lutfi Ramdani11/319805/TK/38919Novita Nur Syafitri11/319723/TK/38840Tamalia Umaroyani Pratiwi11/313233/TK/37848Yohannes Sihotang 11/3196818/TK/38800PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRIJURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRIUNIVERSITAS GADJAH MADA2013

ii

iii

DAFTAR ISIHALAMAN SAMPULDAFTAR ISI iDAFTAR TABELiiiDAFTAR GAMBARivBAB I PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang21.2 Tujuan Riset21.3 Manfaat 2BAB II LANDASAN TEORI42.1 Strategi Point of Sales42.2 Strategi Electronic Data Interchange62.3 Strategi Vendor Manage Inventoryl8BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN103.1 Konsep Dasar103.2 Kelebihan dan Kekurangan143.3 Requirement173.2 Studi Kasus21BAB IV PENUTUP284.1 Kesimpulan28DAFTAR PUSTAKA30

DAFTAR GAMBARGambar 3.1 Mekanisme penggunaan PoS pada Indomaret.21Gambar 3.2 Mekanisme Penggunaan EDI pada kepabeanan di Tanjung Perak..25Gambar 3.3 Rantai Supply pada PT Sampharindo..26

16

15

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar belakangDalam dunia industri rantai pasok adalah salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan. Rantai pasok terdiri dari beberapa bagian yang umumnya terbagi atas 4 stage. Keempat stage tersebut adalah factory, distributor, wholesaler, dan retailer. Hubungan antara tiap stage dalam rantai pasok memiliki ketergantungan satu sama lainnya. Maka dari itu, jika ada salah satu stage mengalami kendala akan berpengaruh terhadap stage yang lainnya. Salah satu masalah yang biasa ditemui adalah ketidakpastian. Ketidakpastian ini biasanya akan semakin bermasalah ke upstream karena ketidakpastian tersebut akan terakumulasi dari stage yang berada di bawahnya. Jika ketidakpastian ini tetap besar maka akan sangat berpengaruh terhadap performansi dari rantai pasok tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan performa rantai pasok. Pada praktikum kali ini kita akan membahas 3 strategi untuk meningkatkan performansi dari rantai pasok. Ketiga strategi tersebut adalah Point of Sales (POS), Electronic Data Interchange (EDI), dan Vendor-Managed Inventory (VMI).Point of Sales (POS) adalah pembagian informasi menyeluruh antar

stage yang memberikan informasi mengenai actual sales dan actual demand. Dalam strategi ini, data mengenai penjualan yang biasanya hanya dimiliki oleh retailer dibagikan kepada seluruh bagian rantai pasok. Electronic Data Interchange (EDI) adalah strategi pembagian informasi antar stage yang menggunakan teknologi elektronik. Keuntungan menggunakan EDI adalah dapat mengurangi lead time, kesalahan pengiriman informasi dan paperless. Sedangkan Vendor-Managed Inventory (VMI) adalah strategi dimana vendor atau supplier yang mengelola inventori dari produk tersebut sebelum diberikan kepada retailer. Dalam strategi ini memiliki keuntungan yaitu barang yang kurang karena stok telah habis dapat diketahui oleh vendor sehingga dapat mengurangi kesalahan pemesanan yang dapat mengakibatkan pemesanan berlebih.Pada praktikum kali ini dapat dilihat perbedaan ketika perusahaan menggunakan strategi, baik itu POS, EDI dan VMI dan ketika perusahaan menggunakan strategi yang normal digunakan pada perusahaan umumnya.

1.2 Tujuan Riset1. Memberikan pemahaman mengenai operasi supply chain kepada praktikan.2. Memberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi rantai pasok kepada praktikan.3. Menganalisis penggunaan strategi Point of Sales (POS), Electronic Data Interchange (EDI), dan Vendor-Managed Inventory (VMI) terhadap performansi rantai pasok.

1.3 ManfaatManfaat yang bisa didapatkan dari praktikum kali ini adalah1. Mengetahui menggunakan strategi POS, EDI dan VMI2. Memberikan informasi perbedaan ketika menggunakan strategi POS, EDI dan VMI3. Memberikan pemahaman menggunakan software Vensim PLE

BAB IILANDASAN TEORI2.1 Strategi Point of SalesPoint of Sale (POS) adalah tempat di mana transaksi retail selesai. POS merupakan titik di mana pelanggan melakukan pembayaran kepada pedagang dalam bentuk pertukaran untuk barang atau jasa. Pada titik penjualan, retailer akan menghitung jumlah utang oleh pelanggan dan memberikan pilihan bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran. POS akan menjadi sangat penting di dunia bisnis karena berupa tempat menerima pembayaran dari pembeli kepada penjual, dan pembayaran tersebut merupakan indicator bagi pebisnis untuk mengukur tingkat pendapatan. Setiap sistem POS terdiri atas hardware dan software dimana kedua komponen tersebut digunakan untuk setiap proses transaksi serta disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Jaringan pada software dan hardware pada sistem POS bersama-sama akan melacak penjualan dan persediaan yang terjadi.Software POS merupakan komponen utama dari sistem POS yang pada akhirnya menentukan jalannya proses, seperti apa yang harus dilakukan dan bagaimana harus melakukan. Menentukan software yang tepat akan sangat bergantung pada fitur yang dibutuhkan dan jenis lingkungan tempat bekerja. Banyak software POS yang sangat fleksibel untuk mengakomidasi berbagai usaha. Software yang ditawarkan terdiri dari versi dasar serta versi pro dan setiap perusahaan memakai fitur yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengetahui jenis POS seperti apa yang sesuai untuk proses bisnis tertentu, ada baiknya menentukan terlebih dahulu fitur-fitur yang penting dan cara berbisnis seperti apa yang dilakukan. Semua software POS akan menangani transaksi dasar, selain itu masih ada fitur tambahan lainnya yang tersedia, beberapa fitur yang perlu dipertimbangkan adalah (1) Inventory Management, (2) Pelaporan, (3) Purchasing, (4) Customer Management, (5) Standar Keamanan Transaksi dan (6) Return Processing.Penggunaan POS mempunyai keuntungan antara lain, (1) dapat menganalisis data penjualan, mencari tahu seberapa baik semua item pada penjualan, (2) dapat mengetahui hasil analisis penjualan untuk mempermudah perusahaan dalam mengambil keputusan mengenai item apa saja yang sedang menjadi tren, (3) dapat meningkatkan akurasi harga dengan mengintegrasikan bar-code scanner dan kemampuan otorisasi kartu kredit dengan sistem POS, (4) mengurangi kesalahan akibat ketidaktelitian SDM, (5) mengurangi ruang gerak SDM untuk melakukan kecurangan, (6) mempercepat pelayanan ke pelanggan, (7) melakukan analisa untuk keperluan decision maker, (8) dapat mengetahui inventori stok atau persediaan barang. Selain mempunyai kelebihan, sistem Point of Sales juga mempunyai kekurangan antara lain, (1) mudah terkena virus, (2) investasi awal mahal, (3) mengembangkannya dari awal mungkin perlu biaya yang lebih mahal, kecuali program yang sudah jadi, (4) software yang sudah jadi biasanya akan mengalami beberapa kendala karena ketidaksesuaian program dengan strategi perusahaan.

2.2 Strategi Electronic Data InterchangeKondisi lingkungan ekonomi yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut agar selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang canggih, hal ini dilakukan agar perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif atau paling tidak dapat bertahan pada kondisi yang menguntungkan. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan guna memperoleh keunggulan tersebut adalah Electronic Data Interchange (EDI). EDI adalah pertukaran informasi bisnis secara elektronik dari komputer ke komputer, dalam format terstruktur, dan dilakukan diantara partner bisnis (Ferguson et. al 1990). Ada dua tipe aplikasi EDI yaitu tipe simple system dan integrated system, perbedaan kedua tipe tersebut berkaitan dengan integrasi didalam penyusunan programnya. Sedangkan sarana yang diperlukan EDI adalah perangkat keras (hardware), translation software/transaction converter, mail box facilities dan pedoman prosedur untuk implementasi.Untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, suatu perusahaan dituntut untuk senantiasa menciptakan sesuatu yang bisa meningkatkan kemampuan didalam menghadapi persaingan. Salah satu strategi untuk memenangkan persaingan tersebut adalah meningkatkan kemampuan didalam memanfaatkanteknologi informasi diantaranya yaitu EDI. Stern dan Kaufman (1985) dalam Slamet Riyadi (2010) memberikan keyakinan bahwa penggunaan EDI akan memberikan kesempatan pada perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif, hal ini bisa diwujudkan karena : (1) Penurunan order lead time, hal ini akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya persediaan, (2) Mutu pelayanan kepada konsumen semakin tinggi, (3) Penurunan kemungkinan terjadinya out-of-stock, (4) Perbaikan mutu komunikasi untuk menyelenggarakan transaksi/janji, promosi, perubahan harga dan tersedianya informasi produk, (5) Perbaikan ketepatan dalam pemesanan, pengiriman, dan penerimaan barang, dan (6) Pengurangan biaya tenaga kerja (labour cost).

EDI sendiri masih mempunyai beberapa kendala didalam implementasinya yaitu: (1) Tidak adanya standar global, sampai saat ini belum ada standar tunggal yang berlaku secara umum. (2) Mahalnya biaya implementasi EDI, hal ini terjadi karena mahalnya biaya hardware, software, fasilitas telekomunikasi ditambah lagi dengan biaya tenaga yang trampil dari penggunaan EDI ini. (3) Dual system atau implementasi yang setengah-setengah, hal ini terjadi karena faktor sarana network yang relatif mahal dan sedikitnya pemakai EDI. (4) Hambatan budaya, hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan bahasa, nasionalisme dan budaya-budaya lainnya sehingga menghambat pelaksanaan EDI didalam pengiriman data antar negara. Dan (5) Kesulitan mengenai faktor manusia, ada dua kemungkinan sikap manusia didalam mengahadapi adanya perubahan teknologi yaitu akan bersikap positif atau negatif.Berdasarkan uraian diatas mengenai keunggulan-keunggulan maupun kendala-kendala yang dimiliki EDI, alangkah baiknya didalam mempertimbangkan implementasi EDI sebagai strategi guna memperoleh keunggulan kompetitif tidak hanya mempertimbangkan investasi awalnya saja, tetapi perlu juga mempertimbangkan biaya pe