jurnal imun fix

Click here to load reader

Post on 27-Oct-2015

64 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj

TRANSCRIPT

ANALISIS JURNAL

The Need for Nursing Instruction in Patients Receiving Steroid Pulse Therapy for The Treatment of Autoimmune Diseases and The Effect of Instruction on Patient Knowledge.

Disusun Oleh:Kelompok 5a

IK Reguler 2Adelia Rochma115070201111006Ervina Ayu M.115070200111044Merchilliea Eso Navy115070200111046

JURUSAN KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG2012

1. Identifikasi JUDULThe need for nursing instruction in patients receiving steroid pulse therapy for the treatment of autoimmune diseases and the effect of instruction on patient knowledge. TOPIKJurnal ini membahas tentang pentingnya instruksi keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan klien berhubungan dengan penyakit dan perawatan yang harus dilakukan pada klien yang menerima steroid pulse therapy. Hal ini dikarenakan banyaknya klien yang menerima terapi, pulang pada hari yang sama setelah dilakukan terapi sehingga membuat edukasi yang dilakukan pada klien sangat terbatas dan cenderung tidak dapat dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan instruksi keperawatan pada pasien yang menerima steroid pulse therapy (terapi yang dilakukan sebagai upaya pengobatan autoimun) dan efek instruksi pada pengetahuan klien mengenai penyakit mereka dan pengobatannya.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan merekrut sebanyak 70 klien dengan SLE yang menerima steroid pulse therapy dari rumah sakit di Taipei. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah pemberian instruksi kepaeawatan pada dua minggu setelah terapi diberikan.validasi pentingnya kebutuhan instruksi keperawatan menggunakan cronbach alfa test.Hasil penelitian menunjukkan tentang pentingnya instruksi keperawatan. Terbukti adanya korelasi yang positif antara instruksi keperawatan dengan perubahan berat badan, frekuensi perawatan, dan distress, namun masih terdapat korelasi negatif dengan tingkat pengetahuan klien untuk menyadari tanda dan gejala penyakit. Tingkat pengetahuan klien secara umum meningkat secara signifikan setelah adanya instruksi keperawatan. Penelitian ini mengindikasikan perlunya instruksi keperawatan pada klien yang mernerima pulse steroid therapy. Perawat harus menyusun instruksi keperawatan sesuai dengan prioritas yaitu pengetahuan dan kemampuan klien untuk mengenali tanda dan gejala. Instruksi ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik klien.2. Analisis Hasil PenelitianLatar BelakangDalam dunia kedokteran dan keperawatan, tenaga kesehatan harus mampu memahami keadaan klien dan memenuhi kebutuhan fisik serta psikologis klien. Penelitian menunjukkan bahwa dua fokus utama adalah kondisi fisik klien dan perawatan yang efektif. Dengan tujuan mengurangi biaya pengobatan, maka banyak klien yang memutuskan tidak berlama-lama di rumah sakit. Hal ini memang menjadi salah satu solusi untuk mengurangi biaya pengobatan klien, namun di lain sisi hal ini menjadi tantangan bagi perawat untuk tetap memberikan perawatan yang lengkap dan edukasi yang adekuat. Instruksi keperawatan adalah faktor penting yang mempengaruhi persepsi klien. Sebelum menyusun instruksi, perawat harus memahami kebutuhan klien dan faktor yang memengaruh kebutuhan tersebut. Instruksi keperawatan harus berkonsentrasi pada klien yang kemudian diseimbangkan dengan tingkat pengetahuan dan pendidikan klien dengan tujuan untuk memberikan informasi yang tepat untuk mengubah kemampuan perawatan diri sendiri sejalan dengan peningkatan pengetahuan.Terapi telah diimplementasikan pada pasien dengan penyakit autoimun sejak 1970. Dosis immunosupresif yang tinggi dapat menghambat perkembangan penyakit. Efek samping yang meliputi myalgia, athralgia, efek pada gastrointestinal, dan efek neurologis (gangguan pola tidur) pada umumnya menurunkan keinginan klien untuk melakukan terapi. Jika efek samping terapi hilang dalam waktu 3 hari maka klien diperbolehkan pulang. Jika efek samping tidak hilang, maka klien akan dirawat di rumah sakit dengan perawatan steroid oral hingga kondisi stabil. Kesulitan muncul pada perawatan pasien yang dilakukan dirumah dengan kurangnya instruksi dan panduan dari klinisi. Pengetahuan dan pemahaman klien tentang efek samping yang umum dan gejala yang berhubungan dengan terapi steroid pulsa sangatlah penting. Prosedur keperawatan secara sistematis dan instruksi menyediakan informasi yang relevan untuk mengurangi kecemasan yang berhubungan dengan penyakit dan pengobatan, meningkatkan kepatuhan terhadap manajemen, dan meningkatkan pasien perawatan diri kemampuan, sehingga mengurangi terjadinya masalah perawatan di rumah. Pendidikan pasien berpotensi mengurangi gejala yang berhubungan dengan terapi dan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien.Tujuan dari penelitian ini adalah menyelidiki pentingnya instruksi keperawatan pada klien yang menerima steroid pulse therapy untuk perawatan penyakit autoimun dan efek instruksi keperawatan terhadap pengetahuan klien mengenai penyakit mereka dan perawatannya.Metode PenelitianMetode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini ditunjukkan pada skema berikut :

Sebanyak 70 klien dianggap sebagai partisipan yang memenuhi syarat, namun 7 orang klien menolak untuk menjadi partisipan sehingga total pastisipan sebanyak 63 orang. Kemudian dilakukan pengumpulan data-data partisipan. Data yang diperlukan meliputi usia, jenis kelamin, berat badan, tingkat pendidikan, dosis terapi, jumlah terapi yang diterima, diagnosis, dan lama masuk rumah sakit .Sebelum dilakukan pengumpulan data, partisipan dijelaskan mengenai tujuan penelitian dan masing-masing partisipan mengisi inform consent. Kebutuhan instruksi keperawatan dijelaskan sebagai kebutuhan klien agar mereka dapat memahami penyakit dan prosedur terapi, efek dan efek samping obat,pengelolaan efek samping, pembatasan diet, signifikansi masing-masing perawatan. Kebutuhan instruksi keperawatan diukur sebanyak satu kali sebelum terapi diberikan.Setelah itu perawat profesional memberikan instruksi keperawatan selama dua hari. Instruksi keperawatan diberikan baik lisan dan tertulis, individual kepada pasien, dan diberikan selama minimal 10 menit setiap hari. Kebutuhan instruksi keperawatan dievaluasi segera setelah instruksi, dan pada 1 minggu dan 2 minggu setelah terapi. Lembar Evaluasi untuk kebutuhan instruksi keperawatan mencakup 45 pertanyaan dibagi menjadi 9 kategori, 5 pertanyaan dalam setiap kategori terdiri dari pertanyaan yang berkaitan dengan cardio-paru, endokrin, muskuloskeletal, pencernaan, gugup, optik, integumen, kekebalan, dan reproduksi sistem. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan 5 - point skala Likert, subjek menjawab setiap pertanyaan di survei sesuai dengan tingkat kebutuhan instruksi keperawatan, yaitu, apakah pasien memerlukan instruksi sehubungan dengan sistem tertentu. Skor mencerminkan kebutuhan yang lebih besar, yaitu, 5 = kebutuhan yang besar, 1 = sedikit atau tidak perlu.

HasilSebanyak 63 subyek yang menerima terapi steroid pulse dengan metilprednisolon (Pfizer, NY, USA) telah terdaftar dan menyelesaikan survei. Data menurut tabel 1 yaitu, mayoritas subyek adalah perempuan (49, 77,8%).Terdapat 26 subyek (41,2%) 30 tahun,20 subyek (31,8%) >40 tahun, dan 17 subyek(27,0%) antara 31 - 40 tahun. Terdapat 37 subyek (58,7%) yang menerima dosis metilprednisolon> 500 mg, dan 26 subyek (41,3%) yang menerima 500 mg. Terdapat 34 subyek (54%) yang telah menerima pengobatan dua kali atau lebih, dan 29 subyek yang telah menerima pengobatan satu kali. Diantara 63 subjek, terdapat 43 subjek (68,2%) didiagnosis dengan sistemik lupus erythematosus (SLE). Oleh karena itu, kami kategorikan 43 pasien tersebut ke dalam "kelompok SLE". Sedangkan 20 pasien lainnya memiliki sclerosis sistemik.

Hubungan antara karakteristik pasien dan tingkat gangguan gejala yaitu, keprihatinan atas gejala terkait dengan kategori tertentu, terkait dengan pulse terapi dalam 9 kategori disajikan dalam tabel2. Secara umum, tingkat gangguan gejala bervariasi secara signifikan dengan tingkat kenaikan BB danlama tinggal di rumah sakit. Pada laki-laki, tingkat gejala tekanan lebih tinggi dibandingkan perempuan terkaitdengan muskuloskeletal saraf, dan optiksistem, tetapi lebih rendah daripada perempuan untuk gejala terkait dengan sistem reproduksi. Pasien dengan perubahan BB> 2 kg memiliki tingkat gejala lebih tinggi berhubungan dengan kardio-paru,endokrin, muskuloskeletal, gastrointestinal, dan optiksistem dibandingkan pasien dengan perubahan BB 2 kg.Pasien dengan SLE memiliki tingkat gejala yang lebih tinggi, yang terkait dengan sistem muskuloskeletaldibandingkan pasien tanpa SLE. Pasien yang tinggal di rumah sakit> 5 hari memiliki tingkat gejala yang lebih tinggi, yang terkait dengan sistem saraf dibandingkan pasien yang dirawat di rumah sakit dalam kurun waktu yang pendek.

Hubungan antara karakteristik pasien dan kebutuhan dari instruksi perawat di 4 titik waktu terkait dengan pulse terapi ditunjukkan pada tabel 3. Kebutuhan dari instruksi perawat secara keseluruhan adalah rata-rata 1,95 0,99sebelum terapi pulse, dan kemudian menurun menjadi 1,82 0,93 (P = 0,03) segera setelah pulse terapi, 0,40 0,16 (P 5 hari memiliki tingkat yang lebih tinggi membutuhkan instruksi keperawatan dibandingkan pasien yang lebih sebentar menetap di RS 1 minggu setelah terapi pulsa. Pasien yang tinggal di RS > 10 hari memiliki tingkat yang lebih tinggi membutuhkan instruksi keperawatan dibandingkan pasien yang lebih sebentar menetap di RS