instalasi archlinux dengan beberapa masalah + solusi

Download Instalasi Archlinux Dengan Beberapa Masalah + Solusi

If you can't read please download the document

Post on 26-Jul-2015

299 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Instalasi Archlinux Dengan Chroot Dilengkapi Beberapa Problem + SolusiBismillahirrahmanirrahim. Pada kesempatan kali ini saya akan coba memaparkan cara instalasi Arch Linux beserta desktop KDE 4.8 dan tidak lupa problem yg sering di temui + cara troubleshootingnya. Siapkan dulu alat perangnya : 1. Iso Arch Linux, disini saya pakai iso archlinux 2011.08.19 core 1686

2. Buat iso tersebut jadi live-usb dengan aplikasi imagewriter (tersedia di distro linux seperti Ubuntu atau Opensuse. File iso tersebut terlebih dahulu di rename menjadi img atau burning ke CD. (yg penting installer.a jadi dah .. :D) 3. Di komputer sudah terinstall distro BlankOn turunan Ubuntu karena disini kita akan mencoba mengintall arch lewat distro tersebut dengan chroot. 4. Siapkan partisi buat arch linux. Saya membuat partisi sda9 (swap), sda10 (ext4), sda11 (ext4). Dimana saya akan menjadikan sda10 sebagai / dan sda11 sebagai /home. Installasi Paket Core

Pilih "Boot Arch Linux" dan menu utama kemudian tekan Enter untuk memulai instalasi, sistem akan loading dan menampilalkan prompt shell, secara otomatis kita login sebagai root.

ketik: /arch/setup

OK

Sekarang kita masuk ke main menu, pilih Select Source

Pilih Core-local karena kita hanya menginstall dari CD/ Live USB. > OK

Set editor > OK

Saya memilih nano sebagai editor teksnya karena mudah > OK

Set clock > OK

Silahkan di set menurut timezone anda, untuk Indonesia, pilih Asia > Jakarta, set juga time and date, kalo sudah selesai pilih Return to Main Menu > OK

Prepare hard drive(s). Nah pada langkah ini harus hati-hati, untuk amannya sebelum nginstall arch linux kita sudah menyiapkan partisi untuk swap, / & /home. Bisa juga tidak disiapkan partisi khusus untuk /home. Tapi disini saya membuat partisi untuk /home.

Kita pilih no.3 karena kita sudah menyiapkan partisi sebelumnya.

Pilih dev

Lho, koq jadi sda1 ?? tenang .. SS yg ini saya ambil dari Vbox, jadi bukan yg real .. Untuk mudahnya mari kita bayangkan sda1 = sda9 (swap) saya, sda2 = sda10 (ext4) saya, sda3 = sda11 (ext4) saya. Pilih sda1.

Pilih yes saja.

Pilih swap

Biarkan saja kosong > OK

Biarkan kosong lagi > OK

Pilih sda2.

Pilih yes lagi. Kalo kita pilih no. Maka ini yg akan terjadi ketika selesai :

Pilih ext4.

Pilih /.

Kosongkan lagi > OK

Yak anda betul, dikosongkan lagi > OK #Untuk sda3 lakukan hal yang sama seperti sda2 tadi. Namun, ketika di menu ini :

Pilih /home.

#Saya anggap anda telah berhasil, maka akan terlihat seperti ini :

Pilih Done > OK

Kalau ada peringatan seperti ini kita jawab ignore saja, karena memang kita tidak membuat partisi /boot > OK

Select packages > OK

Pilih grub > OK

Pilih base > OK

Biarkan default > OK

Install packages > OK, dan tunggu prosesnya sampai selesai

Pilih Configure system > OK

Pada pilihan ini kita pilih Root-password untuk mengganti password root, yang lain di cuekin aja dulu karena nanti juga kita set 1 per 1 kok. Klo udah set password, Done > OK

Langkah 8 (Install bootloader) kita lewati, karena kalau kita install nanti akan menimpa grubnya BlankOn sehingga BlankOn tidak bisa dibooting, pilih aja 9 (Exit install) biar nanti Grub BlankOn saja yang mendeteksi Archlinux Jangan lupa setelah keluar ketik reboot dan booting ke BlankOn. Instalasi Lanjutan Akhirnya sampai juga ke tahap ini. Ya, pada tahap ini kita akan menemukan beberapa problem, tapi tenang karena kita juga akan menemukan troubleshootingnya, dan tentu saja berdasarkan problem yang saya temui. Hihihi Saat ini kita sedang berada di BlankOn dan jangan lupa untuk mengkoneksikan internet. Buka Terminal. 1. Update grub BlankOn agar Arch terdeteksi. sudo update-grub 2. Mount partisi archlinux ke /media, partisi arch saya terletak di sda10 (root) sudo mount /dev/sda10 /media 3. Chroot sudo mount --bind /proc /media/proc sudo mount --bind /dev /media/dev sudo chroot /media 4. Edit DNS nano /etc/resolv.conf ketik ini nameserver 8.8.8.8 nameserver 8.8.4.4

Lalu simpan dengan mengetik ctrl + o jika tampilan seperti di atas muncul tekan Enter lalu keluar dengan menekan ctrl + x 5. Edit repositori nano /etc/pacman.d/mirrorlist Pilih salah satu repositori dengan menghapus tanda #, simpan lalu keluar 6. Lakukan Update Paket eitss, jgn buru-buru .. pada update paket yg pertama ini jika kita mengetikkan pacman -Syu, maka akan tampil tulisan di akhir seperti ini. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------error : failed to commit transaction (invalid or corrupted package) glibc : blablabla exist in filesystem glibc : blablabla exist in filesystem glibc : blablabla exist in filesystem Errors occured, no packages were upgraded ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Solusi pacman -Sy rm -rf /var/run /var/lock && pacman -Sf filesystem pacman -S tzdata pacman -U http://pkgbuild.com/~allan/glibc-2.16.0-1-i686.pkg.tar.xz rm /etc/profile.d/locale.sh pacman -Su --ignore glibc pacman -Su

You might need to reboot after filesystem install. Also, change i686 to x86_64 in the pacman -U line if needed Always say N to updating pacman first, and say Y to all the replacements. 7. Tambahkan user baru adduser Misal nama usernya adalah archangel ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Login name for new user []: archangel User ID ('UID') [ defaults to next available ]: Initial group [ users ]:Additional groups (comma separated) []: audio,lp,optical,storage,video,wheel,games,power,scanner

Home directory [ /home/archie ]: Shell [ /bin/bash ]: Expiry date (YYYY-MM-DD) []: -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

8. Install sudo, wvdial, dan usb_modeswitch pacman -S sudo wvdial usb_modeswitch eh, koq muncul kayak gini :

ini gambar ketika menginstall alsa utils, jadi ngga jauh beda kan yg muncul ketika menginstall sudo, wvdial, dan usb_modeswitch. Solusi ketikkan nano /etc/pacman.conf

Maka akan tampil seperti gambar di atas lalu rubah #SigLevel = PackageRequired menjadi #SigLevel = Never tepat seperti gambar di atas. Ingat, yang di rubah yang di bawah [core], [extra], dan [community]. Simpan & keluar. lalu install kembali sudo, wvdial, dan usb_modeswitch. pacman -S sudo wvdial usb_modeswitch 9. Masukkan user yang kita buat tadi ke sudo ketik EDITOR=nano visudo maka akan terbuka file /etc/sudoers perhatikan pada baris ini #%wheel ALL=(ALL) ALL Rubah menjadi %wheel ALL=(ALL) ALL simpan menjadi /etc/sudoers 10. Install paket alsa pacman -S alsa-utils 11. Install paket X pacman -S xorg-server xorg-xinit xorg-utils xorg-server-utils

pacman -S mesa pacman -S mesa-demos 12. Install driver VGA, karena VGA saya intel maka saya menginstall driver untuk intel pacman -S xf86-video-intel Untuk VGA lainnya silahkan baca manualnya di : https://wiki.archlinux.org/index.php/Beginners%27_Guide 13. Install paket buat touchpad (jika anda pakai laptop) pacman -S xf86-input-synaptics 14. Install dbus pacman -S dbus 15. Install font pacman -S ttf-dejavu 16. Install desktop KDE dasar pacman -S kdebase tunggu prosesnya sampai selesai, saya memilih paket dasar karena paketnya lebih sedikit, jika anda ingin lengkap bisa melakukannya dengan pacman -S kde atau setelah kita masuk sistem Arch linuxnya biar prosesnya tidak terlalu lama. 17. Edit File rc.conf dan cari pada DAEMONS nano /etc/rc.conf sehingga menjadi seperti ini: DAEMONS=(syslog-ng network dbus alsa kdm crond)

Simpan dan keluar.

18. Exit, tutup terminal, restart komputer 19. Pas tampil grub, pilih Arch linux Sekarang anda berada pada tampilan KDM dan mencoba login dengan user yg anda buat tadi, namun apa yang anda temukan ?? Anda baru saja menemukan pesan Cannot enter home directory using / dengan gambar segitiga kuning lengkap dengan tanda ! (seru). Dan diikuti pula dengan tulisan call to lnusertemp failed (temporary directories full?) check your installation. Solusi Masuk ke console mode dengan menekan alt + N klik OK dan login sebagai root. Saya anggap anda telah login sebagai root. Ketikkan nano /etc/fstab

silahkan edit seperti gambar di atas, Dimana : /dev/sda10 = root /dev/sda11 = /home /dev/sda9 = swap archangel = user simpan dan keluar.

Saat ini anda masih berada di console. Ketikkan chmod -R 1777 /var chmod -R 1777 /var/tmp chmod -R 1777 /tmp chmod -R 1777 /home chmod -R 1777 /home/nama_user_anda lalu cek 1 per 1 apakah permission sudah benar dengan mengetikkan : ls -lh /var (untuk ngecek permission dir /var) ls -lh /var/tmp (untuk ngecek permission dir /var) ls -lh /tmp (untuk ngecek permission dir /tmp) ls -lh /home (untuk mengecek permission dir /home) ls -lh /home/nama_user_anda (untuk ngecek permission dir /home/nama_user_anda) jika permission sudah di set lalu kita lanjutkan dengan mengetikkan : chown nama_user_anda /var chown nama_user_anda /var/tmp chown nama_user_anda /tmp chown nama_user_anda /home chown nama_user_anda /home/nama_user_anda lalu reboot dan masuk ke arch sebagaimana mestinya. Dan voila, anda telah sukses menginstall arch sekaligus melewati rintangan yang menerpa .. :D Mohon maaf bila ada kesalahan pada pengetikkan maupun tutorial. Saya akan sangat senang jika menerima masukan sekaligus koreksi dari anda, maklum karena saya hanya seorang bocah yang sering salah. Tutorial diatas di angkat berdasarkan kisah nyata saya ketika menginstall archlinux. Created at 20 juli 2012

Referensi http://allanmcrae.com/2012/07/updating-arch-linux-from-a-core-install https://bbs.archlinux.org/viewtopic.php?id=43335 www.patenpisan.com/2012/02/arch-cara-instalasi-dengan-chroot-dari.html