it 24 - helminthologi trematoda usus dan paru - mzh

Download IT 24 - Helminthologi Trematoda Usus Dan Paru - MZH

Post on 11-Dec-2015

262 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

IT Cacing

TRANSCRIPT

  • BLOK 10 TREMATODA USUS DANTREMATODA PARU

    Dr. Maznah Hamzah, DAPK, M.Kes, SpParK

  • A. Klasifikasi TrematodaPhylum PlatyhelminthesClass TrematodaSubclass DigeneaOrder Prosostomata

    Suborder suborder suborder Strigeata Amphistomata Distomata

    Superfamily Superfamily Superfam. I FascioloideaSchistosomatoidea Paramphistomatoidea Superfam. II Ophisthorchioidea Superfam. III Troglotrematoidea Superfam. IV Plagioorchioidea Superfam. V Echinostomatoidea

  • B. Pembagian Trematoda Berdasarkan Habitat 1. Trematoda usus:2. Trematoda hati :Fasciolapsis buski - Fasciola hepaticaHeterophyes heterophyes- Fasciola giganticaMetagonimus yokogawai - Clonorchis sinensisEchinostoma- Opisthorchis felineusTroglotrema salmincola- Opisthorchis viverriniG. hominisD.dendriticum

  • 3. Trematoda paru-paru - Paragonimus westermani4. Trematoda darah - S.haematobium - S.mansoni - S.japonicum

  • - Trematoda dari subkelas Monogenea trematoda monogenetik.- Hidup sebagai ektoparasit pada hewan-hewan yang hidup di dalam air.- Sebagai endoparasit pada manusia dan hewan domestik (kelas Digenea atau digenetik yang memerlukan satu atau lebih HP). - Masa dewasa Reproduksi seksual Stadium larva (di dalam keong) Aseksual.

  • Morfologi Cacing dewasa a. Bentuk: Pipih seperti daun, atau telur, kerucut, silindris, tergantung keadaan kontraksinya. b. Ukuran: kurang dari 1 mm s/d beberapa cm. c. Tidak punya rongga badan, Badan tdd : - lapisan cuticula homogen &non-cellular, - duri, tuberkel atau ridges (geligi), - lapisan otot-otot melingkar, otot-otot miring, - otot-otot longitudinal dan serabut-serabut transversal dengan arah dorsoventral.

  • - Dua batil isap berotot seperti cangkir. Genus Heterophyes terdapat tiga batil isap, ketiganya batil isap genital.- Batil isap kepala (oral sucker) di anterior.- Batil isap perut = acetabulum (ventral sucker)- Karena struktur luar yang khas yaitu acetabula (suckers), Dinamakan Trematoda (badan yang berlubang-lubang).

  • (o.s) : oral sucker(v.n) : ventral sucker(s.) : spinesIntegument & Suckers

  • SISTEM EKSRESI(e.c) : Excretory capillary(f.c) : Flame cell (sel-sel api)(c.t) : Collecting tube (saluran pengumpul) : Bladder (e.p) : Excretory pore (lubang ekskresi)Flame cell(n): Nucleus(c.l) : Cilia(e.c) : Excretory capillary

  • SISTEM SARAFSistem sarafnya primitif tdd: (c.g) : cephalic ganglia Dua ganglion lateralis di daerah pharynx & dihubungkan oleh komissura dorsal. (v.n) : ventral nerve trunk (l.n) : lateral nerve trunk (d.n) : dorsal nerve trunk.

  • SISTEM PENCERNAAN- (p) Pharynx berotot dan berbentuk globular, - (e) Esophagus sempit dan pendek- (c) Usus bercabang dua sebagai caeca yang berbentuk lurus atau bercabang-cabang dengan berbagai ukuran dan biasanya berakhir buntu. - Kelenjar liur

  • SISTEM REPRODUKSISemua spesies dari kelas Trematoda hermaphrodit, kecuali genus Schistosoma yang mempunyai kelamin terpisah.

    Organ ini terletak diantara dua percabangan caecum.

  • Sistem Reproduksi Jantan(g.o) : genital opening (s.v) : Seminal vesicle(v.d) : Vas defferent(v.e) : Vas efferent (t): Testis, biasanya dua (Schistosoma 4-9) Bentuk : bisa globular, lobus, tubular, dendritik

  • Sistem Reproduksi Betina

    (vt) : Vitellaria(oot) : Ootype(vt.d) : Vitelline duck(ov) : Ovary(g.a) : Genital opening(u) : Uterus(m.g) : Mehlis gland(l.c) : Laurers canal(s.r) : Seminal receptacle

  • Cirral Sac And Genital Atrium

    (g.o): genital opening(g.a): genital atrium(u): uterus (cr): cirrus(cr.s): cirral sac(p.g) : prostate gland(s.v): seminal vesicle(v.d) : vas deferens(v.e): vas efferens(t): testis

  • *Organ Reproduksi Betina(ov) Ovarium(m.g) Mehlis gland(l.c) Laurers canal(s.r) Seminal reptacle berbentuk kantung &tipis (vt.d) Vitellin duck(oot) Ootype (dikelilingi kelenjar Mehlis)(u)Uterus, berkelok-kelok (sering dipenuhi telur).

  • TELURTelur yang belum matang tdd: - ovum yang telah dibuahi, - sel vitellin, - membran vitellin - kulit telur. - Sebagian telur Trematoda mempunyai operculum, kecuali telur Schistosoma.

  • FISIOLOGI Bergerak dengan kontraksi, memanjangkandiri, dan fleksi dibantu struktur cuticulanya. Mempertahankan posisi pada hospes dengan batil isap. Umur tergantung spesies (Schistosoma sampai 30 tahun). Makanan diperoleh dari jaringan, sekresi atau isi usus hospes, tergantung habitat dan spesies. Pernapasan anaerob, tapi larva membutuhkan O2.

  • (Fisiologi) Hermaphrodit, fertilisasi terjadi dengan sendirinya. Cirrus sebagai alat kopulasi dan spermatozoa disimpan dalam receptaculum seminalis. Ovum dibuahi bila sperma turun melalui oviduct (terjadi di ootype).

  • Perkembangan larva berlangsung 4 stadium (Schistosoma 3 stadium). Miracidium ditemukan dalam telur matang atau dalam air. Sporokista, redia dan cercaria terbentuk dalam keong air tawar. Miracidium berbentuk seperti jambu dan diliputi cilia, berenang aktif dalam air. Miracidium mengandung banyak kelenjar sekresi di anteriornya yang menghasilkan enzim untuk menembus jaringan keong.

  • DAUR HIDUP Telur hanya berkembang di dalam air. Dalam hospes definitif (vertebrata)pembentukan telur secara seksual. Di dalam keong (HP) secara aseksual. Telur keluar dari hospes definitif melalui usus, saluran urogenital, dan saluran pernapasan. Telur menetas keluar miracidium melalui operculum yang terbuka dan pada telur yang tidak mempunyai operculum telur akan membelah secara longitudinal.

  • Miracidium masuk pada spesies keong yang sesuai karena stimulus chemotaxis (lendir dan cairan tubuh keong) melalui bagian tak tertutup (insang, kepala, sungut atau kaki) cilia dilepas. Bila miracidium tidak bertemu keong yang sesuai mati dalam beberapa jam. Di dalam jaringan keong; M S S II (pada genus Schistosoma) atau R (Trematoda hermaphrodit) keluar melalui dinding sporokista yang robek.

  • (Daur Hidup)Di dalam Redia dan Sporokista II terbentuk Cercaria melewati jaringan tubuh keong integumen keong air. Pada beberapa spesies tertentu Redia dapat menghasilkan Redia tingkat II.Cercaria :berbentuk ellips, satu ekor panjang untuk berenang, batil isap kepala dan batil isap perut, bermacam-macam duri atau jarum, alat pencernaan, sistem reproduksi sederhana, sistem ekskresi dan kelenjar-kelenjar cephalic yang unicellular dengan satu saluran terbuka di sekitar mulut.

  • (Daur Hidup)Cercaria menembus kulit hospes definitif (Schistosoma) atau masuk ke jaringan HPII dengan adanya sekresi litik dari kelenjar cephalic.Tempat hidup Cercaria di dalam air berubah-ubah, tergantung spesies. Ada yang di permukaan, atau di bagian air yang lebih dalam.Cercaria mati jika tidak bertemu tumbuh-tumbuhan atau hospes yang sesuai.Cercaria yang telah jadi kista disebut Metacercaria, (tidak punya ekor, kelenjar cystogenous dan litik).Metacercaria di dalam HP II (ikan, crustacea, keong) atau tumbuh-tumbuhan air, masuk dengan ditelan hospes definitif atau Cercaria menembus kulit hospes definitif.

  • PATOGENITAS Lesi yang timbul tergantung lokalisasi di dalam tubuh hospes dan pengaruh rangsangan toxinnya.Efek sistemik karena absorbsi toksin, terjadi reaksi alergi dan kerusakan-kerusakan pada alat-alat vital.Hebat tidaknya infeksi tergantung jumlah cacing, invasi telur, larva dan cacing dewasanya.Cacing daun yang di dalam usus kurang merugikan dibanding cacing daun yang menyerang jaringan, kecuali pada infeksi hebat.

  • KEKEBALAN Penyelidikan immunitas terbatas pada cacing daun yang mempunyai larva atau cacing dewasa yang ada di jaringan. Pada manusia, resistensi ini tidak dapat dibedakan dengan kekebalan yang didapat.Infeksi yang telah lalu sering memberi derajat immunitas tertentu tapi jarang absolut.Pembentukan zat anti ikat komplemen, presipitin dan sensitizing antibodies telah dilaporkan pada manusia dan hewan.Serum normal dari vertebrata tertentu mengandung zat antagonis yang labil terhadap Cercaria berbagai trematoda.

  • A. TREMATODA USUSFasciolopsis buski Penyakit : Fasciolopsiasis

  • Morfologi Cacing dewasa- F.buski adalah Trematoda terbesar yang parasit pada manusia.- Bentuk : bujur telur, warna seperti daging.- Ukuran: panjang 2 7,5cm, lebar 2 20mm, tebal 0,5 3mm Kutikulum : diliputi baris-baris duri kecil melintang. Batil isap kepala besarnya batil isap perut & berdekatan. Testis : bercabang banyak, formasi cranio caudal. Ovarium : di pertengahan badan sebelah kanan garis tengah. Kelenjar vitellaria di sisi lateral mulai dari batil isap perut sampai ujung posterior badan.

  • Gbr. F.buski

  • TELURBentuk: Ellips Warna: Kekuning-kuningan Kulit : tipis, jernih, operculum kecil. Ukuran : 130 140 u x 80 85 u. Belum berkembang bila ditemukan di feses.Gbr. Telur F.buski

  • DAUR HIDUPHospes definitive: Manusia, babi & kadang - kadang anjing.Habitat : Usus halus (duodenum dan jejunum), kadang ditemukan di lambung& colon. Umurnya singkat (kurang dari 6 bulan).HP I : Keong air dari genus Segmentina, Hippeutis, dan Gyraulus. Perkembangan dalam keong : S-R1-R2-C.

  • HP II : Tumbuh-tumbuhan air seperti - Trapa (lengkak air), Eichornia (eceng gondok) - Eliocharis (water chestnut) danZizaniz (bambu air). Cercaria setelah berenang dalam air dalam13 minggu melekat dan menjadi Metacercaria pada tumbuhan air.

  • Lengkak Air, Trapa natans(HP II F.buski)Segmentina hemisphaerula(HPI F.buski)

  • CARA INFEKSI - Makan tumbuh-tumbuhan air mentah yang mengandung Metacercaria.P