jabatan fungsional peneliti - psdg.bgl.esdm.go. ?· jenjang utama peneliti utama, apu, peneliti...

Download JABATAN FUNGSIONAL PENELITI - psdg.bgl.esdm.go. ?· Jenjang utama Peneliti Utama, APU, Peneliti Utama…

Post on 05-Mar-2019

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP)

72

JABATAN FUNGSIONAL PENELITI

Jumlah Angka Kredit Jumlah Angka Kredit Kumulatif yang harus dipenuhi untuk Pengangkatan dan Kenaikan Jabatan Fungsional Peneliti

Nama Jabatan, Golongan, dan Jumlah Minimal Angka Kredit

Peneliti Pertama

Peneliti Muda

Peneliti Madya

Peneliti Utama

Unsur Kegiatan

III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e

Keterangan

Unsur Utama a.memperoleh

pendidikan b.melaksanakan

penelitian dan/atau pengembangan

80 120 160 240 320 440 560 680 840 Sekurang-kurangnya 80%

Unsur Penunjang Penelitian dan/atau pengembangan

20 30 40 60 80 110 140 170 210

Jumlah 100 150 200 300 400 550 700 850 1050 100% Unsur Utama

1. Pendidikan (formal, diklat, jabatan fungsional peneliti, peneliti)

2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian atau hasil pemikiran ilmiah yang diterbitkan (buku, bagian buku, jurnal ilmiah nasional terakreditasi/internasional, prosiding nasional/internasional), dan yang belum diterbitkan (tetapi sudah disajikan dalam pertemuan ilmiah)

3. Pengembangan dan pemanfaatan Iptek (usulan disetujui dan sudah masuk dalam daftar paten. Pengembangan Iptek baru yang sudah terbukti dan/atau dimanfaatkan masyarakat)

4. Diseminasi pemanfaatan ilmu dan teknologi (Buku pelajaran perguruan tinggi, makalah teknis ilmiah dalam majalah tak terakreditasi)

5. Pembinaan dan pembimbingan kader fungsional peneliti (Pembinaan pejabat fungsional peneliti, Pembinaan di lembaga litbang/diklat jabatan fungsional peneliti, memimpin kelompok peneliti)

6. Penghargaan ilmiah (Tanda jasa atas prestasi ilmiah nasional/ internasional)

Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP)

73

Unsur Penunjang

1. Pemasyarakatan ilmu dan teknologi (terjemahan/saduran ilmiah/semi-populer)

2. Keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah (penyunting buku ilmiah/prosiding, penyunting berkala ilmiah/semi-populer, turut serta dalam pertemuan ilmiah)

3. Pembinaan kader ilmiah (pembinaan diperguruan tinggi: membimbing mahasiswa, mengajar diperguruan tinggi, mengajar di kursus/ penataran ilmiah)

4. Tanda jasa/penghargaan (tanda jasa nasional/internasional, keanggotaan kehormatan organisasi profesi ilmiah).

Jenjang Jabatan Peneliti

Nama Jenjang (berdasarkan

Keppres 87/1999)

Rincian nama jenjang

Ekivalensi dengan pangkat

Ekivalensi dengan jabatan

sebelumnya

Angka kredit yang dipersyaratkan

Jenjang utama Peneliti Utama, APU, Peneliti Utama

Pembina Utama/IV-e Pembina Utama Madya/IV-d

APU Ahpendya

1050

850

Jenjang madya Peneliti Madya Pembina Utama Muda/IV-c Pembina TK.I/IV-b Pembina/IV-a

Ahpendya Pendya Penda

700

550 400

Jenjang muda Peneliti muda Penata TK.I/III-d Penata/III-c

Ajpendya Ajpenda

300 200

Jenjang pertama Peneliti pertama Penata Muda TK.I/III-b Penata Muda/III-a

Aspendya Aspenda

150

100

Batasan Waktu-Jenjang Peneliti : 4 Tahun tiap jenjang Peneliti Pertama-Peneliti Utama AK: 80% Unsur Utama Peneliti Madya-Peneliti Utama Maintenance: 30 AK/ 2 tahun 80% Unsur utama APU (maintenance) 20 AK/ 2 tahun Karya tulis ilmiah terbit

Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP)

74

Tugas dan Tanggung Jawab Jabatan Fungsional Peneliti

Kegiatan

Jabatan Men

yusu

n pr

ogra

m li

tban

g

Men

gara

hkan

, m

embi

mbi

ng &

m

embi

na p

enel

iti

diba

wahn

ya

Mel

aksa

naka

n ke

giat

an

litba

ng

Men

geva

luas

i has

il lit

bang

& m

engu

sulka

n ke

bija

ksan

aan

nasio

nal

Mem

upuk

per

kem

ba-

ngan

keh

idup

an il

mia

h na

siona

l/int

erna

siona

l &

mem

anta

u pe

rkem

bang

an Ip

tek

Men

yusu

n ka

rya

tulis

ilm

iah

& m

enyu

sun

lapo

ran

kegi

atan

m

ener

bitk

an h

asil

Litb

ang

Men

erbi

tkan

&

men

yeba

rluas

kan

hasil

lit

bang

dgn

sas

aran

m

engh

asilk

an m

anfa

at

Men

ingk

atka

n pe

nget

ahua

n,

kete

ram

pila

n &

keah

lian

Peneliti Utama V V V V V V V V

Peneliti Madya V V V V V V V

Peneliti Muda V V V V V V

Peneliti Pratama

Dibawah bimbingan & pembinaan

V Dibawah

bimbingan & pembinaan

V

Kode Etik Etika Profesi Peneliti (keppres 87/1999)

1. Menjunjung tinggi kebenaran dan kejururan, termasuk kebenaran dan kejujuran ilmiah

2. Bersedia menerima dan memberi kritik ilmiah yang konstruktif 3. Menunjukkan peningkatan bobot dan kualitas ilmiah seiring dengan kenaikan

karir jabatan penelitinya. Kode Etik Peneliti

1. Bekerja secara terencana dan sistematis mengikuti prosedur yang telah dilakukan untuk mencapai hasil penelitian dengan standar ilmiah yang tinggi.

2. Bekerja secara tekun, teliti, dan tertib untuk memperoleh hasil penelitian yang berkualitas tinggi.

3. Menjunjung tinggi kejujuran, ketelitian dan ketepatan dalam memperoleh data dan dalam penulisan laporan hasil penelitian maupun penulisan makalah.

4. Memupuk budaya saling membantu dan saling bekerjasama dalam tim setiap saat diperlukan.

5. Memelihara dan menjaga peralatan, sarana dan prasarana penelitian sebaik-baiknya.

6. Menghindari pemborosan sumber daya dan dana untuk mencapai efisiensi kerja yang tinggi.

7. Menghindari pemborosan waktu dari kegiatan mengobrol berkepanjangan tentang hal-hal yang bukan urusan dinas.

Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP)

75

8. Menjaga nama baik profesi keahlian dan institusi tempat bekerja. 9. Menghindari sikap arogansi intelektual, dan menghargai pendapat orang

lain, serta bersedia membagi informasi dan pengetahuan. 10. Menjalin hubungan kerja sama yang erat dan harmonis antar-ilmuwan dan

Pejabat di instansi lain.

Akreditasi Publikasi

Sehubungan dengan masih banyaknya karya tulis ilmiah yang diajukan kurang memenuhi syarat mutu dan diterbitkan pada publikasi ilmiah di luar Badan Litbang Pertanian yang memiliki tingkat kualitas yang rendah, serta jumlah publikasi yang diajukan belum sebanding dengan jumlah judul penelitian RPTP pada masing-masing Unit Kerja, maka Badan Litbang Pertanian dalam upaya membenahi Penilaian Karya Tulis Ilmiah telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Penilian Karya Tulis Ilmiah. Surat Edaran tersebut menyatrakan bahwa mulai tahun 2004 P2JP DEPTAN dalam menilai karya ilmiah peneliti akan memprioritaskan karya tulis yang diterbitkan pada publikasi Badan Litbang Pertanian, yang tata cara pelaksanaan ketentuan tersebut akan disampaikan kemudian. Disamping itu dalam mengantisipasi Penilaian Karya Ilmiah Peneliti berdasarkan Kepres 87/1999, maka dalam rangka persiapan akreditasi majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian, telah dilakukan penilaian terhadap setiap majalah ilmiah yang diterbitkan 3 tahun terakhir. Majalah ilmiah tersebut dalam persiapan ini dinilai sendiri oleh unit kerja masing-masing sebelum dinilai oleh tim yang terdiri dari anggota P2JP DEPTAN dan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Pedoman penilian yang digunakan adalah Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Ditjen Dikti yang bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikatan Penyunting Indonesia, dan Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Desember 2001. Ketentuan Penyunting, yang harus dipenuhi :

1. Penyuntingan dituntut melibatkan mitra bestari (peer group) dari lingkungan luas sebagai penelaah ahli.

2. Para penyunting hendaklah terdiri atas perorangan berkualifikasi dan berpengalaman yang mempunyai waktu, kemauan, kemampuan, dan commitment

4. Pengangkatan resmi sebagai anggota sidang penyunting dilakukan bukan karena jabatan struktural ex officio tetapi karena kualifikasi kepakaran seseorang

5. Penggarisan tugas (misalnya penyunting penyelia, penyunting pelaksana, penyunting tamu) seyogyanya dinyatakan secara tegas dan gamblang

6. Cakupan mandat bidang keilmuan diupayakan agar lengkap terwakili oleh anggota sidang penyunting.

Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP)

76

Substansi, haruslah berisi : 1. Cakupan bidang keilmuan keseluruhan majalah merupakan indicator mutu

yang penting, dengan catatan bahwa makin berspesialisasi makin tinggi nilainya.

2. Sumbangan majalah pada kemajuan ilmu dan teknologi, yang diukur dari derajat keorisinalan tulisan yang dimuat, menentukan p

Recommended

View more >