initial public offering equity terus tumbuh ditengah ... data industri kemasan kertas dan karton

Download Initial Public Offering Equity Terus tumbuh ditengah ... Data industri kemasan kertas dan karton

Post on 28-Jun-2018

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Initial Public Offering

    Equity

    Dwi Aneka Jaya Kemasindo

    Terus tumbuh ditengah tingginya tingkat konsumsi

    masyarakat Indonesia

    PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) merupakan produsen kemasan berbahan baku kertas yang memiliki kapasitas besar. Paska merger yang menggabungkan dua lini bisnis yaitu kemasan cetak offset dan kotak karton gelombang, DAJK tumbuh pesat ditengah naiknya tingkat konsumsi masyarakat. Ekspansi yang akan dilakukan DAJK melalui dana IPO akan menggenjot kinerja keuangan.

    Sumber pendapatan berkualitas. Hingga saat ini DAJK memiliki pelanggan yang mayoritas adalah perusahaan-perusahaan industri barang konsumsi ternama dalam negeri. Pelanggan Perseroan sendiri memiliki pangsa pasar yang besar di segmennya masing-masing. Dengan tingkat produksi yang tinggi, berimbas kepada tingginya permintaan produk kemasan kepada DAJK.

    Pertumbuhan sektor barang konsumsi topang kinerja DAJK. Dengan total penduduk mencapai 245,9 juta jiwa pada tahun 2012, Indonesia memiliki tingkat konsumsi yang besar. Apalagi jika diiringi oleh pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan peningkatan kemakmuran masyarakat. Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi sebuah negara adalah sektor tenaga kerja.

    Integrasi antara dua lini bisnis. Integrasi kedua lini bisnis DAJK mendorong efisiensi terhadap pelanggan yang membutuhkan kemasan dengan kualitas tinggi. Dengan dua fungsi (yaitu pembuatan kemasan karton gelombang dan kemasan cetak offset) dalam satu tempat maka pelanggan dapat mempermudah dan mempercepat proses operasional pembuatan kemasan.

    Ekspansi demi raup pangsa pasar lebih besar. Dengan dana belanja modal (capex) sebesar Rp450 miliar di tahun 2014, DAJK akan mengalokasikan semua dana tersebut ke dalam anggaran ekspansi seperti pembelian mesin dan peralatan kemudian perluasan lahan pabrik.

    Valuasi. Dengan metode DCF dalam memproyeksi nilai wajar saham DAJK menggunakan asumsi bahwa WACC berada pada level 11% maka kami mendapatkan nilai wajar ekuitas DAJK adalah Rp1 triliun.

    Estimasi dan Rasio

    2013 2014E 2015E 2016E

    Penjualan (Rp miliar) 491 903 1,295 1,593

    EBITDA (Rp miliar) 172 296 448 559

    Laba Bersih (Rp miliar) 91 143 236 318

    Return on Equity 16% 15% 20% 21%

    Return on Assets 7% 10% 14% 17%

    PE Rasio 11 7 4 3

    EV/EBITDA 9 5 3 3

    Sumber: Perusahaan, Estimasi NISP Sekuritas

    Research AnalystGani Prasetyo Ajigani.prasetyo@nispsekuritas.com62-21-2935 2788 ext.2652

  • Dwi Aneka Jaya Kemasindo

    2

    Sekilas Mengenal Perusahaan Didirikan pada tahun 1997, PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) melakukan bisnis jual beli kemasan (khusus karton) suatu produk. Selama satu tahun melakukan trading, Perseroan mulai memproduksi sendiri kemasan karton meskipun dengan kapasitas yang masih terbilang kecil. Dalam perkembangannya, Perseroan mulai mendapatkan pesanan percetakan offset dari operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Kendati saat itu DAJK belum memiliki mesin cetak sendiri, sehingga harus melakukan kerjasama produksi dengan perusahaan lain.

    Sejak tahun 2009, Perseroan mulai melakukan investasi pada mesin cetak offset. Percetakan offset sendiri merupakan teknik pencetakan gambar atau citra dimana bagian yang mencetak kedudukannya sama datar dengan bagian yang tidak mencetak dengan terlebih dahulu mentransfer gambar dari plat ke lembaran karet (blanket), dan barulah dicetak ke permukaan media karton. Kekuatan utama pada teknik cetak offset dibandingkan dengan teknik lainnya adalah pada tingkat resolusi lebih tinggi sehingga menghasilkan gambar yang lebih bagus.

    Hasil produksi divisi offset

    Sumber: Perusahaan

    Pada tahun 2011, DAJK melakukan merger dengan PT Super Kemas Pratama (SKP). Didirikan sejak tahun 1990, SKP memiliki bisnis pembuatan karton gelombang (corrugator carton box). Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi kemasan karton dan juga terciptanya efisiensi dari pemisahan area produksi.

    Karton gelombang adalah jenis kemasan berbahan baku kertas yang memiliki beberapa lapisan kertas dan terdapat ciri khas pada lapisan tengah yang berbentuk gelombang (flute). Perseroan juga memproduksi beberapa jenis corrugate carton yang terklasifikasi dari single wall dan double wall dengan flute e, b, c dan cb. Bahan baku pembuatan karton gelombang adalah kertas kraft dan kertas medium.

  • Dwi Aneka Jaya Kemasindo

    3

    Hasil Produksi Divisi Karton

    Sumber: Perusahaan

    Hingga saat ini DAJK memiliki tiga lokasi pabrik yang berdekatan. Ketiga pabrik yang terletak di wilayah perindustrian di Tangerang ini terdiri dari dua pabrik khusus untuk offset dimana masing-masing memiliki luas tanah sebesar 11.640 dan 7.700 meter persegi serta satu pabrik dikhususkan untuk produksi karton gelombang dengan luas lahan 23.160 meter persegi.

    Terkait dengan bahan baku, DAJK membeli dari pasar domestik dengan ketersediaan barang yang cukup banyak sehingga tidak khawatir akan kekurangan bahan baku. Selain itu juga DAJK telah membina hubungan cukup lama dengan pemasok sehingga dalam proses penyediaannya dapat terpenuhi. Sedangkan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku, supplier akan memberikan informasi terlebih dahulu sehingga DAJK dapat menyesuaikan harga jual dengan pelanggan.

    Tiga Pabrik Milik DAJK

    Sumber: Perusahaan

  • Dwi Aneka Jaya Kemasindo

    4

    Gambaran Industri Kemasan Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pira International Ltd tahun 2009, konsumsi kemasan di kawasan Asia menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan regional lainnya. Tercatat tingkat penjualan kemasan di Asia mencapai lebih dari US$160 miliar, melesat dibandingkan dengan konsumsi kemasan di tahun 2003 yang kurang dari US$120 miliar. Sedangkan Indonesia sendiri masuk kedalam 15 besar negara dengan tingkat konsumsi kemasan tertinggi di seluruh dunia. Indonesia memiliki tingkat konsumsi kemasan hingga berkisar US$10 miliar pada tahun 2009.

    Pasar Kemasan Dunia (miliar dolar AS)

    Sumber: International Packaging Organization

    Hingga saat ini industri kemasan dalam negeri khususnya terhadap pasar retail, terklasifikasi menjadi beberapa kategori berdasarkan bahan bakunya. Beberapa klasifikasi tersebut adalah Industri kemasan berbahan baku kertas dan karton, kemasan berbahan baku kaca, kemasan berbahan baku kaleng, kemasan berbahan baku plastik fleksibel dan kemasan berbahan baku plastik kaku. Kertas dan karton memiliki pangsa pasar hingga 38%, diikuti pastik kaku sebesar 21% dan plastik fleksibel 13%.

    Konsumsi kemasan dunia per sektor (miliar dolar AS)

    Sumber: International Packaging Organization

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$165 miliar di tahun 2003 atau setara dengan 38% dari total konsumsi, kemasan kertas dan karton tumbuh sekitar 4% per tahunnya menjadi US$216 miliar di tahun 2009. Sedangkan kemasan berbahan baku plastik menempati urutan kedua yang mencapai 30% dari total penjualan, dimana plastik kaku sendiri memiliki pangsa pasar mencapai 18% dan sisanya berupa plastik fleksibel.

    Kemasan berbahan baku kertas sendiri memiliki berbagai macam jenis produk. Ada yang berbentuk papan kertas (cardboard), karton gelombang (corrugated board), kertas kraft, kertas medium dan karton seni (art carton). Produk-produk tersebut dibuat dari serat selulosa yang dihasilkan dari kayu.

  • Dwi Aneka Jaya Kemasindo

    5

    Konsumsi kemasan kertas dan karton tahun 2009

    Sumber: International Packaging Organization

    Pada negara berkembang seperti Indonesia, pertumbuhan konsumsi kemasan sangatlah cepat. Pertumbuhan penggunaan kemasan kertas dan kar

    ton juga terus meningkat. Sepanjang periode 2004 hingga 2008 produk kemasan kertas karton meningkat hingga 56,7%. Pertumbuhan tersebut dapat terlihat pada nilai produk industri di tabel berikut.

    Data industri kemasan kertas dan karton

    Sumber: International Packaging Organization

    Sedangkan pada tahun 2010, nilai penjualan produk kemasan berbahan kertas dan karton mencapai US$1,85 miliar atau setara dengan 25% dari total penjualan produk kemasan dalam negeri.

    Kondisi ekonomi memiliki peran penting yang mempengaruhi tingkat konsumsi kemasan. Dalam beberapa tahun terakhir ekonomi dalam negeri mengalami pertumbuhan pesat. Derasnya dana investasi yang masuk ke Indonesia memacu produktifitas manufaktur dalam negeri adalah tingkat belanja konsumen.

    Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia, penduduk Indonesia hingga tahun 2012 mencapai 245,9 juta orang dengan rata rata pertumbuhan empat juta orang per tahunnya sepanjang lima tahun terakhir.

    Pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan kapitalisasi pasar kemasan yang masih terbilang kecil, maka Indonesia memiliki potensi pertumbuhan industri kemasan yang besar. Dapat dilihat dari diagram pertumbuhan industri kemasan sepanjang tahun 2004-2009, Indonesia memiliki pertumbuhan sekitar 9,4%, urutan ke-5 sebagai negara dengan pertumbuhan konsumsi kemasan tertinggi. Sedangkan untuk kapitalisasi pasar kemasan di kawasan Asia meningkat dari 26% menjadi 29% di tahun 2009.

    Kenaikan upah minimum di wilayah ibu kota menjadi Rp2,2 juta, meningkatkan kapasitas penjualan industri konsumsi. Sedangkan menurut International Monatery Fund (IMF), tingkat pendapatan per kapita Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp52 juta di tahun 2015 mendatang, naik dari tahun 2012 yang hanya Rp30,51 juta.

  • Dwi Aneka Jaya Kemasindo

    6

Recommended

View more >